Tips: Fanatisme dan Kesetiaan Konsumen

Buka mata dan anda akan melihat bahwa persaingan semakin ketat. Produk inovatif anda tidak akan bertahan lama di puncak pasar, para peniru dengan segera akan mencontek desain anda dan membuat produk serupa. Para pencontek terkutuk itu cukup menjual produk yang mirip, dan anda mulai kehilangan pelanggan. Lebih horor lagi kalau ada kompetitor yang berhasil menciptakan produk yang lebih murah atau lebih berkualitas, tinggal menunggu waktu sebelum anda kesepian dan ditinggalkan.

Solusi Basbang
Supaya tidak ditinggalkan? Anak kemarin sore juga tahu harus gimana. Anda harus terus berinovasi, meneliti dan berevolusi agar kita selalu mampu mengikuti perkembangan jaman.

Sayangnya, untuk terus berkembang itu perlu riset terus menerus dan segala macam hal yang perlu biaya, tenaga dan waktu yang tidak sedikit. Tak ada ruginya bila kita melirik cara yang lebih mudah.

Solusi Asik
Ubahlah pelanggan anda jadi konsumen setia. Jadi, meski kompetitor menebar produk yang lebih murah ataupun lebih baik kualitasnya, pelanggan akan tetap akan setia pada produk anda. Mungkinkah? Kenapa tidak!?

Belajar dari Para Pemuka Agama
Mari kita perhatikan para Pemuka Agama. Pemuka dari agama manapun, bahkan dari agama yang paling buas, barbar, dan hewani, selalu saja mampu membuat umatnya setia dan yakin seyakin-yakinnya bahwa agamanya adalah yang paling baik. Apakah resep rahasia mereka?

Setidaknya ada dua cara, dan keduanya mulai ditiru oleh para top marketer di Indonesia, yaitu menanamkan fanatisme dan menumbuhkembangkan rasa takut berbeda.

Fanatisme
Ini bisa ditanamkan dengan cara membusuk-busukkan kompetitor. Selalu yakinkan pelanggan anda bahwa semua kompetitor anda sangat busuk. Produk mereka berbahaya dan tak pantas dilirik. Usahakan mereka takut mencoba yang lain, selalu yakinkan bahwa coba-coba yang lain itu adalah dosa besar! Contoh:

  • Minyak gosok CapBurung yang menampilkan nenek bawel berpesan “Buwat anak kok coba-coba!!“. Ini bertujuan membuat orang tua merasa bersalah jika mencoba merek lain selain CapBurung.
  • Produk Tolak Angin secara halus membuat orang berpikir bahwa yang berani coba produk lain berarti tidak pintar, dengan cewe seksi yang mengulang-ulang pesan “Orang pintar minum Tolak Angin
  • Antangin JRG punya cara agak kasar. Dengan eksplisit, Siapaitunamanya selalu berpesan bahwa “… yang lain HOEK!“. Dengan ini diharapkan konsumen percaya bahwa produk lain cuma bisa bikin muntah.

Anti Perbedaan,
Bisa diawali dengan menanamkan rasa takut berbeda. Yakinkan mereka bahwa menjadi berbeda itu adalah dosa kesalahan besar yang tak terampuni.

Simp*ti sudah melancarkan tips ini, dengan tokoh Siapaitunamanya yang cari mati ketika jadi satu-satunya kuning di lautan merah, atau pingsan kena pukul ketika berjoget tak sesuai irama mayoritas. Iklan diakhiri dengan “sekian puluh juta orang tak mungkin salah pilih, ngapain beda?. Diharapkan konsumen akan meyakini bahwa pilihan orang banyak pasti benar, berani beda berarti cari masalah.

Kombinasikan agar lebih ampuh
Belum lama ini P*pIce menerapkan kedua tips tersebut secara simultan. Dengan gambaran tiga anak polos yang tiba-tiba pakaiannya berubah jadi unik setelah nyeruput segelas minuman, lalu muncul tiga anak lain yang sekonyong-konyong menghujat mereka sebagai CUPU gara-gara minuman yang disruput bukan produk P*pIce. Sasaran iklan “Yang lain CUPU!” ini adalah membuat anak-anak jadi takut dibilang cupu, sekaligus menghindari produk lain karena akan membuat mereka menjadi seekor cupu.

Intensif dan Repetitif
Seperti yang dilakukan para pemuka agama. Usaha-usaha cuci otak diatas memang harus dilakukan secara intensif dan repetitif. Ulangi terus menerus dalam berbagai dakwah/iklan, kalau perlu dua puluh empat jam nonstop.

Anak-anak Sasaran Yang Empuk
Sebaiknya memang mentarget anak kecil, selain umur mereka masih lama, daya pikir mereka juga masih lemah dan mudah diprogram, dan kalau program itu sukses, kemungkinan permanen lebih besar, dan saat mereka tua nanti program anda akan mereka wariskan pada anak cucu mereka.

Pengacara dan Preman Gratis
Bila anda berhasil, maka konsumen akan menjadi sangat fanatik pada produk anda, bahkan meski produk anda itu busuk, tetap saja mereka akan setia. Tak perlu takut pada kompetitor karena toh pelanggan anda takut mencoba produk lain. Lagi pula, mereka yakin bahwa produk lain itu pasti busuk. Bahkan, bila suatu ketika ada pihak sok tahu yang berani mengkritisi kualitas produk anda, konsumen anda akan segera angkat bicara dan angkat senjata untuk membela nama baik produk anda. Asik kan?

Setelah menerapkan cara ampuh tersebut, anda bisa mulai potong itu budget bagian R&D yang kerjanya hanya buang-buang duit. Kalau perlu malah bubarkan saja mereka sekalian. Kenapa harus bersusahpayah berkembang kalau bisa membodohi konsumen dan membuat mereka tetap setia? Betuuul?

Btw, kalau anda tau link terkait yg lain, share aja, mungkin nanti saya sangkutkan. Sepi tuh tulisan kalo ga ngelink ke orang lain.

Iklan

61 Responses to “Tips: Fanatisme dan Kesetiaan Konsumen”


  1. 1 helgeduelbek 4 Februari 2007 pukul 11:06 am

    Arahnya kemana nih kira-kira? Saya lebih sering tidak bisa dibodohi… karena sudah bodoh tidak mau menerima tawaran dengan “iklan2”. Kalau saya pikir cocok ambil, kalau gak usiiiir.

  2. 2 venus 4 Februari 2007 pukul 11:14 am

    kompetitor akan selalu ada. nyontek atau gak nyontek itu juga relatif. saya selalu percaya, there’s nothing new under the sun :)

  3. 3 senyumsehat 4 Februari 2007 pukul 11:52 am

    Wah analisa pasarnya bagus hel..
    Thanks ya, saya jadi belajar marketing…hehehe…

  4. 4 syah 4 Februari 2007 pukul 2:23 pm

    bentar….. kubaca skali lagi

  5. 5 cakmoki 4 Februari 2007 pukul 3:58 pm

    Strateginya sekarang beda, fanatisme dibalik.
    Contohnya begini:
    Yang ini beda, siapa takut !!!
    Modelnya om Tukul. :D

  6. 6 Dani Iswara 4 Februari 2007 pukul 4:22 pm

    yg gini ini seringnya ‘tll dalem’ buat saya..
    ampe bwh..naik lg..

    kena semua..
    walopun guhhel bukan tuhan saya

    fanatisme bisa luntur pas nikah :D
    mis. sesama marketer A*ua satunya mesti pindah aliran pas nikah..

    ati2 jgn2 malah kebanyakan kecap, saos, sambal..hoek..

  7. 7 ichsanmufti 4 Februari 2007 pukul 9:10 pm

    Yaah.. Sebagian kurang lebih sama lah dengan bunyi “orang pintar pake firefox => :)

  8. 8 wadehel 4 Februari 2007 pukul 9:47 pm

    @Helgeduelbek, hehe, wajar lah, guru emang sulit dibodohi :P

    @Venus, iya lah. Tapi there is nothing new? waw, btul juga ituh! Semua cuma pengulangan dalam bentuk lain ya. hmm.

    @Senyumsehat, hehe, apakah tertarik merekrut saya jadi analis pasar buat perusahaan multinasional milik ibu? ;)

    @Syah, udah, ga usah baca2, langsung praktek saja lah. Pengetahuan umum kok.

    @Cakmoki, fanatisme dibalik? Maksute?

    @Dani Iswara, jangan musyrik dong, musrik itu tidak diampuni sama yang maha pencemburu lho. Btw, orang aja cemburu pilih2, kok tuhan cemburunya ga pilih2 yak? Soal luntur gara2 nikah, mungkin kekuatan cinta (atau sex?) kadang lebih kuat dari cuci otak . Yang nyuci otaknya bego, kurang permanen :P
    btw lagi, kalo mo muntah siapin kresek dong, atau sebelum baca minum antimo (obat anti modol) Hehe.

    @Ichsanmufti, itu emang penerapan lho. Saya juga menerapkan trik yang sama dengan para pemuka agama yang maha suci ituh. Lihat lagi deh, sekarang pake slogan yang lebih muantabh “orang beriman dan ahli surga pake firefox”, jadi secara implisit, yang gapake itu mungkin kafir dan ahli neraka. Gimana, sip kan?

  9. 9 cK 4 Februari 2007 pukul 9:54 pm

    kayaknya iklan yang asik cuma beberapa. itupun bisa diitung pake jari. ada satu iklan yang bisa jadi alesan kalo ditilang. “khan ga ada yang lihat?!?”

  10. 10 cakmoki 4 Februari 2007 pukul 10:28 pm

    Maksute:
    Anti perbedaan diganti pro perbedaan.
    Di koran, untuk mempromosikan pruduk, ada yang memberi judul: “Yang sibuk jangan baca”. Ternyata teman-teman malah baca. Beda kan, dengan: “Yang tidak baca tidak pintar”

  11. 11 de King 4 Februari 2007 pukul 10:36 pm

    Aku sebagai konsumen kok malahan senang pada barang bajakan ya?
    Coba kalau tidak ada barang bajakan…mana bisa aku install beraneka macam software di komputerku, yang orisinil kan mahal banget.
    PIRACY IS THE BEST…
    Gunakanlah selalu barang bajakan jika Anda tidak mampu beli yang asli
    (*senyuman setan*)
    Guru kok ngajari kejelekan ya??? Maaf…maaf…Guru juga manusia :D

  12. 12 Ryan 4 Februari 2007 pukul 11:13 pm

    Ngak Usah Pusing-Pusing, Tiap Orang Punya Keahlian Masing-Masing. Kalo Anda memang ahli dalam Manajemen Pemasaran, Promosi, Silahkan buat teori ilmiah. Kalo anda tahu kulitnya saja, ngak usah banyak cerita lah. Orang juga sudah pada tahu…

  13. 13 antobilang 4 Februari 2007 pukul 11:17 pm

    #ryan
    d battle is begin…

  14. 14 Mbah Keman 5 Februari 2007 pukul 12:08 am

    Pasar ibaral Hutan belantara, semua ada segmentasinya walapun kita mencoba tidak memilah.

    Setiap produk yang di luncurkan, akan selalu ada konsumenya tinggal penetrasi pasar saja yang harus kuat.

    ketika anda akan meluncurkan sebuah produl tentukan dulu siapa calon konsumen anda.

    berikut tips memilah pasar

    1, pasar Harimau, kucing,buaya, anjing > jangan menjual sayuran untuk kalangan ini, kecuali pada yang sudah gaul, makan nasi juga doyan jangan jual daging pada mereka karena kemungkinannya kecil untuk disera pasar

    3, manusia,> jual apa saja dengan mereka, ini pasar yang umum, mereka pemakan apa saja termasuk dari no 1,2.

    hayah..arep komen yang mutu kok yo angel he he…dasar blantik

  15. 15 mardun 5 Februari 2007 pukul 12:59 am

    ada yang mau menghapus UU HAKI (Hak atas kekayaan intelektual) ?

  16. 16 antobilang 5 Februari 2007 pukul 2:36 am

    “Buwat anak kok coba-coba!!“
    ditambahin “M” lebih bagus..
    “MBuwat anak kok coba-coba!!“

  17. 17 alamster 5 Februari 2007 pukul 8:40 am

    Saya termasuk suka pake iklan sbg sumber informasi, buktinya kl lagi cari obat di apotik en kebetulan habis biasanya di tawarin obat lain yang di akui “sekelas”. Merem sebentar tuk cross cek dgn iklan yg ada di tv or radio. Kl gak ada ya udah keluar statemen :

    “Rasanya gak ada di tv atau radio ya iklan obat ini ”

    heheheheheheheehe

  18. 18 dewo 5 Februari 2007 pukul 9:18 am

    Sebenarnya Wadehel ini selebritis, nabi atau pakar marketing sih? Jangan-jangan semuanya mau dirambah? Ini hasil dari “Kabur dulu” ya?

    Hihihi… Kabur lagi, ah.

  19. 19 kw 5 Februari 2007 pukul 9:24 am

    makin jitu aja tuh bikin strategi pemasaran. hebat. cuman kesimpulannya semua iklan itu menipu!

  20. 20 Abdullah 5 Februari 2007 pukul 9:24 am

    Assalaamu ALaikum…
    ingat HEL
    semua yg kita perbuat di dunia ini akan ada pertanggungjawaban
    tiap tarikan nafas
    tiap butir nasi
    tiap teguk air
    tiap langkah
    tiap huruf yg kita ketik disini
    akan ada Hisab
    jadi gunakan “huruf huruf” ini dengan baik, gunakan tiap hentakan “keyboard” semata untuk Dzikrullah, ber Dzikir kepada ALLAH agar tak terlalu berat HISAB nya.

  21. 22 mrtajib 5 Februari 2007 pukul 11:40 am

    Ini menejemen perlu dikasih nama, menejemen pokoknya manut

    @abdullah

    jadi gunakan “huruf huruf” ini dengan baik, gunakan tiap hentakan “keyboard” semata untuk Dzikrullah, ber Dzikir kepada ALLAH agar tak terlalu berat HISAB nya.

    Kalau setiap hentakan untuk Dzikrullah, berarti tulisannya: Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah,

    lho, kok tulisannya pak Abdullah gak Allah……? *mikir*

  22. 23 wadehel 5 Februari 2007 pukul 11:51 am

    @cK, hehe, itu iklan menarik, tapi belum cukup religius. dalam arti belum menerapkan trik cuci otak ala agamawan.

    @Cakmoki, waw, itu iklan sesat amat, bisa memicu orang untuk berani beda dong.

    @de King, iya, maklum. Kan ga semua guru punya idealisme. Nurani aja banyak yang gak punya kok. Pro piracy itu blom seberapa, di tipi2 juga berkali-kali saya lihat guru ngaji nyabulin/ngesex sama anak didiknya.

    @Ryan, anda benar sekali!!! Orang-orang juga udah pada tau kok. Anda pasti baru tahu ya. hehe.

    @Antobilang, battle?
    @Mbah Keman, tips diatas itu maunya malah berusaha mencipta segmen.
    @Mardun, maksute?
    @Antobilang, hehe, mesum!

    @Alamster, sama sih, saya juga cenderung lebih menghargai obat yang sering nongol/kedengeran di media. Bodoh ga sih :P

    @Dewo, bukan semuanya. Tapi terserah yang baca deng. Mau dianggap tuhan juga gpp, hihihi… *kabur, takut disalib*

    @Kw, jarang ada yang 100% nipu, pasti ada benernya juga dikit lah. Tanya dong sama bang haji Abdullah.

    @Abdullah, Alaykum Salam, terimakasih udah diingatkan. Hubungannya apa? Jangan sok simbolis deh (kayak yang sering dituduhkan pada saya). Sebagai orang yang lebih bijaksana, anda harusnya lebih tekstual dong, langsung buka apa maksudnya kenafa? Klo di komen gitu sekilas keliatan ga nyambung tauk.

    @Luthfi, spomment, spam comment ituh.

    MrTajib, gilaw, ide bagus itu, kapan2 bikin posting tentang zikir ah.

  23. 24 jr 5 Februari 2007 pukul 8:41 pm

    Hahaha..yang jelas setiap produk punya strategi masing-masing to mas. Tapi jadilah pesaing yang sehat dengan mengutamakan kualitas, kalo pake bohong2-an segala…yakin lah, dunia bisnis anda hanya sementara. Benar ngak?????

  24. 25 de King 5 Februari 2007 pukul 9:01 pm

    Jangan-jangan apa yang ditulis wadehel itu pengalaman pribadinya ya?
    Wadehel sudah dan sedang berusaha menjadi ‘produsen’ artikel dan dia sedang mengikat para pembaca blognya sebagai konsumen yang fanatis dan loyal hehehe :D

    …tiga anak polos yang tiba-tiba pakaiannya berubah jadi unik setelah nyeruput segelas minuman, lalu muncul tiga anak lain yang sekonyong-konyong menghujat mereka sebagai CUPU gara-gara minuman yang disruput bukan produk P*pIce…

    Wadehel, kalo dikaitkan dengan konteks per-blog-an blogmu itu identik dengan P*pIce atau produk yang lain? hehehe…
    Lha kayaknya banyak orang yang kasih komentar unik sebagai tanggapan atas artikelmu yang tak kalah unik juga…
    *bingung….ini P*pIce atau si CUPU ya?*
    :D

  25. 26 xvain 5 Februari 2007 pukul 9:58 pm

    wuah , manteb banget tulisan dari wadehel..
    teknik teknik jitu buat iklan neh..hehe

  26. 27 anung 5 Februari 2007 pukul 10:35 pm

    SETUJU MANTEPE PUOLLL…sampe abdullah tak berkata2
    (sibuk ngetik ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH pake microsoft word bajakan)

  27. 28 mardun 5 Februari 2007 pukul 10:48 pm

    #wadehel#
    UU HAKI itu bagus untuk melindungi karya intelektual tapi sangat nggak bagus untuk kantong. Dan kayaknya buaaaaanyak sekali kemunduran jaman yang akan terjadi kalau undang undang itu diterapkan dengan tegas
    misalnya:
    1.orang yang membaca blog ini akan banyak berkurang karena windowsnya bajakan :P
    2.Kuliah akan semakin sulit untuk anak kost karena tidak boleh memfotokopi buku referensi mata kuliah yang bisa buat mukul anjing sampe mati (tueeebel alias muaaaahal).
    3. dll

    jadi jangan salahkan kalau ada banyak sekali produk bajakan, sebab UU HAKI membuat seorang pemilik hak cipta memiliki banyak sekali hak untuk memonopoli termasuk harga yang bisa dinaikkan setinggi langit.

  28. 29 wadehel 5 Februari 2007 pukul 11:48 pm

    @Jr, justru itu bung, gimana caranya supaya kita bebas bohong. Caranya ya dengan bikin konsumen jadi fanatik. Jadi meski nanti produk yang kita jual asli busuk, tetep aja mereka aga akan komplen, lha mereka yakin kalo selain produk kita itu pasti lebih busuk.

    @deKing, jangan-jangan anda benar pak :) Jangan-jangan ini sicupu yang mencupu-cupukan p*pice. Rumit ah mikirnyah. Baca yang tampak di permukaan aja knapa.

    @Xvain, silahkan diterapkan :D Kalo pemuka agama bisa, kenapa anda tidak.

    @Anung, jangan berprasangka dulu, beliau sedang sibuk di mesjid. Fyi, beliau cuma 10 menit diblogosphere, sisanya di mesjid. Besok juga beliau kembali untuk mengamalkan 10menitnya.

    @Mardun, bwetul juga ituh. Tapi apa hubungannya sama tulisan diatas sana ya. sepertinya lebih tepat kalau komen tentang HAKI di ssanna

  29. 30 Shinta 6 Februari 2007 pukul 12:33 am

    analisa cakep urusan jualan barang, gimana kalo jualan metode cuci otak model ESQ? Laku keras, fanatisme konsumen tinggi. Ditunggu analisanya.

    P.S.: Gimana hasil baca-bacanya kemaren?

  30. 31 mardun 6 Februari 2007 pukul 8:15 am

    nah kalo pelanggan udah fanatik baru deh naikin harga :P

    kayak kartu simpati aja deh, dulu kan paling murah dan kayaknya paling enak, apalagi kalau udah kemakan iklan 30 jt orang itu :P

    sekarang…………… bah kalau untuk waras kita harus tidak berbeda, mendingan jadi orang gila aja deh :)

  31. 32 toim the arrancar 6 Februari 2007 pukul 8:47 am

    emang trik2 yg ditampilkan om wadehel ada benernya jg, menakut-nakuti sekaligus memprovokasi sedikit bagi kompetitor produk sejenis, klo nanti kerja di bidang pemasaran boljug dicoba trik2 om wadehel

  32. 33 oon 6 Februari 2007 pukul 9:32 am

    endonesa banget…orang bodoh malah pada pinter mbodohi xixixi…
    *manut

  33. 34 Tuhannya Wadehel 6 Februari 2007 pukul 12:00 pm

    hehe tips bagus, bisa saya gunakan buat melawan kompetitor.

    maklum banyak tuhan2 palsu (bajakan) sekarang :p

    @wadehel
    Teruskan dakwahmu nak, tulisan2mu sudah kuanggap sebagai amalan jihad. Surga yang sungai2 susu mengalir didalamnya telah dipersiapkan buatmu!

    /me kalo bisa ngeblog, kenapa musti ngebom :D

  34. 35 anung 6 Februari 2007 pukul 3:15 pm

    namanya bagus…TUHANNYA WADEHEL,
    asik nih, nunggu komennya pak abdullah ah…hehehe

  35. 36 Ryan 6 Februari 2007 pukul 3:47 pm

    Hahaha…Memang wadehel punya bakat membohongi, termasuk anda-anda yang banyak setuju dengan ide-ide bohongnya.

  36. 37 papabonbon 6 Februari 2007 pukul 4:38 pm

    pakailah blue ocean strategy …. :D

  37. 38 antobilang 6 Februari 2007 pukul 4:53 pm

    contoh blue ocean itu ya si ryan ini, mw keliatan beda…
    ngomentarin wadehel secara kontra, sehingga orang akan semakin mengenal namanya dan kadang ingin mengetahui siapakah dia?
    nah dengan demikian strategi pemasaran ryan ini udah menjaring konsumen (para tertipu) yang nyasar ke blognya…
    ada beberapa list orang2 seperti ryan ini, yang kadang2 cuma bisa ngomentarin secara kontra ini dan cendrung menghakimi, tidak mencoba menyadarkan wadehel dengan cara yang tepat untuk wadehel..
    lah yo wis lah, namanya juga anaknya orang banyak..jadi kalo pikirannya macem2 yo rapopolah…
    tapi kok linknya RYAN ga ada ya?
    kalo aku di antobilang.wordpress.com (*ngiklan*) hehehe…

  38. 39 passya 6 Februari 2007 pukul 7:02 pm

    hhhmmmm…kayaknya menghilang sekian lama, nongol2 mau launching produk perusahaan sendiri nih…undang2 ya hel…!!

    *sambil test komen tanpa login, pake imel palsu lagi*

  39. 40 octavia wulan 6 Februari 2007 pukul 7:04 pm

    mas.. kalo iklan nya kacang “kaya king” itu pasti menghasut supaya nggak makan ayam tetangga kan..

  40. 41 passya 6 Februari 2007 pukul 7:05 pm

    hhhmmmm…kayaknya menghilang sekian lama, nongol2 mau launching produk perusahaan sendiri nih…undang2 ya hel…!!

    *test lagi komen tanpa login, pake imel beneran*

  41. 42 passya 6 Februari 2007 pukul 7:08 pm

    komen w/o login pake fake email gagal, page registered email bisa…

    hhmmmm lagi, hel..si matt blom respon usulan lo tuh…

  42. 43 Odi 6 Februari 2007 pukul 9:53 pm

    @cK
    Kemarin pas lihat bonus cd dari cinemags ada iklan “LAlu lintas” yang versi polisi tidur dengan kata-kata ‘enjoy aja’. Mungkin terinspirasi ‘khan nggak ada yang lihat’
    Jadi ingat juga sama kata-kata Joko Pinurbo, kalau sebagai penyair dia mulai merasa tersaingi oleh biro-biro iklan yang semakin canggih menemukan idiom-idiom baru.

  43. 44 wadehel 6 Februari 2007 pukul 11:27 pm

    @Shinta, ESQ saya ga ngerti :D Soal baca2, complicated, katanya sih dibaca dan ngefek, tapi kemudian terungkap kalau kelengketan bukan hanya soal ghaib, tapi melibatkan burung dan fluktuasi hormon, perlu saran juga nih, apa japri aja ya?

    @Mardun, memutuskan untuk beda atau sama, yang sebaiknya diawali mikir, oks :D

    @Toim, udah ga perlu coba2, liat aja orang2 yang udah menerapkan, efektif kan?

    @Oon, yang dibodohi siapa mas?

    @Tuhan, terimakasih, tuljugtu, kalo bisa ngeblog, kenapa musti jihat, eh, ngebom?

    @Ryan, yang bohong itu sebelah mana? Coba tolong ditunjukkan yang jelas. Trus yang dibohongi itu siapa? Anda?

    @Papabonbon, blue ocean? Sepertinya pernah denger, dimana ya? Papa nulis aja soal itu, gimanaa.

    @Passya, sepertinya, kalau gak login avatar ga akan keluar, jadi sementara itu aja buat indikator, kalo ga pake avatar, ada kemungkinan yang lebih besar itu nick ditunggangi orang, iya ga. Bahas di posting khusus dong :D

  44. 45 Ryan 7 Februari 2007 pukul 1:19 am

    Wah..mas anto!!!! Apa mr.wadehelnya perlu disadarkan dengan cara tepat? Kira-kira gimana caranya mas antobilang????????

  45. 46 Shinta 7 Februari 2007 pukul 4:26 am

    wah iya japri saja, itu ga enak dibahas di ruang publik :). monggo.

  46. 47 Abdullah 7 Februari 2007 pukul 10:05 am

    #wadehel : gak menarik lagi he he he…
    #bang TAJIB nama saya ABDULLAH = HAMBA ALLAH, setiap detik nama ini berdzikir, mengingat ALLAH… :)

  47. 48 Dedi G 7 Februari 2007 pukul 4:13 pm

    tulisanya cerdas, mnurutku mah tulisanya cuman lipstik belaka. makna yg tersirat didalamnya cukup mengena. sep deh, mantab! gw tau kok apa maksud lo.

  48. 49 jejakpena 7 Februari 2007 pukul 4:15 pm

    wah, saya gak mau lah tertipu produsen macam ni, apalagi jadi konsumen setia, hi hi..rupanya gini ya rahasia pemasarannya, ok juga bocorannya…

  49. 50 Irwan 7 Februari 2007 pukul 6:03 pm

    Bung coba aja sianida atau arsenik ga dosa ko kalo ga tau.

  50. 51 IndonesianInfidel 7 Februari 2007 pukul 7:13 pm

    Kayaknya saran ini patut dicoba. Buktinya beberapa “produk” (ya know lah what I mean) pelanggannya ratusan juta hingga 1 milyar selama berabad-abad pula!

  51. 52 xwoman 7 Februari 2007 pukul 10:03 pm

    malah batal sisan ga jadi beli… binggung eman-eman

  52. 53 Jusuf Kalla Senja 7 Februari 2007 pukul 11:33 pm

    “sekian puluh juta orang tak mungkin salah pilih, ngapain beda?

  53. 54 Yudhis 8 Februari 2007 pukul 10:13 am

    Wah menarik sekali tulisannya, boleh dong minta masukan inovasi apa yg pas dilakukan nuntuk suatu non profit khususnya di Indonesia ini

  54. 55 agorsiloku 8 Februari 2007 pukul 2:39 pm

    Para pencontek terkutuk itu cukup menjual produk yang mirip, dan anda mulai kehilangan pelanggan. –> para peniru itu (me too product) adalah proses kreatif. Pencipta produk selalu berada di depan sepanjang dia berhasil membuat klasifikasi “always new”. Jadi tidak terkutuk. Oleh karena para pencoteklah maka dunia ini terisi lebih cepat, kemakmuran lebih cepat merata (biarpun masih timpang).

  55. 56 wadehel 8 Februari 2007 pukul 3:48 pm

    @Yudhis, anda bertanya pada orang yang sangat salah :)) Tapi saya sok ngasih jawaban nih, kalo non profit, yang paling penting ya sosialisasi, gimana caranya menjaring sebanyak2nya manusia yang sevisi untuk ikut bekerja sama.
    Btw, visinya jg harus jelas, misalnya untuk kebersamaan, itu kebersamaan maunya semu atau sejati? Jangan-jangan kebersamaan kita cuma superfisial aja, jauh didasar hati masih ada kebencian yang menunggu waktu meledak. Mbok yao itu kebencian sama-sama diurusi dulu. *sorry ngelantur*

    @Agor, bener juga tuh.

  56. 57 Andalusia 23 Februari 2007 pukul 10:46 am

    “sekian puluh juta orang tak mungkin salah pilih, ngapain beda?”
    Sekian ratus juta orang tak mungkin salah pilih, atau sekurang-kurang nya seberapa ratus orang tak salah pilih, dari seratus orang yang terbaik yang gak salah pilih pasti otaknya lebih cerdas (bisa milih dengan pikiran waras) dari anda-anda para blogger, dari pada capek-capek pilah-pilih, tanyakan aja ama yang pintar milih. Maka anda tak perlu capek-capek posting propaganda/Comment, kecuali untuk mempengaruhi orang yang sama atau lebih begonya dengan anda.”

  57. 58 Dede Farhan Aulawi 29 Agustus 2008 pukul 9:14 am

    Hal tersebut memang sejalan dengan perubahan paradigma konsumen, dari konsep Customer Satisfaction ke Customer Loyalty. Memang tidak gampang karena perlu pertimbangan dengan pelibatan proses serta klasifikasi psikologik dari segmen pasar yang akan dibidik.


  1. 1 Tips: Fanatisme dan Kesetiaan Konsumen « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 4:22 pm
  2. 2 Pengacau Bertulisan Kotor « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 4:23 pm
  3. 3 Cara Praktis Hentikan Kerusuhan Antar Agama « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 4:37 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: