Rokok, Seks, Sodomi dan Surga

Suatu hari, dalam sebuah kabel optik bawah laut, berkelebat kilasan-kilasan cahaya menyampaikan data chit-chat antar benua. Obrolan aneh antara seorang pria relijius yang mesum (PRYM) yang tinggal di negeri koruptor tapi beragama, dengan seorang wanita yang lama tak pulang kampung (WYLTPK) yang sedang sekolah di negara kafir yang zionis.

Berikut ini sepenggal lognya, karena yang membaca bukan cuma anda, saya sudah edit agar lebih sopan dan aman untuk dikonsumsi mereka yang masih dibawah umur (baik jiwa maupun pikirannya). Juga sudah dibubuhi link ke arah tulisan yang berkaitan.


---awal potongan---
(WYLTPK): gw serius tau, menurut lu kenapa cowo2 itu nekat ngerokok, padahal udah banyak penelitian membuktikan bahwa rokok merusak kesehatan burung kalian?
(PRYM): emang kenapa klo terganggu? yg penting masih tetep berdiri kan?
(WYLTPK): lho, memangnya mereka ga terpikir bahwa terganggunya stamina burung bisa mengurangi kepuasan istri/pasangan mereka?
(WYLTPK): apa mereka tak kasian sama pasangan mereka? apa ga peduli sama kepuasan istri?
(PRYM): lha kan itu gunanya viagra?
(WYLTPK): Hare gene? itu kan nyiksa tubuh, akhirnya membuat mereka lebih tidak sehat, mengurangi umur. Akhirnya tua nanti si istri menderita karena sibuk ngurusin suaminya penyakitan. sakit dibikin sendiri.
(PRYM): tau si boss playboy? dia itu pasti minum viagra, umurnya terlihat panjang tuh. fisiknya juga sehat, entah klo mentalnya
(WYLTPK): hehe, kayak mental lu dah sehat aja :))
(WYLTPK): tapi tetep aja, untuk sesuatu yang ngebakar duit, ngerusak kesehatan, kok mereka rela mengorbankan begitu banyak hal termasuk kepuasan pasangan mereka?
(PRYM): yeey, sebenernya ibu mau curhat apa siiih, kurang puas sama suami yaaaa…
(WYLTPK): huh, suami gw ga ngerokok tauk! dan gw puas banget sama dia! gw cuma heran, abis baca artikel kesehatan. Setahu gw, info macam itu kan dah basbang bgt, ada dimana-mana. tapi kenapa sampe sekarang kok masih banyak aja yg nekat ngerokok. plus minum n ngedrug segala, padahal itu bakal bener-bener ngerusak kehidupan seks mereka. Cara mikir mereka gimana sih?
(PRYM): ya mungkin mereka itu emang manusia-manusia suci yang ga perlu seks lagi, makanya ngerokok.
(WYLTPK): bisa bikin alasan yang lebih cerdas? ga nyambung deh. Jangan bikin gw nyesel dah chat sama lu.
(PRYM): emang siapa kamu? :P
(PRYM): eh, eh, mungkin begini…
(PRYM): mungkin mereka itu emang gak butuh burung buat seks, mereka tuh puasnya cuma klo dibo’ol aja. Jadi meski burungnya mampus keracunan rokok, buat mereka ga ngaruh. Lha mereka kan senengya disodok2 lewat belakang ;

(WYLTPK): haaahahahaha, sodomi??? ini bukan pengalaman pribadi kan? =))
(WYLTPK): tapi itu blom jawab pertanyaan gw, gimana dengan kepuasan istri mereka?
(PRYM): yaah, kebanyakan perokok kan emang egois, yang penting mereka enak, persetan sama orang lain mo menderita. anaknya sendiri aja mereka asapi. klo ada yg kebetulan pacarannya sama cewe, mungkin aja cewe-cewe mereka sudah puas cuma dengan melihat cowonya ngemutin rokok sambil merem-merem :P lagian, emange untuk puas harus pake burung? oral bisa kan? Pake mulut asbak mungkin aja lebih nikmat.
(WYLTPK): haha, dasar laknaattt. nyesel gw chat sama lu :))
(PRYM): hehe 69x, gini gini gini… ini sekarang serius neeeeh…
(WYLTPK): BUZZ!
(PRYM): baca ini deh, mereka itu sebenernya merokok demi alasan yang jauh lebih mulia dari seks, mereka merokok supaya masuk surga
(WYLTPK): BAH!! setan bayaran perusahaan rokok tuh!!!
(PRYM): *gak nemu icon ketawa sampe multiorgasme nieh*
---akhir potongan---

Setelah membaca potongan log diatas, adakah diantara anda yang bisa memberikan pembelaan lebih cerdas daripada si PRYM? Kenapa perokok memilih tetap merokok, padahal mereka sudah tahu bahwa rokok akan merusak kesehatan (termasuk kesehatan seksual) mereka dan merugikan banyak pihak lain? Apakah sekedar kecanduan belaka, atau ada motivasi mulia dibelakangnya?

Bagi anda yang lelaki, perempuan, maupun yang tidak jelas; yang perokok maupun yang bukan perokok, yang prilaku seksnya umum maupun tak umum, silahkan bila ingin berbagi pencerahan…. di kolom komentar atau di blog anda sendiri. Semoga menjadi ladang amal buat anda :D

Artikel yang terkait:

Catatan: Untuk yang belum ngerti (hare gene?) hubungan rokok dengan kesehatan, silahkan tanya langsung pada dokter anda. Ga punya kenalan dokter? Cari aja dokter/aktivis kesehatan yang bisa ditanya-tanya secara online di “daftar blog dokter di internet.”

80 Responses to “Rokok, Seks, Sodomi dan Surga”


  1. 1 daus oh daus 6 Maret 2007 pukul 4:40 pm

    anda tau cara yang universal dan paling mujarab
    untuk menghentikan para perokok???

    jawabannya: maut!!

    nah perokok yang ga bisa berenti merokok,
    ya nungguin maut biar bisa berenti merokok.

    tidak ada dosa di dunia kalo tidak ada iblis.
    tidak ada perokok kalo ga ada tembakau.

  2. 2 chielicious 6 Maret 2007 pukul 4:45 pm

    Klo menurut saya sie..memang kecanduan..meskipun saya juga ga tau rasanya kecanduan itu sperti apa.. heheh..

    buat saya pribadi ,,saya merokok cuma buat ngilangin rasa ga enak d mulut sehabis makan..itu pun dah jarang.. *disuruh ganti pake permen ama sang pacar*

    • 3 yudi baleo 5 November 2009 pukul 3:02 am

      gini ya…yud tau merokok dpt mengurangi sperma,tpi..kecanduan yg tidak bs kita hlangkan,sprti cmentr kwn2,gnti dg permen,bg yud tdk bs hilangin rokok,coba hr2 pkek permen,buat kesibukan ( kerja )wkt gsok gg,lidah di gosok,dan biasakan minum yg pahit2,jngan yg pedes,karna akan menambah keingnan tuk merokok.semua bisa di hlangin,cma btuh kesabaran.tp kbanyakan perokok menggunakan narkoba.say no to drugs

  3. 4 anung 6 Maret 2007 pukul 4:54 pm

    seperti postingan diatas,
    kliatannya banyak yg berhenti ngrokok gara2 pacar ato istri lho..
    gak tau brenti d*r*k*k apa ndak? hehe

  4. 5 Pipit 6 Maret 2007 pukul 5:13 pm

    Karena dah kecanduan nikotin. So bagi yang belum merokok jangan sekali-kali nyobain. Tapi ada juga yang bisa berhenti. Itu tergantung seberapa besar nyali kita. PErokok adalah pengecut, karena gak punya pelarian lain selain merokok. Grogi, gelisah, cemas, takut ya larinya merokok.

    Tips berhenti merokok: saat anda ingin merokok, ambil sebatang rokok lalu nyalakan kedua ujungnya.

    • 6 yudi baleo 5 November 2009 pukul 3:10 am

      bgus..yud ska cmentar anda,itu bg yud benar,karna perokok karna suntuk,pertama,trus kecanduan,biar bs hlangin rokok,minum yg pahit,bli rokok jngan di bkar,,,cium cium ja.hahaha

  5. 7 dewo 6 Maret 2007 pukul 5:15 pm

    Kayaknya Wadehel sedang benci banget sama perokok. Kalau gitu, sama duong….

    (** Kabur **)

  6. 8 redwar 6 Maret 2007 pukul 6:08 pm

    Denagn merokok jg bs bikin multi orgasm kaleee… kan ada beberapa org yg suka dgn kekerasan dalam hubungan badan… ada yg pake lelehan lilin dan mungkin jg ada yg pake abu rokok or bara apinya….

    *Ga nyambung ya*
    ikutan kabur…..

  7. 9 MaIDeN 6 Maret 2007 pukul 6:09 pm

    Ya .. Adalah hak azazi manusia untuk tidak menjadi perokok pasif. Dibeberapa tempat sudah banyak dibuat ruangan untuk merokok. Mau merokok sampai sejuta batang disana silakan aja … Asal jangan ngasapi orang lain ….

    Kalau dikembalikan ke perokok kenapa mereka nggak berhenti merokok lebih baik nggak usah ditanyakan pertanyaan yang nggap perlu dijawab itu. Itu hak azazi mereka milih mati cepat lewat rokok. Biarin ajalah …

    Yang perlu di kampanyekan itu, supaya merokoklah ditempat merokok. Jangan merokok ditempat umum!

  8. 10 peyek 6 Maret 2007 pukul 7:09 pm

    Aku perokok berat, pengen berhenti tapi nggak tahu gimana caranya, mungkin nunggu tulisan-tulisan om wad yang lebih sangar tentang bahaya merokok kali ya…

    • 11 yudi baleo 5 November 2009 pukul 3:13 am

      coba kamu biasakan tdk merokok……ingat,,apa kamu mau kemaluan kamu lama2 ngak bgs,tentu kamu mau kan yg lebih kuat,agar org yg temani anda senang,apa ngak malu jika ada masalah dengan kemaluan anda,ingat bisa mengganggu alat fital anda

  9. 12 rajaiblis 6 Maret 2007 pukul 7:49 pm

    gak ada jawaban yg cerdas …
    yg ada jawaban buat orang cerdas …

    merokoklah sepuasnya …
    dan berhentilah sebelum kenyang (baca: mampus)

    semua yg ada di dunia ini boleh (baca: halal) …
    kecuali sesuatu yg memang sudah dilarang (baca: haram)

    minum air putih –> boleh …
    kebanyakan minum air putih –> gak boleh … bisa kembung …

    merokok –> boleh …
    kebanyakan merokok –> gak boleh … ya itu tadi karena merokok bisa menyebabkan kanker, impoten, serangan jantung !

    minum alkohol — boleh …
    kebanyakan minum alkohol –> gak boleh … ya bisa mabok donk … gimana sich …

    wakkakakkaaa …

  10. 14 Shinta 6 Maret 2007 pukul 8:02 pm

    coba baca artikel Smoking alters brain ‘like drugs’ http://news.bbc.co.uk/1/hi/health/6378179.stm

  11. 15 antobilang 6 Maret 2007 pukul 9:16 pm

    om, itu yg chat om dehel ama siapa?

  12. 16 arul 6 Maret 2007 pukul 9:31 pm

    cara terbaik untuk memberikan pengetahuan ilmiah ttg rokok adalah diberikan artikel ttg rokok itu seperti tertulis di kompas kemaren dan saya posting juga di blog ku….hehehe

  13. 17 wadehel 6 Maret 2007 pukul 9:37 pm

    @daus oh daus, menyalahkan iblis dan tembakau ya :P Ide bagus tuh buat tulisan.

    @Chielicious, RajaIblis, bisa terjawab dengan membaca link berita bbc dari Shinta itu.

    @Anung, dirokok sama merokok udah beda jauh om.

    @Pipit, itu kan tetep dapet asepnya, meski ga langsung.

    @Dewo, bukan benci, tapi lagi sering ketemu sama rokok.

    @Redwar, masosis pake rokok? hehe, bukan pengalaman pribadi kan?

    @MaiDeN, yup, merokoklah pada tempatnya, merokoklah seperti orang beradab.

    @Peyek, kalo pengen berubah jangan berharap dorongan dari luar om. Dalam diri anda sendiri gimana, ingin berhenti beneran atau cuma basa-basi. Btw, meski akhirnya tak akan pernah berhenti, yang penting anda merokok pada tempatnya :)

    @Luthfi, ya sudah, bagus lah :D

    @Shinta, kalau efeknya ke otak sama seperti candu yang lain, berarti sebentar lagi hukum merokok harusnya haram ya? Gimana nih orang beragama yang perokok? :P

    @Antobilang, anggap aja tokoh virtual yang ga pernah ada, yang jelas chat ini dimuat udah ijin :P Lagian dah diedit abis kok biar bisa dipahami manusia normal.

    @Arul, betul, tapi itu hanya akan efektif bagi yang otaknya blom terganggu, yang kecanduannya blom parah, tapi tetap harus selalu dicoba.

  14. 18 fertobhades 6 Maret 2007 pukul 10:08 pm

    Perokok itu biasanya bisa berhenti merokok setelah mereka merasakan efek langsung dari tindakan mereka merokok.

    Misalnya gini :
    – Mati karena merokok
    – Diceraikan istri karena merokok
    – Terkena kanker paru-paru stadium mampus karena merokok
    – dicap kafir dan murtad karena merokok (ini masuk nggak ya ?)
    – dan yang lain…

    selain itu, merokok tetaplah surga :-)

  15. 19 Shinta 6 Maret 2007 pukul 10:26 pm

    lho, semua yang bikin kecanduan itu hukumnya haram, bukan begitu? Jadi yang ngakunya taat beragama dan hobi mengeluarkan sumpah serapah sama orang lain yang dinilai mengkonsumsi barang yang diharamkan (dari alkohol sampe oink-oink), tapi ngerokok jalan terus = menohok diri sendiri.

    Istilah kerennya contradictio in terminis ;)

  16. 20 Shinta 6 Maret 2007 pukul 10:37 pm

    Sistem dopamin-serotonin yang dikerjain sama nikotin dan kokain, juga kena kalo orang menderita skizofrenia alias orang gila, atau orang jatuh cinta pas awal-awal masa paling panas dingin (flu kaleee).

    Jadi ga heran kalo perokok tingkah lakunya sering kayak orang gila jika merasa ‘hak asasi’nya terganggu (hak asasi orang lain yang bukan perokok sih bagi mereka peduli setan), betul?

  17. 21 BARRY 6 Maret 2007 pukul 11:07 pm

    Perokok itu kan sebenarnya dipengaruhi oleh lingkungan. Kalau lingkungannya banyak perokok maka dia akan dengan leluasa merokok. Selain itu juga ini masalah kepribadian. Orang yang memiliki kepribadian yang kuat untuk berhenti merokok maka dia akan berhenti! Tidak perlu pake jamu atau hal-hal lain.

    Ada perusahaan di Amerika yang saat kita melamar kerja, nomor satu yang ditanya adalah apakah anda perokok atau tidak. Jika jawabannya ya maka untuk diterima bekerja akan sangat sulit, padahal kriteria lainnya sangat mendukung. Karena biaya kesehatan akan jauh lebih banyak bagi karyawan yang perokok dibandingkan yang tidak.

    Pasangan yang cuek dengan istri atau suaminya yang perokok juga mengambil andil besar. Bilang saja begini: saya ceraikan kamu kalau masih juga merokok! Nah lho. Kalau yang waras sih pasti mau berhenti merokok :)

  18. 22 mardun 7 Maret 2007 pukul 1:05 am

    baca ini deh:

    ada yang komen di blogku lumayan bagus nih, aku nggak tahu mbantahnya gimana :P

    http://mardun.wordpress.com/2007/02/05/mengapa-merokok-itu-penting/#comment-243

  19. 23 cakmoki 7 Maret 2007 pukul 2:56 am

    Asal gak ada lagi sogok-menyogok, negeri kita mungkin bisa seperti Singapur. Ada tempat tertentu bagi perokok yang ditata sedemikian rupa sehingga dianggap tidak mengganggu lainnya. Semacam pendekatan toleransi.
    Selain itu juga perlu meniru tatacara menuju kebijakan tersebut, bukan hanya kebijakan instan comotan.
    Soal “si burung” jadi loyo, sebenarnya membuat para pria (konon) yang mengalaminya merasa lebih menakutkan dari kematian (ini menurut pria yang mengalami lho).
    Bisa dibayangkan, jika seorang pria seusia 40-an cucakrowo-nya menjadi malas berdiri, gak bisa tegak seanggun dulu, gak bisa sekeras kayu. Sementara istri sedang kinyis-kinyisnya. Mau diikat pake kawat ? Atau di-gips ?
    Ternyata kalau sudah mengarah kepada tegak dan tidaknya “burung” yang gak ada di supermarket itu jadi agak ruwet juga ya :D

  20. 24 hyapadi 7 Maret 2007 pukul 4:17 am

    Err personally gw merasa rokok ga ada gunanya. Dan kayaknya ada enak”nya deh. Cuman entah napa, gw suka ma bau rokok yg berbau semacem rempah” gitu. Pdhal yg cium rokok justru lebih berbahaya dari pada yg merokok. Entahlah :>

    KLo tangan gatel, mending beli pocky aja sedus. Di isep, digit… enak koq rasa coklatnya. Haha * promosi pocky *

  21. 25 senyumsehat 7 Maret 2007 pukul 7:44 am

    Aku udah nulis tuh kanker mulut gara2 rokok, mudah2an banyak yg kena hasut aku jd brenti

  22. 26 rajaiblis 7 Maret 2007 pukul 8:08 am

    yang bikin mampus bukan rokok …
    emang rokok sakti apa kali ya … ?

    dasar manusia …
    selalu saja menyalahkan “sesuatu” yg sesungguhnya gak bisa apa2 …

    wakkakakaaa …

  23. 27 rajaiblis 7 Maret 2007 pukul 8:12 am

    @Shinta
    “semua yg bikin kecanduan itu haram … !”
    bagus juga statementnya …

    mbok ya … slogan itu dipublikasikan …
    sasaran utama coba ke pondok pesantren …
    ntah nyandu ntah apa …
    mereka itu “sepertinya “dah kecanduan sholat …
    sehari semalam bisa lima kali … loh …
    sudah itu … belum lagi ditambah sama sholat2 lainnya …

    wakkakkakaaa …

  24. 28 wawan 7 Maret 2007 pukul 8:27 am

    merokok itu bisa meningkatkan konsentrasi, bayangkan (bagi programmer dan sebangsanya) ketika sedang ngetik code2 jahanam tidak ada rokok, wah bisa berabe tuh kerjaan

  25. 30 erander 7 Maret 2007 pukul 10:22 am

    Saya sependapat dengan Raja Iblis (?) .. semua sudah jelas dan ada batasnya. Jadi bukan soal mati – karena semua pasti mati – dan bukan juga soal kecanduan atau ga.

    Saya dulu pernah menjadi perokok. Tapi .. saya dapat pencerahan. Saya bertanya pada diri saya sendiri .. untuk apa saya merokok? .. karena tidak ada jawaban yang cerdas, saya stop merokok. Saya ga mau melakukan apapun di dunia ini yang sia-sia.

  26. 31 chielicious 7 Maret 2007 pukul 10:24 am

    hyapadi :: pocky pocky pocky..pengen yang rasa pisang ato stroberi.. -pulang kantor mampir ke giant ahh-

    wawan :: ga semua programmer kek gitu ah..saya klo lagi coding harus dengerin musik..baru bisa mikir lancar..

  27. 32 prayogo 7 Maret 2007 pukul 10:53 am

    Untung saya bukan perokok.

  28. 33 kw 7 Maret 2007 pukul 11:40 am

    Kenapa mereka tetap merokok?
    selain karena kecanduan mungkin ada beberapa alasan:
    – menyalurkan sifat egois. “terserah aku dong, wong pakai uangku sendiri”.
    – melampiaskan dendam, krn waktu kecil gak boleh ngerokok
    – ingin dianggap punya image cool kayak model di iklan.
    – ingin dianggap gaul/funkeh
    – ingin tetap eksis di komunitasnya

    tau deh lainnuya

  29. 34 Irwan 7 Maret 2007 pukul 12:11 pm

    Saya pernah denger tuh sebagian alasan dari para Syaiton, katanya:
    1. Ia ingin membantu para petani tembako supaya tetap bisa hidup.
    2. Biar dunia olah raga di Indonesia maju kan sponsornya pabrik rokok.

  30. 35 Paijo 7 Maret 2007 pukul 1:11 pm

    Waduh …. panjang sekali postingannya, habis berapa batang rokok ngetiknya ya ?

  31. 36 petroek 7 Maret 2007 pukul 1:39 pm

    waduh bingung nih nyambungin antara merokok dengan sodomi…

  32. 37 mbah keman 7 Maret 2007 pukul 3:02 pm

    hemh, rokok itu kan seni, sama seperti ngeblog dan ngegosip,,, jadi ada yang suka ada yang tidak,ada yang puas ada yang tidak, mayoritas perempuan tidak puas dalam sex, itu justru karena tidak merokok dulu,,, coba merokok dulu pasti bisa puas nanti (artikan yang dalam) dan simbah yakin mayoritas perempuan suka merokok, kenapa lelaki tidak boleh merokok, sebenarnya kan sama2 enak dan sama2 mengganggu

  33. 38 manusiasuper 7 Maret 2007 pukul 3:52 pm

    seorang perokok pernah mengomel di depan saya ketika seorang cewek menegurnya untuk tidak merokok di kantin sekolah…

    perokok: kamu ini junior tau, seenaknya ngomelin senior! Kamu tau rasanya KALO SAYA SURUH KAMU JANGAN MINUM SEHABIS MAKAN?? BEGITU JUGA RASANYA KALO KAMU LARANG SAYA NGEROKOK SEHABIS MAKAN..!!

    saya: sabar bos, ama cewek kok seram gitu, pantesan jomblo seumur hidup… Nyante aja lah.. MAU, MENIKAH DENGAN TANGAN??

  34. 39 halludba72623 7 Maret 2007 pukul 3:58 pm

    kalo perokok dilarang ngerokok, waduh…

    mukanya tiba-tiba jadi masam. :P
    minimal ada perubahan sedikiit pada wajahnya (mungkin dia-nya juga ngga sadar..)

    lama ga ketemu, ya… :)

  35. 40 jokotaroeb 7 Maret 2007 pukul 4:11 pm

    Pertama 1 batang kedua 2 batang ketiga Berbatang-batang roko,,,

    Orang yang meroko biasanya sudah kecanduan karena terbiasa tapi ada juga yang sekedar meroko hanya untuk melepaskan pikiran yang rumet,saya sendiri tidak meroko takutnya kalo meroko ntar bidadari saya pada kabur he…he…karena di kayangan tidak diperbolehkan meroko.

  36. 41 YaYaN 7 Maret 2007 pukul 5:35 pm

    thank god I’m not a smoker… jadi masih bisa membahagiakan istri,…

  37. 42 Putri Khadijah 7 Maret 2007 pukul 5:59 pm

    Waahh…dulu sih Putri benci ama perokok, soalnya kalo naik angkot suka sesak napas karena asap mereka. Nah berubung sekarang udah gak pernah naik angkot lagi, jadi biasa aja tuh. Ech…salah ding, masih naik angkot di negeri kincir angin ini. Tapi orang2 sini lebih taat asas and toleransi, jangan kan merokok (mereka selalu mematikan rokoknya sebelum naik public transportation), makanan n minuman aja di simpan dalam tas kalo mau naik bus dalam kota.
    Tapi Putri yakin kok, mas2, om2, n bapak2 perokok yang ada di negara kita juga udah mulai sadar akan hak2 orang lain, terutama di public area, pasti sebagian mereka udah mau matiin rokoknya (bener gak sih? hehehehe)

  38. 43 peacefulcoast 7 Maret 2007 pukul 6:03 pm

    susah loh berhenti merokok, mulailah dengan mengurangi, bukan stop bablas… perlahan-lahan tapi pasti… ok?

  39. 44 NolBuku 7 Maret 2007 pukul 9:40 pm

    [option]
    Yang merokok biarlah merokok,yang menghujat marilah menghujat.
    Itulah gunanya ada kata pilihan di kamus bahasa.

  40. 45 rajaiblis 8 Maret 2007 pukul 8:27 am

    @chielicious
    itu namanya dah kecanduan …
    menurut @Shinta … semua yg kecanduan maka menjadi haram

    wakakkakakaa …

    rokok … dibakar … maka menjadi haram ?
    mmmhhhh …
    repot juga ya …
    tapi yg lebih repot lagi …
    dah makan 13 kali sehari …
    masih juga gak kenyang-kenyang …
    abis itu … gak semuanya “nempel”
    ada bagian yg keluar lagi lewat pantat …
    sungguh … pekerjaan yg sia-sia dan mubazir …

    wakkakakakaa …

  41. 46 chielicious 8 Maret 2007 pukul 10:17 am

    rajaiblis: musik haram donk?? :P makan memang pekerjaan sia2 ..makanya gw ga suka makan -sambil nutupin si perut gendud-

    btw emang smua yang bikin kecanduan itu haram??

    klo menurut saya sie bukan haram tapi ga baik klo berlebihan..berlebihan disini relatif buat tyap orang..klo sudah berdampak negatif..itu menurut saya berlebihan dan ga baik..

    jadi klo ngerokok nya jarang2 mah gpp *pembelaan diri*

    sama sperti minuman beralkohol..merusak kesehatan dan bikin mabok klo minumnya banyak2..tapi klo di selipin di coklat..cuma bikin badan anget aj..

  42. 47 rajaiblis 8 Maret 2007 pukul 12:23 pm

    kan udah dijelasin di atas …
    intinya adalah pengendalian diri …
    segala sesuatu itu … apapun bentuknya … bila terlalu berlebih-lebihan … ya gak boleh (baca: haram)

    ada memang benda tertentu yg sudah jelas2 dilarang dan gak boleh dilakukan … namun untuk sesuatu yg masih absurd … batasnya adalah berlebihan … itu saja … !

    hal yg teramat mudah koq malah dipersulit …
    dan itu berarti berlebih-lebihan … itu artinya gak boleh …
    kalo bahasa arab : ya haram !

    wakkakakkaaa …

  43. 48 yesalover 8 Maret 2007 pukul 1:38 pm

    salam kenal neh, baca arikel di atas, saya bener2 sangat terkesan…

    @mbah keman 7th Mar 2007 di 3:02 pm

    hemh, rokok itu kan seni, sama seperti ngeblog dan ngegosip,,, jadi ada yang suka ada yang tidak,ada yang puas ada yang tidak, mayoritas perempuan tidak puas dalam sex, itu justru karena tidak merokok dulu,,, coba merokok dulu pasti bisa puas nanti (artikan yang dalam) dan simbah yakin mayoritas perempuan suka merokok, kenapa lelaki tidak boleh merokok, sebenarnya kan sama2 enak dan sama2 mengganggu

    Iy2, bener, klo ga ngerokok dulu, pasti yg ce juga kurang nikmat..makany, ngerokok dulu…tp jgn kebablasen, tar malh keselek ^_^

    Masalah haram ato halal itu seh tergantung manusia, toh parameter itu juga utk kebutuhan manusia..so, tergantung manusianya sendiri seh. Masalahnya, apa si manusia masih sayang ma tubuhnya ??

  44. 49 d-nial 8 Maret 2007 pukul 2:56 pm

    Fungsi merokok:
    1. Pergaulan, kalimat singkat “bang rokok bang!” bisa memulai percakapan panjang.
    2. Ngilangin stress, orang yg ngerokok percaya bahwa rokok bisa membuat mereka lebih tenang.
    3. Pergaulan(lagi), waktu istirahat ngerokok mungkin bisa ketemu n ngobrol sama sesama perokok.

    Soal nggak baik untuk kesehatan, ya itu kan pilihan.
    Nggak semua orang nganggep kesehatan itu penting. Ada orang yang workaholic sampai tubuhnya nggak kuat nahan beban stress, tapi dia menikmatinya. Nah orang2 ini menikmati dengan rokok.
    Nggak semua orang pengen umur panjang kan?

    Soal impotensi… jawabannya simpel, NGGAK ADA BUKTI NYATA, Nggak ada bukti langsung kalau merokok menyebabkan impotensi.

    Mungkin kalau ada kesaksian seorang perokok yang impoten, atau statistik jumlah penderita impoten di kalangan perokok dan diblow up gede2an, hal ini bisa menggemparkan dunia perokok.

  45. 50 -may- 8 Maret 2007 pukul 3:22 pm

    “Kenapa perokok memilih tetap merokok, padahal mereka sudah tahu bahwa rokok akan merusak kesehatan (termasuk kesehatan seksual) mereka dan merugikan banyak pihak lain?”

    Bentar, bentar…
    Kesehatan seksual? Alaah.. “alat bantu” banyak
    Kesehatan fisik? Kan di-cover asuransi 100%
    Merugikan banyak pihak? Aaah.. merugikan di sebelah mananya, kalau merokok di ruang sendiri? Malah, dari sisi yang lain, dengan merokok kita menolong orang: orang jadi lebih rajin periksa kesehatan krn deket2 sama kita.

    *setelah itung2an di atas, kayaknya merokok ada manfaatnya dan sedikit mudharatnya ;) Ini udah cukup cerdas belum? HAHAHAHA..*

  46. 51 Kang Kombor 8 Maret 2007 pukul 3:42 pm

    What The Hell, Kang? Oh… rokok tah?

    Aku nggak punya jawaban cerdas untuk menjelaskan mengapa aku merokok. Bagi aku, Kang, aku merokok karena MAU merokok, bukan karena alasan-alasan lain. Mengapa demikian? Karena, ketika aku memutuskan aku MAU tidak merokok, maka tidak merokok itu pun semudah aku merokok. Ini bukan omong kosong. Aku pernah memutuskan MAU tidak merokok selama 3 kali. Periode pertama aku tidak merokok 8 bulan. Lalu aku MAU merokok lagi. Periode kedua MAU tidak merokok dijalani selama 6 bulan. Setelah itu MAU merokok lagi. Then, periode ketiga MAU tidak merokok dijalani 6 bulan. Setelah itu sampai saat ini (kira-kira mulai pertengahan 2003) aku MAU merokok dan belum memutuskan untuk MAU tidak merokok lagi.

    Apakah aku merokok di angkot? Ya, ketika angkot masih ngetem dan penumpang hanya aku sendirian. Kalau ada penumpang lain masuk, ya diceceg rokoknya.

    Soal burung tidak bisa berkicau. Ahhh… disebutkannya kan merokok dapat mengakibatkan impotensi, bukan merokok pasti mengakibatkan impotensi. Mungkin impotensi karena faktor psikologis lebih mendominasi dibanding penyebab yang lain termasuk rokok.

    Hanya itu sih, Kang. Memang nggak cerdas sih alasannya.

  47. 52 venus 8 Maret 2007 pukul 3:42 pm

    walah, udah rame banget yang komen. aku malah lupa tadi mau ngomong pa, hel :(

    ntar deh, komennya nyusul :D

  48. 53 Pipit 8 Maret 2007 pukul 5:14 pm

    Jangan sekali-kali kita menasehati anak-anak kita begini:
    “Kamu tidak boleh merokok kalo belum bisa cari duit ndiri!”
    (jadul banget, ya?)

    Nah, ntar kalo si anak dah bisa cari duit, merokok deh sepuasnya. Rasa-rasanya banyak perokok sekarang ini karena nasehat ortu yang seperti itu (at least salah satu faktor lah..)

  49. 54 Dimashusna 8 Maret 2007 pukul 7:58 pm

    Rokok tetap laku karena ada do’a ribuan pekerja pabrik rokok yang tetap ingin anaknya makan, sekolah dan memiliki kehidupan yang indah, maka mereka berdo’a agar perusahaannya tetap eksis. selain itu ada doa pedagang asongan rokok yang isinya sama, para petani tembakau juga. ditambah para penggemar sepakbola yang tetap ingin bisa nonton acara pertandingan sepakbola (SPONSORNYA KAN PT. ROKOK). Ada Jutaan orang yg berdoa dari dalam hati mereka agar rokok tetap ada, yg engga setuju cuma sedikit.
    Dan lagi kalo ga salah acara OPICK dan Ust. JEFRI tahun kemarin sponsornya PT. ROKOK
    so…?

  50. 55 Al Jupri 8 Maret 2007 pukul 10:20 pm

    Rokok. Disuka dan dipuja para pemujanya.

    Saya fikir, rokok itu ga masalah. Sama sekali ga mengganggu kesehatan (100%). Percaya engga? Tanya deh dokter klo ga percaya. Rokok, jadi pahlawan bagi jutaan orang. Rokok, bikin orang dapat hiburan gratis, misal nonton pertandingan sepak bola di TV. Rokok, bikin orang jadi kaya. Rokok, dicontohkan oleh sebagian UBN juga. Rokok, digemari kaum bersarung (baca: santri di pondok pesantren tradisional). Rokok, kawan para pekerja “kelas ekonomi”. Dan lainnya, masih banyak yang lupa saya tuliskan.

    Yang merusak itu tindakan “merokok”nya. Selain, katanya merusak si perokok itu sendiri (merusak ketebalan dompet si peroko + membakar paru-parunya), juga ngeganggu orang lain yang ga suka ngisep asap rokok.

    Catatan: saya ga merokok, tapi ga benci rokok.

  51. 56 Si Anak Muda Tidak Berjidat Hitam 9 Maret 2007 pukul 2:37 am

    Buat semuanya saja..
    Ingat peringatan pemerintah..
    PERINGATAN PEMERINTAH : MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”
    Baca baik2 tuh peringatan…
    Yang merugikan pan MEROKOK DAPAT, kalau MEROKOK BELI pan kagak merugikan…
    Jadi ente2 kalau pengin tidak merugikan kesehatan ya BELI donk, jangan cuman DAPAT alias ngembat alias minta dkk

    Tapi kalau pengin yang serius, baca komentar di atas Ane tuch…

  52. 57 Si Anak Muda Tidak Berjidat Hitam 9 Maret 2007 pukul 2:41 am

    Ane pengin nyambung nih:
    @Putri Khadijah:

    makanan n minuman aja di simpan dalam tas kalo mau naik bus dalam kota.

    Jangan2 mereka menyimpan makanan dan minuman itu karena dimarahin en dipelototin sama si sopir angkot?
    Merokok di luar gedung juga karena ada aturan.
    Bagaimana seandainya tidak ada aturan ya?
    Tapi jangan tanya tentang Indonesia:
    Prinsip orang Indonesia pan ATURAN DIBUAT UNTUK DILANGGAR

  53. 58 Si Anak Muda Tidak Berjidat Hitam 9 Maret 2007 pukul 7:38 am

    @ Al Jupri:

    merusak ketebalan dompet si peroko + membakar paru-parunya

    kalau omongin nyang ini emang susé Bang…
    Di satu sisi emang ntu rokok menguras dompet si perokok tapi di sisi lain ntu rokok bisa menghidupi sekian banyak karyawan pabrik rokok dan petani tembakau beserta keluarga masing2, tentunyé ntu rokok jugé semakin memperkaya para kapitalis penguasa pabrik rokok…
    O yé ané dikasih tau sama temen ané niy, dulu dia ngerokok dan sekarang dia ntu dah tobat alias kagak ngerokok tapi kata die anehnya duit yang dulu biasa dia pakai beli rokok kok tetep kagak ngumpul ya padahal kalau diitung2 pan bisa ngumpul ye…

    BTW sodara2 semué, ané juga kagak ngerokok lho :D

  54. 59 orido 9 Maret 2007 pukul 10:20 am

    sampe skrg, aku bener2 gak tau apa sih enaknya merokok…???
    jadi ngrokok klo lg ngumpul2 bareng temen2 aja…

    tapi klo mikirin kesehatan…
    ya emang jelas merusak kesehatan, terutama paru2 nya jd ngebul…
    tapi klo hubungannya ama burung… kagak ngerti dah..

  55. 60 primacassa 9 Maret 2007 pukul 10:29 am

    manusia perokok ga akan nyadar betul klo nti suatu hari ato klo umurny dah tuwir akan bahaya rokok yng merusak organ dlm tubuhny si perokok, jarang klo perokok utk mengerti akan mahalnya sebuah arti SEHAT, satu batang rokok sungguh sangat MERUGIKAN!!!

  56. 61 Mbah Dipo 9 Maret 2007 pukul 8:56 pm

    mau tahu manpangat udud? Simbah punya beberapa yang gak disebut disini.

  57. 62 Pak Sabar 12 Maret 2007 pukul 10:09 pm

    kalo soal merokok ya jelas ga da manfaatnya to ya.
    cuma bikin dompet puret, bikin suasana sumpek, bikin cewek jadi jutek
    pokoke saran saya mbok jangan merokok!

  58. 63 mamabhian 13 Maret 2007 pukul 10:14 am

    aye kasi peringatan biar ga terlalu sering merokok nih buat suami
    takutnya lama.. lama…

  59. 64 wulan 14 Maret 2007 pukul 7:11 pm

    enggak papa deh ngerokok aja.., saya mah males malahan kalo main nya kelamaan 45 menit cukup lah..
    hiya.. 30 menit…
    hiya.. 15 menit…
    ok..ok.. 10 menit..
    deal.. 7 menit nggak pake nawar..
    :shakehand:

  60. 65 cK 22 Maret 2007 pukul 7:26 pm

    saya tak suka rokok. bikin bengek kambuh…

    sekedar info aja, asap rokok itu bisa meningkatkan asam lambung. makanya kalo nyium baunya aja udh eneg.

  61. 66 sluman slumun slamet 24 Maret 2007 pukul 8:15 pm

    Dosa apa yang dibenci Tuhan dan juga dikutuk setan.

    MEMPERKOSA ANAK SETAN!

  62. 68 anak buah_rajaiblis 1 Mei 2007 pukul 9:49 pm

    nggak mau salam aj bwt raja iblis. keren amat sih eNte

  63. 69 wongkapitalis 6 Juli 2007 pukul 4:46 pm

    kalo aku sih ngerokok itu cuma dijadikan sebagai indikator kesehatan aj. jadi untuk mastiin aku sehat ato tidak ya dengan rokok. nah ketika aku lagi ngerokok, aku sadar kalo aku lagi sehat wal afiat, maka seketika itu aku sangat bersyukur….(alhamdulillah…)

    usul konkret :
    gimana kalo masalah itu kita serahkan aja kpd mekanisme pasar…(ha..ha.., wacau…ternyata uangku mulai seret ni u/ beli rokok…)

  64. 70 WhatEver 3 September 2007 pukul 2:16 pm

    Mampus itu ada waktunya…..
    Klo kata orang, Perokok mampusNya lebih cepet…..?
    Ga caya deh…. Emank udah waktunya kali…..
    ‘N kata orang, Perokok itu ga sehat ‘n cpt capeQ..
    Ga mungkiM….Buktinya aku yg Perokok ini, udah pernah d’tes… Pas lari keliling lapangan d’skolahan temen2 yg laen udah kecapeQan dluan…. Aku masih tetep lari……
    Jadi, mungkin perlu diralat yah kata2 di Atas itu….
    Gitu aja kali….Ciao….

  65. 71 Cincailah 4 September 2007 pukul 8:18 am

    Simbuahku berpulang umur 85 tahun dan selama hidupnya termasuk perokok tingwe (klembak&menyan) beraat….terkadang pubernya kumat diselingi ama rokok filter, so gua gak yakin yg pada ngelarang rokok disini bisa nyampe umurnya dengan simbah saya….berani taruhan???

  66. 72 perokok indonesia 17 Desember 2007 pukul 9:02 pm

    KAUM PEROKOK BERSATU

    wahai kaum perokok mari bersatu memperjuangkan hak-hak dan perlindungan hukum bagi kaum perokok. Mereka yang tidak merokok, biarlah tidak merokok. Tapi penghormatan bagi kaum perokok harus dilaksanakan oleh seluruh bangsa di dunia ini.

    Hidup Kaum Perokok
    http://aliansi-perokok-indonesia.blogspot.com

  67. 74 dani 15 Februari 2009 pukul 8:03 pm

    gak ada yang bisa ngebuat laki laki berhenti merokok…..

    karena itu kepuasan kedua setelah sex…..

    so, bagi kaum wanita , jangan sekali kali menyuruh kami kami ini untuk berhenti merokok, karena kalo gitu,
    lelakipun akan tega menceraikan kalian demi rokok

  68. 75 rakyat jawa 3 Maret 2009 pukul 8:37 pm

    rokok perbuatan keji,boros dekil bau dan…BODOH

  69. 77 bisnis internet 5 Juni 2009 pukul 12:46 am

    haha…wadehel ada – ada aja nich

  70. 78 yudi baleo 5 November 2009 pukul 3:20 am

    yud punya masalah sex dan rokok,jika besok yud mau ketemuan ama pacar,mlmnya yud merokok kuat,yud besoknya waktu jumpa ngk bisa main 2 X 3x 4x dan sterusnya,,eh,,,cm st x yud bsa main…baru yud sadar,yud malu ama cwk yud,skrang yud udah bsa hlangin rokok.karna yud malu

  71. 79 nizar 18 Maret 2010 pukul 10:25 pm

    merokok itu kan merugikan orang lain


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: