Kebencian Sebagai Pemersatu Umat

Dewan Sekte yang sangat saya hormati,

Sadarkah anda akan bencana yang mengancam kelestarian kelompok kita? Semakin hari kesetiaan umat kita makin berkurang. Penghormatan mereka terhadap kita mulai meluntur. Mereka mulai berbuat seenaknya. Dan yang paling mengerikan, mereka mulai menganggap kita sebagai manusia biasa! Mereka tidak lagi mengagungkan kita sebagai wakil Tuhan!

Dipastikan, beberapa hal ini yang jadi penyebabnya,

  • Bosan dengan ajaran yang tidak manusiawi
  • Bosan dengan aturan basi yang hanya cocok untuk binatang purba
  • Bosan ditakut-takuti siksa neraka
  • Bosan diimingi janji-janji surga

Kita harus waspadai gejala ini. Bila hal ini kita biarkan, pelan tapi pasti, umat kita akan bubar! Umat kita akan habis! Mungkin malah direkrut oleh sekte lain. Yang pasti, pada akhirnya kita tidak dibutuhkan lagi! Anda tidak ingin hal itu terjadi kan? Hah?! HAH?!?

Lalu apa yang harus kita lakukan? Merevisi ajaran sama sekali BUKAN pilihan, karena ajaran itu setara dengan Tuhan. Merevisi ajaran sama saja dengan merevisi Tuhan! Karena itu saya tawarkan jalan keluar lain. Saya tawarkan “KEBENCIAN” sebagai solusi. Caranya begini:

  1. Tanamkan kebencian dan prasangka buruk, semakin buruk, semakin baik. Yakinkan umat bahwa kelompok lain selalu ingin menyesatkan dan menghabisi kita. Dalam ketakutan, mereka akan selalu berlindung dan setia dalam kelompoknya. Hal ini juga membuat mereka lebih resisten dari cuci otak yang dilancarkan kelompok lain.
  2. Selalu memupuk dendam. Ingatkan selalu akan penganiayaan terhadap saudara-saudara mereka. Pastikan kelompok lain tampak kejam dan selalu mencari gara-gara. Semangat membalas dendam yang selalu berkobar adalah investasi bagus. Dengan sedikit menarik picu, mereka bisa kita ledakkan kapan pun dan dimanapun.
  3. Tak ada keselamatan bagi mereka yang tidak mengikuti kita. Yakinkan mereka, hanya ajaran kita lah yang ber-ujung surga. Kita habisi mereka yang mulai ragu. Lenyapkan mereka yang mulai kritis. Kita tak perlu umat yang bisa berpikir, yang kita perlukan hanyalah umat yang bisa nurut!

Benamkan semua ke dalam benak mereka, secara intensif dan repetitif. Secara berkelanjutan. Tanamkan hal yang sama pada anak-anak mereka untuk memastikan generasi mendatang yang lebih beriman. Kalau perlu kita buat asrama-asrama dan kurikulum khusus untuk itu. Kita pastikan semuanya tertanam permanen dalam otak dan jiwa mereka.

Bila hal tersebut sukses kita terapkan, maka kita akan mempunyai umat yang solid dan setia. Pasukan berani mati yang rela melakukan apapun perintah kita. Sekte kita akan sukses luar biasa!

Sebagai tambahan, sadarkah anda bahwa umat seperti itu memiliki nilai komersil? Bila mau, kita bisa saja menerima order penghancuran dari pihak manapun yang bersedia membayar mahal! Tinggal tarik picu dan umat kita akan melesat tanpa ragu, menghancurkan apun sesuai pesanan klien kita. Bayangkan… bayangkanlah saudara-saudara! Betapa kita akan kaya raya!!

Oke, sekian dari saya. Saya harap kita bisa secepatnya mengambil keputusan.

Terimakasih.

70 Responses to “Kebencian Sebagai Pemersatu Umat”


  1. 1 kw 20 Desember 2006 pukul 9:24 am

    jeli juga meliat peluang bisnis baru. selamat. namun kendala di lapangan terlalu banyak. konsumen sudah terbuka hati dan pikirannya. kritis mann..

    perlu strategi marketing dan promo jenial yang bisa mengganti isi otak mereka.

    aku mau jadi copywriternya :)

  2. 2 N/A 20 Desember 2006 pukul 9:24 am

    ufft … saya kaget baca yang ini, posting pendek memerlukan waktu renung setengah jam lebih … betapa tajamnya …
    tusukan langsung bagi penebar huru-hara
    (seorang ceo harian terkemuka saja memilih kalimat bersayap)
    … no 3, kenapa nggak ditambahkan: , ” yang tidak mau nurut, kafirkan mereka!”, … bersayap?
    hah! jangan-jangan esok akan datang komen taushiah gara-gara baca judulnya … qt tunggu
    :)

  3. 3 budi 20 Desember 2006 pukul 9:46 am

    Pertamaa.. !!!!

    Wah, kurang ajar. mas wadehel ternyata think thank sekte paramiliter berbasis ideologi tertentu. bahaya. saya harus laporkan ke BIN. saya akan usulkan agar diberlakukan PETRUS.

    baca kembali judulnya. KEBENCIAN. mana ada itu dalam kamus kita ?. kita bukan pendendam atau pembenci mas. lihatlah nabi kita yang mengajarkan kebaikan, perdamaian dan kasih !! masak kita diajarkan membenci ? kalau kita terpaksa membenci, itu memang karena mereka, kafir-kafir itu, memang layak dibenci. mereka setiap hari menistakan kita, menjejali kita dengan ide-ide liberal dan sekuler, sesuatu yang PASTI bertentangan dengan ajaran nabi kita. Ada lagi demokrasi. Itu buatan barat, untuk menjauhkan kita dari ajaran kita yang suci. mana ada hukum buatan manusia yang bisa menandingi hukum buatan tuhan ? itu hanyalah sedikit dari list panjang kesalahan2 kafir itu yang membuat kita secara alamiah harus membenci mereka. Kita hanyalah korban, dan sudah bertahun-tahun kita menjadi korban kesesatan kafir-kafir itu. sekarang memang saatnya melawan. Bukankah kita memiliki puluhan ayat yang mendukung perang suci di jalan tuhan ?? kini sudah saatnya kita bangkit MEMERANGI mereka!
    tapi, sekali lagi, ini bukan ideologi kebencian mas. ini adalah ideologi cinta, kebaikan dan kebenaran. ajaran kita confortable untuk semua umat manusia, kecuali mereka yang memang buta mata hatinya. bagi mereka, siksa api neraka abadi telah menanti. sedangkan kita, memiliki 2 pilihan yang sama indahnya : mati memperjuangkan kebenaran dengan imbalan surga plus bidadari perawan dan kekuatan sexual kita yang berlipat sebagai ganjaran, atau hidup sebagai pemenang!
    Nah, sekarang anda dapat lihat. kita memiliki semua. ideologi kebaikan, kebenaran tertinggi, serta hadiah-hadiah yang tak mungkin dimiliki orang lain.

    Jadi, tolong ralat ucapan anda diatas. TIDAK ADA KEBENCIAN itu dalam kamus kita! Kita CINTA DAMAI !

  4. 4 kang_petroek 20 Desember 2006 pukul 10:14 am

    wah..wah…cerpen yg ‘daleem’ banget. Kedigjayaan pemikiran apatis yg dibalut dengan konsep2 keagamaan seperti ini memang sudah jadi makanan sehari-hari mereka yg berpikiran bahwa kaum merekalah yg paling benar,paling suci, dan memiliki jaminan akan SURGA !!!. Pengucilan, pem-bencian bahkan pembunuhan sekalipun akan dihalalkan bagi mereka2 yg berada di luar ‘jalur’. Jangan heran jika terjadi pembantaian2 di ‘benua timur’ sana, pemboman bagi mereka yg kafirun, yg berdasarkan hanya dari keyakinan yg absolute. Dan tidak menutup kemungkinan terhadap dunia per-blog-an karena kita merasa ‘mereka’ bukanlah bagian dari ‘kita’.

  5. 5 om7ack 20 Desember 2006 pukul 10:41 am

    baik mas wadehel,
    surat anda telah kami terima, berikutnya akan kami urus sesuai dengan aturan birokrasi yang ada, silahkan tunggu di rumah saja, jika usulan anda kami anggap baik, maka akan kami hubungi paling lama 2 minggu setelah surat anda kami baca.
    terima kasih.

  6. 6 sandal 20 Desember 2006 pukul 10:43 am

    Kok mirip yah? Ah, tidak.. pasti saiya cuma mimpi..

  7. 7 irwan 20 Desember 2006 pukul 10:56 am

    Sekte Apa itu mas??

    Anda termasuk kedalam sekte itu ya ???

    Kalo iya, kasihan deh loo…

    Hidup tertutup dan tidak bisa bersosialisasi dgn kelompok lain.

  8. 8 Amd 20 Desember 2006 pukul 10:56 am

    Hel, nemu arsip ini di mana? Perasaan usulan ini sudah sejak ratusan bahkan mungkin ribuan tahun diterapkan untuk memobilisasi umat layaknya kebo yang dicocok hidungnya kan ya?

  9. 9 dani 20 Desember 2006 pukul 11:28 am

    tdk mengkultuskan Om Guh dan w a d e h e l-nya..

    tdk mengkultuskan tokoh dan kelompoknya..

    tdk mengkultuskan GNU/Linux..apalagi Windowz.. :)

  10. 10 passya 20 Desember 2006 pukul 11:39 am

    ujung-ujungnya….memang….tidak berujung!

  11. 11 irwan 20 Desember 2006 pukul 11:52 am

    Hiiiiiii Atut…………

    Jangan2 nanti saya yang anda benci karena sering beda pendapat.

    Bagaimana ya nasip saya?

  12. 12 dewo 20 Desember 2006 pukul 12:30 pm

    Semoga amal dan bakti Anda diterima (atau ditolak) oleh Tuhan YME.

  13. 13 wadehel 20 Desember 2006 pukul 12:35 pm

    @ Kw
    Yang jeli liat duwit tuh siapa, justru anda :P Baru juga nongol udah ngelamar jadi copywriter! Pertama pulak!

    @ N/A
    Saya nulisnya malah perlu 1 jam lebih, disambi sarapan. Bersayap apaan sih? Jangan nyangka aneh-aneh deh.

    @ Budi
    Pertama dari hongkong? :P

    @ Kang_pertoek
    Hihihi, anonim ya, salam kenal Kang!

    @ om7ack
    Waduh, bahkan demi kepentingan umat pun birokrasi masih saja mempersulit! Enyahkan semua birokrat dari muka bumi!!!

    @ Sandal
    Mirip? Anda punya tulisan yang sama ya? Mbok sekalian dikasih linknya. Saya beneran ga nyontek kok. Nanti saya sebut sebagai link terkait deh situ mau.

    @ Irwan
    Anda dua orang yang berbeda ya?

    @ Amd
    Hah? Emang sekarang udah tahun berapa ya?
    *ngecek kalender*

    @ Dani
    Kalau mau masuk surga harus mengkultuskan Om, minimal mengkultuskan satu seorang calo surga!
    *kesurupan*

    @ Passya
    Kirain mau ngomong duit. hehe.

    @ Irwan
    Diluar sana, orang yang berbeda pendapat itu beresiko distempel kafir, darahnya kadang bisa berubah jadi halal. Tapi tenang saja, di situs ini jiwa anda aman. Anda bisa (lumayan) bebas berekspresi. Silahkan menarik nafas panjang :)

    @ Dewo
    Amiiin. Doa anda akan kami sampaikan langsung kepada-Nya. Silahkan memasukan uang seikhlasnya di kotak amal. Minimal 10 juta ya.

  14. 14 Mbahkeman 20 Desember 2006 pukul 1:01 pm

    Ini propaganda.. bukan propatunggal dan berarti bukan propatriple

    ehm…. dari posting di atas bisa di pastikan… Bisnis Agama atau keyakinan akan mengalami penurunan Pasar yang tajam apabila Manusia itu

    1, Tingkat ekonomi Baik / makmur
    2, cara berpikir Maju ( cerdas dan pintar)
    3, Teknologi canggih
    4, matrealis (wujudtisme atau dangingisme)

    Terkadang manusia itu berlebihan lho…dan memang manusia itu tertarik dengan Hal2 yan belum mereka ketahui

    Cara apa lagi yang bisa meyakinkan manusia untuk percaya kepada akhirat, Surga, Neraka, Tuhan ?? ( di bunuh trus suruh ngintip di balik kematian kali)

    itu adalah tanggung jawab kita sekarang, atau memang kita tidak perlu pecaya lagi dengan itu semua( Tuhan talah Mati)

    cobalah sakit,menderita, teraniaya, terhina, maka akan keluar ritihan Tuhan didalamnya..(kalau pas sehat kelaur rintihan Setan Uhhh aaahk)

    walaahh simbah ki ngomong opo kok tekan ndi? blas gak nyabung…..

    Baru bisa operasikan exel.. udah berani hitung jumlah malaikat he he he

  15. 15 budi 20 Desember 2006 pukul 1:41 pm

    @wadehel..

    sumpah pas buka pagi-pagi blm ada komentar. saking saya nulis panjang dan (sehingga dengan demikian) menjadi agak lama, pas send udah di nomor urut 3. Kl bukan karena iman saya kuat, udah saya sumpahin KAFIR itu bos kw dan bos n/a yang berani nyalip saya :-))

    *malu dan sebel*

  16. 16 kocok 20 Desember 2006 pukul 2:19 pm

    iya.. iya.. bud, gitu aja koq diambil ati..
    *ngumpet*

  17. 17 Niwatori 20 Desember 2006 pukul 3:10 pm

    The Simpsons allready did it.. eh maksud sayah: sekte lain already did it, dengan kemasan marketing yang berbeda tentunya :P

  18. 18 Clark Kent 20 Desember 2006 pukul 3:13 pm

    Saya jadi curiga, w a d e h e l ini niatnya apa seh?? *mode fanatik on*

  19. 19 ule 20 Desember 2006 pukul 3:47 pm

    haha.. sepertinya patut dicoba.. tapi mulai dari mana ya?

  20. 20 Herman Saksono 20 Desember 2006 pukul 4:52 pm

    Sabar to hel.

    Ada beberapa hal yang di luar kendali kita, dan keaau di luar kendali itu berarti benar2 di luar kendali. :) Hal terbaik yang bisa dilakukan hanya mencegah supaya tidak terjadi lagi di masa datang.

  21. 21 kenzt 20 Desember 2006 pukul 6:16 pm

    Ide menarik buat dicoba tapi sayang saya nggak punya sekte buat nerapin idenya Mas dehel…

    Mau buatin sektenya Mas? :D

  22. 22 wadehel 20 Desember 2006 pukul 9:12 pm

    @ Budi
    Hehe, sabar Bang But :P

    @ Niwatori
    Iya, kita jangan mau kalah. Kita harus pakai kemasan yang lebih jitu! Jangan sampai umat menyadari bahwa mereka sedang kita peralat tuntun menuju surga!

    @ Clark
    Kan udah jelas, supaya umat tidak meninggalkan kita, piye toh mas?

    @ Ule
    Seperti kata ulama, mari kita mulai dari diri sendiri, hehe.

    @ Herman Saksono
    Ini salah satu usaha untuk mencegahnya… semoga :P

    @ Kenzt
    Belum ada ide. Nanti kita bicarakan lagi di tempat yang lebih rahasia, ok!

  23. 23 fertobhades 20 Desember 2006 pukul 11:06 pm

    Mas Wadehel,

    Secara teori (huuuu… apaan tuh) “kita” butuh musuh bersama. Ketika Kuomintang (Partai Nasionalis China) dan Kunchangtang (Partai Komunis China) sedang berantem, perkelahian mereka dihentikan karena mereka mempunyai musih bersama yaitu Jepang. Dan akhirnya mereka bahu-membahu melawan invasi Jepang (PD 2)

    Umat beragama juga begitu. Mereka butuh musuh bersama yang bisa dibenci, yang dapat dicap kafir dan sesat, sehingga bisa mempersatukan mereka melawannya. Itulah konteks sosial manusia. Sama seperti suporter sepakbola yg berantem karena berbeda identitas. Kami yang terbaik, suci, alim, saleh, dll dan Kamu adalah setan, iblis, pengacau, dll.

    *sekarang saya di pihak yg mana ya ?8 :-)

  24. 24 fsckedp 20 Desember 2006 pukul 11:24 pm

    ehhehe, sori saya cuman bisa nyengir ehhehe

  25. 25 rival 21 Desember 2006 pukul 12:24 am

    bagus sekali. Cara berpikir anda kreatif, melihat dari sisi yang tida pernah orang pikirkan. Menurut saya, unsur pemersatu adalah *kesamaan*. Dalam konteks anda, saya menerjemahkannya: *kesamaan rasa benci*. Sekali satu kelompok memiliki unsur kesamaan yang kental, kelompok ini akn menjadi kuat tak tergoyahkan. Kita bisa lihat seperti bonek yg memiliki kesamaan mendukung persebaya. Selesai pertandingan, besoknya ada tawuran antar kampung di surabaya. Disatu waktu mereka memiliki rasa bersama membela klub sepakbola kota mereka. Di lain waktu, mereka memiliki rasa bersama membela kampung.

    Orang yang pandai, mempergunakan rasa kebersamaan ini untuk menggerakkan massa. Lihat kerusuhan Ambon karena agama, lihat aksi ganyang malaysia karena nasionalisme.

    So, saya setuju dengan anda, tapi anda masih terlalu sempit. Seharusnya judulnya, kebersamaan sebagai pemersatu umat. Terserah mau sama2x membenci, atau sama-sama dendam, sama-sama yang terbaik, etc.

  26. 26 agusset 21 Desember 2006 pukul 1:31 am

    semua sekte maunya seperti itu, semua orang pinter atau pemimpin juga maunya seperti itu. tapi kan jadi makin asyik toh hidup ini? penuh warna dan konflik gitu loh! kaya sinetron.

  27. 27 preaxz 21 Desember 2006 pukul 3:32 am

    ini juga udah banyak komennya, ah …
    gagal lagi nulis komen di sini …

    *pulang bawa setumpuk formulir pendaftaran sekte*

  28. 28 N/A 21 Desember 2006 pukul 4:40 am

    Mas de Hel, bukan aneh-aneh … sy merasakan ada nuansa “kafirkan mereka”, tapi tak pelototi kata perkata ga ketemu padanannya… *ge-er*. Koq belon muncul taushiyah ya …

    @ bung Budi, … sama … perasaan komen pertama, disalip bos kw, syukur deh anda kuat iman, kalo engga untuk kesekian kalinya sy kena sumpah kafir.
    Saya juga agak kecewa dapat medali perak, bayangkan … selama 3 hari ngantri mau komen posting sebelumya, pas mau paste muncul posting “komersial” ini.

  29. 29 n/a 21 Desember 2006 pukul 9:20 am

    Duh gimana sih ini, tadinya liburan ini sekalian mau dipake liburan berkomen dan berkunjung. Tapi dasar jari2 gateul malah buka blog ini lagi. Taunya malah lihat ada yang pake inisial N/A.

    Bung Wadehel sorry nih gak nyambung dgn tema tapi ini penting untuk klarifikasi aja. Soalnya, ngeri jeh kalo ada yang sama pake inisial N/A, meski saya n/a.

    Ok, bung/nona N/A, biar tidak sama lagi mulai sekarang saya pake aryani/aufklarung lagi deh. Silakan Anda pake N/A saja.

    Selamat berlibur!

  30. 30 pramur 21 Desember 2006 pukul 9:20 am

    Numpang nimbrung nih Mas…
    @ ferthobades
    Mmm.. kayak taktik “common enemy”nya Bung Karno ya?

    @ wadehel
    Hehehe.. ada juga yang menjejali kita dengan propaganda untuk tidak menggunakan produk tertentu, mungkin itu konspirasi saran dari mereka supaya kita menggunakan produk2 dalam negeri…

  31. 31 kang_petroek 21 Desember 2006 pukul 9:46 am

    anonim……..
    (berpikir keras..sambil lirik kiri kanan…usap2 jenggot….ngupil…, halah…apa sih ananim ya..)

  32. 32 wadehel 21 Desember 2006 pukul 9:55 am

    @ Fertobhades
    Musuh bersama… btul sekali.

    @ Rival
    Anda benar. Saya pilih kebencian karena terbukti efektif. Kalau kesamaan dalam “cinta” atau “kasih” sepertinya terlalu utopis *halah*, maksute terlalu muluks gitu deh. Kalo dasarnya kebencian, sepertinya lebih mudah diterapkan, umat tidak perlu pintar, tidak perlu manusiawi, tidak perlu bisa mikir. Mungkin, trik ini untuk binatang pun bisa diterapkan! :D

    @Agusset
    Ya tidak semua pak. Kalau anda yang bikin sekte, tentu tidak akan seperti itu kan?

    @N/A
    Mungkin para tukang taushiyah dah siap-siap libur pak. *liat kalender*

    @Pramur
    Hehe, tul jug tu! Ternyata kebencian bisa untuk pembangunan juga!

    @Kang_petroek
    Anonim tidak selalu anonoh pak. Mereka juga tidak harus pandai pantomim. Tapi kadang identitas mereka tersembunyi. Tapi tidak perlu jadi masalah, karena yang penting adalah apa yang disampaikan, bukan siapa.

  33. 33 preaxz 21 Desember 2006 pukul 10:04 am

    ic ic .. baru ngeh setelah tidur dan membaca lag ketika bangun

    hmm .. nice thought …

    jadi saya harus benci siapa nih, dah banyak HATE LIST saya terisi

  34. 34 massunu 21 Desember 2006 pukul 10:12 am

    Ngga kuat kalo gak kasi komen ni..
    Bener juga tuh ? Omong-omong bang wadehel juga tertarik gak, bikin sekte putih yang gak memihak manapun ? Ane ntar ngikut dech …… (kan ntar bisa nggerakin anggota sekte untuk nge-junk di blog orang lain)
    *sambil intap-intip takut ketauan orang lain*

  35. 35 n/a 21 Desember 2006 pukul 10:19 am

    Mohon dimengerti jika n/a bukan not available tapi itu inisial saya (censord by wadehel). Btw, punya blog atau tidak, cantumin link atau tidak, berkomentar serius atau banyolan, yg penting bebas euy!

  36. 36 n/a 21 Desember 2006 pukul 10:49 am

    Bung Wadehel, saya kira di blog ini saya bisa bebas menanggapi blog Anda dengan fakta, banyolan, atau teks positif yg tidak merugikan orang lain tanpa perlu mencantumkan identitas.

    TAPI jika kenyataaannya berbeda, wah maaf deh saya tak bakal betah lagi masuk ke dalam bentuk doktrinasi dan pemaksaan lain. Meski tidak login ke wordpress atau mencantumkan link, saya kira alamat IP saya cukup bagi Anda utk tahu identitas saya, tak perlu semua orang tau kan?

    Awalnya saya hanya ingin turut menyumbang sesuatu dalam hal pemikiran walau dalam bentuk komen tanpa perlu menyertakan nama dan link. Tapi terima kasih, kalau di sini harus nunjukin KTP juga :)

  37. 37 wadehel 21 Desember 2006 pukul 10:58 am

    @ N/a
    Sepertinya saya harus setuju dengan anda. Berkomentar adalah bebas, dengan atau tanpa KTP, yang penting bukan siapa yang menyampaikan, tapi apa yang disampaikan.

    Ok, segera saya edit :)

    Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul karena saya terkesan memerlukan KTP. Dengan ini saya tegaskan bahwa tanpa punya blog pun boleh tetap komentar disini, dan yang saya lihat bukan siapa, tapi apa yang disampaikan. Kalau terkesan selalu ngomporin orang supaya bikin blog, itu hanya karena sayang, banyak pendapat mereka sangat brilian, tapi kok hanya sebagai komen. Kalau itu dijadikan postin blog, tentu lebih banyak yang ikut tercerahkan, betul tidak?

    Terimakasih n/a :)

  38. 38 helgeduelbek 21 Desember 2006 pukul 12:06 pm

    Doo ketinggalan nih…. gak paham nih…. apa maksudnya yeee.

  39. 39 rizka 21 Desember 2006 pukul 12:19 pm

    Saya lebih suka topik poligami yang sering dibahas sama wadehel.

  40. 40 lantip 21 Desember 2006 pukul 12:32 pm

    sodara wadehel, saya hargai kehadiran anda dan orasi panjang lebar anda dalam rapat ini. sekarang, silakan keluar. rapat akan dimulai.

    jangan lupa teh sama camilannya segera dihidangkan.

    *ambil mikropon*

    [serius]
    tebaran kebencian memang selalu menjadi pintu paling mudah untuk masuk. jangankan manusia, setanpun yang gak dikaruniai akal memilih pintu ini.
    [/serius]

  41. 41 Indah 21 Desember 2006 pukul 12:48 pm

    I-love-you…Mas Dehel…muah

  42. 42 Neng Indie 21 Desember 2006 pukul 1:24 pm

    Mo jadi “pahlawan” kan perlu musuh. Kalo musuhnya nggak ada ya harus diciptakan. Mari beramai2 kita sebarkan benih2 kebencian. Kita sebarkan racun2 surga … pasti musuh langsung terlihat dengan jelas dan nyata di hadapan kita .. huehehehe Trus tinggal bacok deh … croottt!

    5 menit pertama baca tulisan Wadehel .. gue ngakak ..
    5 menit kemudian miris .. “hiii kayanya hasil doktrin sekte itu dah banyak deh berkeliaran di sekitar gue”
    5 menit kemudian ngeri … “hiiii kalo gue “dijadiin” musuh gimana yahh ..”
    5 menit kemudian tarik nafas .. “yahhh paling enggak udah bisa bantu orang masuk surga kan dapet pahala … ”
    5 menit kemudian .. ngantuk.

    Sekiyan ..

  43. 43 irwan 21 Desember 2006 pukul 1:48 pm

    Fanatik sih boleh2 aja tapi jangan jadi parno kaya gitu dong!!

  44. 44 Luthfi 21 Desember 2006 pukul 2:16 pm

    Tiap kali baca tulisan om wadehel, kadang aku jadi inget ama buku Masnawi (jalaludin Rumi). Perlu mikir dulu, apa udang yang tersirat di balik bakwan yang tertulis.

  45. 45 irwan 21 Desember 2006 pukul 3:03 pm

    Mengenai fanatik saya pernah tulis
    Kalo mo baca silahkan lihat di
    http://irwansidea.wordpress.com

  46. 46 budi 21 Desember 2006 pukul 4:45 pm

    stt !! …. baru baca detik.com :
    Perempuan yang tergabung dalam HTI berdemo mendukung poligami. mereka bilang : kami menolak liberalisasi keluarga dengan menanamkan kesetaraan perempuan. padahal dalam bla bla disebutkan bla bla..”
    Ini perempuan sudah menikmati dirinya sebagai subordinat hanya karena ada sebuah kalimat dalam secarik kertas yang mengatakannya begitu !
    iseng2 kapan2 kirimin buku “gagasan politik gramsci” yuk. eh, tp pasti ditolak tuh, kan itu bikinan kafir barat.
    yah.. selamat di madu 4 kali, ibu-ibu……..

  47. 47 budi 21 Desember 2006 pukul 4:50 pm

    mas wadehel, sorry salah masuk room ya. harusnya ini lebih pas di posting di ibu2 pendukung ploigami ituh.

    eitss.. tp ntar dulu. saya mampu menghubungkankannya ke topik ini, karena issue poligami juga tak lepas dari skenario “kebencian” dan “musuh bersama”. saking bencinya ama kafir, maka protes poligamipun dihadapkan pada satu muara : yang menentang poligami menentang hukum tuhan, maka mereka adalah musuh kita bersama!

    *bingung menghubung2kan, gimana pak menteri perhubungan.. bisa bantu nggak mencariken hubungannya ? tolong…!!.. biar ga di delete mas wadehel..*

  48. 48 redwar 21 Desember 2006 pukul 8:13 pm

    Waks… ternyata disini ada blognya agen tuhan….

    hel, ikut sektenya, gw bagian pemasaran kavling surganya….

  49. 49 wadehel 21 Desember 2006 pukul 9:16 pm

    @ Rizka
    Saya kan bukan pakarnya mbak :P Nanti kebanyakan baca ttg itu malah pengen praktek gimanna. Apa situ mau jd yg kedua (belas)?

    @ Lantip
    Hihihi…. OB, siiini dooong *mabok setantron*

    @ Indah
    Indah? Watsrongwityu? Hevyutekyordragstudei? :P

    @ Neng Indie
    Euh… crot versi anda serem juga ya, hiiiiy.
    Selamat tidurrr.

    @ Irwan
    Hehehe… harusnya. Tapi kenyataan kan bisa kita lihat sendiri.
    Btw, selamat, akhirnya anda bikin blog juga, ntar saya baca.
    Welcome to blogworld :D

    @ Luthfi
    Husss, apa hubungannya sama Rumi?
    Emange dia suka memperalat umat juga? :P

    @ Budi
    Duh, gramsci siapa lagi tuh, makin banyak aja nih yang saya ga ngerti. Kirim ke saya saja tuh buku :P
    Btw, soal demo anti kesetaraan, silahkan baca tulisan HermanSaksono: Perempuan Menolak Kesetaraan Gender? Serius?

    @ Redwar
    Silahkan langsung ke boss Lantip tuh, konon ceritanya saya cuma OB :P

  50. 50 Irwan Doang 21 Desember 2006 pukul 9:19 pm

    ntu irwan yang manaaaa lagi… :-?

  51. 51 wadehel 21 Desember 2006 pukul 9:33 pm

    @ Irwan Doang
    Lho? Kok semakin banyak irwan disini? Anda yang keberapa ya…

    *ambil kalkulator*

  52. 52 N/A 21 Desember 2006 pukul 11:37 pm

    Mas de Hel, terimakasih berkenan menerima saya apa adanya walau tanpa ktp seperti anjuran om roy. Kalo toh harus, saya minta tempo untuk menimbang, mengingat … dst. Kalo masih diperbolehkan begini dan dirasa tidak mengganggu, saya merasa nyaman. Ibarat pakai celana panjang, sekali-kali kan enak pakai sarung, selain praktis, isis, kadang yg di dalam demokratis … :) gimana mas de Hel …

    @ Bung n/a eh maksud saya: aryani/aufklarung, duhhh saya sangat menghargai kebesaran hati anda untuk mengalah kepada saya yang masih baru, saya usulkan ke mas de Hel untuk dido’akan masuk sorga …
    :)

  53. 53 GP 22 Desember 2006 pukul 9:40 am

    @wadehel
    Pertanyaan gw gimana menyadarkan orang2x yg sudah terlanjur masuk sekte ini, utk kembali berpikiran waras? Mereka kadang dari kalangan makmur dan berpendidikan tinggi juga. Dan ini terjadi dimana2x di dunia, tidak hanya di Indonesia.

  54. 54 Mas Bejo Sekali 22 Desember 2006 pukul 7:23 pm

    “Umat kita akan bubar, umat kita akan habis.” Takut ya kalo bubar? Biarin aja bubar hehehe… Pengen liat juga ada salah satu umat yg sampe bubar… Mungkin Tuhan (kalo umat yg dimaksud punya Tuhan) lagi malas liat mereka makanya dibiarin aja bubar. Atau sang umat secara gak langsung gak percaya bahwa Tuhan bersama mereka, jadi ikutan resah…. eh saya gak ikut campur urusan Tuhan.

  55. 55 wadehel 23 Desember 2006 pukul 12:27 am

    @N/A
    Sama-sama bung/mbak. Mau pake sarung, boxer, atau bahkan tidak pake sekalipun terserah. Disini boleh bebas berpendapat apa aja kok, selama tidak kelewat adhominem saya ga akan hapus.

    @ GP
    Gimana? Saya juga tidak tahu :P
    Mungkin lho… Kalo trik-trik cuci otak dari sekte2 tersebut diekspos, maka bara bakal calon korban bisa lebih waspada. Kalau bukan beramai-ramai ikut mbikin sekte, hehe.
    Gimana? Mau nyumbang tips cuci otak massa?

    @ Mas Bejo Sekali
    Saya juga penasaran, pengen liat apa yang terjadi kalo sekte2 itu pada bubar. Siapa tau dunia malah jadi lebih damai. Btw, itu site kok underconstruction terus?

  56. 56 telmark 23 Desember 2006 pukul 10:31 am

    Di jepang, banyak sekte2 atau Agama2 yg ditawarkan. Tapi kenyataannya buanyakkk sekali yg tdk mempunyai Agama apa2. kalau kita mencoba menyadarkan mereka bahwa Tuhan itu ada, mereka akan menjawab wakarimasen. [ au ah elap ] akan tetapi realitasnya adalah mereka ‘ga bisa di komporin dengan kedok2 Agama. amanlah Negara itu. kayaknya sekte Mas Wadehel ‘ga kan laku disini hehehe…

  57. 57 mrtajib 26 Desember 2006 pukul 11:55 am

    Kasihan para setan, iblis, gendarwo……mereka harus istirahat, karena peran mereka direbut oleh sekte itu, dan mereka syetan-syetan itu akan nganggur, sangat lama, sampai hari kiamat. Ini namanya pelanggaran HAM dalam bidang pekerjaan………. nanti dimarahi sama Komnas lho????

  58. 58 papabonbon 27 Desember 2006 pukul 1:49 pm

    judul tulisan diatas, pantesnya “Theologi Ghozwul Fikr” mas … :p

  59. 59 ryopresent 30 Desember 2006 pukul 12:08 pm

    makanya….kta2 nie…jangan dengarin para tokoh yang mengobarkan bahasa kitab suci, merka2 itu pada takut semua dengan hilang pekerjaan, dangan membuat stgmen yang menjelkan agama tertentu, melakukan perang atas nama tuhan dan sebagainya. lahan mereka adalah orang2 bodoh yang fanatik…yang wawasannya tidak luas.

  60. 60 wadehel 30 Desember 2006 pukul 2:25 pm

    @Telmark: Masa sih ga laku? Kayaknya cuma masalah kemasan aja deh, kalo ngemasnya pinter, pasti bisa laku *optimis*

    @MrTajib: Komnas kan hanya belain manusia, ga belain setan.

    @Papabonbon: Theologi Ghowzul Fikr??? Baru denger. Tar kalo google dah nyala saya cari… sementara, kenapa ga sekalian cerita sedikit?

    @Ryopresent: Namanya juga orang cari makan. Anda juga jangan terlalu keras :)

  61. 61 Hamba ALLAH 1 Februari 2007 pukul 3:21 pm

    Kebahagiaan Seluruh MAKHLUK ada dalam genggaman ALLAH
    Kebahagiaan Manusia ALLAH letakkan hanya dalam AGAMA
    Seluruh Nabi diutus HANYA untuk perkara AGAMA
    Nabi Muhammad Saw, Rasulullah diutus untuk menyampaikan AGAMA kepada seluruh manusia
    Setelelah Rasulullah Wafat siapa yg akan meneruskan Usaha AGAMA?

  62. 62 Zionis 1 Februari 2007 pukul 8:29 pm

    [Di dalam ruang rapat rahasia]
    ** sekelompok orang berjas rapi sedang duduk mengitari sebuah meja besar dgn temaram cahaya redup**
    #ketuanya:”Saudara2ku, tampaknya skenario besar kita telah bocor dan malah dibajak oleh OI yang mengaku sbg wadehel, dan parahnya skenario itu dia sebar luaskan lwt internet, ini tidak bisa dibiarkan, kita harus mengambil langkah2 taktis yg efektif dan efisien agar orang2 di luar sekte kita percaya bahwa itu hanya sebuah lelucon orang yang kepengen ngetrend lwt internet, saya rasa kalian paham, atau barangkali ketua kelompok timur punya ide?!”
    ketua timur : “Tenang ketua utama, di jaman sprt ini kita memang harus cerdik, bagaimana kalau kita masuk sebagai komentator di blog itu dan memakai nama samaran?!
    [tiba2 ketua utama mengambil pistol dan langsung dibidikkan ke ketua timur, dor.., ketua timur pun tewas]

    “Ada ide bodoh lain?!” ketua Utama menyambung kalimatnya dengan dingin dan penuh “cinta” kpd ketua yg lainnya.

  63. 63 bakazero 3 Agustus 2007 pukul 1:20 am

    mungkin ini juga yang menyebabkan perpecahan umat tidak bisa disatukan lagi ya?

  64. 64 mrplagiator 26 Desember 2007 pukul 11:55 pm

    Chuapedhueeee….

  65. 65 Tawnya 9 September 2014 pukul 9:38 pm

    I read a lot of interesting content here. Probably
    you spend a lot of time writing, i know how to save you a lot of time, there is an online
    tool that creates readable, google friendly articles in minutes, just type in google – k2seotips unlimited content


  1. 1 Cara Praktis Hentikan Kerusuhan Antar Agama « w a d e h e l Lacak balik pada 12 Maret 2007 pukul 5:05 am
  2. 2 Mana Yang Lebih Layak Untuk Dibenci? Komunisme Atau Kapitalisme? « Generasi Biru Lacak balik pada 4 April 2007 pukul 6:37 pm
  3. 3 Sam, Mikail, Ali, dan Chanu « Parking Area Lacak balik pada 24 Juni 2007 pukul 5:18 pm
  4. 4 Kebencian Sebagai Pemersatu Umat « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 3:37 pm
  5. 5 Cara Praktis Hentikan Kerusuhan Antar Agama « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 4:37 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: