Tips: Memanfaatkan Tuhan Dengan Maksimal

Selain untuk disembah-sembah, ditakuti, dikambinghitamkan atau dijadikan tujuan dari segala ibadah, sebenarnya Tuhan masih memiliki beberapa kegunaan yang lain. Bila anda amati prilaku para ahli agama, anda akan sadari bahwa Tuhan bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan yang mungkin sebelumnya tak pernah anda bayangkan.

  1. Untuk intimidasi
    Misalnya anda terjebak dalam debat kusir dengan lawan licik yang pandai berargumen. Jangan pernah lupakan Tuhan. Ingatlah hal apa saja yang Tuhan benci, lalu sebutkan dengan sedemikian rupa sehingga lawan tampak berada di posisi yang dibenci Tuhan. Misalnya lawan tak mau menerima pendapat kita, keluarkan saja kalimat-kalimat seperti “Tuhan akan menimpakan siksa yang amat pedih bagi para pembangkang“. Selain menakuti lawan, ini juga akan memompa percaya diri anda.
  2. Untuk memaksakan opini
    Caranya sederhana, pastikan opini anda selalu disertai dengan berbagai pembenaran yang mengatasnamakan Tuhan. Jangan malu kutip sana-sini, kalau perlu semua opini anda berupa kutipan saja. Yakinkan lawan bahwa pendapat anda sesuai dengan keinginan Tuhan. Selalu ingatkan mereka bahwa Tuhan akan memberi nikmat bagi siapapun yang menerima opini anda, siksa bagi yang mempertanyakan dan kehancuran pedih bagi yang berani melawan. Niscaya lawan akan bertekuk lutut dan menerima apapun opini anda.
  3. Untuk membangun pasukan berani mati
    Ini sebenarnya cukup mudah. Sayangnya perlu waktu yang agak lama. Caranya dengan menanamkan bibit-bibit fanatisme pada sekelompok manusia yang cukup bodoh (kalau perlu bodohkan dulu sampai level yang diinginkan). Sirami terus bibit suci itu, yakinkan mereka bahwa mereka yang paling benar, golongan yang lain semua sesat, laknat, najis dan pantas disingkirkan. Setelah beberapa waktu, anda akan punya pasukan nekat. Bagai zombi tanpa otak yang rela melakukan apapun yang diinginkan Tuhan. Tentu saja Tuhan yang sesuai dengan yang anda gambarkan, hehe. O iya, satu lagi yang menguntungkan, anda hanya perlu mencipta beberapa ekor, selanjutnya pasukan ini akan terus memperbanyak diri secara otomatis. Mantab bukan!?
  4. Untuk menghancurkan
    Sebenarnya bila anda sudah melaksanakan tips nomor 3, anda hanya perlu tarik picu dan mereka akan membantai apapun yang anda mau.Kalau belum? Anda tak perlu kuatir. Karena sejak jaman dulu, sudah banyak orang yang melaksanakan tips nomer 3 itu. Para penciptanya mungkin saat ini sudah mati, tapi hasil karya mereka masih terus berkeliaran, menunggu untuk anda manfaatkan. Anda hanya perlu tau dimana dan bagaimana menarik picunya.

    Sebagai contoh, untuk menghancurkan gerombolan musuh, tuduh saja mereka melakukan penghinaan terhadap Tuhan dari zombi yang anda ingin manfaatkan. Tanpa pikir lagi, pasukan zombi itu akan segera menghabisi lawan anda. Atau, kalau ingin lebih mantap, tuduhkan saja bahwa lawan anda telah menodai berbagai Tuhan dari berbagai laskar zombi, dapat dipastikan berbagai laskar zombi bersatu-padu membantai musuh anda sampai tak bersisa.

  5. Untuk….
    Wah, yang ini belum saatnya diceritakan. Umat manusia belum siap untuk yang satu ini :)) Lain kali saja.

Semoga setelah membaca beberapa tips diatas, kita dapat lebih maksimal dalam memanfaatkan Tuhan. Amiiin.

Iklan

126 Responses to “Tips: Memanfaatkan Tuhan Dengan Maksimal”


  1. 1 senyumsehat 16 Februari 2007 pukul 8:39 am

    Wah aku pertama ya hel…
    Aku juga marah sama orang2 yang memanfaatkan Tuhan untuk kepentingannya, klo udah kepepet trus nyebut Tuhan, bahkan ada yg berani2nya bersumpah demi Tuhan…weleh2 ga jantan ya hel..
    BTW…thinking differently ;-) kamu suruh manfaatkan Tuhan aku malah ga suka sm yg memanfaatkan…hehehe ga pa pa to beda? Emang beda salah?

  2. 2 antobilang 16 Februari 2007 pukul 8:47 am

    aku pengen nerusin baca yang nomen 5. untuk…untuk apa om?
    ada edisi uncensored ga?

  3. 4 kw 16 Februari 2007 pukul 9:10 am

    5. Tuhan juga bisa kok untuk melindungi agar tak tampak bego.

    ketika seseorang bertanya kenapa khamr itu haram? kenapa kodok itu boleh? jawab aja memang dari “sana”nya udah dibolehkan/dilarang.

    6. untuk cari uang
    ini sangat jelas sekali. tak sebatas di jalan-jalan raya itu, sampai juga ke hotel berbintang dengan kedok seminar: “mencapai makrifat instant”?

    7. untuk bisa ngeseks bebas
    bukankah boleh mempunyai maksimal empat isteri?

    8. apa lagi ya?

  4. 5 Dee 16 Februari 2007 pukul 9:12 am

    Hidayah wadehel telah dicabut lagi, wekekek…

  5. 6 erander 16 Februari 2007 pukul 9:44 am

    “Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan (agama)nya menjadi beberapa golongan. Setiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing)” (al-Mu’minuun : 53)

  6. 7 TJ 16 Februari 2007 pukul 10:14 am

    Posting berikutnya:
    Tips bagaimana Tuhan memanfaatkan manusia secara maksimal … :)

  7. 8 toim the arrancar 16 Februari 2007 pukul 10:21 am

    wah…wah, topiknya om wadehel nyremped2 lage neeh…
    ati2 loh om, nanti bersinggungan ama blog laen lg…
    mbok klo bs sesekali sampeyan mbuat tutorial cara mbuat blog atau mempermanis blog gitcu, dijamin bakal ngetop deh blog sampeyan!! (cuman anjuran loh, kalo mao)

  8. 9 manusiasuper 16 Februari 2007 pukul 10:27 am

    Guh, judulya mungkun lebih tepat “memanfaatkan NAMA TUHAN..”
    Gimana?

  9. 10 anung 16 Februari 2007 pukul 11:01 am

    busyet…ndak ikut2 ah ;p

  10. 11 kumala 16 Februari 2007 pukul 1:27 pm

    ya gimana ya, benernya saya mau bilang: “kasihan Tuhan… namanya sudah diselewengkan dengan semena2”

    tapi, masak Tuhan mau tak kasihani? padahal manusia (tms saya dan pemilik blog ini) yg perlu dikasihani.

    OOT
    wadehel back 2 normal.. yihaaa!

  11. 12 Epat 16 Februari 2007 pukul 1:42 pm

    Tuhan ku telah mati! terbuang dan terkubur diselokan-selokan sempit bernama agama!

  12. 14 chie 16 Februari 2007 pukul 2:31 pm

    Nyah keduluan om manusiasuper..heheh iya tuh kayanya lebih pas klo pake ‘nama tuhan’ :D

  13. 15 Galm 1 16 Februari 2007 pukul 2:47 pm

    Tuhan ku telah mati! terbuang dan terkubur diselokan-selokan sempit bernama agama!

    Bullshit.

  14. 16 venus 16 Februari 2007 pukul 3:29 pm

    lhah. nekat bener ini bocah. ati2, hel…hehehe…

  15. 17 kikie 16 Februari 2007 pukul 4:31 pm

    kupikir ini baik untuk memperingatkan mereka yang memanfaatkan nama Tuhan dengan seenaknya saja. tapi yah kalau sudah bebal yah …. yaa begitulah.

    peace v O

  16. 18 xwoman 16 Februari 2007 pukul 5:16 pm

    Bener hel.. padahal Tuhan kan maha pengasih dan penyayang….

    Bener kan ???

    *he.. nyambung ga*

  17. 19 helgeduelbek 16 Februari 2007 pukul 5:35 pm

    Ampun dah… kreatif bener otak orang yang satu ini. :D

  18. 20 ulan 16 Februari 2007 pukul 6:14 pm

    mas wadehel..
    weh sekarang Tuhan udah ada manfaat nya to??
    ya kalau gitu sekarang mulai cari Tuhan deh..

  19. 21 wadehel 16 Februari 2007 pukul 6:50 pm

    @Senyumsehat, biasanya yang beda itu sesat bu :P

    @Antobilang. Ga ada om, hanya para nabi yang boleh tahu :))

    @Dewo, kualat sama siapa?

    @Kw, bener juga tuh, untuk membodohkan sehingga bisa diperalat, baik untuk cari uang maupun sex bebas :P

    @Erander, waaah, langsung diterapkan tipsnya :)) Emang bener pak, kalau perlu ga cuma komen, tapi satu blog isinya semua kutipan suci biar ga ada yang berani bantah =))

    @TJ, silahkan anda yang bikin :)

    @Toim, soal bikin blog langsung aja konsultaasi sama gurunya, http://urip.wordpress.com disana dah ada petunjuk lengkap.

    @Manusiasuper & Chie, udah terlanjur, males ganti2nya ah. Lagian yang diperalat kan emang Tuhan, bukan cuma namanya :P

    @Kumala, yang punya nama aja diem kok.

    @Venus, iya, hati-hati, kalo ada kulit pisang ga akan saya injek, tar kepleset.

    @Kikie, kalo udah bebal yaa…. gitu deh.

    @Xwoman, *nyari sambungannya*

    @Helgeduelbek, Pak, ada yang cari mo tanya2 jadwal tuh, onlen dong.

    @Ulan, emang manfaatnya banyak, saya jg dah lama nyari2 :) Anda sudah nemu? Klo udah jangan lupa dibagi2

  20. 22 Kefirah 16 Februari 2007 pukul 6:55 pm

    Sayang, saya tidak bisa memanfaatkan hal itu! Soalnya saya tidak percaya eksistensi tuhan entah itu Yahweh, Allah, Ahura Mazda, Brahman, Zeus, dll. :)

    http://www.ebonmusings.org/atheism/carrot&stick.html

  21. 23 kenzt 16 Februari 2007 pukul 7:07 pm

    Banyak yah ternyata manfaatnya…

    Pasti beberapa blogger yang udah terbiasa memanfaatkan dengan maksimal Tuhannya, tersenyum kecut (atau bahkan emosi), setelah baca tulisan Wadehel yang satu ini.

    Makin sering disebut dah nama W-a-d-e-h-e-l di blognya dia…. Hayooo siapa coba….

    :)

    Gw suka kalo loe terus menerus nulis begini Hel… *ngompor-ngomporin*

    wakakakakakakk

    *menunggu komen dari nama Arab (yg biasanya komen) nih*

  22. 24 syah 16 Februari 2007 pukul 8:14 pm

    ternyata ga salah aku sering mampir sini.
    jenius, cerdas, menembus batas, n… apalagi ya?

  23. 25 halludba72623 16 Februari 2007 pukul 8:33 pm

    kayaknya sy udah mulai ngerti maksut tulisan mas wadehel… :P

  24. 26 Paijo 16 Februari 2007 pukul 10:03 pm

    Supaya imbang, bikin juga TIP MEMANFAATKAN SETAN.

  25. 27 mardun 16 Februari 2007 pukul 11:33 pm

    #paijo#gak imbang lah, setan itu padanannya malaikat, bukan Tuhan :P
    Kalau Tuhan padanannya apa ya?

  26. 28 redwar 16 Februari 2007 pukul 11:38 pm

    Bagai zombi tanpa otak yang rela melakukan apapun
    yang diinginkan Tuhan. Tentu saja Tuhan yang sesuai
    dengan yang anda gambarkan, hehe.

    *ketawa ngakak…..*

  27. 29 Tresno 17 Februari 2007 pukul 1:38 am

    mang Tuhan itu ada yach??

  28. 30 Arif Kurniawan 17 Februari 2007 pukul 2:03 am

    Numpang ketawa… hehehe…

    BTW, hel, kisah ini sudah difilmkan belum di sinetron yang berbau ketuhanan?

  29. 31 jejakpena 17 Februari 2007 pukul 10:12 am

    Aaaa…sudut pandangnya bagus,
    Oh ya Pak, kok selalunya terkesan bahwa para ahli agama gambaran anda tercitrakan negatif? Dan yang namanya manfaat kan positif ya, kok jadi seram gini?
    >_

  30. 32 Dimashusna 17 Februari 2007 pukul 12:01 pm

    Itu Tuhan yg mana Hell?!
    Boro2 manfaatin Tuhan, manfaatin akal aja kita blm optimal.

  31. 33 Tuhannya Wadehel 17 Februari 2007 pukul 1:03 pm

    5. Tuhan bisa juga dimanfaatkan untuk memberi komen.

    ya contohnya komen ini

    *dan tuhanpun tersenyum..:)*

  32. 35 jhonrido 17 Februari 2007 pukul 8:43 pm

    Tapi alangkah bagusnya, kalo setiap waktu kita “memanfaatkan” Tuhan, baik saat senang maupun saat bersedih. Benar ngak mr.del???

  33. 36 petroek 17 Februari 2007 pukul 9:48 pm

    kalau anda memanfaatkan Tuhan anda dengan poin yang mana hel???
    atau jangan-jangan…anda tidak pernah memanfaatkan Tuhan..@#*!
    *wakakak…wakekek…wakukuk*

  34. 37 antobilang 18 Februari 2007 pukul 12:46 am

    dari bbrp komen. kok masih ada macem2 persepsi terhadap apa yang disampaikan wadehel?
    masalah otaknya pada ga jenius apa emang si om ini suka aneh2?
    it is wadehel!i like just the way he is!

  35. 38 Yuuki 18 Februari 2007 pukul 2:51 pm

    sekalian aja, hel, lo kirim postingan lo yang ini ke imel…err..salafy2 ato siapalah itu xD *tambah sesat*

  36. 39 haliv 18 Februari 2007 pukul 7:38 pm

    manusia itu licik, kalau lagi susah nyalahin TUHAN tapi kalau lagi sukses bilangnya hasil usaha sendiri.

  37. 40 joesatch 18 Februari 2007 pukul 10:12 pm

    kok blm ada nickname yang kearab2an ya?

  38. 41 Maha Spiritual Club 18 Februari 2007 pukul 10:54 pm

    Ini apaan to? Tuhan kok dikomentari… Mbok tanya hati masing2 aja…

  39. 42 Mbah Keman 19 Februari 2007 pukul 1:30 am

    santai aja, Orang semacam wadehel sudah banyak pada umat terdahulu dan umat yang akan datang. yang di bicarakan wadehel semuanya benar, tergantung dari mana kita bergantungan, yang jelas cek aja apa wadehel ini bermata satu,jidatnya da tatonya he he, jangan2 dia ini terlahir dengan inisial D, wuuh,

    kesimpulanya kan kalau gak ada Tuhan kan gak ada yang untuk intimidasi dll gitu, manusia itu kan otaknya sempir, sesempit tempat keluarnya manusia…

    berlanjuut,,,

  40. 43 chie 19 Februari 2007 pukul 9:25 am

    wa emang Dajjal itu jidatnya bertato ya?

  41. 44 -may- 19 Februari 2007 pukul 9:40 am

    Ada satu lagi, Hel: untuk cari duit.. :)
    Kayaknya kalo menjual sesuatu dgn nama Tuhan, lumayan lancar tuh pemasukan ;). Mulai dari justifikasi untuk minta sumbangan, sampai sengaja dikomersilkan dalam SMS Selebriti. Jangan2 bentar lagi AdSense ada yg pakai nama Tuhan juga gak ya.. :)

  42. 45 distrojablai 19 Februari 2007 pukul 12:30 pm

    Apakah sambungan untuk nomor lime ada nggak, kalo bisa di publish aje. O ya semangan ateis memang menjadi kemajuan dan itu pun harus di pupuk kalo lou semua mau menjadi sesuatu yang baru.

  43. 47 fazlurrahman 19 Februari 2007 pukul 6:36 pm

    yang pasti wadehel kurang satu..hel… yakni memanfaatkan Tuhan buat ngeblog… bethul???

  44. 48 daus oh daus 20 Februari 2007 pukul 11:14 am

    situ sendiri udah manfaatin tuhan dengan maksimal belom??
    kalo belom, situ bukan ngasih tips namanya.
    tapi ngasih lelucon basi.
    :D

    ga ada kerjaan laen apa selaen ngomentarin
    minusnya orang??

    sekali2 komentarin minusnya diri sendiri dong, om.
    ditungguin nih, gimana cerdasnya situ mengupas aib sendiri

    :lol:

  45. 49 fourtynine 20 Februari 2007 pukul 11:17 am

    Untuk di atasnamakan, termasuk juga?

  46. 50 layudhi 20 Februari 2007 pukul 4:01 pm

    ikutan akh..

    pasti kebanyakan nonton sinetron religi nih…
    sumbernya dari situ semua kan…
    hahaha

  47. 51 abdulloh 20 Februari 2007 pukul 4:59 pm

    @ sodara joesatch, permintaan anda soal nama kearab2an saya kabulkan…

    @ sodara wadehel, klo saja ada 100 orang saja, di Indonesia, yang sama persis seperti Anda — terutama dalam hal pemikiran (soal agama, Tuhan, dan yg berkaitan) — tentu akan (semakin) terpuruklah negara ini.Saya sendiri kurang tau sudah ada brp jumlah org yg saya maksud tadi. Tp dr indikasi bahwa negara ini masih eksis, berarti blum sampai jumlah segitu (ato jangan2 sudah???).

    Sekarang coba dipikirkan kembali, apa to manfaat dari tulisan Anda ini, dan tulisan yang senada di blog Anda ini? Selain barangkali hanya melampiaskan rasa puas atas penyebarluasan info2 yang nyeleneh. Klo Anda alihkan waktu Anda untuk menulis hal2 lain yang lebih bermanfaat, lebih membangun, yg tentunya berdasarkan atas ilmu, tentu akan jauh lebih baik bukan hanya bagi diri Anda sendiri, maupun bagi orang lain yang membacanya.

    Klo seperti tulisan Anda ini, apakah Anda bermaksud untuk mengajak orang berpikiran nyeleneh seperti Anda? Anda ingin mencari teman satu pemikiran? Ato apa?

    Ketahuilah, bahwa pemikiran Anda seperti ini adalah pemikiran yang rusak! Klo hal ini Anda biarkan, Anda sendirilah yang akan menanggung akibatnya; bukan orang lain! Adapun mengenai akibatnya, barangkali akan diawali dengan rasa

    tidak aman, tidak nyaman, tidak tenteramnya kehidupan Anda sehari2. Anda senantiasa akan dikejar bayang2 rasa ketidakpuasan karena pemikiran2 Anda sendiri. Klopun Anda merasa aman, ato puas, sesungguhnya itu rasa aman dan rasa puas yang dipaksakan. Akuilah.

    Saya tidak tahu apa agama yang Anda anut. Tp saya yakin Anda tidak (ato minimal kurang) bersungguh2 dalam beragama. Karena apapun agama seseorang, kunci sukses dalam beragama adalah mempelajari agama itu dengan benar, bersungguh2, dan harus mempelajarinya dr sumber yang benar.

    Ato barangkali Anda memang tidak beragama? Klo ini benar, maka akuilah hal ini secara jantan di blog Anda ini. Janganlah Anda mengatasnamakan diri orang yang beragama tp perilaku dan pemikiran Anda seperti orang yang tidak beragama. Klo ini benar, saya tidak akan ‘mengganggu’ Anda lagi dengan komentar2 saya, karena masalahnya telah

    jelas. Dan klo ini benar, menurut Pancasila, yang menjadi dasar negara Indonesia, Anda tidak berhak hidup di Indonesia.

    Ato Anda tidak tahu apa agama (Arab: Dien)
    itu? Ato Anda tidak tahu apa konsekuensi yang harus dijalani seseorang yang beragama? yang Klo ini yang terjadi, amat sangat disayangkan. Karena tempat untuk memperoleh info ttg hal ini (tentu saja yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan) sangatlah banyak. Klo ini yang terjadi, kemungkinan yang muncul adalah Anda malas, ato tidak mau mempelajarinya karena faktor2 tertentu. Dan Anda cukup puas dengan apa yang Anda miliki saat ini, walaupun sesungguhnya itu klo dibuka, akan kentara sekali kekurangan Anda.

    Maaf, klo ada kata2 saya yang kurang berkenan bagi Anda. Tp maksud saya melakukan ini adalah untuk menyelamatkan Anda dan orang2 yang nantinya sedikit-banyak terpengaruh dg pemikiran2 Anda.

    Saran saya, belajarlah terus! Belajar ilmu apa saja, boleh! Tp tentu saja ilmu yang bersifat membangun, aplikatif positif, dan didapat dr sumber yang benar.

    Terima kasih.

  48. 52 srintil 20 Februari 2007 pukul 5:21 pm

    kalau bahasan din ujung2nya kekuasaan
    gue sih dah lemparin tuh kekuasaan ke muka loe
    loe ini siapa aja yang jual atribut agama demi kekuasaan

    anyway, hujan2 gini sini minum teh hangat plus apple pie yuk..

  49. 53 Bayangan WADEHEL 20 Februari 2007 pukul 7:41 pm

    @daus oh daus
    Di halaman ‘about me’ emang masih kurang yah ..?

    @abdulloh
    Melihat tulisan anda yang seperti itu, pasti WADEHEL tidak mau menghabiskan sebagian waktunya untuk beradu argumentasi dengan seseorang dengan pemikiran seperti anda. Terlalu Dangkal. Anda tidak se-level dengannya.

  50. 55 antobilang 21 Februari 2007 pukul 12:20 am

    hm..
    kok nge-trend gitu sih pemalsuan ID,
    jelas bahwa abdullah di komen ini adalah PALESU!
    awas PALESU!!!
    anda bukan abdullah yang biasanya kan?
    mana URL anda?
    kok ga berani nampilin?
    mending anda go to hell aja mas, ngomong disini harus pake identitas, atau anda cukup pengecut untuk melakukan itu?
    hahahahahhaahhaah *tertawa jumawa*

  51. 56 tukangkomentar 21 Februari 2007 pukul 2:17 am

    “Tp maksud saya melakukan ini adalah untuk menyelamatkan Anda dan orang2 yang nantinya sedikit-banyak terpengaruh dg pemikiran2 Anda.”
    Tuh, mas Wadehel, sudah mempengaruhi saya! Kan saya jadinya masuk neraka, kan!? Sudah kafir, masuk neraka lagi!
    Namanya sudah jatuh ketimpa kelapa, eh, tangga.
    Btw: seperti yang sudah saya tulis di blog mas Tajib: “Yang saya kasihan justru Mas Wadehel, kok banyak yang nggak ngerti maksud tulisannya, nggih?”
    (ndelik!!!!!)

  52. 57 raja iblis 21 Februari 2007 pukul 11:04 am

    aNE baru dapet info dari team marketing Perumahan Neraka Indah, katanya kavling yg sekarang ni dah pada penuh … but katanya gak perlu khawatir gak kebagian … di sono lagi dipersiapkan kavling baru … ukurannya lebih gede loh … berminat ?

    mari … marilah beramai-ramai ke neraka jahanam nan abadi …
    gak perlu repot ke surga … di neraka pun bisa abadi koq …

    wakkakkakaka …

  53. 58 querido 21 Februari 2007 pukul 11:16 am

    penasaran nih sama yang point ke-5, apa yah?

  54. 59 raja iblis 21 Februari 2007 pukul 11:55 am

    ssstttt …
    katanya tuhan itu tuli ya ?
    coba aja inget2 …
    berapa kali dalam sehari semalam orang sholat dan selalu saja minta ditunjuki jalan yg lurus …
    dan itu dilakukan sejak mulai belajar sholat sampe bangkotan …

    mmmhhh …
    jadi mikir …
    tuhan yg tuli … sehingga gak bisa nunjuki jalan yg lurus
    ato … orang itu yg gak tahu ya …

    wakkakakkakaaa …

  55. 60 yati 21 Februari 2007 pukul 2:16 pm

    wakakakak…sumpah, seneng banget gw nemuin blog ini!

    ya, banyak banget yang ngaku2 pembela Tuhan, pembela agama, padahal sebenernya dia sedang membela kapital. Padahal Tuhan kan MAHA segalanya. Dia ga perlu dibela dan dikasihani.

    salam kenal!

  56. 61 calonorangtenarsedunia 21 Februari 2007 pukul 2:35 pm

    bujug dah..
    #raja iblis
    tuhan sih ga tuli..cm gara2 manusia yg minta “ditunjukkin” itu ga sepenuh hati jadi ya suaranya kedengerannya kecil,, ato ga kresek2.. atau sering disconnect,, modem (baca:hati) sering mati,, lha empati aja, situ jg kalo ada yg minta sesuatu tp ga niat kan ya males ngasihnya???

    #wadehel
    saya sih nyoba liat positipnya aja,, yg diomongin sm mas atau pak atau mbak atau apalah wadehel itu kan memang terjadi,, anggep aja ngingetin kita semua biar ga termasuk di antara 4 kategori (yg ke 5 kan ga tau apa) td,, trus kao udah masuk ya merasa digampar trus sadar dan balik dah jd UMAT TUHAN yg ga malu2in,,

  57. 62 rajaiblis 21 Februari 2007 pukul 3:25 pm

    ups …
    apa ada ya yg berpikir knp juga tuhan mesti nyiptain makhluk yg bernama iblis …

    kalo dulu … iblis jelas dah protes ma tuhan …
    kira2 begini…
    eiittt tuhan … jangan mentang2 eNTE penguasa tunggal lantas seenaknya aja nyiptain manusia yg bau tanah itu … mana apek lagi …
    emang aNE kurang apa sich … muji eLU udah muji saban hari …
    posisi aNE adem di langit lapis ketujuh

    aNE aja sebagai iblis yakin kalo tuhan cuma satu …
    eeiittt .. manusia yg eLU ciptain .. udah “berselingkuh” masih juga eLU kasih tempoh … hhhuuuuuuhhhhhh …

    wakkkakakakkaaa …

  58. 63 ichsanmufti 21 Februari 2007 pukul 4:58 pm

    Yaah.. itu tadi Abdulloh yang mana ya? tapi karena Abdulloh itu artinya hamba Allah berarti siapa aja, ya tak apa lah. Abdulloh yang satu ini tulisannya terdengar lebih dewasa. iya tidak?

    *kabuuur, soalnya ditimpukin ama korban antek2nya wadehel.. Puas..puass?

  59. 64 Galm 1 21 Februari 2007 pukul 5:36 pm

    Entah kenapa tempat ini jadi membosankan….Tak ada adu argumen, atau jangan – jangan banyak orang yang enggan melakukan hal tersebut…

    Payah.

  60. 65 joesatch 21 Februari 2007 pukul 6:16 pm

    abdulloh:::
    pernah tau makna dari kata “satire”? :P

  61. 66 DilLa 21 Februari 2007 pukul 7:49 pm

    # wadehel
    Sentilan (mas/pak/bu/mbak/om)* memang cocok untuk pihak/golongan tertentu. Tapi kok saya tetep kurang sreg dengan judulnya, ya? (Halah, blog juga blog orang, suka-suka ya?)

    # rajaiblis
    Raja Iblis ga berwibawa. Kok ketawanya “wakakaka” sih??

    *Coret yang tidak perlu

  62. 67 DilLa 22 Februari 2007 pukul 12:02 am

    maksud saya “Sentilan (mas/pak/bu/mbak/om)* Wadehel”. Kurang namanya dingk! Heheh

  63. 68 antobilang 22 Februari 2007 pukul 3:01 am

    #raja Iblis
    ngenet nya darimana, di neraka jahanam ada WiFi yah?
    hebat ya, iblis jaman sekarang…bisa ngenet euy!

  64. 69 raja iblis 22 Februari 2007 pukul 8:09 am

    hiks …
    belon tahu dia …
    saat ini … pengikut raja iblis gak lagi pake menyan, kembang tujuh rupa, ma wajan berisi air …
    mereka dah canggih bro …
    pake aroma terapi, kembang tujuh digit, ma wifi …
    mo ngeliat dunia belahan manapun tinggal nyantel ke broadband …

    wakkkakakakaaa …

  65. 70 Kefirah 22 Februari 2007 pukul 12:41 pm

    Setelah membaca komen Abdulloh (entah ini Abdulloh yang sama ato bukan), saya ada ide buat Mas Wadehel untuk buat postingan yang berjudul “100 Orang yang Akan Membuat Indonesia Akan Makin Terpuruk.” Komennya hanyalah berupa pernyataan bahwa orang-orang yang komen di sana banyak setuju ato sepemikiran dengan Wadehel, ato cuma nyerempet-nyerempet bahkan lebih sesat dari Wadehel.

    Terus kita lihat kalo udah nyampe 100 orang ato lebih, kita tunggu aja apa Indonesia makin terpuruk. Kita tanya lebih jauh sama Abdulloh gak-jelas-itu parameter keterpurukannya itu apa? Trus, suruh dia jelasin dan buktikan bagaimana korelasi atau kausasi nyata dari pemikiran Wadehel punya dengan keterpurukan itu.

    Btw, dari mana ya dia dengan netapin angka 100 itu? Kenapa bukan 50 ato 200?

  66. 71 Galm 1 22 Februari 2007 pukul 1:24 pm

    Kerfirah : Angka yang ‘asal’ itu mudah dibuat.

  67. 72 antobilang 22 Februari 2007 pukul 3:19 pm


    pengikut raja iblis gak lagi pake menyan, kembang tujuh rupa, ma wajan berisi air …
    mereka dah canggih bro …
    pake aroma terapi, kembang tujuh digit, ma wifi …
    mo ngeliat dunia belahan manapun tinggal nyantel ke broadband …

    hm..berarti nama anda diganti dunk, jangan raja iblis, tapi pengikut raja iblis, jangan make nama raja anda sembarangan, ntar dituntut pasal pencemaran nama jelek lho…hahahha…

  68. 73 rajaiblis 22 Februari 2007 pukul 4:03 pm

    duch …
    yg aNE bilang adalah pengikut aNE …
    seluruh iblis yg bergelayut di dada kalian semuanya pengikut aNE …
    gitu Loh …

    gitu aja gak ngerti …

    wakkakakkaaa …

  69. 74 calonorangtenarsedunia 22 Februari 2007 pukul 6:38 pm

    kok raja iblis sama anto malah ngobrol sendiri??
    btw, wadehel kok ga ada suaranya lg?

  70. 75 Pembantunya Wadehel 22 Februari 2007 pukul 7:39 pm

    Beliau belum kembali dari perantauannya. Mohon ditunggu saja ya …
    Keadaan tidak memungkinkan beliau untuk pulang lebih cepat dari yang semula direncanakan.

  71. 76 antobilang 22 Februari 2007 pukul 8:09 pm

    #rajaiblis
    hm..anda ini gimana tho, wong pada komentar saya yang pertama itu tanya ke sampeyan, kalo ngenet dari mana?jadi yang saya tanyain adalah anda (yang ngaku raja iblis), bukannya pengikut2 iblis, doh gimana sih jadi raja kok dodol..huakakakka…
    sumpah, kagak pantes lu make nama raja2an..hehe..
    mending ganti aja bang,..”makelar neraka” gitu?

    #hana
    anak kecil ga usah ikut2an!hahahaha…

  72. 77 rajaiblis 23 Februari 2007 pukul 10:58 am

    @antobilang
    hiks …
    ada “link” yg iLang …
    sori … “radar” aNE lg kacau …
    lg sibuk ngebuat kerusakan di jagad indonesia …
    soal posisi aNE … eNTE coba ke google earth …
    nah cari di seantero nusantara yg wilayahnya jarang kena musibah …
    soalne … kalo kena musibah … aNE bakalan ikutan kena … jadi mending kawasan laen aja yg repot …
    wakkaakkaaaa …

    @calonorangtenarsedunia
    dari pada hits nya mandeg .. mending kita ramein terus …
    wakkakakakaa …

  73. 78 Yuuki 23 Februari 2007 pukul 3:20 pm

    Btw, Abdulloh,
    setau gue blog itu untuk mencurahkan segala isi hati dan pikiran *saaaah* deh x) Jadi sah2 aja kalo mau nulis ini atau itu,
    toh semua dikembalikan kpd pribadi yang ngebaca.
    Kebebasan pendapat dalam blog harus dihormati. Di sini bukan Kairo yang gue denger kemarin ada seorang blogger yang divonis penjara 4tahun gara2 tulisan blognya yg dituduhh menjelek-jelekkan agama & presiden. (jujur aja gue merasa kasus ini agak berlebihan). Ini negara demokrasi. Lagipula yang ditulis om Wadehel emang terjadi kok, bahkan di lingkungan gue. Mau ga mau, kita juga harus mengakui fakta yang ada, ga bisa membenarkan-semua-hal-atas-dasar-nama-agama-dan-Tuhan.

    Wadehel lagi dimana emangnya??

  74. 79 qzoners 23 Februari 2007 pukul 5:24 pm

    salah satunya memanfaatkan tuhan untuk bikin artikel blog ini hehehee

  75. 80 yume 23 Februari 2007 pukul 6:57 pm

    om dehel, inget, yang nyiptain ente siapa. berasa muncul sim salabim aja ya ? do not forget, ada idup sesudah mati.

  76. 81 Pembantunya Wadehel 23 Februari 2007 pukul 8:14 pm

    @Yuuki
    Beliau sedang sibuk belajar mengenai hal lain yang lebih penting dari agama. Sebentar lagi juga pulang.

  77. 82 Mbah keman 23 Februari 2007 pukul 10:00 pm

    ngomong apa to kalian ini, Tuhan2 Tuhan, apa kalian punya Tuhan, menyembahnya aja pada gak pernah ya kan,? yang taat cuman berharap safaat, manusia itu di ciptakan untuk maju kenamundur kena, artinya ya suka2 kalin ajalah, jadilah yang kamu mau, toh semua sudah ada jalanya…

    Keneraka penuh kenikmatan, kersurga penuh penderitaan,

    tapi intinya,,, Semua tinggal pilih beress

  78. 83 raja iblis 24 Februari 2007 pukul 10:04 am

    @Pembantunya Wadehel
    ternyata emang ada yg lebih penting dari agama ya … ?

    wakakkakakaaa …

  79. 84 Pembantunya Wadehel 24 Februari 2007 pukul 10:43 am

    @raja iblis
    Iya, menurut beliau sih begitu.

  80. 85 Dimashusna 24 Februari 2007 pukul 4:23 pm

    @Raja Iblis
    Sayah satuju sama kang Anto, namanya diganti sajah soalnyah janggal, Karena Iblis tidak punya (tidak mau) dirajai oleh siapapun. kenapa?!
    Karena sepanjang pengetahuan saya iblis itu cuma satu yaitu Seekor/seorang (?) Jin yang bernama Izazil yang dahulunya sangat taat namun kemudian menolak ketika disuruh sujud (menghormat) sama ALLOH kpd Nabi Adam, lalu dia diusir(ablas) dari surega. Jadi Iblis artinya yang terusir dari Rohmat ALLOH, memang maknanya umum dan bisa dikenakan kpd siapa saja, tapi jika mengikuti teks Al-Qur’an maka predikat Iblis dikhususkan pada si Izazil tadi.
    Jika dibahas makna raja, artinya yaitu 1.seseorang atau seekor yang mempunyai wilayah kekuasaan dan dia adalah yang paling ditakuti atau paling hebat kekuasaannya atau kekuatannya. contoh : Raja hutan,
    2. seseorang ato seekor yang menjadi pimpinan dalam suatu komunitas yang tidak bisa membentuk negara/kesultanan, contoh : Raja Monyet, Raja Pengemis.
    3. Yang paling hebat/ yang paling jago di bidangnya, contoh : Raja Mabok, raja Minyak, Raja Komputer
    4. Penyakit, contoh : Raja singa.
    5. Grup Band

    Demikian pengetahuan yang saya miliki tentang makna Raja, jika digandengkan dgn kata Iblis mungkin anda bermaksut bahwa Anda membawahi Iblis2 yang lain, ato anda lah yang paling hebat diantara Iblis2 itu, tapi kembali kpd sejarah Iblis tadi, Iblis itu cuma satu sedangkan yang jumlahnya banyak itu adalah setan. sehingga yg paling tepat itu adalah Raja Setan (iblis).

    Demikian postulat saya mengenai Raja Iblis,tapi mungkin anda punya argumen lain?, jika anda tidak setuju maka saya rasa……..

  81. 87 rajaiblis 24 Februari 2007 pukul 5:13 pm

    @dimahusna …
    husshh .. itu kan informasi yg eNTE peroleh secara tekstual …
    kalo pun ada yg memberitahu kepada eNTe … dia juga belum pernah mengetahuinya secara gamblang … masih meraba-raba juga …

    wakakkakkakaaa …

  82. 88 Neng Indie 24 Februari 2007 pukul 7:39 pm

    Ceileeee .. dah lama gue nggak tengokin ini blog makin panas aje ..
    Top .. top dah ….
    Sekarang duduk manis *sambil ngemil popcorn* nungguin Wadehel nulis yang no. 5 .. nyam nyam nyam ..

  83. 89 calonorangtenarsedunia 25 Februari 2007 pukul 1:50 pm

    #rajaiblis
    betul,,
    itu baru informasi tekstual,,
    kebetulan saya proofreader buku itu buat penerbitan yang edisi revisi,,
    jadi ya saya baca juga,,
    agak kurang meyakinkan sih,,

  84. 90 fast 25 Februari 2007 pukul 3:00 pm

    lebih keren mana raja singa, raja iblis, atau raja dangdut?

  85. 92 Lina 26 Februari 2007 pukul 2:01 pm

    Masih sebatas penonton

  86. 93 Sugeng Rianto 26 Februari 2007 pukul 2:59 pm

    aku kira yang namanya monopoli cuma ada di bidang ekonomi ( juga permainan–> monopoli ). Ternyata Tuhan juga bisa dimonopoli.

    Postingan sampeyan ini
    Cerdas…
    cerdas…

    Orang2 yg memonopoli Tuhan juga cerdas deng! :-). tapi apa Tuhan mau dimonopoli ya?! wong Tuhan itu milik siapa saja koq.

  87. 94 oon 26 Februari 2007 pukul 6:33 pm

    sstt….tuhan lagi onlen gak yah?:p

  88. 95 Pembantunya Wadehel 26 Februari 2007 pukul 7:10 pm

    @petroek
    Doain Tuan Wadehel biar cepet sembuh yah!

    Terimakasih

  89. 96 rajaiblis 26 Februari 2007 pukul 8:00 pm

    @sugeng rianto
    ada banyak yg pengen “memonopoli” tuhan …
    berbagai cara ditempuh … malah justru semakin jauh …

    yg lebih seru …
    ada 40 manusia “bersatu padu” …
    bahkan … ada yg rela gak makan selama 40 hari …
    merasa punya hak untuk “memaksa” tuhan …
    hallaaahhh … hebat amat dia …

    wakkakkakaaa …

  90. 97 haysnaidra 27 Februari 2007 pukul 2:00 am

    werrr … isengnya kaum pra-sufi …
    tapi bener kok — menurut pandangan saya — bahwa kita untuk memproses hidup harus membekali semua unsur ‘manusia’ pada diri kita dengan beragam unsur ‘sir’ … jangan pernah hanya tahu yang putih tanpa pernah tahu unsur pembentuk warna putih …
    cara pandang, berpikir (tepatnya olah pikir), rasa, niat, dan lainnya yang terbentuk oleh ‘sir’ timbul bukan digerakkan … gerak itu sendiri ada karena suatu proses … hanya ada satu titik, dimana titik itu bukan pusat dari proses, namun memiliki daya untuk memproses …

    @raja iblis
    … gua salut sama lo, postingan di blog lo penuh daya tarik ‘kemanusiaan’ kita-kita …

    @wadehel
    gua juga salut sama nih postingan … lo b’rani nulis yang saya yakin lo sendiri gak bakalan percaya sama hasilnya … hehehe

    @semuanya
    ‘lam kenal aja ya … selalu ada yang harus berpikir jernih untuk membaca sesuatu yang tersirat seperti ini …

  91. 98 rajaiblis 27 Februari 2007 pukul 2:37 am

    @haysnaidra

    gue tahu apa yg elo mau …
    soal daya tarik … gak salah tuch … ?
    bukannya menimbulkan “gairah” keiblisan … ?

    wakkkakakaaa …

  92. 99 m_kharis 28 Februari 2007 pukul 1:15 am

    Kulonuwun…..
    Melihat judul wow… begitu menggelitik ditelingga saya, dan tanggan saya tiba2 bergerak untuk ikut mengomentari tulisan anda…
    saya yakin anda menulis seperti ini tidak punya niatan buruk, inggat melakukan sesuatu tergantung pada niatnya, yang pasti niat anda baik untuk perubahan bangsa. jika berfikir lebih dalam memang terjadi, nama Tuhan di manfaatkan oleh aktor, penguasa, tokoh agama, dll, hanya untuk kepentingan pribadinya…. banyak ayat2 Tuhan yang dijadikan alat untuk lawan politis dan untuk mencapai kemenangan kecap no 1.
    Permisi……

  93. 100 Presiden RI 28 Februari 2007 pukul 11:43 am

    Semoga dengan membaca tulisan anda ini, tidak membuat semakin banyak rakyat saya yang tersesat.

    wahai rakyatku, bijaksanalah.

  94. 101 Galm 1 28 Februari 2007 pukul 12:58 pm

    Anda benar Presiden RI…?

    Apabila benar, janganlah menyibukkan diri dalam dunia blog. Banyak hal yang harus anda kerjakan.

  95. 102 zaki 28 Februari 2007 pukul 9:03 pm

    Wiihhh, udah 101 Tanggapan.
    Nyampe 1001 gak ya..

  96. 103 wadehel 2 Maret 2007 pukul 2:13 pm

    @Arif Kurniawan, sepertinya belum Pak. Silahkan aja kalau mau mbikin.
    @Jejakpena, makanya, bikin dong posting yang menggambarkan citra positif dari para agamawan yang suka mengkotak-kotakkan itu :) Nanti saya link deh di blogwalking.
    @Dimashusna, tanya aja pada para pelaku pemanfaatan tuhan itu.
    @Petroek, saya memanfaatkan kok Pak. Posting ini diantaranya.
    @-may-, fazlurrahman, tul sekali.
    @daus oh daus, silahkan langsung aja bikin posting membela tuhan pak :)
    @Abdullah, hehe, baca lagi trus pikir deh pak. Sekali-kali nyoba mikir ga dosa kok. Coba deh. Eh, palesu ya? :P Itu ceritanya abis baca cerita monyet seratus?
    @Yati, salam kenal juga :)
    @Galm1, mungkin disini cuma lewat mungut ide, dibahasnya di tempat2 lain :P seperti itu malah lebih bagus, biar virus mikir cepet mewabah. *apaseh*
    @Yuuki, daku sudah disini, baru mendarat lagi di blogosphere.
    @SalafyIndonesia, salam kenal. Ini temannya antosalafy ya?

  97. 104 M Shodiq Mustika 3 Maret 2007 pukul 3:42 am

    Wadehel masih ingat saya? Itu lo, yang ngutip beberapa kalimat wadehel tentang poligami untuk buku Seandainya Saya Istri Aa Gym (sudah terbit Januari 2007). Kali ini, permohonan saya:

    Alangkah bagusnya bila wadehel daftarkan postingan ini di
    http://muhshodiq.wordpress.com/2007/02/28/pendaftaran-%e2%80%9ctop-posts%e2%80%9d-jan-feb-2007/
    pada kategori Critical dan kategori lain yang relevan.

  98. 105 salafy(not)irja'i 4 Maret 2007 pukul 5:20 am

    S*****
    Luar biasa Op. anda, kalo boleh saya ikut menganalisa dengan kemampuan pikiran saya.

    @1.Untuk intimidasi(“Selain menakuti lawan, ini juga akan memompa percaya diri anda. “)
    > dari opini ini menunjukkan bahwa jika anda dlm posisi ‘subjek’ maka anda akan menggunakan kalimat/nama Tuhan sebagai dalih anda,jika anda sebagai ‘lawan licik pandai argumen’ maka anda akan ketakutan jika lawan debat anda membawa nama Tuhan.

    @2.Untuk memaksakan opini(“Selalu ingatkan mereka bahwa Tuhan akan memberi nikmat bagi siapapun yang menerima opini anda, siksa bagi yang mempertanyakan dan kehancuran pedih bagi yang berani melawan.”)
    > kalo anda sbg org yg diingatkan maka anda akan sangat menggigil ketakutan dan sungguh tak akan mampu untuk bertanya-tanya. jika anda sbg org yg mengingatkan maka sesungguhnya anda telah merasakan nikmat pemberian Tuhan.

    @3.Untuk membangun pasukan berani mati(“Bagai zombi tanpa otak yang rela melakukan apapun yang diinginkan Tuhan. Tentu saja Tuhan yang sesuai dengan yang anda gambarkan, hehe.”)
    > he..he..(juga) klasik moderat handal juga pengen pny pasukan berani mati sebagai cloningan dirinya dan Dez. Tuhan sprt yg diotaknya.

    @4.Untuk menghancurkan(“Sebenarnya bila anda sudah melaksanakan tips nomor 3, anda hanya perlu tarik picu dan mereka akan membantai apapun yang anda mau”)
    > tul Om, kalo doktrinasi berhasil tinggal angkat issue, trus yg laen nimpuk(bravo, Tuhan ini…Tuhan itu…),tapi mungkin sesekali saat anda tarik picu letusan mesiu mulai mengacaukan arah pandang anda dan akhirnya salah sasaran.Opss

    @5.Untuk….(“Wah, yang ini belum saatnya diceritakan. Umat manusia belum siap untuk yang satu ini :)) Lain kali saja. “)
    >Moderat bijak yg mengakui kelemahannya saat tidak mampu mengungkap semua manfaat/kelemahan/(whatever u say lah) dirinya/penciptanya.Dan semoga lain kali anda diberikan kekuatan untuk menuliskan semacam ini lagi.

    @wadehel;salam kenal n thx much.
    *hitam-putih bukan bidak yg termakan.

  99. 106 wadehel 4 Maret 2007 pukul 9:12 am

    @M Shodiq Mustika, Terimakasih, nanti saya pertimbangkan :) Bukunya cari di gramed kok ga ada ya? Ada versi pdfnya ga? :P

    @Salafy(not)irja’i. Waaaw, analisa brilian, luar biasa cerdas, anda harus segera beritahu guru anda akan analisa anda ini. Semua salafyin pasti bangga pada anda.

  100. 107 Sugeng Rianto 4 Maret 2007 pukul 2:45 pm

    @salafy(not)irja’i
    *hitam-putih bukan bidak yg termakan.

    Huekekkk….percampuran warna hitam dan putih = abu-abu. makanya saya lebih suka memilih warna abu-abu. ga memakan dan juga ga dimakan :lol:

  101. 108 M Shodiq Mustika 5 Maret 2007 pukul 10:07 am

    Wadehel cari buku Seandainya Saya Istri Aa Gym (Jakarta: Hikmah, Januari 2007) di toko Gramedia mana?
    Di beberapa toko, buku tsb dipajang di boks best-seller.
    Atau mungkin toko tsb kehabisan stok dan sedang menunggu tambahan kiriman.

  102. 109 wadehel 5 Maret 2007 pukul 11:00 am

    @Sugeng Rianto, emange cuma soccer aja yg boleh gol bunuh diri :)), tul ga om salaf?

    @M Shodiq M, saya ke gramed bogor. Mungkin emang pas keabisan. Judul yang lain tentang poli2an emang banyak bgt ternyata. Tar klo kesana saya liat2 lagi deh.

  103. 110 M Shodiq Mustika 7 Maret 2007 pukul 10:41 am

    kalo sulit cari buku Seandainya Saya Istri Aa Gym, coba aja lewat internet, upamanya yang ini nih:

    http://www.bukukita.com/infodetailbuku.php?idBook=3904&PHPSESSID=02258a013698932a9b0679b986d8ce59

  104. 111 lambrtz 12 Maret 2007 pukul 2:07 pm

    itu kan orangnya aja yg ga bisa pake Tuhan

  105. 112 Pak Sabar 12 Maret 2007 pukul 9:17 pm

    @ wadehel
    istighfar mas!
    saya setuju dengan Abdulloh!
    sebaiknya kita memang harus buanyaaaaaaaak buangeeeeeet belajar sebelum mengemukakan pendapat.

  106. 113 Bupunsu 16 Maret 2007 pukul 5:01 pm

    @Abdullah

    Pa, Klo baca sesuatu itu ya di baca dengan benar dulu dan sabar, jangan langsung emosi trus nulis koment to pa.

    Yang anda tulis memang tidak juga salah, tapi yang ditulis om dehel juga tidak bisa dipungkiri banyak dimanfaatkan oleh orang2 yang mengatas namakan diri mereka ust-ust, yang menyerukan agama (memanfaatkan agama). banyak ust2 yang terkenal itu klo dipanggil mengisi acara disuatu majlis mereka menetapkan tarif (maaf) yang menurut saya tidak masuk akal.

    :D

  107. 114 blackclaw 25 Maret 2007 pukul 1:12 am

    SAMA SEPERTI D.DOS Menggunakan Zombie™…

  108. 115 zal 10 April 2007 pukul 7:00 pm

    Thanks ya Hel, kayaknya aku masih memperlakukan Tuhan kayak tulisanmu…, mudah-mudahan aku diperlihatkan arah yang benar dari tujuan tulisanmu, bukan sekedar membaca tulisanmu…., sekali lagi Tks, kamu pasti dalam pencerahan yang luar biasa…

  109. 116 Strife Leonhart 12 November 2007 pukul 7:07 pm

    Astaghfirullah,, istighfar dah gw

  110. 117 amirudin sholih 24 Mei 2008 pukul 11:46 am

    bismillah
    sebetulnya penulis wadehel ini masih ragu tentang mana yang benar dan mana yang salah. tentu tidak ada manfaat sedikitpun orang yang ragu terhadap orang yang menuntut ilmu. tulisan wadehel ini selayaknya tidak dibenarkan. berilmulah, tentu kalian akan mengetahui apa yang kalian cari.
    untuk apa kita hidup kalau tidak mengetahui tujuan hidup. yang paling tahu untuk apa kita hidup hanya Alloh swt.
    jangan asal ambil info. karena info itu ada yang benar ada yang salah. telaah dengan seksama sumbernya, layakkah dia dibenarkan. apakah dia termasuk orang yang jujur? apakah dia termasuk orang yang ngurusin dirinya sendiri nggak bisa?

  111. 119 jabon 21 Juli 2010 pukul 12:43 pm

    yang nomor 5 terusin kapan tuh, bahasanya kok ekstrim ya, MEMANFAATKAN TUHAN…?

  112. 120 jabon 24 Agustus 2010 pukul 4:48 pm

    by jabon

    wah yangterakhir saya sangat penasaran ni ..apa ya untuknya


  1. 1 25 Februari « I’m not King, Queen, or Gods. I am just Slankers Lacak balik pada 25 Februari 2007 pukul 10:07 pm
  2. 2 Bercinta Dengan Saudara Sendiri « Parking Area Lacak balik pada 2 Juli 2007 pukul 7:55 pm
  3. 3 Ketika Tuhan Telah Mati « Parking Area Lacak balik pada 12 Juli 2007 pukul 11:45 am
  4. 4 25 Februari « Generasi Biru Lacak balik pada 1 Desember 2007 pukul 9:38 pm
  5. 5 Tips: Memanfaatkan Tuhan Dengan Maksimal « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 4:31 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: