Jadi Korban Telemarketing Asuransi

Beberapa bulan lalu saya di telepon oleh seorang pria yang mengaku dari perusahaan asuransi C, yang katanya bekerja sama dengan Bank P tempat saya menabung. Dia menawarkan produk asuransi blablabla yang menjanjikan uang sekian ratus juta untuk ahli waris bila tiba-tiba saya mampus, juga sekian puluh juta bila saya tiba-tiba terdiagnosa penyakit mematikan. Dan puluhan juta lain bila saya apes berat atau cacat dalam kecelakaan.

Awalnya saya tidak tertarik, karena si sales sendiri belum pernah membuktikan janji-janji perusahaannya itu. Bahkan mungkin ikut ngambil pun tidak.

Tapi pada penawaran kedua saya jadi tertarik, mungkin karena yang menawarkan bersuara wanita seksi dan punya rayuan yang lebih maut. Saya akhirnya daftar. Praktis, cukup via telpon, tidak perlu tes-tes kesehatan aneh-aneh. Untuk angsuran otomatis akan di autodebet langsung dari rekening. Dan polis akan diantar kerumah paling lambat dua minggu.

Ternyata cerita selanjutnya tidak sebaik yang saya harapkan. Setelah tiga bulan ceritanya jadi seperti ini…

Heh!! Polis yang dulu aja belum dikasih, sekarang malah nawarin produk laen, perusahaan lu gila ya? Tapi terimakasih, penawaran lu bikin gw inget kalo pernah goblok, jadi bisa segera gw akhiri hubungan dengan perusahaan lu yang tidak professional itu.

Udah hampir 3 (TIGA) bulan sejak daftar, dan duit gw udah di autodebet 2(DUA) kali, tapi polis belum juga di kasih! Mungkin malah belum di bikin?! Emange itu usaha gak make komputer? Kok lama banget? Mungkin umur gw memang masih panjang, dan polis itu tidak segera di perlukan, tapi kalo janji maksimal 2 minggu ya ditepati dong! Lha nganter polis aja gak becus, apa nanti mampu bayar kalo ada yang klaim?

Akhirnya saya berhasil tutup polis terkutuk itu. Itupun setelah melalui proses yang cukup berbelit, membuang waktu beberapa jam dan beberapa puluh ribu rupiah untuk pulsa telepon. Masuknya gampang, pas mau keluar sulitnya amit-amit. Ampun deh.

Gak bakal gw dengerin lagi yang namanya telemarketing. Jadi kepikir, seandainya ada kotak SPAM untuk komunikasi telepon, sepertinya asik juga ya.

16 Responses to “Jadi Korban Telemarketing Asuransi”


  1. 1 andri 16 Agustus 2006 pukul 12:26 pm

    kenapa nama asuransinya disamarkan, tulis aja bro, sekalian nama telemarketernya yang katanya seksi itu, hehehe

    asuransi C, apa ya? … mmmm

  2. 3 kw 16 Agustus 2006 pukul 2:04 pm

    ya apa nama asuransi yang terkutuk itu? saya pernah ikut asuransi juga. namun sekarang sudah ngga lagi. cuman sanggup bertahan 7 bulan. sia sia deh uang yang disetorin.

    tapi gak apa-apa. pengalaman memang mahal harganya. dari klaim-klaim yang manis-manis itu, banyak juga perkecualian2 yang “disembunyikan”.

    misalnya, telat bayar sampai dua kali ( aku ambil bulanan) polis hangus.
    – ketika rawat inap, penggunaan obat “tertentu” tidak di cover.
    dan lain-lain.
    – ketika mengajukan klaim, pihak asuransi membolehkan memakai dokumen foto copy. namun ternyata semua rumah sakit tak pernah ada yang membolehkan dokumen2nya difotokopy untuk alasan apapun.

    sekarang hanya dapat traktiran asuransi rawat inap dari tempat kerja. dan entar mau ikutan lagi kalau ada yang lebih bagus. inginya asuansi jiwa aja. jadi kalau aku mampus, ada yang senang hi hi hi hi

  3. 4 wadehel 16 Agustus 2006 pukul 3:47 pm

    @ siapapun yang minta nama perusahaan terkutuk itu,
    Mau menjerumuskan ya? Saya ga bisa menyebutkan nama perusahaanya lah! Nanti kalo saya dituduh membusukkan nama buruk gimanna? Lha polisnya aja saya gak pernah pegang. Trus kasus itu juga akan melibatkan pihak Bank yang bisa-bisanya ngasih hak autodebet ke perusahaan keparat itu hanya berdasarkan rekaman pembicaraan telepon! Wuih… nanti makin banyak aja keparat terekspos, tapi malah saya sendirian yang masuk penjara. Mallesss!

    @ andri
    Telemarketernya klo ga salah sih Eva, tapi waktu itu saya gak kepikir minta nomer hp pribadinya sih. Perlu sales yahud ya?

    @ kw
    Hehe, mungkin sebaiknya lain kali kalo ada yang nawarin asuransi minta bukti dulu apa udah pernah bisa bayar klaim ke satupun customernya. Cross cek dulu ke tokoh yg di sebut itu, jangan-jangan fiktif (niat banget sih ikut asu ransi?).
    kalo perlu, tanya dulu si sales, dia sendiri ikut ga, udah buktiin belum kalo mati si ahli waris bisa nglaim?

  4. 5 lai 5 Agustus 2009 pukul 9:45 pm

    saya tahu, ibu saya juga jadi korban, bahkan karena KETIDAKTAHUAN, jadi ibu saya yang sudah sepuh merasa tidak mendaftar, ternyata sudah terdebet 6 kali, alias sudah terhitung jutaan rupiah. Apa yang harus dilakukan jika sudah begini? jelas, selai ingin dihentikan, kami ingin uang yang telah diambil dengan tidak adil ini dapat kembali. memang kalau kitasebut nama asuransinya (asuransi C) itu kita bisa tersandung masalahkah? seperti prita mulyasri? namanya, ASUransi C…g…a
    ini tdak adil untuk orang orang dengan keterbatasan pemahaman, seperti orang lanjut usia dan atau tingkat pendidikan yang rendah.

  5. 6 jabon 18 Juni 2011 pukul 11:27 am

    wah2,makin banyak strategi pemasaran menyebalkan,operator harus bikin fitur anti spam

  6. 7 nanam 12 Agustus 2011 pukul 7:04 pm

    hmmm,,sy krg se7 dgn mbaa2 N mas2 ini,,
    cb deh dpstikan alamat rmh n kntorny lgkap gk??!
    n sllu ad org gk d rmh untk standbye..
    bczz bysanya klo kurir dtg,,lalu gk ad org..dy gk akan bz ngsih..
    krn hruz ad tnda trima..
    wong sy ajj pny asuransi 6 dah jln rta2 5 th,,gda mslh tuhhh,,
    bku polisny pun gk smpe 2 mggu,,dah dtg..

  7. 8 Teguh Supriyatno 18 Agustus 2011 pukul 3:49 pm

    sy juga pernah ditawari hal yg sama & hampir juga tergiur.
    setelah mendalami presentasinya si sales, sy putuskan ga ikut krn:
    1. agak aneh kl pihak bank bisa menyetujui permohonan autodebet atas rekening kita yg didasarkan rekaman percakapan via telepon?
    2. sy membayangkan jika pihak perusahaan melakukan wanprestasi, kita ga punya bukti adanya perjanjian kontrak asuransi?
    3. sejauh ini rekaman blm diakui oleh hukum kita sebagai alat bukti? artinya kita ga punya pegangan apa-apa.
    sbg mahasiswa d Fakultas Hukum, sy justeru menjadi tertarik untuk melakukan penelitian terhadap hal ini, krn hingga saat ini sy blm menemukan dasar hukum usaha spt ini.
    mohon kl ada teman2 yg mau berbagai ttg pengalaman menghadapi asuransi telemarketing dsb, mhn hub sy d alamat email/Fagebook sy: teguh.supriyatno@gmail.com. Utk hal-hal yg membutuhkan keamanan khusus, sebaiknya pakai attachment kl ya!
    tks!

  8. 9 febri 14 November 2011 pukul 8:29 pm

    yupppp… saya pun jadi korban :(
    yang saya heran
    1.kenapa data nasabah bisa bocor keluar?
    2.apakah memang sah hanya sekedar telp tanpa ada perjanjian tertulis pihak asuransi seenaknya saja mengambil uang nasabah direkening bank?
    3.uang yg sudah didebet ternyata tidak bisa diambil alias angus (itupun tidak dijelaskan lewat telp )

  9. 10 edward 3 Desember 2011 pukul 12:47 am

    untuk mas atau mbak disini.kalau saya sih setuju dengan mas nanam.alasan kenapa polis anda belum sampai disebabkan karena berbagai faktor.
    1.karena alamat yang anda beri kurang lengkap.kl alamat g lengkap gmn polis mau sampai.kan bisa salah alamat.(ayu ting2)
    2.jika sudah lengkap.mungkin saat kurir tiba.tidak ada orang yang ada dirumah saat itu.jadi kurir bawa kembali polis itu.(sama lha kerja nya kayak pos atau paket.g mungkin kan dititipkan ke tetangga)
    untuk masalah klaim.asal persyaratan yang anda berikan pada saat klaim itu lengkap…maka polis pasti akan dibayar kok asal tidak ada unsur penipuan ketika melakukan penipuan.
    @pak teguh: sebenarnya recording itu pembicaraan anda dengan sales itu bisa dijadikan bukti hukum dasar yang kuat kok.coba anda tanya saja pada yayasan asuransi sedunia.karena kalau tidak…g mungkin kan telemarketing itu diijinkan di indonesia.jadi kalau anda merasa ada unsur penipuan dalam penawaran asuransi.anda bisa komplain dan mendengarkan recording anda.kayaknya kita semua perlu untuk lebih membuka waawasan lagi deh.karena sekarang ini perusahaan pasti akan update di koran ketika klaim yg di ajukan nasabah cair.ambil saja contohnya istrinya saiiful jamil.istrinya ikut asuransi jiwa dan menjadikan saiful jamil sebagai alih warisnya.dan kalau kita update data.maka kita akan tahu kalau saiful jamil mendapatkan uang santunan sebesar 1M.
    @kw: bukan dokumen yang diminta kopi annya.namun hanya kopi kwitansi biaya perawatan saja kok yang diminta.anda coba deh tanya yang benar apakah bener semua rumah sakit g ada yang mau kasih untuk kopi an kwitansi?karena saya ikut asuransi dan bisa kok saya minta foto copy an kwitansi dari rumah sakit tempat saya dirawat.

  10. 11 thal1a 11 Februari 2012 pukul 8:31 pm

    aku ikut asuransi punya 3 polis, dr telemarketing 1 unit link, 1 investasi dn satunya reuimbes. semua polisnya sampai ke rumah, ga sampai 2 minggu . waktu itu aku sakit tipes setelah programnya aktif aku klaim 2 asuransi yg unit link sm reuimbes,dokumen lengkap ga sampai 3 hari aku dpt tranferan dr asuransinya ke rekening tabungan ku. Aku di rawat 8 hari aku terima 8 jt padahal di kwitansinya 5 jt, aku masuk RS sampai keluar ga mengeluarkan uang sepeserpun malahan aku dpt 8 jt ajibbbbbbb, kalau menurutku ga ada yg salah deh dr telemarketingnya, ga tanya2 sih pikirannya cetek tentang asuransi hehheheehehh bercanda.

  11. 12 datuheru 14 Desember 2012 pukul 2:36 am

    C itu nama persahaan asuransi CIGNA keluarga saya adalah salah satu korbannya memang dari awal sampai akhir ngomongnya dari fihak BCA namun BCA juga harus bertanggung jawab memberikan data ke fihak CIGNA atau persekongkolan kaleee

  12. 13 Emory 18 Januari 2014 pukul 7:44 pm

    Hi there, the whole thing is going perfectly here and ofcourse every one is
    sharing data, that’s actually excellent, keep up writing.

  13. 14 Produk perawatan Bayi 1 Juli 2015 pukul 11:58 am

    It’s actually a nice and useful piece of info. I am glad that
    you simply shared this useful info with us. Please keep us informed like this.
    Thank you for sharing.

  14. 15 kerja 1 Agustus 2015 pukul 10:32 am

    Aku ingin terima kasih untuk ini baik membaca !! Saya pasti mencintai setiap sedikit dari itu.
    Saya memiliki Anda buku-ditandai untuk memeriksa baru
    hal yang posting …


  1. 1 ASUransi GOMBAL « w a d e h e l Lacak balik pada 25 Agustus 2006 pukul 2:57 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: