Tips: Membangun Tanpa Fulus

Antum ingin mendirikan bangunan tafi tak funya fulus? Jangan resah, ini ana tuliskan beberafa tifs untuk mewujudkan cita-cita antum yang mulia ituh:

  1. Sediakan drum/gentong. Bekas atau feot-feot tak masyalah, yang fenting GEDE. Makin gede makin afdhol. Letakkan keduanya berderet tefat ditengah jalan, beri jarak beberafa meter. Ini bermanfaad untuk menghambat arus lalu lintas, memaksa fara fengendara berfulus itu memferlambat laju tunggangan mereka.
  2. Fajanglah flang dengan tulisan yang gede, tuliskan alasan antum mengemis membuka kesemfatan beramal. Tak ferlu terlalu jujur, yang fenting gunakanlah alasan-alasan berbau surga. Semakin surgawi alasannya, semakin deras fulus yang akan terjaring.
  3. Suruhlah fara fejuang berdiri di sekitar drum-drum itu, agar efektif minimal 4 orang, dua ditengah dan satu di setiap sisi luar jalan. Masing-masing membawa jaring untuk menangkaf fulus yang dilemfar oleh fara fengendara. Kalau memungkinkan, filihlah fejuang futri yang bermasker. Masker akan melindungi faru-faru mereka dari folusi laknat yang keluar dari fantad kuda-kuda besi ciftaan fara kafir yang laknad itu. Selain itu, gerak seksi tubuh fejuang futeri bisa menggerakkan hati fara fengendara yang lewat untuk menyumbang.
  4. Nyalakan sound system senyaring mungkin, makin nyaring makin afdhol. Agar terdengar oleh fara kaya yang ada di dalam sedan tertutup rafat, setidaknya getarnya akan terasa. Siapkan juga mixer berQualitas, jadi sementara tafe recorder memutar lagu-lagu bernuansa fadang fasir, seorang fejuang bisa meneriakkan janji-janji surga bagi fara fengendara yang mau menyumbang. Kalau ferlu, fekik ancaman neraka dan siksa fedih bagi yang mereka yang felit mungkin akan membantu.
  5. Lakukan semua itu secara intensif dan berkelanjutan, 24 jam nonstof akan lebih afdhol agar fulus yang terjaring semakin banyak. Ingat, semakin banyak fulus terjaring, semakin cefat fembangunan dafat diselesaikan. Semakin cefat fembangunan selesai, semakin singkat fenderitaan dan kemacetan yang antum bagikan fada fara fengguna jalan raya.

Tifs-tifs diatas dafad antum manfaadkan untuk membangun afafun. Bisa diskotik, temfat judi, rumah bordil, lafo tuak atau afafun yang antum inginkan. Silahkan antum imfrovisasikan sesuai kreatifitas dan tujuan masing-masing.

Semoga tifs-tifs diatas dafad bermanfaad bagi kemaslahatan umat. Amin.

Iklan

68 Responses to “Tips: Membangun Tanpa Fulus”


  1. 1 Anang 2 Februari 2007 pukul 9:59 am

    fertamakhh…………. CTRL + F change P to F

  2. 2 Emanuel Setio Dewo 2 Februari 2007 pukul 9:59 am

    Welcome back Wadehel.

    Rupanya sdg mengumpulkan fulus utk membangun diskotik ya? Sdh terkumpul berapa?

    (** Kabur **)

  3. 3 manusiasuper 2 Februari 2007 pukul 10:21 am

    TEGGUUUUUHHH…..

    Muach.. Muaach.. Muach..

    Lama da ngeblog, taunya jadi penasehat keuangan masjid ya??
    Di tempat saya, setiap setengah kilometer jalan raya, ada tuh yang “fara fejuang berdiri di sekitar drum-drum”. Cuma bedanya, mereka ga pake drum, tapi pake jaring yang buat nangkep ikan itu…

  4. 4 chie 2 Februari 2007 pukul 11:24 am

    Manusiasuper::ih cium2 tar hamil loh

    Tiap brangkat kantor ada sekitar 3-4 “fara fejuang yang menghambat arus lalu lintas”…mereka juga fake jaring ..ga fake tafe recorder yang memutar lagu-lagu bernuansa fadang fasir sieh..tafi sambil membacakan buku dengan son sistem yang lumayan..

  5. 5 kw 2 Februari 2007 pukul 12:59 pm

    agar lebih cepat ngumpulnya, mungkin perlu ditambahkan:

    6. bikin proposal, datengin kantor, warung, toko, diskotik dan sodorkan itu proposal, kalau perlu dengan mengusung isu putra daerah asli.

    7.datengin masjid pada hari jumat, kasih pengumuman ke jamaah sebelum khutbah, anda akan membangun sesuatu dan meminta keikhlasannya untuk membantu. perlu kali memakai jubah kotak-kotak diselempangkan di leher

    8.kerahkan pengangguran untuk mengedarkan amplop berkop / kotak kayu ke rumah-rumah dengan minta ijin pak rt setempat. dresscod nya koko putih, berpeci pakai sandal, jangan sepatu.

    9. bikinlah website/ blog dan milis, invite semua orang dengan menyebarkan spamm. jangan lupa mencantumkan nama alamat dan nomer rekening. agar menarik, warnanya hijau dengan bertaburan huruf dan istilah arab.

    :)

  6. 6 tukangkomentar 2 Februari 2007 pukul 1:16 pm

    “Diijinkan” atau nggak kalau ada yang begitu untuk bangun gereja?
    “Perijinannya” dari mana? Polisi, Bupati, Tentara, Presiden, Wapres atau dari ustad setempat?
    Pasti ada ijin resminya, ya? Kan Indonesia negara hukum …..? Atau ….?

  7. 7 tukangkomentar 2 Februari 2007 pukul 1:24 pm

    Tambahan:
    eh, kalau ijinnya resmi (dari polisi, bupati, lurah, camat, tentara, presiden, wapres dll.) apa dijamin betul berlaku? Kan payah, sudah bayar biaya “administrasi perijinan” mahal-mahal. eh, nantinya nggak berlaku di daerah-daerah “otonomi” (baca: anarki) tersebut. :)

  8. 8 jalansutera 2 Februari 2007 pukul 1:41 pm

    no.6. kerahkan fara fejuang yang sedang menganggur utk membawa kotak sumbangan. lengkafi mereka dengan tafe karaoke. suruh mereka naik turun bus… gegegegeeee…..

  9. 9 Pipit 2 Februari 2007 pukul 3:40 pm

    @tukangkomentar

    Untuk bangun gereja gak perlu minta-minta di jalan, pak.
    Wong ijin resmi aja dipersulit kok, apalagi minta2 di jalan. Digrebek?

  10. 10 sandal 2 Februari 2007 pukul 4:21 pm

    nambah:
    – berdiri di depan pintu ATM sambil bagi-bagi amplop
    – keliling kota pake mobil berpengeras suara dan para pejuang membawa kotak
    – nyegat bis antarkota, lalu sebar amplop di dalamnya
    – beli sabuk yg gede-gede, didoa-doa’in dan ditiup2, abis itu nyuruh sang jawara nebus maharnya

  11. 11 syah 2 Februari 2007 pukul 6:04 pm

    hihihihi….lucu deh entry kali ini.
    selamat datang kembali bung.

  12. 12 pramur 2 Februari 2007 pukul 7:18 pm

    Numpang nimbrung nih Mas…
    Sebelumnya selamat datang dari kematian sementara Anda.
    Kalo di mesjid saya malah terang2an si boss pengurus masjid bilang seperti ini “sebelum saya berhenti jadi ketua pengurus masjid, saya masih punya satu cita-cita sebelum mati. Membuat masjid ini jadi tambah luas”, pas sholat jum’at lagi.
    .
    Yaelah, mending duitnya dibeliin karpet aja PakDe! Biar orang shaf kedua bisa merasakan kehangatan jidat saat sujud. Masak orang-orang sok ustad aja yang dapet tempat hangat dengan karpet setebal setengah bukunya Harry Potter 5?? Dan lagi kalo yang sholat cuma satu shaf, kenapa musti dipanjangin sampe deket jalan raya?

  13. 13 mrtajib 2 Februari 2007 pukul 9:30 pm

    Saya jelas marah dengan tip ini. Bukan karena tip ini telah aku lakukan. Tetapi karena “niru-niru” saya…di….Tips Membuat Blog Islami!
    *pulang dulu, ambil kapak………*. Ciaaaaaattttttttt!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  14. 14 Abdullah 3 Februari 2007 pukul 11:34 am

    Assalamualaikum…
    Ummat sekarang sedang dalam keadaan bingung…. Kenapa…?
    Karena setelah Rasulullah wafat, tak akan turun lagi nabi
    Maka tugas tugas menyebarkan agama menjadi tanggungjawab Ummat yg “mengaku” diri nya Ummat Rasul
    Tapi…..?
    Dimana Ikhwan ikhwan yag mengaku ummat rasul?
    Dimana…?
    Sebagian sibuk dengan bisnis, pekerjaan, teknologi
    …DUNIA…
    sebagian lagi ada yg sibuk Nge-BLOG, menyeracau menelikung asa, mengumbar kata yag tak jelas manfaatnya.

    Ikhwan sekalian..
    Yang kita perlukan saat ini adalah memperbaiki hubungan kita dgn RABB kita, ALLAH Subhanahuwataala.
    Bukan menghabiskan waktu berlama lama di internet, NGEBLOG!!! BUKAN!!!
    Tapi habiskan waktu di mesjid, buat amalan-amalan mesjid, buat amalan amalan yg disukai ALLAH, agar Turun keberkahan, bukan bencana.

  15. 15 tukangkomentar 3 Februari 2007 pukul 1:37 pm

    Lho, kok Mas Abdallahnya juga ngeBlog?
    Bingung nih? (sambil meringis, mikir! :))

  16. 16 abdullah 3 Februari 2007 pukul 2:27 pm

    Saya menjemput antum sekalian, agar segera kembali ke Dunia NYATA. Agar sadar bahwa kita hidup bukan buat “DUNIA” yg begitu kita “cintai” ini

  17. 17 helgeduelbek 3 Februari 2007 pukul 2:40 pm

    Wah genderang sudah dipukul, pertikaian segera dimulai….

  18. 18 tukangkomentar 3 Februari 2007 pukul 2:47 pm

    Mas Helgeduelbek,
    ikutan nabuh genderang ah! :)
    Tapi kok yang mau jemput kita dari dunia khayal ini masih juga ada di sini? Heran saja kok. :)

  19. 19 pramur 3 Februari 2007 pukul 4:40 pm

    Numpang nimbrung nih Mas…
    @ Abdullah
    Mohon maaf PakDe, tetapi sepertinya Anda terlalu terjebak pada ke-istilah-an. Kalo konteks nya ngeblog itu bermanfaat, misal buat tukar pikiran (mana kita tahu kalau ada orang yang ilmunya kita bisa manfaatkan untuk kepentingan ummat?), dakwah lewat tulisan, dan sebangasanya.
    .
    Atau, mau bilang kalau ngeblog itu haram? MUI aja ga bilang ngeblog haram kok? Terus, kalau seandainya MUI bilang ngeblog itu haram, ntar saya ga bakalan ngeblog. Soalnya, fatwa MUI soal HAKI sudah saya djalankan. Bagaimana dengan Anda, masih ngeblog pake Windo$ bajakan?

  20. 20 aunsstuff 3 Februari 2007 pukul 4:55 pm

    ini adalah komentar saya di blog-nya orang lain YANG PERTAMA!!! Seumur2 blom pernah komen, lha wong blog sendiri aja baru jadi :p

  21. 21 Abdullah 3 Februari 2007 pukul 6:03 pm

    Assalaamualaikum. wr wb
    Segala sesuatu yg ada di dunia ini tidak ALLAH ciptakan dgn sia sia, termasuk BLOG.!!!

    Tapi sejauh mana itu ciptaan itu berharga di hadapan ALLAH, tergantung isi nya.
    Apabila didalamnya membicarakan kebesaran ALLAH, mengangungkan ALLAH, ber DZIKIR kepada ALLAH maka “sesuatu” itu menjadi berarti di hadapan ALLAH.

    Kalo tidak, maka semuanya hanyalah permainan dan kesia sia an belaka.

  22. 22 xwoman 3 Februari 2007 pukul 9:16 pm

    Jadi selama ini hel prei lagi praktek jadi fejuang tho..???????

  23. 23 mardun 3 Februari 2007 pukul 10:42 pm

    buat Mas Helgeduelbek:

    perang antara siapa ya? :P
    antara yang disinggung di postingannya
    atau antara yang disinggung di commentnya :P

  24. 24 antobilang 4 Februari 2007 pukul 11:06 pm

    weleh2…om wadehel is back!
    btw.. ada2 saja om abdullah ini…
    aneh..aneh…
    kok masih ada saja ya cecunguk kayak gini..ngomong diluar konteks…lha wong wadehel ngomong apa..dianya malah ngomong apa lagi…
    halah…cape de..

  25. 25 Mbah Keman 4 Februari 2007 pukul 11:49 pm

    Hayah. pulang-pulang wadehel berabadan drum, apa perlu dilarang mereka berjuang di jalanraya eh,di jalan Allah atau di jalan raya ya…. itu adalah budaya bangsa budak,bukan ajaran agama, tolong di sosialisasikan yah, simbah pikir Allah gak semiskin itu sehingga memerlukan sumbangan receh untuk tempat ibadahnya,

    padahal semakin banyak masjid itu pertanda semakin dekant kiamat, betuuul.

  26. 26 irdix 4 Februari 2007 pukul 11:56 pm

    betull…

    tapi masjid yang bagaimana itu.. ehhehehe…

    aq mah.. selama ke-afdol-an masih merajalela di muka bumi ini.. pasti akan terus berusaha..

    ga ngerti kan ? sama.. soalnya mo niru ke-arab2-an sih…

  27. 27 mrtajib 5 Februari 2007 pukul 12:44 am

    @abdullah

    Saya kira sudah di masjid, kok masih nge-Blog…..Ya udah ikutan nge-Blog…..sampe teler…

  28. 28 Abdullah 5 Februari 2007 pukul 7:34 am

    Alhamdulillah, saya sedang belajar meluangkan waktu buat mesjid.
    Sedangkan nge-BLOG saya anggap seperti ke WC, bukan tujuan sekedar keperluan dan tak perlu lama-lama 10 menit cukup.

  29. 29 Luthfi 5 Februari 2007 pukul 10:08 am

    @ Abdullah : besok2 kalo di mesjid ada hotspot wadehel ngeblognya dari mesjid :-)

  30. 30 wadehel 5 Februari 2007 pukul 12:00 pm

    @Abdullah, Allah anda cuma ada di masjid ya?

  31. 31 tukangkomentar 5 Februari 2007 pukul 12:57 pm

    Abdullah,
    kalau selesai ke wc-nya harap jangan lupa cebok, nanti ngotori masjid dan wudhunya nggak sah. lho! :) (eh, buka aib, lagi nih? Dosa, dosa, dosa gw!)

  32. 32 MaIDeN 5 Februari 2007 pukul 1:05 pm

    Wadehel pasti belum pernah jalan-jalan ke Propinsi Sulut

  33. 33 Naif Al'as 5 Februari 2007 pukul 1:09 pm

    ini salah satu tipikal endonesia banget, tidak punya kepribadian bahasa, sehingga melecehkan bahasa bangsa lain. anda seharusnya malu

  34. 34 Abdullah 5 Februari 2007 pukul 1:14 pm

    Wedehel..
    Tempat yg paling disukai TUHAN saya, ALLAH AZZA WAJALLA adalah MESJID

  35. 35 Thamrin 5 Februari 2007 pukul 1:20 pm

    Ide ini menarik, mungkin perlu ditambahkan sebuah bambu yang melintang ditengah jalan, yang dibuka setelah kita bayar….he…..he…

  36. 36 wadehel 5 Februari 2007 pukul 1:29 pm

    @Abdullah, itu kata siapa Allah allah paling suka nongkrong di masjid?

    Kalau bisa, bikin posting khusus itu lah, korbankan sedikit waktu boker anda untuk ngeblog, demi mencerahkan umat. Di topik ini sepertinya kurang tepat berpanjang lebar tentang itu, pesan anda itu terlalu berharga untuk diselipkan dibawah judul yang ga nyambung.

  37. 37 wadehel 5 Februari 2007 pukul 1:34 pm

    @Naif Al’as, selain yang anda tuduhkan itu, ada juga kenyataan lain. Bangsa ini suka menggunakan istilah2 arab, supaya kelihatan lebih religius, lebih Islami. Ya termasuk saya ini, terkutuk ya? hehehe.

    Tapi saya yakin, Anda pake nickname beraroma bangsa lain (NAMA ARAB) itu tentu bukan untuk tujuan bodoh yang sama :)

  38. 38 joesatch 5 Februari 2007 pukul 2:04 pm

    Abdullah:::

    Apabila didalamnya membicarakan kebesaran ALLAH, mengangungkan ALLAH, ber DZIKIR kepada ALLAH maka “sesuatu” itu menjadi berarti di hadapan ALLAH.

    Mas Abdul, saya mau nanya! Memangnya ada ya “sesuatu” di dunia ini yang bisa lepas dari kebesaran Allah? :)
    Apa kalo kebetulan kita tidak sedang mengucap “Allah” sebagai sebuah kata atau dalam kalimat, maka kita berarti sudah bisa dibilang “lepas” dari kebesaran Allah? :P
    Yang menilai “sesuatu” itu berarti atau tidak, itu kan cuma pikiran dangkal kita sebagai manusia. Sangat subyektif. Saya mau nanya lagi, apakah Allah pernah menciptakan sesuatu yang “tidak berarti”?

  39. 39 Naif Al'as 5 Februari 2007 pukul 4:02 pm

    @wadehel, saya tidak menuduh tapi merupakan kenyataan istilah/ejekan terhadap bahasa arab yang anda gunakan pada tulisan ini dan beberapa tulisan lain anda. mengenai penggunaan bahasa arab yang di indonesia-kan, itu memang adalah penyerapan bahasa secara resmi sebagai bahasa indonesia. ini diluar konteks anda atau sebagian orang indonesia melecehkan suatu bahasa (bukan bahasa arab saja). penggunaan “f” untuk menggantikan huruf “p” disini merupakan pelecehan terhadap logat pada bahasa arab itu sendiri. bagaimana bangsa ini mau maju, sedangkan anda dan sebagian orang bangsa ini suka mengejek bahasa dari bangsa lain. mungkin untuk anda hal ini merupakan hal biasa, tidak dengan orang-orang WNI secara sah walaupun masih keturunan dari bangsa arab, china, dll. Memang kalau anda menyatakan itu hak anda untuk berbicara/menulis sesuai dengan selera anda, tapi tolong hormati orang-orang yang tersinggung dengan pelecehan yang anda lakukan.
    Mengenai nama saya, memang itu nama saya, saya adalah WNI asli keturunan arab.
    Sekali lagi, anda tidak dapat melalukan pembenaran atas tulisan anda yang bernada pelecehan ini, dan anda harus malu dengan itu !

  40. 40 wadehel 5 Februari 2007 pukul 4:30 pm

    @Naif Al’as, Sebenarnya saya hanya ingin tampil lebih religius, supaya disangka lebih beriman dari yang lain, kalau anda perhatikan, saya bahkan menggunakan istilah antum-antuman yang tampak sekali kalau dipaksakan demi tujuan bodoh dan naif itu. Saya mohon maaf kalau anda merasa bahwa bahasa, kebudayaan bahkan leluhur anda dilecehkan oleh penulisan gaya bodoh saya. Saya akan usahakan untuk tidak lagi menggunakan F untuk mengganti P dalam tulisan-tulisan berikutnya.

    Sebagai bukti permohonan maaf, saya mengikuti perintah anda yang mengharuskan saya malu. Sekarang Saya malu. Sangat amat malu dengan tindakan saya menggunakan logat arab untuk tujuan-tujuan tolol.

    Fyi, di tulisan-tulisan saya yang lain, ada banyak sekali hal yang lebih memalukan, bahkan tips-tips super tolol, kalau berkenan membaca, saya akan berterimakasih menerima kritik yang mencerahkan dari anda :)

  41. 41 Mbah Keman 5 Februari 2007 pukul 10:00 pm

    sebenarnya. nama saya juga ada Abdullahnya juga, tapi pikiran saya tetep manusia biasa bukan manusia malaikat,

    jangan perkecil tuhanmu dengan merumahkanya di masjid, Tuhan akan lebih agung ketika di Alam ini,

    menyembah atau mengingkari allah itu semua tidak mengurangi kebesaranya,jadi jangan saling membela Allah yang pasti tidak butuh pembelaan. Bisa di copy?

  42. 42 Lita 5 Februari 2007 pukul 10:10 pm

    Ini ada komentator baru-tapi-lama yang nyamar pake nama baru ya?
    Baru mau ngebales, eh udah ada Luthfi yang ngomong. Ya sudah :D

    @ Wadehel:
    Aku kok ya juga gak suka tho kamu pake F-F an itu. Bukan apa-apa sih, tapi mbacanya susah! Setting otakku kan pake bahasa Indonesia, bukan pake bahasa gaul ala wadehel *manyun*

    @ Abdullah:
    Bagus banget bisa ngeblog dalam waktu 10 menit. Bagus! Saya salut. Saya rata-rata butuh minimal 2 jam agar tulisan saya bisa menampilkan isi yang -saya harap- bermanfaat. Dibandingkan 10 menit anda, betapa waktu saya terbuang banyak sekali ya! Hanya untuk ngeblog! Ckk ckk ckk…
    Boleh saya belajar dari anda?

  43. 43 Mbah Keman 5 Februari 2007 pukul 10:14 pm

    HELL wadehel, kamu in kok kadang-kadang baik… wah setan sejati kamu kek kek, udahlah gak penting bahasa arab atau bahasa jawa.

    kalau nanti teryata, nanti pas kita di akhirat teryata seluruh jin, setan malaikan pakai bahsa arab, kamu dan aku demo aja ya, dan bilang Tuhan ini para malaikat pada rasis..

    kita buat hukum pelecahan disana… Islam itu bukan arab, arab itu bukan islam, islam ditujukan pada seluruh manusia di bumi, dan kenapa di pilih manusia arab yang mendapat kemulian islam.

    jawabanya. orang-orang arab itu dulu orang yang paling bejad didunia, gak tau sekarang masih bejad tidak?

    ada yang tau, kalau dari cerita TKW sih , gak jauh beda

  44. 44 anung 5 Februari 2007 pukul 10:17 pm

    hm, bagus juga…bikin hotspotan di masjid UGM…biar salafi2 se-DIY rajin online seperti bung Abdullah..

    Alhamdulillah, saya sedang belajar meluangkan waktu buat mesjid.
    Sedangkan nge-BLOG saya anggap seperti ke WC, bukan tujuan sekedar keperluan dan tak perlu lama-lama 10 menit cukup.

    berarti anda ini beseren yah? sering banget ke “WC”..

  45. 45 irdix 5 Februari 2007 pukul 10:18 pm

    weleh…

    -sambil di dalam WC nie-

    “ya Allah, aq berterima-kasih atas nikmat boker yang Kau berikan padaku, tak sedikit aq bermaksud memalingkan diriku dari WajahMu dan tak mungkin aq akan mengingkarinya dimanapun aku berada, Ya Allah, berikanlah pencerahan pada yang gelap dan berikan pemahaman pada yang bingung, bukakan pintu fikir yang luas yang mampu sedikit memahami kebesaranMu, yang membuka wawasan kami.. yang tidak menyempitkan dirimu dalam wadah-wadah dan kotak-kotak tempatmu, Ya Allah, sekali lagi tak sedikitpun aq tidak akan bersyukur atas nikmat boker ini.. trims Ya Allah, brb, mo cebok dulu.. oh ya.. jadikan kami semakin mencintaiMu. Amin3x ”

    hmm.. dosakah diriku jika bersyukur pada saat boker ?? bersalahkah diriku jika berterima kasih atas kenikmatan bisa boker ? masa pemberian dari Allah dibilang najis tralala… ?? kotor iya.. (^^,)

    ehhehe.. Allah Maha Pengertian juga kan ? :D

  46. 46 wadehel 5 Februari 2007 pukul 11:56 pm

    @Lita, injih Buu… saya tidak akan lagi ngganti P dengan F. Selain membuat saya tampak memalukan, juga beresiko digebuki liga arab. Biar para TKW saja lah yang menghadapi mereka.

    @MbahKeman, jangan-jangan emang TKWnya aja yang doyan? Pengen pisang arab? Btw, konon disana make pembantu sehalal make budak. Mungkin ga ada dosanya.
    [ampuuun, mohon para saudari dan para korban tidak merajam saya karena asbun, saya lagi sakit asbun nih gara-gara beberapa hari banyak bergaul dengan tukang asbun. Semoga besok udah sembuh.]

  47. 47 Arif Kurniawan 6 Februari 2007 pukul 3:02 am

    Aduhh… aduhh…

    Ini ada affaaa temhan-temhan sung,gh’uh-sung,g’uh verkhelahi kharna hany’a mas’alaaah huruuv F dan P sajha’a.

    Ithu adhlaaah sung,gh’uh tiadhaa baik adhanya’aa. Ayuu’lah temhan-temhan semuanya jangh’an verdhebaa’at.

    Sudh’ah bethuul itu wadehel punya ju’udul. Fulus memhaang memaka’i huru’uf F fukan P.

    *Mabb’huuur*

  48. 48 Luthfi 6 Februari 2007 pukul 8:40 am

    @ Lita : horeeeeeey ….
    @ semuanya: sekedar info, katanya di uph (pelita harapan), musholla kampus sudah ada hotspotnya. Info dari Nenda (calupict.wordpress.com)

    xixixixixi ………
    jadi ngebayangin, solatnya cuman 5-10 menit, ngeblognya 5 jam :-)

  49. 49 petroek 6 Februari 2007 pukul 11:01 am

    wah HELL, anda memang hebat klo bikin postingan yang rada ‘nyeleneh’

  50. 50 petroek 6 Februari 2007 pukul 11:18 am

    ada peribahasa bilang :
    ‘ biarlah wadehel yang menyebar benih, orang lain yang berebutan memanen, ampe cakar2ran kek, sumpah2an kek, kutuk2an kek, nga pa2 yang penting rame’
    *tul ngak HELL???*

  51. 51 papabonbon 6 Februari 2007 pukul 4:46 pm

    bukannya emang 40 persen buat managaement fee pengumpulan sumbangan ? hehehehe

  52. 52 uzi 6 Februari 2007 pukul 7:42 pm

    @Kak Abdullah:

    Kalo blog dipake buat berdzikir kepada Allah SWT doang (menggunakan bahasa-bahasa yang nggak dimengerti oleh 99.99% penduduk Indonesia), blognya bakalan jadi sia-sia belaka dong? Mengenai blog2 yang membicarakan kebesaran Allah, udah ada banyak kok. Kakak sendiri ngapain ada di blognya wadehel?

  53. 54 anung 6 Februari 2007 pukul 11:19 pm

    hoy para abdul sekalian:
    khususnya abdul diatas:
    “kowe ki ngomong opo tho?”

  54. 55 wadehel 7 Februari 2007 pukul 12:14 am

    @Petroek, sebenernya ada yang lebih penting dari sekedar rame. Saya berharap share ide ini bisa buka mata dan pikiran orang :D muluk ya :P

    @Papabonbon, masa sih segede itu, gilaw. semoga itu cuma isuw.

  55. 56 Mbah Keman 7 Februari 2007 pukul 4:41 am

    @ anung
    kamu menyinggun namaku yo. nama yang ada Abdulahnya itu nama yang dekar kepada Tuhan, termasuk aq, tapi gak tau kalau tuhan tidak mengakuinya,, yang jelas kita disini cuman komentar, bukan berdepat.bisa di download?

  56. 57 anung 7 Februari 2007 pukul 4:37 pm

    mbah keman..
    wew, sori bang, tidak ada maksud apa2 kok..hehehe

  57. 58 Bupunsu 7 Februari 2007 pukul 4:50 pm

    @Abdullah 5th Feb 2007 di 7:34

    Alhamdulillah, saya sedang belajar meluangkan waktu buat mesjid.
    Sedangkan nge-BLOG saya anggap seperti ke WC, bukan tujuan sekedar keperluan dan tak perlu lama-lama 10 menit cukup.

    ooOoo, Wajar toh klo begitu komen anda ngga pernah nyambung! :D
    Buat baca postingan om dehel ini kayaknya ngga cukup deh klo cuma 10 menitan Dullah (Sorry bukan songong ye)…………
    Klo mo kasih komen dibaca dulu dan dipahami dong….. :P

    (*bersembunyi ah……*)

  58. 59 Dimashusna 7 Februari 2007 pukul 5:34 pm

    Eleuh2 dikirain teh beneran ga pake duit,ternyata benar tidak pakai Fulus(pribadi),
    Sayah teh lagi bingung,di kampung saya gara2 ingin MTF (membangun tanpa fulus), panitia pembangunan dan panitia pencari dana jadi berseteru (malah mau berantem), kalo kata sayah mah daripada ngebangun masjid, mendingan bangun dulu mental dan akhlak para pembangun masjidnya. Karena kalo dipelototin masih banyak mental para pembangun masjid yang ga beda sama mental pembangun diskotique.

  59. 60 gunawan 10 Februari 2007 pukul 4:01 pm

    k’lo kata saya sih mendingan “aksinya” di jalan tol aja sekalian, pas pintu gerbangnya biar sekalian beramalnya pas bayar tol, lebih praktis khan?

  60. 61 husin 10 Februari 2007 pukul 4:10 pm

    lebih bagus kalo masjidnya bukan hanya mencari amal sholeh tetapi masjidnya juga mesti beramal kan?

  61. 62 arezk 5 Maret 2007 pukul 7:18 am

    Bro WadeheL benar-benar jago untuk membuat suasana hidup & yang pasti rating bLog akan sangat tinggi … ruameeee rek!

    Mantap kaLee

    SaLut saya !

  62. 63 trustedclikz 16 Maret 2007 pukul 1:04 pm

    hel, coba ngeblognya dilengkapi fhoto. pasti lebih kueren….

  63. 64 mathematicse 19 Maret 2007 pukul 5:41 pm

    “Tifs: Membangun tanfa fulus”

  64. 65 gemblong 15 Februari 2009 pukul 4:35 am

    maap ya saya biasa telat……
    maaf loh ya…
    lupakanlah, kita orang indonessia pemaaf dan pelupa
    dasarnya bener kata hell minta sumbangan sampe teriak2 dijalan, ngemis2. mereka yang melakukan itu karena uang sumbangan tabu untuk di audit dan bisa nyukupin kebutuhan sekunder spt. Beli Hp, TV, PS, dll.
    apapun yang terjadi Hell!! kita bangga dengan keyakinan berislam kita dan indonesia tempat kita hidup what ever happen


  1. 1 Bagian Terbaik Dari Keberanian Adalah Kebijaksanaan « Generasi Biru Lacak balik pada 27 Maret 2007 pukul 9:21 am
  2. 2 Tanggapan untuk Pak/Mas Herianto (tentang Wadehel) « sora-kun.weblog() Lacak balik pada 31 Mei 2007 pukul 9:22 pm
  3. 3 situs bola kaki Lacak balik pada 18 Maret 2016 pukul 2:28 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: