Debat Kusir Tak Berguna hah? Hah? HAH???

Tulisan ini muncul setelah membaca opini Peyek: Sudah basi, jangan mulai lagi. Ditambah lagi banyak komentar senada yang menganggap perdebatan yang bermula dari keresahan AMD (dan banyak orang lain) akan aktivitas dakwah Salafy di blogosphere sebagai DEBAT KUSIR TAK BERGUNA.

Mungkin orang-orang yang kemarin terlibat, memilih menerima saja bila keributan yang mereka ramaikan kemarin diberi stempel DEBAT KUSIR tak berguna. Tapi saya tidak, ego saya yang mungkin sudah segede ANJING ini tidak bisa menerima.

Ini adalah tulisan pembelaan diri. Dan tulisan ini saya dedikasikan untuk anda semua YANG meyakini kericuhan kemarin hanyalah sebuah debat kusir tak berguna, anda yang tidak mau melihat kebaikan dibaliknya. Berikut ini saya tuliskan beberapa hal yang mungkin bisa membuat mata anda terbuka lebih lebar.

EFEK BAIK, (tentunya baik menurut saya, entah menurut anda):

  1. Membuka Mata
    Membuat orang sadar, bahwa usaha-usaha PEMBODOHAN, CUCI OTAK, dan PECAH BELAH yang dilakukan secara sistematis itu memang ADA dan NYATA. Dilakukan oleh para ULAMA BUSUK dengan dakwah yang selalu mengumbar cap sesat, kafir, bid’ah, dan anjing pada golongan lain.
  2. Membuat Para Orang Tua Waspada
    Orang tua bisa khawatir dan terpaksa mempertimbangkan, akan ke sekolah mana mereka memasukkan anaknya. PESANTREN TERORIS pencetak bomber bunuh diri, atau PESANTREN DAMAI yang mengajarkan kasih sayang. Sekolah bertema religius yang penuh ajaran ‘kebencian dan perpecahan’, atau sekolah yang mengajarkan budi pekerti dan kemanusiaan? Mereka juga bisa mulai mengawasi pergaulan anak-anaknya.
  3. Belajar Berbeda Pendapat, TANPA terjebak ad hominem.
    Kesempatan untuk beda pendapat, dan mengapresiasi pendapat orang lain tanpa mengANJING-ANJINGkan lawan itu perlu dipelajari. Bahkan oleh ulama sekalipun, terutama oleh para ulama yang PAKAR PENGANJINGAN. Kalau saya yang jahel, teranjingkan dan tidak mengerti Qur’an sih jelas perlu banyak banget belajar, para ulama tak perlu iri.
  4. Melatih daya nalar dan kritisi
    Untuk orang-orang bodoh seperti saya, untuk sekedar ngeyel pun perlu memaksa otak bekerja. Saya harus berhenti main game dan mengurangi tidur hanya untuk bisa ngeyel. Tulisan inipun lebih dari perlu lebih dari 4 jam (maaf, disambi conference, blogwalking dan RT4). Dan ini sama saja olahraga otak. Buat anak-anak yang lain, mungkin efeknya akan lebih baik, mereka bisa jadikan ini sebagai kesempatan belajar adu argumen atau hal positif lainnya.
  5. Belajar Mengendalikan emosi
    Belajar tidak terlalu terlibat secara emosi dengan apa yang sedang ditonton. Ini beda dengan tidak ber-empati lho. Nyatanya seringkali kita ikut sebel, ikut PANAS, ubun-ubun ikut NGEBUL, ikut MENGANJING-ANJINGKAN dan membusuk-busukkan pihak-pihak tertentu. Anger management yang masih selalu gagal? Ayo sama-sama belajar lagi.
  6. Mempraktekkan teori-teori pinjaman
    Belajar tak cukup hanya dengan membaca. Perlu juga dipraktekkan, perlu dilakoni. Mungkin Islam (atau agama apapun) mengajarkan damai. Nah di blogosphere, terutama dalam kericuhan-kericuhan seperti kemarin, sebenarnya bisa jadi ladang tempat latihan menerapkan ajaran-ajaran agama kita itu. Bisa dimanfaatkan untuk menganjingkan, membagikan stempel kafir dan sesat. Atau anda bisa juga memanfaatkannya untuk belajar cerdas dan mencerdaskan, berbagi kasih dan propaganda kebersamaan. Atau… bisa juga untuk belajar menerapkan trik pembodohan yang paling jitu. Semua tergantung apa yang anda tafsirkan dari ajaran agama anda.
  7. Menyingkap HIJAB, membongkar topeng.
    Saya TIDAK ingin menuduh siapapun. Tapi dalam perdebatan yang hot dan menyulut emosi, akan terungkap mana ulama yang sejati, yang memang melakoni ajarannya. Akan terungkap juga mana Ulama Busuk yang cuma bisa copy paste dan syirik, menuhankan tafsir dari orang tertentu. Terungkap mana yang agen pembodohan tukang pecah belah. Akan terungkap pula mana bodoh sejati sok tau seperti saya ini. Meski bodoh, tapi saya yakin masih lebih baik daripada jadi agen-agen pembusukkan yang berusaha membusukkan Islam dari dalam.
  8. Cukup… Ada yang mau menambahkan?

Lalu….

EFEK BURUK?

Saya yakin anda punya daftar yang lebih panjang sehingga bisa memvonis bahwa kerusuhan kecil kemarin itu sebagai DEBAT KUSIR TAK BERGUNA. Silahkan berbagi.

KESIMPULAN… *lho?*

Saya tak ingin berburuk sangka, tapi ini prasangka busuk saya semakin menjadi-jadi setelah membaca tulisan herman tentang dibreidelnya Wimar’s world. Padahal belum lama ini Republik Mimpi atauapagitu? Di luar sana, segala sesuatu yang membuat rakyat melek dan kritis MEMANG SELALU dibreidel dan dienyahkan. Beberapa penguasa memang ingin terus membodohkan rakyat agar mereka tetap bisa berkuasa. Para penguasa yang berkuasa atas kedunguan rakyatnya memang lebih suka kalau kita berpikir dengan pola “Masa bodo ah… Emang Gue Pikirin!??!”

Dan di blogosphere ini, pen-debatkusirangakmutu kerusuhan kemarin, mungkin sekali memiliki esensi yang sama: mengatasnamakan perdamaian, sambil mematikan daya kritis dengan MEMBUAT MALU / TAKUT pihak-pihak yang terlibat. Setelah ini lalu apa? Apakah yang tetap ngeyel akan dipenggal atau disalib? Beruntunglah mereka yang anonim.

JANGAN DIAM

Konon kata bob dylan: don’t criticize what you don’t understand. Tapi apakah kita biarkan saja para ulama busuk yang paham betul cara memutilasi dan copy paste ayat menggunakannya untuk menebar terror, permusuhan dan pecah belah? Apakah kita diam dan berlindung dibalik pembenaran: Emang Gue Pikirin!?! Saya memang cuma bisa bersuara sambil membusuk-busukkan, anda yang lebih tahu harusnya jangan diam atau berusaha membungkam… hiks…hiks… Yang tidak tahu pun harusnya juga mau cari tahu supaya tidak terus dibodohi dan diadudomba. Ingat, kebangsatan hanya bisa berkuasa kalau orang-orang bukan bangsat seperti anda terus berfaham “Emang Gue Pikirin?!! Mending ngurus perut sendiri.”

TAK MALU LAGI :P

30 menit yang lalu saya memang malu, mungkin hal yang sama juga dialami para provokator dan terutama sang Pakar Penganjingan (maaf, tanpa link, percuma, tar juga dibreidel kan) sampai merasa perlu menelan postingnya kembali. Mereka semua mungkin terhipnotis, dan berhalusinasi: “ooh, jadi kemarin itu saya terlibat dalam kesia-siaan toh….”

Ya, sekarang sudah tidak malu lagi, sekarang saya sudah pakai celana dan ego saya, dengan memanfaatkan sedikit ilmu pinjaman hasil kulakan kanan kiri, sudah membela diri… pokoknya puwas.. puwass!!! *tertawa ndeso*

Memang ini pasti hanya sementara, sebentar lagi mungkin saya malah akan lebih malu. Tapi biar saja, toh di alam ini tak ada sesuatupun yang kekal. bTul???

Ok, sekian, mari kita tinggalkan segala yang basi, dan jangan pernah ragu untuk bersuara dan menentang segala aksi pembodohan. Maaf pingnya tak lengkap, bila anda yang merasa blog atau idenyanya dibahas tapi tidak mendapat ping, mohon memberi tahu, nanti akan saya sisipkan linknya :)

92 Responses to “Debat Kusir Tak Berguna hah? Hah? HAH???”


  1. 1 dewo 4 April 2007 pukul 5:42 pm

    Setuju dgn Wadehel. Mari kita tegakkan hukum kasih. GBU.

  2. 3 sora9n 4 April 2007 pukul 6:03 pm

    @ Mr. Geddoe

    Enggak tuh… :D

    @ wadehel

    Lha, yang berguna itu ‘debat cerdas’, bukan ‘debat kusir’… (main istilah :P )

    Masalahnya kan banyak yang sudut pandangnya aja berbeda, apalagi kalau udah berkaitan sama istilah. Kayak “pacaran”-nya si Joe sama pacarannya para ‘ikhwan’; posisi dalil terhadap akal; dll. Kalau itu aja nggak ketemu kesamaan pandang, ya sampai kapanpun nggak bakal ada sepakat… :?

    Harus ada kesamaan persepsi dulu sih di situ.

    Btw, “debat kusir” bukannya istilah karena kusir berdebat tanpa ilmu? Makanya nggak jelas ujung-pangkalnya. (CMIIW)

  3. 4 Mr. Geddoe 4 April 2007 pukul 6:03 pm

    Ah, tidak. Padahal niat hattrick :(

  4. 5 yudhipras 4 April 2007 pukul 6:03 pm

    wahahahhahahaha……. jebakan betmen.Njrit !!!

  5. 6 tjokro 4 April 2007 pukul 6:29 pm

    debat kusir terjadi ketika pijakan paradigma yang di panggul tidak sama dan masing2 pihak tidak dapat/tidak mau melakukan passing over terhadap apa yang di yakini nya.
    tulisan yang bagus……..(*logat ala pak tino sidin alm)
    :)

  6. 7 alle 4 April 2007 pukul 6:42 pm

    solusi klo kita gak debat kusir tapi menginginkan ‘8 Efek Baik’ itu apa yah kira2?

  7. 8 calupict 4 April 2007 pukul 6:45 pm

    Yang namanya debat berguna. Terutama buat para lawyer soalnya ngasilin duit. :P

  8. 9 Fourtynine 4 April 2007 pukul 6:49 pm

    Dalam debat kusir. Terlihat kapasitas otak. Apakah sebesar batu kerikil, ataukah sebesar sebiji kacang ijo? kalau cuma mengutip, kira kira sebesar apa kapasitas otak anda?

  9. 10 Mr. Geddoe 4 April 2007 pukul 6:51 pm

    Debat ini ‘kan seenggaknya membuka mata. Contohnya masih ada di Indonesia yang menolak teori heliosentris. Berarti pendidikan masih harus diperbaiki. Konspirasi juga jadi kelihatan.

    Bukan debat kusir :P

  10. 11 Nova 4 April 2007 pukul 7:53 pm

    saya udah memberi comment tapi gak diijinkan untuk terbit oleh kang Abu
    yah udah jangan debat lagi deh, mending sekarang kita kembali ke lap…..top
    * kening berkerut sambil baca tulisan2 kecil di laptop ala wong ndeso *

  11. 12 fertobhades 4 April 2007 pukul 8:18 pm

    Debat kusir (bahasa kerennya : argumen sirkular) apapun itu pasti punya manfaat. Mungkin bukan dari ISI apa yang didiskusikan, tapi setidaknya dari sisi personal (yang disebutkan mas wadehel diatas) ada manfaatnya.

    *budayakan berdebat*

  12. 13 arifkurniawan 4 April 2007 pukul 8:57 pm

    Iya, Hel. Bener kamu. Kadang-kadang warga (termasuk saya) tentunya lupa, bahwa berdebat itu perlu.
    Sedikit berdebat, disangka menyulut perang. Itu yang berbahaya.

    Lebih baik berdebat daripada memelihara kegoblokan. Lebih baik memelihara kambing daripada memelihara kebodohan.

    Damai itu baik. Namun bukan berarti dapat disalahgunakan dengan semena-mena. Perdamaian itu indah, namun konsepnya sering disalahartikan.
    Contoh kalimat: “Pak, damai aja yaa? Saya males nih kalo ngambil SIM di pengadilan”.

    Bangsa Indonesia, sejak dijajah otaknya selama 32 tahun antara tahun 1965-1997 sudah takut berdebat. Sebab sedikit berdebat, dianggap subversif!

    Ayo sini coba debat saya… Hehehe

  13. 14 grandiosa12 4 April 2007 pukul 9:11 pm

    *gelar tiker sambil ngemil kacang* nonton ah..

  14. 15 abdulsomad 4 April 2007 pukul 9:33 pm

    Assalamualaikum wr wb
    Comments yg ga nyambung, hasil pengamatan saya dari beberapa postingan terakhir wadehel, yg mungkin juga salah (Hanya ALLAH yg MAHA TAHU) tapi bisa sebagai masukan buat wadehel,

    Sebetulnya jiwa Wadehel sedang gundah, dan dia sedang mencari, tapi dia sendiri tak tau apa yang hilang? dia menginginkan sesuatu tetapi dia sendiri tak tau apa kehendaknya?

    Dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila daging tersebut baik maka baik lah seluruh anggota tubuh manusia tersebut, apabila buruk daging tersebut maka buruklah seluruh anggota badan manusia tersebut. Daging itu adalah HATI manusia.
    Apabila manusia itu mejadi baik harus ada usaha untuk me manajemen HATI nya, dengan apa me”menej” HATI manusia? tak ada cara lain selain mengisinya dengan Kecintaan kepada TUHAN nya ALLAH AZZA WAJALLA.

  15. 16 joesatch 4 April 2007 pukul 9:36 pm

    saya juga nggak menganggap ini debat kusir, kok.

    dan saya juga ga akan pernah diam selama masih ada paham “pokoknya” itu :)

  16. 17 Mr. Geddoe 4 April 2007 pukul 9:54 pm

    Mengisi hati dengan kecintaan pada Allah. Tentu. Saya juga selalu berusaha begitu.

    Karena itulah saya tidak rela Allah yang saya usahakan untuk cintai itu dipandang orang sebagai Tuhan yang tiran dan ndeso. Saya tidak terima Allah yang Maha Pengasih itu dijadikan alasan buat membantai. Dijadikan asas buat mengafirkan orang.

  17. 18 cK 4 April 2007 pukul 9:58 pm

    debat kusir? delmannya mana?? :P

  18. 19 abdulsomad 4 April 2007 pukul 10:01 pm

    Assalamualaikum wr wb

    belum tidur joe?

  19. 20 abdulsomad 4 April 2007 pukul 10:03 pm

    bikin comment nyambung malah jadi tegang
    bikin comments gak nyambung ahhhhhhhhhh
    he he he he
    gimana joe…
    jaka sembung makan getuk
    mata saya ngantuk

  20. 21 Biho 4 April 2007 pukul 10:34 pm

    mari jo… kita samua pelihara itu beda pendapat :D

  21. 22 Amd 4 April 2007 pukul 10:47 pm

    Wah, saya sih sebenernya juga ndak terima dibilang memicu debat kusir, lah wong banyak juga yang merasa tercerahkan dan sekarang bisa melihat peta permasalahannya dengan lebih jelas, mana yang asal copy paste dan mana yang menuhankan akal :D .

    Kecuali bagi yang emang takut malas mikir dan lebih memilih ngeyel seadanya, kejadian besar ini mungkin akan tetap dicap debatkusirgakbermutu.

    Yang jelas mind opener dan belajar untuk tidak menyerang pribadi, tapi pemikirannya itu yang saya setuju banget. Semoga kita semua bisa lebih banyak belajar.

  22. 23 mardun 4 April 2007 pukul 11:38 pm

    oot, maksudnya debat kusir itu apa ya? hubungannya sama kusir?

  23. 24 peyek 4 April 2007 pukul 11:45 pm

    Om dehel, ma’af habis ngopi, cangkruk, dan merokok, eits tapi islami lho om, soale berjama’ah sesama perokok.

    Ini hanya komentar, sabar om, ego anda boleh segede anjing, tapi nggak nyokot kan? he…he…he…

    Sekedar meluruskan, saya ndak pernah membagikan stempel debat kusir, tapi saya cuman bertanya apa debat ini nggak debat kusir?, seperti komentar saya ditulisan njenengan yang ini.dan njenengan memberi komen balik dengan ini, jawaban anda adalah “minta penjelasan, bukan debat kusir bung”.

    jujur saya setuju dengan anda, debat yang mencerdaskan, tanpa kata-kata kasar, itu debat yang mendidik, kita bertanya sama ulama dengan halus, wajib bagi ulama untuk menjawab pertanyaan kita dengan halus juga, ganti ulama yang bertanya dengan halus kitapun menjawabnya dengan santun, indah kan om? bukan debatnya yang salah, tapi caranya berdebat yang salah. kalo debat dengan kata kasar, dalam kasus ini, entah mereka yang mulai atau kita yang mulai, terus kita menanggapinya dengan kasar pula itu yang saya maksudkan dengan debat kusir, sumpel-sumplean Qur’an dengan hadist sambil misuh-misuh ini yg saya maksut debat kusir,CMIIW.

    Berdalih di balik kata damai?, menurut pendapat saya pribadi sayapun ndak setuju, demi damai lebih baik diam, bagi saya enggak! keluarkan pendapat anda jika lain, tanyakan jika masih mengganjal di hati, bukankah harusnya demikian?, nilai kebaikan dibalik debat? sayapun setuju dengan njenengan.

    Andapun tidak perlu membela diri karena ndak ada yang salah dengan diri anda dan orang-orang yang sependapat dengan anda sejauh saya membaca tulisan-tulisan njenengan, toh saya melahap semua tulisan anda dan komen-komen anda di blog orang lain, meskipun ndak gampang juga mencerna tulisan-tulisan anda, tentu bagi kebakaran jenggot akan menanggapinya dengan panas, dan toh anda juga sudah memberikan peringatan sebelumnya di blog anda.

    sedangkan saya? he…he…he…hoax, sik om tak ngorokok sak sedotan dhisik!.

    saya nggak perlu membela diri, karena sudah nggak punya harga diri he..he… apalagi yang namanya kehormatan, orang boleh mencerca habis-habisan tulisan saya tentang ini, monggo, sayapun nggak membreidel pendapat orang lain entah kalo terjerat om kismet, karena saya nggak pernah memaksakan mereka untuk sependapat dengan saya, berbeda itu indah, berbeda adalah berkah. demikian dengan debat tanpa misuh, jika ini yang anda maksudkan.

    Efek Baik

    Membuka Mata
    Ulama busuk yang melakukan pembodohan? saya nggak menutup-nutupi hal ini, sudah jelas di tulisan saya om. Ada & Nyata. tapi apa kita nggak akan mengakui kalo masih ada ulama yang bener. yang memberikan pembelajaran yang bener dan tentu mau berdebat dengan orang seperti saya yang miskin ilmu ini dengan santun dan lebih manusiawi tanpa misuh supaya bukan saya bilang debat kusir?

    Membuat Para Orang Tua Waspada
    Setuju, waspada, wara’ ajaran ulama juga, berarti nggak semua pesantren busuk, seperti komentar anda disini

    Belajar Berbeda Pendapat
    yo’i, tentu bukan lantaran beda terus kita menanggapi dengan kasar juga kan.

    Melatih daya nalar dan kritisi
    dengan mengadu argumen?, silahkan, tapi nggak setuju jika mengadu pisuhan, Qur’an dan hadist diikuti meso-meso, apalagi misuhi yang lain terlebih sodara sendiri.

    Belajar Mengendalikan emosi
    Nah inilah point debat kusir, nggak perlu didebat soal ini kan om!.

    Mempraktekkan teori-teori pinjaman
    “Belajar tak cukup hanya dengan membaca. Perlu juga dipraktekkan, perlu dilakoni” nah om, saya setuju untuk yang ini, ulama yang bener tentu sudah banyak yang melakoni daripada yang menghakimi, ke ulama yang seperti inilah tempat kita bertanya, ulama seperti inilah
    tempat kita menimba ilmu tentu sekali lagi dengan santun, kalo mau buat rumah datanglah ke tukang arsitektur bukan ke tukang sayur, gitu kan om? CMIIW.Apa yang ada dalam bayangan kita, jika ilmu agama tinggal tulisan kitab, tanpa kita tahu dan belajar pada orang-orang yang sudah melakoninya?

    Menyingkap HIJAB, membongkar topeng.
    sayapun tidak menuduh siapapun, sekali lagi tidak menuduh siapapun, tapi saya menyayangkan debat dengan misuh-misuh, dan inilah yang saya maksud debat kusir. Dan kan nggak perlu menyulut jubah ulama untuk mengungkap ulama sejati atau ulama busuk, tentu kitapun bisa merasakan mana yg busuk dan mana yg tidak dengan hati kita tanpa menggunduli jenggot mereka.

    Cukup… Ada yang mau menambahkan?
    hayo yg lain, silakan beradu argumen dengan keilmuan anda, tapi boleh kan saya menyarankan? dengan kepala dingin dan santun tentunya, tanpa “pembangsatan” yang lain, tanpa kata “pokoke aku sing bener”. Dan sayapun nggak akan mengatakan kalo anda sedang debat kusir.

    huik panjang om….. nggak papa kan om, kan sedang debat cerdas.

    breidel membreidel, om apa tulisan saya membreidel kecerdasan otak teman-teman yang lain dengan membreidel komentar mereka? ma’af kalo memang iya.

    JANGAN DIAM!, kalo saya orang bodoh dan nggak tahu tentang ajaran salaf, tentang Qur’an, apakah tidak lebih baik saya diam dulu, tentu sambil berpikir dan cari referensi lain (meskipun banyak nongkrongnya di warung kopi), sebagai contoh lawas, ketika saya ndak ngerti satu tambah satu adalah dua, haruskah saya ngotot, ngeyel sama guru saya?
    mempermasalahkan sambil ngotot, misuh-misuh kenapa nggak sama dengan tiga?, tentu teman saya yang lain nggak sabar untuk menunggu pelajaran selanjutnya.

    TAK MALU LAGI, sungguh nggak ada maksud memalukan yang satu memuji yang lain, sayapun akan malu jika salah dan anda teman blogger membiarkannya, nggak akan malu lagi jika anda mau memberikan ma’af dan memberitahu yang benar.

    lha wong namanya debat, tentu bisa disambung kan om? ma’af jika banyak menggunakan bahasa jawa, semoga anda bisa menerima maksud dan pendapat saya atau beda pendapat tanpa misuhi, membusukkan dan membangsatkan saya, kalo iya, sayapun akan menerima dengan senang
    hati dengan minum kopi.

  24. 25 peyek 4 April 2007 pukul 11:52 pm

    lha kayak gini kalo diskusi sambil ngopi,
    om dehel, mohon dibenerin/diedit linknya supaya bener dan teman-teman yg lain nggak salah menanggapi dan salah debat cerdas, lha diskusi juga kan om….!

  25. 26 venus 5 April 2007 pukul 1:00 am

    hadouh. yuuuk sama2 belajar anger management yuuuukk…

  26. 27 venus 5 April 2007 pukul 1:16 am

    eh, tapi soal debat kusir, rasa2nya ini bukan debat kusir, ya? kayaknya lebih pas kalo kita bilang itu diskusi. which is good, asal gak kebablasan dan terlalu ‘panas’. mudah2an diterima. halah apane sih? heheh…

    salam :)

  27. 28 Evy 5 April 2007 pukul 1:32 am

    ehmmm… I know there is always something behind,I keep looking and open my eyes and my ear..use my mind and be cool…

  28. 29 mathematicse 5 April 2007 pukul 2:04 am

    Udahan yaaaa… debatnya? Udah ah nontonnya…

  29. 30 Ahmad Dzikir 5 April 2007 pukul 6:24 am

    Mau comment aja kok susah seh….

  30. 31 anthonysteven 5 April 2007 pukul 8:38 am

    Debat Kusir???
    Hm?

    Menurut saya sih, meskipun debatnya sering pake kata-kata kasar dan sindiran yang tajam banget, tapi debatnya masih ada isinya tuh, masih berisi dan bobotnya.

    Cuman, ya memang sudah natur manusia untuk (kadang) lebih memperhatikan cara penyampaian dibanding isi. Makanya, debat ini terkesan jadi debat kusir, soalnya kedua pihak pake kata-kata yang kasar sih.

    IMHO aja, lebih baik pakai kata-kata yang lebih halus, soalnya dengan demikian kan, debatnya akan lebih diterima umum. Saya khawatir debat dengan tensi sepanas ini hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang berkepribadian sangat dewasa aja, kurang efektif nantinya.

    Kasih kan tidak melakukan sesuatu yang tidak sopan, meskipun kesopanan bukanlah segalanya, keaslian jauh lebih penting.

    Sekian
    God Bless…

  31. 32 wadehel 5 April 2007 pukul 8:47 am

    @Dewo, emang kasih ada hukumnya juga ya?

    @Sora9n,
    Tjokro, Bener tuh, idealnya harus ada persamaan persepsi, biar nyambung.

    @Yudhipras,
    betmen?

    @Alle,
    harusnya sih bisa.

    @Callupict,
    di blog juga, katanya bisa naikin hit, tapi buwat apa?

    @Fourtynine,
    harus tanya ahli otak tuh. Di blogosphere blom ada dr otak ya?

    @MrGeddoe,
    kusir juga gpp, tapi jangan menutup mata pada efek baiknya.

    @Nova,
    sabar, mungkin beliau masih sibuk…. hatinya :D

    @Fertobhades,
    katanya sih emang ga ada yang sia-sia.

    @Arifkkurniawan,
    efek penjajahan 32 tahun itu bisa sembuh ga ya?

    @Abduldomad,
    tudepoin aja gimana pak? Mau bilang hati saya busuk atau malah terlalu cinta pada Tuhan? Pasti yang kedua ya? Ah.. anda terlalu memuji deh *senyum malu-maluin*

    @Joesatch,
    hehe, diam itu memang emas, terutama bagi mereka yang diuntungkan.

    @Amd,
    cuma bisa bilang: amiiiiin.

    @Peyek,
    saya setuju dengan hampir semua poin anda. Sedikit perlu saya jelaskan, soal ulama, memang banyak juga yang tidak busuk. Makanya itu sekarang selalu saya sebut lengkap: ‘ulama busuk’, supaya tidak tertukar dengan yang tidak atau baru setengah busuk.
       Dan soal debat kusir, sebenarnya saya tak keberatan walau itu disebut debat-anjing atau debat-nabi sekalipun. Yang saya keluhkan sebenarnya hanya embel2 ‘tak berguna‘-nya. Dan tulisan ini memang bukan untuk membalas tuduhan anda, karena anda memang tak menuduhkannya kan? Ini untuk menjelaskan pa…. di atas udah ditulis tuh.
       Tentang membongkar topeng, anda jelas cukup cerdas untuk bisa membedakan mana yang busuk hanya dengan meraskan, sayangnya kecerdasan orang beda-beda pak, orang lain mungkin perlu bukti dulu. Malah banyak juga yang sudah disodori bukti pun tetep juga ngeyel.

    Apa yang ada dalam bayangan kita, jika ilmu agama tinggal tulisan kitab, tanpa kita tahu dan belajar pada orang-orang yang sudah melakoninya?

       Menurut saya, karena kita masih punya otak dan budi pekerti, semua akan baik-baik saja, mungkin dunia malah sejuk dan lebih damai :)
       Btw, hati-hati mas, jangan kebanyakan kopi. Efeknya nyandu juga kan? sama seperti rokok lho, eh, tapi hak anda sih. Oh, soal link, saya rasa ga perlu deh, udah sangat jelas dan terangkum di komen anda. *pembenaran kemalasan*

    @Venus, belajar anger management sambil bawa samurai ya mbok? :P Jangan kebablasan itu saya sangat setuju sekali, trus kalo terlalu panas, sambil telanjang dan kipas2 aja :)

    @Evy,
    Iya bu, dan dibalik yang tersembunyi itu mungkin masih ada lagi.

    @Mathematicse, suka menonton debat ya :-?

    @Antonysteven, Iya sih, kesannya terlalu panas ya…. besok2 lebih adem, semoga :) God Bless Us :D

  32. 33 manusiasuper 5 April 2007 pukul 8:47 am

    *GEBRAK-GEBRAK MEJA*

    KAMU NGOMONGIN SAYA YA?? MAU MENGHINA SAYA?? MAU SAYA DEBAT??

    Eh, nambah efek negatif ya: NGABISIN BENWIT!! Selama argumen sirkular ini marak di blogosphere, posting pada panjang-panjang. Komentnya juga pada meliak-liuk, pusing bacanya…

    ————————
    ulisan inipun lebih dari perlu lebih dari 4 jam (maaf, disambi conference, blogwalking dan RT4). Dan ini sama saja olahraga otak.
    ————————

    Conference apanya, sinyalmu ilang-ilang mulu ngakunya conference….

  33. 34 wadehel 5 April 2007 pukul 8:50 am

    @Ahmad Dzikir, komentar dimana? Kalau disana, selama anda tidak pake avatar gambar bernyawa, mungkin saja komentar akan muncul, tambahkan saja permohonan yang amat sangat, dan banyak sabar :)

  34. 35 anthonysteven 5 April 2007 pukul 8:51 am

    Wah, langsung dibales, lagi online ya? :-)
    ~twoLiner

  35. 36 wadehel 5 April 2007 pukul 8:56 am

    @Manusiasuper, iya, iya…. maap :P Sebenernya disambi “yang lain” juga yang tak pantas disebut disini. OOT di ruang tamu dong, jangan praktek teori pembunuhan karakter disini yah!

    @Anthonysteven, Iya nih, pagi2 sarapan komentar blog. Hoi, oot juga niiiih.. biar two liner tetep aja kasihan kan orang2 benwit limitit kayak mansup.

  36. 37 calupict 5 April 2007 pukul 8:57 am

    Yah, buat blogger hits yang naik bisa menambah rasa narsis. Apalagi blogger yang attention seeker, tipe2 drama queen. Di Personality Disorder masuk ‘histrionic’. Tidak, jangan menanggap saya menuduh anda demikian, hanya memberikan beberapa alternatif jawaban ‘kenapa hit naik itu merupakan suatu keuntungan’.

  37. 38 bayuleo 5 April 2007 pukul 9:11 am

    sapa yg jg jd kusir nya & sapa yg jd kuda nya Om? saya jd penumpang nya aja :-)

  38. 39 wandira 5 April 2007 pukul 9:16 am

    debat kusir tak berguna ?, biarkan komunitas yang menilainya om Wadehel.

  39. 40 Heri Setiawan 5 April 2007 pukul 9:17 am

    Diskusi sih Ok tapi kalo debat kusir…
    1. Menambah permusuhan
    2. Banyak waktu terbuang
    3. Nggak bakalan ada yang mau ngalah… (kecuali wadehel kali ya?)
    4. dan lain-lain… :D

  40. 41 kw 5 April 2007 pukul 9:35 am

    hell, bukankah pengunjung blogmu telah berusia 17 tahun keatas? jangan under estimate deh sama fans… :)

  41. 42 clukindahose 5 April 2007 pukul 10:10 am

    tulisan ente memang bagus hell, gw angkat tangan ama tulisan ente.. tapi yang ga bagus itu ketika ada orang yang berkomentar mendirikan sebuah peperangan baru. bukankah disini tempat kita (dibaca :bloger) bersenang-senang. peace Bro.

  42. 43 mbah keman 5 April 2007 pukul 10:11 am

    Debat kusir sangat berguna untuk Kuda-kuda yang lagi bingung menentukan langkahnya, tapi tidak untuk kuda yang sudah jelas kemana tujuanaya tareeeek maang

  43. 44 Kang Kombor 5 April 2007 pukul 10:44 am

    Saya nggak ikut debat itu, Kang, soale nggak menguasai ilmunya. Akan tetapi, saya menyukai perdebatan. Zaman sekolah dulu kalau berdebat bisa sampai semalam suntuk. Apalagi menghadapi pendakwah-pendakwah N11 yang kurang ilmu. Sudah berdebat sampai shubuh dia keteter, eh nawarin untuk membawa teman yang lebih mumpuni. Ya saya emoh.

    Sayangnya, banyak orang yang memiliki perbedaan pemikiran dalam perdebatan atau diskusi itu membawa perbedaan itu ke kehidupan pribadi. Padahal seharusnya perbedaan itu hanya bersemayam di ranah pemikiran, tidak perlu dibawa ke ranah pergaulan. Saya banyak belajar dari perdebatan untuk tidak melakukan ad hominem. Kalau materi perdebatan saya rasa tidak bisa menghindarkan diri saya dari melakukan ad hominem, saya milih tidak turut serta.

  44. 45 jejakpena 5 April 2007 pukul 10:46 am

    Ya, masalah berguna tidaknya tergantung siapa yang melihatnya. Kalau memang beritikad baik mengusahakan pencerahan dan memberikan alternatif deep thinking atas sesuatu yang kita tidak tahu, orang juga akan bisa menangkap maksud baik itu…
    Untuk ke depan, benar juga tuh, anger management kita harus lebih diperhatikan…

    Dan untuk kejadian di blogosphere ini, hmmm saya yakin gak ada yang sia-sia, paling gak 7 point yang sudah anda list itu, selebihnya pasti beda-beda menurut orangnya…
    :D

  45. 46 toim the arrancar 5 April 2007 pukul 10:53 am

    wah om, makin lama tulisan anda makin bgs ajah, tp klo blh saran ya om, sebaeknya yah mulai mengurangi aja topik2 om yg kontroversial blakangan ttg agama, kan bnyk ttg topik yg menarik kyk gameboy kmrn tuh, gw (dgn bangga) dah berhasil loh om nyetel gameboy di suse gw (makasi berat om!!)
    Tapi, emang tulisan om berbobot bgt kayak beras sekuintal, yg biasanya gw cuman ngenet ngliatin cewe2, dipaksa mbaca tulisan om yg asli ngajak mikir…
    segitu aja komennya,
    Wassalam…

  46. 47 pedhet 5 April 2007 pukul 11:03 am

    wahahha… postingan ini masuk kategori the best post di wordpress.com nih :P

  47. 48 pedhet 5 April 2007 pukul 11:09 am

    lupa masukin link nya, disini http://botd.wordpress.com/top-posts/
    pas saya baca post ini masuk urutan 2, wahahah.. dukung terus wadehel deh.

  48. 49 USTADZ NURDIN 5 April 2007 pukul 11:16 am

    Assalamualaikum wr wb
    Terus ulas malasalah AGAMA, INGAT akan MATI, karena ga ada perkara yg lain yg lebih penting selain AGAMA.
    Untuk perkara politik, ekonomi, teknologi, olah raga, apalagi GAME, ALLAH tak perlu turunkan NABI.
    Tapi untuk perkara AGAMA 124.000 nabi ALLAH telah antar ke muka BUMI, jadi AGAMA itu penting.
    Coba lihat pemain bulu tangkis waktu dia mau service, dia begitu khusuk, sungguh-sungguh dan serius, padahal itu cuma MAIN-MAIN.
    Tetapi AGAMA? yang sekarang kita anggap main-main, padahal AGAMA adalah masalah paling sSERIUS dalam hidup kita.

  49. 50 dewo 5 April 2007 pukul 11:27 am

    @Dear Wadehel,

    @Dewo, emang kasih ada hukumnya juga ya?

    Jelas ada. Sayang tidak banyak orang yang tahu. Anda juga kan?

  50. 51 dari saya 5 April 2007 pukul 11:29 am

    ada sih manfaatnye tapi dikit kalieeee….
    itupun kalo masing2 mao memperhatikan:
    1.perdebatan ini akan mencari kebenaran bukan kemenangan
    2.debat dengan dalil baik nakli ataupun akli
    3.dalil selain itu spt perasaan, kebanyakan orang dll tidak perlu digunakan why?
    4.karna “ALHAK MIR ROBIK” Kebenaran dari Allah semata
    5.yg kalah debat mo nerima kebenaran
    ok

  51. 52 Mr. Geddoe 5 April 2007 pukul 11:37 am

    yg kalah debat mo nerima kebenaran

    Agak mengganggu sedikit, terpojok dalam perdebatan sebenarnya tidak berarti menggugurkan opini yang diusung, melainkan bisa saja terkait kemampuan orang yang mewakili opini tersebut.

  52. 53 Dimashusna 5 April 2007 pukul 11:44 am

    oooo….. Jadi yg kemaren2 itu debat?!

  53. 54 sora9n 5 April 2007 pukul 12:23 pm

    @ dimashusna

    [gak serius]

    Heh? Iya gitu? Bukannya cuma a***** menggonggong? :P

    [/gak serius]

    ;)

  54. 55 Ramen Rider 5 April 2007 pukul 12:27 pm

    wait, kita ini blogger apa kusir sih?
    * garuk2 *

  55. 56 insanayu 5 April 2007 pukul 1:30 pm

    gak paham loh… emang kemaren ntu debat tentang apaan ya?? ada yg bisa ceritain gak?

  56. 57 layudhi 5 April 2007 pukul 1:44 pm

    Hmmm…

    Klo saya sih tetap tidak medukung siapa-siapa selama dia berlindung dibelakang nama Agama dan kebebasan berpendapat yang kebablasan untuk meng-GOL-kan tujuannya.

    @wadehel
    Saya sangat setuju dengan Manfaat Positif Point 1 dan 7

  57. 58 dzaky 5 April 2007 pukul 2:32 pm

    Syukurlah anda paham itu… tapi nggak cukup paham kan… jangan NATO deh… U piye?

  58. 59 dzaky 5 April 2007 pukul 2:33 pm

    intinya kita mah… maunnya bener ya… tapi bener kata siapa?

  59. 60 dzaky 5 April 2007 pukul 2:37 pm

    w a d e h e l
    semua hal di semesta ini bisa benar tergantung dari sudut mana si pengamat melihat

    jadi semuanya diserahkan ke masing-masing ya?

    test…test… 123..123… satu dua tiga…satu dua tiga….
    test..testing-…testing….

    (udah bagus…)

  60. 61 kirana 5 April 2007 pukul 4:37 pm

    (clinguk-clinguk)
    emm… mas-mas, permisi… geser dikit duduknya…
    yak.. makasih…

    @Mr. Geddoe: “…terpojok dalam perdebatan sebenarnya tidak berarti menggugurkan opini yang diusung, melainkan bisa saja terkait kemampuan orang yang mewakili opini tersebut.”
    Bener banget tuh, bro…

    Tanpa mengecilkan manfaat debat, gw pikir perdebatan itu emang ngasih kontribusi pada pencarian kebenaran… tapi secara PERSONAL banget. Susah jadi kebenaran kolektif… soalnya terlalu picik kalo nganggep yang menang debat berarti opini-nya jadi kebenaran atau adalah kebenaran itu sendiri.
    Apalagi kalo yang dicari adalah kebenaran sejati. …ada yang mencarinya dalam sunyi, ada yang mencarinya dalam keramaian suara-suara sesamanya… asal memang diniatkan mencari Tuhan, maka siapapun akan menemukanNya,…

    (pinginnya sih bilang ud’uni astajib lakum’… tapi takut salah nih… semoga bisa ditangkap maksudnya) ^.^

  61. 62 Mr. Geddoe 5 April 2007 pukul 4:57 pm

    Hehehe, yang pasti ‘kan jadi saling memperkaya wawasan… :D

  62. 63 pam 5 April 2007 pukul 5:24 pm

    Wuihhhh. Baca tulisannya dah capek. Panjang. Lalu baca komentarnya juga gak kalah capek. banyak dan panjang-panjang.

    Ntar aja nyusul nulis komentarnya. Istirahat dulu. :)

  63. 64 Luthfi 5 April 2007 pukul 10:09 pm

    puanjang … sbg orang yang bahagia, saya males baca yg panjang

  64. 65 deKing 6 April 2007 pukul 4:22 am

    Belum selesai to?
    Kalau debat kusir sich gak masalah tetapi kalau debat pilot dan co-pilot itu baru berbahaya. Buktinya kecelakaan Garuda di Yogya tuch…

  65. 66 TJ 6 April 2007 pukul 9:30 am

    Debat kusir agama yang kacau balau tanpa ujung pangkal, menurut saya HARUS DILESTARIKAN!

    Semakin banyak tersedia debat kusir yang kacau, semakin terdorong para pembaca yang lebih kritis dan obyektif untuk tidak melakukannya.

    Contoh yang buruk seringkali sama bergunanya dengan contoh yang baik.

  66. 67 Mr. Geddoe 6 April 2007 pukul 11:34 am

    Debatnya dilestarikan… -Kusirnya nggak usah.
    Debat iya, debat kusir jangan…

  67. 68 tukangkomentar 6 April 2007 pukul 12:01 pm

    Masalahnya: semua macam debat kan bisa dicap sebagai debat kusir, kan? Apalagi oleh: orang-orang yang nggak sepaham dan yang nggak ngerti.
    Trus, kenapa sih namanya kok debat kusir??
    Kalau saya lagi pulang ke tanah air untuk nyambangi ibunda sering naik andong/dokar dan ngobrol dengan pak kusir. Nah, mereka nggak pernah debat, tapi “ngobrol”. Memang ya itu, kalau saya nggak ngerti maksud beliau-beliau (pak-pak kusir) itu ya saya cenderung mau men”debat”, tapi itulah: karena nggak ngerti dan karena ngotot mempertahankan pendapat (jadi argumen apapun dihalalkan, biarpun argumennya cuma: pokoknya kamu salah! :) ).
    Tapi bukankah kita belajar dari semuanya?
    Kalau di ajaran yang saya anuti bunyinya gini: terimalah semua ajaran dan hormatilah orang yang melakukannya, biar itu buruk atau jelek. Jelekpun bisa jadi panutan, ialah panutan supaya jangan begitu (menurut hati nuranimu), kalau baik ya resapkan ke hatimu dan jalankan dalam hidupmu. Baik itu belum tentu tidak jelek dan jelek itu belum tentu tidak baik.
    “Bayangan pohon letaknya tergantung dari arah mana matahari bersinar”
    Nggih, to?
    (Walah, nggak nyambung ya? :) )

  68. 69 Mr. Geddoe 6 April 2007 pukul 12:20 pm

    Itu makanya. Kalau mau debat, yang dihentikan ya ke-kusir-annya, debatnya biarkan berjalan. Yah, kayaknya memang susah, sih.

  69. 70 calonorangtenarsedunia 6 April 2007 pukul 12:33 pm

    kalo denger kata debat tuh kesannya kok gontok2an gt ya,,ngotot,,maksain pendapat,,kya kata Joe “POKOKNYA”,,

    lebih enak dibilang diskusi,,brainstorming,,menyamakan persepsi,,dll..

    lebih lembut dan aman tentrem kyaknya,,

    diskusi ya perlu..mencerdaskan lho..kan kita jadi berpikir dengan kapasitas otak kita,,masalah benar-salah atau bisa diterima-tidak bisa diterima itu seharusnya ga jadi bahan kesel2an,,

    bagaimana bisa dapat kesimpulan kalo persepsinya ga sama? nah, buat nyamain ya dengan diskusi itu,,

    berbeda pendapat itu biasa dan indah,,

    pelangi pun mungkin tak indah bila hanya satu warna,,

    *apa sih..*

  70. 71 eka 6 April 2007 pukul 1:17 pm

    bebas ya? mang ada yg bebas, sebebas-bebasnya? walaupun hanya sekedar celoteh hehehehehehehe

  71. 72 daus oh daus 6 April 2007 pukul 1:32 pm

    ada banyak hal yang bisa ditulis untuk dijadikan alat pembenaran diri.
    “ini kan menurut saya.. terserah menurut anda..” atau “mari kita lihat dari sisi baiknya.. kalau ada yang buruk, ya tinggalkan saja” merupakan kalimat standar yang dipakai untuk membela diri.

    meunrut saya, om hel tuh terlalu pinter *ngomong, nulis, berdalih, berdebat, ngeyel,dsb* untuk dibungkam.

    sebagai tuhan *para orang2 yang mengamininya*, om hel itu gak boleh disalahkan, dibodoh-bodohin atau dihujat.

    kafirlah kalian yang berani protes atau berniat membungkam postingan-postingan di blog ini..

  72. 73 Fast 6 April 2007 pukul 4:31 pm

    Kenapa namanya debat kusir, sih? kenapa gak debat tukang becak?
    atau debat pilot aja. Memangnya gak ada nama lain apa? Atau yang debat kebanyakan “kusir delman”? Apa karena kusir sering menyambuk “kudanya”? jadi,

  73. 74 pramur 6 April 2007 pukul 4:50 pm

    Numpang nimbrung nih Mas…
    Debat itu perlu, dan debat kusir (dalam hal ini, debat yang tidak ada solusi bin ada unsur-unsur pengan**ngan) yang tidak berguna sebaiknya dihindari. Buang-buang waktu Mas… CMIIW

  74. 75 antobilang 6 April 2007 pukul 7:40 pm

    ngabsen ajah om….

    *nunggu2 salafy-nya*

  75. 76 TJ 6 April 2007 pukul 11:53 pm

    Tergantung Tuhannya gaya apa …

    Apa Tuhan gaya Guru Kung Fu, yang menuntut ketaatan mutlak, dan menolak segala bentuk sikap kritis atau kreativitas.

    Atau Tuhan gaya Tokoh Kharismatik yang memimpin melalui inspirasi, bukan melalui perintah-perintah absolut yang harus diikuti secara buta.

  76. 77 cakmoki 7 April 2007 pukul 2:05 am

    Debat menyehatkan hati dan pikiran. Memperluas wawasan, menambah daya pikir, melatih gejolak hati. Kalo sakit hati ya salah sendiri.
    Jangan lagi bersikap “ngikut arus” seperti masa lalu.
    Percikan dalam perdebatan itu biasa, sebagai bumbu penyedap. Gak lucu dong kalo debat tanpa ekspresi :D

  77. 79 rajaiblis 9 April 2007 pukul 2:36 am

    hiks …
    terlepas dari berguna atau tidak … raja iblis gak boleh berdebat di blog sejenis itu…
    nama iblis tidak diperkenankan masuk ke dalam blog tersebut …
    blog dimaksud lebih suci dari kitab andaalan yg biasa mereka baca …

    lagipula.. saat ini mereka sudah tidak menerima pendaftaran lagi !

  78. 80 Aspal 9 April 2007 pukul 3:40 pm

    Debat kusir Stress tak berguna :P

  79. 81 kunderemp 12 April 2007 pukul 10:29 am

    Hari ini,
    salah satu lawan debat saya,
    meninggal dunia di RS Tebet..

  80. 82 Biho 12 April 2007 pukul 10:57 am

    kundremp : turut berduka cita.

  81. 83 chiwimudz 2 Mei 2007 pukul 4:44 pm

    Salam kenal Mas Hel…
    saya masih baru di kalangan Blog – blogan…
    mohon pencerahan…
    kenapa kok pada mendebatkan kusir?
    *pusing*

  82. 84 deds 23 Juni 2007 pukul 1:28 pm

    KALAU MERASA BUKAN KUSIR..YA JANGAN DEBAT KUSIR. Semua orang mempertahankan pendapat sesuai PENCAPAIANNYA masing2. Ya tinggal cari ke pusat atau sumbernya saja toh. Contohnya..kalau mau tahu tentang tv atau radio merk tertentu..ya tinggal tanya atau lihat buku dari pabriknya toh, jangan tanya ke tukang sayur..GITU AJA KOK REEEPOOTTTT.(Buat para KUSIR….sorryy ya!)


  1. 1 Blog seharga koran lamer « IT & Comm Lacak balik pada 6 April 2007 pukul 4:01 pm
  2. 2 .: Thoughts :. Lacak balik pada 11 April 2007 pukul 10:53 am
  3. 3 Debat via Blog: Debat Kusir atau Debat Cerdas « belajar tanpa batas Lacak balik pada 18 April 2007 pukul 3:00 pm
  4. 4 Kumpulan Cerita Di Hari Jum'at dan Malam Jum'at, Yang Tidak Diceritakan Di Hari Jum'at « I’m not King, Queen, or Gods. I’m just Slankers Lacak balik pada 3 Mei 2007 pukul 4:51 pm
  5. 5 Perbedaan, Penipuan Ataukah Penyesatan? « I’m not King, Queen, or Gods. I’m just Slankers Lacak balik pada 10 Mei 2007 pukul 5:19 pm
  6. 6 Banyak Hal Dalam Hidup Ini Yang (Katanya) Tidak Untuk Dimengerti « I’m not King, Queen, or Gods. I’m just Slankers Lacak balik pada 3 Juli 2007 pukul 12:04 pm
  7. 7 Perbedaan, Penipuan Ataukah Penyesatan? « Generasi Biru Lacak balik pada 6 Desember 2007 pukul 10:37 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: