Mengutuk atau tidak mengutuk?

Tak tau apa-apa, tak punya rencana, juga tak pernah meminta
Crot! tiba-tiba terlahir ke bumi sebagai mahluk terkutuk

Setelah dikutuki oleh Tuhan Yang Maha Mengutuk
masih dikutuki lagi oleh manusia yang tidak terkutuk

Tapi setiap kali para terkutuk melakukan perbuatan yang terkutuk
Manusia yang tidak terkutuk keberatan, lalu mengutuk-ngutuk
Saling berlomba mengutuki para terkutuk dengan berbagai kutuk

Lupa bahwa para terkutuk hanya berbuat sesuai fitrahnya
sebagai mahluk terkutuk, tentu saja melakukan perbuatan yang terkutuk!

Saya masih juga merasa aneh setiap kali melihat kita mengutuk-ngutuki para terkutuk dengan harapan para terkutuk itu akan berhenti melakukan perbuatan yang terkutuk.

Tapi kalau bukan dengan kutuk, lalu dengan apa?

6 Responses to “Mengutuk atau tidak mengutuk?”


  1. 2 Luthfi 12 Agustus 2006 pukul 11:30 am

    klo gak dgn kutuk ya dgn laknat donks :-)

  2. 3 marten 26 September 2006 pukul 1:49 am

    mngkin mang bnr lo blng
    kt terlahir jadi manusia terkutuk
    tapi aku mo nanyakan mengapa harus kita
    apa ada alsan yang lebih tepat
    apa salahku jika aku harus seperti ini
    apa salahku ya?
    namun mo kepada siapa lagi aku harus mengadu atas semua ini
    sedangkan tak ada yang mau mendengarkanku
    jadi menurutku semua itu benar kok
    jadi yang jadi pertanyaanku
    siapa yang harus di salahkan?

  3. 4 wadehel 26 September 2006 pukul 6:34 pm

    @ Agamaku:
    Ditebus? Saya tidak dijual deh.

    @ Luthfi:
    Laknaaaaaaattts!!!

    @ Marten:
    Menurut saya sih saya sendiri, saya sendiri ikut bertanggung jawab atas apapun yang saya alami. Jadi kalau harus menyalahkan ya yang pertama kali tunjuk diri sendiri.

  4. 5 teddy 8 Oktober 2006 pukul 9:06 pm

    cobalah berdoa pohonkan kebaikan pada setiap mahluk Tuhan agar berbuah keadilan dan kemakmuran tuk lam semesta,namun jika kita tak mampu berdoa maka mengantuklah(seperti murid ronggo warsito) setidak nya kita bisa hemat energi tuk tidak mengutuk……
    salam….

  5. 6 wadehel 13 Oktober 2006 pukul 7:18 pm

    Amiiin… saya setuju dengan teddy (bear?).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: