Wadehel sudah mati

Para Pembaca Yang Saya Hormati,

Ini sekedar pemberitahuan, bahwa saya, Teguh, orang yang ada di balik blog Wadehel, sudah memutuskan untuk mematikan Wadehel.

Setelah posting ini tak akan ada lagi tulisan baru maupun balasan komentar dari saya. Di Yahoo Messenger dan GTalk juga saya tidak akan pernah login lagi.

Alasannya? (silahkan pilih sendiri yang anda mau)

  1. Sudah bosan dengan ke”seleb”an ini. Silahkan siapapun yang pernah menuduh saya ADHD untuk tertawa sepuasnya. *lirik Bu Ev*
  2. Sudah muak dengan segala masalah dungu yang timbul karena blog saya ini. Sudah cukup banyak masalah dan saya tidak menambah lagi, apalagi dengan yang tidak penting.
  3. Untuk belajar melepas keterikatan. Blog ini adalah sesuatu yang sangat amat penting bagi saya. Bukan hanya blognya, tapi juga orang-orang yang saya kenal melalui blog ini, dari kalian saya belajar banyak hal. Kalau saya bisa melepas semua ini, harusnya akan lebih mudah untuk berpisah dengan apapun lainnya yang saya anggap penting ataupun sangat penting.
  4. Saya pikir yang ini tak perlu diceritakan disini ;)
  5. (mungkin) Ingin ngeblog lagi sebagai orang biasa, dimana yang baca hanya orang-orang yang tertarik ingin membaca, atau terseret berbagai “kebetulan” untuk membaca. Bukan cuma karena numpang “pertamak” atau sedekah komen.
  6. Hasrat saya untuk menulis sebagai wadehel sudah mati. Sudah mampus.

Terimakasih banyak saya haturkan pada anda semua. Kalau ada yang tidak terima, tak perlu maki-maki, tak ada gunanya memaki yang sudah mati. Kalau ada “utang” yang belum terbayar, silahkan hubungi via kontak form di halaman “tentang wadehel”. Untuk Bangaip dan temen2nya, saya sangat berharap anda menemukan orang yang lebih kompeten, pun seandainya belum, saya tetap selalu available, tentunya bukan sebagai wadehel ;)

Terimakasih.

303 Tanggapan ke “Wadehel sudah mati”


  1. 1 antobilang 28 Mei 2007 pukul 7:58 pm

    *tempeleng muka jelek ini seakan tak percaya*

    gw gak pernah OL, lu langsung bunuh diri hel?

  2. 2 Fadli 28 Mei 2007 pukul 8:03 pm

    Saya tunggu reinkarnasi Antum , wahahahaha

  3. 3 Fadli 28 Mei 2007 pukul 8:05 pm

    Moga Moga Wadehel dalam Kehidupannya Yang Mendatang Muncul Perwudjudannya yang lebih Feminis :D

  4. 4 deking 28 Mei 2007 pukul 8:05 pm

    Kenapa Hel? Janganlah dikau pergi…
    Aku banyak belajar dari blogmu lho…kalau kamu pergi berarti hilang salah satu sumber belajarku

  5. 5 cK 28 Mei 2007 pukul 8:06 pm

    hayah…dosa kalo bunuh diri :(

  6. 6 Rizma Adlia 28 Mei 2007 pukul 8:06 pm

    Ah,, yang bener???

    kalo mau ganti nama juga gapapa kok,,

    asal jangan mati aja,, hiks,,

  7. 7 Fadli 28 Mei 2007 pukul 8:07 pm

    Hikz,
    In Memoriam
    Wadehel the Famouz (Juni 2006 - May 2007),
    Klo sempat daku akan kirim doa dan puisi buat dikau

  8. 8 Shan-in Lee 28 Mei 2007 pukul 8:07 pm

    Kenapa om…?

    *penonton kecewa*

    *main PSP di pojokan*

  9. 9 Geddoe 28 Mei 2007 pukul 8:08 pm

    Biar saya yang menggantikan Wadehel…! *mengumumkan dengan bersemangat*

    *dibunuh beramai-ramai*

    .

    .

    .

    Tunggu dulu, jangan terburu-buru. Kenapa berhenti? o_O
    *bingung*

  10. 10 Fadli 28 Mei 2007 pukul 8:12 pm

    Pecahkan saja gelasnya biar ramai..
    Apakah engkau akan lari ke hutan?
    Atau ke pantai …

  11. 11 venus 28 Mei 2007 pukul 8:13 pm

    ada apa sih, hel??? jangan gitu dooongggg :((

  12. 12 The Sandalian 28 Mei 2007 pukul 8:38 pm

    segala sesuatu selalu ada saatnya.
    ada saat untuk hidup, ada saat untuk mati.

    selamat mati om wadehel!!
    hidup kematian!

  13. 13 sora9n 28 Mei 2007 pukul 8:42 pm

    Turut berdukacita… :(

    Tapi memang cuma sebagian kecil orang, yang siap dan mau berusaha mengerti makna di balik blog ini. Nomor (2) ada benernya juga sih. (-_@)

    Adios hel… bakal banyak dari kita yang kangen sama ente. :)

    @ Geddoe

    Well, you’re the closest thing to it right now. (~_@)”\

    (subyektif lho :P )

  14. 14 Andhika Nugraha 28 Mei 2007 pukul 8:43 pm

    wadehel evolve jadi teguh?

    *tak usah kau hiraukan*

  15. 15 Scrooge McDuck 28 Mei 2007 pukul 8:44 pm

    Janganlah bersedih, wahai sahabat. Meskipun wadehel pergi, ia tetap akan selalu hidup di hati kita semua!
    (komentar perdana yang tidak jelas)

  16. 16 cK 28 Mei 2007 pukul 8:50 pm

    Saya mencium konspirasi…jangan-jangan wadehel diculik dan dipaksa menulis ini??? :-?

  17. 17 anthonysteven 28 Mei 2007 pukul 9:00 pm

    Wadehel mati?
    Wah… padahal blog ini kan salah satu hiburan pas nge-net… hilang deh….

  18. 18 kw 28 Mei 2007 pukul 9:01 pm

    dah mati kok commentya maih dibuka. lalu buat apa? saya kira ini hanya nafsu esaat belaka. he he he he

    kalau beneran, semoga masuk “surga” dan aku diajak.

  19. 19 unGate 28 Mei 2007 pukul 9:25 pm

    waduh, mengapa..?
    Pas aku baru bikin blog biar bisa comment disini malah kamu udah mati…hiks

  20. 20 kunderemp an-narkaulipsiy 28 Mei 2007 pukul 9:26 pm

    Sudah lah.. jangan dihina-hina begitu.
    Mari kita berdiri
    buka topi-topi kita
    dan sambil melepas kepergian wadehel
    kita nyanyikan.. errr…

    Enaknya mau dinyanyikan apa buat pemakaman, hel?
    :D

  21. 21 anung 28 Mei 2007 pukul 9:27 pm

    ada apae?

  22. 22 kunderemp an-narkaulipsiy 28 Mei 2007 pukul 9:28 pm

    @anthony steven:
    Toto…
    kita buat blog baru yuk.. yang nulis kita berdua.. nulis dari kampus :p
    bikin kontroversi.. hihihihi

  23. 23 Sugeng Rianto 28 Mei 2007 pukul 9:38 pm

    Guh, sebelum takdir menjemput sudah memutuskan bunuh diri mati, adalah kesalahan besar(ga enak nyebutin dosa).
    Pokoke™ ga rela….
    Penggemar tulisan wadehel kuciwa….
    [**tabur bunga di kuburan blog wadehel**]

  24. 24 ekowanz 28 Mei 2007 pukul 9:41 pm

    reinkarnasi om?

  25. 25 mbah keman bersabda 28 Mei 2007 pukul 9:43 pm

    ROY SURYO: blog adalah trend sesaat….jadi lebih baik ada blog

  26. 26 Suluh 28 Mei 2007 pukul 9:55 pm

    Semoga anda wafat dengan tenang….

  27. 27 Johans 28 Mei 2007 pukul 10:04 pm

    Kenapa? kenapa? Baiklah sekarang kubongkar. Karena ketahuan makna kata wadehel: What the Hell !!

  28. 28 telmark 28 Mei 2007 pukul 10:08 pm

    rest in peace ??
    wdh ??
    NO WAY !! wake upppppppppppppp!!!!!!!!!!

  29. 29 Lacak Balik Manual - Antobilang - 28 Mei 2007 pukul 10:13 pm

    ………..Semoga dengan sesuatu yang kamu sebut kematian ini, tak akan mematikan ide-ide kehidupan yang sudah kita susun sebelumnya. ………

  30. 30 Roffi 28 Mei 2007 pukul 10:13 pm

    emang ga enak terus²an anonim, betul begitu teguh?

    eh tapi jangan dibunuh dong wadehelnya!!!

  31. 31 peyek 28 Mei 2007 pukul 10:36 pm

    on wad, jika saya pilih no.5 maukan anda memperjelas diblog baru anda ” ini Teguh orang yang pernah menjadi nyawa wadehel”

  32. 32 mathematicse 28 Mei 2007 pukul 10:37 pm

    Mati? Jangan-jangan ada kesibukan lain. Jadinya berhenti deh nge-blognya.

  33. 33 Evy 28 Mei 2007 pukul 10:55 pm

    Guh, maafin aku ya… kamu marah ma aku guh? Kemarin itu ga sempet jawab pas anakku tanya kamu udah off… hiks…hiks…Guh…bangun guh…

  34. 34 Fadli 28 Mei 2007 pukul 10:56 pm

    Kalo KH. Emha Ainun Nadjib pernah bilang sebenarnya Inul itu juga utusan tuhan.
    Lalu Wadehel ini kira-kira statusnya apa yaa. Mungkin orang suci / santa / beata.
    Wallahu’alam

    BTW menurut penerawangan saya, Wadehel (eh salah arwahnya) lagi ongkang-ongkang kaki, menyeruput teh, sembari merefresh halaman ini setiap 2 menit, diselingi mengklik tulisan inbox di GMail setiap 3 menit.
    Sambil senyum-senyum sendiri (tapi, itu menurut penerawangan saya lho).

    Bukankah biasanya “pelaku” akan mengunjungi “TKP” secara diam-diam untuk melihat-lihat perkembangan :D

  35. 35 Geddoe 28 Mei 2007 pukul 10:58 pm

    Trekbek mulai beterbangan…

  36. 36 mrtajib 28 Mei 2007 pukul 11:01 pm

    ini serius?

  37. 37 mrtajib 28 Mei 2007 pukul 11:03 pm

    @Fadli

    saya juga mengira demikian….
    paling nati kelar lagi, gak jadi mati….he he he he

  38. 38 arul 29 Mei 2007 pukul 12:15 am

    pasti nanti balik juga… gak tahan… liat posting2…. pengen posting …juga..

    liat aja ntar… hehehe :)

    kayaknya wadehel butuh istirahat…. yah ud.. met irtirahat deh…

  39. 39 Catshade 29 Mei 2007 pukul 12:19 am

    Berarti matinya Wadehel cuma trend sesaat nih? :D

  40. 40 cakmoki 29 Mei 2007 pukul 12:40 am

    termangu …
    ide Om Hel gak akan mati, percayalah !!! *meyakinkan diri sendiri*

  41. 41 dedex 29 Mei 2007 pukul 1:00 am

    lha saya udah lama ga datang kesini…dan saat saya berkunjung kesini ternyata wadehel mati….hel..hel.. bangun hel…masih bayak tugas yang belum kau selesaikan…

  42. 42 agga ayu 29 Mei 2007 pukul 1:02 am

    yaaa, sbg newbie, saya baru kenal blog wadehel..ee..malah mati

  43. 43 Gus Pur 29 Mei 2007 pukul 1:42 am

    Kalau saya sih gampang aja.Biarpun namanya Teguh, saya ga percaya beliau akan teguh dengan janjinya untuk mati. Paling cuma mati suri. Ya itu dia, what the hell. Gitu aja kok refrot. Guh, Guh.

  44. 44 ndarualqaz 29 Mei 2007 pukul 2:31 am

    ayo om del, cepet reinkarnasi…. (cuma jangan jadi cewek ya, hiiiii ngeriiiii)

  45. 45 mathematicse 29 Mei 2007 pukul 3:36 am

    Jangan-jangan Wadehel udah kehabisan ide. Atau sudah punya rumah baru? Rumah lama dibairkan rusak, hancur dimakan rayap….Ah ga tahu deh.. kita lihat aja perkembangan selanjutnya……….

  46. 46 sekedar 29 Mei 2007 pukul 3:41 am

    baguslah..dah mati sono!

  47. 47 chiw imudz 29 Mei 2007 pukul 3:45 am

    Lho kok?Lho kok?
    Kejem banget si Oom yang barusan ngaku namanya Teguh ini!
    Sampeyan belum sambang ke t4 saya!kok udah mati!
    Ada yang ngancem mau nyuntik formalin ke sampeyan ya?
    jangan ikutan GTM donk!

    *tabur clurit & senjata tajam lain di makam wadehel*

  48. 48 anthonysteven 29 Mei 2007 pukul 4:17 am

    @kunderemp

    Kontroversi?? haha boleh tuh…

  49. 49 arz 29 Mei 2007 pukul 6:37 am

    Selamat jalan wadehel …
    saya kehilangan blog yg bisa bikin “senyum - senyum sendiri’ pas dibaca .. :mrgreen:

    maap gapernah komen, pingbek/ trekbek
    karena aku cuman pembaca biasa …

    selamat jalan …

  50. 50 -tikabanget- 29 Mei 2007 pukul 6:58 am

    ada rencana pewarisan blog..??

  51. 51 Paijo 29 Mei 2007 pukul 7:32 am

    Nanti saya pasang tulisan RIP di batu nisan blog Wadehel. RIP artinya bukan Rest In Peace lho karena ‘nyawa’ wadehel tidak akan pernah istirahat dalam damai setelah kematian blognya. RIP di sini artinya Relakan Ia Pergi, silakahn ‘nyawa’ Wadehel pergi untuk menemukan ‘raga’-nya yang baru.
    Untuk terakhir kalinya, saya sampaikan terimakasih karena semasa hidupmu telah memberikan banyak inspirasi bagi saya untuk berani ngeblog. Wadehel, saya banyak belajar dari kamu. Wadehel,bagaimanapun juga kamu akan tetap saya kenang sebagai bloger paling femonenal yang pernah lahir dan hidup di dunia wordpress. Terimakasih dan salam eksperimen selalu.

  52. 52 bagonk 29 Mei 2007 pukul 7:34 am

    wah… baru mau nimbrung… malah udah ditutup… :)

    semoga sukses ya bro…

  53. 53 joesatch 29 Mei 2007 pukul 8:24 am

    sayang…sayang…sayang…
    karena pasti ada yang bakal bersorak-sorai…

  54. 54 ABe 29 Mei 2007 pukul 8:32 am

    aku juga pembaca biasa..

    *apakah pernah ‘kegerebek’ sehingga memutuskan out?*
    *apakah sudah mendapat hidayah yang lain sehingga memutuskan out?*
    *apakah ga pingin jadi David Duchovny di Palying God lagi??hehehe*

    turut berduka :)

    ps. kapan makaminnya hel?? bikin selametan ya :P

  55. 55 Amd 29 Mei 2007 pukul 8:32 am

    Tidaaaa……..kkkk

    *Pingsan*

    (Guh, YM-mu yang baru add ke tempat saya ya.)

  56. 56 bahtiar 29 Mei 2007 pukul 8:37 am

    :)

  57. 57 jalansutera 29 Mei 2007 pukul 8:41 am

    wadehel dead… longlive wadehel…
    huray… huray…
    ayo, bikin yang laen lagi…

  58. 58 anggara 29 Mei 2007 pukul 8:47 am

    Inalillahi wa inailahi rojiun, waduh saya bersedih kalau betul anda tidak akan menulis psotingan lagi karena takut dituduh seleb. Menurut ku ini adalah bagian dari kebebasan berkespresi dari pembelajaran yang menariuk telah anda lakukan untuk masyarakat blogger di Indonesia.
    Salam
    kutunggu blogmu yang lain

  59. 59 andrias ekoyuono 29 Mei 2007 pukul 8:47 am

    luar biasa…berhenti di saat puncak, dikau menjadi legenda

  60. 60 jurig 29 Mei 2007 pukul 8:58 am

    tiiiiiidddddaaaaaakkkkkkkk ….

    ini pasti alteregonya wadehel …

  61. 61 ilham 29 Mei 2007 pukul 8:58 am

    Hehehe, the problem of a true man is being a hero, and the hero has committed suicide to be the true hero… what a tragedy!!!

  62. 62 mamabhian 29 Mei 2007 pukul 9:00 am

    yahhh.. sayang donkkkk

  63. 63 n0vri 29 Mei 2007 pukul 9:02 am

    Mas Hel,
    Semoga aja gak jadi mati.
    Kita semua merasa rugi n kehilangan wacana yang segar dan menyengat yang biasa ente lempar…
    Atau kalo udah memutuskan untuk jadi zombie, jangan lupa buat woro-woro ya…

  64. 64 akoedw 29 Mei 2007 pukul 9:10 am

    LHa iya lha saya aja belum baca blog ini lha kok dah RIP duluan
    terus kalo ba ngBLOG lagi mau ngapain??/

  65. 65 ABe 29 Mei 2007 pukul 9:24 am

    sori..playing..bukan palying :P

  66. 66 Kang Tutur 29 Mei 2007 pukul 9:33 am

    Ah, ternyata mati pun sebuah KEPUTUSAN. Selamat Mati, kawan!
    Mudah2an Wak De’Hel gak Go To Hell.
    [mmmmmmmm, ide kematian ini kayaknya nambahin "klik" juga. Ada yang mau meyusul???]

  67. 67 anas 29 Mei 2007 pukul 9:43 am

    bingung, heran, tak percaya. Mau belajar darimana lagi yah, satu sumber telah hilang. Semoga akan datang wadehel yang baru. Klo saya lebih memilih yang nomor 5, dengan harapan sama dengan kang peyek.

  68. 68 Freddy Hernawan 29 Mei 2007 pukul 9:50 am

    bah!!! ini lagi cari sensasi atau apaan..?? udah sadar atau makin gila loe guh..?? apa maksudnya “Hasrat saya untuk menulis sebagai wadehel sudah mati” emangnya selama ini sapa yang nulis..? ataukah ada 2 kepribadian dalam dirimu sehingga kali ini bukan wadehel yang nulis..?

  69. 69 p4ndu_454kura 29 Mei 2007 pukul 9:53 am

    Oi!! Serius Nih??!!!! :twisted:
    Terus nantinya saya belajar dari siapa? :cry:
    Hmm… saya mencium adanya kasus
    [Detective Mode=on]

    Bukan cuma karena numpang “pertamak”

    *Habisi para PertamaxEr dengan spell Creation*

  70. 70 elpalimbani 29 Mei 2007 pukul 10:24 am

    Sayang…matinya tanpa suksesi… :(
    *undang teman2, siap2 main jelangkung online ntar malem*

  71. 71 Bajaj 29 Mei 2007 pukul 10:29 am

    Coba semuanya diam sesaat dan merenung. Mungkin maksud kematian Wadehel agar “mati satu tumbuh seribu”. Seperti matinya Kartini yg menimbulkan gerakan emansipasi wanita di Indonesia, atau Munir yg membuat HAM lebih dipertimbangkan daripada sebelumnya.
    Hayoo!!! siapa yg berminat jadi yg “seribu” itu? Itulah maksud sebenarnya dibalik “pembunuhan” Wadehel.

  72. 72 Dee 29 Mei 2007 pukul 11:06 am

    masih tersisa tanda tanya….

  73. 73 chielicious 29 Mei 2007 pukul 11:15 am

    Berkurang satu deh seleb blog kita~

  74. 74 Dani Iswara 29 Mei 2007 pukul 11:39 am

    sptnya perlu bikin petisi online lg biar blog ini gak diapus..[scr ini sumber ilmu banyak pengguna..]
    silakan available sbg om guh, lainnya atau w a d e h e l™ bangkit kembali..
    semoga tercapai.. :)

  75. 75 neri 29 Mei 2007 pukul 11:41 am

    sibuk ngurusin calon warnetnya ????

  76. 76 neri 29 Mei 2007 pukul 11:46 am

    sibuk ngurusin calon warnetnya ???? GREAT, cara yang elegan Hel……mengundurkan diri di saat beken2nya!!!! :-(

  77. 77 DeDe 29 Mei 2007 pukul 11:48 am

    gemblung,kentir.lah gimana sih,bosen jadi seleb pa?pengen punya privacy,,,,ya wes.ntar malam pada tahlil buat wadehel.semoga tenang kembali ke alamanya,,,,amien,,,amien,,,tuhan memberkati,,,

  78. 78 Dimashusna 29 Mei 2007 pukul 12:02 pm

    jreng,jreng,jreng…. TUTUP LAWANG SIBETAKA !!!

  79. 79 -may- 29 Mei 2007 pukul 12:40 pm

    Wadehel bunuh diri? Tapi akan ada edisi “Wadehel Resurrection” kan?

  80. 80 xwoman 29 Mei 2007 pukul 12:41 pm

    tegakkah kamu melihat kita berduka karena kehilangan seorang teman Hel?

    ah percuma ngomen gini juga ga akan dibaca!!!

  81. 81 manusiasuper 29 Mei 2007 pukul 12:42 pm

    Yah, just wanna say I respect your choice….

    But be back when you need, we’ll always waiting for you..

    *kaya surat cinta…??*

  82. 82 Abu Aqil Al-Atsy 29 Mei 2007 pukul 1:37 pm

    syukurlah, akhirnya …. ?

  83. 83 wargimin 29 Mei 2007 pukul 1:40 pm

    turut berduka cita..
    saya yakin 100% anda tidak akan meninggalkan dunia maya.
    ditunggu reinkarnasinya dalam bentuk wadehel yang baru :)

  84. 84 jejakpena 29 Mei 2007 pukul 2:42 pm

    Ikut berbelasungkawa…
    Padahal jarang-jarang ada orang seperti anda,
    Masa sih begini endingnya?
    :(

  85. 85 Ed 29 Mei 2007 pukul 2:48 pm

    Yaiii sayang banget…………. Kasih tau ya kalo bikin blog baru ;;)

  86. 86 Ku-A 29 Mei 2007 pukul 2:54 pm

    Moga2 bener2 mati. jgn hidup lg klo cm mbuat onar.
    klo mmg mo hidup, yg baik aza

  87. 87 yudhipras 29 Mei 2007 pukul 3:21 pm

    kapan selametan ? makan2™ !!!

  88. 88 joesatch 29 Mei 2007 pukul 3:22 pm

    betul kan?
    banyak yang “bersorak-sorai”….. :(

    hei…hei…
    “kalian” lupa, yang “kalian” klaim sebagai tandemnya masih ada.
    tinggal mencari pasangan oportunis lagi untuk saya bukakan ruang baginya.
    hehehehehehehe! :P

  89. 89 yudhipras 29 Mei 2007 pukul 3:31 pm

    traffic meningkat bung.Hahaha ! selamat kapten !!.

  90. 90 Jingga 29 Mei 2007 pukul 3:43 pm

    Ada gunanya apa kita menulis lagi? Toh beliau tidak akan membacanya. Kenapa Guh? kecewa gagal masuk kabinet waktu resuffle kemaren ?

  91. 91 Asep Mulyana 29 Mei 2007 pukul 3:49 pm

    Anda sudah sampai pada titik puncak ketenaran. Keputusan untuk mati saat berada di puncak itu akan membuat anda menjadi legenda. selamat ya

  92. 92 clukindahose 29 Mei 2007 pukul 4:04 pm

    abaaangggg.. tidaaaaaakkkkk..

    blog yang baru bukan wahedelBagian2.wordpress kan? :D

  93. 93 huta 29 Mei 2007 pukul 4:40 pm
  94. 94 cK 29 Mei 2007 pukul 4:45 pm

    gile…trekbeknya banyak amat o.O

  95. 95 antobilang 29 Mei 2007 pukul 4:47 pm

    *tendang chika*
    jangan OOT, gara2 OOT yang buat wadehel bunuh diri!

  96. 96 aLe 29 Mei 2007 pukul 4:52 pm

    Suer!! salut banget ama kamu Guh,
    di saat kau sudah menjadi ’seleb’ dengan tega membunuh dirimu sendiri dan kau dengan jelas tahu banget efek yang akan di timbulkan setelah ini. dan terbukti sekarang banyak banget salam rindu dan isak tangis menyertai kepergian dirimu. bahkan sorak sorai juga ada.
    entah apakah karena dikau telah bertemu para syalafi dan mereka telah membuatmu untuk memutuskan ‘MATI’ dan bereinkarnasi lagi menjadi yang ‘LEBIH’. Atau entah apakah karena kau ingin menyudahi semua yang telah berlalu. Atau memang ini ’sebuah pilihan’.
    ‘di buang sayang, di simpan percuma’
    berharap untuk kamu berubah fikiran pun kayaknya sudah gak mungkin. karena menjilat ludah sendiri bukanlah sifat seorang wadehel.
    Semoga kematianmu ini meninggalkan kenangan ahir yang indah.
    aLe tunggu reinkarnasi mu yang akan datang.

    seLamat menempuh hidup baru *lhoh*

  97. 97 superkecil 29 Mei 2007 pukul 5:06 pm

    yakin mau “bunuh diri”?

  98. 98 Adil Makmur 29 Mei 2007 pukul 5:34 pm

    Yaaa… kok udahan.. padahal aku belum lama tahu blog ini..

  99. 99 Mr. Fulus 29 Mei 2007 pukul 5:41 pm

    Tak ada lagi wadehel…. What the hell????
    Wadehel telah pupus…. what to do hell…?

    Tapi bagi yang jeli membaca gaya tulisan wadehel, mereka akan menemukannya… di satu sudut blog kecil, dengan semililir angin sawah, kesejukan angin gunung, “empuk”nya nongkrong di gardu pematang sawah… dan obrolan petani-petani yang polos…
    Mungkin itu yang diinginkan uwak..
    Selamat “menyepi” wak… Satu saat mungkin turun gunung lagi…
    dalam wajah yang lain….

  100. 100 Fadli 29 Mei 2007 pukul 7:36 pm

    a Tribute to Wadehel, saya kutipken sebuah lagu dari Ebiet G Ade, dipopulerken tahun 1986.
    Judulnya “Isyu”

    Engkau pasti menuduhku
    Telah bersekutu dengan setan
    Menyangka apa yang ku miliki
    Aku dapat dari dusta

    Engkau mulai kasak-kusuk
    Bergunjing ke sana sini
    Melilitkan isyu di leherku
    Mengipaskan suasana panas

    Entah apa yang harus ku jelaskan
    Aku enggan bicara
    Yang penting suara dalam jiwaku
    Adalah kebenaran
    Biarpun hanya Tuhan yang mendengar

    Engkau pasti menduga-duga
    Aku telan yang bukan milikku
    Coba buka catatan di langit
    Di sana ku simpan kebenaran

    Isyu
    Semuanya hanya isyu.

  101. 101 telmark 29 Mei 2007 pukul 7:45 pm

    Wdh `ga akan bisa mati. dia akan balik lagi dgn pikiran briliannya. pokoknya wdh akan balik lagi, apapun bentuknya. (TITIK).

  102. 102 deKing 29 Mei 2007 pukul 8:59 pm

    Jadi ingat Kurt Cobain (bukan Kurt Zainudin lho :D)
    MAti di saat ada di puncak mungkin memang akan jadi legenda…
    Tetapi yang jelas revolusi tidak akan pernah mati… *ngaco*
    Mari kita semua menghargai keputusan Wadehel…dia pasti sudah mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan hal ini
    Yang jelas kapan pun, dimana pun dan seperti apapun kemunculan barumu … saya siap menyambutnya
    Semoga ini memang pilihan yang tepat..tetapi seandainya ini bukan pilihan yang tepat maka saya pun tetap akan menerima kemunculanmu kembali tetap dalam nama wadehel…

  103. 103 Geddoe 29 Mei 2007 pukul 9:35 pm

    Hapus air mata itu, ia tiadalah berguna.
    Mari teruskan perjuangan sang legenda (halah).

    Habis Wadehel, terbitlah Omaigat :D

    Merdeka!

  104. 104 Akonx 29 Mei 2007 pukul 9:44 pm

    Wah selamat jalan wadehel. Tulisan mu lucu dan sering menyerempet hal hal yang biasanya jarang orang bicarakan, tp nyata ada nya.

    Mengapa harus mati? itu adalah pilihan beliau.

    Tp klo boleh memilih, saya memilih beliau liburan dari pada mati. hehe

    Selamat jalan !

  105. 105 muftisip 29 Mei 2007 pukul 10:27 pm

    Weh, yang bener iki? Kudu layat iki. :(
    Semoga lebih baik di kehidupan berikutnya. Kasih kabar kalo udah reinkarnasi. :(

  106. 106 Someone 29 Mei 2007 pukul 10:33 pm

    Salam,

    Betul-betul sampah…..

    wslm.

  107. 107 wadeheaven 29 Mei 2007 pukul 10:33 pm

    I’m Back

    Janus, evoco vestram animam. Exaudi meam causam. Carpe noctem pro consilio vestro. Veni, appare et nobis monstra quod est infinita potestas. Persona in corpus et sanguinem commutanda est. Vestra sancta praesentia concrescet viscera. Janus! Sume noctem!

  108. 108 wadeheaven 29 Mei 2007 pukul 10:36 pm

    I’m Back

    Janus, evoco vestram animam. Exaudi meam causam. Carpe noctem pro consilio vestro. Veni, appare et nobis monstra quod est infinita potestas. Persona in corpus et sanguinem commutanda est. Vestra sancta praesentia concrescet viscera. Janus! Sume noctem!

  109. 109 wadeheaven 29 Mei 2007 pukul 10:37 pm

    http://wadeheaven.wordpress.com/

    wadeheaven 29th Mei 2007 di 10:36 pm

    I’m Back

    Janus, evoco vestram animam. Exaudi meam causam. Carpe noctem pro consilio vestro. Veni, appare et nobis monstra quod est infinita potestas. Persona in corpus et sanguinem commutanda est. Vestra sancta praesentia concrescet viscera. Janus! Sume noctem!

  110. 110 sora9n 29 Mei 2007 pukul 10:41 pm

    @ wadeheaven

    I’m back apaan…

    Wadehel yang asli bakal lebih cerdas buat nampilin url daripada cara yang ente pake, ngkali… ;)

  111. 111 BuPunSu 29 Mei 2007 pukul 10:42 pm

    Wadehel mati? guh knpa ko nt ambil keputusan untuk bunuh diri sih? dosa guh…….dosa……

    Jadi mo hijrah ya guh kedunia yang baru untuk ngeblog disana ya?…. :D

  112. 112 Kunderemp An-Narkaulipsiy 29 Mei 2007 pukul 10:43 pm

    Waks…
    tampaknya ada yang memanfaatkan kematian wadehel untuk mencari popularitas sesaat™

    bagaimana kita menyaring yang mana wadehel sesungguhnya?

  113. 113 Rizma Adlia 29 Mei 2007 pukul 11:13 pm

    Sora jadi ganas gitu,, tapi iya sih,,

    apaan sih wadeheaven??,, ga penting,, biarin orang lagi berkabung napa,,

    jangan keliatan banget senengnya,,

  114. 114 pramur 29 Mei 2007 pukul 11:19 pm

    Numpang nimbrung nih Mas…
    Masoloh

    Apa saya tidak salah baca? Bukankah Iblis takkan pernah mati? Pembunuhan karakter kah?

    Buat teman-teman semua, kita harus menghidupkan wadehel kembali. Demi Tuhan dari semua orang, kita harus bersatupadu untuk mengerjakan hal absurd sekalipun! Cari artikel ttg menghidupkan orang yang udah mati, gali kembali dokumentasi yang dibuat Isa as soal mukjizatnya, kalau perlu kita buat petisi tandingan yang kelasnya lebih elit dari kasus IPDN agar Wadehel kembali berjaya. Kita tak boleh menyerah teman2!

    Siapa lagi yang mau berdakwah dalam menghilangkan tabiat maling di negeri ini dengan mengajak menggunakan sistem operasi yang jelas kehalalannya? Siapa lagi yang kebal terhadap segala macam wujud makian? Siapa lagi yang menjadi panutan kita dalam belajar bersarkas-sarkas menulis? Siapa lagi yang … ah, sudahlah!

    Tidak Bung Wadehel… Tidak! Anda, sekali-kali tak kan pernah boleh mati. Kematian bagi Anda adalah kematian bagi dunia blog, kehampaan kehidupan, dan kacaunya peredaran benda-benda angkasa. Anda bagai Nabi, bagi orang-orang yang menganggap Anda begitu. Musuh-musuh kita akan tertawa terbahak terkentut-kentut membahana, Bung! Sekali lagi: Anda tak boleh mati!!

    Apapun akan kami lakukan demi membangkitkan jasad Anda. Kami yakin, Tuhan masih menempatkan Anda di dunia yang terawang-awang, tak jelas, antara dunia sebenarnya dan akhirat. Kami tahu, bahwa Anda ruh Anda masih mengambang berselancar di antara mega-mega alam lain. Kontrak dengan setan, menukar jiwa, terambilnya setengah dari waktu sisa usia, bermain voodoo or jelangkung, mendatangkan dukun dari pelbagai penjuru bumi, apapun, akan kami korbankan demi hadirnya Anda kembali di dunia blog.

    Tolong pikirkan orang-orang yang belum memperoleh hidayah.
    Ada berjuta orang yang menginginkan Anda kembali dalam hakikat aseli.
    Jangan egois dengan lebih dulu menikmati 70000 bidadari.
    Masih banyak mimpi2 yang belum terlaksana oleh bangsa ini.

    Kami semua tak rela memasang obituari di KOMPAS dalam bentuk dua halaman penuh, karena kami yakin wadehel belum mati, selain karena kami juga tak cukup uang untuk itu. Dapatkah Anda bayangkan betapa gembiranya mereka-mereka yang bersembunyi di balik topeng dakwah komersil? Mereka akan berbahagia bila tak ada yang mengawasi.

    Mengapa? Mengapa? Mengapa?
    Apakah kami telah berdosa kepadamu guru?
    Katakanlah pada kami, bahwa semua ini hanya senda gurau belaka, tipu daya mutakhir, atau joke of the century.
    Katakan…

    Ataukah ada di antara kami yang alpa lagi lupa tanpa bermohon maaf padamu?
    Janganlah kau hukum kami, hanya karena kelakuan segelintir orang sahaja, Tuanku…
    Haruskah kami mencari nabi baru?
    Tak mahfumkah engkau wahai Tuanku, akan lahir wadehel2 palsu, yang dengan bangganya berkata “Akulah Nabi selanjutnya!”

    Kami menunggu balasan dari Anda.

    Terima kasih.

  115. 115 Geddoe 29 Mei 2007 pukul 11:32 pm

    Yang ingin berkabung, teruskan perjuangan Wadehel…

  116. 116 Kunderemp An-Narkaulipsiy 29 Mei 2007 pukul 11:35 pm

    [...]Wadehel, jujur saja, yang tidak kusuka darimu adalah, kau terlalu dilandasi oleh kebencian. Akhirnya lama-lama tulisanmu monoton dan tidak menarik.

    Tapi itu cerita lain…

    Jujur saja, Hel…
    aku agak kecewa ketika kau tiba-tiba memutuskan untuk mati.
    Hey.. you’re not even one year old.

    — truncated —

    Tentu kau juga kenal Priyadi, kan? Sudah berapa musuh yang ia buat? Sudah berapa pertikaian muncul di komentarnya? Dan ia masih tetap bertengger di sarangnya.

    Jujur saja, aku tidak merindukanmu.
    Aku malah senang kau tewas, bukan karena aku musuhmu, tetapi karena kau sedang dipuja-puja berlebihan saat ini. Lihat saja, betapa banyak yang merindukanmu dan betapa banyak yang mensyukuri kematianmu.
    [...]

  117. 117 fertobhades 30 Mei 2007 pukul 12:31 am

    wadehel yang mati atau idenya yang mati ? :-)

  118. 118 habibillah 30 Mei 2007 pukul 7:40 am

    ya………… sayang dech!!!1

  119. 119 Fourtynine 30 Mei 2007 pukul 10:07 am

    Innalillahi apa alhamdulillah Ya????????????????

  120. 120 Thamrin 30 Mei 2007 pukul 10:34 am

    Saya selalu telat kalau soal bunuh diri nih. Tapi mau dikremasi atau dikubur Mas? Lantas kalau kremasi abunya disebar dimana? WordPress kah, blogspot, atau yang lain?

  121. 121 orangbiasa 30 Mei 2007 pukul 11:18 am

    dah lah, biarin si teguh berpikir lebih jernih dulu.
    buat blog nih, yang udah mati ya udah, jangan dibicarakan keburukannya lagi. bicara baiknya aja, asal dalam tataran yang jujur.

  122. 122 astikirna 30 Mei 2007 pukul 11:56 am

    Pak De ojok mati a… sego pecel iseh enak lho pak de… Nggko tak bawain wes… asli soko medion… ya pak de… ojok mati sek… paling engga ditunda beberapa minggu lagi… sampe ada yang menggantikanmu ato yang mencampakkan mu dari dunia ini… :-D

    Peace pakde…

  123. 123 artul 30 Mei 2007 pukul 12:55 pm

    Eh ternyata mati beneran yah? Komen pun tiada berbalas… Apa iya, mudah-mudahan cuma mati suri.

  124. 124 orang luar biasa 30 Mei 2007 pukul 1:42 pm

    kematian yg sia sia

  125. 125 malaikat maut 30 Mei 2007 pukul 1:55 pm

    wadehel emang ga ada apa apa nya …..

  126. 126 aufklarung 30 Mei 2007 pukul 2:20 pm

    mati hidup wadehel/teguh, semoga dapat kemuliaan!

  127. 127 bayuleo 30 Mei 2007 pukul 2:33 pm

    selamat jalan ke surga

  128. 128 wadehelo 30 Mei 2007 pukul 3:01 pm

    la…la…la…la…

  129. 129 wadehelo 30 Mei 2007 pukul 3:03 pm

    la..la..la..la..

  130. 130 papabonbon 30 Mei 2007 pukul 3:38 pm

    yah, abis blog multiply dimatiin, trus wprdpress dimatiin juga. elo habis dikejar para pemburu syariah itu yah, hel .. :D kayaknya mereka kan lagi aktif banget memborbardir semua blog yg tidak ssesuai dgn mereka.

  131. 131 lilamr 30 Mei 2007 pukul 3:50 pm

    kayaknya sih mo ngetes ketenaran… iyakan… ;p

  132. 132 petroek 30 Mei 2007 pukul 3:53 pm

    Satu lagi ‘orang gila’ yang mati……
    Duh, Hel..Hel…
    Coba ada 100 orang kaya anda, pasti ni bangsa hebat…..
    btw welcome to be a ordinary person….

  133. 133 calonorangtenarsedunia 30 Mei 2007 pukul 4:17 pm

    yg ping banyak bgt,,

    ini serius??

    ajal sudah menjemput??

    si salafy2 bisa girang km mati…

    kalo masuk surga titip salam ya buat Allah

  134. 134 cakmoki 30 Mei 2007 pukul 5:08 pm
  135. 135 Someelse 30 Mei 2007 pukul 5:56 pm

    Assalamu’alaikum…

    Baiknya kamu begini aja Hel…!

    http://imajr.com/wadehel_82554

    Wslm.

  136. 136 JohansAlbert 30 Mei 2007 pukul 6:12 pm

    Yang penting kalau mau bangkit lagi tetap di jalur yang benar ya. Jangan pindah ke blogspot trus bikin blog cabul.

  137. 137 antobilang 30 Mei 2007 pukul 6:57 pm

    Someelse
    saya tahu, tak ada gunanya menanggapi anda, karena anda tak cukup jantan untuk mencantumkan link…(bawa2 islam lagi)….

    tapi…keputusan wadehel untuk mendelete atau tidak itu terserah di wadehel…

  138. 138 A. Pangestu 30 Mei 2007 pukul 7:28 pm

    ada apa nih………..??????????
    suatu saat dirimu akan merindukan saat-saat kepopuleranmu………..

    “Perjalanan di kehidupan lampau memberikan sebuah refleksi konstruktif dan korektif untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia itu sendiri.”

  139. 139 Death Berry Ille-Bellisima 30 Mei 2007 pukul 7:44 pm

    Someelse

    Rencana yang tak berguna.

  140. 140 halludba72623 30 Mei 2007 pukul 8:15 pm

    bayangan sudah lenyap, ditikam oleh pisau sang asli.
    tidak ada darah, tidak ada apa-apa. hanya kenangan masa lalu yang terlupa.
    melanjutkan kehidupan, tidak menoleh ke belakang.

    *teringat novel rhadamantus*

    selamat tinggal, selamat melanjutkan kehidupan nyata. :)

  141. 141 starboard 30 Mei 2007 pukul 9:57 pm

    kapan mo di kuburnya?

  142. 142 Zhmee Altratimuri 31 Mei 2007 pukul 1:33 am

    Apa kamu termasuk orang yang sadar kalau menulis di blog hanya sekedar onani kata2, lebih baik nggak usah… Kalau menulis di blog tak memiliki pencerahan, untukl apa? lebih baik bunuh diri. Setuju sama wadehel

  143. 143 Zhmee Altratimuri 31 Mei 2007 pukul 1:36 am

    Wadehel telah insaf dari onani kata-kata yang sering dilakukannya. Yang lain kapa?

  144. 144 Zhmee Altratimuri 31 Mei 2007 pukul 1:37 am

    Wadehel telah insaf dari onani kata-kata yang sering dilakukannya. Yang lain kapan menyusul?

  145. 145 antobilang 31 Mei 2007 pukul 6:31 am

    Zhmee Altratimuri
    ohya? serius lo? ga salah? punya blog juga? hihihiihihihi

  146. 146 Aleks 31 Mei 2007 pukul 7:40 am

    Guh, jangan mati dulu donk. Dikau belum masukin link daku. Huhuhu, teganya!!! ;_; ;_;

    Semoga Anda cepat bereinkarnasi dan kembali ke pangkuan wordpress (ato web blog yang lain). Para umatmu akan selalu setia mendukung dan melanjutkan perjuanganmu.

    Salam cheers

  147. 147 Lily 31 Mei 2007 pukul 8:21 am

    Fiuh..
    Blog ini udah jadi url kedua yg gue buka setelah email setiap kali gue online, sangking gue sukanya..

    Sadly,
    I barely ever drop a comment..
    Berhubung gue ngerasa penulisnya sangat pintar,
    cermat dalam memilih kata dan sangat berhati-hati,
    sepertinya setiap kata (baiknya yang ditampilkan secara apa adanya maupun yang dicoret..),
    sudah dipikirkan dengan baik..

    Tidak heran kalau beliau sering mengaku,
    untuk menulis sebuah postingan dibutuhkan waktu 2 - 4 jam,
    cukup cepat sebenarnya untuk hasil secermat itu. :)
    And I love the game of words.. ;)

    Good bye Wadehel a.k.a. Teguh..
    Agak sayang sebenarnya karena gue gak pernah mengenal beliau secara pribadi..
    Have a better life, then.. ;)

    PS: I don’t put an url since I don’t have a blog, an active blog.. ;p

  148. 148 peterbaru 31 Mei 2007 pukul 11:14 am

    well..wadehell…
    kena batu ya, kesandung, berdarah, kapok ya….
    lu lagi dapet skenario nyo film Tom Hanks ‘conspiracy theory’ ya?
    i hope not coz…yap mungkin ini saatnya lu pegi…tapi gw yakin lu bakal balik lagi cos wordpress udah ngalir di darah lu…

  149. 149 Wahyunansyah 31 Mei 2007 pukul 11:30 am

    “apabila seseorang meninggal, tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat menolongnya kecuali 3 hal ”

    1. Posting yang bermanfaat yang diamalkan para blogger.
    (ada enggak ya ? manfaatnya ?)
    2. Doa blogger yatim,
    yang selama ini link blognya belum masuk dalam list wadehel
    (makanya masukin link aku ya.., nanti aku doakan biar masuk syurga lt 7)
    3. Harta dan uang yang disumbangkan ke blogger lain
    (perlu no rekening ???…)

  150. 150 insanayu 31 Mei 2007 pukul 11:45 am

    jangan mati dunkkk… aku termasuk penggemar gelap mu lhoo… *gombal*

  151. 151 cakmoki 31 Mei 2007 pukul 12:28 pm

    haduhh komen saya di atas, salah tulis tag tuh, maaf semuanya.
    Oke kawan, selamat jalan. Percayalah, tulisan di sini adalah nostalgia indah bagi saya.

  152. 152 Death Berry Ille-Bellisima 31 Mei 2007 pukul 1:45 pm

    Zhmee Altratimuri

    Kamu, pulang. :mrgreen:

    Ikut Wahaby sana.

  153. 153 siNung 1 Juni 2007 pukul 1:54 am

    salam kenal untuk (almarhum) wadehel :)

    > Ini sekedar pemberitahuan, bahwa saya, Teguh, orang yang ada di balik
    > blog Wadehel, sudah memutuskan untuk mematikan Wadehel.

    langkah berikutnya mendatangi notaris,
    untuk membuat nama baru,

    kapan undangan aqiqah ?

    :)

    siNung
    (comment pertama di blog [almarhum]wadehel)

  154. 154 orangbiasa 1 Juni 2007 pukul 5:53 pm

    peringatan penting:

    hati-hati!! ORANG BIASANYA MENGKULTUSKAN YANG TELAH MATI
    bahkan pengkultusan itu: BISA DILUAR LOGIKA

    sekarang sudahilah semua ini.
    sadarlah teman-teman

    WADEHEL TELAH MATI

  155. 155 Rizma Adlia 1 Juni 2007 pukul 6:05 pm

    @ orang biasa

    iya,, bakal diinget tuh sarannya,,

  156. 156 rajaiblis 2 Juni 2007 pukul 12:21 am

    ya … mati ya … ?
    ya sudah … toh blognya gak dibawa ke kubur juga toh ?
    cuma buat menuhin servernya wordpress …

    wakkakkakaaaa …

  157. 157 coretmoret 2 Juni 2007 pukul 10:26 am

    setiap niat ada pilihan …
    setiap langkah ada tujuan …
    setiap sebab ada akibat …
    setiap ada wadehel/teguh biasanya ada yang menarik …
    setiap jejak meninggalkan pengikut …
    masih ada kok tulisan/artikel/opini sejenis …
    tapi mungkin (apa yang dipikirkan wadehel) ada yang lebih masuk akal untuk dikerjakan …

  158. 158 rickisaputra 2 Juni 2007 pukul 7:48 pm

    semoga bisa lebih baik kelak..
    ditunggu kelahiran nya kembali..

    *)pendatang baru..