Keluar dari surga, kutukan?

Manusia dideportasi dari surga dan terdampar di bumi karena kutukan Allah. Karena kesalahan Hawa yang terpengaruh setan, lalu menggoda adam untuk makan buah terlarang… cerita turun-temurun yang hampir semua orang pasti pernah dengar.

Saya sebenarnya tidak sreg dengan pengkambinghitaman Hawa sebagai penyebab seluruh umat manusia terdampar di bumi ini. Kenapa sih di kalangan orang beriman, perempuan selalu saja dikutuki sebagai sumber masalah.

Tapi ini bukan tentang sentimen gender, ini tentang kutukan Allah, saya punya pemahaman sendiri mengapa hal itu disebut kutukan:


Dengan “memakan buah pengetahuan” itu, sebenarnya manusia naik ke tingkat yang lebih tinggi dari level hewan. Manusia jadi tahu bahwa ternyata ada konsekuensi yang akan mengikuti setiap perbuatan.

Tentu saja kemampuan baru ini punya akibat serius, setelah mengetahui adanya kebaikan atau keburukan yang mengikuti setiap perbuatan, manusia tidak bebas lagi untuk bertingkah seperti “hewan-hewan” di surga yang bisa langsung hajar bleh tanpa pusing memikirkan akibatnya. Sejak itu, manusia harus selalu memilih setiap kali ingin melakukan sesuatu, lakukan, atau jangan.

Sejak itu manusia dituntut untuk selalu berpikir sebelum memilih. Hidup jadi lebih rumit, sulit, dan penuh tanggung jawab. Bagi manusia yang masih post-surga-syndrom, hidup seperti itu pastilah sangat menakutkan, penuh kepahitan dan tentu saja itu terasa seperti kutukan!

Ya, itu kutukan. Tapi tidak perlu kuatir, ada banyak cara untuk mengatasi kutukan ini, berikut ini saya tuliskan beberapa contoh yang mungkin bisa jadi inspirasi.

Dalam usahanya menghindari keharusan memilih, beberapa kelompok manusia memutuskan untuk melakukan hal yang jenius. Mereka menciptakan hukum-hukum yang memungkinkan mereka tidak perlu lagi harus susah payah untuk memilih sendiri.

Misalnya dalam hidup ada pilihan A dan B, dimana A garing tapi berakibat baik dan B asik tapi berakibat buruk. Daripada bingung harus mikir dan beresiko terjerumus untuk milih B, mereka ciptakan hukum yang sangat mengerikan untuk mengenyahkan B dari pilihan mereka. Lalu semua orang tanpa dipaksa pun pasti memilih A.

Bahkan ketika tiba-tiba muncul pilihan B dan mereka terjerumus untuk memilihnya, mereka tidak akan merasa bersalah. Mereka justru menyalahkan pilihan B yang muncul padahal sudah dilarang.

Memang muncul kritik terhadap solusi tersebut, dikhawatirkan ketika berada diluar jangkauan hukum itu dan menemukan banyak pilihan lain yang tidak sebaik A, mereka akan selalu terjerumus. Kenapa? Karena sebelumnya mereka selalu memilih A bukan menggunakan kebijaksanaan manusia, tapi dengan limbik hewani yang ketakutan dan tak punya pilihan. Tentu saja kekhawatiran itu mereka anggap tidak perlu, karena menurut mereka hukum jenius itu memang harus diterapkan di seluruh permukaan bumi.

Kalau cara diatas tidak menarik, anda mungkin bisa mencontoh mereka yang menganggap kutukan ini sebagai ujian. Ujian dari Tuhan yang iseng dan ingin tahu apakah manusia akan tergoda untuk menggunakan pengetahuannya dan berevolusi lebih jauh, atau kembali sebagai penghuni surgawi yang lugu, polos, suci dan bebas dari segala pengetahuan dan tanggung jawab untuk memilih. Anggapan bahwa kutukan ini adalah ujian berhadiah surga, tentu membuat anda bersemangat menjalani.

Atau, anda bisa juga menyiapkan tokoh-tokoh
yang akan menebus dan memikul semua tanggung jawab atas segala keburukan yang timbul akibat ketidakbecusan anda dalam menentukan pilihan. Meyakini bahwa mereka akan menebus semuanya, sudah tentu akan membebaskan anda dari segala kengerian rasa bersalah.

Atau anda punya cara lain? Atau malah pendapat lain?

Iklan

27 Responses to “Keluar dari surga, kutukan?”


  1. 1 Luthfi 14 Agustus 2006 pukul 3:23 pm

    pertamax !!!!!
    emang itu kutukan, kok aku gag yakin sih —–

  2. 3 RedWar 16 Agustus 2006 pukul 12:57 pm

    Mo kutukan mo bukan itu mah urusan Sang Pencipta….

    Kita kan cm manusia, yg penuh keterbatasan, tp gw yakin klo TUHAN tuh penuh kasih…. gak mungkin ngutuk sembarangan kaya ibunya malin kundang…..

  3. 4 wadehel 16 Agustus 2006 pukul 3:25 pm

    @ Luthfi:
    Kok bisa tidak yakin? Dengan atau tanpa alasan?

    @ agamaku:
    Kapan-kapan pasti saya baca satu-satu :) Banyak amat :P

    @ RedWar
    Tuhan Yang Maha Mengutuk itu memang juga Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tapi kok bisa-bisanya anda menyatakan bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa tidak mungkin begini atau begitu?

  4. 5 RedWar 18 Agustus 2006 pukul 11:21 pm

    saya tidak bilang Tuhan tidak mungkin begini or begitu….
    Yg saya bilang Tuhan TIDAK mungkin ngutuk sembarangan kaya ibunya malin kundang itu lho…..

  5. 6 wadehel 21 Agustus 2006 pukul 4:23 pm

    @ Redwar:
    Oooh, ok, ok. Saya mengerti sekarang. Jadi anda meyakini bahwa Tuhan tidak mungkin melakukan apa yang bisa dilakukan ibunya si Malin :)

    Terimakasih sudah share keyakinan anda disini.

  6. 7 indiegal 23 Agustus 2006 pukul 4:21 am

    Hmm…
    This IMO…

    Manusia lemah tanpa Tuhan. Waktu Adam ama Hawa digoda Iblis (bapa segala pendusta), mereka bukannya ‘lari’ ke Tuhan. Malahan ngikutin penasaran (keinginan daging) mereka.

    Yah, ketipu deh.

    Bukannya Tuhan gak tau Adam en Hawa bakal ‘mamam’ tuh buah pengetahuan, Dia adalah Alpha dan Omega geto loh. Yang Awal dan Yang Akhir. Dia tahu juga wadehel akan menanyakan ini di internet, dia tau beberapa manusia akan bertanya-tanya bahkan mengeluh, kok hidup itu susah ya…
    HE knows that.

    But that’s not the problem. Manusia (Adam dan Hawa pada mulanya) diciptakan untuk menyembah Dia. Have an intimate relationship with Him. That’s why He created Adam and Eve and us.
    Yang memisahkan kita ama Dia hanya dosa-dosa kita, GAK ada manusia yang berdosa. Kalo ada yang nekat nunjuk jari ngerasa sebagai manusia gak berdosa, gw salut banget ama lo. Hehe.

    How to have an intimate relationship again with HIM ?
    Can we reach Him again ?

    So sorry, He is HOLY. Dan setitik dosa aja gak bertahan ama kekudusanNya. Makanya Adam dan Hawa disuruh pergi dari hadapan Tuhan karena ‘terbujuk’ bapa segala pendusta dan memilih untuk ‘kebujuk’. They’re not holy anymore in front of HIM.

    Itu berarti Qta harus kudus duong ?

    Seharusnya begitu dan memang harus begitu, hehe.
    Tapi Standar Allah so pasti TINGGI beeng. Kekudusan gitu lho. Kalo buat cowoQ2 aja tiap hari pasti ‘ada godaannya’.

    Cara-cara manusia gak bakalan nyampe ke Dia. Yah, karena Standar Kekudusan Allah gak mungkin bakal ada yang nyampe. Maha Sempurna geto lho…

    Tuhanlah yang membuka JALAN. Dan JALAN itu adalah KEBENARAN. Dan KEBENARAN itu membawa kita kepada HIDUP.

    DIA sudah membuka JALAN itu 2000 tahun lalu.
    Dan DIA mau setiap orang yang percaya kepadaNYA mempunyai intimate relationship with HIM. He’s waiting for you and me to come to reach HIM. (not just wadehel, readers juga *hehe*)

    Ada yang udah kenal DIA en make a good relationship with HIM, ada yang udah kenal DIA tapi hanya menganggap DIA hanya Tuhan yang ‘diajarkan’ ama orang yang lebih tau, ada yang belum kenal ama DIA dan itulah yang DIA minta ama yang percaya padaNya…
    ‘Beritakan tentangKu ke seluruh dunia maka Aku akan datang untuk kedua-kalinya’
    Some people in this world are waiting for Him… Some people are ready, some people are not, even some people never here anything ’bout Him…

    *O ow siapa Dia ?*

    Googling aja, siapa SATU manusia di antara sekian milyar manusia yang lahir tanpa hubungan daging yang so pasti darahNya unik dan mahal banget, yang cinta sama semua orang, yang pernah mati tapi karena kuasaNya bangkit kembali… en cuma Dia doang yang bilang : “Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup.”

    :-)

    Just IMHO… GOD Bless !

  7. 8 indiegal 23 Agustus 2006 pukul 4:25 am

    Doh, panjang juga ya…

    Maap-maap deh, jadi curhat :-P

    Some people in this world are waiting for Him… Some people are ready, some people are not, even some people never here anything ’bout Him…

    Itu hear… bukan here… kexkexkex

  8. 9 wadehel 23 Agustus 2006 pukul 1:10 pm

    @ indiegal
    Saya tidak berdosa!!! hehe *sambil ngacung*
    Cuma sekedar main klaim bahwa gag punya dosa sih saya berani. Apalagi kalau yang dengar hanya Tuhan.

    Btw, moga2 anda berhasil menggapainya.

    Opini yang menarik. Thanks.

  9. 10 indiegal 29 Agustus 2006 pukul 9:21 pm

    Hehe, saya balik lagi… ^_^

    Btw, moga2 anda berhasil menggapainya.

    Puji Tuhan, sebenarnya udah. Tapi bukan menggapai, geto lho. Istilahnya ‘lahir baru’. Lahir baru itu apa sih ? Susah ‘jabarin’ dengan kata-kata… Tapi saya bisa bilang beberapa kata untuk intinya aja…

    Which are : Kasih, pengenalan akanNya, pengalaman bersamaNya, en komitmen.

    Kalo ‘jatoh’, bertobat duong. Jangan lagi ngelakuin yang DIA gak suka. Bisa gak ? Bisa. Roh-Nya menopang kita. En kantong pengampunannya gak ada habis-habisnya isinya. ^_^

    Like I said : He’s waiting for everybody. Siapa aja… !
    Sekali buka hati untuk mengenalNya, wow, it’s amazing…
    The journey with Him… so amazing…

    Last…

    TO KNOW ME IS TO LOVE ME

    GOD BLESS wadehel !
    Maju terus dengan blog satirenya… hehe

  10. 11 dewo 31 Agustus 2006 pukul 12:55 pm

    Sejak jaman purba manusia selalu mencoba kembali kepada Allah. Mereka minta ampun dan menyesali. Dahulu cara mereka adalah dengan korban bakaran. Mereka mengorbankan domba-kambing dan mencurahkan darah korban untuk menyucikan mereka.

    Tetapi cara ini tidak efektif. Artinya dosa manusia akan selalu ada dan manusia harus selalu mempersembahkan korban bakaran. Tidak heran jika setiap tahun agama tertentu (seperti Yahudi dan lain-lain) selalu melakukan korban bakaran ini.

    Bagi kita yang mengimani Yesus Kristus, DIA telah mengorbankan diri-NYA sebagai korban silih yang menghapuskan dosa manusia. Tidak perlu dilakukan berkali-kali tiap-tiap tahun, tetapi cukup 1 kali. Kita yang mengimani-NYA telah ditebus dengan darah-NYA yang kudus, dari Anak Manusia tanpa dosa dan cela sedikitpun. Darah-NYA yang mahal telah menebus kita semua.

    Seperti kata Yesus Kristus kepada manusia: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.”

  11. 12 wadehel 6 September 2006 pukul 2:07 pm

    @ Indiegal
    Selamat menikmati journeynya… semoga selalu selamat sampai tujuan.

    @ Dewo
    Waah… semua agama selalu aja ada pernyataan seperti itu:
    Tidak ada seorangpun akan X kalau tidak Y

    Jadi masalah ketika ada banyak cara menuju X, tapi dipaksa melalui Y supaya tidak dianggap sesat. Beda Y aja udah menyebabkan baku bunuh, Gimana klo beda X?

  12. 13 yanto 23 September 2006 pukul 4:46 pm

    he.he.he thanks jadi belajar ilmu agama lagi, udah tahunan aku tidak kenal agama, abis dimana-mana repot dengan masalah agama, aku jadi tidak suka agama. tapi asik juga liat serunya para kusir berseru sedan

  13. 14 wadehel 24 September 2006 pukul 10:21 pm

    To Yanto:
    Kusir? Hehe… Saya juga sebenarnya kurang suka, tapi tidak berani mengikuti rasa itu karena takut dosa, takut masuk neraka, nanti malah ga jadi dapet bidadari perawan bertelanjang dada.

  14. 15 giffari 17 Oktober 2006 pukul 8:31 pm

    bisa gak sih disini bb code?

  15. 16 wadehel 17 Oktober 2006 pukul 11:21 pm

    Bisa beberapa, cobalah plugin performancing di firefox, itu sangat mempermudah.

  16. 17 Odi 4 November 2006 pukul 11:18 am

    “Ujian dari Tuhan yang iseng dan ingin tahu” Setuju banget sama pendapat ini. Cuma menurut aku Tuhan itu seperti seorang sahabat yang berusaha menahan diri untuk tidak mencampuri urusan sahabatnya.
    Apakah Tsunami di Aceh merupakan kutukan dari Tuhan bagi manusia di Indonesia/Aceh ? Aku ngerasa Tuhan punya kemampuan (jelaslah) untuk mencegah segala bencana yang menimpa kita. Tapi dia menahan diri agar kita bisa maju dan menyelesaikan segala tantangan yang kita hadapi.

    Sama seperti para hobit di LOTR dimana tanah mereka tidak bisa dimasuki oleh para human. Bukan karena para human itu nggak bisa meng-invasi tanah para hobbit, tapi karena raja para human sendiri (Aragorn) memberi batasan agar tanah praa hobbit bebas dari campur tangan para human.
    Tuhan pun membatasi campur tangannya dengan sekadar memberi ‘inspirasi’ lewat berbagai agama.

    Pertanyaan yang sedang saya pikirkan apakah Tuhan juga “ber-evolusi” ? Dari Tuhan yang dulu dengan leluasa membunuh seluruh anak sulung di Mesir (cerita ketika Nabi Musa sedang bermusuhan dengan bangsa Mesir, mohon maaf kalau salah) untuk menunjukkan kekuatannya menjadi Tuhan yang saat ini (dalam berbagai agama) lebih menunjukkan sifat Maha-Kasih Pencurah Rahmatnya ?

    Kalau Tuhan (atau konsep ttg Tuhan) juga ber-evolusi, kenapa para pengikutnya tidak ?

  17. 18 MT 5 November 2006 pukul 10:09 pm

    wah udah lengkap nih komentar2nya. aku cuma nambahin dikiiit aja. ada yang nyalahin Iblislah yg membuat Tuhan menurunkan manusia dari surga. Lalu menjadikan Iblis sebagai pihak yang anti Tuhan. Padahal, kalo saya pikir sih, Iblis itu tak mau bersujud kepada ADAM (gak mau ngikutin malaikat), karena bagi Iblis, yang patut disujudi hanya TUHAN. Jadi tauhid Iblis hebat ya? hehehe

  18. 19 wadehel 5 November 2006 pukul 10:34 pm

    @ Odi
    Tuhan berevolusi??? Percaya teorinya darwin aja udah dianggap sesat, ini malah menganggap tuhan berevolusi :P Meski menarik, bahasan itu belum cocok untuk konsumsi umum… setidaknya untuk di indonesia.

    @ MT
    Tampaknya manusia terlalu sentimen pada iblis… jadi ragu, sebenarnya siapa yang jahat sih :))

  19. 20 Odi 9 November 2006 pukul 9:41 am

    @indiegal

    “Siapa SATU manusia di antara sekian milyar manusia yang lahir tanpa hubungan daging”

    Jadi mikir nih apa itu sebabnya teknologi kloning masih dibatasi sampai sekarang ? Karena ada konspirasi agamawan yang takut kalo para ilmuwan bisa nyiptain sesuatu tanpa hubungan daging ?
    Oya tentang hubungan daging, bukannya bayi tabung itu juga terjadi tanpa hubungan daging (kalo istilah ini dimaksudkan sebagai reproduksi seksual) ?

  20. 21 wadehel 11 November 2006 pukul 11:45 pm

    @ Odi
    Ikutan mengomentari “hubungan daging” secara tersurat ah..

    Sependek yang saya tahu, pada bayi tabung masih ada hubungan daging, karena masih numpang tumbuh di rahim manusia. Tapi
    soal waktu sebelum rahim buatan tercipta, dan bayi tabung pun akan benar-benar lahir dari tabung, tanpa hubungan daging.

    Apalagi kalau murni tanpa melibatkan sperma… Benar-benar terjadi itu ramalan kembalinya sang nabi. Dan tidak hanya sendiri, tapi a segerombolan orang suci, hasil produk bio enginering. Waw.

  21. 22 indiegal 14 November 2006 pukul 12:48 am

    @odi,

    Oh emang ada konspirasi di antara agamawan ya ?
    Hehe, saya baru tau…
    Kurang kerjaan amet mereka ya, bukannya ngurusan umat eh malah berkonspirasi… ^_^

    Tentang Seseorang yang Qta bicarakan tersebut… Hmm, adakah di masa Ia lahir memiliki teknologi reproduksi sekarang ini ? We know the answer…
    Mo manusia bikin kayak mana sekarang, itu gak mengurangi kebesaran Tuhan…

    Teknologi yang ada itu sudah dinubuatkan oleh para nabi bahwa di akhir zaman ini, peradaban manusia akan pesat

    Maranatha ^_^
    GBU

  22. 23 Odi 24 November 2006 pukul 9:33 pm

    @ indiegal

    Kebesaran Tuhan tidak dikurangi ? Saya justru merasa sebaliknya. Bila kita bisa, kelak, melakukan apapun yang dilakukan Tuhan, lalu apa makna Tuhan buat kita ? Bila semua misteri dapat kita jelaskan lalu masihkah kita perlu tempat bersandar ? Saya akui saya masih mendua dalam mempelajari berbagai teknologi yang berkembang Saya takut bila kelak tidak ada misteri lagi untuk kita ungkap.

    Ditengah arus konservatisme yang melanda berbagai negara tak terkecuali Amerika Serikat, saya memang memiliki kecurigaan akan konspirasi antar agamawan

    Dulu AS sempat mencela Iran sebagai negara para Mullah. Sekarang, dalam pemerintahan Partai Republik AS menjadi negara para Evangelis. Kaum agamawan di AS mencoba membatasi pengajaran teori evolusi. Dan memasukkan teori kreasionis dalam pengajaran ilmu pengetahuan di sekolah.

    Mereka dengan dukungan pemerintahan Bush (ingat wawancara Richard Dawkins dengan Ted Haggard, mantan pemimpin New Life Church yang mengaku melakukan conference-call dengan GW Bush tiap minggu) juga menghalangi penelitian stem-cell.

    Jadi ya, saya percaya di banyak negara terjadi konspirasi diantara para agamawan dalam menyikapi kemajuan ilmu pengetahuan. Tidak semuanya jelek tentu. Hanya kita harus kritis dalam memandang pernyataan yang keluar dari setiap orang, termasuk pemimpin agama yang kita anut

  23. 24 judi sabung ayam online 26 November 2015 pukul 6:40 am

    I do not even know how I stopped up here, but I thought this publish used to be good.

    I do not recognise who you are however definitely you are going to a well-known blogger in the event you aren’t already.
    Cheers!

  24. 25 taruhan bola online 26 Agustus 2017 pukul 9:29 am

    Asking questions are really pleasant thing
    if you are not understanding anything entirely, but this article gives nice understanding even.


  1. 1 Tuhan Kemana? Kok Diam Saja? « w a d e h e l Lacak balik pada 5 November 2006 pukul 1:05 pm
  2. 2 Tuhan Kemana? Kok Diam Saja? « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 2:49 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: