Mari berteori, konspirasi besar dibalik IPDN

Mulai jenuh mendengar IPDN? Wajar sekali kalau kita termasuk orang yang tidak peduli. Tapi jangan kuatir, tulisan ini tidak ingin menceramahi lagi, justru ingin mengajak anda membebaskan imajinasi….

Anda pasti bertanya-tanya, kenapa banyak pihak ingin membubarkan IPDN. Tapi banyak juga yang berusaha menolak ide itu. Bahkan termasuk SBY (saat ini ditulis masih menjabat Presiden RI) juga ingin mempertahankan IPDN!!! Padahal menurut mereka yang setuju pembubaran, sudah terlalu banyak bukti yang menunjukkan bahwa sekolah itu pantas dibubarkan, tak pantas lagi diberi kesempatan memperbaiki diri.

Apa yang mendorong mereka berbuat seperti itu?
Apa yang menjadi pertimbangan mereka?

Untuk membantu memahaminya, mari kita menghayalkan sebuah teori konspirasi. Versi saya, ringkasnya seperti berikut ini:

  • Indonesia punya posisi strategis dan sumber daya alam yang melimpah, termasuk yang tersembunyi di dalam bumi.
  • Ada banyak pihak ingin merampok ibu pertiwi kita. Ingin mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia dengan cara yang segila-gilanya untuk keuntungan yang sesinting-sintingnya.
  • Hal diatas itu hanya bisa dilakukan dengan mudah kalau Indonesia selalu kacau, terpecah-pecah dan lemah. Penguasanya korup, BIROKRASINYA BUSUK, dan rakyatnya dungu plus mementingkan diri/kelompok/almamater sendiri. Supaya tidak ada yang sempat kritis dan berisik setiap kali tanah airnya di obral murah oleh para penguasa.
  • Lalu bagaimana cara mereka agar Indonesia bisa seperti itu? Selain lewat pembodohan dan pecah belah dengan memanfaatkan agama, tentu saja melalui PENDIDIKAN. Pendidikan yang sengaja diplot untuk mencetak “oknum-oknum” yang diperlukan. Mahluk-mahluk yang secara otomatis akan melakukan pengerusakan, pembusukan, dan menggerogoti Indonesia pelan-pelan, dari berbagai sisi, mulai dari birokrasi. Dengan tanpa disadari, bahkan oleh dirinya sendiri.

Tertarik untuk mengembangkan terori itu? Atau punya versi lain yang lebih canggih? Lebih gila? Lebih konyol? Lebih basi? Untuk mempermudah, pertanyaan-pertanyaan berikut mungkin bisa membantu imajinasi anda.

Eh, sebaiknya anda perlu mempelajari dulu opini para praja STPDN/IPDN di berbagai situs, komentar blog, dan terutama sekali testimonial di friendster-friendster mereka. Fokuskan pada suara yang berhubungan dengan kematian Cliff Muntu. Pelajari cara berpikir mereka. Perhatikan juga kesetiakawanan mereka membela almamater. Jangan lupa, pastikan anda tahu apa yang mereka sebut sebagai pembinaan.

Kemudian cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

  • Mereka, anak-anak yang sekolah dengan biaya DITANGGUNG NEGARA itu, lebih setia pada siapa? Bangsa, almamater atau malah angkatan?
  • 4000 orang anak manusia, (hampir) semuanya bungkam, kompak tutup mulut. Bahkan JK (saat ini ditulis masih jadi wapres) juga dibohongi. Menurut anda CUCI OTAK macam apa yang telah berlangsung didalam sana?
  • Anggaplah yang boleh masuk kesana memang (tadinya) putra-putri terbaik dari setiap daerah, nanti setelah keluar dari sana mereka akan jadi mahluk seperti apa?

Sudah terbayang mahluknya seperti apa? Lalu jawablah yang ini:

  • Dari sekian puluh angkatan, berapa banyak yang sudah bercokol didalam birokrasi Indonesia?
  • Perhatikan mereka yang jadi PNS, setelah sekian lama disekolahkan secara KERAS dan DISIPLIN TINGGI dan PENUH PEMBINAAN dengan biaya ditanggung negara yang duitnya dari RAKYAT, bagaimana sikap mereka terhadap KKN? Apa bedanya dengan yang lulusan sekolah lain? Adakah bedanya dengan mereka yang masuknya NYOGOK?
  • Perhatikan camat/pimpinan daerah anda, lulusan STPDN/IPDN kah? Bagaimana kinerjanya? Berapa banyak kasus pungli/KKN di daerah anda yang diurus/dibiarkan? Bagaimana kualitas jalan? Bagaimana dengan tender-tender pembangunan? Atau mulai dari urusan bikin KTP aja deh. Bagaimana?
  • Dengan sekian banyak lulusan STPDN (sekarang IPDN) yang jadi camat dan menjabat berbagai posisi penting lain, secara umum, bagaimana keadaan birokrasi Indonesia, baik atau BUSUK?

Terakhir nih… agak lebih gawat.

  • Orang-orang yang menganiaya Wahyu hidayat dulu, bukannya mendekam dipenjara, lha kok malah jadi Pegawai Pemda? Adakah hubungannya dengan kesetiakawanan almamater?
  • Cliff Muntu yang tewas dipukuli, kok masih disuntik formalin? Sebuah bentuk lain dari kesetiakawanan untuk melenyapkan bukti penganiayaan?
  • Ada banyak kasus korupsi tak terungkap, ada banyak pejabat dengan kompak saling menutupi kebusukan, mungkinkah ada hubungannya juga?
  • Indonesia sudah jelas terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, bahasa, kepentingan. Ada banyak sekali perbedaan. Belakangan ini muncul banyak PERDA ANEH yang memaksakan keseragaman. Bila memang ada sekolah yang mencuciotak mendidik ribuan anak untuk jadi pejabat dalam serba keseragaman (termasuk cara berpikir) dengan kekerasan pula. Yang ini bisa dihubung-hubungkan tidak?
  • Di poin terakhir ini saya tidak menghubungkannya dengan IPDN. Hanya bertanya, andaikan anda sekolah dibayari oleh rakyat, tapi setelah menjabat malah melindungi para penindas dan perampok rakyat, baik dengan memilih bungkam atau terima suap. Atau malah terlibat langsung dalam korupsi (yang seringkali dilakukan dengan penuh kesetiakawanan dan berjamaah). Pantasnya kami sebut anda apa dan sebaiknya anda harus diapakan?
  • Masih perlukah memasukkan orang IPDN ke dalam PNS Indonesia? Apakah tidak lebih baik bila kita keluarkan saja semua yang sudah masuk, lalu periksa kesehatan jiwa dan rekening mereka? Ampuuun, yang ini cuma becanda, saya jangan dipukuli dibina, apalagi disuntiki dengan formalin!

eh Serius lagi. Gimana, sudah cukup pemicu? Sekarang anda pasti sudah bisa jawab dua pertanyaan di awal tulisan ini kan? Sebenarnya saya juga ada versi lain yang benar-benar bertolak belakang, tapi itu agak terlalu “maksa” dan hanya berguna untuk membela IPDN, itupun tidak semua. *mimik misterius*

Ok, silahkan berbagi teori versi anda. Boleh di kolom komentar, bisa lewat digg, atau membuat posting di blog anda sendiri, terserah. Tidak buat pun juga tidak apa-apa. Mungkin tidak penting.

Yang paling penting itu kita harus sadar, apapun teori konspirasi yang nanti anda buat (kalau mau), tetap TIDAK akan merubah kenyataan bahwa IPDN itu sungguh-sungguh nyata dan ada. Sekolah itu beroperasi dengan uang rakyat, terus mencetak lulusan-lulusan yang nantinya akan bercokol diberbagai titik pemerintahan. Akan banyak mempengaruhi kesehatan birokrasi negeri ini. Dan tentu saja sangat menentukan masa depan Indonesia.

Bila diatas tadi adalah pertanyaan-pertanyaan untuk membantu membebaskan imajinasi, sekarang pertanyaan untuk anda jawab :)

  1. Apa yang harus dilakukan terhadap sekolah itu?
  2. Apa yang harus dilakukan terhadap ribuan anak, yang terlanjur dicuciotak dididik didalamnya?
  3. Apa yang harus dilakukan pada ribuan alumni yang sekarang bercokol diberbagai sudut pemerintahan Indonesia ? Jadi PNS, jadi camat, bupati, gubernur(?) dll.
  4. Anda, sebagai seorang manusia Indonesia, apa yang akan anda lakukan?

Terimakasih sudah mengorbankan waktu untuk membaca. Maaf bila terasa meloncat-loncat. Maafkan juga bila ternyata anda masih merasa diceramahi :)

Btw, ingat ya, diawal tadi itu cuma teori. Supaya semua aman dan tidak ada yang dipukuli lalu disuntik formalin, anggap aja itu fiksi… fiksi tapi nyata :P. Dan kalau anda seperti saya, yang setuju dengan pembubaran IPDN, silahkan lanjut ke revolusinya anto, dia tuh yang harusnya disuntiki pake formalin :P

119 Responses to “Mari berteori, konspirasi besar dibalik IPDN”


  1. 1 Aleks 16 April 2007 pukul 8:28 am

    HOREE!! Pertamax!

    *rada ga penting: kayaknya kata ‘pertamax’ udah membumi di kalangan blogger ya?’*

  2. 3 antobilang 16 April 2007 pukul 8:29 am

    kok gw yang disuntik FORMALIN sih, Jenderal?

    btw pertamax!!! wekekekee

  3. 4 Luthfi 16 April 2007 pukul 8:38 am

    vale … demi kebobrokan negeri ini, jangan bubarkan IPDN

    *nyamar jadi Om Rony*

    Ketigax!!!!

  4. 5 joesatch 16 April 2007 pukul 9:09 am

    ganyang mereka!!!
    tapi jangan lupa, selamatkan wanita dan anak-anak

  5. 6 kw 16 April 2007 pukul 9:19 am

    jeli amat analasisanya. selamat! jadi terinspirasi nih. pengen beli tshirt alumni ipdn : http://www.geocities.com/ipdnjaya

  6. 7 venus 16 April 2007 pukul 9:28 am

    mari mulai bergerak!! halah :P

  7. 8 Mr. Geddoe 16 April 2007 pukul 9:52 am

    Kalau teori saya sih Indonesia ini dikendalikan IPDN dari belakang layar. Mereka disokong langsung dengan dana dari Yahudi™, barat™, dan Amerika™. Nah, yang ada di belakang ini adalah Pak Bush itu, yang punya koneksi dengan penguasa galaksi Bima Sakti dan persatuan alien seribu planet… Rasanya ini konspirasi untuk menjadikan Indonesia planet jarahan para alien! :D :D :D

    *dibakar massa*

  8. 9 Front Pembela IPDN 16 April 2007 pukul 10:35 am

    Wadehel itu memutar balikkan fakta! Jangan percaya ngomongannya. Kayaknya wadehel itu agent Yahudi / CIA / Komunis / Kafir nih!

    Indonesia bisa keren kayak gini itu berkat jasa siapa ha?? kalian harusnya berterima kasih sama kita2 ini. Waspadalah!! Hidup IPDN!!

  9. 10 putradi 16 April 2007 pukul 10:44 am

    setuju … BUBARKAN IPDN dan TURUNKAN CUKAI ROKOK !

  10. 11 Mr. Geddoe 16 April 2007 pukul 11:14 am

    Wadehel itu memutar balikkan fakta! Jangan percaya ngomongannya. Kayaknya wadehel itu agent Yahudi / CIA / Komunis / Kafir nih!

    Indonesia bisa keren kayak gini itu berkat jasa siapa ha?? kalian harusnya berterima kasih sama kita2 ini. Waspadalah!! Hidup IPDN!!

    Saya bangga dengan bapak. Rupanya bapak sudah menghayati betul proses pembodohan nasional. Mari kita ganyang siapa-siapa yang berani menghalangi pembodohan nasional ini.

  11. 12 Lita 16 April 2007 pukul 12:00 pm

    Front pembela IPDN: Kalo saya bilang Indonesia keren karena punya pak Habibie, yang namanya diabadikan jadi satuan (3 Habibie, gitu, macam 3 kilogram), yang dihiba-hiba pemerintah Jerman untuk mengabdi di sana dan jadi warganegaranya, apa situ mau terima?

    Lho, bukan saya pendukung fanatik pak Habibie, saya hanya ‘mendukung’ ilmuwan yang bikin Indonesia tampak keren di mata dunia. Seperti pak Karno, seperti ilmuwan lain, seperti teman-teman saya yang sedang menjalani pendidikan doktor di mana saja. Karena saya berlatar belakang sains.

    Keren memang relatif, ya. Keren darimana kalau ngurus KTP aja makan waktu sampai 6 bulan, tanpa uang sogokan. Salahkan birokrasi? Bukannya anda sekalian yang nangkring di birokrasi? Di jejaring layanan masyarakat? Yang katanya camat itu?

    Keren? B.S. Berterimakasih sama pak Karno, yang memproklamasikan kemerdekaan, maka orde baru jalan, maka sekolahmu itu berdiri. Kamu yang harusnya berterimakasih karena dibayari. Kok logikanya kebalik, sih. Ngga ada pelajaran logika ya, di sana?

    *mode sarkastis*

  12. 13 anthonysteven 16 April 2007 pukul 12:08 pm

    Sedihnya IPDN adalah cerminan bobroknya pendidikan.
    Lebih sedihnya lagi banyak masalah yang sama menyedihkannya dengan IPDN.

  13. 14 shige 16 April 2007 pukul 12:56 pm

    Indonesia bisa keren kayak gini itu berkat jasa siapa ha?? kalian harusnya berterima kasih sama kita2 ini. Waspadalah!! Hidup IPDN!

    —–

    kalau benar pemerintah dan pasukan[kura2 ninja]nya berjasa, pastinya Rakyat Kutoajo yang desanya terendam lumpur tidak akan menuntut dana gantirugi yang sudah lama dijanjikan tapi tidak kunjung datang, malah yang mereka dapat tidak sesuai dengan yang seharusnya, apakah dana itu bocor dijalan.

    Tanya Kenapa?!

  14. 15 manusiasuper 16 April 2007 pukul 1:25 pm

    undangan conference buat mematangkan petisi, jam 5 sore?

  15. 16 Death Berry 16 April 2007 pukul 1:34 pm

    Wadehel itu memutar balikkan fakta! Jangan percaya ngomongannya. Kayaknya wadehel itu agent Yahudi / CIA / Komunis / Kafir nih!

    Indonesia bisa keren kayak gini itu berkat jasa siapa ha?? kalian harusnya berterima kasih sama kita2 ini. Waspadalah!! Hidup IPDN!!

    Mngutip kata – kata Mr. Geddoe :

    Kamu™ diam. :mrgreen:

  16. 17 ברתולומאוס 16 April 2007 pukul 1:52 pm

    Menurut saya, BUBARKAN IPDN !!

    Lumayan, pajak buat IPDN dihilangkan biar bisa buat ngenet 24 jam memperingan kaum kecil….

  17. 18 Evy 16 April 2007 pukul 1:53 pm

    Good job hel, akhirnya jadi juga kau tulis teori itu ya… be ware ini baru salah satunya…

  18. 19 Evy 16 April 2007 pukul 1:57 pm

    HALLOOOO TOLONG ISI POLLING DITEMPATKU DAN IKUT USULAN PETISI UNTUK YG PERDULI…

  19. 20 gessh 16 April 2007 pukul 2:03 pm

    Indonesia bisa keren kayak gini itu berkat jasa siapa ha?? kalian harusnya berterima kasih sama kita2 ini…

    ——————————————————————-
    Bisa dijelaskan tidak kerennya dimananya?! lha wong saya bikin KTP saja malah dimintai uang. kalian ini sudah digaji, dipekerjakan untuk melayani pembuatan KTP lha kok malam minta-minta. ndak punya malu, lebih hina dari apapun juga didunia ini.

    kalopun memang Indonesia keren bukan karena jasa kalian, tp jasa para pahlawan.

    bahasa yg dipake front pembela IPDN ini untuk mengutarakan pendapatnya ndak intelek deh…

  20. 21 Mr. Geddoe 16 April 2007 pukul 2:25 pm

    Sabar, itu satir, satir… ^^’

  21. 22 cakmoki 16 April 2007 pukul 2:33 pm

    Mencari kambing hitam dengan menyalahkan (konspirasi) pihak luar, apa bedanya dengan “cuci otak” IPDN ? Bisa jadi ada konspirasi, yang jelas GTM atau kesetiakawanan dan rekomendasi serta sejenisnya, menurut saya produk (konspirasi) dalam negeri, bukan produk luar. Mengapa tidak belajar bijak mencari akar masalah dan memperbaikinya dengan langkah nyata? Ini bisa dilakukan di area paling kecil, misalnya dengan tidak korupsi, dll dimanapun kita berada.

    Jawaban untuk 4 pertanyaan terakhir:
    1. BUBARKAN !!!
    2. Salah satu alternatif, sebarkan ke PT yang memiliki Fakultas Ilmu Pemerintahan, disertai reformulasi dan follow up.
    3. Follow up kinerjanya. Menurut saya, bisa jadi tidak semua jelek. Mungkin saja diantaranya ada yang memiliki kinerja baik. (maaf tak punya bukti empiris)
    4. Tidak melakukan KKN. Dengan demikian tidak menambah daftar koruptor dari kelas teri hingga kelas kakap. Bekerja sungguh-sungguh untuk kepentingan warga sekitarnya.

    Haduhhh, hadduhhh *tarik nafas*
    Pertanyaan di atasnya banyak nian :D

  22. 23 erander 16 April 2007 pukul 3:13 pm

    Berita terakhir, saya baca kalau Pjs.Rektor IPDN sudah menginstruksikan untuk me-rongent semua praja dan cek urine. Jadi, kalau hasilnya positip, ga perlu lagi GTM (Gerakan Tutup Mulut) – istilahnya Pak Inu buat Praja yang ga mau ngomong.

    Korsa itu bagus. Solider itu perlu. Bangga juga harus. Tapi kalau kita meng-amien kan KEKERASAN, apakah kita masih punya hati nurani? Memang tidak semua praja IPDN seperti oknum tersebut. Tapi, apakah wajar .. harus mengalami hal sama setelah 2003 kita mengalaminya?

  23. 24 calupict 16 April 2007 pukul 3:30 pm

    Ah, kalau gw sih simpel aja. Anggarannya IPDN dipake buat ajang korupsi pegawai Departemen Dalam Negeri. Makanya mereka panik pas IPDN mau dibubarin.

  24. 25 Mr. Geddoe 16 April 2007 pukul 3:32 pm

    Enggan menuntut pembubaran juga merupakan bentuk konformitas, ya oom… :D

  25. 26 damarberlari 16 April 2007 pukul 3:32 pm

    Front pembela IPDN, url nya ke wiki/bullying? siapa di sini yang suka bullying……

  26. 27 Suluh 16 April 2007 pukul 4:06 pm

    Mungkin saja semua karena ketakutan masa depan mereka sendiri…
    APajadinya mereka tanpa almamater…
    Takut jadi pengangguran seperti saya…
    Atau mungkin takut takut yang tak pernah bisa terungkap..

  27. 28 Dee 16 April 2007 pukul 4:14 pm

    maaf, stok kata-kata saya sudah habis…

  28. 29 grandiosa12 16 April 2007 pukul 4:21 pm

    @atas saya

    stok kata² saya masih banyak, mau pak?

  29. 30 asep1974 16 April 2007 pukul 4:58 pm

    Kekerasan di kampus2 dilakukan konon untuk membangun kekompakan dan komunalisme. Benarkah? Kalaupun iya, semua itu untuk apa? Untuk merenggut masa depan anak2 bangsa? Baca cerita saya sekira dua atau tiga tahun lalu di http://asep1974.wordpress.com. Salam kenal

  30. 31 wadehel 16 April 2007 pukul 5:28 pm

    @Anto, yang di formalin itu semangatnya aja, biar awet dan terus membara *halah*

    @Geddoe, iya, takut berubah :P

    @Kw, kaos yang menarik, hati-hati sebelum membeli :)

    @Venus, mariiii :D

    @Geddoe, mars attack!! Aaaaarrgh!!

    @Front Pembela IPDN, pasti ngetiknya sambil bawa suntikan formalin ya?

    @Putradi, iya deh yang perokok :P

    @Lita, jadi inget, pak karno itu triak2 merdeka juga pendukungnya dikit kan? Entah kenapa kok bisa berhasil.

    @Bu Evy, sabar bu, anto dan kroninya lagi mbikin petisi yang lebih serius tuh buat disodorin ke idung pak SBY.

    @CakMoki, aduh paaaak, ampun pak. Saya kan ga nuduh pihak luar, cuma bilang ada pihak2 tertentu. Pihak2 Itu ya termasuk mafia dalam negeri juga termasuk kita-kita ini kalo mentingin perut sendiri, jadi oportunis jahanam yang ga peduli meski negara kacau, yg penting kita makan enak. Btw, jawabannya asik :D nomer 3, tidak semua jelek, tapi mereka terbukti terlalu kompak dalam gerakan tutup mulut. Mencurigakan *elus2 jenggot setan*

    @Semua yang bilang bubar, saya setujuuuuu :D:D:D

    @Asep1974, salam kenal :) loading…

  31. 32 klikharry 16 April 2007 pukul 5:56 pm

    udah bubarkan saja…selesai urusan…
    daripada pusing….

  32. 33 Anonim 16 April 2007 pukul 6:05 pm

    FP IPDN:

    Wadehel itu memutar balikkan fakta! Jangan percaya ngomongannya. Kayaknya wadehel itu agent Yahudi / CIA / Komunis / Kafir nih!

    Indonesia bisa keren kayak gini itu berkat jasa siapa ha?? kalian harusnya berterima kasih sama kita2 ini. Waspadalah!! Hidup IPDN!!

    Apanya yang keren, tulisan kamu aja bukan seseorang yang bpendidikan, apa yang mau diwaspadain? emang cara praja senior yang maen hantam tanpa kasih kesempatan yunior untuk balas itu gentle bung!!!!
    Bela diri &militer apapun saya rasa bukan itu cara pembinaannya, praktek premanime yang ditunjukan IPDN cuma menunjukan betapa bobroknya anak2 pejabat yang masuk ke situ, kalo Kamu gak mau rubah tulisan diatas lebih baek kamu aja yang waspada!!!!

  33. 34 darah praja yunior 16 April 2007 pukul 6:07 pm

    FP IPDN:

    Wadehel itu memutar balikkan fakta! Jangan percaya ngomongannya. Kayaknya wadehel itu agent Yahudi / CIA / Komunis / Kafir nih!

    Indonesia bisa keren kayak gini itu berkat jasa siapa ha?? kalian harusnya berterima kasih sama kita2 ini. Waspadalah!! Hidup IPDN!!

    Apanya yang keren, tulisan kamu aja bukan seseorang yang bpendidikan, apa yang mau diwaspadain? emang cara praja senior yang maen hantam tanpa kasih kesempatan yunior untuk balas itu gentle bung!!!!
    Bela diri &militer apapun saya rasa bukan itu cara pembinaannya, praktek premanime yang ditunjukan IPDN cuma menunjukan betapa bobroknya anak2 pejabat yang masuk ke situ, kalo Kamu gak mau rubah tulisan diatas lebih baek kamu aja yang waspada!!!!

  34. 35 telmark 16 April 2007 pukul 7:22 pm

    jawaban utk.
    no. 1 – Bubarkan ! buat bekas gedung institutnya sesuatu yg berarti, misalnya sebuah monumen tentang kekerasan pendidikan dalam negri. (dgn taman yg adem disekelilingnya, biar bisa buat pacaran hehehe…)
    no. 2 – Pindahkan dgn segera ke institut yg lainnya yg tak buas dgn tersebar, yg punya mata kuliah sama – isip – atau bentuk pendidikan min. sama dan segera bisa ditambahkan agar betul2 sama. (tp tidak untuk kebuasaannya!) Soal dana, bisa dari pengalokasian dana yg memang jelas2 duit rakyat, dari biaya pendidikan ipdn itu sendiri.
    no. 3 – Sekolahkan lagi Utk alumni yg sudah bercokol, minimal setahun utk mengembalikan fungsi nurani yg sudah terjejali keburukan2.
    no. 4 – manusia Indonesia, dlm topik kasus ipdn dan pendidikan Nasional – mengawasi dan harus turut bertanggung jawab akan dunia pendidikan dan masa depan pendidikan putra-putri bangsa kita, agar berjalan sebagaimana mestinya. sesuai dgn namanya : Pendidikan.

    Buat ANONIM.
    silahkan buat trackback (atau kalau perlu tuliskan aja langsung alamat tulisannya) atas jawaban anda, di blog anda sendiri, agar blogger/pembaca yg lainnya bisa membacadan menilainya sendiri secara langsung pembelaan diri anda (yg mengatasnamakan praja junior ipdn) thp wadehel, jgn bisanya hanya mengancam dan memaki orang lain tdk berpendidikan. buktikan pembelaan anda ! (tentu saja dengan bukti yg menguatkan).

  35. 36 ..:X W O M A N:.. 16 April 2007 pukul 7:22 pm

    1. Apa yang harus dilakukan terhadap sekolah itu?

    yang sudah jelas dibubarin

    2. Apa yang harus dilakukan terhadap ribuan anak, yang terlanjur dicuciotak dididik didalamnya?

    Cuci kembali otaknya agar bisa berfikir dengan bersih

    3. Apa yang harus dilakukan pada ribuan alumni yang sekarang bercokol diberbagai sudut pemerintahan Indonesia ? Jadi PNS, jadi camat, bupati, gubernur(?) dll.

    ikut dibubarin juga? lakukan tes ulang ekstra ketat jika ingin mendapatkan kembali posisi. Yang penting tes psikologi… yang ketauan curang di suntik formalin aja lah!

    4. Anda, sebagai seorang manusia Indonesia, apa yang akan anda lakukan?

    Walaupun hanya suara… berusaha membersihkan Indonesia ku dari suntik formalin, eh… salah membersihkan Indonesia ku dari sarang kekejaman yang berlindung dibelakang nama pendidikan

    ooiii… yang bilang wadehel memutar balikan fakta…
    DASAR MALING TERIAK MALING

  36. 37 Shan-in Lee 16 April 2007 pukul 7:35 pm

    Konspirasi memang lumrah di dunia politik. Apalagi dengan gerakan pembodohan massal yang khas, seperti yang wadehel-sama tulis.

    Shan-in pun sedikit-banyak berpikir seperti ini juga.

    Benar-benar sebuah konspirasi raksasa yang bahkan pemerintah saja bisa seolah-olah ‘dikendalikan’.

  37. 38 layudhi 16 April 2007 pukul 8:25 pm

    *semua kata-kata udah dipake euy*
    pokoknya “idem” dah sama semua yg mengininkan IPDN diusut tuntas

  38. 39 arul 16 April 2007 pukul 9:13 pm

    IPDN sebagai salah satu kecerobohan pemerintah dalam pengawasan sekolah-sekolah kedinasan

  39. 40 Andhika Nugraha 16 April 2007 pukul 9:51 pm

    kalo alumni IPDN dicabut dari posisi mereka di pemerintah, lantas siapa yang akan menggantikan mereka?

    gimana kalo kita pake kekuatan si orang Haiti di Heroes?

    *adoooh*

  40. 41 MasIndra 16 April 2007 pukul 10:05 pm

    Yang salah siapa sih? Manusianya?
    Kalau yang salah manusianya, ngapain IPDN dibubarkan! Sama aja entar cuma ganti kulit, wong manusianya masih ada!

    Entar kalau di pindah ke Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas lain, terus malah menularkan kekerasan itu gimana?

    Halah…yang namanya IPDN memang satu, tapi masih banyak “IPDN-IPDN” yang lain. Kasus ini menarik karena yang mati jiwa manusia juga. Tapi dalam dunia pendidikan masih banyak yang mati moralnya!!!

    Bubarkan sekolah di Indonesia!!! :D

  41. 42 mbah keman bersabda 16 April 2007 pukul 10:42 pm

    Gak usah di bubarkan lah…sistem pendidikan yang lain juga harus di bubarkan, IDEM mas Indra, pendidikan kita lulus SMA belum bisa mikir blas, lulus kuliah susah mencari hidup, pendidikan kayak gini kok di pertahankan,

  42. 43 BullShit 17 April 2007 pukul 3:18 am

    BullShit say…..
    watdehel going on…
    isigoing lah……
    halah ngomong opo…..
    bubar juga ga ada manfaatnya toh dah terlanjur…
    masih tersisa batang-batangnya….
    ga di bubarkan juga ga ada manfaat nya…
    malah banyak kejadian kejadian aneh kan….
    kasihan ntar ga ada berita la dunk..
    buat popularitas nya……. ;)

  43. 45 Front Pembela IPDN 17 April 2007 pukul 8:30 am

    IPDN adalah kampus DAMAI, kita semua mengajarkan PERDAMAIAN. Gak ada itu kekerasan.
    Video yang tersebar itu adalah hasil rekayasa Propaganda PKI. Aktor2 dalam video itu adalah orang-orang Komunis sendiri yang menyamar menjadi IPDN dengan memakai seragam khas IPDN.
    Jangan mau dikadalin sama Komunis!

    Bagi yang sudah menghina2 IPDN harus mengucapkan minta maaf segera! Atau kalian akan rasakan akibatnya! ngehe lu..

  44. 46 Riyogarta 17 April 2007 pukul 10:31 am

    Boleh juga nih teori konspirasinya :)
    Kalau ada pengarang novel dan mengangkat cerita konspirasi ini pasti, dijamin novelnya laku keras hehehe.
    Ayo dong ada yang mengarangnya menjadi novel …

  45. 47 gessh 17 April 2007 pukul 12:26 pm

    hohoho…front pembela IPDN…klo emang situ putra putri terbaik bangsa tunjukin dong. jangan asal “ngecap” doang! jadi pengen tau kek gmn sih MUKA org yg berani ngancem seenak udel.nih muke gw! muke lo mane?! minta maaf? what the hell r u talking about?!

  46. 48 Wahyunansyah 17 April 2007 pukul 1:02 pm

    apa yang kita pelajari di bangku pendidikan tentunya akan kita implementasikan di masyarakat, nach kalau IPDN belajar tentang kekerasan akhirnya perilaku mereka kalau sudah jadi pejabar tentu tidak jauh berbeda dengan apa yang sudah didapat sebelumnya..

    usul saya..

    sistem pendidikan di IPDN diganti dengan kurikulum yang materi-materinya sama seperti yang diterima Customer Service, Sales Promotion Girl atau apapun namanya yang intinya hal-hal yang bersifat pelayanan.

    kata-kata “pejabat adalah pelayan masyarakat” tidak pernah terwujud kalau para pejabat itu tidak pernah tahu arti dari kata melayani

    semoga hari esok lebik…

  47. 49 Jubir PKI 17 April 2007 pukul 1:24 pm

    Wahai anda yang mengatasnamakan FP IPDN !!! kami sudah lacak siapa anda sebenarnya dan apa motif dibalik anda yang menjelek-jelekkan kami atas apa yang terjadi di IPDN… waspadalah dan sadarlah! Meski anda sudah keluar dari keanggotaan kami, janganlah begitu… itu sama saja mencoreng muka nenek moyangmu sendiri. Anda harus ingat bahwa orang-orang PKI itu tidak pernah diajari bersifat pengecut dan lempar batu sembunyi tangan. Bukankah dulu anda kami ajari untuk bersikap jantan. Secepat itukah IPDN membuat anda menjadi pribadi yang pengecut dan kerdil ??? sadarlah…sadarlah !

  48. 50 Fourtynine 17 April 2007 pukul 5:03 pm

    @FP IPDN

    Wadehel itu memutar balikkan fakta! Jangan percaya ngomongannya. Kayaknya wadehel itu agent ?Yahudi / CIA / Komunis / Kafir nih!

    Bos Milan juga bilang”Juventus itu Mafia!”

    Akhirnya???Milan juga kena sanksi!!!

  49. 51 prim 17 April 2007 pukul 5:21 pm

    tunggu aja musibah berikutnya ….! rasanya belum cukup peringatan yang telah di berikan dari-Nya…! ingat manusia serakah hanya akan berhenti bila kedua alis mata saling bertemu..untuk selamanya.

  50. 52 bayuleo 17 April 2007 pukul 5:36 pm

    kutukupret … sekolah londo katrok

  51. 53 Fourtynine 17 April 2007 pukul 6:01 pm

    Ada PKI juga ya????

  52. 54 Andhika Nugraha 17 April 2007 pukul 6:04 pm

    Untuk memperbaiki sistem pendidikan Indonesia, DikDasMen-nya harus dibenahi, jadi lebih mudah. (bukan ditjennya, tapi sekolahnya)

    Jadi, meski isi otak berkurang, jadi ada ruang untuk ‘berpikir’.

    Tapi itu topik yang sama sekali berbeda.

  53. 55 Ikatan Praja Senior IPDN 17 April 2007 pukul 8:15 pm

    Saudara-saudaraku semuanya,
    Saya ingin memberikan sedikit klarifikasi dari seputar hingar bingarnya topik dan pemberitaan mengenai apa yang terjadi pada almamater kami (IPDN) pada blog ini. Klarifikasi ini secara khusus kami tujukan untuk para blogger2 di atas, termasuk untuk adik-adik kami (ya, mereka yang mengatasnamakan Front Pembela IPDN itu lho)

    Pertama
    (ini khusus untuk sdr/sdri. fourtynine)
    TIDAK ADA PKI atau orang-orang komunis di IPDN. Itu fitnah! termasuk apa yang dibicarakan oleh adik-adik kami di FP IPDN di atas. Artinya adik-adik kami itu BOHONG! (gitu aja kok mikir, he..he..he)

    Kedua
    TIDAK BENAR itu soal video-video-an seperti apa yang disinggung oleh adik-adik kami di atas. Maksudnya tidak benar kalo video yang tersebar adalah hasil rekayasa. Dasar tukang fitnah!! (lo paham kan maksudnya?)

    Ketiga
    (ini khusus untuk Jubir PKI)
    Mohon maaf jika anda tersinggung. Sudilah anda memaklumi kegalauan hati sanubari adik-adik kami yang tergabung dalam FP IPDN. Mereka bawa-bawa nama kelompok anda semata-mata akibat terbawa emosi. Tidak, tidak! mereka tidak lupa atawa bermaksud mencoreng muka nenek moyangnya sendiri. Itu fitnah!!!

    Keempat
    (untuk semua blogger tanpa terkecuali)
    Mohon maaf atas ketersinggungan, ke-muak-kan, kemarahan, kekesalan anda semua karena kasus yang terjadi pada almamater kami. Sebenarnya semua itu terjadi karena ketidaksengajaan. Ya, KETIDAKSENGAJAAN ! bukan karena lain-lain. Kalo ada yang melontarkan argumen-argumen atawa faktor-faktor yang lain yang dijadikan alasan itu fitnah!!

    Begini ceritanya…
    Dulu itu, jaman-jamannya masih STPDN, kami para senior memberlakukan apa yang namanya pola pembinaan dan disiplin seperti yang dicontohkan adik-adik kami sekarang itu (dengan cara-cara pemukulan, penendangan, penabokan dsb-nya itu-red) awalnya adalah sekedar keisengan dan kejahilan kami semata para senior mereke. Sebab jaman-jamannya kami dulu itu kuliah disana kebanyakan nganggur. Daripada bengong dan bete di kampus, ya mendingan bikin kegiatan buat hiburan. Waktu itu kami para senior sepakat mengisengi adik-adik junior kami. Lagipula kami tau persis kalo mereka-mereka itu culun dan bloon kebanyakan. Kami pikir pasti mereka manut dan percaya saja dengan pola penggemblengan seperti itu (buktinya kan sudah jelas toh…lha wong ditendang, ditabokin, ditonjok sekeras apapun mereka ndak melawan..he3x. padahal kebanyakan dari kami sendiri di lingkungan asal kami bisa dibilang termasuk anak-anak penakut, hi..3x).

    Klarifikasi ini kami sampaikan dengan sebenar-benarnya dan secara sadar (bahwa ini ng*co-red) serta tanpa tekanan dari pihak manapun. Mudah-mudahan para blogger memahami.

    NB : Nama yang kami gunakan untuk menulis klarifikasi ini adalah nama bohongan alias bukan beneran. Kalo ada yang menganggap kami benar-benar mantan senior IPDN, itu fitnah!!! iihh…najis deh gue, amit-amiittt jadi alumnus IPDN.

  54. 56 grandiosa12 17 April 2007 pukul 10:00 pm

    atas gua.. wakakaka…
    lucu² – sempet ketipu euy —

  55. 57 rajaiblis 18 April 2007 pukul 9:07 am

    untuk bisa menjadi pemimpin yg bijak sehingga mengerti pokok permasalahan, memang butuh manusia yg levelnya lebih tinggi … atau minimal setara dengan level pemimpin sebelumnya !

    setelah dipimpin seorang jenderal bintang lima koq diganti sama manusia yg bintangnya masih di langit ?

    hiks … bintang sama bin*tang emang cuma beda satu karakter …

    wakkakakaaa …

  56. 58 almuhandis 18 April 2007 pukul 10:01 am

    Ass………
    Tenang2…
    tulisan yang luar biasa bagusnya untuk direnungkan..?

    sekarng kalo saya yang balik nanya.. apa mas wedehel masih bisa mempertahankan Idealisme (Seperti pak Inu Kencana, misalnya), jika menjadi salah satu lulusan IPDN?

    kadang kita harus memandang Alumni IPDN sebagai manusia yang banyak Khilaf..
    Bisa saja.. setelah mas wedehel dicuci otaknya.. akan menjadi bagian dari kebobrokan birokrasi…!!!

    Begitu juga dengan saya…. Bisa saja saya menjadi seperti mereka…!!!

    So… yang benar adalah.. Mengkritiklah dengan cara yang Ahsan… Terus perbaiki diri… Kuatkan Idealisme yang sudah ada…. dan semoga hati2 kita dibersihkan dari niat2 materialistik.. (yang Ini Saya teramat yakin mas wedehel pasti bersih niatnya..)..
    tapi ini, pendapat saya.. bisa berbda dengan mas…

    mohon maaf jika kurang berkenan!

  57. 59 almuhandis 18 April 2007 pukul 10:04 am

    Btw.. saya salah satu dari orang yang emndukung PEMBUBARAN IPDN… :-)

  58. 60 Kang Kombor 18 April 2007 pukul 10:17 am

    Sudah terlalu banyak yang dikatakan. Yang paling penting dari semua itu adalah IPDN dibubarkan. Ribuan alumni IPDN sudah mengabdi kepada negara. Mereka memang mengabdi. Akan tetapi, apakah mereka mengabdi dengan benar? Apakah mereka mengabdi tanpa jadi tikus? Apakah alumni STPDN – IPDN itu berani bersumpah atas nama Tuhan bahwa mereka sudah mengabdi dengan benar dan tidak pernah sekali pun terlibat dalam kegiatan yang merugikan negara seperti korupsi?

  59. 61 meiy 18 April 2007 pukul 10:20 am

    saya udah ikut petisi mas

    salam kenal wadehel yg terkenal (boleh kan panggil nama saja?) :d

  60. 62 bondet 18 April 2007 pukul 10:29 am

    kalau saya ngebayangin, begini konspirasinya :
    suatu saat yang akan mengisi pos-pos penting dan yang menjadi pejabat strategis dalam pemerintahan alumnus ipdn. sehingga kebiasaan mereka dalam “loyalitas terhadap atasan” akan menjadi pembenar dalam melakukan segala hal (entah baik/buruk, benar/salah). pokok-e “hormat” pada senior.wapres, dpr, bahkan presiden saja tidak ditakuti (terbukti pak ryas juga kerepotan untuk “membuka mulut” pengurus ipdn), yang ditakuti adalah “senior”. beberapa puluh tahun yang akan datang negeri indonesia ini akan jadi “negara ipdn”. sekarang sudah ada “negara ipdn”, dengan aturan dan tatakrama yang berlaku disana (kampus ipdn).nantinya kalau para alumni ipdn sudah “berkuasa”, undang2 dan peraturan yang saat ini berlaku di indonesai, hanya sekedar “hitam diatas putih.mereka (para alumni ipdn) akan menerapkan “aturan/undang2 ipdn” di negara kita. begitu juga kalau alumni ipdn semakin banyak, sehingga nantinya DPRD/DPR dan MPR juga akan “dikuasai” oleh ipdn.Lurah,SekDes, Camat, Bupati, Gubernur, sampai Presiden (mungkin) akan “dikuasai” oleh alumni IPDN.Jadilah nanti, indonesia ini menjadi negara ipdn.

  61. 63 geboy 18 April 2007 pukul 10:42 am

    bubarkan pki !!!

  62. 64 Jubir PKI 18 April 2007 pukul 10:57 am

    heh, mr. geboy ! jangan mengalihkan persoalan dong! ketahuan banget sih lo pingin ngebela IPDN. propaganda model lo basbang tau! kalo didenger pemerintah dan wakil rakyat di senayan sana isu laten pki bakal jadi konsumsi politik lagi. gak asik lu ah!

    *mode sewot + deg-degan takut ketauan BIN. Kabuuuurrr…*

  63. 65 ..::CyberPhanna::.. 18 April 2007 pukul 11:06 am

    IPDN wahai…,
    Kekerasan itu warisan,
    Tapi jangan dibudidayakan,
    OK…..

  64. 66 agus jon 18 April 2007 pukul 11:20 am

    kalo pas di kampus junior dibikin supaya patuh/nurut sama senior diharapkan nantinya di dalam tugas di kantor juga begitu.
    jadi kalo nanti bos/atasannya (yg dulu seniornya) korupsi, bawahannya (si junior) ngga bisa melawan dan mungkin membantu si bos korupsi, Karena ini perintah, jadi harus dilaksanakan.

    sistemnya memang sudah dicetak begitu, tujuannya ya politik kekuasaan.
    siapa yg mencetak? para pembimbing, dosen, dan pejabat IPDN?
    mengapa? siapa mastermind-nya? pikir sendiri, pake logika pasti tahu siapa dibalik semua ini.

  65. 67 Moci Arane 18 April 2007 pukul 1:30 pm

    hajar bleh, abisin tu IPDN!

  66. 68 NoMiNoUS 18 April 2007 pukul 4:29 pm

    ewe` aja anusnya tuh (sodomi)….. kl gak ada yg mao…sene deh…gw mao…NoMiNoUS

  67. 69 Fast 18 April 2007 pukul 7:10 pm

    Setelah dipikir-pikir mendingan IPDN tuh di bubarin aja, abisnya kurang bermanfaat, dan berbahaya. Maksudnya kurang bermanfaat bisa dilihat sekarang udah belasan lulusan IPDN yang lulus tapi tetap aja sistem birokrasi masih rumit dan korup, dan dengan sistem “pembinaan” yang seperti itu para alumni IPDN akan menjelma menjadi pejabat sekaligus preman di negri kita. Satu lagi para birokrat dan pegawai negri banyak yang “nganggur”, jadi buat apa ada IPDN?

  68. 70 bagyanugraha 18 April 2007 pukul 9:15 pm

    Yang disuntik tuh tahu atau praja STPDN ya???? Setahu gue cuman tahu loh! Sekolah kok pakai fisik doang, gak pakai otak…otak ditaruh di pantat…pantes Indonesia hancur….

  69. 71 Libra Girl 18 April 2007 pukul 11:18 pm

    quote:
    Indonesia bisa keren kayak gini itu berkat jasa siapa ha?? kalian harusnya berterima kasih sama kita2 ini. Waspadalah!! Hidup IPDN!!
    ———————-

    apanya yg keren?

    korupsi indonesia nah itu baru ‘keren’

    setuju IPDN dibubarkan saja, kalaupun mau dibentuk organisasi baru serupa boleh2 saja nanti didirikan, kasih jeda dahulu spy budaya2 dan antek2 orangnya hilang semua, start from fresh
    IPDN sdh terlalu bobrok untuk diperbaiki, kematian praja jadi tradisi (kayak banjir aja), ibarat rumah sdh bolong2 parah kena tikus, yah ga usah tanggung2, robohkan sama rumahnya toh?

    dulu ide siapa ya mengganti nama STPDN jadi IPDN?
    solusi yg aneh..

  70. 72 asep1974 19 April 2007 pukul 11:49 am

    Sekali lagi, bubarkan IPDN!

  71. 73 Alumni PTS JKT Ngetop 19 April 2007 pukul 12:52 pm

    BUBARKAN IPDN!!! Sekolah ngga modal, ngga mutu, dan sia-sia. Mahasiswa/i-nya direkrut aja jadi Satpol PP ngejar-ngejar K5 dan bencong/WTS.
    Gedung sekolannya buat musium aja seperti lobang buaya, buat mengingatkan para adik kita di sd/smp/smu akan kebrutalan mereka.
    Hidup Wadehel!!

  72. 74 BoYa 19 April 2007 pukul 5:07 pm

    Hmm…gw juga mau komen tentang pendapat mereka yang bilang “putra-putri terbaik bangsa”

    oh really??

    Defini terbaiknya tuh diukur dari apa yah?

    Dari kemampuan intelektual a.k.a otaknya? (coba dijajal ama anak2 UI, ITB, UGM, dan universitas2 lainnya seIndonesia, kecuali ama STPDN yaahh.. =P)

    Ato dari kemampuan fisik? (sanggup memukuli dan dipukuli 3 hari 3 malam??)..

    Yaaaah, kalo yang kedua kita pasti kalah baiknya yaah, abis kita ga “dibina” dengan cara seperti ituh siyyyy…

  73. 75 kuring 19 April 2007 pukul 8:39 pm

    sudah aja tarik suara IPDN bubar pasti suaranya paling banyak pemerintah pun kaga mampu apa apa poko e gua kaga ikhlas duit rakyat termaksud duit ku buat gajih mereka …..ei disana juga ada sex bebas juga lho waduh, waw waw waw duit ku di pakai mesum begithu pokonya BUBARRRRRR …….jalan keluar nya kampus di jatinangor tsb bisa di jual atau di gunakan lagi sebagai sarana pendidikan yg bagus dan benar di kelola oleh departtmen pendidikan bukan oleh depdagri fasilitas yg ada di kampus tsb bisa dipakai untuk kepentingan masyarakat supaya kampusnya tidak terkesan tertutup atau bisa aja kampus jatinangor itu di jadikan pusat pelatihan S A R yg bisa siaga setiap saat dan bisa di turunkan kapan pun

    ……HAI IPDN yg bener dong jadi orang malu loh malu ga sih di gaji ama duit rakyat yg baleg dong kalo jadi orang, gitu aja ko repot sih
    kalian semua bakalan di hisab tar di akherat rasain loh hehehe………….selamat merasakan berdosa…ditunggu ya di akherat

  74. 76 ada aja deh 20 April 2007 pukul 2:57 am

    BUBARKAN IPDN! BUBARKAN UAN! BUBARKAN KABINET! BUBARKAN NKRI! HIDUP SAMA RASA SAMA RATA!!!

  75. 77 -tikabanget- 20 April 2007 pukul 6:31 am

    well.. kadang kita perlu melihat sisi dadu secara keseluruhan.. soalnya kadang kita juga cuma ngeliat dadu dari sisi yang bisa kita liat aja.. ^_^

    bubarin IPDN kayaknya gak solutif tanpa ada rencana paska pembubaran.

  76. 78 agusr 20 April 2007 pukul 9:05 am

    aku bikin ktp 1 hari jadi tuh, Pakek duid 250 ribu dengan prosedur standard dan data lengkap, (bukan buat ktp palsu). Kerenkan. Jika yang butuh ktp 1000 orang berapa coba :D.

  77. 79 alumni ITB 20 April 2007 pukul 2:50 pm

    wah….
    emang dulu masuk IPDN pake otak ya sampe ngaku yg terbaik sagala….

    enak aja mau menggeser posisi ITB sbg tempat kuliahnya putra-putri terbaik bangsa….

    dulu ada temen2 SMA gw yg TINGGAL KELAS karena nakal n malas bin goblok…eh, pas lulus SMA kok mereka pada berhasil masuk STPDN, teman2 ku bilang itu karena bokap2 mereka yg jadi pejabat di pemda….wah…kebayang kan kualitasnya kayak apa…

  78. 80 alumni-MIT 20 April 2007 pukul 4:39 pm

    wah itb sama aja kayak stpdn merengek-rengeek seperti anak kecil minta-minta pengakuan yang terbaik..terhebatlah..ini..itu…
    kasian liatnya..

    anak itb taunya ngomong gede doang … buktinya sejak berdiri taon 1920… bangsa ini gitu2 aja tuh..keadaannya..apalagi soal korupsi yang berakar dalam di generasi ke generasi alumni itb…ahh kacau klian….
    soal teknis ga terlalu kuat..moral juga diragukan…,arogan,individualistis, egois..adalah ciri khas alumni itb…dan apakah ini definisi putra-putri terbaik bangsa ???

  79. 81 alumni-MIT 20 April 2007 pukul 4:41 pm

    dari gaya bahasa pembuat blok ini..
    dapat dipastikan bahwa anda adalah pembuat blog ipdnmania.wordpress.com

    gw laporan ke BIN ahhhh..

  80. 82 Death Berry 20 April 2007 pukul 4:52 pm

    Yang diatas saya : Tertawa keras. :D

  81. 83 Bikinblogger 22 April 2007 pukul 7:18 pm

    Kalo menurut saya teorinya begini :
    – Anak-anak STPDN ini dicuci otak selama tiga empat tahun, cuci otak macem militer begini bener-bener dahsyat lho, untuk kesinambungan Nepotisme. Soalnya teman-teman saya yang masuk ke sana biasanya anak camat atau pejabat pemda yang bego-bego cumak bapaknya bisa nyogok ke sana.
    – Tiap ketemu teman saya yang lulusan STPDN yang dicritain yo mung gelut itu thok, nggak ada yang laen. kalo pas wisuda dengan bangganya crita, yang ancur dadanya sekian praja, yang patah kakinya..bla..bla..jadi kayak di kamp marinir saja. Sekarang teman saya itu malah jualan narkoba sekaligus informan polisi…:P Jadi memang bukan hanya jadi camat saja mereka…
    – Jadi kesinambungan nepotisme bisa dipiara lewat jalur Militer-Birokrasi-Golkar. Ini grand scenario mirip NAZI, golognan kapitalis harus tunduk ke golongan militeris untuk mendapat rente ekonomi sang kapitalis harus menyetor ke negara totaliter, dan itu berlaku dua arah, tapi kendali mutu tetap di penguasa totaliter. Ada kemiripan antara Nazi dan Demokrasi Pancasila.
    – Jadi teorinya tetep bahwa kesinambungan Demokrasi Pancasila yang akan menyejahterakan golongan birokrat fasis dan militer di belakang layar. Tentu semua tahu yang mendirikan STPDN adalah Jendral Rudini yang mendirikan Taruan Nusantara adalah Benny murdani si wajah bulldog.
    – Tentara tidak mungkin mengakui mereka kalah (reformasi 98) dan pada kenyataanya mereka memang menang terus, tapi tidak dengan cara yang vulgar karena akan kurang populer. Kemenagnan mereka adalah masih jayanya eyang Harto di belakang layar dan penempatan Jendral SBY sebagai boneka di RI 1.

    Usul saya yaitu biarin aja, soalnya kita juga gak akan menang melawan militer-birokrasi-Demokrasi-Pancasila. Yang beginian secara evolusionil juga akan melebur sendiri dengan masyarakat. Sya tidak bisa memberikan solusi, yang bisa saya berikan adalah kalau ktia bergaul di tengah bangsat dengan lingkugna hitam seperti di Idnonesia ini hanya ada tiga pilihan : ikut jadi blangsak, frontal nggak mau blangsak, atau pura-pura blangsak tapi tidak sebenernya.

    Biasanya yang akan enak di hati adalah pilihan terakhir….
    Bikinblogger
    Bikin blog lebih STPDN !

  82. 84 jatinagorians 26 April 2007 pukul 2:32 pm

    numpang promosi yah sodara-sodara..
    saya teh punya bisnisan yeuh..
    sok atuh dibaca, siapa tau butuh…

    terima cuci (otak) kiloan
    buka (beroperasi) 24-7-365
    ditangani oleh pembantu (pejabat) berpengalaman

    menggunakan mesin cuci (penggilas) terbaik & terbesar (se-endonesya)
    detergen dengan bahan aktif (formalin) membantu menjaga (fisik) pakaian tetap utuh & cepat menghilangkan (bukti) kotoran
    noda-noda (darah) hilang tanpa bekas, karena diproses (disikat) dengan teliti (‘cermat’) setiap saat
    bolong/sobek akan kembali utuh (dengan ‘sedikit’ bekas jahitan)
    masih tetap bisa digunakan (dinas) walaupun terkena noda setelah dicuci
    proses cepat (menuju liang lahat)
    bisa ditunggu (di ruang tunggu rumah sakit)
    bisa dijemput (ambulan, keranda, panser??) selama masih di wilayah indonesia
    bisa diantar ke berbagai kota (surat dokter, surat kematian)
    cucian dijamin lembut, bersih (sudah dimandikan), wangi bermacam2 (karangan) bunga maupun aroma (pandan, kamper) pilihan lainnya

    harga cuci per kilo dijamin murah (subsidi rakyat)

    anda tidak puas, beritahu kami (nanti ‘harus’ puas)
    anda puas beritahu teman anda (se-alam jagat)

    berminat? hubungi 022-799IPDN
    cobalah! cobalah!!

  83. 85 Alumni Praja STPDN 30 April 2007 pukul 12:30 am

    Assalamualaikum … langsung saja:
    1. “Front Pembela IPDN” bukan lulusan STPDN/IPDN. Kami harap rekan2 tidak terpancing dengan mereka yang mengatasnamakan pembela IPDN tetapi malah menjadi “provokator”.
    2. Kami lulusan STPDN/IPDN juga sangat membenci kekerasan dan ingin sekali kekerasan itu dihilangkan dari kampus kami. Anda semua saja sangat marah bila melihat kekerasan di IPDN apalagi kami yang merasakan. Kalo rekan2 berusaha membuat petisi yang bertujuan untuk menghilangkan praktik kekerasan di IPDN dengan sangat senang kami akan ikut serta. Tetapi bila rekan2 bertujuan untuk membubarkan IPDN kami dengan berat hati kurang mendukung. Mengapa…? Karena kami sama dengan rekan2 mahasiswa yang lain. Kami memilih STPDN/IPDN sebagai tempat menuntut ilmu bukan dengan sengaja ingin menekuni ilmu “premanisme” sebagaimana rekan2 tuduhkan. Dan kami yakin bahwa Lembaga Pendikan di Seluruh Indonesia (UI, UGM, UNIBRAW dll) mulanya dibentuk dengan tujuan yang mulia yaitu untuk mencerdaskan bangsa. Dan bila dikemudian hari ternyata terdapat penyimpangan di dalamnya (narkoba, free sex, western life style, prostisusi mahasiswa, dll) bukan berarti salah dari lembaganya khaaan. Begitu pula dengan STPDN/IPDN… bukan salah lembaganya (sehingga harus dibubarkan) tetapi salah dari sistem pendidikan dan individu2 yang mengelolanya. Lebih baik kita mencari solusi daripada hanya saling cerca khaan. Begitu pak INU KENCANA bebicara “soal kebbobrokan IPDN”, beliau bagaikan pahlawan bagi semua orang. Tetapi begitu beliau berbicara bahwa “pembubaran IPDN adalah salah karena sama dengan orang bodoh yang membakar lumbung padi hanya untuk membunuh tikus di dalamnya” tidak ada sedikitpun yang membenarkan. Apakah anda sudah menerapkan standar ganda dalam menerjemahkan “kepahlawanan” seorang INU??
    5. Bila kebobrokan birokrasi selama ini disebabkan oleh lulusan STPDN/IPDN kami rasa terlalu berlebihan. Perlu rekan2 ketahui bahwa lulusan mulai dari yang pertama (1994) sampai tahun 2007 ini belum ada satupun yang menjadi Bupati/Walikota atau yang lebih tinggi. Menurut data kami yang dikumpulkan oleh organisasi resmi Alumni STPDN/IPDN yaitu IKADIK PP (IKATAN PENDIDIKAN PAMONG PRAJA), bahwa sampai saat ini paling tinggi alumni STPDN/IPDN menduduki jabatan Camat untuk di Jawa dan Kepala Bagian di luar jawa. Itupun jumlah alumni STPDN/IPDN bila dibanding dengan jumlah seluruh pegawai negeri di seluruh Indonesia (yang notabene bukan alumni STPDN/IPDN)ini hanya 5 % jumlahnya. Sangat keciiil sekali… Banyak yang memprediksi bahwa kekerasan di kampus STPDN/IPDN pasti akan dibawa ketika telah terjun di masyarakat. Terus terang kami minta tolong kepada rekan2 untuk mencari kebenaran prediksi tersebut. Kami akan sangat senang bila rekan2 menemukan Alumni kami yang melakukan kekerasan dalam bertugas. Kami sendiri yang akan berdiri paling depan untuk melaporka “oknum” tersebut pada yang berwajib.
    4. Jujur kami membutuhkan rekan2 mahasiswa dalam menemukan solusi bagi Almamater kami. Kami sangat terbuka dengan segala kritik dan saran dari rekan2 semua. Kalo perlu kita DUDUK BERSAMA dalam membahas hal ini. Jadi tidak perlu lagi kita hanya beradu argumen yang tanpa batas di dunia maya. Sekali lagi kami butuh rekan2 semua…kami butuh dukungan moril, saran dan solusi dari rekan2 semua.
    5. Mari kita menjadi dewasa dengan mencari solusi bukan hanya menghakimi. Kekerasan di IPDN itu salah dan lebih salah lagi bagi yang menggali kekerasan di IPDN hanya untuk mencari keuntungan pribadi.
    6. Terakhir kami sangat berterima kasih atas semua kritik dan saran rekan2 semua karena saya yakin itu semua untuk kebaikan kita semua dan IPDN khususnya. Bagi Pak INU teruskan perjuanganmu!!!!… Kita akan mendukung semua usaha Bapak dalam membangun IPDN.
    7. Sekali lagi terima kasih…Wassalamualaikum

  84. 86 Alumni Praja STPDN 30 April 2007 pukul 12:32 am

    Bila rekan2 berminat DUDUK BERSAMA dengan kami dan membahas solusi silahkan email kami ke hugy_78@yahoo.com terima kasih

  85. 87 anas 2 Mei 2007 pukul 12:16 am

    1.Wadehel itu memutar balikkan fakta! Jangan percaya ngomongannya. Kayaknya wadehel itu agent Yahudi / CIA / Komunis / Kafir nih!

    Indonesia bisa keren kayak gini itu berkat jasa siapa ha?? kalian harusnya berterima kasih sama kita2 ini. Waspadalah!! Hidup IPDN!!

    YA PAK ANDA BENAR, INDONESIA MEMANG JADI KONDANG KARENA HASIL KERJA KERASNYA PARA ALUMNUS IPDN YANG DENGAN MULUSNYA MELANGGENGKAN KORUPSI DI NEGERI INI. ANDA BISA LIHAT RANGKING KITA DALAM KORUPSI KAN PAK. PUAS! PUAS!.

    2.Bila rekan2 berminat DUDUK BERSAMA dengan kami dan membahas solusi silahkan email kami ke hugy_78@yahoo.com terima kasih

    DISKUSI DENGAN SITU NGA’ USAH YA. EMANG MAU DEKET-DEKET SAMA SITU TRUS KITA N’ DICUCI OTAKNYA DENGAN BERBAGAI OMONGAN SITU.

  86. 88 Orang Waras 5 Mei 2007 pukul 2:42 am

    SAKIT JIWA NI ORANG!!!

  87. 89 the_one 22 Mei 2007 pukul 8:39 pm

    pada waktu kawanku cliff muntu belum meninggal di IPDN ada sebuah gerakan sekelompok dewan perwakilan praja (DPP) fraksi madya yang meminta prtanggung jawaban terhadap model pembinaan yang dilakukan senior dibaraknya, ini juga berdasarkan desakan hati nurani seperti kata pak inu, dan desakan teman2 angkatan 17. semua ketua pembina/pengkaderan dari senior hadir termasuk ketua2 DPP masing2 angkatan, disini tidak ada tingkat 1, karena masih belum tau apa2 jadi kerjanya makan,tidur,apel,dan belajar.(belum saatnya).malam itu di kelas berkumpul para perwakilan kaderdari setiap unit, tapi pataka tidak ada. kami an/DPP madya meminta keterangan pembinaan yang dilakukan senior, ternyata ini sudah tradisi untuk memperoseh sebuah tingkatan dalam kader. tapi kami tidak menerimanya dan ternyata senior juga tidak mau kalah MAKA TERJADI PERDEBATAN SERU YANG BILA DILANJUDKAN KAMI TIDAK AKAN APEL MALAM. DAN HASILNYA APA KEHORMATAN KAKAK HARUS DIHARGAI WALAUPUN KAMI TIDAK TERIMA. KAMI BERDOA TERUS MENERUS UNTUK MEMPERBAIKI SISTEM YANG TIDAK BENAR INI DI KAMPUS PEMERSATU BANGSA, DAN ALLAH MENJAWABNYA DENGAN HUKUMAN YANG SANGAT MEMILUKAN BAGI IPDN. BAHKAN KAMI YANG DISARING DARI DAERAH SELAMA 4 BULAN HINGGA BISA LOLOS 2 ORANG TIAP KOTA/KABUPATEN. KAMI BERJANJI AKAN RELA MATI DEMI NEGARA INI, TAPI PARA PEMBINA DI IPDN TIDAK SANGGUP MENGATUR INDONESIA MINI INI.MAKA KAMI INGIN PERBAIKAN SETELAH KEJADIAN INI, KAMI TIDAK TAKUT LAGI DENGAN SENIOR. TINGKAT 1 MULAI BEBAS BEREKSPRESI BAHKAN MERAIH JUARA 1 KARYA ILMIAH PEMERINTAHAN SEPERGURUAN TINGGI INDONESIA. SETELAH PENGORBANAN 1 KAKAKNYA(MADYA). KINI TIDAK ADA LAGI KEKERASAN DAN PENYAKIT SOSIAL DIHILANGKAN OLEH PARA INTEL, MASYARAKAT DAN WARTAWAN SERTA PEMERINTAH SBY. KAMI MULAI BANGKIT SEKARANG DARI LEMBARAN HITAM DARI SEJAK DIBENTUKNYA APDN,STPDN DAN IPDN. TAPI KESEMPATAN ITU TIDAK BISA DIRAIH DENGAN MUDAH PERLU PEMBUKTIAN LAGI, KAMI AKAN TUNJUKKAN PADA TANGGAL 25 MAY 2007 SEE… WE THE ONE.

  88. 90 MAHDI 22 Mei 2007 pukul 8:51 pm

    IPDN adalah lembaga yang bercirika indonesi. anda yang membaca ini tidak akan bisa masuk ke IPDN kalu bukan takdirnya. dia disana IPDN yang shalat 5 x sehari dimesjid, adalah para tiang langit. apakah perlu kehancuran indonesia dipercepat lagi dengan ketidak sadaran para manusia pelengkap para pejuang sejati.

  89. 91 ady 22 Mei 2007 pukul 9:00 pm

    wah menarik ni perdebatan para pro dan kontra, lihat ni pertempuran di afganistan tiap hari meninggal, indonesia cuma 1 meninggal semuanya sudah disalahkan mau di bom nuklir ni IPDN. kapan ya indonesia bisa terus berjuang sampai darah terakhir kalau takut mati. hi…….
    kata semua pasti mati tapi mati dengan sia-sia banyak di indonesia makanya tidak bisa seperti negara lain. tapi salut ni sama praja masih memikirkan kewenagan berpendapat disaat terdesak tidak mau menyalahkan orang yang tidak bersalah bener-benar pejuang palestina…
    kirim lah beberapa praja ke afganistan mungkin america pulang kampung, i hope you all have star prinsiple.

  90. 92 urang_bungas 9 Juni 2007 pukul 4:38 pm

    Salute to Alumni Praja STPDN!!!
    Intinya kan gak semua yg qta dgr itu bener…
    Yg bener2 tau kan ya praja2 itu sendiri…
    Setuju bgt kalo kekerasan harus dihilangkan dr IPDN,adeknya STPDN…
    Shalat berjama’ah di masjid 5x sehari,tapi doyan kekerasan?!
    Gak mungkin lah,dari sekian ribu praja semuanya suka kekerasan,balas dendam apalagi freesex.
    Khilaf?!Gak juga kok…
    Semua kembali pada pribadi masing2…
    Di t4 gw anak STPDN-nya baek2 kok!!!
    Ramah…
    Disiplin…
    Cekatan…
    Sebelum masuk STPDN dgn setelah lulus tetep2 aja,
    gak pada bringas atau doyan mukul.
    Pulang ke rumah juga gak pada babak belur.
    Tetep cakep n cantik2…hehehe…
    Gak ada yg jahat,penyakitan,atau sinting gara2 dipukulin atau gegar otak…
    Gak semua juga anak2 pejabat.
    Masuknya kan gratis!!!
    Blom ada yg jd pejabat deh kayaknya…
    Jd kalo ada yg bilang mereka tukang korup,mana buktinya?!
    Kalo ada yg bilang mereka suka mukulin bawahan,gw blom pnh dgr tuh…
    Truz,bikin KTP dt4 gw gratis lageh…..
    2 minggu jadi,berlaku bagi semua warga masyarakat.
    TANPA TERKECUALI!!!
    Lagian,
    biarkanlah yg benar itu nyata benar
    dan yg salah nyata salah…
    Jd jgn mengada-ada tanpa bukti!!!

  91. 93 Unggulux 13 Juni 2007 pukul 5:51 pm

    Ada satu lagi teori konspirasinya.. Ini saya teori-teoriin sendiri.. ~halah~ Tau HITLER YOUTH ? Hehehe.. tau kan siapa behind the scene awalnya STPDN/IPDN di dirikan.. mungkin di unggulo.worpress.com bisa anda temukan

    buat praja.. piss dan tetap ngegeber kain putih.. kali ini bukan buat tandatangan ya.. buat kain kafan Anda!

  92. 94 birokrat 26 Juli 2007 pukul 1:19 pm

    Terima kasih, teorinya bagus juga.
    Saya tunggu di IPDN Watch.

  93. 95 bar2net 11 Oktober 2007 pukul 7:44 am

    blogsnya bagus dan mencerahkan. saya link ke forum ya pak…

    trims

  94. 96 acantya manekung 29 November 2007 pukul 10:55 am

    elu kalau mbacot diatur dulu mulut kamu jangan asal njeplak. kalau elu jadi pejabat lebih busuk dari kami semua

  95. 97 ucok 27 Desember 2008 pukul 2:16 pm

    banyak hal yang tidak anda-anda sadari.sakitnya yang mereka alami sekarang adalah akibat propaganda pihak yang tdk senang kepada ipdn.baik mereka ataupun kita,cobalah untuk berpikir dewasa.mungkin banyak alasan atas kesalahan-kesalahan mereka sebelumnya.nggak usah dipikiri. yang penting sekarang mereka telah melakukan perubahan,untuk kebaikan ipdn, depdagri, maupun bangsa ini.sayang aset negara yang ada disana, kalau ipdn dibubarkan.

  96. 98 Donita 3 Desember 2009 pukul 7:36 am

    reformasi pendidikan. thanks.

  97. 99 jangkrik 29 Desember 2010 pukul 5:30 am

    thanks infonya mas,sala, kenal :D
    kunjungan perdana guna mencari artikel tentang korupsi.
    STOP KORUPSI dan SUAP di Indonesia

  98. 102 roy haris oktabian S.STP., M.Si 19 September 2011 pukul 6:12 pm

    sirik tanda tak mampu….. kasian sekali……. mw ya masuk korp kami?

  99. 103 anonim 25 Desember 2012 pukul 9:04 pm

    Sebelum berimajinasi lebih Lanjut,
    Coba anda perhatikan nama2 pejabat yang terkait koropsi kasus pidana dll. Yang ada di media masa,
    Lalu telusuri, berapa banyak yang lulusan Perguruan tinggi lain (apa saja) dan Yang LUlusan stpdn Ipdn..
    Terimakasih.

  100. 104 Sewa Mobil Semarang Murah 22 Juni 2013 pukul 9:29 am

    Keren sekali tulisannya. Mencerahkan :)

  101. 105 wong gilo 2 November 2013 pukul 7:25 pm

    hanya orang gila yang komentar di blog ini, termasuk saya…hehehe… gak waras semua…

  102. 106 wong gilo 2 November 2013 pukul 7:28 pm

    hanya orang gila yang komentar di blog ini, termasuk saya…hehehe… gak waras semua… gimana gak, teori nya yang buat orang gila juga..

  103. 107 seseorang 7 November 2013 pukul 1:55 pm

    kalian yang tidak tahu apa-apa yang ada di dalam kehidupan Stpdn jangan lah sok buat argumen yang sudah jelas salah itu

  104. 108 kumpulan kalimat inspirasi 11 Juli 2015 pukul 9:26 am

    My partner and I absolutely love your blog and
    find most of your post’s to be what precisely
    I’m looking for. Does one offer guest writers
    to write content for yourself? I wouldn’t mind creating a post or elaborating on many of the
    subjects you write with regards to here. Again, awesome
    website!


  1. 1 Apa Bedanya WWE dan IPDN « Catatan Harian Soe Genk Gie Lacak balik pada 16 April 2007 pukul 1:34 pm
  2. 2 Bukan basa-basi. « Telmark. Lacak balik pada 16 April 2007 pukul 8:38 pm
  3. 3 lagi, korban kekerasan dari IPDN « Malu Aku Malu Pada Semut Merah Lacak balik pada 16 April 2007 pukul 8:56 pm
  4. 4 IPDN ? « Catatan Perjuangan Yudhi Arie Baskoro Lacak balik pada 16 April 2007 pukul 10:54 pm
  5. 5 Cerita dari aCha » Bubarin atau format ulang? Lacak balik pada 16 April 2007 pukul 11:47 pm
  6. 6 Bubarkan IPDN!!! « My Little Homeland Lacak balik pada 17 April 2007 pukul 8:25 pm
  7. 7 Efek Video kekerasan IPDN, ciptakan Petisi Online « cK stuff Lacak balik pada 17 April 2007 pukul 8:28 pm
  8. 8 Bukan basa-basi. « Telmark. Lacak balik pada 17 April 2007 pukul 9:04 pm
  9. 9 belit kata jerat benak matikan hati « IPDNmania Lacak balik pada 18 April 2007 pukul 9:11 am
  10. 10 Persamaan dan Perbedaan Kasus IPDN & Virginia Tech. Institute « My Voice, Feel and Pictures… Lacak balik pada 18 April 2007 pukul 6:11 pm
  11. 11 IPDN = Institut Penyiksaan Dengan Napsu??? « Come to My Planet Lacak balik pada 26 April 2007 pukul 12:03 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: