Bu Ani Yudhoyono! Soal pungli nih!

Dengan restu Ibu Pertiwi, pesan ini akan sampai dan anda baca dengan seksama.

Yang Terhormat Ibu Ani SBY,

Sengaja saya jadikan surat ini sebagai surat terbuka, sehingga ada kontrol dari rakyat seandainya yang saya sampaikan adalah berita bohong.

Saya mohon maaf bila surat curhat terbuka ini saya tujukan kepada Ibu. Setelah belajar dari kasus Poligami dan PP 37 tempo hari, saya menyimpulkan bahwa Pak SBY lebih mendengar suara rakyat bila disampaikan melalui Ibu. Saya juga menyimpulkan bahwa sebagai seorang Ibu, anda punya wawasan dan kebijaksanaan yang akan berguna bagi kemajuan bangsa ini.

Harap dimengerti, bukan maksud saya ingin memperalat Ibu. Ibu pasti sadar bahwa status Ibu sekarang bukan hanya seorang istri dari SBY, bukan hanya Ibu dari putra-putri SBY, tapi jauh lebih penting dari itu, saat ini anda adalah seorang Ibu negara, jadi anda punya tanggung jawab moral dan spiritual terhadap nasib sekian ratus juta anak bangsa Indonesia ini.

Pun bukan maksud saya merendahkan atau menyinggung ego Pak SBY, tapi –seperti kata pacar saya– sudah jadi rahasia umat manusia, bahwa setangguh, sehebat, sekuat, semacho, dan secerdas apapun seorang pahlawan lelaki, selalu ada saat dimana dia harus pulang ke pelukan seorang perempuan untuk mendapat energi bagi hidupnya. Hangatnya pelukan seorang ibu bagi lelaki belia atau pelukan penuh kasih seorang Istri bagi lelaki dewasa. Disaat-saat seperti itulah kebijaksanaan dari seorang perempuan bisa disampaikan dengan lembut dan merasuk. Tentu saja hal tersebut tidak berlaku bagi tukang selingkuh, pelaku poligami, dan mereka yang menganggap perempuan tak lebih dari budak seks atau binatang manusia kelas dua, tapi saya yakin sekali kalau SBY tidak seperti mereka.

Mungkin saja pada siang hari beliau terlalu sibuk dengan urusan-urusan (yang sebagian besar mungkin hanya hasil rekayasa para penjilat disekitar beliau). Maka melalui Ibu kami punya harapan akan adanya perbaikan di akar rumput.

Ok, cukup sudah berpanjang lebar, sekarang, sebagai salah satu putera Ibu, saya sampaikan usulan ini: Mohon usulkan pada SBY agar menginstruksikan TEMBAK MATI PELAKU PUNGLI. Beberapa hal ini bisa jadi gambaran apa yang sedang terjadi di bawah sana:

  1. Pungli di jalan raya. Sebagai seorang biker, driver sekaligus penumpang, saya melihat sendiri parahnya pungli yang dilakukan baik aparat maupun para kriminal. Sejak pembuatan SIM, pembayaran pajak kendaraan di SAMSAT, pungli oleh polisi di berbagai ruas jalan, pungli oleh PJR di Jalan tol terhadap angkutan barang, pungli oleh kriminal sipil berkedok usaha PERWAKILAN di pelabuhan, pungli mengatasnamakan PMI oleh loket tiket di Merak, sampai pungli oleh para kriminal di terminal bus kecil di pedalaman. Yang mengerikan, sebagian besar kasus pungli malah dilakukan oleh APARAT negara! Kalau mau eksekusi mereka, saya akan bantu tunjukkan semua hidung pelaku yang saya temui sehari-hari, gratis, asal identitas saya dilindungi dan dirahasiakan.
  2. Pungli dalam dunia pendidikan. BOS dan semua basa-basi pendidikan murah yang pernah dinyatakan SBY ketika menaikkan BBM itu hampir semua bisa dianggap BOHONG. Di daerah, orang tua murid tetap dibebani segala macam biaya tetek bengek oleh pihak sekolah. Soal ini, para blogger yang berprofesi guru maupun orang tua murid bisa menjelaskan lebih detail.
  3. Pungli di segala sudut birokrasi. Akte kelahiran sudah diumumkan gratis, kemarin di radio saya masih dengar pungutan 80 ribu padahal si anak belum 60 hari keluar dari rahim. KTP murah? Kalau mau cepat tetap harus nyogok kelurahan. Kompensasi BBM untuk orang melarat? yang makan malah konco-konco RT dan Lurah setempat, sebagian yang sampai pada yang berhak, dipotong 50 ribu oleh para aparat. SMS pada KPK nihil, bullshit! Pembuatan surat pengangkutan barang/hasil hutan, 100-200 ribu per-rit untuk setiap truk, itupun masih harus diketik sendiri. Bagi para cukong kayu yang kerjaannya menggunduli hutan jelas tidak masalah, tapi ini cuma ngangkut kayunya sendiri untuk regenerasi kebun masih dirampok juga, uangnya masuk ke kantong Lurah dipakai foya-foya istrinya yang kesekian. Kasus ganti rugi PLN, dengan adanya LBH rakyat malah semakin rugi, setelah mengaku membantu, LBH meminta ‘sigar semangka’, jadi 50% (lima puluh persen) dari uang ganti rugi masuk ke pihak LBH, dan pihak PLN malah lepas tangan, jelas-jelas oknum mereka ada main dengan LBH laknat. TPR? Ada dimana-mana, nangkring seperti binatang buas disetiap ruas jalan, tapi jalan-jalan tetap banyak bolong, setiap hujan berubah jadi rawa yang cocok dihuni buaya, persis seperti daerah tak punya pemimpin. Soal hal-hal di nomor 3 ini (kecuali kalimat pertama) saya juga bisa bantu tunjuk hidung para pelakunya, gratis, asal keselamatan saya dilindungi.

Kenapa Ibu harus Peduli?
Seperti saya bilang di awal tadi, Ibu adalah IBU NEGARA, kasus seperti itu terjadi dimana-mana, terus menggerogoti dan membusukkan setiap sendi Indonesia. sudah sekian kali bangsa ini ganti presiden, tidak juga ada perbaikan atas hal-hal sepele ini, malahan semakin parah. Nah, SBY yang punya seorang Istri seperti anda HARUSNYA BISA MELAKUKAN SESUATU.

Keuntungan Politis
Btw, Bu, selain keuntungan bagi rakyat, ada juga keuntungan politis yang akan SBY dapatkan. Bila Instruksi Tembak Mati Pelaku Pungli segera dibuat dan diterapkan dengan keras, tak sulit memanfaatkan isu ini untuk mengangkat citra SBY. Hasilnya? Niscaya kami para penumpang, para driver, para biker, para pengusaha transportasi, para investor, para melarat, para orang tua murid yang jumlahnya tidak sedikit ini akan menginginkan SBY kembali jadi Presiden pada 2009 nanti.

Persetan Dewan Revolusi mau nuduh apa, Persetan Partai Islam obral janji apa, Persetan Partai Kafir klaim apa, Persetan Megawati bikin kritik apa, Persetan Gus Dur mau repot apa, kalau Anda dan SBY bisa melakukan aksi nyata memberantas pungli SECARA TEGAS DAN TERBUKA, maka rakyat akan sangat senang bila anda berdua tetap berada di pucuk pimpinan negeri ini!

Sekian dulu Bu Ani, mohon maaf bila terlalu vulgar dan kurang sopan, bahasa rakyat jelata mungkin jauh lebih kasar dari ini, anda yang lebih berpendidikanlah yang perlu memaklumi. Soal tembak mati, tidak perlu sesadis itu, meski itu akan memuaskan kami, anggaplah itu hanya metafor, yang penting bagi kami adalah eksekusi tegas dan terbuka.

Saya mohon dengan sangat agar usulan ini dipertimbangkan dan segera ditindaklanjuti.

Terimakasih.

Tembusan:

  • Semua Blogger dan Rakyat Indonesia
  • SBY, karib kerabat dan semua putera-puterinya
  • Lawan-lawan politik SBY

Update 8/2/07: Tambahan link pungli di pendidikan

Iklan

102 Responses to “Bu Ani Yudhoyono! Soal pungli nih!”


  1. 1 Pipit 2 Februari 2007 pukul 3:52 pm

    Pungli itu salah satu income tambahan yang sudah dianggap income rutin, semacam tunjangan gitu. Nah, klo pungli ditiadakan, gaji mereka gak cukup lagi dong buat memenuhi kebutuhan hidup?

    KEsimpulan: setuju berantas pungli!!! Emang mereka doang yang butuh biaya hidup??? Masa kita rakyat jelata harus menghidupi para pungler itu???

    (*Bingung mas? Aku yo bingung*)

  2. 2 Pipit 2 Februari 2007 pukul 3:53 pm

    Sejak tau dan baca blognya wadehel, baru kali ini aku jadi yang pertama. Hehe….

  3. 3 kw 2 Februari 2007 pukul 4:16 pm

    waduh, kok harus ngeklik banyak siii….kamu pengen ngejar page view ya? sudah ada investor yang melirik blog ini rupanya. dari mana hell mereka? seberapa besar mereka nilai blog ini? berapa persen saham yang akan kau lepas?

    selamat ya.. :)

  4. 4 sandal 2 Februari 2007 pukul 4:18 pm

    setelah sekian lama menghilang, tiba-tiba dua tulisan pertama membahas pungli. saya jadi bertanya-tanya, apakah om wadehel abis jadi supir/tukang ojek dalam rentang waktu “menghilang” kemarin?

  5. 5 wadehel 2 Februari 2007 pukul 5:25 pm

    @Pipit, Tul! kita harus berhenti menghidupi mereka, anak-anak punglier yang dibesarkan dari hasil pungli itu mungkin malah jadi penjahat, sejak kecil makan makanan hasil malak orang.

    @Kw, ngeklik banyak? Maksutya “read more” itu? Di bawah satu judul sepertinya tidak akan menyumbang page views deh. Tak langsung tampil semua itu memang sengaja, supaya halaman muka tidak penuh dengan tulisan-tulisan panjang. Selain agar pembaca tidak mumet, scroller mouse ga cepet aus, jari pun tidak pegal nyolek2 mouse :P Bu SBY juga bisa ngelirik intro tulisan2 lain seandainya beliau datang dari halaman muka :))

    @Sandal, memang iya, borongan jadi driver, biker, ojeker, boncenger, penumpang vip, kenek juga kuli. Dan ini adalah tulisan kedua. Tapi apa hubungannya sama surat ini?

  6. 6 mrtajib 2 Februari 2007 pukul 9:40 pm

    hik hik hikz…

    Tembusannya di klik gak nongol-nongollll…
    *sambil mencari cari apakah saya juga di tembusi, ternyata tidak*

  7. 7 -may- 2 Februari 2007 pukul 10:05 pm

    Gw juga alergi pungli.. secara baru minggu lalu kena pungli di Bandara El Tari Kupang. Mosok, naik Boeing yg kapasitas bagasinya dari Jakarta max 30kg/orang, tiba2 pas pulang dari Kupang dibilang kapasitas bagasinya cuma 20kg/orang? Padahal maskapainya sama (wong tiketnya return) dan jenis pesawatnya sama!

    Eh.. kok jadi curhat. BTW, gw alergi pungli, dan ilfil sama iklannya SBY pas mau Pemilu yang bilang2 “Kapan lagi punya presiden ganteng?”, tapi.. kok rasanya nggak pas juga kalau SBY yg disuruh mengatasi. Jadi inget film Shinobi: sehebat dan selurus apa pun pemimpin, kalau anak buahnya belum siap berubah, ya nggak akan bisa membawa perubahan apa2.

  8. 8 de King 2 Februari 2007 pukul 11:40 pm

    Kalau diterapkan aturan tembak mati gitu bisa-bisa negara kita kehabisan amunisi dan juga kehabisan pengayom masyarakat…gimana pakdhé?
    Lha wong para punglier yang jumlahnya buuuaannyyak banget itu kebanyakan para pejabat dan polisi tuch…

    Tapi boleh juga tuch usulnya wadehel…
    Untuk mengatasi masalah pemborosan amunisi bisa dilakukan dengan cara merekrut para taruna sebagai algojo-nya kan bisa sekalian buat latihan menembak bagi para taruna…(kayak peribahasa tuch..sekali mengayuh dayung dua pulau terlampaui …taruna jadi jitu dan sekaligus punglier bisa berkurang)

    Atau gini aja…ada solusi lain nich, gimana kalau dibikin Oendang-Oendang baru aja..
    Buat aturan yang mengatur tentang pembagian shift jadi punglier.
    Maksudnya yang dulu jadi punglier gantian jadi yang di-pungli begitu juga sebaliknya yang dulu dipungli bisa gantian jadi punglier… :D
    Mungkin gak aturan yang kayak gitu dibuat hehehe…

    Tapi sebenarnya repot juga ya…lha wong lama-lama (mungkin karena sudah membudaya) masyarakat sendiri yang berinisiatif dan ‘mengikhlaskan diri’ memberi sumbangan dan ‘tanda terima kasih’…
    Yang namanya sudah membudaya itu repot lho Pakdhé…

    Jadi pilih yang mana donk…jd bingung :D

  9. 9 helgeduelbek 3 Februari 2007 pukul 7:39 am

    Bikin surat terbuka begini dibaca gak sama yang dituju? :D
    pungli = siluman perampok, susah nangkapnya kalau gak dicarikan orang sakti.

  10. 10 syah 3 Februari 2007 pukul 8:34 am

    ga ikutan posting ttg banjir mas?

  11. 11 venus 3 Februari 2007 pukul 8:36 am

    alamak. nendang banget. way to go, young man. mudah2an bu ani sby hobi blogwalking pagi2 kayak kita :D
    kalo gak, mungkin entry yg ini perlu kamu publish di media nasional, to make sure beliau2 itu baca.

    salam :)

  12. 12 manusiasuper 3 Februari 2007 pukul 9:24 am

    Bukti guh… BUKTINYA MANNAAAA??

    Mana buktinya ada pungli di jalan raya? Siapa tau itu cuma pengendara dermawan yang bersedekah pada aparat miskin hati dan raga…

    Mana buktinya pungli di dunia pendidikan?? Siapa tau itu cuma sekedar keinginan kuat orang tua murid melihat anaknya berprestasi di sekolah, atau diterima di sekolah “berprestasi”. Jadi mereka suka rela memberi sedikit tambahan pendapatan bagi kepala sekolah atau guru atau petugas dinas pendidikan, agar orang-orang itu bekerja lebih semangat mencerdaskan bangsa…

    Mana buktinya pungli di birokrasi?? Siapa tau itu cuma sekedar uang akselerasi agar urusan masyarakat jadi lebih cepat selesai..

    Piye tokh kamu guh…

  13. 13 NeeN 3 Februari 2007 pukul 11:48 am

    kalo mo laporin pelaku2 pungli, mo lapor kemana? orang yang nglakuin ya pihak yang (harusnya) dilapori… apa ‘lapor’ ke ibu ani akirnya bakal jadi alternatif satu2nya buat semua orang yang ingin melaporkan segala bentuk ‘kekacauan’ negara?

    hmmm… (kalo bu ani baca) semangat ya bu! ^^,

  14. 14 Arif Kurniawan 3 Februari 2007 pukul 2:32 pm

    Sori telat… Selamat datang Bung Wadehel.

    Insya Allah, kalau ketemu Bu Ani, isi surat ini akan saya sampaikan.

    Tapi sebelumnya hanya sedikit kritik, beberapa bukti otentik tidak disertakan dalam tulisan ini. Betul kata manusiasuper, bukti yang dibeberkan kurang begitu ‘menggigit’.

    Hehhee, baru dateng dikasih peer.

    Selamat datang euy.

  15. 15 tukangkomentar 3 Februari 2007 pukul 2:50 pm

    Ikhlas, ikhlas, ikhlas! Wong “harus” mbantu kok nggak ikhlas. :)

  16. 16 abdullah 3 Februari 2007 pukul 3:06 pm

    Assalamualaikum.. wr wb
    Jangan membiasakan “menyalahkan” atau “mengkoreksi” orang lain…. apalagi “membuka aib” orang lain..

  17. 17 cakmoki 3 Februari 2007 pukul 3:29 pm

    Bung Andi Mallarangeng mungkin membaca.
    Kritik untuk kesehatan koq belum ada ?
    Banyak juga lho penyimpangan di situ. :D

  18. 18 mardun 3 Februari 2007 pukul 10:30 pm

    buat abdullah:
    terus enaknya kita harus ngapain kalo ada situasi seperti itu?

    apa kita harus sabar seperti biasanya?
    apa kita harus tabah seperti biasanya?
    apa kita harus tawakkal seperti biasanya?
    apa kita harus maklum seperti biasanya?
    apa kita harus pura-pura tidak tahu seperti biasanya?

    sabar, tabah, tawakkal dan sejenisnya itu ilmu katon… tapi kan tetep harus diperbaiki :P

  19. 19 Ryan 3 Februari 2007 pukul 11:50 pm

    Ternyata masih hidup too..

  20. 20 Tresno 4 Februari 2007 pukul 7:51 am

    nanti kalo ketemu saya sampaikan langsung!!!

  21. 21 wadehel 4 Februari 2007 pukul 7:56 am

    @MrTajib, itu emang bukan link, Pak Haji. Kalau anda ngerasa blogger, ya termasuk yang ditembusi.

    @-may-, presiden ga perlu ganteng, saya juga heran, ancur banget itu iklan. Semoga aja kegantengan itu diiringi ketegasan dan keberanian untuk memberantas pungli.

    @de King, amunisi ga akan habis, pengayom juga pasti masih nyisa, ga semua bermental korup kok.

    @Helgeduelbek, nanti kalau saya dapat nomer hp bu Ani akan saya sms beliau juga url ini, semoga beliau tidak termasuk yang gaptek (baik hp maupun otaknya), jadi tinggal pijit OK dan surat ini akan terbaca. Atau setidaknya bisa nyuruh bawahannya, tolong dong cetak apa isi url ini :D:D:D

    @Syah, banjir menyebabkan koneksi internet saya jadi lebih lancar, mengingat puluhan bts xl mampus kehabisan baterai, banyak yang ga bisa inetan, arus data jadi lebih lega. Dengan ini maka saya sudah posting tentang banjir :D

    @Venus, saya udah coba publish ke milis kompas, belum muncul2, jangan-jangan moderatornya takut kasih ijin… hmm… nanti saya sms aja langsung ke bu Ani.

    @Manusiasuper, ga usah bukti deh, saya bisa ajak anda nonton langsung saat kejadiannya, gimana? Anda kan wartawan, harusnya lebih bisa memberitakan dong, pak anu berpangkat anu, pada jam anu tanggal anu melakukan anuan, korbannya si anu, video kalo perlu. Semacam itu lah. Heran, media kok ga ada yang bikin liputan khusus tentang ini ya? Kalo nonstop diliput (secara eksplisit) harusnya para pelaku itu pada risih.

    @Neen, hehe, biarin, biar tau tuh si ibu, salah sendiri mau jadi ibu negara. Kita lihat aja, mau belaga ndableg seperti pejabat2 yang laki2 atau berani peduli dan beraksi.

    @Arif, emang sering ketemuan ya, hehe. Bukti otentik yang mengekspos individu tentu tidak di blog ini. Saya belum mau mati konyol, nanti pemuka agama dan pejabat korup bersatu padu mencari wadehel gimana? Terpikir sih bikin blog khusus yang isinya spesial mengekspos kelakuan individu/kelompok yang sedang merampok rakyat. Tapi belum ada dukungan peralatan nih.

    @Tukangkomentar, ikhlas? Kalau kita ikhlas membantu yang seperti itu, berarti kita ikut berperan aktif dalam menumbuhsuburkan kelakuan korup. Dengan memberi tanpa ikhlas pun anda sudah ikut bertanggung jawab atas pembusukan mental bangsa ini, apalagi kalo ikhlas, mungkin anda akan dapat pahala atas kelakuan busuk, dan kalau nanti menikmati surga karena membusukkan bangsa, betapa egoisnya… huh.

    @Abdullah, terimakasih, komentar yang sangat Islami. Tapi kelakuan seperti itulah yang bikin bangsa ini semakin membusuk. Benar dari kacamatanya sendiri, tapi diterapkan dengan membabibudekbutaplusbisu. Mau melindungi prilaku korup?
    Lain kali baca dulu yang bener sebelum komentar, Pak Haji! Atau kalau bingung, masukkan hal seperti itu di kotak saran aja.

    @Cakmoki, wah, saya dah lama ga masuk rumah sakit, gimana kalau CakMoki juga nulis soal penyimpangan2 di sisi itu?

    @Mardun, bergerak! Inget semboyan itu? Indonesia berGERAK! Menekan bu ani juga salah satu bentuk gerakan, siapa tahu beliau tidak sendableg pejabat2 yang lain.

    @Ryan, sekarang saya masih hidup :) Terimakasih.

    @Tresno, sampaikan secara tidak langsung lewat media juga boleh :P

  22. 22 manusiasuper 4 Februari 2007 pukul 8:05 am

    Saya da berani ngomeni komennya Bapak Abdullah, namanya sama nama Bapak saya, TAKUT KUALAT!

    (Padahal setengah mati mau ngoment!)

  23. 23 senyumsehat 4 Februari 2007 pukul 10:42 am

    Hi hel…
    Kadang2 orang yang melanggar juga yang tidak mau mengikuti aturan hel…jadi mereka sudah salah trus mau gampangnya aja kasih uang drpd urusan… sampe Indo itu di terkenal “Semua bisa di atur asal ada uangnya” ini bener2 lingkaran setan, caranya keluar gimana ya…repot juga mungkin harus dicari dulu setannya sapa?

  24. 24 anick 4 Februari 2007 pukul 12:00 pm

    Bagaimana seorang wadehel bisa mengusulkan tembak mati?

    Sory Om, kali ini kita berada di jalan yang berbeda.

  25. 25 tukangkomentar 4 Februari 2007 pukul 1:17 pm

    Pokoknya saya tetap ikhlas, karena “harus”. (kalau nggak ntar digebuki polisi atau surat ijinnya nggak keluar, terus gimana?).
    Pengalaman pribadi:
    1. dengan semangat menggebu-gebu saya pertengahan tahun 80-an pulang ke tanah-air dan ingin membaktikan diri untuk tanah-air yang tercinta dan yang (dalam khayalan saya) terindah dalam segalanya di dunia ini.
    Setelah melewati masa adaptasi saya nunggu ijin kerja (waktu di DepKes yang bersangkutan buka laci, tapi waktu itu saya nggak (mau) ngerti), ternyata 2 tahun (baca: dua tahun) ijin itu nggak kelura, padahal waktu itu indonesia masih kekurangan dokter.
    Itulah, jadi yang “harus” mau “harus” ikhlas, yang nggak mau harus dan nggak mau ikhlas ya ………(tapi waktu itu saya tetap menolak “keharusan” keikhlasan itu).
    2. Tahun 2006 kami sekeluarga mengunjungi keluarga di Indonesia. Waktu mengantar anak-anak yang pulang dulu dan mau ikut masuk ruang check in, pak Satpam (atau apa sih namanya) minta uang Rp. 20 000,-, katanya biaya masuk ruang, padahal nggak ada aturan gitu. Karena waktu mendesak dan tampang si dianya sangar, ya terpaksa (sambil malu kepada anak-anak) ya saya “ikhlas”kan saja. Bukti pembayaran juga nggak dapat. Ini pungli atau bukan? Jadi dari yang bawah sampai ke atas itu gitu, ya?
    Masih ada lagi beberapa pengalaman, tapi nggak perlu dipaparkan semua. Jadi: “ke mana ku harus mengadu ….?” (sambil berdendang dan nyengir).
    Mudah-mudahan bu Ani SBY baca ini.

    Kalau membaca komen Abdullah sepertinya kita malah harus mendukung pungli,ya? Kan nggak boleh ngoreksi atau menyalahkan atau bahkan membongkar “pemaksaan keikhlasan” tersebut.
    Mungkin Abdullah tersinggung ….? :)

  26. 26 wadehel 4 Februari 2007 pukul 7:10 pm

    @Manusiasuper, cuma karena namanya sama lalu takut komen, kalau imannya sama nanti takut apa?

    @Senyumsehat, Biasanya yang melakukan itu orang-orang kaya baru, sok sibuk, sok banyak urusan, sok ga sempet nunggu. Gak nyadar kalo dengan nyogok gitu mereka udah nyerobot dan menginjak2 kepentingan ratusan orang lain dalam antrian. Harusnya mereka juga dihukum berat. Dalam hukum, kalo sampe nyogok demi keringanan, berarti emang mentalnya udah parah, baru punya uang dikit udah berani lari dari tanggung jawab, jauhkan anak anda dari mereka!

    @Anick, itu metafor Om, dibawah dijelaskan kok. Meski jalan kita beda, tak ada salahnya baca sampe selesai, atau loncat ke bawah jg gpp :P

    @Tukangkomentar, kalau semua korban pungli menuliskan pengalamannya, sekalian nyebut oknum pelakunya, sepertinya asik juga ya? Hmmm.

  27. 27 irdix 4 Februari 2007 pukul 11:12 pm

    mas.. soal BOS..

    khusus menyorot ini deh..

    kesalahpahaman asyarakat terhadap kesalah pengertian iklan yang beredar, memang dengan BOS (Bantuan Operasioanal Sekolah) nantinya diharapkan agar bisa memberikan suatu Pendidikan yang murah, bahkan gratis. BOS yang sekarang bukan ditujukan untuk menghapuskan SPP ataw menggratiskan biaya sekolah dari siswa-siswi mawpun adek2 kita.

    Maksudnya gene.. misal SPP dasar dari suatu skul (karena tiap skul lain2 biaya pendidikannya dan tergantung pula dari fasilitas, jumlah guru honorer, PTT, GTT yang masih bernaung di anggaran sekolah) kita anggap Rp. 50ribu dan bantuan BOS yang ditrima Rp. 25rb per-siswa, nah dari situ para wali-murid dan siswa mendapatkan keringanan dengan hanya membayar Rp. 25rb sebagai SPPnya. nah.. kalo misal di daerah pedalaman ada SPP skul yang cuma Rp. 15rb, ya surplus untuk skul tersebut.. (^^,) bisa digunakan untuk pembangunan skul dll.. (dll ini yang bener2 kurang setuju sih.. :( kadang2 dan malah cukup sering “salah” sasaran)

    pada praktiknya… yaaaaaaaaaaaa taulah.. sekarang kan gurunya, kepseknya, TUnya, orang P dan K-nya ada juga yang tipikal “pahlawan minta tanda jasa”.

    tapi…. akhirnya dengan semakin banyaknya beasiswa dan kemudahan.. -makin banyak pula pengangguran terpelajar yang “siap kerja”, bukan siap membuka lapangan kerja –
    ehhehehe.. ironi kan ? disatu sisi, ada manfaat, disatu sisi pembunuhan mental..

    btw, ehhehehe.. -fsckedp bagus juga-

  28. 28 antobilang 4 Februari 2007 pukul 11:13 pm

    selalu ada ya yang tipe2 kayak abdullah ini…
    heran aku…
    dulu ada antosalafy…sekarang abdullah…wadoh2, rupanya kedatangan wadehel sudah ditunggu banyak orang..
    tapi 3 postingan terakhir kurang ‘menggigit’ nih…
    ayo keep “nggambleh” ya!!

  29. 29 irdix 4 Februari 2007 pukul 11:16 pm

    loh.. komenku ga kluar ??

  30. 30 Mbah Keman 4 Februari 2007 pukul 11:53 pm

    Pungli adalah nafas bangsa indonosia, kalau tidak ada pungli ada kemungkinan turis atau investor manca negara mulai bingung, ini indonesia atau bukan? jadi keep pungli forever untuk menarik investor

  31. 31 Abdullah 5 Februari 2007 pukul 7:47 am

    loetjoe joega…
    Mas mas sekalian
    Kalo mau dunia ini baik, perbaiki diri kita dulu, buat diri kita menjadi baik.
    Seandainya saya baik, mas wedehel baik, mas tajib baik, mbah keman baik, tukang komentar baik, antobilang baik, semua orang baik…???

    Kalo semua orang sudah baik, sekali pun yg mimpin dunia ini FIRAUN, dunia ini akan jadi baik.. kenapa? Rakyat yg baik tak akan membuat kesempatan pemimpin untuk berbuat tidak baik, Dzalim.
    kenapa lagi? karena pemimpin itu cuma 1 tapi rakyat jumlahnya banyak, jadi yg punya kesempatan untuk tidak baik dan menyeleweng itu justru rakyatnya bukan pemimpinnya.

    Mari perbaiki diri kita sendiri…

  32. 32 dewo 5 Februari 2007 pukul 9:15 am

    Wah… Wadehel naik kelas. Setelah menjadi nabi, sekarang jadi politikus. Eh… naik kelas atau malah turun ya?

    (** Kabur dulu ah… **)

  33. 33 Luthfi 5 Februari 2007 pukul 10:10 am

    Bagussss ….!!!!
    Tembusannya ke semua blogger Indonesia … koq aku belum dapet via imel
    baru dapet via bloglines ama dashboard :-)

  34. 34 wadehel 5 Februari 2007 pukul 11:19 am

    @Irdix, ooow. Jadi kalo sekolahnya kampungan, ga ada lab bahasa/pc, ga ada apapun, masih minta duit gede, berarti…. Ah, sudahlah, guru2 aja ga berisik :P
    Tapi kasus DKI yang di gratisken ituh, banyak yang komplen sih, konon karena itu guru2 malah jadi berani jujur dalam ngasih nilai, bahkan sampe ga meluluskan, masalah nanti bikin sekolahan sepi ga favorit lagi, mereka malah seneng, soale duitnya segitu2 aja. Denger sekilas sih :D

    @Antobilang, yang menggigit itu gimana toh :P Kasih contoh kenafa?

    @Irdix, nyangkut di akismet, itu udah di loloskan.

    @Mbah Keman, mbah, ini serius, kok pesimis gitu sih, sekongkol sama bang Abdullah ya?

    @Abdullah, terimakasih pencerahannya, kita memang perlu memperbaiki diri terus. Lalu soal kritik terhadap pimpinan dan aparat seperti ini, apa anda anggap itu pembukaan aib yang tidak perlu? Masukan saran/kritik untuk pimpinan seperti ini, apa harusnya dihapus saja?

    @Dewo, nggak, saya malas jadi nabi, mereka memang berguna selagi masih hidup, tapi setelah mati kok malah menyebabkan pertumpahan darah dan permusuhan berabad-abad. Harusnya mereka lahir lagi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Atau lagi pada sibuk dipanggang di neraka ya?

    @Luthfi, karena itulah blogger ga perlu di imelin satu-satu, dari bloglines atau link ke link aja akhirnya jadi pada tau.

  35. 35 Abdullah 5 Februari 2007 pukul 1:21 pm

    Wedehel
    Mau dihapus atau tidak itu urusan kamu sih sebetulnya.
    Tapi apa kamu mau dipermalukan oleh ALLAH di rumah mu sendiri?

  36. 36 manusiasuper 5 Februari 2007 pukul 1:41 pm

    dengan segala hormat untuk bapak abdullah…

    mau bapak apa seh??

  37. 37 joesatch 5 Februari 2007 pukul 1:42 pm

    hahahahaha…
    orang-orang yang merasa nyaman dengan keadaan seperti yang Oom Wadehel sebutkan, sehingga nggak mau bereaksi dan cuma menerima keadaan seperti ini dengan lapang dada dan menyarankan untuk bersabar, mungkin adalah orang-orang yang diuntungkan dengan kondisi sekarang dan khawatir kalo kemakmurannya bakal hilang seandainya situasi seperti sekarang jadi berubah :)

    Abdullah:::
    Logikanya, kalau saya tidak melakukan hal yang memalukan di hadapan Allah, kayaknya Allah juga tidak bakal mempermalukan saya di rumah sendiri. Allah kan tidak punya bahan buat mengarang-ngarang cerita yang bakal mempermalukan saya. Allah itu Maha Adil, lho. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang juga. Serius neeh… Masak nggak paham, sih? Sekali lagi, aku serius neeh. Sumpah, aku serius, lho ya! :P

  38. 38 wadehel 5 Februari 2007 pukul 1:53 pm

    @Abdullah: Wah, jadi gimana supaya ga dipermalukan Allah? MAUNYA BAPAK GIMANA? Apa sebaiknya dihapus saja? Jangan terserah gitu dong.

    Lalu, apakah tepat menuduh Allah akan mempermalukan saya dirumah sendiri gara-gara kirim surat terbuka untuk Bu ANI SBY supaya mengambil tindakan tegas terhadap pungli. Tentang ini emang ada ayatnya juga?

  39. 39 Abdullah 5 Februari 2007 pukul 2:10 pm

    Ini ayat nya…kalo mas wedehel orang Mukmin!?

    “Sesungguhnya orang-orang mu`min adalah bersaudara,
    karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu
    dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat
    [QS Al-Hujurat 10] ”

    Masa mas wedehel tega membuka buka aib sodara nya sendiri

    Jadi hapus aja posting2 an yg membuka aib aib orang itu, oke!?

  40. 40 joesatch 5 Februari 2007 pukul 2:16 pm

    Orang mukmin bisa berdosa ga, sih? Kayaknya manusia skrg ga ada yang maksum lagi, deh, Oom Abdul (tahu artinya ‘maksum’, kan?). Apa kalo sudah dosa terus kita biarin aja cuma gara2 mereka sama2 mukmin? Saran saya, tolong belajar skala prioritas dulu, deh :P

  41. 41 Abdullah 5 Februari 2007 pukul 2:24 pm

    intinya sih..
    ga usah kita yg peringati
    peringatan dari ALLAH jauh lebih hebat lho
    mau contoh lagi?
    kayak opo peringatan ALLAH?
    NAUDZUBILLAAHI MIN DZALIK

  42. 42 joesatch 5 Februari 2007 pukul 2:33 pm

    Lho, “amar ma’ruf nahi munkar”-nya dimana donk, kalo gitu?
    Astaghfirullah…anda bener2 paham agama atau cuma sekedar paham “agama”, sih, Oom Abdul?

  43. 43 wadehel 5 Februari 2007 pukul 2:35 pm

    @Abdullah, mmm, kalau ayatnya itu, justru karena saya bersaudara dengan manusia2 lain itulah saya tertarik untuk menghentikan aksi para punglier ini.

    Bayangkan, seorang oknum polisi menarik duit 200ribu dari sekian ratus orang lain (yang juga saudara-saudara kita) yang ingin membuat SIM. Anda sendiri pilih bela yang mana, akankah anda membiarkan saudara anda yang ratusan orang itu dirampok oleh satu saudara anda yang tamak dan jahat laknat ituh?

    Atau dijalan raya, segerombolan oknum saudara anda, memeras setiap pengguna jalan lain yang juga saudara anda, anda tahu, masihkah mau melempar tanggung jawab pada ALLAH dan membiarkan saudara2 anda yang lain dirampas haknya?

    Btw, Menurut anda, kalau kalau pelakunya misalnya kristen, buddha, hindu, atau kafir-kafir lainnya, aksi mereka boleh dihentikan tidak?
    Mereka termasuk saudara tidak?

  44. 44 Abdullah 5 Februari 2007 pukul 3:18 pm

    Assalaamualaikum…
    AMAR MA’KRUF dulu bang
    Sampaikan dulu yg HAK
    Nabi Muhammad, Rasulullah SAW, mendatangi ABU DJAHAL sampai 80 kali untuk MENYAMPAIKAN YG HAK.
    Lantas sudah kah kita juga meyampaikan yg HAK, menyampaikan kebenaran kepada orang orang yg kita kritik?

    Nih contoh :
    Misal nya ada bapak bapak datang ke om wedehel minta dibikinin Blog, tapi om wedehel ga dikasi arahan BLOG nya mo dibikin model apa, trus om wedehel buat BLOG nya semau om wedehel, sampai jadi bagus, rame, terkenal.

    Nah.. kemudian beberapa hari kemudian si bapak tadi dateng nanyain BLOG nya, trus om wedehel unjukin tuh BLOG yang udah jadi, tapi tu orang ternyata ga setuju dgn BLOG yang dibikin sama om wedehel, trus om wedehel diomelin, dimarahain, digoblok-goblokin karena bikin BLOG ga sesuai keinginan si bapak.

    Kira kira om wedehel terima gak diomelin sama bapak tersebut, pasti om wedehel marah, paling gak tersinggung, kenapa…?

    … kan diawal, si bapak gak pernah jelasin sama om wedehel descripsi BLOG nya kaya apa, mo dibikin kaya apa, topik nya apa, lay outnya gimana, si bapak ga bisa marah seenaknya donk sama om wedehel, justru dia yang salah, nyuruh nyuruh tapi ga ngasi arahan.

    Begitu juga orang2 yg kita kritik, pernah ga kita kasi mereka arahan tentang kebenaran, koq tiba tiba kita salah salahin mereka, kita kritik seenaknya….

  45. 45 laras 5 Februari 2007 pukul 4:18 pm

    wediann..blognya gayeng tenan!!
    Tulisannya nampol!!

  46. 46 wadehel 5 Februari 2007 pukul 4:29 pm

    @Abdullah, sebenarnya anda sudah baca postingnya belum? Tolong baca dulu dong, saya ngritik/saran apa ke Bu Ani. Supaya bisa lebih nyambung gitu.

    Fyi, itu tuh kritik bukan ngomongin soal ga jelas atau tentang sesuai tidaknya sesuatu dengan keinginan saya aja. Itu soal pungli yang dilakukan aparat, perampokan yang dilakukan kriminal, mereka udah pasti tahu kalo itu ngelanggar aturan. Tapi nekat karena penguasa ga ada yang berani menindak tegas. Yang diperlukan bukan arahan, tapi tindakan tegas untuk membuat mereka menghentikan aksinyah!

    Kalo ga percaya, baca deh tulisan saya itu.

    @Laras, Nampol? wah semoga saya gak kena tuduh melakukan kekerasan terhadap perempuan.

  47. 47 Amd 5 Februari 2007 pukul 5:35 pm

    Duh debat kusir lagi!!!!
    Core question dari postingan ini Pak Abdullah yang beriman, adalah:
    APAKAH ANDA SETUJU ADA PUNGLI DALAM SEGALA BENTUK DI MASYARAKAT?

    Jawab dulu itu, baru bahas hal yang lain.
    Capek ngeliatnya ngomong ngalor ngidul, kalau mau OOT di Ruang tamu aja kan bisa!

  48. 48 joesatch 5 Februari 2007 pukul 8:52 pm

    Oom Abdullah, kira2 menurut Oom, orang2 yang melakukan pungli itu sudah tau konsekuensi hukumnya dari apa yang dia lakukan ga? Kalo ga tau, kok bisa jadi pelaku pungli, ya? Nah, kalo dia sudah tau konsekuensinya, masihkah kita harus bolak-balik ngasih tau? Seperti membuang garam di lautan, Oom. Apa yang sebaiknya kita lakukan kepada orang “yang sudah tau tapi masih tetep ngeyel”? Nggambleh berbusa2 meskipun nggak didengerin atau mengambil tindakan “sedikit keras”?

    Ah, maafkanlah Oom Abdullah ini. Dia cuma orang yang selama ini tidak tau tentang apa2 yang terjadi di negara kita, kok.

    Tapi aku heran juga, kok ada ya orang yang tidak tau tentang segala kebobrokan di Indonesia. Kemana aja ya selama ini? Apa kebanyakan tidur di Masjid?

  49. 49 Mbah Keman 5 Februari 2007 pukul 9:55 pm

    Udah diam semua, intinya… kikis habis, yang menurut kita tidak baik, entah itu baik menurut orang lain, OK. gak usah nunggu presiden kita sendiri bisa kok, cuman gak berani dan gak ada kekuatan,,

    seadainya say di kasih kekuatan dan kekuasana, ada pungli langsung saya potong tanganya, beres, besok di jamin gak mungli lagi, gitu aja kok repot,

    debat masalah kebenaran dan kesalahan gak bakalan habis, kerena tuhan menciptakan keduanya tidak akan bertemu

  50. 50 irdix 5 Februari 2007 pukul 10:22 pm

    iya yah… bener kata bang Abdullah.. nie blog punya wadehel…
    mo dibikin kaya apapun juga HAKnya wadehel.. :D

    kecuali bapak-bapak tadi emang pesen khusus ya dibikinin blog sesuai permintaan bapak tersebut.. eh.. emang bang Abdullah pesen dibikinin blog ama wadehel ya ? trus ga sesuai yah ? wah ngawur lu HeL…

    enaknya asbun… :p

  51. 51 anung 5 Februari 2007 pukul 10:29 pm

    Kalo semua orang sudah baik, sekali pun yg mimpin dunia ini FIRAUN, dunia ini akan jadi baik.. kenapa? Rakyat yg baik tak akan membuat kesempatan pemimpin untuk berbuat tidak baik, Dzalim.
    kenapa lagi? karena pemimpin itu cuma 1 tapi rakyat jumlahnya banyak, jadi yg punya kesempatan untuk tidak baik dan menyeleweng itu justru rakyatnya bukan pemimpinnya.

    Mari perbaiki diri kita sendiri…

    numpang nimbrung…

    saya mau nanya:
    1. Berapa sih nilai NEM PPKN dan AGAMA anda? gak bisa hargai pendapat orang lain. MANA AKLAK MULIAMU ITU?? anda cuman nyontoh penampilan Rasulullah saja ya? gak nyontoh akhlaknya..
    2. anda itu melek ama kondisi bangsa gak tho? apa anda ini berinternet ria di papua sana?

    Hargai orang klo mau dihargai. Tau2 nylonong ndamprat orang. gak sopan. pake salam pembuka, gak pake salam penutup lagi..hehehe

  52. 52 tukangkomentar 5 Februari 2007 pukul 11:41 pm

    Nimbrung juga, ah, biarpun kafir (tapi betul orang baik, punya sertifikat kebaikan juga! :) ):
    1. Pertanyaan mas Wadehel yang ini
    “Btw, Menurut anda, kalau kalau pelakunya misalnya kristen,
    buddha, hindu, atau kafir-kafir lainnya, aksi mereka boleh
    dihentikan tidak? Mereka termasuk saudara tidak?”
    Mungkin buat mbah Abdullah jawabannya jelas, ya, jadi nggak usah
    dijawab, kan? Kalau yang berbuat mereka: ya, buka aja aibnya,
    habis gitu sikat habis! Gitu, kan, mbah Abdullah?
    2. Kalau semengerti saya, pada intinya mbah Abdullah ini menganjurkan
    beberapa hal:
    a. Cintailah sesama muslim, tanpa pandang bulu atau jenggot,
    biarpun mereka yang jelas penjahat/bajingan atau apa, jangan
    dibuka aibnya kalau bisa malah ditutupi.
    b. Sebelum mengritik kita harus menyampaikan kebenaran dulu kepada
    pelaku-pelaku itu (tapi kok nulis ini juga: “ga usah kita yg
    peringati peringatan dari ALLAH jauh lebih hebat lho”, tgl. 5
    febr., jam 2:24). Lho, gimana? Harus memberitahu atau nggak?
    c. Kita nunggu aja sampai Yang Maha Kuasa menghentikan kelaknatan-
    kelaknatan itu semua. Masalahnya: kapan itu akan terjadi? Dan
    bukankah Yang Maha Kuasa itu memberi kita yang namanya “akal”?
    Atau kita nerimaaaa, saja?

  53. 53 kenzt 6 Februari 2007 pukul 12:34 am

    to Anung:
    Wah anda masih suka berorientasi nilai toh kalo mau melakukan apapun??? sangat disayangkan Mas, kita tahu bersama nilai seperti PPKN ato nilai Agama di sekolah ga ada hubungannya dengan itu semua. Setidaknya ngga berbanding lurus. Memangnya nilai anda bagus yah? kok kayaknya untuk orang berpendapat harus lihat nilainya dulu. ck..ck..ck..

    to WADEHEL:
    bagus..bagus.. pencerahan buat Wadehel. Daripada ngebahas keTuhanan yang kadang bikin agak merinding, sesekali nulis tentang kritik/pesan terbuka seperti itu boleh juga. Khas dengan gaya Wadehel. Tapi sumpah, kok jadi sopan begitu sih nulisnya? tapi gpp, emang musti begitu, sometime kudu tau menempatkan diri.
    Saking banyaknya tulisannya, jadi kecatet tanggal 6 febuari deh komenku ini. gpp lah….

    to Abdullah:
    Jangan oon-oon napa? ngerti tulisannya Wadehel ngga sih? kalo segitu banyak blogger bisa ngerti maksudnya dan cuman anda yang ngga bisa ngerti, kayaknya yang salah bukan Dehel tapi anda yang Ooon. Sorry kalo bahasanya kasar, ngga bisa milih bahasa lebih bagus. BTW mungkin maksud anda baik, cara ato kalimat anda yang salah sehingga justru memancing ketidakrukunan antar saudara. Itu menurut saya, entah menurut rekan yang laen.
    Ato jangan-jangan anda sengaja nulis keras dan agak oon supaya blog baru anda dibukain sama blogger laen??? tinggal bilang kan beres Mas, daripada ngeTrik begitu!!!

    Sorry hel, kalo tempat komenmu sedikit aku kotori sama tulisan buat Abdullah. :)

  54. 54 abdulsomad 6 Februari 2007 pukul 2:53 pm

    Assalaamualaikum wr wb…
    Ya jelas ga setuju lah…

    Cuman caranya bukan grendel di BLOG gini, kasi solusi buat “koruptor”2 itu lho.
    Kenalkan AGAMA kepada “koruptor” itu, mereka itu juga makhluk ciptaan ALLAH, mereka juga berhak berubah jadi orang baik, berhak masuk SURGA,

    Bisa bisa malah mereka itu gak ngerti Hukum Agama, gak ngerti bahwa Korupsi itu dilarang.

    Pernah gak mas Wedehel ngasih ceramah ke mereka bahwa korupsi itu dilarang AGAMA, pernah gak mas wedehel sampaikan hadis yang menyatakan Korupsi dilarang kepada mereka?

  55. 55 abdulsomad 6 Februari 2007 pukul 3:00 pm

    #tukang komentar
    he he he he
    diskusi ini bikin blog nya mas wedehel makin ngetop aja, comment di blog saya juga donk.

    Maksud nya gini lho mas tukangkomentar, sampaikan peringatan dengan HIKMAH, lemah lembut, kalo yang keras keras itu urusan ALLAH.

    Kita manusia kasi peringatan kepada sesama dengan lemah lembut, dengan HIKMAH, kalo ga bisa juga ya tinggalin, ntar yang bandel gitu ALLAH yang urus.

    Contoh : FIRAUN, kaya gimana hancur nya Firaun? ALLAH gulung pake lautan kan? Nabi Musa cuma menyampaikan peringatan kalo tetap bandel ntar berurusan sama ALLAH.

  56. 56 anung 6 Februari 2007 pukul 3:20 pm

    ::kenz..
    wah, saya malu…nilai saya jelek je..
    lagipula itu cuma majas kok.intinya di kalimat sesudahnya..hehehe

  57. 57 Karolin 6 Februari 2007 pukul 5:14 pm

    @Abdullah

    Klo menurutku ini masalahnya bukan buka aib lho, tapi melihat kenyataan mental pada punglier Indonesia yang bobrok, dan posting ini sebagai salah satu jalan MOGA-MOGA bu ANI YUDHOYONO membaca tulisan ini dan tergerak hatinya UNTUK MEMBANTU RAKYAT JELATA dan menanggulangi masalah pungli ini agar tidak marak di Indonesia, dan tidak lagi menyengsarakan rakyat yang sudah sengsara.

    Dilihat dari segi AGAMA, **mungkin anda lebih tahu**… kalau ALLAH telah memerintahkan kepada umatNya, janganlah sekali-kali kita membiarkan suatu kaum, sedangkan kita tahu kaum tersebut sedang berbuat kedzaliman, lalu apa kita harus ongkang-ongkang kaki ngebiarin mereka sedang tidak berada dalam jalan yang benar dan menunggu ALLAH yang membalas perbuatan mereka?

    Hmm… sebenernya dari tadi ngetik sambil mikir juga sebenernya yang bagian buka aib itu yang mana ya :d

  58. 58 Abdulsomad 6 Februari 2007 pukul 5:22 pm

    Assalaamualaikum wr wb
    hel…
    berita gembira
    saya nemuin BLOG milik ALLAH
    mo baca?
    link nya ada di BLOG saya
    http://abdulsomad.wordpress.com

  59. 59 Amd 6 Februari 2007 pukul 6:40 pm

    Heran, komen di blog ini niatnya mau ngasih pencerahan apa ngejar pagerank ya??? :D :D

  60. 60 octavia wulan 6 Februari 2007 pukul 7:15 pm

    mas wadehel, beneran dunk surat nya di kirim ke si Ibu, kali aja terealisasi beneran..

  61. 61 antobilang 6 Februari 2007 pukul 9:37 pm

    setuju ama anti pungli..
    ini saya buat banner ANTI FUNGLI di blog saya : antobilang.wordpress.com
    monggo mampir..
    hahaha…
    *tertawa jumawa*
    kalo saya niatnya bukan untuk cari pagerank deh..yang penting blog saya banyak dikunjungi orang deh..

  62. 62 antobilang 6 Februari 2007 pukul 9:40 pm

    ups..om abdullah itu samakah dengan om abdulsomad?
    betewe eniwei, udah liat belum di blogroll http://abdulsomad.wordpress.com?
    nama WADEHEL tertulis WADELEH….
    weleh2…

  63. 63 kenzt 6 Februari 2007 pukul 9:47 pm

    to Abdul Shomad:
    Promosi link blog sendiri buat naikin traffic atau bagi-bagi informasi???

    to AMD:
    Lah situ sendiri komen begitu niatnya apaan???

    to Anung:
    Majas apa yak??? trus intinya yang mana, nomer 1 atau nomer 2 atau justru kalimat penutupnya?

    Kayaknya wadehel perlu buat blog baru yang lebih sepi nih, komentar disini makin nggak nikmat buat disimak, terlalu banyak hal ga penting yang harus di scroll down. Capeeekkkkkk……

  64. 64 tukangkomentar 6 Februari 2007 pukul 11:07 pm

    abdulsomad,
    “Contoh : FIRAUN, kaya gimana hancur nya Firaun? ALLAH gulung pake lautan kan? Nabi Musa cuma menyampaikan peringatan kalo tetap bandel ntar berurusan sama ALLAH.”
    Hmmmm, ……. setahu saya nabi Musa itu kalau nurut cerita hidupnya jauh sebelum lahirnya Islam. Setahu saya Tuhan yang waktu itu dipuja oleh Mose dan menurutkan “sepuluh perintah” itu yang disebut Yahwe (Tuhannya orang Yahudi). Jadi inti statement anda itu: Yahwe = Allah?
    Bingung saya …! Pusing …..! :)

  65. 65 anung 6 Februari 2007 pukul 11:18 pm

    @kenz..
    kalimat kedua lebih mengena kayanya..\

    @abdulah
    cari traffic niyeee..

  66. 66 Abdullah 6 Februari 2007 pukul 11:26 pm

    #tukangkomentar
    Nabi Musa adalah salah satu utusan ALLAH, salah satu Nabi yang diutus ALLAH tugas nya berdakwah kepada Bani Israil yang pada waktu itu sudah Kafir dan tidak lagi menyembah Tuhan Yang ESA yaitu ALLAH AZZA WAJALLA.

    Kisah Nabi Musa itu bukan menurut cerita, tetapi menurut AL-QURAN.

    Kisah Nabi Musa itu menjadi begitu penting, saking pentingnya, ALLAH kisah kan dalam AL-QURAN.

    Menurut para ulama artinya begini : Apabila ada pemimpin atau satu kaum yang dzalim, kemudian kepada nya dikirim utusan ALLAH untuk memperingatkan, tetapi masih juga bandel, yang memberi peringatan gak usah kesel karena dicuekin, sabar aja, hadapi dengan senyum malah, kenapa?

    Pemimpin atau kaum yang membangkang kepada ALLAH, pasti akan berurusan dgn ALLAH, pernah dengar Kisah ABRAHAH? juga ALLAH kisahkan dalam AL-QURAN, ketika dia mau menghancurkan KA’BAH, ALLAH kirim burung burung kecil saja, buat menghancurkan pasukan GAJAH.

    Berurusan sama preman aja berat mas, apa lagi sama ALLAH, maka jadilah hamba yang TAAT pada ALLAH, agar ALLAH sayang kepada kita.

  67. 67 anung 6 Februari 2007 pukul 11:35 pm

    @abdullah
    fyuh, baru aje dikomentari, eh nongol..
    duh, males banget baca nya..lewat aja deh..capek
    malem2 gini..

  68. 68 wadehel 6 Februari 2007 pukul 11:47 pm

    @Kenzt, ngomong sama ibu negara itu ya memang harus pake mode anak sopan dong. Lagian ini surat serius. Saya sambil ngusahakan supaya beliau baca. Kalo sampe kebaca saya yakin pasti ada bunyinya tuh.

    @Abdulsomad, Bung, untuk anda ketahui, disini ini (Indonesia), selain aturan agama yang katanya bikinan Tuhan, ada aturan hukum negara. Surat diatas itu bukan surat pada rasul yang merengek umatnya ga nurut aturan agama, tapi untuk bininya SBY, komplen tentang hukum negara dan hak-hak rakyat yang diinjak2 oleh para punglier. Kalau mau reply dukung penegakan hukum islam, silahkan bikin post tersendiri, ceramah agama jangan oot. Kapan2 pulang deh ke indo, liat disini keadaannya gimana, komen jangan asal.

  69. 69 wadehel 6 Februari 2007 pukul 11:50 pm

    @OctaviaWulan, iya, ini juga lagi usaha biar bisa beliau baca langsung, bantuin dong.

  70. 70 tukangkomentar 7 Februari 2007 pukul 12:12 am

    Abdullah,
    tapi (sekali lagi:setahu saya) nabi Musa itu pertama kali diceritakan dalam testamen lama. Iya to?
    Berarti Al Qur’an mengambil dari Testamen lama, kan? Ataukah Al Qur’an itu lebih dulu munculnya dari injil ataupun testamen lama?

    “Bani Israil yang pada waktu itu sudah Kafir dan tidak lagi menyembah Tuhan Yang ESA yaitu ALLAH AZZA WAJALLA.”
    Sekali lagi: yang disembah oleh bani israil waktu itu kan Yahwe, kan? Jadi …….?

    “Kisah Nabi Musa itu menjadi begitu penting, saking pentingnya, ALLAH kisah kan dalam AL-QURAN.”
    Atau Allah kisahkan kembali dalam Al Qur’an sebagai contoh? (dengan tekanan pada kata “kembali”)

    “ALLAH kisahkan dalam AL-QURAN, ketika dia mau menghancurkan KA’BAH, ALLAH kirim burung burung kecil saja, buat menghancurkan pasukan GAJAH.”
    Saya harap dengan sepenuh hati agar Allah anda secepatnya mengirim burung-burung kecil lagi untuk menghancurkan pasukan gajah kezaliman di dunia masa ini. Biarpun saya nggak akan ikut jadi pengikutNya, tetapi rasa hormat saya kepadaNya akan menjadi lebih besar.

    “Berurusan sama preman aja berat mas, apa lagi sama ALLAH, maka jadilah hamba yang TAAT pada ALLAH, agar ALLAH sayang kepada kita.”
    Taat kepada Allah berarti menegakkan kebaikan, kan? Dan tentunya juga berbuat baik sendiri. Kalau kita lihat kejahatan (pungli, kek, rampok, kek, pemerkosaan terhadap siapapun termasuk terhadap “kafir”) dan kita melengos nggak mau/berani negur yang pelakunya (kalau takut itu hukumnya lain,ya kan?), itu namanya apa? Namanya “nggak buka aibnya saudara seiman”? Itukah yang dimaui Allah anda? Saya kira kok nggak!

  71. 72 Amd 7 Februari 2007 pukul 11:20 am

    @ Kentz
    Lah ini dia lho maksud saya, (lihat komen tepat di atas saya) bapak di atas saya ini komennya udah OOT mulu, eh ujung-ujungnya promosi mulu…. Ndak kapok sekali taunya promosi lagi, ngasih link sepanjang komen lagi… Duhh…

  72. 73 xwoman 7 Februari 2007 pukul 12:08 pm

    Ass. Wr. Wb
    @ Abdullah

    Kalo ga salah bener lho…. Hadist apa Al-Qur,an ya lupa, tapi maap kalo salah nyusunnya begini kira2

    Jika kamu melihat kemungkaran (pungli = kemungkaran karena saya dan sodara2 setanah air merasa terdzolimi )maka :
    1. ubahlah dengan tanganmu (maksudnya kekuasaan) nah SBY ada pada golongan ini, jadi oarng sekelas SBY itu harus mengambil tindakan secara hukum, mau di tembak ato gimana terserah aja
    2. ubahlah dengan lisanmu, maksudnya menasehati kali, nah mas Abdulah sudah belum mengetok rumah-rumah mereka untuk menasehati kalo mas Abdulah ga setuju punglier ditembak mati???????, kalo sampean diam saja jadi apa dong usaha untuk untuk memerangi para perampok rakyat itu…padahal punglier itu kalo lagi g dines pake peci mungkin juga ada yang punya Ryadusholihin ga tau di baca apa ga ato cuma dikoleksi buat gaya2an?!!!!!
    3. ubahlah dengan hatimu maksudnya di doa kan supaya insaf, tapi ini adalah kategori selemah2nya iman……

    Nah Pakde Abdullah tinggal milih mau kategori yang mana apa yang no 3 tapi itu termasuk kategori iman yang lemah ……..

    @ de king..
    aku sutuju sistim shif soal aku dah mpet sama punglier bikin sengsara, jadi sekarang pengen mlungli….. eh ga jadi deng takut di tembak mati !!!!

    @ Wadehel

    terima kasih telah mewakili aspirasi saya dan sodara2 setanah air yang sudah mpet dengan urusan pungli, anda lebih gentle dari anggota d****

    Wasalam, Merdeka

  73. 74 xwoman 7 Februari 2007 pukul 12:17 pm

    satu lagi ya… nambah
    @ Pakde Abdulah

    waktu saya suka solat ke mesjid saya belum merasakan kehadiran Allah SWT…. mungkin kurang peka ya dan Imannya masih dikit
    tapi pas waktu saya belajar mikrobiologi di bawah mikroskop plus foto-fotonya…. Subhanallah saya jadi ingin lebih mengenal Allah SWT begitulah kira-kira….. semoga bisa dijadikan wacana dalam mengolah suatu pemikiran.

  74. 75 abdullah 7 Februari 2007 pukul 1:45 pm

    #Xwoman
    Alhamdulillah kami sedang belajar jadi golongan yang ke.2;
    Setiap hari rabu sehabis Sholat Maghrib dari mesjid kami di bentuk rombongan, kemudian keliling, ketok ketok rumah tetangga sekitar mesjid, mengajak pengajian di mesjid.
    Di mesjid biasanya ada PA Ustadz membuat Majelis Taklim sampai menjelang Sholat Isya, kami keliling mengundang tetangga Mesjid untuk hadir mendengarkan Taklim.

  75. 76 abdullah 7 Februari 2007 pukul 1:51 pm

    #Xwoman buat yang nambah 1 lagi
    ALLAH sudah perkenalkan DIRINYA, lewat RasulNYA, lewat AL-QURAN, kita kita aja yang gak mau kenal sama ALLAH.
    Lantas kalau mau mengenali ALLAH lebih dekat, apa cukup dengan terus “mlototi” mikroskop, lewat mana anda mau mengenal ALLAH lebih dekat? lewat perpustakan kah? lewat Mall kah? lewat sekolah kah?
    Rasulullah mengenalkan ALLAH kepada Sahabat nya melalui Mesjid, ketika Hijrah ke Madinah yang pertama dibangun Rasulullah adalah Mesjid, beliau tidak bangun pasar, bahkan rumah buat beliau sendiri pun tidak.

  76. 77 antobilang 7 Februari 2007 pukul 3:48 pm

    kalo mlototin blognya om wadehel..bisa lebih mengenal Allah ya om abdullah?
    kok om sering banget sih ksini…

  77. 78 petroek 7 Februari 2007 pukul 4:00 pm

    Wah HELL kaya’nya blog anda suda ‘dibajak’ tuh ….
    laporin ke KOMNAS BLOG HELL !!!

  78. 79 jejakpena 7 Februari 2007 pukul 4:23 pm

    wheeew…dari pungli terus melebar ni…
    Lha..sebenarnya byk nih org yang ga setuju dengan Pungli, tinggal aksi di lapangan, mari… mari…
    Pak wadehel, suratnya sudah nyampe belum kira-kira?

  79. 80 petroek 7 Februari 2007 pukul 4:30 pm

    untuk kalian semua !!!
    untuk mengkaji urusan agama tidaklah cukup dengan 1 atau 10 kalimat di blog, klo mau bener2 ‘dalem’ pergi aja ke pesantren, sekolah teologi, kuil ataupun ‘candi’ (sory klo salah). Gitu aja kok repot je…
    @ HELL
    postingan anda memang seperti ‘lampu patromax waktu mati lampu’. topbgt dah…

  80. 81 Kang Kombor 7 Februari 2007 pukul 4:38 pm

    Aku setuju aktor pungli ditembak matek. Matek ben dho matek kabeh! Selain aktor pungli, pengamen kasar di kereta, preman ngaku baru keluar dari bui di bis kota, tembaki kabeh. Hidup mereka hanya jadi derita bagi orang lain. Kalau mereka dimatiin, penderitaan banyak orang akan berkurang.

    Wis, nggak usah tanya bukti. Pungli memang ada kok. Langsung tembak matek wae!

  81. 82 abdullah 7 Februari 2007 pukul 4:44 pm

    #antobilang
    men”Dakwah”kan ALLAH membuat kita semakin YAKIN akan janji janji ALLAH.

  82. 83 xwoman 7 Februari 2007 pukul 8:51 pm

    Sebenernya bokap juga ngejalanin ngetok pintu, ya Alhamdulillah kalo mas Abdul dah ngejalani
    Emang seh…. tapi (pungli=perampok) kalo qta di rampok diem aja gitu ???? kirain harus lapor ke yang berwenang,
    selain amar ma’ruf nahi munkar kirain mengenal Allah SWT bisa juga lewat Tadabur Ilmu……ternyata selama ini Gw salah denger kali yeee……… Pa ustad

  83. 84 Farid 9 Februari 2007 pukul 2:42 pm

    Pungli itu adalah cara lain untuk memeperkaya diri orang orang Indonesia. Coba bayangkan kalau tidak ada pungli?bisa bisa orang Indonesia Delapanpuluh persen miskin. yang duapuluh persen kaya itu adalah para koruptor dan perambah hutan dan tambang ilegal.

  84. 85 Ramot 10 Februari 2007 pukul 3:09 am

    hwihihihi blog mas wadehel dibajak abdullah xD
    abdullah

  85. 86 Ramot 10 Februari 2007 pukul 3:11 am

    ai ai itu komen gw di atas jadi error… ternyata gag boleh dimasukin tag html… tadi itu dimasukin tag html comment malah jadi error… bisa tolong itu diperbaiki mas wadehel xD thx

  86. 87 HEL 10 Februari 2007 pukul 9:41 pm

    @Ramot, error apanya? Fyi, gak semua orang islam tukang bajak atau oot kok.

    @Farid, anda membela pungli?

    @Petroek, jangan hanya muji, partisipasi dong Pak Petroek!

    @Jejakpena, maaf, emang ga dimoderasi, biar kelihatan siapa yang tukang oot dan paling tersinggung dengan ide anti pungli :)

  87. 88 Farid 13 Februari 2007 pukul 8:24 am

    Tidak, saya tidak pernah membela pungli,apalagi kalau merugikan diri saya pribadi. Saya akan membela pungli kalau menguntungkan diri saya, dan membuat uang mengalir deras dalam rekening tabungan saya. Namun dari pada pelaku pungli, saya lebih amat sangat membenci pelaku illegal logging yang menggunduli hutan hutan di negeri ini dan menyebabkan banjir dan bencana alam lainnya

  88. 89 Mr Yono 13 Februari 2007 pukul 2:34 pm

    Saya setuju banget sama semangat anda membangun ini negeri. Tapi eksekusinya jangan langsung di dor lah, kasihan belon insap. Pake aja mercon buat nakut-nakutin dulu.

  89. 90 chie 13 Februari 2007 pukul 4:16 pm

    heheh minimal petasan gitu ekkekk..di cap OT deh saya ..ekekke

  90. 91 fourtynine 25 Februari 2007 pukul 10:15 pm

    Numpang ngabsen

  91. 92 manusiasuper 8 Maret 2007 pukul 1:31 pm

    *clingak clinguk*

    Kok brantemnya brenti..?
    Sepi nehh…

  92. 93 rakhmatp 3 September 2007 pukul 12:42 am

    Pungli ada karena kita dukung, disadari atau tidak begitulah adanya,

    Apabila seandainya, semua orang gak mau kasi uang pungli, walaupun dengan itu hidupnya jadi susah, nantinya pasti gak akan ada yang minta2 pungli lagi, wong gada yang kasih

  93. 94 Mr.Nunusaku 29 Agustus 2009 pukul 10:25 pm

    Mengapa selalu ada pungli di Indonesia, karena islam Indonesia sangat miskin kalau ngak bisa pungli ya jadi perampok kan banyak
    dari islam, lihat saja liputan6 com berita kriminal wajah-wajah keturunan nabi Muhammad. Seperti nabi Muhammad tukang rampok karavan orang Yahudi bajingan tukang rampok adalah nabi cabul Muhammad yang sangat dimuliakan oleh islam.

    Tukang bajingan merampok pembunuh kejam tidak kenal ampun menyerang karavan dagang Yahudi, tindakannya ini bukan rasul,
    tetapi ngaku jadi rasul, baca itu hadis yang mengatakan tindakan rasulnya Muhammad.

    Muhammad nabi cabul dalam satu ronde bisa bergilir semua istrinya, baca dong hadisnya. Mengapa mesti malu kalau nabi seperti bangsa Arab itu dianggap mulia…?
    Pantasan dalam negara RI itu banyak kroptor, tukang rampok, pembunuh semuanya mempunyai latar belakang mayoritas islam.

    Kebobrokan mental Muhammad si tukang jagal dan tukang kawin banyak umatnya mengkuti sunnah nabinya.
    Islam bersembunyi dibalik kebohongan, inilah islam diciptakan untuk kepentingan nabi cabul Muhammad.

  94. 95 Mr.Nunusaku 10 Desember 2010 pukul 3:40 pm

    NKRI adalah negara kriminal yang sangat terkenal dengan semua penjabat negara Kropsi, suap , ini dari tingkatan atas.
    Kalau yang dibawahnya menjadi peramkan bank, pencopetan dan banyak melakukan pembunuhan adalah dari mayoritas islam, anak yang lahir aja dibuang ditong sampah,oleh sebab itu karena dunia kriminal Indonesia selalu mendapatkan kutukan Allah SWT dengan bencana dan kematian dimana-mana bagi keturunan ismail keladai-keladai liar bangsa Indonesia adalah bangsa yang paling biadab karena islam maka mereka menjadi bangsa biadab.

  95. 96 Pulau Tidung 21 Mei 2012 pukul 7:43 pm

    Setuju, pungli memang harus di hapus.
    Pulau Tidung


  1. 1 Ceritanya Hari ini Aku kena tilang ama Pak Pulisi « Catatan Harian di Kampus Biru™ Lacak balik pada 6 Februari 2007 pukul 5:52 pm
  2. 2 Kode Script Banner Gerakan Anti Pungli « antobilang Lacak balik pada 7 Februari 2007 pukul 6:55 pm
  3. 3 Banjarbaru dan Lampu Merah (satu-satu)nya « All That I Can’t Leave Behind Lacak balik pada 8 Februari 2007 pukul 9:07 pm
  4. 4 Social Disobedience « Generasi Biru Lacak balik pada 7 April 2007 pukul 9:32 am
  5. 5 Banjarbaru dan Lampu Merah (satu-satu)nya « A Sort of Homecoming Lacak balik pada 17 Februari 2010 pukul 2:43 pm
  6. 6 Banner Anti Pungli Saja Tak Cukup « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 4:24 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: