Merokoklah supaya masuk surga

Pak, bapak kan tahu kalau merokok itu tidak baik bagi kesehatan, kenapa bapak masih melakukannya?

Ah, tidak sehat itu kan kata peneliti-peneliti dari barat, negerinya para kafir, kamu tidak boleh begitu saja percaya (lalu membacakan ayat yang menyuruh waspada terhadap tipu daya orang kafir)

Pak, pemerintah kita tidak cukup goblok untuk memaksa pabrik rokok menempeli setiap bungkus produk mereka dengan peringatan bodoh yang belum terbukti kebenarannya. Bapak bisa beri jawaban lain yang lebih pantas?

Hahaha (tertawa bijak) saya hanya bercanda, saya ingin tau setajam apa daya pikir kamu. Ternyata kamu cukup kritis. Bagus itu! Manusia memang harus berpikir kritis! (Lalu membacakan ayat yang memerintah manusia agar menggunakan akal).

Sebenarnya begini, kamu tahu kan posisi saya saat ini? Saya ini sekarang jadi panutan umat, apapun yang saya ucapkan atau lakukan akan selalu diikuti umat secara membabi buta. Kalau saya berhenti merokok, lalu umat ikut berhenti, lalu bagaimana nasib jutaan orang yang bekerja di pabrik rokok? Juga jutaan lain yang secara tidak langsung bergantung pada industri rokok? Bagaimana nasib keluarga mereka? Bagaimana nasib anak-anak mereka? Jangan lupa, banyak dari mereka juga seiman dengan kita, apa itu bukan berarti menganiaya saudara seiman? Dosanya lebih besar lagi kan? (Dengan fasih membaca ayat yang melarang menganiaya orang lain apalagi yang seiman)

Wah, mulia sekali, saya sangat terharu melihat kerelaan Bapak mengorbankan kesehatan demi kesejahteraan orang lain. Baru sekarang saya tau, ternyata berhenti merokok bisa menyebabkan dosa (manggut-manggut sambil garuk-garuk kepala).

Tapi Pak, saya lihat, ketika dirumah Bapak sering merokok di depan anak dan istri, bukankah itu sama saja meracuni tubuh mereka, setiap hari, sepanjang tahun? Kenapa Bapak bisa tega melakukan itu? Lalu dalam angkutan umum bapak juga merokok tanpa mempedulikan orang-orang sekitar yang pasti ikut teracuni oleh asap rokok bapak. Itu kan menganiaya orang lain namanya. Katanya tidak boleh menganiaya. Bagaimana itu?

Nak, demi kebaikan umat, apapun akan saya korbankan dengan tulus dan penuh keikhlasan, termasuk harta benda dan bahkan keluarga saya. Mungkin saya memang berdosa terhadap anak istri saya, mungkin juga berdosa terhadap orang-orang di angkutan umum, tapi coba deh kamu berpikir lebih luas.

Dengan menghisap rokok, saya sudah menolong jutaan manusia yang terlibat di industri rokok agar tetap memiliki pekerjaan, menolong dapur mereka agar bisa tetap berasap, menolong anak mereka agar tetap bisa sekolah. Jadi meski saya sedikit berdosa, tapi pahala yang saya dapat sangat jauh lebih besar!. Anak dan istri saya juga mendapat pahala karena membantu saya untuk berbuat baik. Orang-orang diangkot juga akan dapat pahala karena membiarkan saya melakukan perbuatan mulia, ingat… [membacakan ayat tentang perintah agar saling menasihati dalam kebaikan]. Kamu ngerti sekarang?

Hmmm, sebenarnya saya agak pusing. Jadi kesimpulannya, merokok itu meski tidak baik untuk kesehatan, tapi sebenarnya malah memberi kita banyak pahala ya?

Iya, benar sekali! Apalagi kalau dilakukan dengan penuh kesadaran dan selalu diawali dengan menyebut nama Tuhan. Dengan merokok kita akan mendapatkan banyak pahala. Dan semakin banyak pahala, semakin mudah kita akan masuk surga! Yakinlah, Perhitungan Tuhan itu tidak mungkin salah!!! (Dengan berapi-api membacakan ayat yang menyatakan bahwa perhitungan Tuhan tidak akan salah, dan semua orang akan mendapatkan balasan sesuai perbuatannya)

Ok, ok, ok. Cukup Pak, cukup…! Terimakasih banyak. (Setelah cium tangan langsung pamit buru-buru cari Norit).

Iklan

71 Responses to “Merokoklah supaya masuk surga”


  1. 1 black_hack 23 September 2006 pukul 2:44 am

    hhehehehe..untung saya juga merokok!

  2. 2 kw 23 September 2006 pukul 6:09 am

    “benar ” nara sumber anda itu, merokok bisa menyebabkan jutaan orang mendapatkan pekerjaan.

    “benar ” juga si penanya ketika meyaki, nimerokok bisa memunculkan banyak penyakit, kalau sampai sekarang belum, minimal bikin gigi kuning, tangan bau, dan secara diam-diam menyuburkan egoisme.

    jadi “kebenaran” itu sagat relatip. tergantung dari perspektip masing-masing personal. hua hua hua….

  3. 3 putradi 23 September 2006 pukul 11:19 am

    menurut peringatan yang ada pada setiap bungkus rokok :

    “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan ganguan kehamilan dan janin”

    jadi yang berbahaya adalah kalau merokoknya dapat. “Merokok dapat …”. tapi tidak kalau merokoknya beli.

    memang betul itu -heuheu-. bayangkan berapa banyak pengangguran yang akan muncul kalau orang-prang mulai berhenti merokok … hmmm.

    hiduplah untuk merokok, merokoklah untuk hidup !

  4. 4 yanto 23 September 2006 pukul 4:50 pm

    Sesesadi (setuju sekali sama putradi) kalo emang rokok beli tidak berbahaya kok, coba aja, long life smoking

  5. 5 Luthfi 23 September 2006 pukul 4:57 pm

    68% dialognya dgn pak kyai neeh :-)

  6. 6 fimana 24 September 2006 pukul 12:42 am

    hmmm…. pak kyainya aneh deh….

  7. 7 passya 24 September 2006 pukul 12:42 pm

    what a flame, guy..!!

  8. 8 wadehel 24 September 2006 pukul 10:26 pm

    To Black_hack:
    Selamat, anda sudah ikut berjasa bagi jutaan manusia yang terlibat dalam industri rokok! Dan anda pasti akan mendapat banyak pahala, besok mati pasti masuk surga!

    To Kw:
    Iya, “kebenaran” memang memiliki banyak sisi, udah fitrah. Hanya menjadi masalah ketika orang mulai saling memaksakan kebenaran. Kok bisa ya?
    Btw, yang parah menurut saya sih pihak perokok, sudah dihargai hak-haknya untuk merokok, tapi mereka tidak membalas menghargai hak nonperokok untuk tidak ikut teracuni oleh asap rokok. Mungkinkah asap rokok berpengaruh pada kemampuan empati dan sifat kemanusiaan?

    To Putradi:
    Brilian!!

    To Yanto:
    Yang jelas kalau beli, uang anda itu akan membantu banyak pihak, terutama para kapitalis multinasional pemilik pabrik rokok itu.

    To Luthfi:
    Ah, itu persentase mengingatkan saya pada mister kita yang huebat itu. Kira-kira beliau perokok bukan ya?

    To Fimana:
    Saya setelah membaca lagi juga merasa ada yang aneh. Semua pihak terlihat benar, tapi entah kenapa perasaan saya mengatakan kalau ada sesuatu yang tidak beres. Apa yaa? Hmm…

    To Passya:
    Flame, guy… homo terbakar? Homo bakar-bakar? Eh, guy ya bukan gay? hmmm… ntar cari di wiki ah.

  9. 9 Anang 24 September 2006 pukul 11:11 pm

    cepat masuk surga karena cepat mati pula… hehe jangan ngrokok!

  10. 10 Emanuel Setio Dewo 25 September 2006 pukul 9:18 am

    HahAhAhA… :-D (Tertawa terpingkal-pingkal sampai ga bisa kerja).

    Wadehel ini harus ikut API (audisi pelawak TPI) atau jadi dosen UNSRIM (Universitas Srimulat) aja.

  11. 11 Marsha 25 September 2006 pukul 6:06 pm

    Seorang filsuf pernah berkata jika rokok adalah candu.
    So guys, hisap tuh candu!!

  12. 12 marten 26 September 2006 pukul 2:56 am

    ROKOK SIH G’ PA2
    BIAR LO CPT MATI JA
    JD DOSAMU LO KHAN G’ BERTAMBAH BANYAK TUH
    TU…..L?

  13. 13 agamaku 26 September 2006 pukul 8:28 am

    “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan ganguan kehamilan dan janin”

    Jika perokok sakit berarti perokok juga menghidupi dan memberi penghasilan bagi dokter, suster dan tentu saja bagi rumah sakit.

    Benar-benar luar biasa…

  14. 14 anick 26 September 2006 pukul 9:50 am

    “Hormatilah para perokok sebagaimana kamu menghormati dirimu sendiri” [HR Smoker]

    ~ God Bless Smoker ~

  15. 15 Thamrin 26 September 2006 pukul 1:18 pm

    Sebagai perokok bukan saja membantu memberikan nafkah kepada buruh rokok, tapi juga membantu memberi nafkah kepada negara, dengan pajak rokok yang kita bayar…..!!

  16. 16 wadehel 26 September 2006 pukul 7:46 pm

    @ Anang
    Cepat mati itu kan belum tentu. Tidak ada hubungannya sama rokok ah.

    @ Emanuel
    Hussss…. orang lagi serius sampe jidat berkerut-kerut malah disuruh masuk srimulat.

    @ Marsha
    Seorang militer juga pernah berkata, agama adalah candu. Mungkin karena sesama candu jadi bisa saling membenarkan :D Yang satu di hisap, yang satu disembah seperti tuhan.

    @ Marten
    Tuuuuuuuuuul.

    @ Agamaku
    Perjalanan rokok dari pabrik sampai ke distributor kecil di daerah juga sering harus “ngemel” ke banyak TPR dan Polisi yang miskin lahir batin. Hal itu juga menambah pemasukan bagi keluarga mereka. Gilaw, makin besar aja tu manfaat rokok.

    @ Anick
    Kelihatannya HR itu sangat amat sahih sekali ,huehehe.

    @ Thamrin
    Itu mah semua juga udah tahu. Kecuali yang beli rokok impor selundupan. Pahalanya dikit tuw.

  17. 17 GP 2 Oktober 2006 pukul 10:32 pm

    Kalo gitu “dirokok” juga bisa masuk surga ya.
    Ini kutipannya:

    “Dengan dirokok, saya sudah menolong jutaan manusia yang terlibat di industri hiburan malam agar tetap memiliki pekerjaan, menolong dapur mereka agar bisa tetap berasap, menolong anak mereka agar tetap bisa sekolah. Jadi meski saya berdosa, tapi pahala yang saya dapat sangat jauh lebih besar!. Anak dan istri saya juga mendapat pahala karena membantu saya untuk berbuat baik”

    Mantabbb

  18. 18 firman firdaus 3 Oktober 2006 pukul 2:53 pm

    rasanya ada yang salah nih logika berpikirnya, hehe…

  19. 19 yavir 3 Oktober 2006 pukul 3:53 pm

    Walaupun gw ga ngerokok tapi gw masih punya segudang simpanan pahala. sebagai perokok pasif gw juga dapet pahala kan?karena secara sengaja ga sengaja gw dah ikhlas tuh asap rokok merusak kesehatan gw.
    horeeee! GW DAPET KAPLING DI SURGA….

  20. 20 wadehel 3 Oktober 2006 pukul 4:04 pm

    @ GP
    Yoo i, mantaff bettul itu. Sudah pernah merasakan ya?
    Memang kalau yang dipakai logika akhirat, seringnya jadi kurang nyaman di hati. Terutama di hati anak istri dan orang-orang yang merasa dirugikan karena ulah kita.
    Tapi ini soal surga men!! gimanna? Amrozi aja rela mbunuh, ABB saja rela menghianati cita-cita pendiri Indonesia, semua itu demi surga lho. Jangan sallah.
    @ Firman Firdaus
    Menurut saya anda sangat benar :)
    Jelasin dong.

    @ Yavir
    Hah, masuk surga juga??? hmmm. tapi bener juga sih.

  21. 21 M. Ridho 3 Oktober 2006 pukul 7:11 pm

    om sampean pernah ngrokok bareng malaikat ya di surga ?

  22. 22 wadehel 3 Oktober 2006 pukul 7:28 pm

    @ M.Ridho
    Belum, tapi kalau pengajian sambil merokok di neraka bareng setan pernah.
    Saya ini justru sudah lama berhenti merokok. Dan tidak sedikitpun ingin mencoba lagi. Sudah 100% sadar kalau rokok itu tidak baik untuk lahir bathin saya.
    Dalam menulis blog ini, saya sambil membayangkan bahwa diri saya adalah para perokok itu. Dimana mereka akan all out untuk mencari pembenaran yang mendukung kebiasaan merokok. Role play gitu deh.

  23. 23 apa-apa 6 Oktober 2006 pukul 8:52 pm

    tau mana asal usul rokok? dr yahudi cuba meniru org arab menghisap shisha. di guna untuk melemahkan dan ketagihan bangsa lain supaya mundur… mmg nampak murni kenyataan sdr di atas tapi implikasinya besar.
    tidak merokok menyebabkan orang lain tidak bekerja. kalau arak pun dianggap begitu kan sepreti manghalalkannya?

  24. 24 wadehel 6 Oktober 2006 pukul 9:26 pm

    @ apa-apa
    Kata “rokok” pada artikel diatas memang bisa diganti dengan apapun, bisa “Bir”, bisa “dirokok” (seperti kata GP), atau “tahu formalin” dan lain sebagainya terserah anda.

    Bagi saya masalahnya bukan apakah sesuatu itu berasal dari yahudi atau dari tukang laknat, atau apakah itu berlabel halal atau dilabel haram. Tapi pada baik atau tidak baiknya, pada tepat atau tidak tepatnya untuk dilakukan. Dan merokok, dengan pembenaran apapun, menurut saya tetaplah sangat tidak baik.

  25. 25 AHU 15 Oktober 2006 pukul 3:14 am

    Sampaikan pesan ke pak kiai, biar pahalanya semakin besar gimana kalau merokoknya sambil umrah atau menjalankan ibadah haji. kan mantab tuch klepas klepus merokok saat tawaf ?

  26. 26 wahyu_am 15 Oktober 2006 pukul 9:01 am

    mikir………….!!!

    percuma ngrokok tapi….

    membunuh, merkosa, njambret, maling,

    tetep aj NERAKA…!

    rokok bukan tuhan men….!!!

  27. 27 wadehel 15 Oktober 2006 pukul 1:05 pm

    @ AHU
    Insyaallah akan saya sampaikan :) Sepertinya ide anda itu akan jadi pencerahan baru bagi beliaw.

    @ Wahyu_am
    Iya bener banget. Percuma ngerokok kalau hobinya masih marah-marah, dikit-dikit merasa terhina trus ngerusak.

  28. 28 Sancho 17 Oktober 2006 pukul 6:54 pm

    Waduh sepertinya si kyai ini merupakan calon jubir kuat untuk DPR & Kabinet kita.
    Pak mengapa Bang Yos menghabiskan dana dengan membangun busway dan monorail sekaligus?
    Iya harus lah, koran kan suka memberitakan bahwa Bang Yos itu tidak memajukan ekonomi Jakarta, macet, sampah dan banjir tetap ada. Dengan proyek busway dan monorail, Bang Yos setikdaknya sudah memajukan ekonomi keluarga dan daerah sekitarnya. Komisi yg didapat dari proyek itu bisa dipakai untuk membangun mesjid dekat rumah dan beramal amplop lebaran pada tetangga sekitar yg kurang mampu. Lalu membacakan ayat tentang pahala amal.

  29. 29 infobeasiswa 25 Oktober 2006 pukul 7:06 pm

    mana ada ustad yg ngerokok diawali dengan ‘bismillah’….
    udah gitu yg ngerokok kebanyakan pake tangan kiri…
    itu artinya sebenarnya secara fitrah seorang perokok apalagi kiai yg ngerokok tau bahwa ngerokok itu tidak baik, cuma karena kecanduan jadilah 1001 alasan untuk membenarkan perbuatannya sampe mengutip dalil segala.

    so, jangan2 coba2 ngerokok, bisa kecanduan gitu loh…
    capek deh…

  30. 30 harunjo 1 November 2006 pukul 8:28 am

    merokok memang berbahaya dan bikin polusi yah, tapi justru bahaya polusi kota yang di sebabkan asap kendaraan yang tiap hari kita nikmati itu lebih bahaya dari pada asap rokok, antisipasi polusi kendaraan ini simple, di mulai dari diri kita sendiri ajah, kita2 yang gak merokok justru penyumbang polusi terbesar lebih dari perokok yang sumbernya dari kendaraan yang kita gunakan. sudah saat nya kita bertanggung jawab

    http://www.b2w-indonesia.or.id

  31. 31 wadehel 3 November 2006 pukul 10:22 pm

    Wah, kok jadi pada iklan nih? :P

    Tp ok deh, sepertinya situs2 itu emang pantas diiklankan.

  32. 32 Odi 4 November 2006 pukul 10:50 am

    Eh kalau orang-orang Indian di Amerika sana menghisap pipa perdamaian katanya juga untuk mendapatkan berkah dari sang pencipta, jadi mungkin merokok memang bakal mengantar kita ke surga…

  33. 33 wadehel 4 November 2006 pukul 3:59 pm

    @ Odi
    Coba deh hisap ganja, setelah itu kalimat “asap mengantar kita ke surga” akan punya makna yang berbeda.
    Tapi jangan dilakukan di Indo lho, kalau kena tangkap malah dapat neraka, lakukan saja di belanda, sepertinya disana lebih aman.

  34. 34 Tukangkomentar 4 November 2006 pukul 11:19 pm

    Gusti, mati kulo. Wah, nggak jadi masuk surga nih, saya sudah berhenti ngerokok beberapa tahun yang lalu. Mas Wadehel, ada jalan lain nggak supaya bisa masuk surga? Tapi jangan yang sulit, repot dan banyak kerjaan seperti: jadi orang baik, beriman, sembahyang teratur dsb., dsb. Yang gampang saja seperti merokok. Gimana kalau minum minuman keras, kan juga membantu mereka-mereka yang produksi, kan? Wah, tapi nggak mau ah, soalnya kalau habis minum pusing sih.
    Gimana, ya? Awas, kalau nggak ada yang nolong dan saya nantinya masuk neraka, maka setan saya bakal nakut-nakutin kalian (sambil meringis nunjukkan gigi kuning).

  35. 35 wadehel 5 November 2006 pukul 1:19 am

    @ Tukangkomentar
    Ada, kalau mau enak, saya sarankan nyunah saja. Konon nyunah atau meniru perbuatan rasul itu bisa dapat pahala juga. Misalnya kalau dulu Rasul menggunakan unta untuk pergi kemana-mana, anda juga bisa ikuti itu, maka semakin cepat langkah sang unta akan semakin cepat juga pahala counter anda berdetitk.

    Atau lebih enak lagi dengan berpoligami, jangan hanya 4, tapi sekalian 12. Di Indonesia kan banyak tuh janda-janda yang perlu pertolongan. Tapi sayangnya ini perlu kekuatan finansial yang amat sangat, anda sanggup?

    Atau kalau berani sedikit sakit, cobalah berjihad. Carilah tempat berkumpulnya orang kafir yang termasuk kriteria boleh di bantai dimana saja anda jumpai, lalu ledakkan diri anda untuk membunuh mereka semua. Sakitnya cuma sebentar, tapi anda pasti masuk surga. Gimana?

    Mungkin masih banyak pilihan lain. Yg jelas Tuhan sudah menyediakan opsi lengkap plus rasa dan akal untuk membantu menentukan pilihan, keputusan ditangan anda :)

  36. 36 Tukangkomentar 5 November 2006 pukul 2:07 am

    Wah, kalau naik onta nggak sanggup, habis tinggi sekali sih (naik tangga saja bisa terkencing-kencing, kok!).
    Kalau poligami, yah, minta ampun! Kan bukan perlu kekuatan finansial aja kan, kan harus juga adil dalam hal-hal lain, kan? Wah, kalau finansial mungkin masih bisa diusahakan (pinjem temen), tapi ……… :)
    Ini lagi, main jihad. Disuntik saja sudah keluar keringat dingin, apalagi mbayangkan usus molor keluar dan otak muncrat ke mana-mana. Wah, ngeri!
    kalau caranya sulit-sulit gitu lebih baik saya masuk neraka saja dah. Tapi harus milih neraka yang benar (yaitu neraka indonesia). Nggak berani ceritakan di sini sekarang, harus minta ijin dulu.

  37. 37 Tukangkomentar 5 November 2006 pukul 2:38 am

    Ini ceritanya (nekat aja dah saya ceritakan, tapi agak dimodifikasi):
    Seorang koruptor indonesia mati dan divonis masuk neraka.
    Di sononya ternyata ada macam-macam neraka: neraka inggris, neraka amerika, dlll, dll. dan last but not least: neraka indonesia.
    Si Koruptor, sebut aja Pak Kakap, mampir dipintu masuk neraka Inggris. Terus tanya ke beberapa orang yang sedang ngantri di situ: bagaimana di sini? Apa yang akan dilakukan kepada kita?
    Salah satu menjawab dengan meringis: Pertama kita didudukkan di kursi listrik, sesudah disetrum berkali-kali lalu di siram minyak dan dibakar. Terakhir dicambuki.
    Pikir Pak kakap: Wah, ngeri nih, cari yang lain aja.
    Di pintu neraka amerika, jerman dll. si dia dapat jawaban sama, tentu saja dia nggak mau masuk.
    sampai di depan pintu neraka indonesia dia jadi bengong, karena yang ngantri panjang dan kadang-kadang ada yang nyelonong ke depan tanpa ada yang berani protes. Yang lebih mengherankan lagi, semuanya nggak kelihatan takut, malah senyum-senyum.
    “Maaf mas, hukuman apa yang akan kita terima di sini?”
    “Yah, pertama kita akan didudukkan di kursi listrik dst., dst.”
    Pikir si koruptor:”Wah sama saja, nih! Sialan!”
    “Tapi,” kata orang tadi selanjutnya”Tahu sendiri, kan: listriknya sering mati, minyaknya kebanyakan tidak tersedia. Dan sering si pegawai itu cuma datang absen lalu pergi lagi.”
    “La kalau kebetulan pegawainya tidak pergi? Kan tetap dicambuki?”
    “Ah, itu kan bisa diatur!”

    Sorry mungkin ceritanya nggak lengkap, tapi gitulah kira-kira.

  38. 38 zhai 25 November 2006 pukul 10:28 pm

    *** nyambung dari post nya tukangkomentar,
    “Merokok bikin kita masuk surga” (tapi surga indonesia)….
    -Keindahannya cuma di pintu gerbangnya doang, “Welcome to surga indonesia…”
    -100m kemudian lantainya udah rusak2, sebagian udah copot.
    -Taman2nya gada rumputnya, daun hijau-abu2 kena asap knalpot.
    -Bau tai kuda, banyak delman soalnya.
    -Air mineral jadi 2x lipat harganya. Itu juga botol suntikan, dapet air gratis dari neraka.
    -Kolam/sungai susu, madu, arak, warnanya sama semua. Hitam. Kadang ada busa2 deterjennya, ada kotoran2 manusia, sampah2, dan kayanya ngga ngalir deh alias mampet.

    -… (silakan lanjutin sendiri, anda pasti lebih tau. hehe)

    Sampai jumpa di surga kawan!

  39. 39 wadehel 26 November 2006 pukul 1:32 am

    @ Zhai
    Awww… surga indongesia itu serem sekali ya. Semoga nerakanya juga mismanaged jadi ga serem2 bgt.

  40. 40 astrid 11 Januari 2007 pukul 9:22 pm

    agh hanya mencari alasan pembenar dan pemaap aja tuh >.

  41. 41 ulan 19 Januari 2007 pukul 10:20 am

    lah aku enggak ngerokok..
    gimana donk..
    jadi aku nggak masuk surga nih???!!!
    aku ng-gondok lo!!!!!!!
    ya sudah kalo gitu aku mulai ngerokok deh..
    btw.. siapa yang gigi nya paling kuning berarti paling cepet masuk surga ya????
    tapi aku nggak mau mengganggu orang lain dengan asep nya..
    gimana kalo di kunyah aja tembakau nya??
    jadi aku pasti lebih banyak pahala nya di banding pemuka (nggak jelas) diatas..

  42. 42 Dee 19 Januari 2007 pukul 1:33 pm

    Aku ngerokoknya kalau sudah di sorga aja deh, ditemani bidadari-bidadari…

  43. 43 strez 20 Januari 2007 pukul 9:43 pm

    becanda pula kau !!
    coba nonton CONSTANTINE yang dibinyangi keanu reeves bakal berhadapan ama si penjaga neraka

    hahahaha…

    seru bo!!! kalo kita ngerokok…

  44. 44 strez 20 Januari 2007 pukul 9:43 pm

    becanda pula kau !!
    coba nonton CONSTANTINE yang dibintangi keanu reeves bakal berhadapan ama si penjaga neraka

    hahahaha…

    seru bo!!! kalo kita ngerokok…

  45. 45 juddy 26 Januari 2007 pukul 6:06 pm

    duh gitu ya?????
    gimana nih, q gak ngerokok lho!!!!!!!!
    jd q harus ngerokok gitu???
    q gak ikut – ikutan deh. soalna q dah pasti masyuk syorga.
    karenaaaaaaaaa!!!!! he….he…..he….
    gigiku kan terbuat dari emas, so gigku dijamin yang paling kuning. en itu artinya q yang duluan masyuk syorga setelah nabi dan orang – orang terdekatna !!!!!
    betul ga??????

  46. 46 ayu kartika putri broto nugroho 28 Januari 2007 pukul 9:53 am

    huehuehue….untung gua perokok.kan macam ini bisa predikat masuk syurga.huwahahahaahahahahahah

  47. 47 petroek 29 Januari 2007 pukul 9:37 am

    bagi anda yang belum merokok, merokoklah sebelum merokok itu dilarang…..*grasak-grusuk cari rokok, asem nehh*

  48. 49 Jusuf Kalla Senja 7 Februari 2007 pukul 11:11 pm

    Wadehel, ni Kyai asli Kudus? kayanya pak Kyai ini merupakan “sukarelawan” garis depan dari beberapa pabrik rokok ternama di kampung halaman beliau nih….

    Btw, ayo merokok yg banyak, karena mungkin hanya ini jalan yg tersisa untuk masuk Surga, karena menurut data Statistik Kependudukan di Surga selama 10 tahun kebelakang, jumlah penghuninya mengalami penurunan drastis, bahkan diramalkan thn 2007 ini surga mulai kosong……

  49. 50 Mr. Ajib 7 Februari 2007 pukul 11:32 pm

    Pengen ngerasain deh….. di rokok in ama mas Wadehel…..

  50. 51 wadehel 8 Februari 2007 pukul 3:07 pm

    @JK Senja, ga tau kyai mana, virtual kok :)

    @Mr. Ajib, saya emang tidak homophobia, tapi saya ga doyan ngerokoin cowo om. Maaf yaaa.

  51. 52 Farid 14 Februari 2007 pukul 11:56 am

    Saya sedang merokok saat mengomentari tulisan ini. Pesan saya buat wadehel dan semua perokok di Indonesia. Keep on smoking! Kalau berhenti merokok, kasian tukang jual rokok, ga ada yang beli. Pecandu sepakbola dan para orang orang yang mau nonton konser juga ga bakalan bisa nonton siaran sepakbola dan konser lagi kalau kita berhenti merokok. jadi sekali Lagi………KEEP ON SMOKING!!!!!

  52. 53 irdix 14 Februari 2007 pukul 11:17 pm

    hah.. !? maksudnya apa ? trus gimana arahnya ?

  53. 54 m_kharis 23 Februari 2007 pukul 4:04 pm

    salam kenal
    Ass….
    wah… betul tuh… kata pak kiai, drajat seorang perempuan sangat mulia (lebih tinggi) dari pada laki2, nyatanya yang lebih banyak perokok adalah perempuan tuh… apalagi malam2 pas hujan nih…. dingin2 empuk, weleh2…. asem to. surga dekat dengan perempuan makanya, jadilah perempuan, bukan begitu pak kiai…. tapi, saya laki2, juga perokok, tetap masuk surga to… bukan begitu pak kiai…
    Wss….

  54. 55 raja iblis 23 Februari 2007 pukul 4:44 pm

    merokok dan asap rokok kerap menjadi masalah dan selalu saja dipertentangkan apakah itu baik atau sebaiknya dihindari !

    aNE coba melihat dari sudut pandang yg berbeda !
    bila asap rokok yg menjadi masalah, tentu debu di udara terbuka akan menjadi lebih berbahaya lagi … dan setiap hari, siapapun pasti berselimutkan debu … termasuk di ruangan ber AC sekalipun …

    soal merokok …
    segala sesuatu bila dikonsumsi secara berlebihan tentu akan mengakibatkan hal yg kurang baik …
    gak percaya … coba aja minum air putih lebih banyak dari biasanya !

    sama seperti manusia yg sedang menderita kolesterol dan darah tinggi …
    bila saat itu mereka mengkonsumsi makanan berkadar lemak tinggi … akan fatal akibatnya … dan itu sama saja dengan menzalimi diri sendiri …
    namun … bagi mereka yg sehat … mo makan makanan berkadar lemak tinggi .. selagi tidak melampaui batas … tentu gak akan menjadi masalah …

    kunci utama dari permasalahan itu adalah pengendalian hawa nafsu ! dan … nafsu yg terkendali bisa terpenuhi bila mereka selalu “bebersih diri” dalam segala hal …

  55. 56 mbah keman 7 Maret 2007 pukul 3:15 pm

    banyak cara,,, menolong umat selain merokok, contonhya ke diskotik, ketempat judi, ngdrug , ketmpat pelacuran dll. banyak umat yang bergantung disana, pelacur mencari nafkah untuk anak dan suaminya jdi ketempat pelacur itu pahala karena seudah memberika rezki yang dia cari

  56. 58 Yandhie Dono 27 Maret 2007 pukul 4:10 pm

    Propaganda2 banyolan lucu tapi menyesatkan gini imbalannya apa ya nanti? Hehehe…

  57. 59 tuhanngakak 19 April 2007 pukul 8:45 am

    Bener bGT. PElacuran juga bikin masuk surga loh…KAn bikin lapangan kerja buat cewek cantik yang males jadi buruh gendong di pasar. PElacuran juga bikin pria2 kesepian mencapai kebahagiaan, belum lagi bikin dokter kaya karena mengobati pelacur yang AIDS dan sifilis, belum lagi pajak yang buat polisi n preman…..Wah…Wah…ternyata segala kemaksiatan itu punya dampak positif nyak ?
    Gw mo jadi Robinhood kesianagan aja deh

  58. 60 The Midnight Life Boy 26 April 2007 pukul 2:09 pm

    memang selalu saja ada alasan untuk orang yang sudah mencandu merokok, tapi ingat selalu juga ada alasan bagi orang yang tidak senang merokok atau melihat orang lain merokok. Terus terang Saia Juga Perokok, tapi Saia cuma Bisa tersenyum kecil melihat Postingan Barusan.. Seperti benar tapi juga seperti berkelit dengan alasan yang pintar.. hehe,,

    Saia Merokok Cuma unTuk Menemani Mood Saia ketika Lagi Down bgt..

    Thanks..

  59. 61 Darmawan 24 Juni 2007 pukul 11:46 pm

    kalo mo dipikir kita ini kalangan perokok adalah budak-budak para pengusaha industri rokok… kebanyakan diantara kita rela mencuri, nodong, bohongi orang tua hanya untuk dapatkan uang buat beli rokok….
    betapa bodohnya kita ya….
    tapi kok saya blom bisa berhenti merokok?….

  60. 62 parmin 14 September 2007 pukul 2:46 am

    memang masalah rokok ini banyak yg pro kontra, tapi sebenarnya kalo kita ngrokok yang banyak sekali, asapnya kan nanti jadi banyak sehingga bisa memenuhi langit menjadi mendung yang ahirnya menghasilkan hujan. jadi bisa menyuburkan tanaman padi pak tani.

  61. 63 shit 14 Januari 2008 pukul 12:43 pm

    bisa sibayangkan klo para perokok mandeg merokok semua
    aq yakin negara pasti kacau ekonominya..pemasukan negara dari rokok kan lumayan tinggi..n klo itu kejadian pasti di bungkus rokok ada label..
    “merokoklah kamu, karena merokok adalah jalan ke surga”…..

  62. 64 eb 12 Januari 2011 pukul 2:19 pm

    santai ajalah bro…. bagi perokok berusaha aja biar gak ganggu yg gak merokok….dan sebaliknya bagi yg gak merokok…..ya tolong dek ngerti ama kita para perokok…..

  63. 65 Rental Mobil di Semarang 22 Juni 2013 pukul 9:04 am

    Keren sekali tulisannya. Mencerahkan :)

  64. 66 Gwendolyn 19 September 2014 pukul 11:47 pm

    It’s great that yoou are getting thoughts from this
    paragraph as well ass fdom our argument maade here.


  1. 1 PERDEBATAN DOKTER VS PENJUAL ROKOK « PAIJO Lacak balik pada 29 Agustus 2007 pukul 1:30 pm
  2. 2 Not FAQ Kebal Kebul « _My_Own_Very_Personal_Rambling_Thoughts_ Lacak balik pada 13 Agustus 2009 pukul 2:20 pm
  3. 3 Merokoklah supaya masuk surga « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 4:04 am
  4. 4 Komentar Supaya Masuk Surga « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 3:29 pm
  5. 5 Tombol-tombol di Blog Kita « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 3:34 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: