Archive for the 'polisi' Category

Launching blog pungli.wordpress.com

Yth Para Blogger dan Warga Indonesia

Tergerak oleh banner pungli buatan si tukang banner, pastinya juga karena posting saya tentang perlunya aksi nyata *narsis*, seorang atau sekelompok orang(?) anonim sudah tergerak mendirikan sebuah blog anti pungli di http://pungli.wordpress.com, sekarang saatnya kita sama-sama membantu mereka.

Baca selengkapnya…

Iklan

Banner Anti Pungli Saja Tak Cukup

Beberapa saat sebelum tidur, akhirnya saya berhasil memajang banner anti pungli buatan antobilang. Meskipun akan sedikit memberatkan loading tetap saja saya pasang sebagai dukungan atas gera’an beliau ituh.

Bisa anda lihat di bagian paling bawah sidebar blog ini, gambar seorang aparat dengan selempang bertuliskan Blogger Indonesia(?) mengatakan STOP PUNGLI. Kurang jelas sih, tapi lumayan. Kalau nanti beliau atau siapapun punya versi yang lebih baik, mungkin saya akan ikut ganti.

Kenapa Anti Pungli?
Tidak perlu saya jelaskan, dengan kecerdasan minimal pun anda akan sadar betapa pungli sangat meresahkan dan menyumbang kehancuran pada negeri ini.

Banner saja tak cukup
Memang tidak cukup, perlu disertai juga dengan aksi nyata, karena itulah sang pembuatnya memberi teladan dengan berjanji akan membuat SIM dan berhenti membeli harga diri polisi (nyogok). Tapi bagi saya itu belum cukup. Gera’an ini perlu aksi yang lebih berani!

PERLU AKSI EKSTRIM!

Bu Ani Yudhoyono! Soal pungli nih!

Dengan restu Ibu Pertiwi, pesan ini akan sampai dan anda baca dengan seksama.

Yang Terhormat Ibu Ani SBY,

Sengaja saya jadikan surat ini sebagai surat terbuka, sehingga ada kontrol dari rakyat seandainya yang saya sampaikan adalah berita bohong.

Saya mohon maaf bila surat curhat terbuka ini saya tujukan kepada Ibu. Setelah belajar dari kasus Poligami dan PP 37 tempo hari, saya menyimpulkan bahwa Pak SBY lebih mendengar suara rakyat bila disampaikan melalui Ibu. Saya juga menyimpulkan bahwa sebagai seorang Ibu, anda punya wawasan dan kebijaksanaan yang akan berguna bagi kemajuan bangsa ini.

Harap dimengerti, bukan maksud saya ingin memperalat Ibu. Ibu pasti sadar bahwa status Ibu sekarang bukan hanya seorang istri dari SBY, bukan hanya Ibu dari putra-putri SBY, tapi jauh lebih penting dari itu, saat ini anda adalah seorang Ibu negara, jadi anda punya tanggung jawab moral dan spiritual terhadap nasib sekian ratus juta anak bangsa Indonesia ini.

Pun bukan maksud saya merendahkan atau menyinggung ego Pak SBY, tapi –seperti kata pacar saya– sudah jadi rahasia umat manusia, bahwa setangguh, sehebat, sekuat, semacho, dan secerdas apapun seorang pahlawan lelaki, selalu ada saat dimana dia harus pulang ke pelukan seorang perempuan untuk mendapat energi bagi hidupnya. Hangatnya pelukan seorang ibu bagi lelaki belia atau pelukan penuh kasih seorang Istri bagi lelaki dewasa. Disaat-saat seperti itulah kebijaksanaan dari seorang perempuan bisa disampaikan dengan lembut dan merasuk. Tentu saja hal tersebut tidak berlaku bagi tukang selingkuh, pelaku poligami, dan mereka yang menganggap perempuan tak lebih dari budak seks atau binatang manusia kelas dua, tapi saya yakin sekali kalau SBY tidak seperti mereka.

Mungkin saja pada siang hari beliau terlalu sibuk dengan urusan-urusan (yang sebagian besar mungkin hanya hasil rekayasa para penjilat disekitar beliau). Maka melalui Ibu kami punya harapan akan adanya perbaikan di akar rumput.

Ok, cukup sudah berpanjang lebar, sekarang, sebagai salah satu putera Ibu, saya sampaikan usulan ini:

Dicurigai Pak Polisi

Suatu sore di gerbang masuk sebuah pelabuhan:

Selamat sore Pak, maaf mengganggu perjalanan, boleh saya lihat surat-suratnya?

Sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, STNK sudah saya sodorkan. Kemudian salamnya saya jawab dengan satu kata, “Sore” sambil menyerahkan SIM yang pasti juga akan ditanyakan.

Polisi itu masih muda, perutnya masih rata. Matanya juga tidak melakukan gerakan menjijikan saat saya mengeluarkan dompet untuk mengambil SIM. Saya langsung menyimpulkan bahwa polisi ini pastilah tidak belum sebusuk polisi-polisi di samsat yang saya temui setiap tahun. Kesimpulan kedua: Modalnya untuk jadi polisi pasti juga belum kembali. Selanjutnya…

Bagaimana cara memberantas Polisi Calo?

Setelah puas mengutuk dan menghujat para polisi calo, lalu apa?

Apakah kembali menunggu sampai mereka memperbaiki diri? Apa menunggu Pak Kapolri turun tangan? Apa menunggu SBY/JK ngeh? Atau menunggu Tuhan mampu melakukan sesuatu?

Polisi terbukti tidak mampu memperbaiki diri. Sekian tahun sudah berlalu tanpa perubahan berarti. Dan Kapolri, SBY/JK, bahkan Tuhan pun ternyata punya peran yang nihil.

jadi gimanna…

Gaji Polisi SAMSAT Wilayah II Cibinong Sangat Tidak Memadai

Kemarin saya ke SAMSAT wilayah II Cibinong untuk membayar pajak STNK yang sudah terlambat.

Belajar dari pengalaman yang lalu, kali ini saya masuk dari pintu yang jauh dari lokasi parkir dan langsung menuju loket pendaftaran. Seorang Bapak berkepala plontos, berkacamata dan tak berseragam melayani dengan semangat. Ternyata dia calo dan saya pun ditarik masuk ke balik pintu untuk tawar-menawar. Karena saya ingin membantu Indonesia menjadi lebih baik, maka tawarannya saya tolak mentah-mentah.

Separah apa gerombolan polisi disitu?


JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter