Gaji Polisi SAMSAT Wilayah II Cibinong Sangat Tidak Memadai

Kemarin saya ke SAMSAT wilayah II Cibinong untuk membayar pajak STNK yang sudah terlambat.

Belajar dari pengalaman yang lalu, kali ini saya masuk dari pintu yang jauh dari lokasi parkir dan langsung menuju loket pendaftaran. Seorang Bapak berkepala plontos, berkacamata dan tak berseragam melayani dengan semangat. Ternyata dia calo dan saya pun ditarik masuk ke balik pintu untuk tawar-menawar. Karena saya ingin membantu Indonesia menjadi lebih baik, maka tawarannya saya tolak mentah-mentah.

Saya keluar dan kembali ke meja bagian pendaftaran. Seorang petugas jaga mengatakan bahwa saya harus membeli map biru terlebih dahulu, di toko seberang jalan. Belum sempat saya buka mulut untuk protes, tiba-tiba seorang berseragam bernama Bahar menyerobot, mengambil berkas saya dan memasukkannya ke dalam map, semua dilakukan dengan mimik seperti zombi. Dia coret-coret sedikit kemudian memberikan potongan tanda terima. Tiba-tiba terdengar teriakan dari si Plontos “Dia mau sendiri kok, biarin lah!”. Saya jadi bertanya-tanya, apa Pak Bahar juga calo seperti si Plontos? Akhirnya dengan sebuah map gratis, berkas pun kembali ke jalurnya dan saya menunggu panggilan dari meja pembayaran.

Tak sampai 15 menit kemudian saya dipanggil, dari balik kaca seorang bapak yang kelihatannya sangat bertakwa (di jidatnya ada dua bulatan hitam) meminta saya membayar 195 ribu. Setelah membayar ternyata saya masih harus menunggu lagi. Cukup Lama.

Sambil menunggu saya perhatikan loket yang bertuliskan “Tempat Pengambilan STNK”. Dalam ruangan loket yang kecil itu ada banyak sekali polisi. 7-8 orang yang tidak mengerjakan apapun kecuali ngobrol dan tertawa-tawa. 2 orang yang duduk dekat jendela loket berkali-kali menggapai-gapai keluar sambil memanggil orang-orang yang baru masuk (sebenarnya lebih tampak seperti binatang buas lapar yang berusaha meraup) . Mungkinkah polisi-polisi itu merangkap sebagai calo, dan sedang antri? Hati saya mengatakan bahwa prasangka saya benar.

Setelah 1 jam lebih 15 menit saya dipanggil untuk mengambil STNK yang sudah selesai. Tanpa map dan tanpa pembungkus plastik, padahal sewaktu saya serahkan masih lengkap! Ketika saya tanyakan “Plastiknya mana Pak?” malah dijawab dengan ketus dan tegas “GAK ADA!”. Disitu sepertinya muka saya memerah dan amarah siap meledak. Tapi karena satu bulan ini saya tidak akan marah (selain itu debat dengan polisi aneh adalah perbuatan riskan yang bodoh) maka saya ngeloyor ke loket pendaftaran untuk menuntut bungkus plastik itu, tentunya setelah menatap tajam penuh kebencian sekitar satu detik pada Polisi Tinggi Putih Berona wajah merah muda (dan homo?) yang membentak saya tadi.

Ternyata tanpa banyak cingcong polisi di bagian pendaftaran langsung menyerahkan plastik yang lebih bagus dan lebih baru daripada yang saya serahkan sebelumnya. Hehehe. :) Ternyata benar kata orang, dalam kawanan perampok, belum tentu semuanya jahat. Saya tidak akan menuntut map, karena itu milik Pak Bahar. Mungkin saja dia sudah memintanya kembali.

Sebelum berangkat pulang, saya perhatikan jumlah yang tertera di STNK adalah 194750 Rupiah, sedangkan diloket kasir tadi si jidat hitam bertakwa meminta uang sebesar 195000. Korupsi? Kalau iya, berarti dia hanya korupsi sebesar 250 rupiah! Ah, betapa beruntungya saya hari itu. Mungkin karena si kasir cukup bertakwa dan beragama maka dia hanya berani korupsi sedikit. Yang sedikit demi sedikit itu kan bila dikalikan sekian ratus orang setiap hari, akhirnya bisa untuk beli Honda Jazz atau naik haji.

Akhirnya saya pulang dengan kecepatan lumayan dan hati yang senang. Tapi juga membawa sebuah keprihatinan: Sungguh tidak disangka, dibalik wajah para Polisi SAMSAT Wilayah II Cibinong yang bersih-bersih dan bercahaya, dibalik perut mereka yang buncit-buncit, di balik kulit mereka yang putih-putih (Saya perhatikan di dalam kantor itu yang hitam hanya Pak Bahar) ternyata tersembunyi kemiskinan lahir batin yang mengerikan. Kemiskinan yang membuat mereka rela menggadaikan harga diri dengan korupsi ataupun menjadi calo demi menambah gaji.

Semoga pemerintah segera meningkatkan gaji mereka, sehingga mereka bisa melayani masyarakat dengan tulus tanpa memikirkan gaji yang selalu terasa kurang. Semoga atasan mereka mau belajar untuk mengawasi kelakuan anak buahnya. Semoga atasan-dari-atasan mereka punya keberanian untuk memecat dengan tidak hormat para komandan tidak berguna yang tidak mau dan tidak bisa mendisiplinkan anak buahnya.

51 Responses to “Gaji Polisi SAMSAT Wilayah II Cibinong Sangat Tidak Memadai”


  1. 1 black_hack 7 Oktober 2006 pukul 1:44 am

    lah… kalo yang kek gitu mah udah sering mas…
    lha wong masuk polisi aja mereka nyogok!
    semoga aja gak semua polisi kayak gitu…
    biaya nya gak maen-maen puluhan juta mas!
    gak heran deh kalo mereka pengen cepet-cepet balik modal.

  2. 2 kw 7 Oktober 2006 pukul 9:26 am

    miskin, memang gajinya berapa mann? meski gaji setinggi awan, kalau sifat keserakahan tidak dipangkas serendah mungkin, kemungkinan korupsi sangat besar.

    oh jadi tanda orang yang sangat bertakwa itu tampak pada dua bulatan hitam di jidat? :)

    dan seseorang yang tinggi putih berona wajah merah muda itu bisa menandai orientasi seks seseorang? :)

    hehehe udah mahir main-main kartu tarot mas?
    ekkekekkekkek

  3. 3 wadehel 7 Oktober 2006 pukul 12:40 pm

    @ Black_hack
    Amiin. Saya rasa juga tidak semua seperti itu. Diantara yang parah-parah, mungkin ada juga satu yang lebih parah :))

    @ Kw
    Gajinya mungkin memang sudah lumayan, kelihatan dari badan mereka yang sehat-sehat dan perutnya yang buncit-buncit, termasuk para polwannya pun buncit sampai ga ada unsur seksinya sedikitpun. Mungkin benar tingkat kenaikan gaji berbanding lurus dengan naiknya tingkat keserakahan. Masalahnya mungkin memang ada pada sifat mereka.

    Soal homo itu mohon jangan tersinggung, kan belum tentu yang saya maksud homo seks, bisa jadi homo ludens seperti saya, atau homo corruptus seperti para koruptor kita, atau homo pinkis karena entah apa :P Nanti saya edit lagi deh.
    *Ngeles*

  4. 4 bebex 8 Oktober 2006 pukul 2:27 am

    jeh,,,polisi dimana2 sama….bex sring banget kena bgituan…
    mulai dari ditilang tanpa sebab,ngadu ke kantor polisi minta surat ilang gara2 stnk ilang,ke samsat ngurusin stnk ilang, trus yang ada ampe sana dioper san dioper sini,blom lagi dimintain jatah preman di tiap loketnya..diplorotin abis dah!!udah sekarang pajak mobil mahal2 lageeeh … huaa!!!
    wooo…abis barapa lembar rupiah ituh!tak terkira! *sebal
    gimana indonesia bisa maju,,toh pemimpin ama pelindung sama2 tukang korup!

    bener tuh iklan..
    GAMPANG ko diibuat SUSAH! *inget kejadian ngurusin STNK

  5. 5 Luthfi 8 Oktober 2006 pukul 9:30 am

    he he he, libur lebaran nanti aku juga mau bayar pajek stnk :-)

    *sori foto gantengku gag nongol, krn gak login ke wp*

  6. 6 redwar 8 Oktober 2006 pukul 6:54 pm

    Wakakakakkkk selamat bro cm kena Rp 250. Dibogor emang parah polisinya. gw aja gara2 lampu kuning ditilang. Dudulz emang tuh polisi. Buat temen2 yg sering lewat lampu merah tugu kujang bogor hati2. klo lampu dah kuning mending berhenti aja. jgn sampe kaya gw, kena tilang…. lenyaplah 30rb gw di pengadilan….

  7. 7 Deni Triwardana 9 Oktober 2006 pukul 1:10 pm

    friend termasuk yang berani… semoga tetap dalam kebenaran yang benar benar kebenaran

  8. 8 urip 9 Oktober 2006 pukul 5:26 pm

    Lho polisi emang udah lumayan lho gajinya, lulus sma dengan modal sogokan, total uang kesejahteraan lebih dari PNS dengan gelar sarjananya. Aneh gak… cuma lulusan SMA gaji lebih tinggi dari yg S-1.
    BTW polisi = poli + isi, jadi yah mesti di-isi lebih (digaji lebih) tetep aja kurang mesti cari isi yg bisa diambil dari mana saja.
    Malah saya pernah denger seorang polisi sendiri bilang bahwa polisi itu adalah maling yang berseragam, sebab sering tidak di mengetahui ( bukan tidak diketahui-lho)….???? dan ada falsafah tidak tertulis mencuri dikatakan pencuri itu khan kalok ketahuan, kalo tidak bukan pencuri…. begitu bilang polisi tetangga saya…nah
    Trus masalah kasus wadehel ini….lah wong pimpinan-nya juga nunggu bagian setoran lho… gimana mau numpas mafia di kepolisisan bung.
    Boleh dibuktikan sendiri… caranya masuk aja jadi polisi….

  9. 9 putradi 11 Oktober 2006 pukul 3:14 pm

    hmmm …. jadi enak pake calo ? atau malah lebih enak ngga bayar pajak kali ya …. ? he2x !

  10. 10 black_hack 11 Oktober 2006 pukul 6:21 pm

    isi comment lagi neh..menanggapi mas Urip…
    kata dosen saya mas…
    sepintar-pintarnya maling…pasti lebih pintar polisi…lha wong polisi kan raja maling!!
    hehehehehhe

  11. 11 manusiasuper 12 Oktober 2006 pukul 1:02 pm

    Tidak semua polisi begitu…
    Kata Gus Dur kan, ada 2 polisi baik di Indonesia, 1. Yang sudah meninggal itu (saya lupa nama beliau), 2. Polisi tidur…

  12. 12 oón 13 Oktober 2006 pukul 10:36 am

    ini jaman edan, kalo gak edan malah dibilang orang edan!

  13. 13 [irwan] 13 Oktober 2006 pukul 4:51 pm

    @manusiasuper:

    Betul, polisi yang baik di kita hanya 2, dan polisi pun mengakuinya.

  14. 14 urip 13 Oktober 2006 pukul 5:06 pm

    hehehehe… kemana neh tuan rumah….

  15. 15 wadehel 13 Oktober 2006 pukul 7:01 pm

    Hadir kok Pak, lurking sambil ngintip via rss kok. Saya bingung mau menanggapi apa. Abis semuanya senasib, korban polisi semua. Satupun ga ada yang belain pak pol.

  16. 16 wadehel 13 Oktober 2006 pukul 7:25 pm

    Hadir kok Pak, lurking sambil ngintip via rss kok. Saya bingung mau menanggapi apa. Abis semuanya senasib, korban polisi semua. Satupun ga ada yang belain pak pol.

  17. 17 dhitos 13 Oktober 2006 pukul 11:23 pm

    #manusiasuper# koreksi kata gusDur sebenarnya ada 3:
    1. pak hugeng (sudah meninggal) 2. patung polisi dan yang no. 3 polisi tidur.
    tapi ngurus sim lebih praktis lewat polisi (calo) 1/2 jam jadi – ongkosnya jadi 3 x lipet drpd via jalan normal belum tentu 1 hari jadi udah gitu dipingpong kesana-kemari – dihitung2 bolak-baliknya sama bolos kantor jadi lebih mahal… :)

  18. 18 MaIDeN 14 Oktober 2006 pukul 8:26 am

    Koq ngurusin 250 rupiah sih …

    Mending ngurusin itu pengemplang pengemplang utang negara yang trilyunan, ato pejabat-pejabat korup ato ngurusin gimana caranya bikin UU pembuktian terbalik ato ngurusin kenapa itu mobil dinas pejabat mahal-mahal sementara rakyatnya kere-kere …

  19. 19 wadehel 14 Oktober 2006 pukul 11:32 am

    @ Maiden
    Ya dalam kasus saya hanya 250. Orang lain kena berapa? Dikalikan berapa orang setiap hari? Selain itu, mencuri satu rupiah atau satu milyar kan sama-sama kegiatan maling. Dan yang pelakunya malah aparat yang seharusnya mencegah ini terjadi.

    Kalau aparatnya saja maling, bagaimana mau mengurusi kasus yang lebih besar? Hukum pun akan mereka lelang pada penawar tertinggi.

    Kalau anda bisa langsung mengurusi korupsi yang lebih besar, ya kenapa tidak, silahkan… kami dukung 1000%. Tapi tolong jangan sepelekan kebusukan yang kecil-kecil, yang besar-besar itu tadinya juga kecil.

  20. 20 wadehel 14 Oktober 2006 pukul 11:36 am

    @ Dhitos
    Kapan-kapan tolong disadari, ketika anda membayar seorang aparat untuk mempercepat urusan anda, itu berarti anda menyerobot antrian, memakan hak orang-orang yang antri sesuai prosedur, membuat mereka lebih lama menderita di dalam antrian. Dengan itu berarti anda juga ikut berperan aktif dalam menyuburkan KKN, dan memupuk kebusukan polisi di Indonesia.

    Kalau saya MUI, maka SIM anda akan saya beri cap haram. Dan anda akan menggunakan SIM haram selama 5 tahun penuh. Dan semua aktivitas yang berhubungan dengan SIM haram tersebut akan ikut tercemar menjadi HARAM. Hehehe.

  21. 21 adoy 14 Oktober 2006 pukul 6:54 pm

    huahahaha, polisi…..
    identitas aslimu sudah jelas-jelas ketahuan.
    mau dibilang apa lagi… (apalagi polantas) huehuhuehue..
    ngga bangetz….. ancurr nian.
    percuma gagah2 berdiri dijalanan, bawa beceng…
    kalo kerjaannya cuma nakut2in masyarakat….

    sadar doong honey……… mending satpam deh… baik

    • 22 umran 15 Mei 2010 pukul 12:06 am

      manusia tdk ada yg smprn,maklumi saja dan ingat itu contoh yg tdk blh ditiru,pengalaman itukan guru shg anda jadi pintar milah2 yg baik dan yg buruk,ya ngga?

  22. 23 dhitos 14 Oktober 2006 pukul 8:22 pm

    Lho..yo, kok jadi mau anggota MUI katanya dilarang, pada umumnya idealisme seseorang itu muncul ketika sedang merenung dalam kesendirian angan2nya menerawang jauh menuju kearah kebaikan, itu normalnya orang, karena yng muncul adalah nuraninya. Tapi apakah mampu mempertahankannya ketika harus terjebak didalam kenyataan yang berlawanan dengan idealismenya? Sepertinya Itu memerlukan pengorbanan dan mental baja. Saya suka sekali kalimat penutup hampir pada setiap artikelnya Gus Dur. ”sungguh mudah dikatakan, namun sulit untuk dilaksanakan, bukan?” – however, good sharing mas… barangkali polisinya baca terus nyadar.. termasuk yang nyari SIMnya pake jalan pintas..( saya ???? hehehe, pasti bukan aku aja..)

  23. 24 wadehel 14 Oktober 2006 pukul 9:05 pm

    Pengen jadi MUI itu bukan suara nurani, tapi hasil akal setelah menimbang untung rugi. “Andai jadi MUI” itu muncul karena saya ingin punya cap dan fatwanya yang maha sakti, yang selalu akan diikuti oleh segala macam laskar dan front pembela tuhan. Meski cenderung anarkis, kalau diarahkan untuk melawan KKN dan korupsi, saya yakin buahnya kebaikan. Dari pada tenaga mereka tersia-sia untuk merazia warteg, cafe atau menghajar golongan lain?

    Tapi ya benar seperti anda dan gusdur bilang, ketika berlawanan dengan arus kuat yang menentang ideal, jadi terasa sulit sekali melaksanakannya. Tapi tak akan lama… sebentar lagi akan muncul orang-orang yang cukup berani dan gila untuk mengambil peran-peran itu.

  24. 25 giffari 15 Oktober 2006 pukul 3:26 am

    *kalo polisi itu lihat ini gimana ya…*

  25. 26 listia 16 Oktober 2006 pukul 3:39 pm

    pernah saya forward ke seorang teman , mirip dgn kasus ini, tiba2 teman saya itu telpun dan maki2 saya…ternyata e ternyata…bapaknya pulisi to…ndak semua pulisi jahat katanya, masih banyak pulisi yg baik (baca=seperti bapaknya)
    jadi koreksi lagi de apa kata gus dur, sekarang ada 4 pulisi yg baik, 1. pak hugeng, 2 patung pulisi, 3. pulisi tidur, 4. bapaknya temen saya itu…

  26. 27 jsofian 17 Oktober 2006 pukul 10:06 am

    sama halnya kalo ditilang dan penyelesaian di pengadilan. Di bukti terima tertera rp 89750 (gaya2an aza sih..seolah2 ada rumusan). Diminta ama kasir Rp 90rb atau mungkin lebih tergantung suasana hati. yah seperti itulah gambaran jujur negeri kita

  27. 28 silkolene 7 Januari 2007 pukul 7:00 am

    dulu pernah saya mendengar dari mulut pak poli+isi katanya kalau mengharapkan uang gaji mana cukup?, trus ada yang bilang dari ortunya n say di tawarin masuk poli+isi dengan uang 61jt n katanya ang itu akan kembali setelah jadi polisi (dengan meras or korupsi tentunya) itu yang terjdi di KEPRI

  28. 29 wawan 15 September 2007 pukul 1:33 pm

    pengalaman pribadi klo di samsat tangerang & serpong itu banyak uang silumannya klo ada proses cek fisik untuk mutasi saya aja mutasi antar samsat habis 200 ribu tanpa bukti pembayaran yg sah
    pertengahan september 2007 saya bermaksud membayar pajak motor saya
    di samsat kota tangerang karena ktp saya sudah ganti ktp serpong di sarankan untuk mutasi ke samsat serpong. proses nya cek fisik dulu di situ di tarik biaya rp.20,000 kemudian masuk ke loket mutasi di situ di tarik rp. 60.000 kemudian besok harinya suruh ambil berkas, lalu pagi harinya urus fiskal abis rp. 50.000, setelah itu urus permohonan stnk di samsat serpong di situ legalisir cek fisik cuman di stempel bayar rp. 30.000 kemudian suruh masuk ke loket mutasi bayar Rp. 40,000
    jadi belum bayar pajak motor aja saya dah kena 200,000, setelah itu baru bisa urus pajak dan stnk abis 213.000 jadi total abis 413,000 dimana 50% nya adalah uang siluman

  29. 30 sabar narimo 21 Desember 2007 pukul 10:57 am

    Mas kalo ndak mau berurusan dengan hukum, ikuti aja prosedur atau aturan hukum yang berlaku.Karena di negara kita yang di beri wewenang menegakkan hukun adalah Pak Polisi, Jelas melanggar ndak mau di tilang, ndak mau repot, terus apa gunanya Undang-undang disah kan DPR yang nota bene itu wakil-wakil rakyat, untuk apa di sahkan ? kalo sekarang ada masalah dengan hukum, bilang aja minta di proses sesuai dengan hukum yang berlaku, dan jangan minta tolong merengek-rengek didepan polisi agar pelanggaran hukumnya tidak di sidangkan. Saya kira petugaspun akan konsisten sebagai penegak hulum. Dan jangan lah memberi kesempatan tawar-menawar. Bilang saja ” Minta di Proses sesuai hukum yang berlaku .” Banyak masyarakat yang munafik, saat berurusan dengan polisi, merengek-rengek, minta damai, kasusnya ndak mau di lanjutkan, minta kebijaksanan sana sini situ, minta tolong sana sini situ. Tapi setelah permasalahanya selesai bicara sana sini, bahwa polisi minta uang. Yang Jentel dong kalo melanggar hukum ya siap menanggung resiko pelanggaran tersebut. Jangan ngoceh kesana kesini. Kalao masyarakat tidak memberikan kesempatan koropsi pada polisi, saya yakin tidak akan terjadi.

  30. 31 martotelo 11 April 2008 pukul 3:26 pm

    Dan parahnya di Samsat Cibinong lebih banyak polisi BAJINGANNYA dari polisi yang baiknya. Bersihkan Samsat Cibinong Dari Calo berseragam!!

  31. 32 Kurdi 18 April 2008 pukul 11:24 am

    Siapa bilang polisi begitu semua…ka ada lagunya TIDAK SEMUA….POLISI…..

  32. 33 Tubagus Wawan Sulaeman 19 November 2008 pukul 8:19 am

    Ini kisah nyata….

    Yang terhormat rekan-rekan semua, apa yang dikatakan ada yang benar dan juga ada yang tidak, kenapa demikian ?????
    Belum lama saya mengurus mutasi masuk dari Surabaya ke Kabupaten Bogor melalui Kantor Samsat Cibinong tepatnya disamping lapangan sepak bola Persikabo, awalnya terkesan semuanya cuek dan tidak mau tahu dan memang saya akui bahwa banyak sekali calo-calo yang menawarkan jasanya untuk mengurus surat-surat yang berhubungan dengan kendaraan. Disitu sudah ada anggota provos, tapi waktu saya memasukkan berkas ke tempat pendaftaran mutasi masuk saya dilayani dengan sopan santun oleh polisi yang menerima berkas sambil saya menanyakan apa-apa saja kekurangannya setelah berkas-berkas saya dilihat ternyata harus ada surat kuasa dengan meterai Rp. 6.000,- karena memang kendaraan tersebut atas nama istri saya dan setelah tahu kekurangannya saya kembali pulang dan membuat surat kuasa kemudian kembali lagi ke Samsat dan diterima dengan senyum yang cerah oleh polisi di loket mutasi masuk tidak lama kemudian saya dimnta chek physik dan tidak perlu menunggu lama mobil saya dichek physik kemudian difoto bersanma seorang anggota polisi itupun tidak lama dan saya hanya mengeluarkan Rp. 5.000,- untuk orang yang mengechek physik mobil saya dan tidak ada pembebanan biaya lain-lain, setelah semua selesai saya masuk kebagian pendaftaran dan diterima dengan baik oleh polisi yang mengurusi pendaftaran kemudian tidak lebih dari 3 jam semua urusan saya selesai dengan membayar Rp. 1.065.000,- (termasuk pengurusan STNK) bahkan saya sangat terkesan dengan bantuan Aiptu Maryanto yang dengan sabar dan teliti mengurus semuanya tanpa minta imbalan apapun, semoga Allah S.W.T membuka mata hati para polisi yang lain agar berbuat sama seperti Aiptu Maryanto.

    Perumahan Bojong Depok Baru (Gaperi)

  33. 34 istri_polisi 27 November 2008 pukul 3:56 pm

    plz deh…..itu kan polisi samsat & lantas
    terus kalo SERSE yg ngurusin penjahat, ngejar2 penjahat, ngejar pengedar narkotika, kerja 24 jam, gk ada libur pantas disebut maling juga…??????
    hati2 donk kalo buat statement….

  34. 35 sansan 10 Desember 2008 pukul 12:13 pm

    yg namanya birokrasi bajingan semua ….

  35. 36 cibinong.net 30 Desember 2008 pukul 10:01 am

    mmm…. pantesan para PKL di cibinong juga katanya mangkal di sana dengan tenang karena ada nya oknum2 yang mengambil keuntungan dari keberadaan mereka. Nggak kayak di daerah jakarta PKL-PKL semua dilarang jualan di bahu2 jalan yang bisa menimbulkan kekotoran dan juga rawan kemacetan. Lihat sendiri kan di sepanjang pasar cibinong hingga Ramayana? PKL berjejer dengan tenang. Waktu ada wapres aja kemaren mereka di bubarkan sementara karena mereka tahu PKL-PKL tersebut memang tidak boleh berjualan di situ. Ternyata memang benar isu adanya oknum2 yang berkecimpung dalam keberadaan PKL-PKL di cibinong ini. Kami mah pengennya PKL_PKL itu ditempatkan di tempat yang memang seharusnya untuk mereka berjualan.

  36. 37 put 6 Februari 2009 pukul 12:11 pm

    ya wajarlah…. polisi gitu lho.. udah gaji kecil. berjemur dipanas matahari atur lalu lintas, perut lapar… beras dirumah habis…. anak belum bayar SPP, apalagi yang urus unjuk rasa, mana mahasiswa anarkis. polisi di gebukin… klo polisi balas gebukin dituntut pelanggaran Ham. ya wajarlah banyak pungli… coba naikkan gaji Polisi dengan pangkat terendah sebesar 8,3 juta pasti dijamin ga ada yang macem-macem karena takut pekerjaan hilang. DIJAMIN!!!!!!

  37. 38 Penggembira 12 Februari 2009 pukul 2:18 pm

    Paling kalau WADEHEL jadi Polisi ya akan tutup mulut mak klakep, bilang gitu karena pingin jadi Polisi gak keturutan…makanya mengolok – olok Polisi, padahal tau ga! pada saat wadehel bobo dia mimpi ngatur lalulintas di persimpangan dengan memakai pakaian seragam Polisi BUKTINYA dia pernah Ngigau stop – stop, terus – terus, pelan- pelan hati – hati ada Polisi WADEHEL lagi ngatur lalulintas!!!!

  38. 39 Jozz 24 Maret 2009 pukul 5:13 pm

    Emang dasar polisi Cibinong WEDUS GEMBEL>>>!!!!

  39. 40 superman86 14 April 2009 pukul 3:06 am

    Asallamualaikum Wr.Wb
    Salam sejahtera bagi kita semua,dan semoga kita semua tergolong Manusia yang Beriman Amien Amien.Banyak tanggapan Negatip tentang Kinerja si baju Coklat(Polisi),tak dipungkiri Manusia adalah tempatnya salah dan Khilaf baik itu disengaja maupun tidak.Terlepas dari itu semua saya pribadi sangat mendukung Penulis,saya yakin tulisan ini bertujuan positip yaitu menilai kinerja Polisi yang tidak baik dengan tujuan agar Bapak2 Polisi dapat bekerja lebih baik dan mengutamakan kepetingan publik/masyarakat tanpa imbalan,berikan pelayanan yang memuaskan karena bpk polisi jg sudah menerima gaji.Saya pribadi mendoakan semoga sistem Remunerasi/imbalan akan segera diberlakukan oleh Pemerintah terhadap Instansi Ranah Hukum termasuk Polri,dengan Remunerasi Gaji Polri setidaknya akan menerima 7Jtan,saya yakin tahun 2010 sudah berlaku dan min gaji Polri menjadi 4Jtan Amien.Kepada Pimpinan Polri tolong perhatikan dan awasi Oknum Polri yang kurang bertanggung jawab,berikan reward dan punisment kepada anggota yang berprestasi dan bermasalah.
    Rekan2 sekalian berikan masukan anda tentang kinerja Polri yang tidak bertugas dengan baik,berdayakan Kompolnas,saya yakin Kebijakan Kapolri baru dengan program Quick Winnya.Jangan takut dengan Polisi yang arogan
    Nb : Buat Bpk2 Polisi selamat bertugas ya,kalau anda seperti kasus diatas mau gw laporin ke Kompolnas,Kapolri atau setidak2nya nama bapak akan gw masukin diribuan iklan gratis di Internet he2
    Sukses buat rekan2 Netter semua
    Wasalamuallaikum Wr.Wb

  40. 41 Tukang Koran 7 Mei 2009 pukul 2:44 pm

    Salam kelompong, salam persahabatan. Saya salut dengan weblog ini. Tulisannya kalau dibaca dan diresapi sangat berbobot dan penting untuk diperhatikan. Lanjutkan terus, semoga Anda sukses, bung…

  41. 42 Risman 19 Juni 2009 pukul 12:02 pm

    Saya masih yakin polisi kita baik-baik semua kok. Tidak ada yang disebutkan tadi semua. Itu bohong…

    • 43 Fauzi 1 Juli 2009 pukul 8:16 am

      Jika ada yang bilang semua polisi itu seperti diceritakan diatas saya yakin itu salah semua. Karena yang saya tahu semua polisi kita sangat santun dalam bertindak dan saya tidak yakin 10000000% tidak ada polisi yang bertindak neko-neko.

  42. 44 Unyil 5 Juli 2009 pukul 9:22 pm

    Lain kali kalo beli kendaraan bermotor baik second maupun baru dan kalau punya kerabat di kab. bekasi,mendingan di pajakin di wilayah kab.bekasi. O iya perlu dikethui biaya balik nama kendaraan di kabupaten bogor itu lebih mahal Rp100 ribu daripada daerah lain(saya pernah nanya di dealer motor,untuk biaya pengurusan surat2 kab.bogor lebih mahal)
    Samsat kab.bekasi udah menganut ISO 9002 mutu pelayanan. Memang sih, kita pertama datang pasti ditawarin “apakah mau dibantu..?” tapi kita jawab aja dengan santun “terima kasih” dan bapak polisi yang bertugas sebagai pembagi formulir kagak nanya macam-macam lagi,o ya sekedar gambaran di samsat Kab.Bekasi ruangannya ber AC,petunjuk tiap-tiap loket sangat jelas,ada monitor LCD yang gede untuk ngeliat nomor kendaraan kita apakah sudah siap daimbil di loket apa belum,pokoknya mak nyus deh kalo kita ngurus pajak kendaraan di kab bekasi.MAU…!!
    Nggak Percaya…! Buktikan sendiri,coba aja di survei (itung-itung sambil jalan-jalan)

  43. 45 ijoel 11 September 2009 pukul 3:21 pm

    Yah klo yg prnh dirugikan polisi silhkan mengutuk yg prnh d tolong silahkan bertrima kasih sesuai motto jasa tak terhimpun dosa tak berampun.. Yang pntg kami pnya org tua yg bangga atas diri kami dan pekrjaan kami.. Kami pny istri dan ank yg bangga menyebut suami\bpk q polisi lo.. Kmi pnya teman2 yg rela menukar nyawa nya dengan hidup org lain.. Dan kami jg bangga punya masyarakat yg bs nya cm melihat dr satu sisi…

  44. 46 yuda 19 Desember 2009 pukul 1:05 am

    SAMSAT KAB SUBANG SANGAT SANGAT MENGECEWAKAN

    cek fisik untuk bbn dan mutasi k bandung kena biaya 30rb…

    pencabutan berkas di kenakan biaya 250rb…saya heran kenapa untuk pencabutan berkas dikenai biaya!!
    okelah klo bgitu…saya coba tanya kpd ptugas mutasi yg waktu itu bernama bpk latief..dgn menggunakan seragam polisi dgn logat sunda campur jawa…!!pak…knp ko saya di minta biaya 250 rb untuk pencabutan berkas tanya saya,boleh saya minta rincianya??pak latief menjawab:oh iya de..memang tdk d kenakan biaya untuk pencabutan berkas..dikarenakan di sini TIDAK ada ORANG untuk mencari berkas,jd saya hrus meminta bantuan teman saya untuk mencari berkas,jd uang 250 rb itu saya berikan untuk tman2 saya…!!yg tidak saya mengerti apakah mereka tidak d gaji olh pemerintah,apakah mungkin d kantor samsat kekurangan staff??miris rasanya jika melihat para polisi di kantor pajak…mereka sudah tidak bisa lagi melayani masyarakat dengan baik…IMAGE polisi di masyarakat sudah tidak di segani lg sekarang….

  45. 47 Aaikku 21 Mei 2010 pukul 4:10 pm

    -Polisi, memang singkatan dari sudah pol, masih diisi, namun jng lupa, pekerjaanya juga beresiko, kaki kanan ke kuburan, kaki kiri ke penjara, memang pada awalnya saya berpendapat negatif thinking, tetapi itu semua berubah ketika saya bertemu dng pensiunan polisi, yg karena kekurangan ekonomi disaat pensiun merekan berjualan nasi, yang satu di polwitabes bandung, mantan brimob, yang satu diterminal baranang siang, mantan polwan, disaat dinasnya saya yakin mereka adalah polisi jujur, semua hal negatif yang terjadi memang karena perlakuan pemerintah, terutama dalam hal pendapatan.Jika memang pemerintah serius, segera naikkan tunjangan dan gaji polisi, kemudian perhatikan kesejahteraan di masa dinas dan masa pensiunya. Yang sudah pernah berurusan negatif dng aparat penegak hukum ini, maklumi saja, toh tidak semua begitu.Ok?Contohnya pak Susno. dia polisi no. 5 yang jujur h3……5x

  46. 48 suripto 26 Juli 2012 pukul 11:00 am

    sudah jangan bicara gaji kerja dulu yang baik lawong cuma setempel dan tandatangan aja makan waktu tiga jam kalau lewat calo setengah jam mau gaji berapa? malu rasaya bicara gaji


  1. 1 Bagaimana cara memberantas Polisi Calo? « w a d e h e l Lacak balik pada 14 Oktober 2006 pukul 1:05 am
  2. 2 Dicurigai Pak Polisi « w a d e h e l Lacak balik pada 1 Desember 2006 pukul 8:16 am
  3. 3 Serdadu Bunuh Rakyat Kecil = Demokrasi Bunuh Komunis « Parking Area Lacak balik pada 6 Juni 2007 pukul 9:42 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: