Kritik? Huh! Bah!

Benci Kritik?

Saya sebenarnya enggan dikritik. Kritik itu tidak sehat untuk ego saya. Kritik memaksa saya menyadari bahwa diri ini punya kekurangan. Kesombongan saya, keakuan saya, kenyamanan saya bisa terusik karena sebuah kritik. Bisa runtuh karena kritik. Dan itu sangat menyakitkan.

Saya tahu bukan saya saja yang merasa demikian. Ada banyak manusia di luar sana yang enggan menerima kritik. Malah ada yang sangat ekstrim, mereka menghancurkan dan membunuh siapapun yang berani mengkritik. Mereka ini tega membunuh hanya karena tidak mau dikritik!

Dengan menutup diri terhadap kritik, memang saya akan merasa nyaman, karena kelemahan dan kesalahan saya tidak terusik.

Tapi, mau sampai kapan?

Dengan menutup pintu kritik, saya menghentikan kemajuan diri saya sendiri. Saya berhenti berevolusi. Saya tidak lagi memperbaiki diri sesuai tuntutan jaman. Ngotot bertahan dengan kekerasan hanya akan membuat saya menjadi laknat bagi semesta alam. Pada akhirnya tetap saja mati pelan-pelan, sebagai primitif yang kesepian dan ditinggalkan. Kalaupun dilestarikan, mungkin hanya sebagai bahan tertawaan, itu pun dalam kerangkeng besi yang diletakkan dalam jarak aman.

Bila ingin maju, bila ingin terus berevolusi, meski berat, maka saya harus berani membuka diri terhadap kritik. Dari manapun. Dari siapapun. Tentu saja akan menyakitkan. Tapi dari situ saya akan mendapat banyak pelajaran. Saya bisa lebih mudah mengubah diri. Mungkin saya  jadi tidak semena-mena, tak lagi arogan, tak lagi ngotot memaksakan kemauan. Dan keberadaan saya pun menjadi berkah bagi semesta alam.

Kritik adalah vitamin, saran adalah suplemen

--Helgeduelbek, "Budaya Kritik dan Saran di blog"

Sebenarnya kesadaran ini sudah muncul sejak lama. Sejak membaca sabda Helgeduelbek tentang Budaya Kritik dan Saran. Hanya saja, saat itu saya tidak terlalu peduli. Barusan setelah saya lihat Passya yang membuka kotak saran dalam blognya, baru kesadaran itu muncul lagi… Akhirnya saya putuskan mengikuti jejak mereka. Mulai membuka diri terhadap kritik. Diawali dengan membuat Kotak Kritik & Saran di blog ini :)

Kotak laknat itu bisa diakses dari sidebar sebelah kiri atas dari blog ini. Saya akan berusaha memahami, mengambil pelajaran, dan menindaklanjuti setiap kritik dan saran yang muncul sesuka semampu saya.

Semoga kita bisa selalu mengambil pelajaran dari setiap saran dan kritik yang kita temui sepanjang perjalanan hidup kali ini.

 

43 Responses to “Kritik? Huh! Bah!”


  1. 1 helgeduelbek 24 Desember 2006 pukul 2:29 am

    Yah saya sendiri sebenarnya mikir… kok gak ada sih orang mau mengkritik saya, padahal saya perlu perbaikan. Dan setelah saya amati dari banyaknya blog jarang yg melontarkan kritik.

    Komentator seolah tenggelam dengan suguhan tulisan yg benar-benar bagus dan kadang mengaduk emosi. Sebenarnya itu adalah keberhasilan seorang blogger yang sesungguhnya. Berhasil menurut takaran saya.

    Buat saya… kritik untuk saya lebih baik lugas saja… Mau saya sih secara langsung sebab saya agak kurang peka.

    Kita di dunia maya… resiko lebih ringan mengkritik dan dikritik dibandingkan di dunia nyata. Jadi kenapa tidak mengkritik. Niatkan dengan tulus/ikhlaas untuk membantu memperbaiki sesama blogger. Siapa lagi yg mau perduli kalau tidak kita yg sekomunitas ini.

    (*Weleh sok temuwo*) halaah wis ben.

  2. 2 Tresno 24 Desember 2006 pukul 2:52 am

    kalo kritik yang membangun saya setuju2 aja

  3. 3 sandal 24 Desember 2006 pukul 3:26 am

    kritik singkong rasa keju ato barbekyu pasti nikmat saat dingin2 abis ujan gini…
    * kabur sebelum dilempar si Om pake sepatunya om7ack *

  4. 4 Niwatori 24 Desember 2006 pukul 4:27 am

    yaya.. ide yang bagus, secara kalau sekedar: “kritik dan saran harap kirimkan email ke anuanuanu” kita (kiita? :P) pasti males, orang lebih memilih disediain form atau tempat comment. Atau sekalian aja ketik sms wadehel spasi kritik.. hehe.

  5. 5 MaIDeN 24 Desember 2006 pukul 5:33 am

    Gw juga baru nyadar, kalo sipenulisa blog juga manusia, blogger juga manusia. La, kalo bloggernya soeharto ?

    Yang nggak tahan kritik, lagi-lagi egonya hehehehe

  6. 6 pramur 24 Desember 2006 pukul 6:26 am

    Numpang nimbrung nih Mas…
    Kalo saya sih pura-pura senang saja dikritik, toh ada juga orang yang sok gaya senang dikritik, bahkan sampai menuliskannya sebagai kata-kata mutiara… wekz
    Atau ada juga lembaga yang di situsnya disertakan alamat email untuk tempat kita mencaci-maki melempar kritik, padahal itu email fake atawa ga ada yang ngurusin, ogut aja ngirim email ga dibales2… ^_^

    Kata dosen saya (yang mungkin ngutip dari omongan orang yang lahirnya lebih dulu daripada dia) :
    Sesenang-senangnya orang dikritik, pasti ada rasa tidak senangnya
    CMIIW

  7. 7 pambayun 24 Desember 2006 pukul 8:11 am

    Lapor Bossss,
    N/A sudah ber-ktp, trims atas segalanya … mohon diwejang-wejang ya, maklum … masih belajaran
    Maaf kepada semuanya, mungkin tidak nyaman dengan ke N/A an sy selama ini … nanti tau alasannya … minim.
    Sebenarnya ada blog di blogspot, cuman sangat internal dan isinya kritikan pedas melulu … jadi sy merasa ndak pantas mencantumkannya … sekali lagi maaf
    Trims atas kebaikan mas de Hel dan kawan-kawan di sini sekaligus mohon ijin links dan saran para senior …
    :)

  8. 8 biho 24 Desember 2006 pukul 8:12 am

    awas loe kritik gue… gue petrus tao rasa loe!

  9. 9 Indah 24 Desember 2006 pukul 10:02 am

    Waahh.. sama donkss.. gua juga termasuk yg susah nerima kritik :p Abis gimana yaa.. kadang kalo gua perhatiin, skg ini jarang yg bisa ngasih kritik yg ‘membangun’ seeh.. Pd menjatuhkan semua, kadang lagi ngritik masalah apa, kalo udah keabisan bahan (kritikan) jadi suka melebar menyerang soal pribadi githuu en sok nge-judge segala seakan dia udah tauu diri gua itu kaya gimana ajaa.. *toeng* Iihh.. jadi males dhee..

  10. 10 manusiasuper 24 Desember 2006 pukul 11:18 am

    Saya seh, ga ada yang mengkritik ya da papa, ada yang mengkritik ya disantet…

    manusiasuper kan juga manusia??

    Ngomongin kritik, kadang kita salah mengartikannya dengan cacian. Kritik itu, kalo yang dilontarkan dengan keinginan untuk memperbaiki. Sementara cacian? CACIAN DEH LO…

    Yang jelas, kebanyakan dikritik-kritik, ya geli tokh…

  11. 11 wadehel 24 Desember 2006 pukul 11:54 am

    @ Helgeduelbek
    Kalau memang belum melihat apa yang perlu diperbaiki, gimana orang mau ngritik? Saya sih belum melihat, nanti deh saya cari-cari keburukan bapak :))

    @ Tresno
    Namanya kritik pasti menghancurkan. Menghancurkan ego :D

    @ Sandal
    Itu namanya spomment! Spam comment! Pelakunya harus di beri kritik!! Mau rasa apa? keju atau barbik?

    @ Niwatori
    Enaknya pake tarif premium atau yang seribuan aja ya? Ngurus di Tsel masih 2 ratus jutaan ya? *halah*

    @ Maiden
    Ego memang ga mau dikritik. Suharto juga gitu. Agamawan *ups* juga begitu.

    @ Pramur
    Hihi, makanya saya ga terima lewat sulek, ketauan boongnya. Kalo kotak saran saya itu bukan fake kok.

    @ Pambayun
    Hehe, akhirnya bikin KaTePe juga, saluuut. Gimana, birokrasinya ga berbelit kan?

  12. 12 fsckedp 24 Desember 2006 pukul 1:34 pm

    dimana batasan nya mengalir bersama air atau hanyut diseret air?
    *mengingat sekarang musim hujan :D

  13. 13 Mbahkeman 24 Desember 2006 pukul 2:30 pm

    go to hell eh Wadehel.. Blog anda ini bagus sayang…terlalu simple maklumlah kadang hidup itu penuh di warnai… sekali2 mbok berseni (bukan kencing) biar tambah ramee..Lho saranya kok di sini salah ya.. Maklum wes tuo akeh pikune..

    Kritik adalah ibarat pil pahit yang terpaksa kita makan untuk meningkatkan kualitas kita sebagai manusia untuk manusia lainya… sayang kritik itu terkadang muncul dari tangan-tangan kotor yang biasanya di selipi racun untuk mematikan kita (ngedownke) jadi sabdo pandawuhe “mbah keman” kritik itu lebih banyak membunuh dari pada mengobati.. tapi kalau masukan/ nasehat itu benar-benar menyehatkan,ibarat meminum pil pahit yang diminum dengan secangkir susumurni tak terasa walau pahit..
    (MBAH KEMAN- Dead is Slank 2001)

  14. 14 joesatch 24 Desember 2006 pukul 3:02 pm

    kritiklahlah saya, maka saya akan balas mengkritik kalo kritikan anda memiliki banyak kelemahan dan argumen yg lemah, kekekekekeke!

  15. 15 wadehel 24 Desember 2006 pukul 8:45 pm

    @ Fsckedp
    Batasan? Mengalir? Hanyut? Ah, itu kan hanya permainan pikiran. :P

    @ Mbahkeman
    Go to Heaven Mbah :D Ini juga sudah berseni mbah, coba Mbah melihatnya dengan hati, dengan rasa. Perhatikan lekuk-lekuk tulisan di sidebar yang rata kanan. Indah kan? Soal warna, disinipun sudah warna-warni, termasuk warna pendapat yang sering saling kontras.

    Dengan memajang kotak laknat secara transparan, semoga bisa lebih terlihat, siapa yang doyan menebar pil beracun. Dan kita pun tidak asal telan.

    @ Joesatch
    Hehe, tidaaak, saya tidak akan seperti itu kok.

  16. 16 helgeduelbek 24 Desember 2006 pukul 10:22 pm

    Weh ladalah… @Mbahkeman kalau pil pahit diminum sama susu murni, bener pahitnya gak terasa tapi kasiyat-nya pun hilang, pil pahit itu dinetralkan ama susu. Nah kalau kritik ….? :)

  17. 17 Mbah keman 25 Desember 2006 pukul 12:31 am

    Wancinyo wes Goro2.. Kritik nek di barenge sama pujian akan lebih enak di terima contoh..

    blog ini lugu ;) ” tapi tulisane bermutu lan sangat tajam,aktual terpercaya juga yang nulis orangnya bagoos”

    nek sek Nesu berarti belum bisa nerima kritik..jaluk di didemo hue hu e wancinyo wes goro2

  18. 18 Tresno 25 Desember 2006 pukul 2:28 am

    @Mbah keman
    kalo saya bakal saya ganti jadi kayak gini :
    blog ini bermutu lan sangat tajam,aktual terpercaya juga yang nulis orangnya bagoos “apalagi” kalo tidak lugu.

  19. 19 Mbah keman 25 Desember 2006 pukul 3:45 am

    ix ix ix ix ix ix hik huk Nduwe Boloo

    rasanya kayak dapet Istri baru nooo

  20. 20 biho 25 Desember 2006 pukul 5:08 am

    adalah fans nya wadehel…

  21. 21 pramur 25 Desember 2006 pukul 8:32 am

    Numpang nimbrung nih Mas….
    @ biho
    saya juga fansnya wadehel, mari kita buat komunitas fans, terus berlanjut ke buat komunitas eksklusif (wadehel ketuanya), terus lanjut ke buat negara sendiri (wadehel presidennya), terus buat agama sendiri (wadehel emmm… nabinya?), terus lanjut ke buat surga sendiri (wadehel emmmmmmmmmmmm…… Tuhannya?). Ga mungkin ketoke.

    @ wadehel
    Mungkin kalo saya mengkritik harus muji2 dulu, ngumpulin kata2 sok mesra n bikin tersanjung, terus ketika sang korban sudah merasa di langit level paling atas, kita jatuhkan ke dasar bumi dengan kata2 pedas nan menyakitkan. Bagaimana? Setuju dong…?

  22. 22 wadehel 25 Desember 2006 pukul 9:52 am

    @ Mbah Keman
    Lugu ini maksute opo?
    lugu = innocent, polos, seksi tanpa dosa?
    atau
    lugu = lucu tur wagu/diguyu?

    @ Tresno & Pramur
    Waah, jadi mau bikin front main troll trollan di blog nieh?!?

    teganya teganya teganya 6666x

    @ Semua
    Harap dipahami, ini tuh kotak kritik, bukan kotak laknat.
    Jadi harap diisi dengan kritik yang sehat sehat saja.

    Budaya kritik mencerminkan umat, umat yang bejat dan laknat biasanya tidak mengenal budaya kritik.

  23. 23 alex 25 Desember 2006 pukul 2:51 pm

    Kapan ya ada sesuatu di blog ini yang layak untuk dikritik dan kalau nggak mau dengar, bisa ngorder sejumlah kaum tertentu untuk menyerang blog ini?

    *mikir*

    Ada yang tahu cara mengontrak sejumlah massa utk melakukan aksi jihad terhadap blognya wadehel??? Bayarannya berapa??

    PS: ini semua cuma persiapan kalau wadehel nggak mau dengar kritik2 saya nanti :D

  24. 24 passya 25 Desember 2006 pukul 7:22 pm

    biasa hel…namanya kotak amal saran, jarang yg isi klo gak ada iming2 seperti…..

  25. 25 FrYja 26 Desember 2006 pukul 5:31 am

    sementara itu… saya mengalami kesulitan menerima pujian.

  26. 26 kang_petroek 26 Desember 2006 pukul 3:25 pm

    kritik itu bagaikan kotak amal, semakin banyak dikritik semakin banyak pula tabungan kita. Tanpa kritik (apapun isinya) hidup ini seperti lokmotif kereta api yang hanya melewati jalan yg mulus tanpa ada goncangan.

  27. 27 Syarif Winata 28 Desember 2006 pukul 5:26 pm

    eiiit asyik nih, kita semua bisa bikin lembaga baru kayak pemerintah, namanya Lembaga MK = mahkamah kritik yang khusus menjaga kritikan terhadap blog..

  28. 28 kalem 22 Januari 2007 pukul 12:18 pm

    saya juga sangat suka dikritik.tapi yang rasional.kayak nya disini udah gak masuk di benak…..
    yah,,,,mendingan minum es cream supaya dingin gitu lo..

  29. 29 agorsiloku 27 Januari 2007 pukul 6:05 pm

    Kritik yang kasar adalah pembunuhan karakter, kritik yang cerdas bergerak lateral kadang satire yang halus dibungkus kecerdasan, tidak jarang diparodikan dan yang baca tersesat dijalan pikiran nylenehnya sebuah logika.
    Siapa yang suka dikritik pedas, bahkan meskipun ditunjukkan kebenaran. Siapa yang bisa menerima kritik yang begitu halus, sehingga warna benangnya tenggelam oleh kegelapan?.

  30. 30 irdix 27 Januari 2007 pukul 7:08 pm

    -JASA KRITIK “LAKNAT JAYA ABADI SELAMANYA”-
    tarif Rp. 500/kata – garansi uang kembali –

    – blognya mas wadehel bagus, bahasanya lugas, sayang orangnya …..
    – sebenernya cerdas banget cara nulisnya, jika ditambah dengan …

    “…” ditulis jika alamat penagihan jelas..

    *mikir*

    ngapain kok aq jadi menjual jiwa yah… ?? weleh..

  31. 31 tirta 11 Februari 2007 pukul 7:46 am

    “semua hal di semesta ini bisa benar tergantung dari sudut mana si pengamat melihat”

    bukan kritik maupun saran, tapi tanya: sudut pandang mana yang membenarkan 1+1=3?

  32. 32 UO 23 Agustus 2007 pukul 10:59 am

    Saatnya belajar menerima kritik
    Saatnya belajar mengkritik

    weeee

  33. 33 Andos 10 Juni 2008 pukul 8:29 pm

    Terima kasih buat postnya bro

  34. 35 anton 15 November 2010 pukul 9:06 pm

    kesel bgt gw ma kampus yg namanya UNINDRA!!!!!bayar UTS udah admin udah…apa perlu gw bayar manusia2 yg kerja disitu??!!!!!!ni kampus emang ga niat buka x ya!!!!kerjaannya ngobyek aja….dosen sering ga masuk tp minta bayaran no 1….gmn nih rektornya????apa jangan2 dulu bekas tukang palak trminal depok??????jd anak buahnya ngikut kerja disitu???!!!!!!!!!!!!

  35. 36 Rosemary 16 Desember 2012 pukul 1:14 am

    Hi there, i read your blog occasionally and i own a
    similar one and i was just curious if you get a lot of spam comments?
    If so how do you prevent it, any plugin or anything
    you can suggest? I get so much lately it’s driving me crazy so any help is very much appreciated.

  36. 37 Ashley 30 Desember 2012 pukul 3:30 am

    Hmm is anyone else encountering problems with the images on this blog loading?
    I’m trying to find out if its a problem on my end or if it’s the
    blog. Any responses would be greatly appreciated.

  37. 38 Sewa Mobil Semarang Murah 22 Juni 2013 pukul 9:20 am

    Keren sekali tulisannya. Mencerahkan :)

  38. 39 bottle cap images 12 Oktober 2014 pukul 11:16 am

    Nice post. I was checking constantly this blog and I’m impressed!
    Extremely useful info specially the last part :) I care
    for such information a lot. I was seeking this particular info for a very long time.
    Thank you and good luck.


  1. 1 Takut Menulis Blog? « w a d e h e l Lacak balik pada 22 Mei 2007 pukul 11:17 pm
  2. 2 kritik dan saran « Kedung Banteng City Lacak balik pada 3 Agustus 2010 pukul 4:49 pm
  3. 3 Kritik? Huh! Bah! « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 3:43 pm
  4. 4 Takut Menulis Blog? « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 4:49 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: