Poligami Supaya Masuk Surga

Anda tidak salah baca judul, saudari-saudariku, ini serius. Sebenarnya, semula saya ingin pakai judul satu batang rame-rame, tapi sepertinya tidak sesuai dengan tulisan yang sangat serius ini.

Ok, langsung saja, poligami sebenarnya bisa membuat kita mendapat banyak sekali pahala, yang otomatis akan memperbesar peluang kita masuk ke surga yang selalu kita dambakan. Siapa sih yang tidak mau masuk surga? Teh Nini yang suaminya baru nambah istri pun menyatakan hal yang kurang lebih sama, demi surga di akhirat kelak, beliau rela dimadu oleh AA Gym.

Teteh yang sama juga berkata: “Setiap hal yang menyakitkan tidak selalu berarti buruk, bila disikapi secara positif malah akan membawa kebaikan.” Beliau benar, dengan menyikapinya secara arif, poligami malah bisa jadi ladang amal yang menjanjikan pahala berlimpah. Beliau juga mengatakan bahwa kita harus belajar berbagi kebahagiaan.

Berikut ini saya sampaikan beberapa manfaat positif lain dari poligami…

Melatih Sabar
Setelah bertahun-tahun setia menemani suami, sejak nol sampai sekarang jadi orang, kaya raya dan dihormati, eh, sekarang tiba-tiba harus rela dipoligami, harus mau berbagi dengan wanita lain!?! Kecewa, marah, luka hati itu manusiawi. Tapi jangan larut, ini adalah kesempatan emas untuk menjadikannya sebagai ladang amal tempat melatih kesabaran. Mengendalikan nafsu itu sangatlah sulit, konon bahkan lebih sulit dari perang Badr-nya Sang Rasul dulu. Sudah pasti pahalanya juga tidak sembarangan dong.

Melatih Ikhlas dalam Berbagi
Betapa serakahnya kita, bila kebahagiaan hanya dinikmati seorang diri. Begitu juga dengan penis suami. Berbagi kenikmatan dengan penuh keikhlasan tentu mendapat nilai spesial di mata Alloh.

Membuat diri lebih mencintai Alloh
Dengan merelakan suami menambah istri, wanita akan lebih sadar, siapa yang seharusnya lebih dicintai. Suami yang hanya untuk di dunia, atau Alloh yang akan memberinya kebahagiaan kekal di surga kelak? Sudah sepantasnya istri lebih mencintai Alloh dari apapun di dunia ini.

Melatih Hidup Sehat dan Bersih
Hubungan sex dengan multi pasangan harus dilakukan dengan hati-hati. Karena berpindahnya penis antar vagina berpotensi menularkan penyakit ke vagina semua istri. Penyakit dari satu kelamin bisa dengan mudah menulari kelamin-kelamin yang lain. Kesadaran akan hal ini, mau tidak mau akan memaksa suami dan semua istrinya untuk selalu saling menjaga kesehatan. Karena kebersihan adalah sebagian dari iman, menjaganya sudah pasti dapat pahala juga dong.

Melatih diri untuk selalu meningkatkan kualitas.
Dengan poligami, setiap istri akan termotivasi untuk selalu menjaga kualitas diri, bila kualitas dirinya buruk, maka sang suami akan cenderung menghindar, dan cenderung mendekat ke istri yang lain. Atau lebih parah, bila quota-nya belum habis, mungkin malah memutuskan untuk menambah istri lagi. Tapi ini persaingan positif. Memperbaiki diri juga berarti pahala lagi :D

Melatih untuk tidak dengki
Berbagi suami, bagi seorang istri yang pendengki akan membuatnya selalu makan hati, depresi, mungkin juga tekanan darah tinggi. Selain itu, istri yang pendengki cenderung lebih cepat keriput, akhirnya tak lagi seksi, aura yang dipancarkan pun bikin orang menyingkir pergi. Dan suami tercinta pasti beralih ke lain hati. Poligami akan mendorong para istri untuk tidak lagi jadi pendengki. Lagi-lagi, ini berarti pahala.

Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal positif yang bisa dicari-cari diungkapkan, sayangnya tidak mungkin bila semua diceritakan disini, nanti kepanjangan. Pokoknya, inget saja lah kata AA Gym, bahwa “wanita yang cerdas adalah yang mampu menempatkan diri dengan baik sebagai anak, istri, dan ibu serta mampu membaca potensi kebaikan dimanapun dia berada.

WTF!! Kenapa semua latihan di ladang amal yang penuh pahala itu hanya memberatkan perempuan?!?!
(Pertanyaan beberapa wanita yg sok kritis)

Lho… siapa bilang? Ini juga hal yang sangat berat bagi para suami.

Bila seseorang yang dicintai sakit, sang pencinta pastilah ikut tersakiti. Begitu pula dengan suami, pasti ikut pedih bila istrinya sakit hati akibat dipoligami. Tapi mau gimana lagi? Demi segala kebaikan poligami, dan demi surga bagi sang istri di akhirat kelak, sang suami harus rela menanggung segala kepedihan itu… Dan harus dicatat, kepedihan yang sama mungkin saja harus ditanggung sampai 4 (empat) kali! Itu pun dengan efek kepedihan yang berlipat!! Sangat amat berat sekali bukan?

Memang laki-laki punya naluri, “keinginan” untuk poligami. namun ketika tak bisa menaklukkan keinginan itu, apa bedanya dengan anjing?
(komentar seorang teman)

Memangnya anda siapa? Memangnya sudah setinggi apa ilmu anda dibanding para poligamis itu? Apa yang sudah anda sumbangkan untuk umat beragama? Anda bisa apa? Kalau bukan apa-apa, kalau belum punya banyak restoran, kalau belum jadi dai kondang, kalau belum jadi pemuka agama hebat, tak perlu lah menganjing-anjingkan mereka. Kegagalan menjaga mulut bisa membuat anda dituntut karena melakukan penghinaan, penghinaan terhadap anjing, karena mungkin anjing pun tidak akan rela disamakan dengan mereka.

Semoga setelah membaca tulisan ini, para istri, dan saudari-saudari sekalian bisa memahami bahwa poligami itu sangat amat bermanfaat sekali bagi perkembangan jiwa para wanita. Lebih jauh lagi, poligami juga bisa menjadi ladang amal yang memberi anda banyak sekali pahala, yang pada gilirannya akan memastikan anda masuk kedalam surga yang kekal di akhirat kelak. Insyallah.

Sambil menyelam minum susu. Sambil mengabdi pada suami, kita kumpulkan pahala demi akhirat. Satu batang rame-rame… demi surga, kenapa tidak?

Semoga anda semua cepat masuk surga…
amin… amin ya Alloh ya rabbal alamiiiin.

Wassalamualaikum warrahmatullohi wabarakatuh

294 Responses to “Poligami Supaya Masuk Surga”


  1. 1 passya 4 Desember 2006 pukul 6:48 pm

    “Setiap hal yang menyakitkan tidak selalu berarti buruk, bila disikapi secara positif malah akan membawa kebaikan.”

    gw juga setuju bgt, gak kalo gak ada sakit mana ada enak, kalo gak ada neraka mana ada surga. obat pahit kalo menyembuhkan ditelen aja…
    permasalahannya, mental kita memang belum siap hidup plural.. standarisasi kita masih subjektif, masih berkaca mengacu pada diri sendiri, ketika para calon tamtama dilatih dengan sangat ‘sadis’ kita tidak protes apalagi mengkait-kaitkan dengan ham, malah terselip rasa bangga. ketika para model dilatih berlenggak-lenggok dengan pakaian ‘seadanya’ yang jelas-jelas katanya bisa meningkatkan potensi perkosaan, kita malah mencemooh yg protes dan kita bilang : otak lu aja yg ngeres!
    coba ketika, ada yang poligami yg menurut agama si pelaku diperbolehkan, lelaki yg ‘laki banget’ pun tiba2 sangat ‘mengerti’ sekali perasaan wanita. duh… memang perlu difahami, sedikit sulit untuk menilai jika berkaca pada cermin cembung atau cekung..
    thanx hel… gw numpang nge-blog lagi…

  2. 2 Luthfi 4 Desember 2006 pukul 8:10 pm

    benar2 mengagumkan ….. :-)

  3. 3 Anang 4 Desember 2006 pukul 8:34 pm

    wah mencengangkan baca ini… nice post and nice reasons….

  4. 4 Ben Ena 4 Desember 2006 pukul 8:58 pm

    Polygami = nge”Poly” Gagang Minul

  5. 5 Neb 4 Desember 2006 pukul 11:52 pm

    Yah itu semua hanya menunjukkan kalo yg poligami ngga bisa menjaga perasaannya untuk 1 orang wanita aja. Kalo cowo bole poligami knapa ngga skalian 1 wanita banyak suami. Poligami adalah bentuk keegoisan pria yang MENGHALALKAN MENYELEWENG. Menurut gwa poligami sangat tidak pantas bwat di jalankan. Kasian istri pertama dia uda kerja keras supaya baik di mata suami eh si suami yg ngga pernah puas malah kawin ma wanita laen . Intinya POLIGAMI lebih sadis drpd menyeleweng yang diem2 di blakang sedangkan poligami itu = nyeleweng tepat di depan muka istri dan menginjak harga diri para istri. Sungguh ngga masuk akal tindakan poligami tsb.

    • 6 abu amien 22 November 2011 pukul 9:36 am

      “MENGHALALKAN MENYELEWENG”. menyeleweng khalal dalilnya darimana ? aja ngarang. Persis mengatakan jadi “Pelacur Boleh”!. Kalau gak bisa benar-benar berbicara benar, mendingan yang benar aja lah ! Cuma numpang ndongeng. “Poligami itu = nyeleweng tepat di depan muka istri”. Ngerti nyeleweng gak ? nyeleweng kok didepan istri. Belajar dulu baru ngomong !
      sorri ya, ga da maksud pa-pa supaya lebih tepat aja kalau berkomentar, berpendapat ataupun berbicara dengan tulisan. mulut mu adalah harimau-mu dan tulisan-mu adalah pesau tertajam penusuk perasaan-mu! berhati-hatilah !

    • 7 samsu 19 Januari 2012 pukul 9:31 pm

      komentar yg tidak berwawasan dan berahklak kerdil

    • 8 didik hariyono 17 September 2013 pukul 11:52 pm

      Buat admin : Anda jelas bukan muslim,kalau benar muslim tidak akan komen seperti ini. Kalau Anda muslim, segeralah bertaubat.

  6. 9 wadehel 5 Desember 2006 pukul 12:34 am

    @ Passya
    Makanya, orang-orang yang tidak siap hidup plural itu harus dikasih agama, ditakuti dengan neraka, diimingi dengan surga, supaya semua seragam dan jadi seirama.

    Btw, adanya mahluk-mahluk yang subyektif, mengacu pada diri sendiri, dan bercermin pada cermin bergelombang itu pun sebuah bentuk ke-plural-an. Ketidaksiapan untuk menerima kenyataan ini pun termasuk salah satu sisinya.

    @ Luthfi
    Anda sudah baca belum sih, kok bisa-bisanya terkagum2.

    @ Anang
    Terimakasih. Jadi kapan mau poligami ? :P

    @ Neb
    Begitulah. Menyakitkan memang. Tapi kalau anda lebih rajin lagi belajar agama, dan mendalami segala janji surga bagi istri yang mengabdi pada suami, mungkin sakit itu akan sedikit terkurangi.

  7. 10 GP 5 Desember 2006 pukul 2:29 am

    Ahhh AA, khutbahnya ttg moral akhirnya kagak kuat juga liat kulit kinclong dan badan bohay (maklum bekas model bo!), bukan karena sunnah rasul lho. Gimana umatnya? pada ngikut poligami? biar belon bisa adil juga, mana tahaaan!

  8. 11 aRdho 5 Desember 2006 pukul 6:32 am

    apapun alesan si aa.. dan segala bentuk surga.. saya masih gak percaya Aa Gym berpoligami.. :(

    seandainya surga tidak pernah ada? apakah para perempuan itu mau?

  9. 12 manusiasuper 5 Desember 2006 pukul 8:23 am

    “Kegagalan menjaga mulut bisa membuat anda dituntut karena melakukan penghinaan, penghinaan terhadap anjing, karena mungkin anjing pun tidak akan rela disamakan dengan mereka”

    wakakakkakk…
    ini orang bernama wadehel perlu dapat pendidikan di wong solo neh…

  10. 13 neeya 5 Desember 2006 pukul 8:39 am

    Kalo banyak yang komentarin beliau seperti brarti memang banyak yang sayang yah ^^

  11. 14 Ary 5 Desember 2006 pukul 9:24 am

    Ada hadistnya ga? atau ayat Qur’an yang menyatakan Poligami itu jalan menuju surga? pasti banyak wanita2 milih jalan pintas biar ke surga dengan mau dipoligami saya mo nanyak gmn para wanita????….. hmmmm kalo menurut saya sih wanita masih dijadikan obyek obyek egoisme para pria hehehe

  12. 15 Amd 5 Desember 2006 pukul 9:31 am

    Yang penting sama janda, perkara cantik apa ndaknya itu relatif! Kalo sama janda kan tetap mengikuti sunnah Rasul?

  13. 16 Neng Indie 5 Desember 2006 pukul 11:04 am

    Aku termasuk wanita yang (sok) kritis loohhhh ….

    Dan aku tetep ANTI POLIGAMI!!!!. Biarpun ada yang ceramah bla bla bla ke aku soal bagaimana menjadi wanita solehah tapi aku tetep say NO to POLIGAMI. Sama kerasnya seperti aku say NO to DRUGS.

    Itu hak-ku toh? Kalaupun karena menentang poligami trus konon kabarnya aku berarti tidak menjalankan syariat islam dan kelak aku akan berakhir di “Neraka” yo wissss nggak apa2. Sing penting daku punya sikap. Dan aku yakin di neraka temennya banyak kok karena pasti banyak wanita (sok) kritis di Indonesia yang juga tak rela dimadu hehehe. Lagian aku yakin “TUHAN” ku MAHA BIJAKSANA tuh.

    Bukan apa2 yaaaa … soale kan akyu manusia biasa yang tak mampu berbagi (suami). Sama dong seperti Pak Gym juga yang (selama ini selalu dibela bahwa bliauw) hanyalah “manusia biasa” yang tak tahan untuk tak membagi cinta (jiyehhh kaya lagu dangdut) … . Bukan begitu???

    *heran gue kok getol banget sih komen soal ini (sigh)*

  14. 17 dewo 5 Desember 2006 pukul 11:48 am

    Berarti istri2 yg ingin masuk surga harus mendukung suaminya poligami ya?

    (** kabur **)

  15. 18 irwan 5 Desember 2006 pukul 12:43 pm

    Dukung AA. Jalan Jalan teruss!!
    Ini merupakan da’wahnya AA dan Teteh untuk menjelaskan bahwa kecintaan yang paling besar seharusnya hanyalah ke pada ALLAH SWT.
    Wanita2 yang tidak mendukung Polygami yang syah berarti ia lebih suka suaminya punya wanita simpanan
    Anti Polygami = mengijinkan suwami punya wanita simpanan.

  16. 19 kunderemp 5 Desember 2006 pukul 12:59 pm

    Ary:
    Gak ada quran atau hadits yang menyatakan secara langsung bahwa menerima poligami masuk surga. Paling banter mereka pakai dalil-dalil gak langsung seperti istri harus menurut suami.

    Di Quran sendiri, poligami bersifat sosial bukan seksual. Lihatlah bagian awalnya (dan jangan lihat terjemahan Indonesia.. itu sudah dicampuri pemahaman tertentu.. Coba lihat di situs http://www.islamawakened.com/Quran . Tahu ayatnya, kan? 4:3 .. dan lihat ayat-ayat sebelum dan sesudahnya)

  17. 20 kunderemp 5 Desember 2006 pukul 1:14 pm

    tulisan menarik
    http://khairulu.blogsome.com/2006/12/03/poligami-dan-problem-sosial/

    Oh ya..
    pernah di sebuah debat poligami di forum AK, ada member yang copy-paste sebuah link berisi sensus jumlah penduduk di seluruh dunia, dan perbandingannya nyaris 1:1..

    Artinya, daripada poligami, mbok kasihkan wanitanya ke orang-orang yang masih jomblo.. :p

  18. 21 irwan 5 Desember 2006 pukul 1:35 pm

    Kalo ga ada dalil yang kuat bagaimana Rasul bisa menikahi istri2nya??
    Rasul adalah Al’Quran yang berjalan kata istrinya.

  19. 23 om7ack 5 Desember 2006 pukul 1:39 pm

    nyaris 1:1 kan?
    ahh.. masih nyaris. berarti masih belum kan?
    gapapa toh..

    1 batang rame-rame =)) gila lo hel =)) salut

    -=|[bersilaturahmi denGan komentar]|=-
    -=|[gretong bilang:budayakan berkomentar]|=-

  20. 24 samuelkris 5 Desember 2006 pukul 2:42 pm

    Standard hidup pernikahan yang tertinggi menurut saya adalah ketika seorang suami membangun kesetiaan untuk hidup bersama seorang istri seumur hidupnya. Pilihan ada di kita mau pakai standard yang paling tinggi or standard yang lain….poligami tentu bukan standar hidup pernikahan yang paling tinggi.Seorang AA punya tanggung jawab yang besar untuk menjadi panutan umat…..di tengah kehidupan keluarga – keluarga yang diterpa badai perselingkuhan sepertinya keputusan AA untuk menikah lagi kurang tepat…

  21. 25 aryani 5 Desember 2006 pukul 2:56 pm

    hidup nabi baru!
    nabi w a d e h e l

  22. 26 sandal 5 Desember 2006 pukul 3:17 pm

    eh, emang poligami tu sunah rosul ya?
    emang setiap apa yg dilakukan rosul menjadi suatu sunah?

    klo emang gitu, mudah-mudahan rosul dulu hobi ngupil sehingga saiya yg hobi ngupil ini dapat pahala.

    setahu saya sih dulu rosul menikahi wanita lain karena ingin menjaga wanita tsb dari hinaan orang2 yg memusuhinya. setahu saya lho ya…

  23. 27 Paijo 5 Desember 2006 pukul 3:24 pm

    Dasar blogger sesat.
    Pantas saya sering tersesat dan nyasar mbaca blog ini tiap hari. Ha ha ha.

  24. 28 shirathmustaqim 5 Desember 2006 pukul 3:25 pm

    wedeheelll…wedehell…
    jan tenan… koe ki
    memang sungguh wedhehel sekali dikow…

  25. 29 adi 5 Desember 2006 pukul 3:43 pm

    heibat heibat …. plok plok plok
    :D

  26. 30 Anonymous 5 Desember 2006 pukul 4:28 pm

    Aduh Teteh berarti dimadu emang MENYAKITKAN ya?

    Kalo gitu coba gugat cerai aja tuh si Aa. Cerai juga menyakitkan kan. Tapi seperti Teteh bilang, “setiap hal yang menyakitkan tidak selalu berarti buruk, bila disikapi secara positif malah akan membawa kebaikan.”

    Teteh kan bisa kawin lagi juga cari Aa yang lebih oke. Aa Gym kan bukan nabi pasti ada lah yang lebih dari dia.

  27. 31 aryani 5 Desember 2006 pukul 5:05 pm

    @anonim
    maksud lo?
    nabi WDH?

  28. 32 wadehel 5 Desember 2006 pukul 9:00 pm

    @ GP
    Jangan gitu, kalau anda yang ada di posisi beliau, mungkin malah sudah gonta-ganti istri untuk menjaga quota tetep 4.

    @ Ardho
    Masa masih ga percaya? Gak mungkin lah AA Gym bohong, dia mengakuinya sendiri kok di konpers kemarin.

    @ Manusiasuper
    Duhh, yang dibaca malah bagian itunya. Pesan surgawinya aja kenapa?

    @ Neeya
    Bakri lapindo juga banyak yang komentar, Hitler dan Amrozi juga, Nietzche malah sampe sekarang masih komentarin dan jadi bahan diskusi, pasti karena banyak yang sayang juga tuh!

    @ Ary
    Ga perlu hadis lah, itu kan udah dijelaskan di tulisan, poligami membawa akibat-akibat yang bila disikapi sesuai nasihat teh nini akan menghasilkan berton-ton pahala.

    @ Amd
    Oooh, jadi intinya di janda nya ya :P
    *lirik2 janda kembangs demi sekapling surga*

    @ Neng Indie
    Ga ada salahnya getol mengkritisi masalah ginian. Kalo bungkam terus, ya ditindas terus, seneng ya ditindas terus?

    @ Dewo
    Ya tidak juga sih, tapi kalau mau pahalanya mengalir lebih deras, dukung saja suami untuk poligami :D

    @ Irwan
    Karena tidak diijinkan poligami terus punya simpanan? Ya gak semua lelaki seperti anda pak!!

    @ Kunderemp
    Masalahnya si wanitanya gimana? Mau tidak? Lha mbak siti nurhaliza aja lebih milih make batangnya suami orang je.

    @ Irwan
    Benar, Rasul adalah Al Qur’an berjalan, mungkin karena itu Istrinya banyak. Dan AA Gym sedang menuju ke arah sana :P

    @ Om7ack
    SABAME, satu batang rame-rame, hihihi.
    *ngebayangin threesomenya AA Gym*

    @ Samuelkris
    Doh, puitis amat itu komentar :P Welcome to wordpress Pak :)

    @ Aryani
    Nabi baru? Hmmm, nanti saya akan hapus tuh komentar. Saya kan tidak berpoligami, kok dituduh sebagai nabi sih.

    @ Sandal
    Sunah pak, sunaaaaah. Menikahi janda adalah sunah! Doh, harus belajar agama lagi tuh!

    @ Paijo
    Hehe, jangan gampang tersesat pak, nanti eksperimennya terganggu loh.

    @ Shirathmustaqim
    Welcome to wordpress Pak/Mbak :D

    @ Anonim
    Seperti siapa? Suaminya Mbak Aryani? Hehehe
    *Lirik2 Mbak Aryani*

    Wuih… serasa ngeblog *ngelap keringet ama iler*

  29. 33 GP 5 Desember 2006 pukul 9:16 pm

    @Irwan
    Anda menghina nabi!! Masak rasul dulu berpoligami alasannya karena daripada punya simpenan/selingkuh. Nabi tidak serendah yg anda pikirkan, tujuannya jauuh lebih mulya dari sekedar pelampiasan nafsu belaka.

  30. 34 aufklarung 5 Desember 2006 pukul 10:21 pm

    @wadehel

    ampun ampun deh
    kalo yang itu gak lah

  31. 35 redwar 5 Desember 2006 pukul 10:22 pm

    klo istrinya dah setuju tinggal diliat ntar efek buat anak2.

    setau gw sih dr sekian temen gw yg dfr keluarga 1 batang rame2… anak2nya bnyak yg gak beres…..

    selalu ngerasa ngiri klo liat sodara yg laen ibu dibeliin sesuatu, dan dia biasanya ngarepin dibeliin sesuatu yg lebih dr sodara tirinya itu….

    dan banyak lg efek jeleknya, apalagi klo anakny tuh anak perempuan….

  32. 36 Ary 6 Desember 2006 pukul 6:43 am

    Gmn kalo dibalik ajah kita punya istri nah istri kita mo berpoligami pengin punya suami lagi tapi tetep dia ga mo menceraikan kita nah gmn perasaan kita? JUJUR pasti kecewa khan…..

    begitu juga wanita yang dipoligami, Justru dengan saya menolak Poligami karena saya sangat menghormati wanita….mengharap surga kalau hati kecewa itu kayaknya ga sempurna, mengharap surga itu dengan menjalankan perintahNYA menjauhi LaranganNYA… agama ga boleh dijadikan dalil keinginan tertentu….

    • 37 rahmat 3 April 2012 pukul 12:06 am

      @ary ;gimana klw dibalik lgi,,poligami diharamkan,,perzinahan di halalkan ,,itu mau anda……?????sekarang sikap anda bagaimana tentang maraknya prostitusi…

  33. 38 kunderemp 6 Desember 2006 pukul 7:04 am

    @irwan:
    Baca lagi pertanyaan dari Ary.
    Pertanyaannya adalah dalil ‘istri harus menerima poligami’ bukan dalil ‘berbuat poligami’.

    @wadehel:
    Iyah.. masalahnya bagaimana dengan hati perempuannya?
    Justru aku sering gak suka mendengar pembela poligami yang ngancam istrinya “kamu nanti gak masuk surga” padahal kalau menurutku itu hak istri. Kalau istri sampai gak rela, maka si pria sudah gagal berbuat adil dan tidak sah untuk poligami.

    Poligami sendiri di Quran bersifat sosial, bukan untuk memuaskan nafsu seksual, dan itupun benar-benar menuntut kemampuan berbuat adil untuk istri-istrinya. Bagaimana dia mau berbuat adil kalau istrinya saja sudah menolak.

    Hanya laki-laki tidak peka dan tega yang mengatakan tidak ada kewajiban dari suami untuk mempertimbangkan kerelaan istri yang sudah dimilikinya.

  34. 39 Neng Indie 6 Desember 2006 pukul 8:58 am

    @ Ary
    Top deh kamyuuuuu …. *wink wink* Tuh kan masih banyak kok laki2 model Ary yang sangat menghargai dan menghormati wanita.

    Tidak semua laki2 yang nggak mendukung poligami lantas punya simpenan!!!!! Intinya itu ya adek2 .. “hormati dan hargai orang lain” including perasaannya tentyunya kalau kamu mau dihormati dan dihargai sebagai seorang manusia.

    Lagian daku anti poligami bukan berarti daku mendukung orang (baca: suami) punya simpenan. Logika kok ngawur gitu sehhh … huhhh!!!

    Dan sampe sekarang daku bener2 nggak ngerti/muak/enek/sebel sama pembelaan seperti ini nih ..

    “Daripada punya selingkuhan/TTM/TTD/TTU whatever .. lebih baik kan poligami. Dan ini sebagai emergency exit … bla bla bla”

    Grhhhhhhhh!!! Lha kenapa coba harus berpikir untuk selingkuh. Nggak bisa setia? Kegedean napsu? Nggak mampu menahan gejolak gairahhh?? Iiiihhhhh memalukan. Soal alasan ingin menolong orang dan mengangkat derajat janda dan bla bla bla yang lain, buat daku itu bullshit-lah !!!! Kasihan janda selalu dijadiin alasan terusszzz … *hiks*

    Ntar jawabannya klise .. “Karena agama bla bla bla … kalo nggak mendukuh berarti bla bla bla …. Nabi juga bla bla bla bla .. Allah kan bla bla bla” Duuuuhhh Gustiiiiiii !!!!!

    Tapi tetep kok daku akan bernyanyi ..

    “Tidak semua laki lakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii ….. ” (dangdut skali yah)

    *gile masih komen jugakkkkkk gue … ck ck ck. Ngeblog kok di comment blog-nya orang hihihihi. Piss Mas Wedehel!!!*

  35. 40 Jauhari 6 Desember 2006 pukul 9:20 am

    Padet padet… tulisannya ;)

  36. 41 Jauhari 6 Desember 2006 pukul 9:25 am

    # Ary Says:
    Gmn kalo dibalik ajah kita punya istri nah istri kita mo berpoligami pengin punya suami lagi tapi tetep dia ga mo menceraikan kita nah gmn perasaan kita? JUJUR pasti kecewa khan…..

    begitu juga wanita yang dipoligami, Justru dengan saya menolak Poligami karena saya sangat menghormati wanita….mengharap surga kalau hati kecewa itu kayaknya ga sempurna, mengharap surga itu dengan menjalankan perintahNYA menjauhi LaranganNYA… agama ga boleh dijadikan dalil keinginan tertentu….

    Masalahnya Wanita dan Laki laki itu Berbeda… wanita main perasaan lebih kental sedangkan logikanya/pikirannya kurang (pasti nanti banyak yang protes :D )

    Tapi kenyataanya demikian… bahkan ada istilah
    wanita:
    9 = perasaan
    1 = pikiran

    laki-laki:
    9 = pikiran
    1 = perasaan

    Peace……

  37. 42 Peace 6 Desember 2006 pukul 10:30 am

    Jauhary Says :
    Masalahnya Wanita dan Laki laki itu Berbeda… wanita main perasaan lebih kental sedangkan logikanya/pikirannya kurang (pasti nanti banyak yang protes )

    Tapi kenyataanya demikian… bahkan ada istilah
    wanita:
    9 = perasaan
    1 = pikiran

    laki-laki:
    9 = pikiran
    1 = perasaan

    namun … seringkali ke-9 akal yg dimiliki laki2 itu hanya digunakan utk men”dukung” nafsu2nya termasuk pengumbaran nafsu hewani, spt poligami itu. belum pernah di jaman sekarang ini, laki2 yg mapan mau berpoligami dgn janda2 tua atau yg jauh lebih tua umurnya dan kondisi fisik yg biasa2 saja… katanya mo spt Rasulullah SAW.. tapi malah nyari yg kinclong2 buat dilindungi, termasuk wong solo itu juga. saya pernah ketemu dia dgn istri terbarunya, waw kinclong sekali dan masih amat sgt muda, mungkin sbaya anak2nya hehehehe…. jan… dunia sudah mo ambruk.. nafsu2 diumbar dgn berselimut dalil2 agama..

  38. 43 kw 6 Desember 2006 pukul 11:18 am

    tulisan ini aku comot dari blog http://mumualoha.blogspot.com/

    Manajemen Syahwat

    Bangsa ini ternyata lebih membutuhkan manajemen syahwat ketimbang manajemen hati. Aa Gym adalah sebuah ironi sekaligus kesalahan besar yang baru tersadari hari-hari ini dan harus ditanggung renteng oleh bangsa keledai ini: ya masyarakat yang memujanya, ya media massa yang mengangkatnya. Ini memang watak ndablek dan membingungkan dari fenomena idola: kita tak pernah benar-benar tahu siapa dia karena dia yang kita kagumi tak lebih dari sekumpulan citra yang dibentuk oleh koran dan televisi.

    Kita tak pernah tahu makna airmata seorang artis yang baru saja cerai dari suaminya dan sedang berusaha mendapatkan hak asuh atas anak mereka. Demikian pula, kita sebenarnya tak pernah bisa dan boleh benar-benar percaya jika ada seorang ustad muda tampil dengan tutur kata yang begitu lembut, pembawaan yang serba tenang dan kearifan yang menembus batas perbedaan agama. Karena media massa tak pernah bertanggung jawab dengan segala yang telah dan pernah mereka lahirkan. Dia bisa siapa saja, namanya bisa Aa Gym atau yang lain, tapi hanya satu yang menjelaskan kenapa media massa memilih dia: karena dia layak dan laku dijual, karena dia bisa jadi alat untuk mendongkrak rating dan mendulang uang.

    Sejak awal, bagi saya, Aa Gym adalah sebuah kebetulan. Sebagaimana Arifin Ilham, Jefry al Bukhori dan ustad-ustad muda lain anak emas televisi. Tak ada yang istimewa pada mereka selain ilusi yang tiap hari terus-menerus dibentuk dan dijejalkan kepada masyarakat. Televisi bisa “menutup matanya” lalu secara acak men-cengkiwing seseorang bernama Klowor, didandani sedemikian rupa dan tampilkan tiap hari lewat berbagai acara. Dalam waktu singkat dia bisa terkenal, punya nama besar dan jadi idola yang dikangeni, dikagumi dan dipuja-puja bangsa. Oleh karenanya, saya tak pernah mengidolakan siapapun sejauh dia makluk yang lahir dan besar oleh televisi. Saya juga tak pernah mengidolakan Aa Gym.

    Tapi, saya cukup rajin mengikuti acara-acara dia di televisi karena “tertarik” dan “pengen tahu”, seperti dilakukan juga oleh ayah saya. Bukan hanya non-muslim, ayah saya punya trauma politis terhadap segala sesuatu yang berbau Islam, tapi dia dengan objektif memuji Aa Gym sebagai tokoh yang menyejukkan (tentu saja dalam perbandingan dengan orang-orang Islam lain yang ditokohkan dan gemar teriak-teriak mengkafirkan orang sambil merusak tempat-tempat hiburan malam). Dan, jujur, saya bisa begitu terlena dan menikmati gaya tutur Aa Gym yang santun, rendah hari dan tak jarang lucu.

    “Hadirin teh setuju tidak…” itu salah satu ungkapan khas dia yang selalu terngiang di telinga saya, dan kalau ingat itu, saya bisa tersenyum-senyum sendiri. Dan, pada saat tampil bersama dengan istrinya, saya selalu menunggu bagian ketika Aa Gym berkata, “Kalau menurut mama gimana?” O, anggunya, o, mesranya!

    Ketika tersiar kabar bahwa Aa Gym menikah lagi, pikiran yang segera menclok ke kepala saya adalah, apakah Aa Gym bertanya dulu pada istri(pertama)nya dengan kesabaran yang sama: menurut mama gimana? Saya membayangkan, si istri yang alim pastilah tak bisa berkata lain kecuali setuju, tapi dalam hati menangis sejadi-jadinya. Banyak perempuan di luar sana, saya kira, juga menangis untuk alasan yang sama: idola kita yang lembut itu ternyata bisa juga melukai hati orang. Dan, tiba-tiba kita pun mendapat pemahaman baru tentang segala yang pernah dia katakan.

    Dia yang menganjurkan “mulailah dari diri sendiri”, ternyata telah memulai sebuah tindakan yang menyakiti hati semua perempuan. Dia yang pernah mengecam film Buruan Cium Gue dan menyindirnya sebagai seruan untuk berzina, ternyata kini mencontohi “umat”-nya untuk buruan kawin lagi. Persis buku-buku fiksi Islam karya penulis-penulis muda yang dengan gagah menyuarakan ajakan moral untuk menikah dini. Rejeki? Ah, sebatang rumput pun diurus kok oleh Tuhan, apalagi manusia yang mencoba mendeketkan diri kepada-Nya!

    Aa Gym, juga fiksi Islami itu, adalah satu sisi wajah baru generasi Islam Indonesia yang dibangun dan ditegakkan dengan poligami dan pernikahan dini. Mereka tak pernah benar-benar mengaji kitabnya, tapi lebih gemar grudak-gruduk memadati tablik akbar dan doa bersama. Di tengah acara tunduk kusuk mendengarkan kutbah sambil sesekali meneteskan airmata pertanda takut neraka, tapi sampai di rumah sudah lupa apa tadi pesan Pak Kiai di atas mimbar.

    Giliran nonton TV, ketemu pelawak yang kini menjadi anggota DPR, diwawancarai infotainment tentang poligami dan dengan cengengesan menjawab, “Masak ada sunah yang enak kok nggak mau!” Ketika sampai pada kata ‘enak’, wajahnya menampakkan ekspresi yang luar biasa mesum. O, kelak, bangsa ini harus membayar sangat mahal untuk kegagalan kaum laki-lakinya mengendalikan syahwat mereka. Makan tuh, manajemen kalbu!

  39. 44 budi 6 Desember 2006 pukul 11:18 am

    whe.. he.. bingung juga dengan sunnah. kalo nabi menikahi aisyah yang baru berumur 9 tahun, kenapa sekarang tidak di praktekkan ? sunnah tho ??

    poligami kok demi masuk sorga.. ono ono wae..
    ngebom kok demi masuk sorga… eling mas.. elinggg….

    dalil mah bisa dibuat-buat, lidah ngga bertulang tho ?? sampe mulut berbusa busa, monggo mas, digoyanggg…..

  40. 45 irwan 6 Desember 2006 pukul 12:16 pm

    Subhannallah ga kebayang banyaknya pahala mengalir ke AA dan Teteh.
    Ladang pahalanya Aa yaitu rela di cemooh dihina dandirendahkan oleh umat yang tak paham akan hidup sesaat didunia.
    Ladang pahalanya Teteh udah ga usah di jelasin lagi semua pasti ud tau. :)>-

  41. 46 wadehel 6 Desember 2006 pukul 12:42 pm

    @ Kw
    Artikel yang del.icio.us :) Saya harap sebentar lagi beliau mendakwahkan itu manajemen syahwat. Selain itu bagus juga juga kalau mengajarkan Manajemen Istri dan Manajemen Anak. Trus program khusus buat poligamis, Manajemen Sex, biarpun saya bukan poligamis, saya pasti tertarik ikut tuh!

    @ Budi
    Ya ga semua dong bang. Kalo caranya gitu, naik unta, pake pedang, hidup di padang pasir juga jadi sunah dong. Sunah mbok ya pilih-pilih, yang enak-enak aja knapa.

    @ Irwan
    Nambahin pak, selain pahala yang menguyur deras si AA dan Teteh. Ada juga sisi lain.

    Konon jumlah pengunjung Da’arut menyusut drastis, para pedagang mulai gelisah karena menurunnya penghasilan, karyawan-karyawannya yang nyambi dagang buku mungkin juga mulai resah. Ada juga tukang parkir. Belum lagi orang-orang yang rumahnya biasa disewakan untuk diinapi pengunjung yang selalu membludak.

    Mereka semua akan ikut prihatin, dan ini tentu saja ladang amal untuk belajar bersabar. Ini berarti PAHALA juga!!! Bener-bener emang poligami, menghasilkan hujan pahala dimana-mana! Subhanallah!

  42. 47 andi 6 Desember 2006 pukul 1:41 pm

    @ Ary
    # Ary Says:
    Gmn kalo dibalik ajah kita punya istri nah istri kita mo berpoligami pengin punya suami lagi tapi tetep dia ga mo menceraikan kita nah gmn perasaan kita? JUJUR pasti kecewa khan…..

    begitu juga wanita yang dipoligami, Justru dengan saya menolak Poligami karena saya sangat menghormati wanita….mengharap surga kalau hati kecewa itu kayaknya ga sempurna, mengharap surga itu dengan menjalankan perintahNYA menjauhi LaranganNYA… agama ga boleh dijadikan dalil keinginan tertentu….
    Ary .. ary .. klo istrinya poliandri ya bukan poligami namanya tapi dalam ISLAM itu dilarang .. mengapa demikian karena nanti benih yang ada dirahim perempuan itu siapa bapaknya .. trus klo anaknya perempuan siapa nanti walinya .. he he he bukankah ISLAM sudah sedemikian komplitnya, trus sekarang ini prosentase perempuan didunia jauh lebih banyak dibanding laki2x (ini perawan dan janda). Bagaimana nasib mereka ? ISLAM telah memperkirakan hal2x yang seperti ini .. bukan hanya berdasar napsu syahwat saja. Makane Ry perempuan banyak gini gak nikah2x :)) Jangan takut dengan poligami .. kamu masih kebagian kok jatahnya :D
    Bagaimana dengan virus HIV/AIDS yang penularannya salah satunya dari hubungan sex .. ini disebabkan tidak ada selain ISLAM yang mengatur tentang hal ini sebaik ISLAM.
    ISLAM sudah mengatur semuanya, jika tidak mau ikut aturan ISLAM silahkan keluar saja dari ISLAM beres to .. mengapa dibikin susah mikirin surga dan neraka dan perandaian yang lainnya.

    • 48 rahmat 2 April 2012 pukul 11:53 pm

      poligami adalah sebuah pilihan,,bukan keharusan,,,karna kalw yg nama nya harus,berarti wajib,tolong yg koment soal nabi,jgn terlalu dalam pembicaraan nya,..ya saya pikir dari pada zinah,lebih baik berpoligami,karena semua tahu bahwa sifat laki2 itu begitu,nah ya mungkin itu alasan kenapa poligami di halalkan,,,tpi tidak di wajibkan

    • 49 rahmat 2 April 2012 pukul 11:57 pm

      islam itu menghalalkan poligami justru menjunjung tinggi harkat wanita….bagaimana kalau di haram kan…berarti makin marak dong prostitusi,,bukankah prostitusi itu menhina kaum wanita,dan utk para wanita,..kemana suara anda soal makin maraknya pelacuran…apakah anda masih yakin suami anda tidak memakai jasa pelacur itu…utk memuaskan nafsu nya..

  43. 50 irwan 6 Desember 2006 pukul 1:59 pm

    Setuju ama yg di katakan Andi!!
    ISLAM itu emang ud sempurna, jangan deh di akal2 in ntar jadinya bid’ah lo…

  44. 51 Paijo 6 Desember 2006 pukul 2:42 pm

    Jangan keasyikan berdebat terus, … nanti ditinggal kawin lagi sama bapakmu.

  45. 52 n/a 6 Desember 2006 pukul 2:42 pm

    @irwan dan ikhwan akhwat sebangsanya,

    Cara berpikir seperti kalian yang bikin bangsa ini makin bodoh.
    Jangan pernah tabu dengan akal.
    Tuhan mencipta akal, lantas kenapa tidak dimaksimalkan?
    Islam diturunkan untuk KEMASLAHATAN
    Jangan belum apa-apa sudah menutup pintu tafsir.

    Pake pake pake tuh amanat Tuhan berupa akal kalian.

  46. 53 irwan 6 Desember 2006 pukul 3:01 pm

    Oo ternyata ada orang JIL (Jaringan Islam Liberal) disini.
    Saya tunggu komen dari Mas Wadehel aja deh.

  47. 54 andi 6 Desember 2006 pukul 3:28 pm

    he he he .. JIL = kebenaran nisbi .. kebenaran versi siapa .. tidak ada kebenaran hakiki, yang ada kebenaran versi si A, si B, si G :))
    Klo masalah akal, kan sudah ada rulenya trus sudah ada contohnya trus mo diapakan lagi .. mau di plesetkan jadi pornografi dan pornoaksi .. trus akhirnya Qur’an jadi kitab porno :)) baca http://andieko.web.id/iseng/wawancara-gus-dur-dan-jil/
    Jangan pernah mengakali aturan Tuhan dan jangan pernah menTuhankan akal.

  48. 55 Jauhari 6 Desember 2006 pukul 4:02 pm

    Setuju ama GODRIN ANDI ;)

    Islam sudah lengkap, tinggal bagaimana kita mensikapinya ingat KENDALIKAN NAFSUMU kalau tidak akan di KENDALIKAN YANG LAIN….

    Nabi Muhammad S.A.W sendiri sudah berpesan bahwa semua RULE OF LIFE sudah selesai di Turunkan dan silahkan berpegang teguh pada Qur’an dan Hadist yang syahih…….

    Dan ingat akan adanya Debat kusir, yang tidak ada hasilnya tapi malah memupuk permusuhan yang tidak perlu….

    mari bangkitkan bangsa… jangan mau di setir ama PEMERINTAH yang BELUM bener… dan cara melempar berita TREND SESA[A]T untuk menutupi PRnya yang belum selesai…

    Mari berubah kawan….. mari menjadi lebih baik
    bersama sama tentunya :)

  49. 56 toro 6 Desember 2006 pukul 4:34 pm

    Poligami itu boleh wong ad dasarnya kok di Alquran, knapa pd ngeyel sih…………!!!!!!!

  50. 57 budi 6 Desember 2006 pukul 5:05 pm

    @wadehel :
    yah, kl gitu setuju deh. yang enak diikutin, yg kaga enak dibuang ajah. hi..hi.. murtad deh gw..

    @andi :
    kenapa dinosaurus yang memiliki kekuatan 1000 kali lipat dibanding manusia bisa punah, sementara manusia eksis hingga hari ini ?
    jawabannya hanya satu : manusia menggunakan akalnya dengan lebih baik drpd ituh dinosaurus.
    kenapa kita tau bahwa bumi ini bulat ? jelas bukan karena kitab suci, tp krn akal.
    dulu saat penangkal petir ditemukan, tokoh agama pada protes, konon itu menantang Tuhan, karena petir dipercaya alat Tuhan untuk menghukum manusia. Hari ini kita tahu, bahwa tempat suci yang tanpa penangkal petir jauh lebih potensial disambar petir ketimbang tempat prostitusi yang dilengkapi penangkal petir. Galileo bilang : kalau tuhan tidak menghendaki aku memakainya, lalu kenapa dia memberikan aku otak ??

    mau tetep tidak pake otak ?

    siap2 punah kayak dinosaurus!!

  51. 58 CR 6 Desember 2006 pukul 5:10 pm

    Menurut saya, manusia lebih baik bergantung kepada Sang Pencipta dibandingkan bergantung kepada manusia lainnya. Apapun yg dibuat or dikatakan oleh manusia, masih mungkin bias karena kita memang tdk pernah tahu niat sesungguhnya.

    Idola mungkin berbeda dari berhala, tapi bila kita tidak pintar mengendalikan diri, ada kemungkinan perbedaan itu menjadi tipis. Daripada membicarakan org lain, mari kita lihat diri sendiri, mari mencoba dialog dgn Sang Pencipta, agar kita tahu tujuan hidup kita ini. Perjalanan hidup orang lain dapat dijadikan pelajaran, tapi pasti perjalanan hidup setiap manusia berbeda2. Mari kita kenali diri sendiri dulu sebelum mengomentari diri orang lain atau perjalanan hidup orang lain.

    Mohon maaf bagi yg tidak berkenan.

    Wassalam

  52. 59 n/a 6 Desember 2006 pukul 5:31 pm

    a, musim hujan gini enak ya kawin lagi?
    ho ho ho ho bisa ajah si ibu mah

    a, ndak takut nanti anak2 merasa mendapat ketidakadilan dr aa?
    perusahaan saya kan ada 27 buah, tdk ada yg perlu dikhawatirkan
    dengan kekayaan yang saya miliki nambah 15 harem lagi juga tak masalah

    a, kok di sesi tanya jawab ceramah aa skrg yang nanya cuma satu orang?
    masalah itu akan selalu ada, tinggal bagaimana kita menyikapinya

    a, sumber masalahnya apa sih sampai kawin lagi?
    tidak tidak..tidak ada masalah kok
    wajar toh saya ingin menikah lagi
    coba tanya sama mas-mas di perkantoran sana
    insting setiap laki-laki itu bukan pornografi tapi poligami
    saya juga heran ini adik-adik di blognya mas wadehel
    kok lugu sekali terutama neng indie
    begini neng, neng nanti merasakan jika sudah menikah
    terutama jika sudah bertahun-tahun apalagi 20 tahun
    pasangan kita nanti bukan lagi seperti kekasih tapi teman
    ingat? t e m a n

    betul tidak ibu-ibu?
    halo?
    halo?
    kok jadi pada ngelamun beginih?
    ho ho ho ho

  53. 60 widayanti 6 Desember 2006 pukul 6:47 pm

    Imannya sih kuat…
    Tapi “amin”nya itu lho………
    hi…hi…hi…busyeeet………….

  54. 61 NolBuku 6 Desember 2006 pukul 7:34 pm

    Kalo pingin masuk surga ga usah susah-susah poligami, cukup bikin blog “wadeheaven” :B

  55. 62 n/a 6 Desember 2006 pukul 8:16 pm

    @irwan

    Gue nulis gitu gak ada hubungannya dengan kelompok Islam
    tertentu mau JIL kek mau Islam DT kek gak ada!
    Dan gue menurut gue pribadi gak menuhankan akal.
    Terserah ada orang yg mau menuhankan dalil buat ngelegalisir nafsu kawin lagi dan lagi dan lagi. Yg jelas kalo yg berbuat begitu pemuka ayat-ayat Tuhan, masyarakat berhak teriak.

    Peace buat Irwan

  56. 63 JaF 6 Desember 2006 pukul 10:38 pm

    Mas, artikel yang menarik (ya saya sudah baca kok hehe)

    Jujur saja, saya masih terganggu walaupun surga sudah dijanjikan.. Mungkin saya belum tercerahkan benar..

    POligami itu halal kata agama. Insya Allah saya percaya bahwa semua itu ada tujuannya, ada maknanya.

    Yang saya takutkah adalah ketika kita manusia yang serba kekurangan ini cenderung menafsirkan kehalalan poligami itu sebagai bentuk pembenaran dari sebuah tindakan ketimbang menjadikannya sebagai tuntunan. Masya Allah mudah2an saya salah..

    Makasih atas pencerahannya..

  57. 64 darmawali 6 Desember 2006 pukul 10:49 pm

    Nabi Muhammad SAW, menikah lagi setelah Siti Khadijah meninggal, jadi tidak menyakiti istri pertama, ini kalo memang ingin mengikuti Rosul, bukan mengikuti nafsu

  58. 65 Tukangkomentar 7 Desember 2006 pukul 1:19 am

    “ISLAM sudah mengatur semuanya, jika tidak mau ikut aturan ISLAM silahkan keluar saja dari ISLAM beres to .. mengapa dibikin susah mikirin surga dan neraka dan perandaian yang lainnya.” (komentar Andi tgl. 6 Desember).
    Numpang tanya: setahu saya sekali masuk Islam nggak boleh keluar lagi seumur-umur. Mana yang betul? Kan ada yang nekat keluar malah diancam, bahkan ada yang dibunuh.

  59. 66 GP 7 Desember 2006 pukul 1:53 am

    Kalo menggabungkan pendapat beberapa ulama/guru spt AA Gym (poligami) dan KH Noer Iskandar SQ (nikah semalam, halal)…wah kalo dipraktekkan ternyata mantab sekali baik nikmat dan pahalanya. Mungkin ini perlu disebarluaskan ke para calon mujahid/amrozi cs, ternyata nggak perlu ke ampe sorga utk ketemu 72 bidadari, di dunia ternyata kalo mau nyicil ngerasain sorga dikit2x juga bisa..yg penting kuat ama tebel dompet aja.

  60. 67 tomat 7 Desember 2006 pukul 4:39 am

    Huh ! Munafik ! Pakai sunah-sunah Rasul untuk bisa nyeleweng dengan resmi. Munafik. Mengiming-imingi surga bagi wanita yang mau di poligami.

    Kapan orang indonesia bisa pinter ya ?

  61. 68 n/a 7 Desember 2006 pukul 6:45 am

    wadehel maaf numpang nyerocos lagi neh,

    BUAT KAUM PEREMPUAN
    mari siapkan daya tawar kalian
    ortu banting tulang utk pendidikan tinggi kalian
    jangan mau setelah nikah malah diam,
    tidak bekerja, tidak berpenghasilan.
    jangan malas bekerja

    jangan pula mau disuruh suami berdiam diri
    ayo kerja, bikin usaha, cari penghasilan

    persiapkan,
    apapun dlm pernikahan bisa sj terjadi
    kalau pun terjadi suami macam2
    jangan takut bercerai
    do not afraid to be single!

    meski kini byk kaum perempuan lebih mampu
    dlm ekonomi drpd kaum lelaki
    tunjukkan pada mereka bhw kita sejatinya
    adalah ibu pertiwi
    memiliki segudang kasih sayang
    tidak memiliki hasrat utk jadi kadal darat
    jika ada hasrat dan mental berpoliandri
    apa bedanya kita dengan anjing dan monyet purba

    kita mampu menjadi ibu yang mengajarkan
    anak laki-laki kita menjadi manusia sesungguhnya
    bukan hewan
    tunjukkan pula bahwa kita istri yang hebat dan berbudi

    ayo perempuan
    ubah paradigma kalian ttg tubuh
    berdayakan otak dan keterampilan kalian
    jangan kalian hanya mengandalkan tubuh
    dan merasa cukup dengannya
    tidak terhormat kalian jika punya mental
    ingin jadi istri/selir/simpanan kedua kelima dst

    meski kalian berharta
    jgn pula punya mental priyayi yg rakus dunia
    hingga bangga merebut suami orang

  62. 69 andi 7 Desember 2006 pukul 8:10 am

    @Tukangkomentar
    Tidak ada pemaksaan dalam ISLAM. ISLAM adalah Rahmatan lil Alamiin yaitu menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta.
    @n/a
    ISLAM tidak merendahkan derajat kaum wanita. Rasulullah sangat menjunjung tinggi derajat wanita saat itu, dimana wanita hanya menjadi pelengkap penderita. Bahkan jika ada bayi perempuan lahir bisa – bisa dibunuh oleh orang tuanya. Mungkin komentar terakhir dari n/a adalah aksi ketidakpuasan para wanita yang tersakiti, tapi jangan khawatir ISLAM selalu memberikan jalan yang baik. Mungkin n/a bisa baca2x kembali alQur’an nya atau Hadist2x yang berhubungan dengan perempuan sehingga bisa lebih paham bagaimana menyikapi hidup didunia ini yang hanya “SEKEDAR MAMPIR”. Seorang Mukmin sejati akan menggap dunia ini adalah penjara dan KIAMAT adalah sebagai pintu gerbang kebebasan.

  63. 70 pinat 7 Desember 2006 pukul 8:17 am

    si wadehel pinter…
    lebih pinter dari aa gym sendiri :D
    SALUT

  64. 71 Jauhari 7 Desember 2006 pukul 8:27 am

    #budi
    Agama yang mana menentang ALAT PETIR?? jangan samakan AGAMA A dengan AGAMA ISLAM…. seperti kita tau EROPA pernah bermasalah dengan AGAMA… yang kebijkannya TENDENDSIUS… dan AGAMA tersebut bukan AGAMA ISLAM… jadi jangan samakan semua AGAMA dengan AGAMA ISLAM ;)

    Dan ingat AGAMA ISLAM juga tidak MELARANG penggunaan akal.. bahkan disuruh menggunakannya… dan ISLAM Allah sudah berjanji akan MENGANGKAT KAUM yang menggunakan AKALnya tidak peduli agamanya apa. Tapi INGAT ada batasan penggunaannya…. bahkan sampai dipaksa seperti apapun tidak akan menembusnya….

    *wah kok jadi ikutan debat kusir yaa …..

  65. 72 n/a 7 Desember 2006 pukul 8:28 am

    @Andi

    Andi says:
    ISLAM tidak merendahkan derajat kaum wanita.

    >BETUL. Maka muslim yang membawa amanat dakwah, berilah TELADAN yang baik.
    Saran saya: tolong Andi kalau mau ngomentarin ini kembalilah pada konteksnya tentang poligami jangan dibuyarkan dengan yang lain.

    Andi again:
    Mungkin komentar terakhir dari n/a adalah aksi ketidakpuasan para wanita yang tersakiti,

    >SEGALA PUJI BAGI ALLAH
    saya tidak tersakiti atau tertindas
    masa’ saya mau mengumbar emosi
    aksi saya adalah aksi motivasi dan solidaritas
    Saran saya: belajar lah untuk berani menentang penindasan dan ketidakadilan

    Finally, Andi says:
    Mungkin n/a bisa baca2x kembali alQur’an nya atau Hadist2x yang berhubungan dengan perempuan sehingga bisa lebih paham bagaimana menyikapi hidup didunia ini yang hanya “SEKEDAR MAMPIR”. Seorang Mukmin sejati akan menggap dunia ini adalah penjara dan KIAMAT adalah sebagai pintu gerbang kebebasan.

    >Nah, kalau sudah tau begitu kenapa tidak dipraktekkan?
    Sudah tahu sekedar mampir, masih juga gak puas nahan nafsu dan syahwat poligami dengan alasan daripada TTM atau selingkuh.

    Poligami=TTM=Selingkuh sama saja!!!

    Ok. cukup komentar saya.

    SAVE THE CHILDREN!!!

  66. 73 nemo 7 Desember 2006 pukul 9:12 am

    Agama untuk pembenaran diri atau mencari kebenaran?
    Emangnya kalau melihat & menolong anak2 yatim terus bisa terangsang untuk menikahi ibunya?? ( Matakuliah biologi gak laku!)
    mau beragama yg benar jangan tergantung satu dua orang Kiai

  67. 74 irwan 7 Desember 2006 pukul 10:02 am

    Aneh masyarakat Indonesia ini emang aneh. :-?

    Giliran Pornografi dan Porno Aksi mereka berdalih itu seni dan para kiyai aja yang berpikiran kotor, sehingga pelakunya dibela mati2 an hingga semua media membelanya.

    Tapi ini yang jelas2 Syah tidak melanggar hukum, norma dan Agama malah dipermasalahkan.

    Yang berfikiran kotor itu siapasih??

    Sekarang coba aja lihat kasus ME dan YZ bagai mana kita menyikapinya apakah itu termasuk SENI ??

  68. 75 Neng Indie 7 Desember 2006 pukul 10:22 am

    @ n/a

    Cihuyyyy daku dibiliang polossss dan lugu ihhhh ….
    *kedipkedip*

    Smalem ada Petinggi Poligami Endonesah yang juragan ayam itu lohhh di tipi. Katanya bliaw melakukan poligami itu buat pembelajaran kepada kaum wanita, supaya wanita2 itu bisa berbagi dan menyadari bahwa poligami itu indah dan renyah … cuihhhhh kok bisa2nya ya ngomong gituuuu !!!

    Pokoknya mas n/a, daku yang lugu dan polos ini nggak bakalan mau dipoligami. Lha sekolah tinggi2 (direwangi banting tulang orang tuaku) kok nantinya cuma disuruh pake baju kembaran rame2 dan berjalan di belakang “suami bersama” nya .. ihhhhh sorry yeeee …. trus digilir pula lagiii .. hiiiiiiiiiii

    (hueheheh malah surat2an sama Mas n/a)

    Pisss Mas Wadehel!!

    *kenapaaaa juga gue masih betah disini yahhh .. *sigh*

  69. 76 Paijo 7 Desember 2006 pukul 10:36 am

    Manusiawi jika orang memilih hukum atau aturan yang paling mengenakkan dirinya.

    @ Neng Indie
    Yang benar digilir apa menggilir nih ???

  70. 77 Prudent 7 Desember 2006 pukul 11:32 am

    ikutan ahhh
    setelah aq pikir-pikir.
    ada 2 masalah besar yang sekarang sedang beredar
    yaitu video porno dpr (baca :perselingkuhan) dan poligami AAGym
    sepertinya Tuhan telah menunjukan secara tidak langusng kepada kita
    bahwa poligami itu merupakan salah satu solusi dari berbagai masalah perseligkuhan yang ada di indonesia
    mungkin dengan poligami kita akan lebih terhormat dibanding kita disebut orang sebagai tukang selingkuh
    demikian renungan saya.
    trimss

  71. 78 Paijo 7 Desember 2006 pukul 12:37 pm

    Solusi selingkuh = poligami
    Solusi korupsi, pencurian, penjarahan, perampokan, etc = ikhlaskan / berikan saja
    Enak bener ya … hukum lu pilih.

  72. 79 Tukangkomentar 7 Desember 2006 pukul 1:14 pm

    Irwan:
    “Giliran Pornografi dan Porno Aksi mereka berdalih itu seni dan para kiyai aja yang berpikiran kotor, sehingga pelakunya dibela mati2 an hingga semua media membelanya.”
    Apa sih pornografi itu? Apakah semua yang telanjang? Apakah lukisan Picaso itu juga pornografi?

    Andi:
    Terima kasih atas penjelasannya, jadi yang terjadi itu (jadi moslem yang berganti agama dan dikejar/dibunuh itu cuma karena salah interpretasi yang ngejar/ngebunuh saja?).

  73. 80 kw 7 Desember 2006 pukul 1:35 pm

    @Neb:
    setuju bang Neb. poligami itu sadis. tanyalah pada perempuan gimana sakitnya.
    kalau mau bersakit-sakit dengan imbalan surga, masih banyak cara.

    @Wadehel pada komen Neb:
    kayaknya, ada anggapan di masyarakat, semakin beriman seseorang semakin bisa memahami poligami. kasiannn

    @Neeya:
    komentar yang kayak gimana dulu ndhuk. boleh aja ngefans cuman tak perlulah membabi buta.

    @Ary:
    ya celakanya banyak perempuan yang rela menerima nasibnya dengan memakai alasan-alasan pembenaran yang menguntungkan pihak lelaki.

    @amd:
    poligami itu sunah? hmm mana ayatnya mannn? nabi berpoligami motivasinya bukan seks semata, itu yang pernah aku baca

    @irwan:
    kamu bodoh! silakan dukung AA tak ada yang melarang. cuman kesimpulan Anti Polygami = mengijinkan suwami punya wanita simpanan. memangnya manusia sama dengan binatang yang tak bisa memanaj sahwat?
    satu lagi komentar anehmu, mencampurasukan poligami dengan pornografi.

    @redwar:
    benar. membagi benda-benda yang bisa diukur, ditimbang danditakar aja blum bisa adil. bagaimana membagi cinta, kasih sayang dan seks secara adil. gimana ngukurnya coba?

    @n/a :
    setuju dengan anda. kita harus memakai akal setiap menafsirkan ayat Quran. karena teks Quran turun sesuai dengan konteksnya. jadi kalau akal tak dipakai sama aja dengan meremehkan Tuhan yang menciptakanya.

    @CR:
    kamu bijak. tapi penakut, tak punya sikap mannn :)

    bagi wadehel, selamat pesannya sampai.

  74. 81 budi 7 Desember 2006 pukul 1:37 pm

    @Jauhari

    He.. he.. saya ngga nyebut2 agama A ato B. saya hanya ngasih contoh salah satu ketololan pengikut agama. Tapi kl saya nyebut ketololan pengikut agama A, mereka akan bilang, ITU KAN OKNUM YANG KAGA NGERTI AJARANNYA!! he.. he.. kayak die udah paling ngerti aje…

    Batasannya apa ya mas/mbak jauhari ?
    Apakah batasan yang diterapkan untuk mbak/mas, sama dengan batasan yang diterapkan terhadap saya, misalnya ?

    walah.. ini juga jd surat2an…. muah muah aja deh…

  75. 82 wadehel 7 Desember 2006 pukul 1:44 pm

    @ Ary

    …jika tidak mau ikut aturan ISLAM silahkan keluar saja dari ISLAM beres to…

    Justru mereka itu gak mau keluar karena tidak rela bila Islam ditunggangi seenaknya oleh orang-orang yang pandai menggunakan agama untuk membenarkan segala keinginannya. Tapi mungkin benar juga seperti kata Tukang Komentar, beberapa mungkin bertahan hanya karena takut dibantai bila memilih keluar.

    @ n/a
    Saya lihat justru pihak-pihak yang mengaku suka menggunakan akal, malah kalah akal, kalah cerdik dengan mereka yang seakan-akan mengharamkan penggunaan akal :P Mereka yang terkesan anti akal itu justru lebih pandai dalam mengakali agama untuk membenarkan segala yang mereka inginkan.

    Btw, puisinya bagus sekali, jangan sampai dibaca istrinya AA Gym tuh :D

    @ Irwan
    Hmm… menurut anda gimana, supaya blog ini lebih Islami, apa sebaiknya JIL dilarang masuk?
    *ikutan oot*

    @ Andi
    Terimakasih untuk contoh trackback yang tidak baik.

    @ Jauhari

    Islam sudah lengkap, tinggal bagaimana kita mensikapinya ingat KENDALIKAN NAFSUMU kalau tidak akan di KENDALIKAN YANG LAIN….

    Kalau menurut saya, kalimat yang lebih sesuai kenyataan itu begini:

    Islam sudah lengkap, tinggal bagaimana kita menyikapinya, KENDALIKAN NAFSUMU, kalau sulit, ya KENDALIKAN PIHAK LAIN SAJA, tentunya dengan menggunakan dalil-dalil yang lengkap itu.

    @ Budi
    Wukikikik, jangan murtad atuh. Nanti masuk neraka lho.

    @ NolBuku
    Haaaah??? Nyindiiirrr… harusnya saya hapus tuh komennya.

    @ JaF
    Waaaaaaw, terimakasih sudah sudi mampir. Sungguh sebuah kehormatan bisa dikunjungi seorang senior seperti Pak JaF :)

    Sebenarnya saya juga sangat terganggu dengan kasusnya AA, makanya itu saya berusaha melihat dari sudut pandang AA dan mencari pembenaran untuk membungkam menentramkan nurani saya.

    @ Darmawali
    Husss, fakta itu tidak untuk umum. Kalo kedengaran AA Gym gimana?
    *dah rahasia umum kale*

    @ GP
    Benar sekali, sekilas saja sudah ketahuan bahwa pahalanya memang mantab dan luar biasa. Mungkin kalau ada yang jago programming bisa bikin semacam kalkulator pahala untuk poligami? Mungkin bisa meyakinkan mereka yang masih ragu.

    @ Nemo
    Kalau mau menolong janda itu ya memang harus dengan mengawininya, coba anda pikir, apa pantas kita membiayai makan dan sekolah anak-anaknya sedangkan ibunya hanya kita beri dildo/vibrator? Kasian kan?

    @ Neng Indie Yang Lugu
    Wuih, untungnya Tuhan cukup adil dan tidak membiarkan semua cewe sepintar anda. Btw, soal gilir menggilir, justru si suami yang digilir kan? Ini harus ditanyakan pada AA, pake wirid apa biar batangnya cukup buat memuaskan berdua.

    @ Paijo
    Lha itu kan salah satu gunanya akal Pak, untuk mengakali agama supaya bisa jadi pembenaran. Mau ikut coba bereksperimen? Masa tentang alat2 saja, sekali2 tentang agama juga dong :P

    @ Tukang Komentar
    Mungkin diskusi tentang pornografi bisa dipersingkat dengan langsung memberikan definisi atau linknya saja Pak, tentunya definisi menurut MUI/DPR. Betul tidak Pak Irwan Yth?

  76. 83 irwan 7 Desember 2006 pukul 1:50 pm

    @kw
    Kok situ jd sewot sih..
    Jangan2…….
    Kamu ini ME…. atau
    Bapakmu itu YZ Yaaaaa………….
    :)

  77. 84 wadehel 7 Desember 2006 pukul 1:58 pm

    @ Irwan & Pak Kw
    Sudah lah, jangan saling menyerang pribadi gitu. Sudah impas itu satu sama. Semua juga tahu kok kalau anda berdua itu bersaudara, sama-sama keturunan Adam kan?
    Saya malas nih kalau harus memoderasinya, koneksi disini tidak secepat anda-anda tauk.
    Terimakasih untuk pengertiannya.

  78. 85 nana 7 Desember 2006 pukul 2:44 pm

    dulu perang itu halal asal untuk kebaikan atau memerangi suatu kejahatan. kultur zaman dahulu kala itu memang begitu, perang,laki2 beristri puluhan bahkan ratusan!!dan saat rasul turun ke tengah2 masyarakat beristri banyak,nabi hanya punya 1 istri,Khadijah. saat khadijah meninggal barulah nabi berpoligami,DGN WANITA2 TUA YG SUAMINYA MENINGGAL SAAT PERANG. WANITA2 YANG TAK AKAN MUNGKIN DINIKAHI OLEH LAKI2 MANAPUN DISAAT ITU.APA YANG AKAN TERJADI PADA MEREKA TANPA SUAMI?MEREKA BUKAN PEREMPUAN2 ZAMAN SEKARANG YANG BISA KERJA KANTORAN,BISA LAMAR DI MODEL AGENCY.JADI NABI MENIKAHI MEREKA BETUL2 KARENA INGIN MEMBERI PERLINDUNGAN PADA MEREKA, MENGANGKAT DERAJAT MEREKA. pada saat itu cuma itu cara yang wajar dilakukan karena peradaban membolehkan beristri lebih dari 1. dan permpuan2 saat itu juga menganggap lumrah dimadu karena bagian dari kultur. misal, nenek2 kita yang menganggap lumrah ngurusin anak n masak n ga boleh kerja.
    SEKARANG,kita liat peradaban sekarang. perbudakan sudah dihapuskan, perdamaian sudah dijunjung, perang sudah dikutuk. semua orang benci perang karena mereka sudah menemukan cara yang lebih baik dalam bersosialisasi, yaitu perundingan. poligami juga udah nggak jaman karena masih banyak cara untuk melindungi wanita2 lemah. bahkan wanita juga sudah bisa mengangkat sendiri martabatnya dengan bekerja(yang halal tentunya). Agama islam itu agama yang mengusung perdamaian. tidak mungkin Allah meridhai suatu perbuatan yang menyakiti fisik maupun perasaan orang lain.LOGISnya…kalo poligami itu menyakiti istri, HARAM hukumnya. karena pekerjaan yang sakit2i orang itu dilaknat Allah. seadil2nya suami,istri tetap tersakiti karena harus berbagi. memang kita bisa duduk dengan sebelah pantat kita, tapi apa itu menyenangkan?secenter apapun kita duduk dengan sebelah pantat,rasanya tetap tidak enak kan?
    SATU LAGI, jangan deh pake bilang, yang halal dihujat yang selingkuh dibolehin.SHUT UP! siapa bilang selingkuh dibolehin??pa selama ni masyarakat kita kurang mengadili skandal2 artis yang selingkuh?pa artis yang selingkuh ga dipandang sebelah mata bahkan dicibir? sebenarnya orang2 yang berpoligami karena menghindari selingkuh sama buruknya dengan mereka yang selingkuh.SAMA2 TIDAK PUAS. N APA GUNANYA IMAN KALO TIDAK BISA MENGENDALIKAN KETIDAKPUASAN?saya memang bukan ahli agama, tapi jangan dibeda2in deh..yang udah ulama sekalipun belum tentu surga. soal gitu2an biarin Allah yang ngurusin.

  79. 86 irwan 7 Desember 2006 pukul 3:01 pm

    Maaf mas Wadehel dan Pak Kw yang pinter.
    Disini kita kan seharusnya saling menghargai pendapat oranglain karena tak mungkin kita memaksakan kehendak ke orang lain karena itu bisa jadi melanggar hak asasi berpendapat.

    Mengenai JIL bukannya ga boleh gabung boleh aja, toh ini bukan blognya saya, cuma saya sepertinnya ga bisa nandingi bicaranya orang JIL yang main filsafat, saya belum sanggup belajar filsafat.

    Peace buat semua.
    :)>-

  80. 87 Ramot 7 Desember 2006 pukul 3:14 pm

    salam kenal :)

    [...]hmm… gini neh kalo gag semangat ngoding.. yang ada ngisi blog :D

    jadi, seperti judulnya, dan terinspirasi juga dengan blog mas wadehel saya (iya tau ini udah telat banget tapi gapapa lah) mau mengomentari tentang 2 hal, pertama tentang poligami dan kedua tentang salah satu tokoh masyarakat kita, Aa Gym[...]

  81. 88 irwan 7 Desember 2006 pukul 3:17 pm

    Maaf nana…
    Anda menghina istri Nabi.

    Anda mengatakan:
    > WANITA2 YANG TAK AKAN MUNGKIN DINIKAHI OLEH LAKI2 MANAPUN DISAAT ITU.

    Sekali lagi istri nabi itu semuanya cantik2.

  82. 89 Neng Indie 7 Desember 2006 pukul 3:53 pm

    @ Irwan

    Iiiiiihhh situ sensitip banget dehh. Baca lagi dong ah baik2 tulisan Mbak Nana. Daku kok nggak ngeliat sih kalo tulisan Mbak Nana itu mengina Nabi.

    Maksudnyaaa .. Nabi kan nggak nikah lagi sama mantan model yang masih semok montok yang walaupun jande tapinye kaya, punya duit banyak .. getoohhh.

    Niat poligami Nabi pasti beda lah dengan niat poligami cowok2/bapak2/engkong2 jaman sekarang … Jadi nggak bisa disama2in.

    *sambil ngemil kacang kulit*

  83. 90 budi 7 Desember 2006 pukul 4:21 pm

    Trus tentang istri yang suaminya dibunuh, diperangi.. trus istrinya ditiduri gimanah ? Pengesahan terhadap meniduri budak2 wanita gimanah ? eit, saya tidak sedang menghina loh, cuman nanyak… :p

    *tuing..tuing*

  84. 91 kw 7 Desember 2006 pukul 4:34 pm

    @Irwan,
    ok dimaafkan. aku juga minta maaf. aku tak pernah mengklaim pinter kok.
    entah kalau pak wadehel?
    :)

  85. 92 wadehel 7 Desember 2006 pukul 5:14 pm

    @ Nana
    Bagus sekali pendapatnya :) kalau AA Gym baca, kira-kira gimana ya pembelaannya? Harusnya anda tulis di blog anda tuh, kirim ke sini cukup trackbacknya saja. Kalo berdiri sendiri kan bisa dijadiin referensi orang, dan bisa dimasukin delicious :D

    @ Irwan
    Setuju Pak Irwan Yth, kita memang harus selalu menghargai pendapat orang lain, bahkan meski menurut kita pendapat itu sama sekali tidak berharga.

    Untuk disadari, sebenarnya di blog ini hak asasi berpendapat sama sekali tidak ada, saya bisa saja menghapus komentar anda atau siapapun bila saya anggap tidak berharga, disini kuasa saya hampir seperti Tuhan, bwaaaahahahahahaha… hehe.. ehem. Tentunya dengan kekuasaan yang dibawah si Matt dan kru admin wordpress.com yg lain. Saya tidak menghapus hanya karena komentar anda semua masih berharga.

    Soal istri nabi yang cantik2, emangnya anda sudah melihat kah? Punya foto-fotonya? Upload dong di blog anda. Btw, alamat blog anda dimana ya?

    Peace juga untuk semua.

    @ Ramot
    Salam kenal, konten blog anda sangat bagus, apalagi pernyataan pendapat tentang poly polyan itu. Tapiiii… themenya tidak idiotfriendly tuh. Saya susah menavigasi, apalagi mengomentari. Mencari permanent link untuk dilink juga saya tidak berhasil.

    @ Bud
    Emang siapa yang melakukan hal sebejad itu? Eh, tapi jangan dibahas disini, di blog anda saja yaaa…. terlalu gimanaaaa gitu. Alamat blognya dong?

    @ Kw
    Saya juga minta maaf. Saya juga tidak pernah mengklaim diri saya pintar. Ini kan Pak Irwan aja yang asal nuduh bahwa kita pintar. Sudah lah, Pak Irwan dan Pak Kw, jangan diperpanjang disini. Suwer, saya malas memoderasi. Maaf yaaa.

  86. 93 kw 7 Desember 2006 pukul 5:19 pm

    ye. gitu aja malas. jangan malas dong. punya kekuasaan seperti Tuhan, tapi punya rasa malas. malas itu kan pekerjaan setan katanya.

    gak matching kan?
    oh ya jangan dihapus ya komen ini
    hua hua hua

  87. 94 budi 7 Desember 2006 pukul 5:28 pm

    mahap pak wadehel, saya ngga punya blog. sedih ngga sih ?? hare gene gitu loh ?? yah.. saya blm beruntung punya cukup waktu utk bikin blog. mangkanya saya mo ngucapin makasih bisa ikut cawe2 disini.. makasih pak wadehel (tangan tercangkup di dada, pala nunduk). saya kira saya hrs banyak belajar dari pak wadehel. jenaka, menggelitik tp tetep bermutu (menurut ukuran saya). heh.. kok jd muji2 ya ? jangan GR, Bro! :)

    oh ya, sebaiknya emang tidak diteruskan disini. itu hanya mengingatkan saja, bahwa terkadang yang kita anggap suci bisa memiliki sisi kehinaan yang sehina hinanya. makanya jangan terlalu membuta. pake otak.

  88. 95 edratna 7 Desember 2006 pukul 5:50 pm

    @wadehel dan ramot
    Permalink untuk ramot adalah
    http://stevansainsuno.blogspot.com/2006/12/about-polly-polly-thing.html

    idiotfriendly.. baru dengar. Biasanya dari anak saya, yang ada userfriendly. hihihihi

  89. 96 fertobhades 8 Desember 2006 pukul 12:30 am

    he..he..he.. poligami, isu lama yg diblow-up kembali gara-gara Aa Gym…

    Ah…sudahlah, manusia punya pilihan hidup. Untuk apa menyakiti hati orang lain jika kita sendiri tidak mampu untuk berlaku adil. Hanya Tuhan yang bisa adil, di surga dan di dunia, dan dimana saja.

    Preferensi pribadi saya adalah : TIDAK. Dan punya pilihan sendiri lebih enak daripada berlindung dibalik topeng ajaran agama sambil mengaku diri orang yg baik dan adil.

    terimakasih… :-)

  90. 97 manusiasuper 8 Desember 2006 pukul 7:54 am

    Wah, koment yang ke-90!! (Ga ada hubungannya ya??)

  91. 99 bebex 8 Desember 2006 pukul 12:16 pm

    om dehel…
    brati abang oma udah lega yah,,udah ada temennya dy..
    kan sama2 pemuka agama bukan :D

  92. 100 luna_unet 8 Desember 2006 pukul 12:19 pm

    Nyatanya, sepanjang hayatnya, Nabi lebih lama bermonogami daripada
    berpoligami. Bayangkan, monogami dilakukan Nabi di tengah masyarakat
    yang menganggap poligami adalah lumrah. Rumah tangga Nabi SAW bersama
    istri tunggalnya, Khadijah binti Khuwalid RA, berlangsung selama 28
    tahun. Baru kemudian, dua tahun sepeninggal Khadijah, Nabi
    berpoligami. Itu pun dijalani hanya sekitar delapan tahun dari sisa
    hidup beliau. Dari kalkulasi ini, sebenarnya tidak beralasan
    pernyataan “poligami itu sunah”.

    Sunah, seperti yang didefinisikan Imam Syafi’i (w. 204 H), adalah
    penerapan Nabi SAW terhadap wahyu yang diturunkan. Pada kasus poligami
    Nabi sedang mengejawantahkan Ayat An-Nisa 2-3 mengenai perlindungan
    terhadap janda mati dan anak-anak yatim. Dengan menelusuri kitab Jami’
    al-Ushul (kompilasi dari enam kitab hadis ternama) karya Imam Ibn
    al-Atsir (544-606H), kita dapat menemukan bukti bahwa poligami Nabi
    adalah media untuk menyelesaikan persoalan sosial saat itu, ketika
    lembaga sosial yang ada belum cukup kukuh untuk solusi.

    Bukti bahwa perkawinan Nabi untuk penyelesaian problem sosial bisa
    dilihat pada teks-teks hadis yang membicarakan perkawinan-perkawinan
    Nabi. Kebanyakan dari mereka adalah janda mati, kecuali Aisyah binti Abu Bakr RA.

  93. 102 kw 8 Desember 2006 pukul 5:02 pm

    @luna_unet:
    benar sekali. beda kan dengan motivasi poligamer sekarang? silakan berargumen lagi yang masih mendukung poligami.

    pissss mannn.

    (sapi pipis dimana mann?

  94. 103 Ramot 8 Desember 2006 pukul 5:07 pm

    ya, maaf kalau tidak idiotfriendly, memang sudah lama theme nya itu mau diubah tapi apa daya kopi paste theme dari internet saja saya malas :p

  95. 104 wadehel 8 Desember 2006 pukul 8:43 pm

    @ Kw
    Iya deh, ga di hapus. You junk, i junk. Asal jangan parah2 aja, nanti kalo saya tergoda setan rajin, akan saya hapus semua.

    @ Budi
    Gpp Pak, punya blog bukan salah satu syarat masuk syurga kok. :P Terimakasih juga sudah sering membaca dan mengomentari. Terimakasih juga sudah mengingatkan, bisa jadi bahan tulisan itu.

    @ Edratna
    Terimakasih untuk permanya, sekarang kan jadi bisa dicatet di del.icio.us saya.

    @ Fertobhades
    Hehe, benar itu, andai saja semua orang bisa seperti anda, tidak bertopeng dan tidak ingin saling menyakiti, ini dunia pasti jadi surga.

    @ SENSOR
    Udah skimming :P nanti saya baca lagi deh

    @ Bebex
    Aduh, jangan sebut nama itu dong! Masa AA G disamakan dengan begituan?
    Hehe, dulu saya akan keberatan seperti itu, sekarang sih… ternyata mereka memang sama aja. Dasar pemuka agama.

    @ Luna_unet
    Yakin? Jangan-jangan sejarah yang anda dapat itu versi rekayasa? :P
    Kenapa dengan Aisyah RA? Bikin blog ttg itu dong.

    @ om7ack
    Iya nih, blm sempet nulis lagi nih. Idenya blm ada. Nanti saya cari inspirasi dari blog anda aaah…

    @ Ramot
    Jangan malas dong, seperti kata Om Kw, malas itu hasutan setan, nanti nyemplung neraka lho. Sayang kan, pesan bagus2 tapi kalo cara menyampaikannya rumit, kasihan orang-orang harusnya dapat pesan itu jadi sulit memenuhi takdirnya :P

  96. 105 dani 9 Desember 2006 pukul 1:55 am

    kl panjang gini, berarti poligami memang [masih] menimbulkan konflik..yah namanya juga poli..

    siapa ya tokoh yg poligami berikutnya..

    kira2 pak Guh bikin postingan sejenis gak ya.. :)

  97. 106 Herman Saksono 9 Desember 2006 pukul 7:19 pm

    Setiap hal yang menyakitkan tidak selalu berarti buruk, bila disikapi secara positif malah akan membawa kebaikan

    Ada 6 keutungan membunuh orang yang kita benci:

    1. Mengurangi populasi manusia
    Membunuh satu orang sangat membantu menekan populasi manusia di bumi yang akan mencapai ambang batas

    2. Mencegah fitnah
    Karena yang akan difitnah sudah tidak ada.

    3. Melatih diri untuk jujur
    Dengan membunuh orang kita benci, kita telah bersikap jujur dalam menunjukkan rasa benci kita.

    4. Mempercepat masuk surga
    Karena semakin sedikit orang yang membenci anda, semakin sedikit orang yang mendoakan anda buruk-buruk.

    5. Melatih kecerdasan
    Supaya pembunuhan yang anda lakukan tidak ketahuan polisi, anda harus melatih logika anda.

    6. Melatih ikhlas
    Membunuh sesama manusa itu membutuhkan keikhlasan untuk tidak masuk surga.

    Promosi posting: http://hermansaksono.blogspot.com/2006/12/argumen-pro-poligami.html

  98. 107 Amd 10 Desember 2006 pukul 6:20 am

    Ke 100!!

    (Gak Penting Banget Ya?)

  99. 108 Mbahkeman 11 Desember 2006 pukul 11:32 pm

    Polygami hemh… tak seindah yang di bayangkan.. bisa bayangi AA gym lagi main ama istri barunya.. koyo opo yo bentuk nya.. teh nini di sebelah… menangis. sedih sambl mengucapkan ,,” seperti saya dulu.waktu AA sering kalah hik hik” makan tu pelycily ?! Polygami di jama sekarang yang di lakukan para Kyiayi sangat menjijikan krena orientasinya hanya keSEX aja. jangan bilang istri barunya AA lebih jelek dari teh NINI, jangan bilang istri barunya AA anaknya lebih banyak dari teh nini… saya yakin ,, kalo AA sudah merasakan service dari istri barunya pasti.. teh nini akan terlupakan,, saya bisa bayangkan,,, bangaimana degan Wadehel bisa… hemh pasti dah pengalaman.. gak mungkinlah kalo kita ada Roti makan singkong gosong he he, AA juga manusia! punya hati punya rasa,, ya gak.. tulisan Wadahel itu sangat jelas.. mendukung polygami..secara terbalik he hek.. tiwas aq serius bacane.. sebelum di catet malaikat saya ucapkan astagfirrullah….

  100. 109 bram 12 Desember 2006 pukul 12:40 pm

    Memangnya anda siapa? Memangnya sudah setinggi apa ilmu anda dibanding para poligamis itu? Apa yang sudah anda sumbangkan untuk umat beragama? Anda bisa apa? Kalau bukan apa-apa, kalau belum punya banyak restoran, kalau belum jadi dai kondang, kalau belum jadi pemuka agama hebat, tak perlu lah menganjing-anjingkan mereka. Kegagalan menjaga mulut bisa membuat anda dituntut karena melakukan penghinaan, penghinaan terhadap anjing, karena mungkin anjing pun tidak akan rela disamakan dengan mereka.

    …..

    wah wah…
    saya sama kok dengan pemuka agama hebat, dengan orang yang punya banyak franchise, semua punya porsinya masing-masing. saya sendiri orang yang suka ke dugem ampir tiap malam. tapi urusan nilai menilai, biar tuhan yang memutuskan

    ketika anda tanya saya bisa apa, saya punya kebisaan yang ngga dapat dibuktikan para poligamer. saya bisa menjaga kesetiaan.

    ngga perlu membangga-banggakan apa yang bisa lo lakuin pada semua orang, tapi akhirnya justru menyakiti orang terdekat yang menyayangi kita tanpa syarat.

    jadi dengan segala kelebihan dan kekurangan, saya sama dengan mereka.

    pernah ngga berpikir hujatan pada pelaku poligami itu adalah ihwal dari perbuatan mereka sendiri. jadi kalau mau menyalahkan, salahkan saja poligami itu karena melakukan tindakan yang bikin orang marah. sama ketika anda menyalahkan saya (dan orang-orang) karena tidak bisa menjaga mulut.

  101. 110 bram 12 Desember 2006 pukul 1:10 pm

    menikah untuk mendapat ridha allah
    tapi lebih dari itu, menikah adalah pilihan
    tuhan ngga menyarankan kita menikah, semata-mata karena surga

    seorang pria bisa jadi melakukan dosa ketika pertama kali tertarik dengan wanita selain istrinya

    tapi alih-alih menghilangkan perasaan itu
    Edia malah meneruskan dan memutuskan untuk memadu istrinya sendiri

    biji yang ditanam di tanah yang rusak, ngga akan menghasilkan kebaikan.

    beda ama cerita rasul jaman dulu, yang menikah lagi demi janda korban perang. istri baru gymnastiar meski janda, masih sanggup bekerja, masih muda, urusan jodoh, tentunya masih banyak yang berminat.

    bukannya nyariin suami yg baik, malah diembat sendiri.

    kaum pria seakan ga pernah mau disalahkan, membela diri dengan alasan naluri. well, tuhan juga ngasih kita pikiran. itu yang paling membedakan kita dengan binatang.

    kasus poligami seakan lebih menjadi permasalahan bagi kaum wanita untuk memandang fenomena ‘satu batang rame-rame’ dari sudut sebelah mana.

    kalo disebut MELATIH KESABARAN…

    whoaaa… sampe sebatas mana dulu
    yang dilakukan teh ninih
    udah sabar banget biarin suaminya menikah lagi
    tapi akhirnya dia udah mengingkari janjinya sendiri
    dia ga lagi menikah atas nama cintanya ama pasangan
    terus dimana letak kebahagiaannya

    IKHLAS dan BELAJAR BERBAGI

    hueee.. ngga bisa dengan cara istri membagi-bagikan suaminya dong. bahkan tuhan aja membatasi dalam hal berbagi. 2,5 persen

    intinya adalah, berbagi.. tapi jangan sampai kamu merugi. ngga bisa ketika suami minta kawin, terus kita diingatkan untuk berbagi.

    MEMBUAT DIRI LEBIH MENCINTAI ALLAH

    ketika suami punya istri lagi, sang istri mengalihkan cintanya pada tuhan. trus dimana kesetiaan cinta kamu ama suami? (atau bertanya pada suami, dimana kesetiaan cinta kamu pada istri)

    tuhan emang layak dicintai nomor satu. tapi bukan itu alasan awal kenapa kita mau menikah dengan seseorang. tapi karena kita bener-bener mencintai orang yang mau kita nikahi.

    kalo ingin hidupnya sempurna. kita ngga cuman dituntut untuk melakukan perbuatan surgawi, tapi juga melakukan perbuatan duniawi dengan sebaik-baiknya. termasuk memilih pasangan.

    MELATIH HIDUP BERSIH DAN SEHAT

    bukankah sejak lahir kita udah diajarkan untuk hidup bersih dan sehat. ngga perlu macem-macem dengan membiarkan suami menikah lagi dan menikmati sex dengan wanita berbeda. cuman gara-gara kita pengen mempraktekkan safe sex.

    pliss dey!

    MELATIH DIRI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS

    suami jatuh pada pelukan cewek lain karena ada standar kualitas yang tidak dapat dipenuhi istri. dengan membiarkan suami kawin lagi, berarti kita udah menyerah. kita udah kalah. barang reject, sampe-sampe suami nyari komplementarinya

    kalo kita disuruh meningkatkan kualitas, bagus sih. tapi berarti kita juga harus menaikkan harga tawar dong. masa barang bagus dihargai murah. pake alasan pengen kawin lagi

    MELATIH UNTUK TIDAK DENGKI

    iyah jangan mendengki. nggak baik. makanya daripada suami kawin lagi terus jadi dengki, stress, dan mendadak gila. mending jangan boleh dia kawin lagi. atau minta cerai. toh MELARANG SUAMI KAWIN LAGI BUKAN DOSA.

  102. 111 si tike 12 Desember 2006 pukul 1:24 pm

    aku cm mau nimbrung..tapi mau sedikit share mengenai ilmu yg pernah diajarkan guru mengenai ‘kepemilikan’ manusia… utk poligami, there’s nothing i cant say bout it… suatu hukum yang aku hormati… kembali kepada masalah kepemilikan berkenaan dgn tauhiditas kita dengan pencipta.. satu hal yang jelas, Allah ‘memberikan’ manusia kehendak..karena apa? karena sebnrnya manusia tuh gak punya apa-apa khan? bukan cm yg nyata di mata aja yg titipan… tapi jg hal2 yg gak keliatan seperti perasaan (cinta, sedih, senang, marah), keinginan/kehendak… jadi setiap manusia itu bebas berkehendak dan setiap yang terjadi akibat kehendak manusia, itulah kehendak Allah…
    bukan berarti kita tidak boleh berkehendak, justru udah sunatullah kita punya kehendak…

    dalam hal poligami aa gym, ada 2 kehendak yang hadir, yaitu kehendak aa gym untuk menikah lagi n kehendak teh ninih (yang mungkin) tidak mau dimadu….(tapi inget, 2-2nya itu ‘kehendak’ kepunyaan Allah, lho…)

    tapi segala hasil itu adalah hasil perjangan tiap2 manusia, kan?
    nah, saat aa gym gol menikah lagi, maka sebenarnya kita melihat kehendak siapa yang menang…(krn pasti aa gym sudah memperjuangkannya, bukan?)

    n artinya, kehendak siapa pun yg menang, maka sebenarnya itu adalah kehendak Allah jg (krn manusia sebenarnya tidak akan punya kehendak kalau bukan dianugerahi Allah, yg notabene itu punyanya Allah)…

    walhasil, sbg cewek, aku cm mau bilang bahwa teh ninih dipersilakan untuk memperjuangkan kehendaknya…mau menerima, atau minta cerai, atau tidak mau dimadu (dulu..)
    tidak ada yg bilang bahwa kalau wanita minta cerai itu tidak akan dapat pahala di kemudian hari, kan?

    aku sih lbh baik cari ladang pahala yang lain… membesarkan anakku sendirian aku rasa bukan hal yang kecil pahalanya….tapi yg jelas aku memberikan hadiah kepada anak2ku yaitu perhatian yang tulus dan penuh kebahagiaan (bukan dalam keadaan tertekan) selama mebesarkan mereka krn tidak dimadu…n it’s priceless… n yg jelas, itu adalah kehendakku yg aku perjuangkan…

    jadi kpd para suami, silakan pilih jalan terbaik menuju surga, n para wanita, tentu juga punya dong cara terbaik menuju surga….janda ditinggal mati n janda ditinggal suami kawin lagi gak punya perbedaan derajat kok…

  103. 112 wadehel 12 Desember 2006 pukul 5:40 pm

    @ Dani
    Postingan sejenis? hmmm. Bisa aja, daripada ga ada yang ditulis, akan selalu ada pembenaran untuk apa saja :)

    @ Herman Saksono
    Brilian!! Harusnya itu dibuat blog tersendiri!

    @ Amd
    Wow, udah 100 ternyata. Berarti saya yang ke… 104?
    hey! SPAM itu!

    @ MbahKeman
    Makanya mbah, kalo mbaca jangan sambil emosi, nggak baik buat jantung.

    @ Bram
    Duh, saya baru kepikir sekarang. Suwer! Mohon dimaafkan. Dan Terimakasih atas pencerahannya :)
    Pssst, sebenernya saya juga tidak setuju poligami kok. Ini tulisan hanya usaha aja bikin sebel para istri, para perempuan, siapa tahu bisa membangunkan mereka dari tidur panjang yang bodoh.
    *emang siapa elu Hel!!* Hehe.

    @ Si Tike
    Betulll, saya setuju sekali. Terimakasih sudah memberi komentar yang “cewe” dan “ibu” banget, dan mandiri pula. Semoga semakin banyak Ibu di Indonesia bisa seperti anda.

  104. 113 budi 13 Desember 2006 pukul 9:24 am

    ini ada tulisan menarik, gw copy – paste ajah, semoga ngga dianggap pelanggaran hak cipta, krn gw jg ngga tau siapa yg nulis. tp swear, argumennya boleh juga, meski ada kekurangan yg mendasar : ngga pake ngutip2 ayat suci….

    ——————

    Waktu itu lagi asiik ngbrol ama temen gue, cewek yang rencananya mau nikah bulan2 ini … sampe akhirnya ngomongin tentang poligami …. komentarnya memang agak nyebrang … malahan jadi ngebahas poliandri katanya gini nih …

    “Menurut daku, yang diperlukan oleh seorang anak bukanlah siapakah lelaki yang menyumbangkan seciprat sperma untuk membuat dirinya, tapi siapakah yang berperan sebagai sosok seorang ayah sesungguhnya dalam pertumbuhannya. Justru dengan sistem 4 ayah 1 ibu, anak-anak diuntungkan karena lebih banyak yang melindungi mereka jika ada apa-apa. Bahkan mungkin ada baiknya jika ke-empat ayah tersebut mengatur shift kerja mereka sehingga setidaknya ada 1 ayah yang selalu berjaga di rumah setiap saat. Menjaga keluarga dari marabahaya. (Misal: Kalau ada perampok yang masuk rumah, setidaknya ada seorang lelaki dewasa yang akan melindungi ibu dan anak-anaknya)

    Selain itu, 4 ayah berarti adanya 4 tulang punggung keluarga. (EMPAT saudara-saudara! ! E-M-P-A-T!! bukan 1 atau 2 atau 3, tapi EMPAT sumber pemasukan keluarga!!) Jadi secara keseluruhan, kesejahteraan keluarga menjadi lebih baik.

    Biaya perawatan anakpun lebih terjamin. Jika yang 1 terkena PHK, masih ada 3 lainnya yang bekerja. Tentunya yang terkena PHK itu juga akan merasa gengsi dan malu terhadap 3 suami lainnya, sehingga ia akan berusaha mendapatkan kerja secepatnya.

    Poliandri juga baik untuk mengurangi jumlah penduduk. Sebab, walaupun ada 4 pejantan yang siap membuahi, tapi pabrik anaknya cuma 1!! Jadinya ya dalam jangka panjang akan mengurangi jumlah penduduk dan anak-anak yang dibuat pun diharapkan lebih “berkualitas” . (Ya itulah, karena biaya perawatan anak datang dari 4 sumber pemasukan) Intinya: turunkan kuantitas, naikkan kualitas!!

    Kalau poligami bisa mengakibatkan persaingan di antara para istri dan anak-anaknya, poliandri mungkin bisa memberikan efek perdamaian. Sebab pada saat seorang anak tidak jelas siapa ayahnya (Pokoknya di antara 4 itu! Eh, diluar 4 itu juga bisa ding), maka para ayah akan tetap memberikan perhatian kepada si anak. Masing-masing ayah akan menganggap anak tersebut adalah anaknya. (Kalau di poligamikan, bisa ada resiko setiap anak membangga-banggakan ibunya doang dan menjelekkan ibu dari anak yang lain)

    Para ayah tersebut punya teman untuk ngobrol malam-malam, teman untuk main catur, main panco (Kalau mau juga bisa buat turnamen kecil-kecilan) ataupun main kartu (Pas 4 orang! Cocok buat maen capsa, maen mahjong juga bisa). Nonton bola di rumah pun menjadi lebih semarak!

    Dengan sistem 4 suami pula para pria bisa belajar menekan rasa egoisnya dengan saling berbagi, bertoleransi dan bersabar. Ingat, Tuhan suka orang sabar.

    Rewelnya istri pun menjadi lebih berkurang. Bayangkan jika seorang suami punya 4 istri. Maka dalam 24 jam, akan ada 4 orang istri yang berpotensi untuk mengomel dan mengeluh di kuping suami. Tapi JIKA 4 suami 1 istri, maka rata-rata kemungkinan masing-masing suami di-rese- in istri adalah maksimal 6 jam sehari. (Dengan asumsi ngawur bahwa sang istri mengomel selama 24 jam non-stop)

    Sudah menjadi pengetahuan umum pula jika umur harapan hidup pria lebih pendek. Jadi, setidaknya jika seorang suami mati, sang istri tidak akan langsung menjadi janda, masih ada 3 orang suami yang menemani. Sementara jika sang istri yang mati, maka para suami bisa memilih untuk segera kawin lagi atau menjomblo. (Point bebek di sini: Kalau seorang wanita menjadi janda, maka ia lebih sulit untuk mencari suami daripada seorang duda mencari istri)

    Sekarang mari kita tinjau dari sudut seksualitas. Sudah menjadi keluhan umum di rubrik konsultasi kalau banyak wanita gagal mencapai orgasme karena suami cepat selesai atau tidur begitu saja setelah mencapai puncak. Padahal pada umumnya, wanita itu lebih lambat panas daripada pria.

    Nah. dengan adanya 4 suami, maka suami-suami tersebut bisa ber- estafet ria. Jika istri lambat panas dan blum panas-panas juga, maka jangan kuatir, masih ada rekan anda yang akan meneruskan perjuangan membawa istri menuju ke puncak kenikmatan. (Menuju puncak, gemilang cahaya, mengukir cinta, SEJUTA RASA.. Kyaaaaaaa.!! )

    Poliandri secara sekilas juga sesuai dengan kodrat seks manusia. Laki-laki pada umumnya hanya dapat orgasme 1 kali lalu keabisan tenaga, sementara wanita bisa orgasme berkali-kali, bahkan organ seksualnyapun tidak usah membutuhkan persiapan terlalu banyak seperti halnya laki-laki. ( Kan harus nungguin Joy-sticknya berdiri dulu.)

    Jika wanita berhalangan pun (Entah apapun alasannya.), laki-laki bisa dengan mudah swalayan karena organ seksnya terbuka dan menggantung di luar tubuh. (Tidak seperti perempuan yang organnya lebih tersembunyi, jadi lebih ribet kalau mau swalayan)

    Akhir kata, saya menyimpulkan (lagi-lagi) secara SEPIHAK bahwa poliandri “lebih baik” daripada poligami.”
    Nah loh …………/

    Ada pepatah mengatakan ;

    ” Laki2 seperti botol coca cola : biar isi berceceran dimana2 yang penting botol dipulangin”.
    ” Perempuan seperti kulkas : biarpun gak kemana2, tapi dpt menyimpan beberapa botol sekaligus di dalam nya”.

  105. 114 Hasan 13 Desember 2006 pukul 12:56 pm

    Sebagai sesama muslim, ane pengen ikut komentar nih…

    Efek negatif kalo ‘merasa’ ilmu agama paling tinggi adalah “meng-klaim bahwa pikirannya sudah sesuai dengan keinginan Allah, sesuai Al-Quran”. Orang lain yg tidak sepaham dianggap belum mengerti Al-Quran. Itulah yg namanya “KEBLINGER”.

    Poligami harus dipandang secara mendalam, bukan hanya mengutip SEBAGIAN ayat dalam Al-Quran saja. Pemahaman secara dangkal seperti ini sangat berbahaya! Manusia yg picik akan cenderung menganggap dirinya sudah sesuai dengan ajaran Allah/Al-Quran. Termasuk dalam menyikapi suatu kejadian sebagai “KEHENDAK ALLAH”, padahal kejadian tsb adalah “KEHENDAK MANUSIA” itu sendiri.
    Itulah yg namanya “AGAMA DIPAKAI SEBAGAI KEDOK” pembenaran atas perbuatan maksiat. Berbahaya sekali! Contohnya nggak usah jauh2, semua teroris/pengebom azahari/noordin m. top, semuanya merasa melakukan perintah Allah/Al-Quran. Wow… Allah tidak bisa di-klaim serendah itu.

    Demikian Nabi Muhammad tidak bisa dianggap rendah dengan melakukan poligami, karena setting waktu & tempat yang berbeda dengan keadaan sekarang. Intinya Nabi justru melakukan kebaikan dengan poligami-Nya. Nah kita semua ‘manusia biasa’, janganlah sok-sok an dengan menyetarakan diri seperti Nabi, berpikiran seperti Nabi. Itu namanya KEBLINGER!.

    Apalagi sebagai pemimpin sebuah pesantren yg ‘dulu’ ngetop (sejak poligami langsung gak ngetop lagi deh, kawatir jadi “pesantren poligami”). Mengatakan “aa ingin memberikan contoh poligami yang baik” Wah.. kebablasan bener nih. Bagaimana contoh yg baik, bisa muncul dari tindakan yang ‘buruk’, disebut buruk karena:
    1. ternyata aa tidak melakukan prosedur yg benar menurut Al-Quran.
    2. ijin poligami aa, baru diurus kemarin, setelah berita “istri simpanan’ terekpos oleh media masa. (saya lebih cenderung menyebut rini sbg istri simpanan)
    3. perselingkuhan sudah terjadi 3-5 tahun yang lalu tapi ijin poligami baru kemarin.
    4. prasayarat poligami tidak dipenuhi oleh aa (istri tidak mampu punya keturunan, istri sakit, istri meninggal, ijin dari istri pertama yg terlambat)
    5. istri kedua ternyata bukan janda yg memerlukan banyak bantuan (janda2 korban perang, janda bencana tsunami, janda korban gempa, dll).
    6. tidak ada manusia biasa yg bisa adil terhadap istri-istrinya. (kalo MERASA bisa adil mah banyak… )
    7. poligami aa ternyata ‘nafsu syahwat’ belaka jadi nggak pantas untuk ditiru, apalagi ingin jadi panutan… keblinger banget…

    Demikian sedikit pendapat saya, semoga menjadi jernih dan jelas.

    Kalangan NU dan Muhamadiyah pun sudah sejak tahun 1928 tidak melakukan praktek poligami lagi.

  106. 115 Siti 13 Desember 2006 pukul 1:02 pm

    Komentar Pak Hasan oke banget! Semoga AA Gym bisa membaca dan insyaf atas kelakukannya.

    Tapi nasi sudah jadi basi, euy!

  107. 116 wadehel 13 Desember 2006 pukul 11:34 pm

    @ Siti
    Sudah jadi basi apa jadi tahi? :P

    @ Hasan
    Tadi Mahmud, sekarang Hasan?

    @ Budi
    itu tulisannya bebek ya?

  108. 117 ivie 14 Desember 2006 pukul 1:09 pm

    hmmm polygami… gue jd bosen dnegernya belakangan ini. btw mas wadehel.. disini banyak blog tambahan yah.. artikel di komentarnya keren2 hehehehe.

    sory gue jangan digebukin yah… kalo mas hel bilang istilahnya satu batang rame2.. hmm apa bisa dibilang juga ini pelacuran terselubung?

  109. 118 wadehel 14 Desember 2006 pukul 2:09 pm

    @ Ivie
    Saya juga udah bosen bin mual, tapi bukan berarti tidak akan mbahas lagi :P

    Artikel2 di komen emang banyak yang bagus, sayang ya, harusnya mereka tulis di blog tuh biar lebih kelihatan sama orang.

    Satu batang rame2 = pelacuran terselubung?
    Pelacuran itu kan dilakukannya kegiatan seksual dengan mengharapkan kompensasi, biasanya berupa materi. jadi tidak harus satu batang rame-rame, satu batang dimakan sendiri juga kalau dilakukan karena mengharapkan kompensasi (berupa jaminan ekonomi atau lainnya) berarti termasuk melacur juga :P
    Entahlah, mungkin definisinya yang salah.

  110. 119 erika 14 Desember 2006 pukul 6:19 pm

    wuih…baru kali ini baca soal poligami yang segamblang ini…
    ada positif negatifnya lagi..yang lain mah cuma mengkritisi trus mengecam trus kebalikan membela mati2an…
    hebat euy tulisannya…netral!
    tapi, klo saya mah simple aja…
    itu kan urusan rumah tangganya si AA..kita gak berhak nentuin jalan hidupnya dia bukan…klo emang dah keputusannya terserah dia lah…wong Aa Gym bukan anak kecil lagi…
    Aa pasti tau untung-rugi dan resiko yang ada dari keputusannya dia bukan…
    besok2 mau mampir lagi aah…baca tulisannya lain…

    ‘lam kenal
    erika

    • 120 rayhan irvando 22 Mei 2011 pukul 6:21 pm

      …mungkin kalau poligaminya sama nenek2 lumpuh jelek miskin kentutan lagi pasti ga pada ribut…” malah dpt ancungan jempol mungkin sebetulnya ga mau suami kawin lagi jika normal “pasti sakit sekali” mungkin jadi kuat karna terpojok kasihan wanita hrs terima tp yg dah terlanjur jd wanita jgn pindah kelamin ya…! soalnya saya cowok msh butuh wanita’… ingat selalu jaga hati juga jangan sakiti istri kita dgn alasan apapun kecuali dgn nenek2 yg tadi…!mungkin benar untuk orang biasa jgn ikut campur urusan rmh tangga orang, tp kalu tokoh panutan byk orang berusahalah buat sensasi yg bisa menentramkan hati byk orang…jagalah hatimu jgn kau nodai jagalah hatimu lentera hidup ini…! maaf kalau ada yg salah thanks.

  111. 121 Nono 15 Desember 2006 pukul 7:07 am

    Sebenarnya poligami adalah masalah agama. Komentar2 mestinya didasarkan pada dalil agama. Pun komentar yang dilihat dari sudut sosial. Harus dilatar belakangi ilmu agama. Masalahnya, sejauh mana pemahaman kita terhadap agama kita ? Siapa guru kita ? Dimana kita menuntut ilmu ? (Carilah guru yang benar, Insya Allah akan benar pula ilham yang kau dapatkan…)

  112. 122 wadehel 15 Desember 2006 pukul 9:20 am

    @ Erika
    Salam kenal juga Erika :)

    @ Nono
    Itu pendapat anda. Pendapat saya poligami sebenarnya masalah nurani. Tapi bisa juga masalah rasa kemanusiaan (eh, sama aja ya?). Dan tentu ini masalah sosial juga. Kalau dilihat dari pelakunya yang seorang panutan, malahan bisa jadi masalah pendidikan juga. Menurut saya, bebas saja orang mau melihat dari mana. Pembenaran kan bisa didapat dari mana saja, dan paling mudah ya pakai pembenaran agama.

    Dan soal guru, mungkin kapan-kapan saya akan berguru ke DT, disana kan banyak jilbaber cantik mendengarkan dakwah sang guru, pasti cewe-cewe itu tidak keberatan berbagi cinta dengan wanita lain :D

  113. 123 felina 15 Desember 2006 pukul 10:55 am

    Kegagalan menjaga mulut bisa membuat anda dituntut karena melakukan penghinaan, penghinaan terhadap anjing, karena mungkin anjing pun tidak akan rela disamakan dengan mereka.

    Sebagai pencinta binatang, saya sangat setuju… ini serius, sumpah… eh kalo sumpah gak masuk surga ya?

  114. 124 Nono 15 Desember 2006 pukul 1:03 pm

    (smile)..Amiiin…amiiiin…

  115. 125 flowerydress 15 Desember 2006 pukul 3:10 pm

    Mmhh..capek juga baca semua artikel dan comment di tulisan ini, mas hel..
    Ini mah namanya Debat Kusir (uda pada tau kalee!):0
    banyak orang KEBLINGER yah disini, SALUT.. SALUT..
    Salam Kenal All

  116. 126 wadehel 15 Desember 2006 pukul 3:31 pm

    @ Felina
    Coba aja, ga ada ruginya kok.

    @ Nono
    Nambahin: Amiiin, amiiin ya Allah ya Rabbal Alamiiiin.

    @ Flowerydress
    Yah, maklum lah. Namanya juga semua ingin menyuarakan pendapatnya. Daripada diam dan membebek buta aja?
    Btw, mbak Novi setuju poligami? Kalo iya, sukanya jadi istri nomer berapa? :)

  117. 127 koko 16 Desember 2006 pukul 9:44 am

    Makanya, klo mo kawin … tanya dulu, mo poligami nggak?
    klo setia, buru2 nikah !!!

  118. 128 dolf 16 Desember 2006 pukul 11:50 pm

    dari beberapa penjelasan saya bisa sedikit memahami
    bahwa laki2 minta diistimewakan dari perempuan
    sementara perempuan menjadi masyarakat kelas-2 dalam strata sosial
    mungkin ada yg berkata
    justru dgn begitu perempuan dimuliakan (banyak rujukan & silahkan saja)

    tapi pemahaman saya begini (ilustrasi):
    ada 2 org di depan saya, laki & perempuan
    keduanya kelaparan & meminta makan kepada saya
    saya punya 3 nasi bungkus
    saya mesti bagaimana:
    1. nasi bungkus-1 saya beri ke si laki, nasi bungkus-2 saya beri ke si perempuan, nasi bungkus-3 saya makan sendiri/buang (?)
    2. 2 nasi bungkus saya beri ke si laki, 1 nasi bungkus saya beri ke si perempuan
    3. 1 nasi bungkus saya beri ke si laki, 1 nasi bungkus saya beri ke si perempuan, 1 nasi bungkus terakhir saya bagi menjadi 2…1/2 untuk si laki, 1/2 untuk si perempuan
    dll

    pertanyaannya bukan saya mesti bagaimana ?
    pertanyaannya mana yg adil/bijak ?
    kalian jawab sendiri disertai alasan masing2 (tentunya dalam hati saja)

    anda bisa mengatakan begitu karena anda tidak di posisi poligami
    andai ayah anda yg melakukan poligami
    apa mungkin hati ibu anda tidak hancur ?
    atau berusaha menerima dgn ikhlas seperti teh ninih ?
    atau malah bercerai ?
    coba setelah membaca email ini bertanya
    ke ayah: kenapa tidak poligami ?
    ke ibu : bagaimana kalau ayah poligami ?
    yg paling penting adalah jawaban dari ibu
    karena beliaulah korban utama yg merasakan/mengalami
    anak mungkin dapat berbagi bapak
    tetapi istri relakah berbagi suami ?

    anda bisa menjawab seperti itu karena anda laki2
    kalau anda perempuan bagaimana jawaban mu
    anda ingin tahu jawaban perempuan
    tanyalah langsung ke perempuan atau ibu mu sendiri
    jangan hanya mendapat jawaban dari laki2 saja
    gunakan metode berimbang

    anda pernah gak bayangkan hidup sebagai anak yg ayahnya poligami ?
    anda ingin tahu jawabannya
    tanya kepada mereka yg ayahnya poligami
    tapi ingat !
    bertanya bukan berarti merasakan
    anda hanya tahu jawabannya, merekalah yg merasakan

    nb:
    saya tidak ada masalah dgn poligami, poliandri…tetapi saya lebih mendukung polipantai :P

  119. 129 Masmu 17 Desember 2006 pukul 12:16 pm

    ada link yang menarik nich.

    http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/5/cn/2339

    setuju tidak setuju tergantung dari mana cara memandangnya dan membandingkannya. kalo semua sisi menangkan alibinya dengan berbagai alasan perasaan dan alibinya saya rasa tidak akan dapat di temuin titik tengahnya.

    Beruntunglah wanita-wanita muslimah yang di lindungi oleh hukum Allah, bahwa poligami termasuk diatur dalam Al Qur’an.

    Mbak,Bu … poligami bukan hal baru dari dulu dan dapat menjadi lebih parah serta selalu dipertentangkan tetapi islam ada di dalamnya dan ikut mengaturnya agar mas, bapak2, dan kakek ini tidak seenak udelnya sendiri menaruh “burung”

    syukurlah anda, jika bapak,mas,kakek anda dengan jujur melakukan poligami, mereka adalah seorang yang gentlemen mau mengungkapkan dan berani bertanggung jawab, jadi di pandu/ditolong donk…. jangan di musuhi.

    percaya saya dech, pria yg anda kenal adalah orang yg pandai menyembunyikan perasaan terhadap anda adalah orang yg jago berbohong dan munafik ketika matanya jelalatan ke kanan dan ke kiri. jika ada kesempatan buat naruh “burung” pastilah terjerumus juga.

    tinggal menurut mbak, ibu, nenek2 sekalian suka cara kasar atau halus. bukankah lebih baik sesuai aturan agama.

    manusia yang diciptakan Allah serta di kasih buku manual cara pakainya yaitu al Qur’an, jika ada yg tidak sesuai tanyakan ke pada Allah (istiharah) dan teguklah ilmu sebanyak-banyaknya. ketidak tahuan kita hanya karena akal kita terbatas.

    semoga kita menjadi orang soleh yang mendapat Ridlo Allah

  120. 130 poerwo 18 Desember 2006 pukul 10:31 am

    Apa sebenarnya yang paling membahagiakan bagi seorang pria yang memiliki istri lebih dari satu……?

    Dalam kehidupan berpoligami yang di highlight hanyalah masalah sexual atau hubungan kelamin, harta dunia dan masalah duniawi lainnya. Alangkah dangkalnya pikiran para pengkritik ini….mengapa dan mengapa sampai seperti itu.

    Dalam kehidupan ini yang sehari terdiri dari 24 jam kan tidak hanya berkutat di tempat tidur, tentu banyak aktivitas lainya yang harus dilakukan oleh manusia.

    Dan apa sebenarnya yang paling membuat laki2 berpoligami bahagia, bersyukur hingga meneteskan air mata?…dan ternyata jawabannya adalah ketika melihat istri-istri dan anak2nya bercengkerama dalam kehangatan serta pada saat mereka berjamaah dalam mnjalankan sholat wajib.

    Suasana itulah yang akan membawa terhembusnya angin sorga dalam hati dan kehidupan mereka.

    Bukan sesuatu yang mudah untuk mendapatkan kehidupan seperti itu, sangat berat bagi semua anggota keluarga poligami Baik itu suami, istri maupun anak-anaknya. Oleh karena itu keberhasilan sebuah keluarga poligami adalah tergantung kepada mereka itu, bukan salah satu dari mereka.

    Masing2 pihak akan memiliki kontribusi yang proporsional, dan jangan coba-coba melakukan poligami tanpa memiliki pengetahuan dan pemahaman yang dalam dan luas, dan jangan semata-mata berpoligami krn alasan sexual.

  121. 132 arul 19 Desember 2006 pukul 2:55 am

    poligami is the choise… terserah deh…
    masak mau di paksain gak boleh poligami atau poligami itu wajib,gak kan>?

  122. 133 Tukangkomentar 19 Desember 2006 pukul 3:15 am

    Oh, gitu toh?
    Pertanyaan yang sering saya ajukan belum pernah terjawab dengan pleg, gitu lho.
    Mungkin dalam blog ini ada yang ahli dan bisa menjawab:
    Bagaimana seandainya ada seorang wanita yang kuat (kuat finansial, kuat fisiknya sebagai pelindung, kuat apa saja deh) dan dia mau poliandri. Boleh, nggak sih? Kenapa yang dibolehkan hanya poligini?
    Kalau polandri nggak boleh, apa di mana hukumnya yang melarang? Kalau boleh, di mana hukumnya yang membolehkan?
    Seperti ditulis bung Arul:
    “poligami is the choise… terserah deh…
    masak mau di paksain gak boleh poligami atau poligami itu wajib,gak kan>?”
    Ya, seharusnya poliandri juga choise masing-masing, kan? (kalau yang andri-andrinya mau dan yang gininya mampu).
    Ada yang bisa lihat pincangnya, nggak (kalau diterapkan untuk jaman sekarang)? Atau agama itu suatu yang statis dan harus diintestinasi (walah, sok istilah asing nih) ya gitu seaslinya?
    (sambil malu-malu karena ngotot mengajukan pertanyaan yang bloon ini).

  123. 134 poerwo 19 Desember 2006 pukul 9:45 am

    Perkawinan bukan masalah guyonan, karena dari sebuah perkawinan akan terselamatkan kejelasan keturunan umat manusia di bumi ini.

    Bagaimana seandainya ada seorang wanita yang kuat (kuat finansial, kuat fisiknya sebagai pelindung, kuat apa saja deh) dan dia mau poliandri. Boleh, nggak sih? Kenapa yang dibolehkan hanya poligini?

    Poliandri yang berarti satu perempuan bersuami lebih dari satu, sebuah pertanyaan bila nanti lahir anak dari perkawinan ini maka siapa ayahnya?….karena wanita tersebut telah melakukan hubungan sexual dengan lebih dari satu laki2..sel sperma siapa yang berhasil membuahi sel telur wanita tersebut???

    “Seorang perempuan menanyakan kepada seorang bijak tentang permasalahan ini, pertanyaan tersebut tidak dijawab akan tetapi perempuan tersebut diminta menyediakan mangkuk besar dan kemudian di panggilnya beberapa orang yang masing-masing diminta membawa segelas air, kemudian satu persatu mereka diminta menuangkan segelas air tersebut kedalam mangkuk yang di bawa perempuan tersebut. Setelah mangkuk tersebut penuh maka Sang bijak meminta orang-orang yang tadi menuangkan air ke dalam mangkuk untuk mengambil kembali air miliknya yang tadi di tuangkan kedalam mangkuk…dan mereka semua tidak sanggup.

    Demikian sekedar ilustrasi

  124. 135 andrias ekoyuono 19 Desember 2006 pukul 1:24 pm

    Kalau saya Insya Allah gak akan poligami.

    Tapi saya dan istri saya sepakat tidak melarang orang lain berpoligami ataupun menentang poligami, karena poligami itu halal. Toh hal itu merupakan tanggung jawab pihak2 yang melakukan poligami, bukan kami…

  125. 136 arul 19 Desember 2006 pukul 1:42 pm

    percuma memperdebatkan poligami….
    karena semua akan berlandaskan pada pemikiran masing-masing…

    kalo mau merunut kisah Aa Gym…. who knows …..
    alasan dia apa??
    kita taunya cuman berkomentar deh….. padahal Aa Gym punya tujuan tertentu ….

  126. 137 Nono 19 Desember 2006 pukul 8:26 pm

    Poligami bersumber dari dalil naqli. Rasanya tak pantas jika divonis dengan hukum aqli. Apalagi aqli / filsafat dari barat yang sekuler. Bahwa ia tidak sesuai dengan aqli, it’s not a big deal ! wong aqli manusia (apalagi manusia jahiliyah) memang sangat terbatas…

  127. 138 Tukangkomentar 19 Desember 2006 pukul 11:05 pm

    purwo,
    “Poliandri yang berarti satu perempuan bersuami lebih dari satu, sebuah pertanyaan bila nanti lahir anak dari perkawinan ini maka siapa ayahnya?….karena wanita tersebut telah melakukan hubungan sexual dengan lebih dari satu laki2..sel sperma siapa yang berhasil membuahi sel telur wanita tersebut???”
    Kalau semua ikhlas dan rela (kalau ….) kan yang itu mungkin nggak akan dimasalahkan lagi, kan? Pertanyaan itu akan jadi nggak berarti lagi, kan? Kalau nggak ikhlas ya jangan ikutan poliandri. Gampang toh?
    Saya kok nggak mudeng/ngerti maksud ilustrasinya mas Purwo itu. Kalau sepuluh orang menuangkan air ke dalam sebuah mangkuk, kan logis, bahwa semuanya akan bercampur nggak akan bisa dipisahkan, iya to? Lalu buat apa mau diambil lagi?
    Kalau masalah anak dari sepuluh bapak, kan gampang:
    kalau ada yang nggak mau tanggung jawab ya nggak usah ikut poliandri.
    Kalau ada yang mau ikut dan toh ngeyel mau tahu siapa bapaknya anak itu, lho, kan ada kemungkinan periksa darahnya (RNA, HLA , golongan darah). Lain dong dengan air, kan air nggak ada RNA-nya atau golongan darahnya. Perbandingannya agak pincang, nggih mas?
    Saya sih, nggak menentang poligami asal semua pihak ikhlas (bener-bener ikhlas) dan nggak ada yang ditelantarkan. Monggo saja. Cuma kan nggak adil kalau cuma laki-laki boleh punya beberapa istri, sedang wanita kalau gitu dimaki-maki. Kenapa?
    Pertanyaan saya belum terjawab: hukum agama yang melarang itu bisa saya baca di mana???? Di mana, ayo?
    (sambil mencureng, kriat-kriut giginya, mikir-mikir. :))

  128. 139 Tukangkomentar 19 Desember 2006 pukul 11:17 pm

    Nono:
    tolong mohon diterjemahkan “dalil naqli” dan “aqli”, betul nggak ngerti lho. Matur nuwun.

    “wong aqli manusia (apalagi manusia jahiliyah) memang sangat terbatas…”
    Oh, gitu to, jadi kalau aqli seorang manusia yang bukan jahiliyah itu nggak terbatas?
    Weleh, weleh, jadi semua orang barat itu jahiliyah to? :)

  129. 140 wadehel 19 Desember 2006 pukul 11:34 pm

    @ Tukangkomentar
    Jangan nyureng-nyureng pak, nanti permanen lho. *ketawa guling guling*
    Giginya juga ituuuh, berisik ah. *nyodorin papan buat digigitin Tukangkomentar*

    Soal Om Nono, mungkin dalam agamanya Nono, penggunaan akal itu diharamkan. Betul tidak Om Nono?

  130. 141 Tukangkomentar 20 Desember 2006 pukul 4:06 am

    Tambah informasi:
    Sampai jaman sekarang poliandri masih dipraktekkan oleh masyarakat Hindu yang hidup di bagian barat peg. Himalaya karena alasan sosial.
    Biasanya beberapa saudara laki-laki (sekandung) menikahi satu wanita. Dalam hal ini kapasitas reproduksi keluarga yang melakukan poliandri ini hanya terbatas pada kapasitas reproduksi sang istri. Jadi terjadi penyesuaian potensial tenaga kerja terhadap tersedianya tanah yang harus/bisa dikerjakan.
    Oh, ya, di masyarakat tsb. juga ditemui keluarga yang poligami dan monogami.
    Poliandri bisa ditemui juga di Marquesas Archipelago, Tibet. Kashmir, Da-La, Sri Langka (Kandy) dsb.
    Macam-macamnya poliandri:
    P. fraternal, P. korporatif (hak dan kewajiban sebagai ayah ditanggung oleh semua suami. Contoh: masy. Irava di India Selatan), P. non-korporatif(hak dan kewajiban sebagai ayah ditanggung oleh satu suami saja yang dianggap mampu oleh sang istri, tidak tergantung dari sperma siapa sebenarnya yang menerobos sang telur, contohnya bisa dijumpai di masy. Todas di India Selatan).

  131. 142 Poerwo 20 Desember 2006 pukul 11:10 am

    Beberapa kasus poliandri di dunia ini sifatnya sangat “kasuistis”, dimana memiliki alasan tertentu, dan tentunya tidak lagi mempermasalahkan “keturunan siapa” secara biologis, walaupun ikhlas tapi kan tetep ada “bapak biologisnya”

    Dan juga menurut pemahaman saya perkawinan salah satunya adalah berfungsi sebagai sarana reproduksi makhluk hidup, dan antara laki-laki dan perempuan sudah memiliki fungsinya masing2. Dan salah satu yang nyata kita lihat bahwa wanita memiliki rentang waktu tertentu dalam melaksanakan fungsinya sedangkan laki2 tetap dapat membuahi sampai dia mati (kecuali mengidap penyakit tertentu)

    Dan naluri dasarnya semua makhluk hidup akan selalu memperbanyak keturunannya, akan tetapi manusia adalah makhluk hidup yang berakal sehingga mereka diberikan aturan2 yang mengatur kehidupannya dengan tidak menentang sifat2 dasar dari makhluk hidup itu sendiri.
    Jadi itulah alasan mengapa poliandri tidak diperbolehkan dalam agama yang saya anut.

    Dan saya berharap bahwa jangan sampai menganalogi-kan bahwa poligami itu legalitas pelacuran dan poliandri legalitas dari gigolo, dan kemudian menghalalkan semuanya, dan jangan pula ini kemudian di hubungkan dengan kesetaraan gender.

    Saya seneng ada forum seperti ini sehingga kita dapat banyak tambahan ilmu.

  132. 143 Tukangkomentar 20 Desember 2006 pukul 1:27 pm

    Purwo:
    Maaf Pak Purwo,
    kalau menurut saya itu bukan kasuistis. Mungkin lebih cocok kalau disebut kebudayaan yang jarang ditemui.
    Pada jaman dahulupun poliandri sudah dikenal.
    Saya bukan penganjur atau penyetujui poliandri, lho. Tapi karena satu alasan yang sederhana saja. saya itu orangnya cemburuan sekali. :) Dan saya tetap merasa, bahwa aturan-aturan agama kadang tidak adil. Mungkin kalau pada waktu agama itu muncul hal ini bisa dimengerti, karena situasinya lain. Tapi kalau ditinjau jaman sekarang, kan posisi wanita setara dengan pria. Iya, toh?
    Maaf kalau saya ndesek sekali lagi:
    “Jadi itulah alasan mengapa poliandri tidak diperbolehkan dalam agama yang saya anut.”
    Kalau saya boleh tanya sekali lagi, kalau di Al Qur’an tertulis larangan itu, di mana (Sura/ayat), kalau di injil di mana juga?
    Maaf nengkel dikit, karena saya serius pingin baca itu lho. Bukan mau menyudutkan anda atau bagaimana.

  133. 144 WongIndonesia 20 Desember 2006 pukul 4:18 pm

    Dalil Poligami dan Poliandri dalam Al-Qur’an hasil terjemahan, kalo masih penasaran konsultasi saja dengan Quraishihab (Tafsir Al-Misbah yg pas Ramadhan di MetroTV).

    Pendapat pribadi jangan sampai bertentangan dengan dalil yang ada. Yang MUTLAK BENAR adalah Allah semata. Jangan sampai kita memberikan pendapat pribadi yang menjadikan diri kita tidak mampu mengaplikasikan Al-Quran dalam kehidupan kita dan menjadi fitnah bagi orang lain. Sebagai muslim, jangan menentang sesuatu yang memang diperbolehkan dalam Islam. Untuk yang non-muslim, agama anda yang mengatur.

    Secara pribadi, kita boleh untuk tidak melakukan poligami, jika merasa tidak mampu untuk adil. Jikapun merasa mampu adil, harus dilihat kadar keimanan kita, apakah kita termasuk orang yang telah dekat dengan Allah, mampu mengendalikan diri kita sendiri, mampu menerima segala keburukan yang terjadi pada diri kita dengan melihatnya sebagai suatu ladang amal.

    Poligami adalah sesuatu yang mubah(boleh) bagi yang mampu melaksanakannya, namun dapat menjadi haram bagi yang tidak mampu melaksanakannya. Dalam kasus ini, saya yakin Aa Gym memiliki kemampuan (sejauh pengetahuan saya) untuk memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin bagi istri dan anak-anaknya. Demikian jiga istri pertamanya merupakan istri yang solehah. Meski saya tidak tahu persis alasan yang menyebabkan Aa Gym berpoligami.

    QS 4:34 Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[289] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)[290]. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[291], maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[292]. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

    [289]. Maksudnya: Tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.

    [290]. Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.

    [291]. Nusyuz: yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. Nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.

    [292]. Maksudnya: untuk memberi peljaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. Bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.

    Logika yang menguatkan dalil poligami adalah bahwa dalam poligami terdapat 4 istri dan beberapa anak-anak, yang memiliki seorang pemimpin, seorang pelindung, seorang pengambil keputusan. Organisasi ini solid, sebuah lokomotif yang memimpin dengan dukungan 4 gerbong pengangkut penumpang, kesemuanya diberikan hak yang sama, walaupun memiliki diri mereka masing-masing.

    Logika yang melemahkan poliandri: Ketika seorang istri (dalam islam, suami adalah pemimpin) mempunyai 4 orang suami. Maka organisasi yang ada bukanlah organisasi lagi, karena pemimpin teringgi mereka berjumlah 4. Dan tentu masing-masing memiliki keinginan untuk membawa kereta berjalan (naluri seorang suami). 4 loko akan berebut mencari jalur masing-masing. Sehingga yang kuat yang akan menang, yang lemah akan terseret mengikuti loko yang kuat atau akan keluar dari sistem (tergantung bahan bakar/kocek)

    Saran saya, jika ingin diskusi panjang lebar tentang hal ini, carilah ulama yang memang benar-benar faham tentang hal ini. Jangan sampai kita berdebat dengan menggunakan pendapat masing-masing yang hanya meng-”akali” sesuatu yang kita anggap benar agar menjadi benar di mata orang lain. Karena pendapat yang kita kemukakan belum tentu pendapat yang selaras dengan hukum ilahi.

    QS 2:216 Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

    Dalil Poligami diperbolehkan

    QS 4:3 Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil[265], maka (kawinilah) seorang saja[266], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

    [265]. Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah.

    [266]. Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w. Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang saja.

    Dalil Poliandri Tidak Diperbolehkan

    QS 4:24 Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki[282] (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian[283] (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu[284]. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

    [282]. Maksudnya: budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan bersama-samanya.

    [283]. Ialah: selain dari macam-macam wanita yang tersebut dalam surat An Nisaa’ ayat 23 dan 24.

    [284]. Ialah: menambah, mengurangi atau tidak membayar sama sekali maskawin yang telah ditetapkan.

  134. 145 WongIndonesia 20 Desember 2006 pukul 5:02 pm

    Istri saya kebetulan tidak mau kalau saya menikah lagi (bukan tidak setuju dengan konsep poligami), namun dia tetap dapat menerima alasan mengapa diperbolehkan poligami. Dia bahkan kagum dengan perempuan yang dengan lapang dada menerima untuk dimadu.

    Hati setiap perempuan pasti menolak jika suami akan menikah lagi. Namun keyakinan bahwa aturan yang telah ditetapkan oleh Allah pasti akan membawa kemaslahatan itu yang terpenting. Bahkan segala sesuatu yang tercipta dan terjadi di dunia ini tidak akan menjadi sia-sia. Akan menjadi pelajaran bagi orang lain.

    Dua hal yang menjadi pembicaraan di berbagai media menimpa dua orang tokoh masyarakat. Poligami yang dilakukan seorang Da’i; dan video kasus skandal seorang wakil rakyat di DPR dengan seorang biduanita dangdut.

    Masyarakat seakan-akan terbuai dengan teganya seorang laki-laki menduakan istrinya dengan jalan yang dihalalkan agama (poligami). Padahal sang istri Da’i sudah mengatakan bahwa dia ikhlas menerimanya. Kecaman datang dari berbagai kalangan.

    Bahkan pemerintah langsung memberikan respon dengan akan direvisinya UU pernikahan, yang dinilai harus diperbaiki. Secara tidak langsung pemerintah mengatakan Al-Qur’an juga harus diperbaiki.

    Poligami sudah digariskan dalam Al-Qur’an, pemerintah seharusnya cukup memberikan regulasi yang mengatur secara baik. Jangan sampai seseorang yang kaya mampu menyuap pengadilan agama untuk mengeluarkan ijin berpoligami.

    Logikanya jika jumlah kecelakaan di jalan raya besar, buat aturan yang memfasilitasi bagi orang yang memang telah mampu menyetir saja yang akan mendapat SIM. Jangan malah ga boleh naik mobil. Ya ga?

    Tentang kasus kedua tentang skandal terlarang tersebut, pemerintah seakan menutupinya dengan munculnya kasus poligami. Dan masyarakat juga merasa “biasa saja”.

    Memang aneh negeri ini, sesuatu yang sesuai aturan dianggap “aneh”. Sesuatu yang melanggar aturan dianggap “biasa”.

    Bahkan Permadi (Wakil Rakyat dari PDIP) mengatakan di DPR banyak kasus serupa hanya saja YZ lagi apes (terekspos). Bahkan lanjutnya, skandal intern juga ada (ha…).

    Bupati pekalongan juga tetap eksis walau skandal dengan wakilnya terkuak. Pemerintah juga seakan menganggap hal seperti itu biasa (tidak ada konsekuensi hukum yang dijatuhkan)

    Apakah sesuatu yang dilakukan oleh para pemimpin kita merupakan cerminan kehidupan masyarakat kita? Merupakan hal yang wajar jika mempunyai simpanan, berselingkuh dan malah menolak poligami, tak bersuami tapi memiliki anak.

    INDONESIA MEMILIH….

    Manakah yang akan anda pilih?
    1. Poligami (Sesuai dengan ajaran agama)
    2. Selingkuh (Tidak sesuai dengan ajaran agama)

    Dua hal tersebut bukanlah suatu kebetulan, semua sudah digariskan. Dari pilihan kita akan tercermin diri kita. Apakah kita seorang yang taat atau tidak. Jika anda seorang muslim, kita bisa membuka Alquran.

    Allah berfirman, ”Dan tidak patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi wanita yang mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah tersesat, sesat yang nyata” (QS Al-Ahzab: 33-36).

    Mari kita camkan pula sabda Nabi SAW, ”Tidak beriman seorang dari pada kamu sehingga hawa nafsunya tunduk (sesuai) dengan apa yang telah aku datang dengannya (sesuai dengan sunnahku)” (HR Nawawi dalam Hadist Arba’in).

    Dua dalil di atas menerangkan tentang ciri-ciri mukmin haqqan (sejati) yang tidak ada rasa berat di dalam hatinya untuk menerima hukum Allah dan Rasul-Nya, baik ia suka maupun tidak suka, dalam keadaan berat atau ringan.

    Maaf bila ada yang berbeda pendapat. Saya cuma berusaha memberi gambaran saja. Semoga bisa membantu sebatas pengetahuan saya yang dangkal ini.

    Maaf juga buat Pak Wadehel, karena ngisi comentnya terlalu panjang.

  135. 146 vergie 20 Desember 2006 pukul 5:34 pm

    @wong Indonesia (moga2 tidak terinspitrasi dari si juragan poligami itu yah.:))

    pak, kalo poligaminya cuman mau ‘memuaskan k*nt*l aja gimanah? (niru tulisan oom Wadehel). Janganlah kita berbicara soal ayat2 Qur’an, hadist and whatsoever dulu lah…bagaimana kalau laki2 tersebut hanya membuat poligami itu sebagai easy legal exit dari perselingkuhan seperti yang dilakukan pak YZ? Kenapa juga hampir semua orang yang menyetujui poligami itu selalu membawa dalil bahwa org2 yang mengkritisi poligami yang dilakukan oleh manusia2 jaman sekarang yang kebanyakan jahanam ini, sebagai orang yang tidak mengerti agama? saya juga muslim sejati lho, saya juga ngerti Rasul juga melakukan poligami seperti apa. Kalo mo bener2 seperti Rasul, jangan hanya niru poligaminya saja, coba tindak-tanduk, hafal kitab suci dan lain sebagainya juga dipraktekkan dong! Kalo kami2 ini yang ‘mengkritik’ poligami yang dilakukan manusia jahanam jaman sekarang disarankan untuk membuka Al Qur’an, coba tolong perluas lagi wawasan Anda tentang hakikat ttg perkawinan yang terdapat di dalam kitab suci yah!

  136. 147 Tukangkomentar 21 Desember 2006 pukul 12:31 am

    Wong Indonesia,
    terima kasih atasan ulasan yang puanjang lebar tentang hal ini
    Tapi biarpun saya baca beberapa kali, kok nggak saya temui dari ayat-ayat yang anda kutip itu, bahwa poliandri dilarang. Dilarang mengawini seorang istri yang telah bersuami dalam hal ini menurut saya dalam arti: jangan merebut istri orang lain atau jangan membujuk istri orang lain yang sedang tidak ada (berperang atau sedang ikut kafilah). Loh, kok budak-budak yang suaminya tertawan dikecualikan? Apakah perkawinan mereka nggak sama nilainya dengan perkawinan yang lain? Jadi kalau budak-budak wanita itu suaminya ikut tertawan, mereka nggak boleh ikut dikawini?

    “Ketika seorang istri (dalam islam, suami adalah pemimpin) mempunyai 4 orang suami. Maka organisasi yang ada bukanlah organisasi lagi, karena pemimpin teringgi mereka berjumlah 4.”
    Jaman sekarang haruskah seorang lelaki selalu lebih kuat dari pada seorang wanita? Apakah betul lelaki ditakdirkan jadi pemimpin, sedang wanita kodratnya sebagai pengikut saja? Berapa banyak laki-laki yang tidak mampu memimpin (jangankan negara, bahkan cuma keluarga sendiri), sebaliknya banyak wanita yang “kuat” dan berkemampuan memimpin. Ini bukan logika saja, lho, ini kenyataan.
    Membaca tulisan anda tentang logika (?) yang melemahkan poliandri, kok saya jadi mikir:
    Bagaimana kalau suami yang empat itu rukun dan bersatu? Apakah secara logika hal ini nggak mungkin? Ada lho suami yang nurutan istri dan nggak setiap laki-laki memiliki “naluri” mau mimpin, seperti yang anda ulaskan.
    terus: bagaimana kalau istrinya ternyata lebih kuat dan bisa memimpin?
    Kalau menurut logika yang anda paparkan, kan poliandri nggak akan bisa berfungsi, lho, kok di negara-negara/daerah-daerah yang saya sebut di atas bisa berjalan? Kalau nggak kan mereka sudah beratus tahun yang lalu meninggalkan praktek ini. Iya toh? (ini cuma percobaan kecil dari saya untuk memikir secara logis, lho! :)).

    “INDONESIA MEMILIH….

    Manakah yang akan anda pilih?
    1. Poligami (Sesuai dengan ajaran agama)
    2. Selingkuh (Tidak sesuai dengan ajaran agama)”
    Kenapa Indonesia harus memilih? Nggak ngerti saya.
    Kalau saya pribadi nggak milih dua-duanya. Boleh, nggak?

  137. 148 WongIndonesia 21 Desember 2006 pukul 10:22 am

    @vergie

    1. Kebebasan anda untuk memilih cara yang legal atau tidak secara agama. Dalam islam sudah jelas ada cara yang legal, kenapa tidak dipilih. Mungkin yang terjadi di kamar sepasang pengantin sama dengan yang terjadi di dalam kamar seorang yang berselingkuh (hubungan antara sepasang manusia dengan jenis kelamin yang berbeda). Namun, dimata agama (bagi yang percaya akan agama, surga dan neraka) ada dua perbedaan yang sangat besar. Transaksi sebelum terjadi hubungan tersebut sangatlah berbeda. Ijab kabul pernikahan adalah transaksi yang sah untuk melegalkan hubungan seksual. Sedangkan transaksi seorang pria dengan perempuan yang bukan haknya (selingkuhan, pelacur, dsb) adalah transaksi yang ilegal menurut agama. 1001 alasan untuk membuat sesuatu yang benar menjadi samar, lalu menjadi salah.

    2. Jangan menghakimi apa yang dilakukan sesorang, tanpa kita memiliki dasar yang kuat. Kebebasan berpendapat memang tidak dilarang. Tapi alangkah baiknya kalau kita tidak memberikan statement yang berujung pada fitnah. Saya rasa bukti yang anda miliki tidak cukup kuat untuk memberikan pernyataan bahwa orang yang berpoligami hanya karena seks semata. Kecuali memang anda seorang psikiater yang telah menelaah dan sempat mendalami kondisi psikologis pasien poligami anda. Saya lebih cenderung mengedepankan huznudzon saja (azas praduga tak bersalah).

    3. Maaf saya tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan, ilmu yang saya miliki memang sangat jauh dari kemampuan anda. Tafsir tentang ayat-ayat yang saya sampaikan lebih baik anda diskusikan dengan beberapa Ahli Tafsir. Jika ingin tahu lebih lanjut, tak ada salahnya anda melakukan penelitian tentang poligami. Dan jika Anda mengatakan “….sebagai orang yang tidak mengerti agama? saya juga muslim sejati lho,…”, maka saya sarankan anda belajar agama lebih dalam (kaffah).

    @Tukangkomentar

    1. Dalam Islam, prosesi ijab kabul poligami tidak dilakukan serentak 4 orang istri. Jika merunut pada hal di atas, maka poliandri yang dilakukan seorang juga berurutan, suami I, suami II, suami III, lalu suami IV. Jika anda menafsirkan sebagai merebut itu hak anda. Tafsir ayat itu adalah seorang laki-laki diharamkan menikahi seorang perempuan bersuami, entah menjadi (1)suami kedua ataupun (2)merebut istri tanpa ada proses perceraian (2 status pernikahan). Keduanya poliandri bukan?

    2. Saya memberikan logika tersebut karena hingga saat ini banyak orang besar yang memiliki istri lebih dari satu. Mantan Wapres kita juga memilki istri lebih dari satu. Namun hingga saat ini saya belum menemukan wanita sukses dengan kehidupan pernikahan poliandri. Dan poliandri belum pernah saya dengar terjadi di negara maju. Aquino dan Megawati kan presiden, tapi suaminya juga tetap satu.

    3. Tingkat kemampuan untuk memimpin dari orang satu dengan orang yang lain pasti berbeda. Anda pun tak akan mau bukan jika ternyata istri anda adalah kepala rumah tangga anda. Idealnya dalam suatu pernikahan, suami mampu menjadi pemimpin rumah tangga. Saya pikir, ayah seorang perwira tetap akan menjadi kepala keluarga bagi istri dan sang perwira. Harus dibedakan antara menjadi pimpinan organisasi riil dengan pemimpin keluarga. Dalam rumah tangga seorang Presiden Wanita, suami tetap menjadi kepala keluarga bukan. DALAM ISLAM (entah agama yang lain), yang menjadi kepala keluarga adalah suami tanpa proses voting ataupun pemilihan umum.

    Ketika proses ijab kabul yang diucapkan adalah janji (sighat taqlik) seorang suami untuk memberikan perlindungan dan nafkah bagi istrinya serta hak-hak istrinya. Artinya selemah apapun seorang laki-laki ia harus mampu memenuhi kewajiban tersebut jika ingin berumah tangga, jangan mangandalkan sang istri.

    Banyak sekali perawan tua yang notabene wanita karir sukses, belum menikah. Saat sudah tua, mereka baru berfikir untuk menikah. Kenyataan nantinya bahwa Laki-laki tua tetap lebih banyak diminati wanita muda (entah alsannya), dibanding minat laki-laki muda terhadap perempuan tua bukan? Atau lebih jelasnya Duda atau Perjaka tua lebih laku dibanding Perawan tua.

    Karena konsep seperti di atas, maka jangan sampai terjadi ketimpangan dalam rumah tangga. Suami tidak mempunyai kemampuan memimpin rumah tangga. Ada dua pilihan baginya, menjadi lebih baik (meningkatkan memampuan dalam memimpin), atau mempertimbangkan lagi hubungan rumah tangganya.

    Jika belum menikah, pilihlah perempuan yang bisa anda pimpin. Memimpin bukan menyuruh, bukan diktator, bukan bos. Salah satu hal yang dilakukan pemimpin adalah melayani. Namun melayani bukan berarti memimpin. Pelayan bukan pimpinan, pimpinan juga bukan pelayan.

    Saat ini mungkin ada belum tepat untuk memilih, karena satu pasangan bagi anda sudah cukup. Suatu saat jika karena suatu hal, anda harus memilih, barulah tentukan pilihan anda.

    @all moslem
    Saya rasa diskusi seperti ini sangat menarik.
    Namun perlu dibatasi, fiqih agama jangan sampai membuat kita terpecah. Perbedaan tafsir sah-sah saja, namun masing-masing pihak juga harus belajar untuk mengkaji lebih lanjut tentang hal yang didiskusikan kepada orang yang lebih tahu.

    @non moslem
    Saya sangat apreciate karena anda tertarik membahas hal ini, artinya ada sesuatu yang harus dipelajari dari ISLAM. Ada hal yang menjadi perhatian bahwa, benar atau salah ajaran agama lain, bukan anda yang menentukan (saya yakin anda toleran terhadap agama lain). Umat islam pun bisa menghargai kebolehan mengkonsumsi daging babi yang dalam islam diharamkan. Agama anda juga bisa menghargai bukan dilarangnya memakan daging sapi bagi salah satu umat beragama atau sebaliknya.

    Maaf terlalu panjang lebar.
    Berfikirlah dengan otak, berhukumlah dengan hukum yang sudah ditetapkan.

  138. 149 wadehel 21 Desember 2006 pukul 10:38 am

    @ SEMUA
    Sebelum berpanjang lebar sekali, terutama bagi anda yang pro poligami, sebaiknya kita membaca dulu yang satu ini, tentang Jebakan SESAT PIKIR, Sandungan Daya Kritis, gimanaaaa? :P

  139. 150 poerwo 21 Desember 2006 pukul 11:44 am

    Begini mas/mbak/pak/bu
    Jika Surga dan Neraka ternyata tidak ada…..apakah kita masih bersujud kepada-Nya…????

    Tetapi karena kekuatan iman yang ada pada kita tentunya kita tetap akan bersujud dan taat kepada semua perintah dan laranganNya.

    Agama diturunkan adalah sebagai “manual book” bagi makhluk hidup di alam semesta ini. Dan yang memiliki kemampuan untuk memahami “manual book” tersebut adalah manusia (sebagai ciptaan paling sempurna).

    Al-Qur’an adalah panduan hidup kita, Allah begitu mencintai ciptaanNya, sehingga semua langkah hidup kita-pun diatur-Nya. Dia tahu dan sangat paham tentang manusia dengan segala sifatnya (karena Dia yang menciptakan) maka sudah pasti bila kita ikuti semua yang ada di al’quran ya hidup kita pasti memperoleh ketenangan dunia dan khirat nanti. Memang bila dirasakan berlaku hidup sesuai dengan ‘manual book” tadi bukan sesuatu yang mudah, jujur saja sholat 5 x tepat waktu (…hmmm), puasa ramadan (…lemes juga), pergi haji (…..mahal, hrs cuti), jujur (….apa bisa) dsb, dsb.

    Manusia diragukan kemampuannya bisa menjalani hidup sempurna seperti apa yang disyariatkan dalam al quran, dan hanya ada satu manusia mulia yang mampu melakukannya yaitu junjungan kita nabi Muhammad SAW. Walau kita tidak akan pernah sempurna, tetapi kita harus terus berusaha untuk sempurna (berproses menuju kesempurnaan) dengan niat yang lillahitaala, dan bila dalam perjalanan kita menuju kesempurnaan kontrak kita tlah habis (alias mati), maka dengan penuh keyakinan bahwa tujuan kita tidak salah hanya nggak sampai saja.

    Poligami hanyalah masalah kecil dari romantika kehidupan manusia di alam semesta ini dan bukan merupakan ancaman untuk siapapun. Dan tentunya sebagai kitab suci yang diturunkan terakhir kali ini berlaku hingga akhir zaman, tidak perlu direvisi lagi, semua ayatnya akan berlaku pula hingga akhir zaman.

    Dan tentunya dalm forum ini kita sedang berproses menuju kesempurnaan itu, walaupun surga dan neraka ternyata tidak ada

  140. 151 Nono 21 Desember 2006 pukul 12:13 pm

    Ada 2 kata “apalagi”. Artinya…

  141. 152 Tukangkomentar 21 Desember 2006 pukul 1:26 pm

    Mas Wong Indonesia:
    “Saya memberikan logika tersebut karena hingga saat ini banyak orang besar yang memiliki istri lebih dari satu. Mantan Wapres kita juga memilki istri lebih dari satu. Namun hingga saat ini saya belum menemukan wanita sukses dengan kehidupan pernikahan poliandri. Dan poliandri belum pernah saya dengar terjadi di negara maju. Aquino dan Megawati kan presiden, tapi suaminya juga tetap satu.”
    pertanyaan yang seharusnya kita ajukan kan: Kenapa di negara maju tidak ada poliandri?
    Jawabannya: karena poliandri, seperti juga poligini atau poliginandri dilarang dalam undang-undang mereka dan mungkin: para wanita itu nggak merasa memerlukan beberapa suami (lain dari beberapa “orang besar”, kan?).
    Tapi hal ini kan tidak automatis membetulkan logika mas WI toh? :)
    “Tingkat kemampuan untuk memimpin dari orang satu dengan orang yang lain pasti berbeda. Anda pun tak akan mau bukan jika ternyata istri anda adalah kepala rumah tangga anda.”
    Apakah itu betul penting. Kalau saya pribadi tidak mementingkan siapa yang memimpin, mas. Kebetulan dalam keluarga saya tidak ada yang “memimpin”, kami berdua hidup bergandengan dalam segala hal dan hampir semua hal kami musyawarahkan. Demokrasi, gitu, lho.
    Kembali kepada kenyataannya: saya banyak melihat laki-laki yang tidak mempunyai kemampuan sedikitpun untuk memimpin keluarga. Kalau dilingkungen tempat saya hidup dulu ada beberapa kemungkinan (ini yang saya lihat lho, bukan berdasarkan logika):
    1. keluarganya kalang kabut.
    2. Sang istri (mungkin sang istri tua/pertama atau kedua, jarang nomor selanjutnya) jadi yang memimpin, bahkan cari makan untuk keluarga.
    3. kalau sang istri (menurut ukuran setempat) “bijaksana”, kelihatannya si suami yang mimpin, padahal semua tahu, bahwa ia tidak punya hak bicara apa-apa.

    “Saya sangat apreciate karena anda tertarik membahas hal ini, artinya ada sesuatu yang harus dipelajari dari ISLAM.”
    Ada juga yang bisa/harus dipelajari dari pandangan lain yang non-islam, bukan? :)
    Mempelajari, kan bukan berarti melakukan? Iya, toh?

    Pak Purwo,
    Iman bukan berarti juga, bahwa kita harus berpikir, kan? :)
    Betul, saya setuju 1000%, bahwa Al Qur’an (juga Injil dll) itu panduan hidup kita. Tapi kadang ada panduan yang harus dipertimbangkan, kan? Karena mungkin agak kontradiksi dengan kenyataan saat ini? Atau mungkin karena sulit dimengerti, hingga interpretasinya kadang berbeda-beda.

    Salam dari rantau untuk Saudara-saudari semua.

  142. 153 Tukangkomentar 21 Desember 2006 pukul 1:28 pm

    Tambahan (saking kesusu mau berangkat kerja, maaf):
    Maksud saya tentu bukan
    “Iman bukan berarti juga, bahwa kita harus berpikir, kan?” tapi
    “Iman bukankah berarti, bahwa kita harus berpikir juga, kan?”
    matur nuwun.

  143. 154 poerwo 21 Desember 2006 pukul 1:52 pm

    Benar mas TKK, kita harus berpikir akan tetapi kita tidak perlu mempertimbangkan lagi karena semua ayat tersebut begitu adanya, yang bisa kita lakukan adalah memahaminya. Memang isi dari panduan itu kontradiksi dengan kenyataan dan itulah sebabnya mengapa ayat2 tersebut diturunkan, yaitu agar manusia selalu kembali kepada rel-rel yang sudah ditetapkan oleh Penciptanya.

  144. 155 Dewa 21 Desember 2006 pukul 3:39 pm

    Banyak jalan ke surga… Tapi banyak juga jalan ke neraka… Meskipun antara yang hak dan bathil itu jelas batasnya, halal – haram juga sudah jelas. Tapi mengapa banyak yang lebih suka berdiri di perbatasan, di daerah abu-abu? (Eh, poligami itu abu-abu juga kah?) Yang haram, selamanya tetap haram. Yang mubah, ya tergantung maunya apa, bisa jadi haram, bisa jadi halal, bisa jadi makruh, bisa jadi BINGUNG… Silahkan yang mau poligami, aku sih mau tapi sangat sadar kalau saat ini aku tak mampu (sehingga hukumnya saat ini masih haram bagiku) … hel, tulisanmu enak dibaca dan gak bikin eneg

  145. 156 Tukangkomentar 22 Desember 2006 pukul 3:58 am

    Pak Purwo:
    “Jika Surga dan Neraka ternyata tidak ada…..apakah kita masih bersujud kepada-Nya…????”
    Saya pernah kenal seorang yang soleh dan beliau berkata: “Saya sujud ke Allah karena anugerahnya kepada saya.”
    Saya tanya kembali:
    “Anugerah apa sih, mas?”
    Jawabnya:
    “Lihatlah sekelilingmu. Batu kecil di depan ujung jari kakimu itupun anugerahnya, juga lalat yang sedang hinggap di atas nasi gorengmu itu.”
    (tentu bahasanya agak saya ubah dikit, supaya lebih keren kalau dibaca) :)

    Nono:
    ada juga 2 kata lain: biarpun demikian …….. (artinya?) :)

  146. 157 poerwo 22 Desember 2006 pukul 9:41 am

    Bagus pak TKK, bersyukur, bersujud dan berharaplah menyongsong negeri akhirat kita yang tak lama lagi kta akan disana….gak lama lagi.

    Agar ajal dan perjalanan kita menuju negeri itu mulus-mulus aja, saya kira tidak ada lainnya kecuali bagaimana kita meng-iya-kan semua apa yang sudah ditetapkan-NYA, dan meyakini bahwa semua kejadian yang ada pada kita dan diri kita masing2 adalah atas kehendak-NYA, sehingga tiada kata lain kecuali bersyukur dan berterimakasih kepadaNYA

  147. 158 Tukangkomentar 22 Desember 2006 pukul 12:31 pm

    Pak Purwo,
    monggo sareng dan selama menunggu itu marilah kita hidup bersama-sama dengan penuh kedamaian dan saling bahu-membahu.

  148. 159 poerwo 23 Desember 2006 pukul 10:01 am

    Monggo mas, saya ini sudah uzur jadi merasa sudah cukup lama hidup, dan setelah saya review perjalanan hidup saya ya jadi seperti inilah…..

    Pada waktu masih muda pada usia peak saya memang terkadang keras dan menentang semua yang tidak sesuai dengan kenyataan, dan mencoba untuk mencari solusi terbaik yang saya anggap sesuai dengan keinginan hati….tetapi ternyata saya tak pernah puas, dan pada ke-senja-an saya ini maka saya ingin berbagi pada teman2 bahwa apa yang kita perjuangkan terkadang salah, dan ternyata ketenteraman hati ini bisa terpenuhi bila kita kembalikan semua kepada dari mana asal kehidupan ini.

    Monggo mas TK, sebagai generasi yang sudah menyusut ini saya mencoba mengajak untuk memperoleh kehidupan tenteram dan melanjutkannya di perjalanan hidup selanjutnya nanti.

    Terimakasih atas semua pendapatnya, semua menjadi referensi yang sangat berharga bagi saya.

  149. 160 red rose 23 Desember 2006 pukul 2:06 pm

    Sepertinya semua pria dimuka bumi ini yang mengaku muslim harus mengkaji dan mencoba belajar lagi sejarah nabi Muhammad dan istri-istrinya…
    pelajari isinya…bukan kulitnya saja…
    pahami…kenapa nabi berpoligami….dan sipa wanita2 yg dipoligami nabi…dan tanyakan pada diri kalian masing-masing para pria…apakah kalian sanggup melakukan hal yang sama dengan Beliau….bukan hanya meniru judulnya saja “POLIGAMI” tapi melupakan esensinya…..berkoar2 menatasnamakan “SUNAH RASUL” tapi tidak menyeluruh…MENYEDIHKAN KALIAN ITU! melegalkan nafsu dengan dalih agama..padahal kalian ( PRIA ) tahu pasti bahwa tidak ada yg bisa adil dalam membagi cinta…itulah kenapa ALLAH hanya menciptakan satu HATI untuk kita….
    So….kalo kalian pengen berPOLIGAMI…lakukan dengan jantan…jangan bawa agama sebagai dalih…apalagi bawa2 SUNAH RASUL lah….sedang yang kalian lakukan DANGKAL.
    Seandainya harus ke SOrga…takkan kupih jalan POLIGAMI….
    HIDUP MONOGAMI……HIDUP PEREMPUAN….

  150. 161 Montera 26 Desember 2006 pukul 2:47 pm

    Pakai Rasio aja deh
    kalo 1 pria vs 5 wanita punya anak bapaknya siapa?
    kalo 1 wanita vs 5 wanita punya anak bapaknya siapa?

    kalo orang hidup gak ada masalah apa mungkin?
    apa mungkin kita tidak perlu penyelesaian dalam menghadapi satu permasalahan?
    lalu apakah poligami bisa dijadikan sebuah solusi?

  151. 162 samidjo 26 Desember 2006 pukul 3:21 pm

    ga bakalan ada ujungnya, biarin aja yg poligami juga si aa, yg dipoligamiin juga si teteh tinggal kita aja menyikapi dan mengambil hikmahnya dari apa yng telah si aa dan si teteh contohkan, bukan berarti meniru tetapi ambil hikmahnya misalnya nilai2 kesabaran dan keluasan hati si teteh dalaam menghadapi masalah ini dan ketagaran siaa dalam menghadapi sebuah kontroversi….itukan lebih baik walaupun keluar dari topik pembicaraan juga..he..he..he…

    toh yg akan menilai dan memberikan pahala dan dosa bukan kita …

    saya mah salut sama pasangan itu….hebat euy…

  152. 163 Tidk Sabar 27 Desember 2006 pukul 5:22 am

    Hanya orang Murtad kepada Allah yang mendukung poligami

  153. 164 Sabar 27 Desember 2006 pukul 5:23 am

    Hanya orang Murtad kepada Allah yang mendukung poligami, selamat masuk neraka para praktisi poligami

  154. 165 mbuh 1 Januari 2007 pukul 10:39 am

    kenapa poliandri gak boleh??????? al-quran ayat berapa dan mohon penjelasan……Dalam konteks ikatan POLIANDRI :takut kalo ada anak lahir gak tau bapaknya siapa ya…???!! sekarang kalo wanita yang udah menopouse (katanya ga bisa hamil) tapi tetep cantik boleh gak dipersuami 4 orang???ya….(niatnya) ibadah…atau kalo ceweknya masih bisa hamil… paling… ya terikat suami 4 istri 1 gak sampe hubungn suami istri (atau) pake kondom atau.. biasalah gimana kalo pasangan suami istri mencegah kehamilan… any comment?????menurut gw yang penting NURANI !!!!!!

  155. 166 nano 2 Januari 2007 pukul 1:30 am

    Saya belum punya blog, jadi numpang dikit yah.
    Kebetulan ayah saya poligami. Jadi tahu dikitlah perasaan orang yg terlibat di poligami.
    Buat saya yg beragama ISLAM dan menggunakan Al-Qur’an dan Hadist sebagai sandaran HUKUM AGAMA, poligami itu suatu TAKDIR. Sekalipun kita menghindar, kalo udah takdir, banyak cara 4JJ menggiring kita berhadapan pada keadaan yg mengarah ke kejadian poligami.Karena itu termasuk bagian dari PERJODOHAN.
    Soal setuju atau tidak setuju, buat saya sebagai anak (laki2) bukan hak saya melarang ayah menikah lagi. KEWAJIBAN saya sebagai anak (laki2) terutama MENJAGA kehidupan IBU. dan dalam hadist2 yg menyangkut kewajiban anak terhadap ibu tidak pernah menyebut ibu tiri ato kandung.
    Perlu diketahui, dulu waktu ayah sy berumur 40-an thn ada gadis yg dilamar Ibu saya untuk jd istri ke2 ayah, tapi ayah menolak dan mencarikan seorang perjaka (dibelani memberi modal nikah ke pemuda tsb) utk jadi suami si gadis yg insinyur , priyayi pula.
    Tapi ketika ayah menikah lagi di umur 60 th dengan seorang janda berumur 59 th (ibu saya saat itu umur 57 th), ibu malah goncang dan marah-marah. Karena apa: karena cerita-cerita yg dihembuskan org lain sebelum ibu sy ketemu sendiri dengan ibu tiri saya.
    Dari kejadian itu, buat kasus saya ada 2 hal yg saya simpulkan (..terserah pembaca setuju apa tidak):
    1. Benar hadist yg menyatakan bahwa:
    - ketika seorang menikah (karena menghindari maksiat) maka terjagalah 2/3 keimanannya dari godaan syetan. (khusus bagi perjaka/gadis)
    2. Pantas menikah (pertama, kedua …keempat) punya banyak halangan, rintangan terutama dari syetan, ada hadist yg menceritakan:
    -syetan berkumpul dan setiap prajurit syetan melaporkan kegiatannya: – ada yg melaporkan telah membuat dua orang sahabat bertengkar, dijawab oleh raja syetan, itu biasa, krn nanti ke2nya bisa berbaikan.- ada yg telah membuat suami-istri bercerai, dijawab raja syetan, itu biasa, karena nanti mereka bisa rujuk atau menikah lagi, – satu syetan berkata “aku telah membuat seorang laki-laki berbuat zina dengan perempuan (yg disenanginya)”, seketika itu si raja Syetan memberi mahkota kepada prajuritnya itu.

    Saran saya buat pembaca:
    1. Kalo anda muslim ya yg penting belajar AlQur-an dan Hadist, menerima sebagai sandaran hukum dalam kehidupan.
    2. Kalau anda non-Muslim, ya saya tidak bisa kasih saran, karena saya bukan se Agama dengan anda, jadi tidak tau apa yang anda yakini.
    3. Buat yang maunya semua masuk akal (anda sendiri) ya silahkan bikin sandaran sendiri.
    Buat AAgym sih terserah AA dan teh nini, perahu ANDA berdua (sekarang bertiga yah..)
    Buat perempuan yg lain, yg nggak mau dinikah jadi istri ke2, ke 3 ato ke 4, berdoa yg banyak dapat laki-laki yg bisa menjaga dirinya tanpa ngelirik cw lain,

    Buat anak-anak saya:
    - saya hanya bisa mendidik dengan apa yang ada di Alqur-an dan Hadist, yg perempuan bukan tidak mungkin jadi istri bukan yg pertama, yg laki2 bukan tidak mungkin jadi suami beristri lebih dari satu,
    -pesan saya : berikan hak mereka seperti apa yg diajarkan Rasullullah, dan jangan kalahkan IBUmu demi istrimu.

    Bagi saya POLIGAMI itu halal, soal senang atau tidak, setuju atau tidak , itu tergantung siapa yang menjalani. Tidak perlu berkoar tidak setuju karena membela perempuan, atau setuju karena bikin enak. Jadi kalo berpendapat jangan atas nama.
    Sampai saat ini, walau saya mau nikah lagi, belum ada tuh yang mau, walau yg saya lamar teman istri dari remaja dan masih single (usia udah masuk 35) dan dia dulu seneng ama saya (dan istri juga setuju), ya namanya nggak JODOH.
    Soal Syahwat, benar memang harus dikendalikan, itu pula dikatakan buat pemuda yg belummampu (belum berani) menikah agar berpuasa. Tapi ketika kehendak (kemauan/hasrat) meningkat dan sampai pada batasnya (masing-masing orang yg bisa menilai dirinya sendiri, orang lain hanya melihat luarnya) maka pilihannya ada 2: menikah (halal) atau zina(harom:termasuk onani,masturbasi,sesama jenis).
    Orang yg berteriak pd orang lain bahwa Poligami = selingkuh, kalo dia beragam islam, pasti tidak bersandar pada AlQur an dan Hadist, jadi tidak tahu mana pahala, mana dosa, mana halal, mana harom, mana surga mana neraka, mana kebaikan mana kemaksiatan.
    Soal motivasi, ya jg menilai dari luarnya, karena ayah saya, saya maupun anak saya nantinya, bisa berbeda, apalagi orang lain.
    Kalo seorang muslim/muslimah tidak mau terlibat dalam poligami, maka tidak perlu menyebarkan fitnah (kerusakan).
    Cukup berdoa saja. Beramal yg banyak agar lebih dekat pada Alloh, kan mestinya orang yang lebih dekat padaNYA doanya akan terkabul, kalo perlu ya berdoa saja sekalian agar tidak ada laki2 yg mau poligami, dan jangan lupa mendoakan agar semua wanita ingin menikah baik gadis maupun janda berjodoh dengan lelaki yg tak beristri .

  156. 167 tukangkomentar 2 Januari 2007 pukul 2:10 am

    Mas Nano,
    sebagai seorang non muslim yang mempunyai buanyak teman muslim (yang juga mengucapkan selamat natal kepada saya, biarpun saya bukan kristen!!), memang saya tidak akan mengritik “peraturan” poligami itu sendiri.
    Mungkin ada beberapa pertanyaan yang bisa di inti sarikan dari komentar-komentar di atas:
    1. Apakah sesuatu yang dihalalkan di Al Qur’an, maka hal itu jadi mutlak halal dan nggak boleh dipertanyakan lagi?
    2. Bagaimana kalau hal yang sebetulnya halal (kalau dijalankan dengan memenuhi semua syarat) dijalankan dengan dasar/alasan yang lain dan syarat-syarat yang disebut di Al Qur’an itu tidak (bisa) dipenuhi semua? Apakah hal ini tetap halal? Bukankah keikhlasan istri pertama menjadi salah satu syarat?
    3. Apakah “peraturan” yang tertera dalam Al Qur’an dan dibuat berdasarkan situasi dan kondisi yang tertentu pada jaman itu masih tetap mutlak berlaku juga pada jaman sekarang, ataukah ada kemungkinan sedikit modifikasi?
    4. Bukankah para perempuan yang dimadu itu (kebanyakan) sudah dewasa dan bisa memutuskan sendiri? Jadi masalahnya bukan mau membela perempuan (ini kan berarti pelecehan perempuan juga kalau kita menganggap mereka nggak bisa membela diri sendiri, atau?). Pertanyaannya ialah apakah mereka betul ikhlas? (ikhlas dan bukan nerima).

    Anda beruntung menjadi seorang muslim yang taat dan telah menghayati ajaran agama anda, dan ikhlas bila putri-putri anda dimadu nantinya. Tetapi kan banyak saudara-saudara kita yang ilmunya belum sedalam anda, jadi mereka kan harus belajar terus. Nah, belajar berarti kan harus juga mengenal yang “nggak” atau “kurang” betul. Iya, toh? Seingat saya dulu waktu sekolah guru selain mengajar cara yang betul juga memberitahu cara yang salah agar kita para murid itu mengenalnya dan tidak melakukannya.
    Contohnya: seorang muslim diperbolehkan tidak berpuasa kalau sedang dalam perjalanan. Setahu saya peraturan ini didasarkan atas situasi jaman dulu, bahwa para pengikut kafilah sering harus melakukan perjalanan yang buerat sekali di bawah terik matahari yang membakar. Nah, di sini kita bisa lihat logisnya Al Qur’an: kalau kaum pedagang itu harus puasa, kan mereka bisa-bisa mati kehausan. Nah dalam jaman sekarang, kan kita nggak perlu lagi melakukan perjalanan yang seberat itu, jadi pengcualian ini kan nggak berlaku lagi, iya toh? Tapi yang mulia Wk. presiden kita kan pernah argumentasi dengan alasan ini, waktu kunjungan ke Eropa dan sedang makan siang (di bulan puasa). Betul dia atau nggak? Boleh nggak? Ataukah pengecualian ini suatu hal yang mutlak dan tidak tergantung situasi dan kondisi?
    Terima kasih kalau anda bisa membuka mata saya dengan jawaban anda.
    Selamat tahun baru.

  157. 168 aku 2 Januari 2007 pukul 8:57 am

    poligami jalan menuju surga..?????

    BANYAK JALAN MENUJU SURGA……….

    bila Ibu kalian yg dsakiti oleh Ayah kalian krn poligami, apakah kalian para pendukung poligami akan terus mendukung poligami..?

  158. 169 al_gasstot 4 Januari 2007 pukul 11:08 pm

    “Setiap hal yang menyakitkan tidak selalu berarti buruk, bila disikapi secara positif malah akan membawa kebaikan”….(kata Teh Ninih..)
    so…secara implisit..(ato eksplisit) beliau juga tetep menyatakan…dimadu itu sakit…

  159. 170 al_gasstot 4 Januari 2007 pukul 11:09 pm

    …andai Rosul masih hidup…
    pasti kita tinggal tanya yah…?
    …hmmmh….

  160. 171 Tia 6 Januari 2007 pukul 2:10 pm

    Wew,klo aq c,tetep aj g stuju..
    Syapa yg bsa 100% adil klo bukan Tuhan alias Allah SWT?
    Jangan jadi takabur d mentang2 kita udah jadi ulama(contohnya:aa’ gym),padahal mestinya kita sadar klo kita tuh udah jadi panutan masyarakat…Jangan poligami dijadikan alasan untuk menghindari zinah…Lagipula,hati manusia siapa sih yang tau?Mungkin aja di mulut dia bilang rela/ikhlas dimadu sama suaminya,tapi gimana dengan lubuk hatinya yang terdalam?Manusia tuh ga da yg sempurna,walaupun dia baik banged,tapi pasti masih ada terselip kekhilafan dan sifat2 manusiawinya kayak iri ataw dengki,jadi daripada nambah dosa dengan bo’ong klo kita rela dimadu,-dosa udah numpuk- mending tolak!

  161. 172 ard 6 Januari 2007 pukul 3:26 pm

    ass..
    setelah sya baca situs ini sampe bokek,akhirnya say coba tarik kesimp0ulan:
    1.di Al-Qur’an semua telah jelas dan tidak perlu diragukan lagi kasahannya(bagi seorang moeslem)bahwa dalam agama memang boleh..tetapi dengan syarat2 yg harus dipenuhi, klo gak bisa jgn dicoba,krn hukumnya haram.
    masalah seperti apa ketentuannya anda bisa baca Al-Qur’an sendiri kan?
    2.jika anda temui seorang laki2 yg berpoligami namun mjd masalah..ada beberapa hal yg harus anda perhatikan,
    1.apa anda pernah temui kluarga tanpa masalah?apa anda pikir,klo ga poligami ga kan da masalah psikologi pada anak / ibu / bahkan suami?manusia diciptakan dgn kesusahan,hanya di surga ia tiada temui sakit.(bknkh entar disurga bagi istri akan dipoligami smpe 72 bidadari?dan anda tentu pernah dengar dan tidk ragu dgn kecantikan bidadari.jadi intinya masalah akan anda temui dimana saja anda hidup bukan?
    2.jika anda temui suami yg beristri lbh dari 4 / bntk planggaran lain seperti tdk adil dan lain sebagainya, jgn slhkan hukum agama yg memblhkan poligami..tapi slhkan suami2 yg tlh salah..sekali lagi,jgn hukum agama krn hukum agama adalah sangat tdk bkh diragukan oleh pengikutnya,atau jika diragukan,maka hukumnya anda telah murtad(urusan pindah/pilih agama adalah urusan diri sendiri dgn Tuhan,nothing else..)
    2.jika seorang moeslem aja meragukan ajaran islam,apalgi orang kafir?bagai mana mungkin merka menghargai & bahkan pecaya dgn islam?
    3.jika seorang istri menolak untuk dipoligami,maka telah haram bagi suami untuk poligami,dan istri berhak dalam agama untuk itu.
    4.jika anda tidak ingin berpoligami,saya sarankan jgn dengan alasan tidak setuju krn bla..bla..bla..krn keraguan anada kpd apa yg ada dlm Al-Qur’an akan membuat anada mjd kafir..jadi akan lbh baik jika anda setuju,tetapi krn merasa tdk mampu untuk brbagi/adil/secara psikologi,moril,tanggung jawab atau sejenisnya saya pikir itu lebih aman buat anda dari pada menolak krn tdk percaya akan hal itu..
    5.untuk anda yg non. saya harap anda juga bisa menghargai kami,krn kami tdk mlarang sec.hukum klo anada makan babi/minum yg beralkolhol bukan?jadi anda jgn menghalangi jika ada orang moeslem ygingin melakukan apa yg memang dibolehkan dalam agama kami(asal kan sesuai aturan agama kami(poligami))krn itu adalah hak kami sebagai seorang moeslem,skalipun anda berbeda pendapat dgn agama kami,tapi itu adalah mutlak HAK kami.
    6.akhir kata hanya 1 hal yg ingin saya ingatkan sebuah kalimat yg insya Allah bisa menguatkan iman seorang muslim:
    Katakanlah”aku rela..Allah menjadi Tuhanku,akupun rela Rasulullah mjd rasulku&PANUTANKU,maka..akupun rela..dengan ketentuan Allah..”

    sekian dari saya,bila ada slh2 itu wajar krn tiada manusia sempurna & tanpa pernah slh..(he..^_^a)dan kebaikan itu hanya dari hidayah Allah.maka sori2 aja nie..
    was..

  162. 173 ard 6 Januari 2007 pukul 3:38 pm

    ass..
    wah..maaf..kliatan masih pake nhasa sms&jarang ngetik(he…^0^a)
    maaf..klo bhsnya juga kliatan gak dewasa..krn memang saya masih kecil..eh,muda..(he..^^V)
    was..

  163. 174 wadehel 7 Januari 2007 pukul 4:35 pm

    @Ard:
    Mbak/Mas, itu kolom situs, diisi dengan alamat situs anda, kalau ga ada silahkan dikosongi aja. Jangan diisi dengan alamat saya :P
    Ga masalah kok dengan dewasa atau tidak. Justru dengan mengakui ketidakdewasaan, anda malah terlihat dewasa :)

  164. 175 antobilang 10 Januari 2007 pukul 9:06 am

    pernah denger ga ada lagu baguuuuus bgt..(nyanyikan dengan nada JAGALAH HATI)

    jagalah tit*t jangan kau nodai
    jagalah tit*t jangan kau kotori
    bila tit*t sudah ga bisa nahan
    boleh nambah satu istri….

  165. 176 ard 10 Januari 2007 pukul 5:08 pm

    ass..
    wah..terimakasih atas sarannya & balasannya.saya senang sekali..
    maaf mas,klo salah tulis.^^a
    maklum,masih beginer..
    he…moga aja..yg nanti terjadi membuat dunia ini jadi lebih baik..
    ‘_

  166. 177 ard 10 Januari 2007 pukul 5:13 pm

    sebagian text lari..
    he..
    maaf..
    was..

  167. 178 TigerWonG 10 Januari 2007 pukul 10:35 pm

    Jadi kesimpulannya boleh ngga`nya poligami itu apa tergantung izin istri yach..?kl istri Ridho …. baru boleh poligami…!
    masalahnya nich …dari semua pendapat mempunyai landasan pemikiran masing masing n dalil.
    Agama memang membolehkan poligami…tapi kan dengan catatan ……
    kalo ngga mampu n ga bisa adil …why… gt loh melakukan poligami,tapi kalo mampu n dapat izin ya apasalahnya …
    So…kita sikapi aja dengan arif dan bijaksana . :)
    ya namanya juga urun rembug ..perbedaan pendapat itu wajar n lumrah

  168. 179 ard 11 Januari 2007 pukul 10:26 pm

    ass..
    mas tiger..
    magsud ane juga gitu..
    ^^a
    tapi ngomongnya susah..
    ^O^a
    tenx yo mas!!
    was..

  169. 180 LUC 12 Januari 2007 pukul 1:48 pm

    Stop ngomongin poligami never ending story. Bahas yang lain yuk

  170. 181 Abada 15 Januari 2007 pukul 9:03 pm

    Jangankan di akhirat…
    Di dunia aja teh Nini udah dapat ngerasain syurga lagi bersama AA Gym…

  171. 182 dade 18 Januari 2007 pukul 12:37 pm

    POLIGAMI= Nikahi Janda beranak Yatim

    Poligami dalam Islam bukanlah didasarkan pelepas syahwat tetapi sesuai dengan maksud Ayat 4/3 hanyalah untuk kestabilan hidup anak yatim dan ibunya yang janda.

    Perbantuan terhadap janda beranak yatim lebih efektif jika disalurkan melalui poligami daripada melalui Baitul Maal atau jawatan yang membiayai hidup fakir miskin.

    Dan sayangnya, tradisi poligami yang berlaku selama ini dalam masyarakat Islam bukan berdasarkan Ayat 4/3 tetapi poligami bebas sembarangan yang karena salah paham telah menimbulkan sikap sekuler dalam diri perempuan bahkan juga membuka jalan bagi usaha emansipasi.

    Selengkapnya klik di bawah:

    http://myquran.org/forum/index.php/topic,11911.0.html

  172. 183 Odi 20 Januari 2007 pukul 10:00 am

    Dari penuturan sdr Dade diatas, saya jadi berpikir mungkin dalam amademen UUD 45 berikutnya bukan hanya ‘fakir miskin dan anak terlantar’ yang dipelihara negara tapi juga ‘janda berikut putra-putrinya’

  173. 184 ndarualqaz 23 Januari 2007 pukul 11:35 am

    daripada pemerintah ngeributin UU buat poligami bagi pejabat dan tokoh masyarakat, mending buat aja UU larangan selingkuh buat pejabat n tokoh masyarakat + semua rakyat biar kasus YZ ga terulang, itu kasus super memalukan bung.

  174. 185 Saiful Adi 23 Januari 2007 pukul 3:11 pm

    terima kasih posting ini, saya mo print nad suruh istri baca deh thank ya Mas Wedehel. btw. Mas wedehel dah punya istri berapa ne???? boleh sharing kan…

  175. 186 Ed 26 Januari 2007 pukul 12:46 pm

    pertanyyan logisnya, nafsu syahwat laki2 jalan menuju surga ??????
    and biar perempuan ada ditingkat 4 surga jadilah istri yg keempat ??????
    Surga itu bukan hak tapi pemberian atau anugrah terindah dari Allah.

  176. 187 dimashusna 31 Januari 2007 pukul 6:15 pm

    Koment2 nya T O P B G T G L= top banget gitu lowh..

  177. 188 ROTIBOY 21 Februari 2007 pukul 9:43 am

    SALUT UNTUK SAMUELKRIS ! ! !

    Standard hidup pernikahan yang tertinggi menurut saya adalah ketika seorang suami membangun kesetiaan untuk hidup bersama seorang istri seumur hidupnya.

    Coba kita pikir sebentar….

    Siap….

    Ingatkan ketika kita (cowok) ketika dulu pacaran?
    Kita (cowok) juga sakit ati ketika tahu cewek kita punya pacar / temen cowok laen? Tahu artinya kagak????

    Dasar bodoh…. Itu artinya kita tidak rela diri kita (cowok) diduakan dan gak rela cewek kita dipacari orang lain… ya kan :) ???

    Ngerti kan… So kita (cowok) juga harus tahu kalo diduakan itu sakit brooooo ! ! !

    Kalo anda tetep bersiteguh dukung pologami… itu artinya anda egois !! G punya perasaan.. Hewan aja punya perasaan…

    So.. tahu artinya kan :)

    So… Say No To Poligami…

    Apapun Alasannya… POLIGAMI adalah SESAT.

  178. 189 ROTIBOY 21 Februari 2007 pukul 10:17 am

    Tambahan ni…

    Ga usah disoal masalah diatas ini.. intinya tergantung pada diri kita masing masing..

    Mo guwe kasih tahu nih…(lepas dari topik diatas)

    Menurut guwe si Empunya Situs ini sama sekali ga peduli sama komentar komentar elo pade… :)

    Kenapa?… Elo bilang kenapa…? … Masih g tahu juga ya??? :)

    Si Empunya situs web ini ngasih topik/tema pembahasan yg menarik semua orang? Pengen tahu kenapa?…

    Dia bahkan tidak peduli orang mau posting tulisan apaan di situs ini… Pengen tahu kenapa?….

    Situs yang mempunyai topik yang menarik akan mengundang banyak pengunjung untuk membuka Situs Web tersebut. Hal ini berarti akan menaikkan jumlah trafik pengujung secara signifikan. dengan pengunjung yang banyak berarti dia memiliki “konsumen” yang banyak.

    Apa artinya…

    Artinya ini lahan UANG broooooo…!!!!

    Jika ini merupakan situs pribadi (Blog), si pemilik situs bisa memasang iklan dan berusaha supaya pengunjung situs ini meng-klik iklan yang ditampilkan.

    dan lagi se pemilik situs biasanya perperan sebagai ANTAGONIS yang memancing supaya pengunjung merasa ‘panas’ dan punya keinginan untuk terus membuka situs web ini.

    Hubunganya apa?

    Jumlah pengunjung/hari situs web ini akan tercatat oleh situs pencari misalnya GOOGLE, YAHOO, dll.

    Yahoo dan Google akan mencatat jumlah pengunjug situs ini, dan mereka akan merekomendasikan produk yang sesuai dengan web ini.
    Bila anda meng-klik iklan di situs ini, maka secara otomatis pemilik situs ini akan menerima bayaran dari Google dan Yahoo (ini dinamakan pembayaran virtual dengan metode PAY PER CLICK). 1 kali klik biasanya bernilai 0,1 US Dollar (sekita Rp.900).

    Bayangkan jika 1 hari saja ada sedikitnya 1000 pengunjung situs ini yang meng-klik iklan di situs ini, maka 1 hari si pemilik situs ini akan memperoleh Rp.900.000 Bayangkan jika dia memiliki lebih dari 1 situs web :) (Enaknya…) berapa penghasilanya sebulan???

    Think About IT….. :):):)

    Jadi….. Yahhhhh.. si pemilik situs tidak peduli dengan komentar anda. DIA hanya peduli dengan rupiah dan dollar yang setiap hari akan mengalir ke rekeningnya … he.. he :)

    by the way membuat situs itu mudah, kunjungi deh [disensor dan didaftarkan ke akismet, hehe]
    Disana guwe kasih tahu 3 langkah mudah menghasilkan uang lewat internet.

    Jadi jangan mau dibohongi aja… malu kan udah gede gampang diboongin kayak gini..

    Salam, gwe tunggu di [disensor dan didaftarkan ke akismet, hehe] ya..

    See ya..

  179. 190 tukangkomentar 21 Februari 2007 pukul 12:23 pm

    Rotiboy,
    bijaksana, bijaksana. Anda muaaatengg sekali jalan pikirannya. Kagum, saya. :)
    Cuma: mana sih iklan yang dipajang Wadehel?

  180. 191 Bunga 23 Februari 2007 pukul 9:28 pm

    Setujuuuuuuu banget!
    malah gue ga keberatan jika suami gue nanti punya 9 istri ato berzina sekalian dengan pelacur ( kalo halal). Sebab bagi gue, seorang suami adalah orang pencari nafkah and nyumbangin spermanya bikin anak. Sebab bagi gue, manfaat suami memang cuma segitu.

    Terserah dia mo ngajak jalan-jalan tongkatnya kemana-mana yang penting gue dapat duit nomplok rutin, dan punya anak. Kalo nanti gue dicerai juga ga pa pa, tapi anak-anak jadi milik gue and tabungan dari nafkah suami cukup untuk masa tua.

    Salam sukses buat para suami yang mo ngajak tongkatnya jalan-jalan!! gue dukung 100%, okeeeeeeey muah… .

  181. 192 finto 13 Maret 2007 pukul 8:28 am

    sahabat yang baik bahwasanya zina itu adalah dosa besar,maka Allah telah menegaskan dalam ayatnya_ayatnya hendaklah kita kembali pada Al_Qur’an dan Sunnah Rosulillah SAW.Poligami adalah boleh jik bisa bersikap adil dan bukan dilandasi oleh nafsu serta tidak ada niat untuk mengdzalimi.Maka hendaklah keluarga harus dibagun dengan pondasi ilmu dan pemahaman agama yang kuat.Sehebat apapun umat setelah rosul tak ada yang bisa berbuat adil seperti Beliau.Tapi berusaha,berdoa,dan hanya Allah semata tujuan tempat kita memohon pertolongan dan menggapai perlindungaNya kerjakan semaximal mungkin jika itu perintah dan tinggalkan walaupun itu sesuatu yang menjadi kesukaan dan kesenagan kita jikalau itu laranganNya.Mari kawan mensikapi fenomena hidup dengan ilmu, baik sangka,positif thinking,dan kerendahan hati yang didasri dengan kesabaran dan niat yang tulus aikhlas kerna Allah.Percayalah bahwa hidup kita ini milik Allah,serentetan liku_liku jalan yang harus kita lalui jodoh,mati,dan rezeki sudah ditetapkan semuanya agar kita beiman dan taqwa pada Allah. Mari dukung apapun yang datangnya dari Allah dan Rosululloh SAW sebagai Al_Amin.
    Semoga kita menjadi insan yang diberi keteguhan iman,dan diberi kekuatan melaksanakan amal ibadah dan menjadi ahli Sugea.Selamat Berjuang……..!

  182. 193 wi 14 Maret 2007 pukul 2:02 pm

    sekarang pada nolak poligami tapi seneng zina,yah memang banyak orang bodo dan seneng dibodoin.dikasih solusi baik dalam agama malah ditentang,makanya negeri ini sering musibah.kalo nuntut perempuan juga bersuami banyak,terus nanti anak yang dikandung anak siapa?jangan nentang ayat Allah,jangan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah.kalo gak tau masalah agama gak usah komentar macam2 lah

  183. 194 anonymous 15 Maret 2007 pukul 7:20 pm

    Saya memilih “pintu” lain menuju surga..

  184. 195 rajaiblis 23 Maret 2007 pukul 8:38 am

    halaaahhh …
    pada ribet soal poligami …!
    jangankan satu manusia dipake rame-rame …
    baju satu dipake gantian aja pada gak suka …

    wakakkakkaaaa …

  185. 196 rajaiblis 23 Maret 2007 pukul 8:42 am

    @rotiboy
    eNTE yg sedang ber-iklan ato mang demen sama rotiboy ?

    wakkakakaaaa …

  186. 197 Pengamat Blog ini 12 April 2007 pukul 1:37 pm

    Neng Indie, itu memang sepenuhnya hak anda untuk tidak mau poligami. Dan seperti kata anda itu bahwa TUHAN MAHA BIJAKSANA. Sedangkan manusia tidak! Karena KEMAHA BIJAKSANAAN-NYA itulah maka TUHAN memberikan izin untuk berpoligami dalam keadaan-keadaan tertentu.Akal manusia terlalu dangkal untuk menjangkau hikmah-hikmah Tuhan. Soal surga dan neraka itu bukan hak manusia untuk memutuskan. Apa lagi kalau hanya dari segi poligami. Manusia tidak dapat mengambil alih hak Tuhan. Tuhan dapat saja memutuskan sesuai dengan kehendak-NYA.

  187. 198 Mr. Geddoe 12 April 2007 pukul 2:17 pm

    TUHAN MAHA BIJAKSANA. Sedangkan manusia tidak! Karena KEMAHA BIJAKSANAAN-NYA itulah maka TUHAN memberikan izin untuk berpoligami dalam keadaan-keadaan tertentu.Akal manusia terlalu dangkal untuk menjangkau hikmah-hikmah Tuhan.

    Uh, sentimen ini terjebak di antara keimanan dan ke-masa-bodoh-an… Menurut saya bukan seperti itu caranya beriman dengan baik…

    Sebab prasyarat poligami dalam kitab suci itu sendiri masih dianggap multitafsir. Setahu saya syarat ‘kalau mampu’ itu tidak ada dalam Al-Qur’an.

  188. 199 Pengamat Blog ini 12 April 2007 pukul 6:55 pm

    Menurut Mr. Geddoe, apakah poligami itu dalam Al-Qur’an memang dilarang??? Mohon penjelasannya nih!?

  189. 200 wadehel 12 April 2007 pukul 7:04 pm

    @Mr Geddoe, saya mohon, untuk jawaban dari pengamat blog ini, kalau bisa bikin posting terpisah aja di blog anda :D, udah kepanjangan niih, kasian yang load. Benwit terkuras. Tar yang disini trekbeknya aja gimana :)

    @Pengamat
    , kalau anda punya blog, tulislah juga pendapat anda tentang anjuran / kebolehan poligami bila “mampu”. Dan apa itu ‘mampu” menurut anda… tapi jangan disini, di blog anda saja, lalu kirim trek bek kesini. Supaya para pembaca lebih mudah..

    *harap-harap cemas*

  190. 201 aina 14 April 2007 pukul 2:07 pm

    Hmmmm bagus dan okey

  191. 202 Daldiri 17 April 2007 pukul 2:16 am

    Hallo semua,
    Dimana sih .. dan dijaman mana sih poligami tidak ada??
    poligami itu selalu ada di masyarakat manapun dan di jaman apapun,
    belum pernah ada yang berhasil menghapuskan poligami disuatu masyarakat
    seperti halnya menghapuskan perzinahan atau pelacuran,
    yang saya tau sih Islam cuma mengatur sesuatu keniscayaan yang memang pasti ada.
    Jangan sampai terkecoh antara poligami resmi/sah dengan poligami tidak sah even poligami gelap sebab semua nya adalah poligami jadi kalau mau dikritik silahkan kritik semuanya dan kalau bisa menemukan jalan keluar
    bukan utopia silahkan sumbangkan
    Mudah2an bermanfaat

  192. 203 Rizma Adlia 17 April 2007 pukul 4:56 am

    Ma ga tau cara bikin trekbek nih,, jadi malu (sori, newbie berat!!),, bukan solusi atau apapun sih,, tapi sedikit hal ga terlalu penting seputar what-so-called-poligami,,

  193. 204 astikirna 26 April 2007 pukul 2:56 pm

    ini masuk satire bukan hel….

  194. 205 astikirna 26 April 2007 pukul 4:07 pm

    kebanyakan komentar nya jadi mumet klo mo baca satu²… kebanyakan pendapat nya sama tentang Pro dan Kontra Poligami…

    *sambil beres² untuk pulang*

  195. 206 Orang Awam 1 Mei 2007 pukul 6:55 pm

    Buat mbak Rizma dan mbak astikirna! Ternyata ada juga dari kalangan wanita-wanita yang netral pada masalah poligami ini. Saya rasa begitulah baiknya. Poligami kan sudah masuk wilayah pribadi. Jadi ya tergantung pada masing-masing pribadi saja sih. Untuk yang tidak mau melakukan siapa yang bisa memaksa? Begitu juga sebaliknya. Toleransi mestinya diperlukan dalam masalah ini. Sekali lagi perlu toleransi. Jangan main paksa, jangan main tuding. Itu tidak baik. Semoga bermanfaat. Salam buat semua peserta di blog ini.

  196. 207 Fathia 8 Mei 2007 pukul 10:32 pm

    Aku sekarang fans Wadehel!:)

  197. 208 Orang Awam 9 Mei 2007 pukul 7:40 pm

    Juga belum ada tanggapan baru. Sekian aja kali ya?

  198. 209 rz 12 Mei 2007 pukul 12:59 pm

    “Intinya POLIGAMI lebih sadis drpd menyeleweng yang diem2 di blakang sedangkan poligami itu = nyeleweng tepat di depan muka istri dan menginjak harga diri para istri. Sungguh ngga masuk akal tindakan poligami tsb.”

    Begitulah komentar orang tidak berilmu….menghalalkan yang haram dan mengutuk yang halal. Kembalikan saja ke Quran dan Hadits, selama tindakan itu tidak menyalahi ajaran agama, maka mengutuknya sama dengan menyumpahi Allah dan Rasul-nya.

  199. 210 Orang Awam 17 Mei 2007 pukul 7:17 pm

    Akhirnya ada juga tanggapannya. Setuju dengan rz! Kalau dari segi pandang yang awam ini, Syari’at Islam itu ibaratnya adalah tempat menyimpan obat-obatan bagi semua penyakit. Poligami juga merupakan obat bagi penyakit sosial, sebagai jalan keluar memecahkan masalah sosial di mana aja. Kalau orang itu tidak sakit, tentu dia nggak perlu menggunakan obat, hanya yang sakit perlu gunakan obat. Karena dibutuhkan, tetapi orang yang sehat dan tidak membutuhkan obat dia itu nggak berhak membuang obat dari tempat penyimpanannya. Tegasnya, kalau ada yang tidak mau poligami, dia tidak ada hak mengatakan bahwa poligami itu haram. Yah, bertoleransilah sedikit. Itu kan sudah masuk wilayah pribadi. Ya kan??!!

  200. 211 randy 27 Mei 2007 pukul 3:44 pm

    Mana yang baik nich?? Poligami ato pornografi yang kini udah keliaran??????????????

  201. 212 Tukang Tanya 29 Mei 2007 pukul 12:19 pm

    Apakah ada penyelesaian untuk masalah yang sedang hangat disengketakan ini? Kalau ada, bagaimana? Ada yang bisa menjelaskan? Siapa yang bisa? Boleh berharap? Kapan?

  202. 213 Orang Awam 30 Mei 2007 pukul 4:44 pm

    Ingin menanggapi Tukangkomentar 7th Dec 2006. Bukan masalah poligami yang saya tanggapi, melainkan komentarnya bahwa kalau sudah masuk Islam tidak boleh keluar lagi seumur-umur. Dan kalau ada yang nekat harus dibunuh. Demikian kata Tukang komentar. Sejauh yang saya kaji dari Qur’an dan Hadits, setiap orang bebas untuk menganut agama apa pun yang dia yakini. Tidak ada paksaan dalam agama (QS Al-Baqarah:256). Siapapun bebas masuk Islam, dan siapapun yang tidak yakin dengan Islam dia bebas menolaknya. Orang Islam yang mau keluar (murtad) dari Islam juga tidak dilarang. Karena dia akan bertanggungjawab kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa. Manusia tidak berhak menghukumnya, apa lagi sampai membunuhnya. Tidak ada bukti dalam amal Nabi Muhammad (SAW) maupun para khalifah dan sahabat yang pernah menghukum atau membunuh orang yang keluar dari Islam. Bahkan yang terbukti adalah orang yang sudah masuk Islam dipaksa keluar dari Islam oleh kaum kafir yang tidak beriman. Sekali lagi hanya Tuhan yang berhak menghukum kalau ada yang keluar dari Islam. Kalau pernah ada raja-raja atau sultan-sultan yang mungkin pernah membunuh orang yang keluar dari Islam maka itu menjadi tanggung jawab mereka sendiri. Ajaran Islam bukan seperti itu. Jadi keliru kalau mengatakan bahwa orang yang keluar dari Islam harus dibunuh.

  203. 214 AyP 6 Juni 2007 pukul 4:25 pm

    @Whedhel
    Semoga setelah membaca tulisan ini, para istri, dan saudari-saudari sekalian bisa memahami bahwa poligami itu sangat amat bermanfaat sekali bagi perkembangan jiwa para wanita. Lebih jauh lagi, poligami juga bisa menjadi ladang amal yang memberi anda banyak sekali pahala, yang pada gilirannya akan memastikan anda masuk kedalam surga yang kekal di akhirat kelak. Insyallah.

    Sambil menyelam minum susu. Sambil mengabdi pada suami, kita kumpulkan pahala demi akhirat. Satu batang rame-rame… demi surga, kenapa tidak?

    ######
    Wah ujung-ujungnya pada muter2 aja komentnya…
    menurut gwa sih :
    1. Polygami boleh kok menurut Islam TAPI ada syaratnya lho.baca aja sendiri di Al Quran..otre
    2. Gwa juga setuju klo Polygami bisa jadi ladang amal,knp? ya MASALAH yang timbul bisa banyak banget tuh. TAPI INGET juga klo dia yang jalanin bisa beresin semuanya MASALAH itu,klo ada satu aja yang ga beres..wah bisa BATAL deh masuk surganya..kan semua tanggung jawab pelaku..
    3. Coba pikir dulu deh masalah yg timbul, bukannya gwa nakut-nakutin to kebanyakan mikir resiko(Bisnisman ga boleh tuh klo banyakan mikir resiko)..TAPI kan masalah bukan hanya antara suami dan istri2nya to?
    - klo yg punya anak ya nanti anaknya gimana??
    - klo yg jadi pemuka agama ya umatnya gimana??
    mungkin sang suami bisa TAPI apa nanti anaknya Ikhlas,ato nanti timbul masalah baru..
    4. karena sesuatu yang banyak NEGATIFNYA pastilah banyak DOSAnya
    5. tapi klo banyak POSITIFNYA pastilah banyak BAROKAHNYA
    6. ISLAM ITU RAHMATAN LIL ALAMIN rahmat bagi semesta ALAM

    Semoga Alloh memberi petunjuk bagi kita (AL QURAN & HADIST) dan Akal SEHAT yang bisa mengendalikan HAWA NAFSU yang menjadi modal kita..Amiiiiiiiiin..

  204. 215 anton 8 Juni 2007 pukul 11:25 am

    semua hal yang gak bagus tapi ingin kita lakukan bisa dicari pembenarannya dengan membuat-buat alasan….
    saya gak setuju pendapat anda….adam pun hanya diberi satu wanita, jangan karna kita nafsu tapi malah cari2 pembenaran biar gak disangka jorok, cari pembenaran yg paling baik itu yah pake alasan agama….no offense…

    wassalam,

  205. 216 Satu 1 September 2007 pukul 11:48 pm

    Mas ato Akang…
    Inget ga ada hadist :
    “Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga.”(Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 162, nomor hadis: 9026).

    Klo emang dengan poligami wanita bisa mendapat Syurga lalu kenapa Nabi melarang Ali untuk poligami??? Bukankah seharusnya nabi bahagia bahwa Fatimah akan mendapatkan Syurga jika Ali poligami??? Kok ini malah nolak, Kepriwe tho…???

  206. 217 Wisdom 4 September 2007 pukul 11:51 am

    Ternyata, di Amerika Serikat, ada orang yg mempraktikkan poligami…bahkan dengan argumentasi dan latar belakang yg ‘meyakinkan’ dan bisa membuat kita terperangah…sila dibaca untuk lebih jelasnya…***

    “I am a Second Wife”
    Sabtu, 13 Mei 2006 – 20:13:58 WIB

    Masa SMU wanita Amerika itu hancur tatkala dirinya hamil diusia 17 tahun. Ia terpaksa menjadi ’single mother’ diusia muda. Namun hidupnya merasa nyaman setelah menjadi istri kedua seorang pria Muslim

    Oleh
    M. Syamsi Ali *)

    Sekitar tiga bulan lalu, the Islamic Forum yang diadakan setiap Sabtu di Islamic Center New York kedatangan peserta baru. Pertama kali memasuki ruangan itu saya sangka wanita Bosnia. Dengan pakaian Muslimah yang sangat rapih, blue eyes, dan kulit putih bersih. Pembawaannya pun sangat pemalu, dan seolah seseorang yang telah lama paham etika Islam.

    Huda, demikianlah wanita belia itu memanggil dirinya. Menurutnya, baru saja pindah ke New York dari Michigan ikut suami yang berkebangsaan Yaman. Suaminya bekerja pada sebuah perusahaan mainan anak-anak (toys).

    Tak ada menyangka bahwa wanita itu baru masuk Islam sekitar 7 bulan silam. Huda, yang bernama Amerika Bridget Clarkson itu, adalah mantan pekerja biasa sebagai kasir di salah satu tokoh di Michigan. Di toko inilah dia pertama kali mengenal nama Islam dan Muslim.

    Biasanya ketika saya menerima murid baru untuk bergabung pada kelas untuk new reverts, saya tanyakan proses masuk Islamnya, menguji tingkatan pemahaman agamanya, dll. Ketika saya tanyakan ke Huda bagaimana proses masuk Islamnya, dia menjawab dengan istilah-istilah yang hampir tidak menunjukkan bahwa dia baru masuk Islam. Kata-kata “alhamdulillah”.”Masya Allah” dst, meluncur lancar dari bibirmya.

    Dengan berlinang air mata, tanda kebahagiaannya, Huda menceritakan proses dia mengenal Islam.
    “I was really trapped by jaahiliyah (kejahilan)”, mengenang masa lalunya sebagai gadis Amerika. “I did not even finish my High School and got pregnant when I wan only 17 years old”, katanya dengan suara lirih. Menurutnya lagi, demi mengidupi anaknya sebagai ‘a single mother’ dia harus bekerja. Pekerjaan yang bisa menerima dia hanyalah grocery kecil di pinggiran kota Michigan.

    Suatu ketika, toko tempatnya bekerja kedatangan costumer yang spesial. Menurutnya, pria itu sopan dan menunjukkan ‘respek’ kepadanya sebagai kasir. Padahal, biasanya, menurut pengalaman, sebagai wanita muda yang manis, setiap kali melayani pria, pasti digoda atau menerima kata-kata yang tidak pantas. Hingga suatu ketika, dia sendiri berinisiatif bertanya kepada costumernya ini, siapa namanya dan tinggal di mana.
    Mendengar namanya yang asing, Abdu Tawwab, Huda semakin bingung. Sebab nama ini sendiri belum pernah didengar. Sejak itu pula setiap pria ini datang ke tokonya, pasti disempatkan bertanya lebih jauh kepadanya, seperti kerja di mana, apa tinggal dengan keluarga, dll.

    Perkenalannya dengan pria itu ternyata semakin dekat, dan pria itu juga semakin baik kepadanya dengan membawakan apa yang dia sebut ‘reading materials as a gift”. Huda mengaku, pria itu memberi berbagai buku-buku kecil (booklets).

    Dan hanya dalam masa sekitar tiga bulan ia mempelajari Islam, termasuk berdiskusi dengan pria tersebut. Huda merasa bahwa inilah agama yang akan menyelamatkannya.

    “Pria tersebut bersama isterinya, yang ternyata telah mempunyai 4 orang anak, mengantar saya ke Islamic Center terdekat di Michigan. Imam Islamic Center itu menuntun saya menjadi seorang Muslimah, alhamdulillah!”, kenang Huda dengan muka yang ceria.

    Tapi untuk minggu-minggu selanjutnya, kata Huda, ia tidak komunikasi dengan pria tersebut. Huda mengaku justeru lebih dekat dengan isteri dan anak-anaknya. Kebetulan lagi, anaknya juga berusia tiga tahun, maka sering pulalah mereka bermain bersama. “Saya sendiri belajar shalat, dan ilmu-ilmu dasar mengenai Islam dari Sister Shaima, nama isteri pria yang mengenalkannya pada Islam itu.

    Kejamnya Poligami
    Suatu hari, dalam acara The Islamic Forum, minggu lalu, datang seorang tamu dari Bulgaria. Wanita dengan bahasa Inggris seadanya itu mempertanyakan keras tentang konsep poligami dalam Islam. Bahkan sebelum mendapatkan jawaban, perempuan ini sudah menjatuhkan vonis bahwa “Islam tidak menghargai sama sekali kaum wanita”, katanya bersemangat.

    Huda, yang biasanya duduk diam dan lebih banyak menunduk, tiba-tiba angkat tangan dan meminta untuk berbicara. Saya cukup terkejut. Selama ini, Huda tidak akan pernah menyelah pembicaraan apalagi terlibat dalam sebuah dialog yang serius. Saya hanya biasa berfikir kalau Huda ini sangat terpengaruh oleh etike Timur Tengah, di mana kaum wanita selalu menunduk ketika berpapasan dengan lawan jenis, termasuk dengan gurunya sendiri.

    “I am sorry Imam Shamsi”, dia memulai. “I am bothered enough with this woman’s accusation”, katanya dengan suara agak meninggi. Saya segera menyelah: “What bothers you, sister?”. Dia kemudian menjelaskan panjang lebar kisah hidupnya, sejak masa kanak-kanak, remaja, hingga kemudian hamil di luar nikah, bahkan hingga kini tidak tahu siapa ayah dari anak lelakinya yang kini berumur hampir 4 tahun itu.

    Tapi yang sangat mengejutkan saya dan banyak peserta diksuis hari itu adalah ketika mengatakan: “I am a second wife.” Bahkan dengan semangat dia menjelaskan, betapa dia jauh lebih bahagia dengan suaminya sekarang ini, walau suaminya itu masih berstatus suami wanita lain dengan 4 anak. “I am happier since then“, katanya mantap.

    Dia seolah berda’wah kepada wanita Bulgaria tadi: “Don’t you see what happens to the western women around? You are strongly opposing polygamy, which is halaal, while keeping silence to free sex that has destroyed our people” ,jelasnya. Saya kemudian menyelah dan menjelaskan kata “halal” kepada wanita Bulgaria itu.

    “I know, people may say, I have a half of my husband. But that’s not true“, katanya. Lebih jauh dia menjelaskan bahwa poligami bukan hanya masalah suami dan isteri. Poligami dan kehidupan keluarga menurutnya, adalah masalah kemasyarakatan. Dan jika seorang isteri rela suaminya beristeri lagi demi kemaslahatan masyarakat, maka itu adalah bagian dari pengorbananya bagi kepentingan masyarakat dan agama.

    Kami yang dari tadi mendengarkan penjelasan Huda itu hanya ternganga. Hampir tidak yakin bahwa Huda adalah isteri kedua, dan juga hampir tidak yakin kalau Huda yang pendiam selama ini ternyata memiliki pemahaman agama yang dalam. Saya kemudian bertanya kepada Huda: “So who is your husband?” Dengan tertawa kecil dia menjawab “the person who introduced me to Islam”.Dan lebih mengejutkan lagi: “his wife basically suggested us to marry”, menutup pembicaraan hari itu.

    Diskusi Islamic Forum hari itu kita akhir dengan penuh bisik-bisik. Ada yang setuju, tapi ada pula yang cukup sinis. Yang pasti, satu lagi rahasia terbuka. Saya sendiri hingga hari ini belum pernah ketemu dengan suami Huda karena menurutnya, “he is a shy person. He came to the Center but did not want to talk to you”, kata Huda ketika saya menyatakan keinginan untuk ketemu suaminya.

    “Huda, may Allah bless you and your family. Be strong, many challenges lay ahead in front of you”, masehatku. Doa kami menyertaimu Huda, semoga dikuatkan dan dimudahkan!

    New York, 10 Mei 2006

    *) Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Syamsi adalah penulis rubrik “Kabar Dari New York” di http://www.hidayatullah.com

  207. 218 divi 15 Oktober 2007 pukul 8:10 pm

    cuman 1 !!! no way man!!!

  208. 219 ramdlan 11 Desember 2007 pukul 6:13 am

    UNTUK
    Neng Indie
    6 Desember 2006 di 8:58 am

    Tidak semua laki2 yang nggak mendukung poligami lantas punya simpenan!!!!! Intinya itu ya adek2 .. “hormati dan hargai orang lain” including perasaannya tentyunya kalau kamu mau dihormati dan dihargai sebagai seorang manusia.

    Lagian daku anti poligami bukan berarti daku mendukung orang (baca: suami) punya simpenan. Logika kok ngawur gitu sehhh … huhhh!!!

    Dan sampe sekarang daku bener2 nggak ngerti/muak/enek/sebel sama pembelaan seperti ini nih ..

    “Daripada punya selingkuhan/TTM/TTD/TTU whatever .. lebih baik kan poligami. Dan ini sebagai emergency exit … bla bla bla”

    Grhhhhhhhh!!! Lha kenapa coba harus berpikir untuk selingkuh. Nggak bisa setia? Kegedean napsu? Nggak mampu menahan gejolak gairahhh?? Iiiihhhhh memalukan. Soal alasan ingin menolong orang dan mengangkat derajat janda dan bla bla bla yang lain, buat daku itu bullshit-lah !!!! Kasihan janda selalu dijadiin alasan terusszzz … *hiks*

    Ntar jawabannya klise .. “Karena agama bla bla bla … kalo nggak mendukuh berarti bla bla bla …. Nabi juga bla bla bla bla .. Allah kan bla bla bla” Duuuuhhh Gustiiiiiii !!!!!

    TERUS, SIAPA YANG MEMBERI SIFAT “SUKA PADA LAWAN JENIS??” BUKANKAH ITU DIKASIH OLEH “TUHAN!!!!!”
    JANGAN PERNAH MUNAFIK UNTUK MENGHILANGKAN SEBUAH KATA SUKA/ KAGUM/ CINTA/ TERANGSANG KARENA MELIHAT “SEJENISMU!” BERSELIWERAN DIMUKA BUMI!!!! BILANG SAMA SEJENISMU UNTUK MENUTUPNYA!!! ATO KALO EMANG NGGA BISA, DAN PIKIRAN JOROK YANG TERPAKSA HARUS BERCOKOL DI PIKIRAN KARENA ULAH “SEJENISMU” ITU, APA SOLUSINYA???? NAFSU ITU TUHAN YANG MEMBERIKANNYA… DAN UNTUK MENJAGANYA, ADA BEBERAPA SOLUSI. NAH, KALO TERNYATA POLIGAMI ITU SAH, KENAPA MUSTI NGGA SETUJU? ATAU (BUKAN NGEJEK), ANDA MUNGKIN TIDAK MENARIK? COBA PIKIRKAN…. LAKI-LAKI PUNYA HASRAT, WANITA JUGA SAMA…. JANGAN MUNAFIK… (ATAU MUNGKIN ANDA SEORANG LESBIAN?)
    JUJUR, SAYA TIDAK BERPOLIGAMI, KARENA SAYA TIDAK SANGGUP! DAN SAYA INGIN MEMBANGUN VISI RUMAH TANGGA HANYA DENGAN SEORANG ISTRI. CUKUP!!!

  209. 220 Cinlau 15 Januari 2008 pukul 11:50 am

    @satu
    [Mas ato Akang…
    Inget ga ada hadist :
    “Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga.”(Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 162, nomor hadis: 9026).

    Klo emang dengan poligami wanita bisa mendapat Syurga lalu kenapa Nabi melarang Ali untuk poligami??? Bukankah seharusnya nabi bahagia bahwa Fatimah akan mendapatkan Syurga jika Ali poligami??? Kok ini malah nolak, Kepriwe tho…???]
    Kalo baca hadist jgn sepotong2 mbak/mas…
    Itu ada penjelasannya, yaitu karena yang ingin dinikahi Ali ra. adalah putri Abu Jahl yang bernama al-Juwairiyyah. Nabi saw. tidak ingin putri Rasulullah saw. berkumpul dengan putri musuh Allah swt.
    Jadi bukan melarang ‘poligami’nya itu sendiri…

    “…..Dan sungguh aku tidak mengharamkan yang halal dan tidak pula menghalalkan yang haram, akan tetapi, demi Allah, jangan sekali-kali bersatu puteri Utusan Allah dengan puteri musuh Allah.” [HR. Bukhari]

    —————————————————-
    @wadehel
    Poligami = Jalan Masuk Surga? :D :D :D
    Liat dulu diri sendiri, banyak2 introspeksi, ngaca gitu loh, shalatnya udh bener blum, puasanya udh bener blum, akhlaknya udh bener blum, udh bisa ngaji dg bener blum, udh ngelakuin semua sunnah rasul dg bener blum, jihadnya udh bener blum, baru mikirin poligami… sebab klo masih blum pada beres, percuma situ poligami ampe 4 istri juga ga bakal masuk surga mas…

    Malah kalau ga hati2 bgt, poligami bisa narik kaki ke neraka…
    Gimana kalau istri2 yg dipoligami ngerasa ga adil, tapi ga pernah ngomong ke situ (banyak loh tipe2 istri yang cuma mendem perasaan sakit hatinya di dalam hati aja)? trus ntar di akhirat mereka ngadu ke Allah… situ bakal susah masuk surga biarpun amalan segunung…

    Gw bukan anti poligami. FYI aja, buat apa anti poligami di dunia, toh ntar di surga juga ga ada yg namanya kehidupan pernikahan monogami… malah kita harus berbagi suami sama bidadari2… ada yg bilang di surga level paling bawah aja satu suami dikasi jatah bidadari sampe 60-an org… apa ga keblinger itu?

  210. 221 Revo 6 Maret 2008 pukul 9:55 am

    Poligami ya ??
    dulu,, saya sempat benci Plgmi.
    Tapi stlh saya pelajari dikit demi sdikit, trnyata
    Poligami itu LUAR BIASA.
    Bila seorang istri Ikhlas/Ridho thdp suami yg berpoligami maka istri tsb. InsyaAllah akan masuk surga tingkat pertama melalui pintu yg kedua.
    Sedangkan seorang suami yg ADIL
    InsyaAllah akan masuk surga tingkat pertama melalui pintu yg Pertama. Subhanallah.
    Maka suami & para istri akan tinggal di Surga bersama Rosulullah.

    Anda sekedar percaya
    atau yakin.

    klo gk yakin ada ayatnya di8 dlm Al Qur’an ttg dibolehkannya poligami.
    oke

  211. 222 Kyai Umbel Garing 6 Maret 2008 pukul 10:06 am

    Wanita yang tidak setuju
    Poligami itu “abnormal”
    mengingat :
    1. Skrg ini wanita dgn laki2 lebih banyak wanita. Klo laki2 hanya dpt 1 wanita, brp wanita yg akan mjd perawan tua.
    2. Skrg ini byk wanita stres, baik ibu2 maupun wanita2 muda karena mrs anak prmpuannya tdk laku di pasaran interenasional, baik scr kredit maupun tunai.
    3. Isyarat nabi : “Kiamat datang jika satu laki2 banding 50 wanita” dan “fitnah/hancurnya dunia diantaranya bersumber dari wanita “,mjd isyarat perlunya penyelamatan wanita yg salah satunya ialah dia hrs berPOLIGAMI.

  212. 223 GetTheParadise 6 Maret 2008 pukul 5:22 pm

    @ All

    Yang tidak sanggup poligami monggo, yang sanggup silahken, yang gak mau kawin jgn dipaksa-paksa.

    Sebenernya sederhana aja kok permasalahannya…

    Gini….

    Seperti kita ketahui hukum ini sebenarnya ingin menghilangkan perilaku2 orang jahiliyah zaman dulu yg seenaknya kawin dengan puluhan bahkan ratusan wanita tanpa ada hukum yg membatasi dan mengaturnya sehingga tdk ada pertanggungjawaban sama sekali.

    Coba ditelaah dgn jiwa KASIH

    Nabi Daud as beristri 100, nabi Sulaeman istri 700
    dan gundik 300, nabi Ibrahim as beristri 3, kenapa
    Nabi Muhammad SAW dan hukum yg menaunginya dianggap salah ketika beristri lebih dari satu ??????

    Jelas Umat Islam percaya sejarah dan kisah diatas TAPI kalau UMAT NASRANI BILANG GAK PERCAYA ITU OMONG KOSONG…!!! (Maaf krn mereka paling ekstrim dlm masalah ini).
    Jadiii….kenapa hanya Nabi Muhammad SAW dan Hukum Islam yg dipersalahkan…..bah lucu sekali.
    Kalo mereka menghujat Nabi Muhammad dan Islam…mereka juga secara tdk langsung MENGHUJAT Nabi Daud, Sulaiman dan Nabi Ibrahim. Padahal kisah Nabi2 ini ada dalam Al-kitab yg mereka percayai.

    Poligami itu kondisional dan situasional dan itulah kehebatan Al-Qur’an karena bisa mengikuti perkembangan zaman, hanya pribadi orang2nyalah yg sering menyelewengkan hukum poligami ini dgn kedok agama tapi dibalik semuanya yg ada hanya nafsu belaka…..
    Tapi ini tetap syaaaaaahhhhhhhh bilamana sudah lolos dari aturan2 hukum syariat yg berlaku.

    Salam

  213. 224 akoe 6 Mei 2008 pukul 12:56 pm

    begitu ya…
    semua itu tergantung gimana cara menyikapinya. bener gak???

  214. 226 naringgo 15 Mei 2008 pukul 10:23 pm

    Siapakah yang datang dari surga, pernah di surga dan kembali ke surga, tentu dialah yang diwahyukan untuk memberitahukan apa dan bagaimana surga itu sebenarnya, carilah Dia karena itulah jalan kita ke surga kelak, katanya ISA ALMASIH yaa

  215. 227 YAN 16 Mei 2008 pukul 11:13 am

    Kalau begitu lebih baiktdk usah berpoligami. Istri dan suami sama-sama bahagia. Tidak ada yang sakit hati dan tidak ada yang berpikiran kok Tuhan ciptakan saya tidak adil.

  216. 228 cece 5 Juni 2008 pukul 3:25 pm

    org gila mau2nya lu pada bahas soal poligami ga bakalan ada habisnya itu dikembalikan saja ke masing2 pribadi dan nawaitunya kaleeeee he he he…

  217. 229 liaaaa 6 Juni 2008 pukul 10:19 pm

    sebenarnya saya sendiri gak setuju dengan poligami

    tapi apa boleh buat, lha wong suamiku sendiri menginginkanya

    huh….. sakit ati seh sebentar.

    lama-lama juga hilang dengan sendirinya.

    sebenernya ak juga kasian melihat gadis itu.

    ak mencoba ikhlas aja… mudah mudahan Allah memberiku kesabaran dan

    keikhlasan…. Amiinnn

  218. 230 deny 9 Juni 2008 pukul 4:29 pm

    jgn jadikan surga sebagai alasan bisa berpoligami….
    sangat sulit berlaku adil.

  219. 231 deny 12 Juni 2008 pukul 4:29 pm

    poligami tentu tidak…..
    suamiku kelak hanya milikku bukan untuk dibagi dengan wanita lain. walaupun orang setuju poligami bagiku tidak.
    itu akan menyakitkan bagi perempuan yang di madu…..

  220. 232 chichi 19 Juni 2008 pukul 11:04 am

    Pertama gue mau nanya, yang bikin tulisan di atas laki-laki atau perempuan seh? Kalo perempuan gak mungkin deh. Mana ada perempuan yang mau dimadu, sebaik-baiknya dia. Pasti yang nulis tuh lalaki kan? Woei…nyadar dong, yang masuk surga tuh apa? Penis lu ya? La iya…wong yang bekerja keras buat bikin nikmat para vagina kan penis. Yoi kan?
    So…buat loe tau ya….Allah gak pernah ngajarin orang untuk berpoligami…gak pernah sama sekali…Tapi lebih betulnya loe cuma nyontoh dari Nabi Muhammad kan? Eh..Allah tuh kagak pernah kawin, tapi Dia ngerti bahwa manusia perlu kawin. Dia bilang penuhilah dunia ini, beranak cuculah, tapi omongan Beliau disalah tafsirkan oleh Nabi Muhammad yang akhirnya melegalkan poligami. Masalahnya bukan karena pahala atau karena alasan rohani, tapi masalah NAPSU BIRAHI. Yang pada berpoligami istrinya kok cantik-cantik dan seksi-seksi ya….Gak ada tuh yang jelek, kotor, miskin, item, kerempeng, gendut…gak ada tuh. Yang ada semuanya proposional. So what? Sekarang gue tantangin, siapa yang mau poligami, bilang sama gue ya, gue punya temen cewek yang wajahnya gak cantik atau sama sekali gak enak dilihat, sedikit kampungan, bodynya gak bahenol malah terlihat kurang berbentuk, rambutnya keriting, tapi hatinya baikkkkkk banget. Cocok buat jadi seorang istri. Ada yang mau??????? Hai para lelaki….gue tunggu jawabannya.

  221. 233 joesatch yang legendaris 21 Juni 2008 pukul 7:07 pm

    @ chichi

    nanya yg bikin tulisan ini siapa?
    sudah telat berabad2. yang bikin tulisan ini sudah mampus :mrgreen:
    ga baca postingan terakhirnya ya? :lol:

  222. 234 limefeehily 24 Juni 2008 pukul 1:13 pm

    pokoknya gue nggak percaya poligami bisa bikin orang masuk surga, kalau surga dunia gue percaya, kalau surga akhirat gue nggak percaya, lu pernah bukttiin apa?

  223. 235 Agus Ramadhan 5 Juli 2008 pukul 1:38 pm

    Pertanyaan Nabi (2) : “Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?” Jawab Iblis : “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa riya’, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.

    Allahhuakbar……. wahai umat manusia ikutlah jejak Nabi Kita Nabi besar Muhamad Solullahualahiwasalam, ikutilah kebaikannya, walupun Kita sebagai manusia banyak kesalahan. Jangan pernah berpoligami karena nafus / karena kepuasan semata, berpoligamilah karena Allah…..
    Ingat ikutilah cara kebaikan Rosullulah dan Ikutilah cara kepemimpinan Beliau, kepemimpinan di rumah tangga ataupun memimpin negara jika Kita diberi kesempatan sama Allah SWT kita harus meniru cara kepemimpinan baginda kita Rosullulah, dan selalu menegakan hukum islam….
    Jangan pernah mengaku dirinya umat islam kalo belum memperdalam ajaran islam.
    Dari pada berzinah, melakukan sex bebas….??????
    Masih mending poligami….
    Ajaran yang menyimpang dari agama islam yang harus dikenakan hukum
    Kalo bisa hukum islam supaya ga menentang agama islam

  224. 236 354matrix 5 Juli 2008 pukul 10:41 pm

    Assalamu’alaikum, saudara-saudariku setanah airku indonesia raya tercinta. kenapa kita harus berdebat antara percaya dan tidak percaya dengan poligami,dalam qur’an dan hadist itu lengkap bener lho. khaji qur’an dan hadist yang asli (bukan terjemahan lho, karena islam tidak menyuruh umatnya mempelajari terjemahan, tetapi qur’an dan hadist, bukan terjemahan qur’an,dan juga bukan terjemahan hadist) secara tartil.
    Jika itu semua sudah kita khaji seluruhnya maka tidak akan terjadi perdebatan lagi. yang ada hanya ooooooooo iya ya
    kok bodoh bener saya.
    seharusnya kita sudah tahu ilmunya sebelum ada kejadian, bukan setelah ada kejadian baru cari-cari buku terjemahan.

    saudara saudariku…….
    dulu agamaku rusak karena diterjemahkan…
    sehingga kupelajari qur’an sebagai pelurusnya…..
    saya mengagumi qur’an, dan kemudian saya mengkhajinya.

    Ustad saya mengatakan:
    Qur’an itu urusan akhirat, jadi kadang isinya tidak masuk akal logis manusia, tapi Allah memberikan akal untuk memahami urusan manusia dengan Allah. (sok pintar nich)

    Wah panjang bener ya…….
    akhir kata, dan kepada dirimu sendiri, apakah kamu sudah memperhatikannya ?

  225. 237 joko 1 Agustus 2008 pukul 11:12 pm

    kunjungi website kami
    http://www.lidahwali.com,boleh kok kosultasi poligami

  226. 238 BEJO 4 Agustus 2008 pukul 9:39 pm

    anda yang menulis rubrik ini BODOH!!!!
    pada dasarnya semua orang tidak ada yang mau di poligami!!!!
    apapun alasannya…..
    masalah surga atau neraka tidak ditentukan oleh kebaikan atau pun pahala apalagi POLIGAMI….
    bagaimana mungkin bisa masuk surga dengan cara poligami yang sebenarnya dapat menyakiti hati orang lain!!!!
    bagaimana mungkin poligami disebut kebaikan dan mendatangkan pahala sementara di waktu yang sama sebenarnya tindakan poligami adalah tindakan Zinah dan menyakiti hati orang lain!!!!
    Benar-benar BODOH!!!!!!!!!!!

  227. 240 M Arief B 21 Agustus 2008 pukul 1:20 pm

    Lho…. poligami kok dihukumi zina ? ? ? :(
    Sedemikian bencinyakah ?
    ……… :(
    ……..”bagaimana mungkin poligami disebut kebaikan dan mendatangkan pahala sementara di waktu yang sama sebenarnya tindakan poligami adalah tindakan Zinah” (BEJO)

  228. 241 YUdhi 10 September 2008 pukul 3:55 am

    bagaimana nasib anak-anak dari hasil poligami???

  229. 242 Penet 10 September 2008 pukul 1:42 pm

    kesimpulannya CUMA NAFSU TOK….

  230. 243 Leny 17 Oktober 2008 pukul 2:25 pm

    Mengapa

    1) Urusan surga dan neraka hanyalah milik Tuhan. Manusia tidak berhak untuk memberikan claim bahwa bila begini akan masuk surga, bila begitu akan masuk neraka.

    2) Dalam tulisan Sdr. Wadehel tampak sekali bahwa penulis tidak mempunyai empathy sama sekali terhadap perempuan dan anak-anak, dan hanya memikirkan ego sendiri.

    3) Mengapa yang dituntut untuk bisa mengerti, untuk bisa bersabar, untuk tidak dengki, untuk tidak terlalu mencintai pasangan dsb… hanyalah perempuan ? Mengapa lelaki tidak dituntut untuk seperti itu ?
    Bila lelaki mempunyai dorongan untuk berpoligami, seharusnya lelaki bisa memikirkan dan mengerti perasaan perempuan (istri), bisa bersabar atas nafsunya, dan tidak egois dengna memperturutkan nafsunya.
    Bukankah bila lelaki bisa bersikap seperti itu juga bisa masuk surga ?

    Bung Wadehel……….. Anda boleh saja berpendapat, karena itu adalah hak Anda. Namun bila Anda ingin mempraktekkan pendapat Anda ini coba gunakan otak Anda dan bukan selangkangan Anda..!!!

  231. 244 bro 17 Oktober 2008 pukul 6:14 pm

    poligami hanya karena membenarkan nafsu semata……..lihat para nabi2 yang berpoligami….ada yang akhirnya berbelok dari jalan ALLAH, ada yang menginginkankan istri orang lain dan membunuh suaminya hanya karena ingin istri orang….dan banyak akhirnya anaknya yang menjadi serakah dan saling berebut harta dan saling membunuh…….hanya akan menimbulkan iri hati dan benci hanya karena nafsu satu orang….jadi adakah yang adil…tidak ada yang adil..hanya Tuhanlah yang bisa adil…….bgaimana mungkin bisa menjadi adil kalu ia membagi cinta dan berahi kepada istri2nya…..

  232. 245 Elfizon Anwar 7 November 2008 pukul 3:48 pm

    Poligami itu, suka atau tidak suka, sudah ada sejak ada manusia. Dalam ajaran agama-agama sebelum Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW pun juga ada. Kaisar, pangeran, raja dan petinggi negeri juga banyak yang melakukan poligami. Sudah alami sepanjang masih ada yang namanya ‘manusia’, masalah ‘poligami’ tak akan terhapuskan.

    Jadi, kalau dalam ajaran Islam ada mengatur poligami, ya saya kira sah-sah saja. Tinggal, manusia yang mengadakan poligami, nawaitu dan itikadnya untuk apa?. Kalau pengaturan dalam Islam telah disanggupi oleh seseorang yang akan berpoligami, mungkin jalan ini lebih baik baginya, dibandingkan dengan jalan lain, melanggar norma dll. yang harus ditempuhnya.

    Kalau ada dampaknya ke pihak lain, katakanlah isteri dll. ya ada yang bisa menerima, apa lagi jika dia tulus, dan sebaliknya ada juga yang tidak bisa menerima masalah ini. Ya wajar-wajar saja, namanya kita, manusia hidup di dunia tidak ada yang sempurna. Yang pasti, orang yang melakukan ‘poligami’, dia akan diminta pertanggungjawaban yang lebih besar dihadapan Tuhan, Allah SWT, dibandingkan dengan orang yang tidak berpoligami!

    Jika dia berpoligami tidak memenuhi atauran agama, Insya Allah, dia akan diganjar dosa yang sangat berat. Sebaliknya jika dia mampu melaksanakan poligami dengan baik dan sesuai dengan norma agama, Insya Allah pula dia mendapat pahala yang berlipat ganda.

    Dan, kita yang nonton ini, tak perlu ikut bertanggung jawab, doakan mereka semoga sukses, dan kita tak perlu sewot, apa lagi sok moralis dsb. plong bukan!!!

  233. 246 mila 15 November 2008 pukul 11:02 am

    Saya punya pengalaman hampir dipoligami,…
    Waktu itu entah kesabaran dari mana yang saya dapatkan ketika saya dengan ikhlas menerima kalo suami tercinta saya jatuh cinta lagi pada perempuan lain seorang janda yang umurnya 7 th lebih tua darinya. Kami sering menghabiskan waktu bersama, saya, suami, anak kami, dia dan anak2nya… saat itu benar2 yang saya rasakan saya bahagia luar biasa…karena sejak punya pacar suami semakin mencinmtai saya dan tidak pernah menomorduakan saya, saya seolah punya penyeimbang dan pembanding. Saya juga menganggap pacar suami saya benar2 sodara saya, kami sering curhat dan menyelesaikan masalah bersama… Tapi sayang Allah ternyata lebih mencintai suami saya, suami saya dipanggil NYa sebelum dia benar2 berpoligami.
    Kepada sodari2ku yang sepaham denganku jangan takut dipoligami oleh suami yang mencintai kita karena itu artinya Allah akan memberikan cinta yang jauh lebih penting dan lebih besar. kalo menurut saya laki2 yang berpoligami itu adalah laki2 yang benar2 matang dalam segala hal…saat ini saya sudh menjanda sekitar 3 bln dan sampai saat ini saya masih menjalin hubungan baik dengan pacar Alm suami saya, saya yakin dengan bgitu suami saya di sana juga bahagia. Saya sekarang berprinsip hidup dipoligami lebih punya warna dibanding monogami….

  234. 247 aldoelbogory 20 November 2008 pukul 11:15 am

    ass wr wb

    saya hanya sedikit komentar bagi yang Anti Poligami harus paham tentang ajaran agama islam ,ketika anda mengatakan anti poligami secara tidak langsung mengingkari ajaran yang sudah tertulis bahwa poligami itu boleh di lakukan , Allah SWT yang menciptakan makhluk di dunia aja membolehkan kenapa kita yang hanya hidup sementara ini TIDAK MEMBOLEHKAN alangkah sombongnya/angkuhnya kita, coba pelajari sejarah poligami sebelum Islam datang,
    Dalam hal poligami jangan pernah egois bahwa ini boleh atau anti, perlu di pahami bahwa poligami adalah pintu darurat bagi laki-laki yang memang secara jasmani dan rohani serta finansial kuat segala2nya di tambahkan pengetahuan dan pengamalan ajaran agama islam,
    Adil biasanya identik dengan finansial klo hal2 yang lainnya bisa di musyawarahkan dengan para istrinya klo memang dia sudah berpoligami.
    Masalah SURGA dan NERAKA bukan bidang makhluknya itu hanya HAK PREROGRATIF SANG KHOLIK aja.

  235. 248 nashroulloh 21 November 2008 pukul 4:46 am

    tentang batang,
    Cukup Allah beri kencing manis atau stroke, maka batang itu akan menjadi tak lebih dari seonggok daging
    dan itu hal mudah, dan masih banyak hal lainya yang mudah yg akibatnya hampir sama

    atau mungkin istilah itu sengaja dipakai agar lebih kontroversial dan sensasional, padahal malah jadi ga menarik

  236. 249 rangga 25 November 2008 pukul 8:58 am

    diskusi ini serius, penting,..
    tapi sayang,, banyak yang tidak subtansial. banyak yang tidak memahami makna, hakekat dan esensi,..
    statemen yang dikeluarkan hanya mengandalkan emosi dan egoisme beradasarkan akal pikirannya masing masing tanpa dilandasi ilmu yang cukup tentang apa itu poligami.
    sayang.! sekali lagi sayang,.!
    poligami diatur oleh agama, maka sebaiknya belajar agama dulu untuk memahami poligami

  237. 250 poligami pro dan kontra 4 Desember 2008 pukul 12:16 am

    semoga yang terbaik untuk teh nini lah. mending mana poligami atau poli pantai?

  238. 251 bunda bintang 4 Desember 2008 pukul 1:02 pm

    “mending mana poligami atau poli pantai? ”
    He..he..
    menurut saya sih..
    pertanyaan ini ditujukan pada kaum lelaki or perempuan ?
    Jadi…jawabnya juga sudah pasti :-)

  239. 252 alumni 4 Desember 2008 pukul 1:24 pm

    @rangga

    kalo udah khatam belajar agama, berarti harus khatam berpoligami. hehehe, emang asyik belajar agama. Biarin cewe-cewe bikin agama lain yang nyenengin mereka.

    Yang penting bisa jajan dan dibawa pulang bungkusnya, tuh poligami.
    kalo jajan dan bungkusnya dibuang ditepi jalan, tepi hotel, atau tepi pantai, tuh selingkuh..

    Zelingan Indah Agama Utuh…

    Hormati wanita seperti menghormati dirimu, tapi emang ada wanita yang merendahkan dirinya untuk tidak dihormati suami.

    Indonesia memilih :
    Munafik atau Munajat

    yang pasti, tiap orang pilih enaknya sendiri, apalagi umroh sama 4 istri, weleh-weleh, untanya nyengir sambil goyang kanan-kiri

    betul begitu, teteh?

  240. 253 tika 12 Desember 2008 pukul 5:41 pm

    Poligami memang salah satu jalan menuju surga bagi para wanita, meskipun sangat menyakitkan.

  241. 254 Hasrul Ma'ruf 13 Desember 2008 pukul 10:19 am

    Guys, kalau mau tahu tentang poligami yang bener, coba deh buka PoligamiIndonesia.Com

    Isinya artike-artikel poligami yang ditulis oleh para pelaku dan para jurnalis (pengamat) poligami.

    CMIIW.

  242. 255 sam 23 Desember 2008 pukul 3:12 pm

    Sebuah cerita tentang poligami :
    Ahmad tinggal di kota. Ahmad tidak pernah melihat TV, atau membaca koran. Dia selalu melihat sungai di kotanya sangat kotor, penuh sampah dan menjadi sumber penyakit.

    Suatu hari ia bertemu seorang pengelana dari desa, Wawan namanya. Wawan bercerita bahwa sungai di desanya sangat bersih, dapat dipakai mandi, berenang dan bahkan airnya dapat langsung diminum.

    Tak diduga, Ahmad marah. Ia menganggap konsepsi Wawan tentang sungai hanyalah sebuah omong kosong. Mana mungkin sungai bisa dipakai mandi, apalagi diminum airnya?

    Konsepsi Wawan tentang sungai menantang konsepsi Ahmad tentang sungai. Akhirnya, Ahmad bahkan memperjuangkan agar ide sungai bersih dari Wawan dinyatakan sebagai paham terlarang oleh pemerintah.

    Begitulah kita. Kita selalu dibombardir dengan berita-berita negatif tentang poligami, sehingga kemungkinan rumah tangga poligamis dapat menjadi rumah tangga sakinah mawaddah wa rohmah hilang sama sekali dari ruang pemikiran kita.

    Begitulah kita, ummat yang hidup dalam jangka waktu yang sangat jauh dengan Rasulullah SAW. Zaman semakin berubah, kehidupan kita semakin jauh dari praktek penegakan Islam di masa Rasulullah SAW, namun kita ‘mengadili’ nilai-nilai Islam dengan standar zaman kita, yang -sayangnya- sangat didominasi nilai-nilai Barat, yang sebenarnya, hingga 1 abad yang lalu masih mengakui praktek poligami.

    Saya yakin, akan tiba masanya dimana nanti poligami akan menjadi hal yang lumrah dan diterima sebagai fakta oleh ummat manusia. Pada saat itu, dunia akan mengakui fleksibilitas Islam, yang tidak menolak poligami, namun mengaturnya.

    Dari Abu Musa r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesungguhnya nanti akan datang suatu masa, di mana seseorang berkeliling membawa emas untuk bersedekah, lalu tidak ada seorangpun yang menerimanya. Dan pada masa itu terlihat (terjadi) seorang laki-laki diikuti oleh empat puluh wanita yang semuanya akan berlindung kepadanya kerana sedikitnya laki-laki dan ramainya kaum wanita.;- (Muttafaq Alaihi).

  243. 256 .... 6 Januari 2009 pukul 1:06 am

    Ass.wr.wb.
    Bagi yang contra:
    Cukuplah Allah sebagai penjaga kita,kenalilah nafsumu,baik yang jelas ataupun samar,alirilah darahmu dengan dzikrullah…inna solata tanha ‘anil fahsya’i wal munkar..

    Bagi yang Pro:
    1.Sudahkah anda bertemu dengan Rosul Muhammad,dan bertanya kepadanya tentang hali ini(poligami),apa tanggapan beliau?
    2.Sudahkah anda mencapai tingkatan ‘”GHAUTSUL ADZOM”,sehingga hijab antara anda denga Allahu sami’un ‘alim telah terbuang?Tanyalah kepada Dia tentang ini,dan apa jawab-Nya?
    3.sudahkah anda merasa lebih pintar dari iblis sehingga apa yang anda lakukan terlepas dari provokasinjya?tanyalah diri anda,istighfar

    Untuk mas wadehel(what the hell?),saya salut kepada anda,sampean sudah menguasai salah satu 2 ilmu penting di dunia =
    1.berfikirlah seperti iblis
    2.berbijaksanalah seperti Tuhan
    “anda menguasai yang pertama….”
    walaupun cuma niat guyon membuat blog ini,hati-hati Allah lebih tahu apa yang Dia kalamkan,sadarilah apa yang anda lakukan adalah sesuatu yang Dia Ridhoi atau sebuah istidroj? jika anda belum bisa menciptakan dunia dalam 6 hari,janganlah berani memainkan kalam-Nya..

    untuk semuanya:”maaf saya hanya mampir,semoga kita menjadi abdi yang dakui oleh-Nya..amien”
    Barakallahu lakum

    wass.wr.wb

  244. 257 nuansa l-eny dosatara 4 Januari 2011 pukul 7:42 am

    poligami iklash….kita yg merebut bs ha ha ha ha ha tp igt bl kt yg di rebut hik hik hik hik ……..imposible……bl kt sehat cantik matre…kt iklash

  245. 258 ayu utaminingsih 23 Maret 2011 pukul 11:41 am

    bagaimana cara bicara pada orang tua saya, klau saya mau di poligami dengan seorang pria uang mempunyai anak 4, sedangkan saya janda punya anak 1.

    mohon beri saya solusi. sebelum nya terima kasih

  246. 259 daffa11 7 April 2011 pukul 11:49 pm

    tolong jangan salah artikan poligami… poligami memang diperbolehkan dan barang siapa melaksanakannya dengan adil dan benar akan menerima imbalan surga yang tinggi… tapi ingat!!! poligami pun bukan tanpa aturan bukan tanpa ancaman dan bukan sesuatu yang harus dilakukan oleh semua umat islam.. jangan salah anggapan dong…

    poligami hanya untuk orang yang mampu ADIL! dan ADIL itu tidak mudah

    Poligami itu dilakukan hanya untuk kebaikan, bukan NAFSU…misal ada perempuan yang memang tidak ada pria yang mau meramut, karena janda tua atau anaknya buanyak banget tanpa nafkah… baru lah poligami disarankan.. Bukan perempuan cantik (janda atau perawan) yang masih banyak pria single yang mau menikahinya.. (Nabi dulu pun melakukan poligami untuk menjaga dan melindungi para janda2 yang kehilangan suami dan pria lain tidak sanggup menukahi, kecuali aisah dan khadijah)

    Barang siapa tidak bisa adil dan mengikuti nafsu, maka dia justru diancam dengan neraka yang berat.. bangun di akherat dalam keadaan jalan terpincang2 sebelah.. (jadi kalau gak mampu gak usah sok coba2 ya…)bahagiakan istri yang satu saja belum tentu sudah sukses..

    tolong ya, jangan balik2 an aturan Allah dan rosul yang sejatinya sudah sempurna.. jangan hanya karena para umatnya mencari celah kenikmatan akhirnya aturan yang mulia harus jadi momok karena umatnya tidak bisa melaksanakan aturan dengan total dan mengikuti jalan yang benar… dan kalau ada suatu hal seperti poligami, tolong pelajari semua aturan dengan adil dan lengkap.. jangan hanya bagian yang enak saja.. :0 ok para suami???? jadi pelajari juga aturan poligami, syarat dan juga resikonya… jangan mengambil hal yang diluar kemampuan mu untuk dilaksanakan.. :) nanti bukannya surga malah neraka yang di dapet…

    soo.. aku setuju aja dengan poligami, tapi yang benar2 mendesak dan sesuai aturan yang sebenar2nya dan dengat niat yang benar2 mulia n urgent…

  247. 260 nagapasha 20 April 2011 pukul 6:43 pm

    poligaminya nabi berbeda dengan poligaminya para bapak2 yang sekarang…istri2 nabi rata2 korban perang yang suaminya ikut bersama nabi berperang…
    kalo bapak2 yang sekarang hanya sekedar nafsu contoh mana mau bapak2 itu menikahi gadis yang sudah agak tua biasanya mereka memilih yang lebih muda dari istrinya…kalo bener2 syariat tuh banyak janda2 tua yg butuh biaya didaerah saya…berminat tidak?

    • 261 masvio 26 November 2011 pukul 5:37 am

      Di antara dalil poligami, Seorang tabi’in, Sa’id bin Jubair, “Ibnu Abbbas berkata kepadaku: “Apakah engkau telah menikah ?” Aku menjawab ” Belum”. Ibnu Abbas berkata, “Maka menikahlah, karena sebaik baik manusia pada umat ini adalah orang yang paling banyak istrinya”. [HR. Al-Bukhariydalam Shohih-nya)

  248. 262 Muhammad Yusuf 10 Agustus 2011 pukul 12:08 pm

    Astaghfirullah……..

  249. 263 rindang 12 Agustus 2011 pukul 8:25 am

    Melatih diri untuk selalu meningkatkan kualitas.
    maksudnya ni meningkatkan kualitas dalam bidang apa?

  250. 264 Uswatun 12 September 2011 pukul 10:07 pm

    dan saudara2 AA Gym pun cerai hahahaha, ketawalah sebelum ketawa bikin kita digorok FPI.

  251. 265 ANTI ALQAIDA 24 Oktober 2011 pukul 10:54 pm

    MAU BANTU JANDA KOK DIKAWININ? BANTULAH SESAMU TANPA BALASAN, APA YG KAU BERIKANTAK PERLU DIPERHITUNGKAN KARENA SEJATINYA TUHAN TELAH MEMBERIKAN KAU KREDIT POIN TERMULIA UNTUK AMAL PERBUATANMU….

  252. 266 masvio 26 November 2011 pukul 5:35 am

    ini yg bikin agamanya Islam jg bukan ya?? Terserah apa kalian mau setuju atau tidak, Saya cuma mau menyampaikan dalil2 sbb:

    Di antara dalil poligami, Seorang tabi’in, Sa’id bin Jubair, “Ibnu Abbbas berkata kepadaku: “Apakah engkau telah menikah ?” Aku menjawab ” Belum”. Ibnu Abbas berkata, “Maka menikahlah, karena sebaik baik manusia pada umat ini adalah orang yang paling banyak istrinya”. [HR. Al-Bukhariydalam Shohih-nya)

    Anas bin Malik -radhiyallahu ‘anhu- berkata, "Termasuk sunnah jika seorang laki laki menikahi perawan setelah istri sebelumnya janda maka sang suami pun tinggal di rumah istri yang perawan ini selama tujuh hari maka sang suami tinggal dirumah istri yang janda selama tiga hari kemudian dia bagi". [HR Bukhariy dalam Ash-Shohih]

    Sekali-kali kalian tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri kalian walaupun kalian sangat menginginkannya. Oleh karena itu, janganlah kalian terlalu cenderung (kepada salah seorang istri yang kalian cintai) hingga kalian membiarkan istri-istri kalian yang lain terkatung-katung. (QS an-Nisa’ [4]: 129).

    hadits dari Nabi pada riwayat Aisyah Radhiyallahu’anha, ia berkata:
    “Beliau biasa membagi hak diantara istri-istrinya lalu beliau berdoa: ‘Ya Allah, inilah usahaku membagi terhadap apa yang aku mampu, maka janganlah Engkau cela aku terhadap apa yang Engkau mampu sedangkan aku tidak mampu. ” (Riwayat Abu Dawud, At Tirmidzi, An-Nasal, dan Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan- AlHakim)

    dan ada juga ancaman :

    ‎”Barangsiapa yang mengawini dua perempuan, sedangkan ia tidak bisa berbuat adil kepada keduanya, pada hari akhirat nanti separuh tubuhnya akan lepas dan terputus” (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 168, nomor hadis: 9049)

    Nah, klo saya pribadi setuju dg adanya poligami (Jika mereka beragama Islam), cuma mungkin saya gak ikut melakukan karena saya gak yakin mampu berbuat adil

  253. 267 adi 20 Desember 2011 pukul 1:33 am

    klo bener2 tau ibadah..
    mlakukan ibadah itu g mengharapkan sesuatu(surga).tp iklas kepadaNya.
    iklas g tuh yang di dua in??hehe..
    semua di dunia di ciptakan Allah dgn berpasangan bukan berpasang-pasang..waduhh..

  254. 268 rinto 29 Desember 2011 pukul 9:57 am

    Pagi rekan2, saya nyasar ke blog ini karena saya ingin poligami, saya lakukan, karena saya mencintai istri saya, tapi saya juga diberi rasa cinta terhadap wanita yang sudah lama saya kenal, namun, saya hanya akan berpoligami, bila istri saya rela dan wanita yang akan menjadi yang kedua itu juga rela, yang akan menjadi yang kedua sudah rela, istri saya yang belum rela nih :D

  255. 269 rangga dahana 5 Januari 2012 pukul 10:10 am

    Nabi aja anaknya ga rela di poligami halahhh…cari pembenaran mulu, kalo mau poligami kawini tuh janda tua jangan janda kembang.

    Nabi Muhammad monogami 28 tahun pada zama poligami itu lumrah disaat itu, tapi Nabi lebih milih monogami, dan Nabi pernah berpesan poligami akan menyakiti hati perempuan, dan juga menyakiti hati orangtuanya.

  256. 271 heru 20 Februari 2012 pukul 1:16 pm

    klo anda2 mw menikahi janda2 terlantar yg ada dipinggiran jalan…baru itu ok….
    klo cuma dipake alesan buat kesurga….itu cuma alasan klasik aj…

    klo emang ada hadist yg menyatakan poligami bisa membawa kesurga…tolong dong kasih tw..

  257. 272 Syahrial 2 Maret 2012 pukul 9:59 am

    Janganlah hidup egois hanya mementingkan diri sendiri, laki2 yg mau poligami harus belajar lebih baik untuk bisa memimpin pasangannya dan wanita yang mau dipoligami berarti sudah menyelamatkan kaumnya sendiri dari kebinasaan dan perzinahan….ingatlah dunia semakin tua sedangkan perbandingan wanita sudah mendekati 1 : 7, kalaulah poligami tidak dilakukan maka kita khawatir kaum hawa akan lebih banyak menjadi korban pelecehan sexual dan mereka tak sanggup membendungnya.

  258. 273 winta 4 Maret 2012 pukul 6:37 pm

    Amiiin. Allahumma Amiiin.

  259. 274 edwin yoku 6 Mei 2012 pukul 10:04 pm

    kasian ayat ayat kitab suci ditafsirkan dan di artikan menurut suka suka mereka hanya untuk membenarkan perbuatan mereka..yang pasti poligami adalah bentuk pelecehan terhadap wanita dan emansipasinya..klu semua dai sifat dan karakternya gini..lantas gimana umatnya nanti,,

  260. 275 pulau Tidung -aja 9 Mei 2012 pukul 11:26 am

    Jangan asal sok’ mencibir, kenyataannya Poligami adalah suatu solusi penyelesaian atas suatu masalah yang ada. Menyoal suka atu tidak suka lain cerita, karna keputusan sebijak apapun selalu ada yang merasa-rasa.

  261. 276 ibune bocah-2 15 Mei 2012 pukul 11:52 am

    yang benar tdk ada seorang wanitapun yang mau dipoligami. apapun alasannnya, kecuali dia tdk menyintai suaminya… buat apa menyetujui dipoligami klo akhirnya hanya rasa sakit hati yg dia dpt.— mau raih surga tapi kemunafikan yang ada, yg malah dia jadi sakit sendiri…

  262. 277 lewatsaja 25 Agustus 2012 pukul 4:25 am

    poligami cuma menuh-menuhin Indonesia. bikin kesejahteraan tidak tercapai, nyusahin pemerintah aja…

  263. 278 ERWIN 14 September 2012 pukul 11:22 am

    hanya Allah swt yng sempurna, adapun agama dan para rosulnya hanya manusia pilihan yng tetap tidak sempurna. mungkin ketika hidup dengan kharismanya kepatuhan dan rasa cinta dari para istri serta umatnya mengalahkan segalanya, namun bukankah sepeninggal beliau kita semua pecah. sebagian istri memusuhi dan memerangi anak dan cucu beliau sampai akhirnya pemusnahan keluarga itu terjadi. Artnya poligami yang Rosullullah lakukanpun pada akhirnya menghancurkan anak cucu beliau.
    Ketika sebuah keluarga hancur maka para musuh tampil kemuka keluarga Abu soyan (hindun) bisa tampil menjadi pemimpin kekhalipahan islam dan mulai dijaman tersebut poligami menjadi begitu hebatnya, seorang khalifah bisa memiliki istri ratusan bahkan ribuan.

  264. 279 Violet Putri Bungsu 20 September 2012 pukul 5:53 pm

    mengizinkan suami berpoligami bukan satu – satunya jln bagi wanita untuk masuk surga, masih banyak ladang amal yg lainya kok,,,,,,,

  265. 280 Adil Pribadi 7 Desember 2012 pukul 10:26 am

    Ngomong panjang lebar soal ini, hanya satu masalahnya, NAFSU, Kalau suami boleh banyak istri, jangan larang Istri banyak suami…….

  266. 281 Abu Faris 11 April 2013 pukul 8:17 am

    Dengan adanya larangan poligami dari pemerintah akan menyebabkan perzinahan merajalela dan penularan penyakit kelamin (HIV, Gornorhooe dsb).

  267. 282 married women 6 Juli 2013 pukul 6:40 pm

    It’s appropriate time to make some plans for the future and it’s time to be happy.
    I’ve read this post and if I could I desire to suggest you some interesting things or tips. Perhaps you can write next articles referring to this article. I want to read even more things about it!

  268. 283 Nderes P 28 Oktober 2013 pukul 9:08 am

    karena ALLAH SWT aku diminta berpoligami denganmu lemak ikan

  269. 284 roysan 3 Februari 2014 pukul 1:28 pm

    gymana dong kalo lelaki sudah terlanjur punya 4 istri dan para istri istrinya tidak mempermasalahkan menjadi yang kesatu kedua ketiga dan keempat bahkan para istri2nya tidak ingin diceraikan

  270. 285 andi 12 Maret 2014 pukul 2:41 pm

    hehehehe manusia lucuu ternyata banyak di indonesia


  1. 1 Kemungkinan Pamit « A Journal of A Not-Superman Human Lacak balik pada 30 April 2007 pukul 4:36 pm
  2. 2 Poligami Supaya Masuk Surga | Erwin Note's Lacak balik pada 4 Mei 2008 pukul 12:40 pm
  3. 3 www.qinkqonk.com » Blog Archive » melarang suami kawin lagi bukan dosa Lacak balik pada 11 September 2008 pukul 2:17 pm
  4. 4 Sekelumit Hal Penting yang Tidak Penting « Deathlock Lacak balik pada 10 Oktober 2008 pukul 11:42 pm
  5. 5 Poligami Supaya Masuk Surga « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 3:26 pm
  6. 6 Komentar Supaya Masuk Surga « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 3:29 pm
  7. 7 Obral Janji Surga « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 3:31 pm
  8. 8 BUAT KAUM PEREMPUAN « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 3:46 pm
  9. 9 Satir, Masihkah Ada Manfaatnya? « Banalitas.org Lacak balik pada 30 September 2013 pukul 5:30 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 58 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: