Jangan Komentar, Kenapa Jangan?

Pertama kali saya temukan himbauan JKSB/JKBS ini di blognya Lutfi, meski tujuannya baik, yaitu (afaik) membudayakan semangat menulis dan berkomentar, tapi alasannya tidak dapat saya pahami. Komentar dari blogger terkenal menurut saya tidaklah sepenting itu, kalau mereka tidak komen, ya sudah, itu hak mereka. Tidak perlu mutung, apalagi sampai berhenti ngeblog.

Harga sebuah komentar
Bagi saya harga sebuah komentar itu tergantung isinya. Dibanding komentar PERTAMAQ yang dilakukan sambil menutup mata, saya merasa lebih dihargai oleh komentar ataupun kritik yang dibuat setelah selesai membaca (dan memikirkan) apa yang saya tulis. Sedangkan komentar yang saya rasa paling menyebalkan berasal dari mereka yang rajin membagikan cap kafir sambil membela Tuhan, Agama atau Hewan peliharaannya, tapi tanpa sedikitpun membaca apa yang saya tulis.

Tidak harus dari blogger terkenal
Komentar bagus tidak harus datang dari blogger senior yang terkenal. Di blog saya ini, banyak orang gak jelas, yang ngakunya tidak punya blog, ternyata malah memberikan komentar-komentar jenius dan mencerahkan. Jadi buat apa patah semangat karena tidak dikunjungi oleh seleb? Untuk apa capek-capek propaganda mogok komen ditempat mereka?

Jangan Zalim
Sebagai blogger yang juga manusia, saya akan berusaha untuk tidak mendukung kegiatan penzaliman terhadap siapapun, sekalipun itu terhadap seleb blog yang paling homok dan paling sombong sekalipun. Memangnya Zalim itu siapa?

Pengalaman dengan blog yang (mungkin) seleb [update]
Sebenarnya saya punya pengalaman kurang menyenangkan dengan blog yang terkenal, pertama di Priyadi.net, pada pembahasan tentang poligami dan kultus individu, kalau tidak salah saya cuma komentar dan numpang nyanyi seperti ini:

Ghibah! Ghibah! Sudahlah, daripada gibah2an mendingan kita nyanyi bersama:
Jagalah t*t*t, jangan kau nodai,
jagalah t*t*t, anugerah ilahi
Bila t*t*t tak terkendali, ayo cepat menikah lagi
Bila istri tak setujui, pelintir saja ayat ilahi
Jagalah t*t*t, jangan kau kotori
Jagalah t*t*t, semangat hidup ini

Dan Apa yang terjadi saudara-saudara? Komen saya dihapus! Mungkin memang terlalu vulgar dibanding komentar SARA dari orang lain, lebih baik SARA asal jangan mesum, hidup RUUAPP ya? Ok, saya mengerti.

Kemudian hari tadi saya mengalami lagi di blognya Yulian tentang Selebriti Blog. Disitu ada kalimat seperti ini:

…dalam masyarakat yang egaliter dan demokratis; anonimitas hanyalah simbol bagi mereka yang kecut dan cundang. On internet everybody knows that you are a dog!

WTF!?! Udah gak pernah dapet komentar dari seleb, sekarang malah dibilang pecundang yang kecut pula !?!

Jelas saya agak tersinggung, karena saya termasuk yang memilih ngeblog secara anonim. Saya anonim karena tidak punya skill/prestasi apapun yang bisa dibangga-banggakan, pun tidak punya wajah ganteng yang bisa dipajang-pajang, masih ditambah rasa percaya diri yang selalu kurang. Untungnya setelah itu ada penjelasan seperti ini:

Itu hanya generalisasi –setidaknya menurut kesimpulan empiris pribadi– bahwa para anonim di komentar blog seringnya hanya menebar kontra atau kebencian (termasuk unsur SARA) terhadap materi isian blog atau bloggernya.

Jadi (mungkin) dimaksud Jay sebagai pecundang kecut itu hanyalah komentator yang anonim. Saya tidak tahu apakah blogger anonim juga termasuk pecundang kecut dalam masyarakat yang egaliter dan demokratis.

Sebenarnya sekalipun para seleb non-anonim yang hebat-hebat melihat saya yang blogger-newbie-anonim-pula ini sebagai pecundang yang kecut, saya juga akan (terpaksa) maklum, itu hak mereka. P E R S E T A N

Tapi saya tetap tidak mendukung JKSB
Meski merasa PEDIH, saya tetap tidak tertarik ikut serta dalam gerakan JKSB/JKBS ini. Menurut saya, berkomentar itu harusnya bebas, sesuai agama, kepercayaan dan tingkat intelektual masing-masing. Yang perlu di propagandakan itu justru:

biasakan membaca dan berpikir sebelum komentar

Komentar konyol bisa dimaklumi, tapi mari kita lakukan kekonyolan itu setelah membaca dan berpikir terlebih dahulu. Ada yang setuju? Ada yang tertarik bikin bannernya? Atau malah sudah ada yang bikin?

Iklan

71 Responses to “Jangan Komentar, Kenapa Jangan?”


  1. 1 Luthfi 16 Desember 2006 pukul 8:28 pm

    Wah, semakin banyak yang pro dan kontra, maupun yang netral.
    Yang jadi pertanyaan saya belakangan ini adalah, apakah ini hanyalah Tren sesaat™? Soalnya setelah di list, cuman ada sekitar 18 postingan yang mengajak untuk tidak komen di blog seleb -pengikutnya kurang banyak kali’ :-) .

    anyway (apa tuh artinya), inget anonimitas ingat Roy suryo. Hai Roy™ :-)

    Tapi yang harus dilihat adalah —-> ini upaya untuk memperbaiki dunia perbloggingan Indonesia, atau malah mengkotak-kotakkannya?

    Dan semisal kejadian mengkotak-kotakkan ini terjadi, maka pasti (dgn selang kepercayaan 95%) akan timbul suatu komunitas baru (mbuh namanya apa), yang bisa jadi memunculkan seleb baru. Mungkin, tak lama kemudian muncul lagi gerakan (makar) yang serupa …..

    Maka, kejadian lamapun terulang. Looping terus ……. sampai kiamat mungkin. Dan rasanya (eh saya pikir) ada baiknya, komentar ini saya tutup dengan kalimat wallahu a’lam.

    *ngusap peluh*,
    kayaknya ini komenku paling puanjang selama karir ngeblogku :-)

  2. 2 Luthfi 16 Desember 2006 pukul 8:32 pm

    oh, iya ada satu tambahan …. sekarang gak cuman ada istilah seleb blog atau blog seleb. Ada satu lagi istilah jablay blog.
    Definisi selengkapnya (termasuk kalo mau urun) bisa dilihat di url wiki berikut :
    http://wiki.id-gmail.info/Jablai_Blog

  3. 3 wadehel 16 Desember 2006 pukul 8:44 pm

    @ Lutfi
    Waks, banyak sekali ternyata yang harus dipelajari di dunia perblogan ini ya :-?

    Terimakasih untuk komen yang sangat mencerahkan :D

  4. 4 helgeduelbek 16 Desember 2006 pukul 9:15 pm

    Wah tersebut juga akhirnya siapa salah 2 SB itu, untung saya udah delete mereka dari blog n blog saya. Tadinya untuk memudah ngecek tulisan mereka. Makanya sejak awal ngeblog saya tidak berharap banyak terhadap komentator, tapi jika ada yng komen bermutu pasti seneng juga. Hingga detik ini prinsip saya nulis terus saja. Sebenernya saya tidak mengenal SB itu apa. Suka-suka dia-lah. Kang wadehel makasih yah udah rajin komen di blog helgeduelbek. (sampean yg pertamax ngomen di blog saya dan ngajarin saya).

  5. 5 Niwatori 16 Desember 2006 pukul 9:20 pm

    Wah jadi gerakan yg serius yah, kirain teh awalnya dari posting bercanda :D. Anyway klo saya pribadi sih prinsipnya simple aja, postingan bermutu layak dapet komentar bermutu, sukur2 di rantai comment malah muncul content yg lebih bermutu lagi (diskusi, atau canda akrab misalnya?). Jangan liat siapa yg post atau comment, liat apa isi post dan commentnya ajah :D Peace!

  6. 6 fsckedp 16 Desember 2006 pukul 9:32 pm

    udah di stempel seleb, sekarang malah ada kampanye-utk-tidak-komen-di-blog-yang-distempel-seleb. mbok saya di pinjemi stempelnya utk melakukan stempelisasi blog ini dengan stempel-seleb. omong2 ngalorngidul, yang punya blog mempunyai hak penuh untuk mendelete komentar, termasuk komen saya ini disini hihihihi :D

  7. 7 wadehel 16 Desember 2006 pukul 9:41 pm

    @ All
    Maaf, saya tidak tahu apakah beliau yang saya sebut termasuk seleb. Saya hanya berbagi pengalaman saja.

    @ Helgeduelbek
    Lho, anda mendukung gerakan itu toh?

    @ Fsckedp
    Ada stempel item aja ga? Perlu nih buat jidad biar kelihatan beriman, tadi sore ada yang menuduh saya kafir soalnya.

    @ Niwatori
    Hiii, saya ga tau kalo itu serius. Emang di kampung gajah ada sesuatu yang serius? Saya bukan member sih, jadi ga tau.

  8. 8 aldi 16 Desember 2006 pukul 9:48 pm

    weh, semua jadi serius gini … ck ck ck … :P

  9. 9 Amd 16 Desember 2006 pukul 10:05 pm

    Apakah seleb tidaknya sebuah blog itu sekedar diukur dari banyaknya pesan “pertamax” serta junk-junk lainnya di dalamnya?

  10. 10 Lita 16 Desember 2006 pukul 10:48 pm

    Yang pasti, kita tidak bisa mengatur bagaimana orang akan berpendapat tentang kita.

    Tentang tulisan Jay itu -kalau-kalau kau lupa, Hel- itu adalah frasa yang ‘umum’ di kalangan surfer senior. Maksudku, tentang ‘anjing’ itu.

    On internet, nobody knows that you’re a dog. Gitu sih awalnya. Menggambarkan bahwa yang penting itu konten, bukan siapa (pembuatnya).
    Tapi ketika semua orang bisa melacak identitas siapa saja, everybody will know that you are a dog :D

    CMIIW. (sok tau gini sih, gue)
    Sejauh ini, sikapku sama sepertimu. Gak ambil pusing. Laporan statistik sudah menghiburku. Katanya yang baca banyak, walau yang komen dikit :D

    Yookkk… Blogging lagi yok… Asal jangan bikin sampah di internet tambah banyak ya :)

  11. 11 Anang 16 Desember 2006 pukul 10:52 pm

    iya kok pada serius sih

  12. 12 Ndoro Kakung 16 Desember 2006 pukul 11:30 pm

    wah, berarti saya juga termasuk golongan si kecut dan pencundang karena anonimus. tapi biarin aja ah … :D

  13. 13 MaIDeN 17 Desember 2006 pukul 12:36 am

    Di blog gw, asal bukan jualan viagra tak biarin ae …

    btw, what the hell, pernah baca kampanye membudayakan berkomentar di blog yang kita kunjungi ? Postingan ini termasuk kampanye itu juga …

    Gw update dah permalink postingan ini di blog seleb dan egonya>/a>

  14. 14 neeya 17 Desember 2006 pukul 1:15 am

    biasakan membaca dan berpikir sebelum komentar

    Biasanya sih juga begitu om. Aku baca dulu, mikir, ngetik. Trus baca ulang postingan, kadang ngapus ketikan lagi ketika dirasa masih gak nyambung, trus diulangi lagi. Tapi kalo bener-bener mentok, akhirnya malah gak jadi komentar. Nyoba lagi di lain waktu.

    Jadi kalo buat aku, tetep aja nulis dan juga komentar apa aja dimana saja, sepanjang aku bisa (meski kadang maksa) :)

  15. 15 Tresno 17 Desember 2006 pukul 3:11 am

    ach..secara saya yang masih blogger muda tidak terlalu peduli, semua saya anggap seleb! kalo saya ngerti apa yang diomongin pasti saya kasih comment, kalo gak ngerti ? mungkin harus baca berkali-kali sampai ngerti, kalo tetep gak ngerti? tanyakan lewat comment!

  16. 16 alamster 17 Desember 2006 pukul 6:51 am

    kl saya sih ngeblog itu sarana belajar, belajar EYD, belajar nulis essay, belajar nulis bahasa inggris, pokoknya belajar aja. terbit kapan saja selagi sempat (pinjem kata2 paman tyo). Komen gak komen gak ngaruh, asal jangan ada viagra dan sebangsanya :-)
    Blog wadehel ini salah satu favorit saya karena gaya bahasa yang lugas en cerdas. Masalah anonim tergantung konteks. Blog seleb itu bagi saya karena isinya yang bagus (termasuk blog wadehel ini).

    Hidup konten, gak harap komen yang di harap itu donasi huehuehueheuheue (sambil cari-cari tombol paypal).

  17. 17 Jay 17 Desember 2006 pukul 8:27 am

    Paparan yang oke.

    Saya bertaruh saat Wadehel menulis entri ini pasti dengan gabungan adrenalin, emosi dan putaran penuh sel-sel otak.

    Jauh lebih bermakna menulis seperti itu, apalagi jika dibandingkan dengan komentator dengan nickname asal jadi, email yang non-eksis, tanpa identitas blog, dengan komentar emosional negatif.

    Dalam konteks sesuatu yang positif; bertindak sebagai anonim justru adalah sebuah tindakan impresif, atau heroik. Sebaliknya, dalam konteks sesuatu yang negatif; bertindak anonim hanya akan dipandang orang-orang sebagai pengecut.

    *wadehel ayem tolking ebout?*

  18. 18 NolBuku 17 Desember 2006 pukul 9:56 am

    Saya lari dari televisi ketika semua orang jadi seleb dan yang bukan-seleb mengomentari seleb-seleb. And now it’s happeninig here? Oh, not again!

  19. 19 passya 17 Desember 2006 pukul 10:27 am

    lha yg ngangkat dia jadi seleb siapa?? kebanyakan nyontek polah para petinggi dpr reformasi sih: abis angkat orang, dibanting! ketauan tuh komennya gak ikhlas ntar gak dapat pahala lho

  20. 20 wadehel 17 Desember 2006 pukul 12:45 pm

    @ Amd
    Saya tidak tahu pak, mungkin banyaknya jumlah junk berbanding lurus dengan tingkat selebritas (eleuh) sebuah blog.

    @ Lita
    Wah, gawat dong. Berarti kalo ada anjing ngeblog secara anonim, bisa ketahuan juga ya?

    Tentang statistik blog anda, saya termasuk yang sering numpang baca tanpa komen :P Yang pasti blog anda itu berguna banget, dan isinya bener2 bermanfaat!

    @ Ndoro Kakung
    Salam Pecundang Kecut!!! Welcome to the club :D

    @ MaIDeN
    Ya pernah lah, lha gw jg terlibat dalam menjanjikan syurga yang kekal buat para pemberi komen je.

    @ Neeya
    Seruan itu tidak berlaku buat orang-orang seperti anda :P Yang saya tuju disitu  adalah para junkers profesional.

    @ Alamster
    Kalo tombol rekening BCA aja bakal ada yang mencet ga ya?

    @ Jay
    Awww, bukan hanya itu, tapi masih ditambah jidat berkerut, sambil ngemil pula sampe digerumut semut.

    Di blog ini juga banyak bermunculan nama anonim. Beberapa gemar sekali mengobral cap kafir. Sedekat yang saya tahu, beberapa serius karena menjalankan perintah agama / tuhannya sesuai pemahaman mereka, lainnya hanya untuk bercanda.

    Bagi saya mereka negatif, bagi mereka saya yang negatif. Lalu yang pengecut kecut? Hmmm, sepertinya perlu bikin komunitas pengecut kecut.

    Terimakasih sudah komen disini :D

    *senang dapet komentar dari seleb*

    @ Passya
    Wah, iya! Saya sampai lupa tentang pahala itu.
    Ok deh, sekarang komen yang tulus-tulus aja.

  21. 21 alex 17 Desember 2006 pukul 1:10 pm

    @passya
    wah… wah… jadi ingat sama lagu yang udah bikin aku dicap atheis karena suka ini :D

    @wadehel
    aku posting juga di blog tentang gerakan itu. banner, kalo secara pribadi ya, tetap aja dianggap becandaan. lha… segala pakar IT kasih warning, ya ndak benar…
    kalo aku lebih liat ke maksud buat ngasih komen yang ‘mbangun’ *hayyahh…* daripada buang2 bandwith datang ke blog2 yang kadung dianggap beken, dengan harapan dibalas komen. lha… semuanya tergantung pada tulisannya apa, kan?

    eniwei… aku komen ikhlas ini. mohon dihitung pahalanya, Hel :D
    *nadah*

  22. 22 pramur 17 Desember 2006 pukul 2:07 pm

    Numpang nimbrung nih Mas…
    Anonimitas? Hm… saya kurang paham maknanya. Kalo yang saya tangkap, anonimitas kadang2 perlu supaya kita ga keliatan alim2 banget kayak Alim Markus (ga ada hubungannya).
    Yang pasti, ada jutaan orang dengan jasa besar yang kita tidak tahu namanya, atau dengan kata lain, ga sombong gitu. Maknanya mungkin bukan sekedar membagi-bagikan nasi bungkus kepada anak jalanan tanpa ada tjap stempel dua tempel di bagian kertas pembungkus nasi biasanya dengan lauk rendang itu, atau membuat skripsi tapi ga dikasih nama (Hlo?).

    Intinya, terserah orang dong mau kasih nama asli, palsu atau apapun namanya.. Kecuali kalo isinya ga mutu (seperti tulisan saya yang hanya numpang koment (baca:bacot) di blog orang alias ga ada blog ^_^), atau mengandung iklan senter pembesar ala doraemon eh makerot.

    Tenang aja Mas wadehel, tulisan Anda bagus kok, saya banyak mengcopinya terinspirasi. ^_^

    Teruslah berkarya tanpa perlu jadi seleb!

    *masih-bingung-arti-PERTAMAX-cuma-malu-nanya*

  23. 23 preaxz 17 Desember 2006 pukul 4:22 pm

    Tentang Pertamax baca di sini .. *flirting*

    Be yourself bro …
    Everyone is hero for their own

    I got your point btw … have you see mine?

  24. 24 preaxz 17 Desember 2006 pukul 4:26 pm

    Mungkin frasa yang bener seharusya:

    On internet, nobody knows if you’re a dog. Gitu sih awalnya. Menggambarkan bahwa yang penting itu konten, bukan siapa (pembuatnya).

  25. 25 kunderemp 17 Desember 2006 pukul 6:29 pm

    […]a. there is no such thing as celebrities’ blog. It’s all in your mind. ( tidak ada hal yang bisa disebut blog seleb. Semuanya hanya ada di pikiranmu — hanya prasangka kalian )

    b. komentar adalah hak asasi manusia dan hak pemilik blog pula untuk meniadakan atau menerima komentar. Pemilik blog tidak bertanggung jawab atas popularitas blognya

    c. tidak berani ngeblog karena sakit hati atas perilaku blogger lainnya adalah sebuah tindakan norak dan pengecut

    d. buat saya pribadi, blogosphere adalah Jiang Hu tersendiri walaupun para pendekar-pendekar senior mungkin mengatakan ada etika dan para pendekar-pendekar junior punya kekaguman berlebih kepada pendekar-pendekar senior tetapi selalu ada pendekar-pendekar muda yang anarkis seperti Yang Guo atau Ling Hu Chong.[…]

  26. 26 oon 17 Desember 2006 pukul 7:45 pm

    sabar wad….xixixi….
    secara gwe onanymouse juga

  27. 27 wadehel 17 Desember 2006 pukul 8:36 pm

    @ Alex
    Sebenernya gw sendiri ga bakalan komen kalo emang ga ada yang pengen gw tulis, misalnya di blognya Lita, seringnya gw numpang baca doang.
    Ok, karena komennya ikhlas, ini gw kasih pahala sepuluh… hey! apa-apaan sih?

    @ Pramur
    Menurut saya, pertamax itu semacam “eh, gw lewat blog lu nih! Tapi gw ga tau musti ngomong apa.” Semacam silaturahmi gitu lah.

    @ Preax
    Udah saya klik. Terimakasih, jadi nyadar, ternyata ada banyak orang yang selalu saya baca blognya, tapi tidak saya pajang di blogroll.
    Sepaham dengan itu, yang penting konten, yang penting adalah pesan, bukan siapa yang menyampaikan.

    @ Kunderemp
    Makasih trekbeknya, baru ngeh, ternyata bisa masuk penjara gara-gara main ginian :o

    @ Oon
    Hihihi, termasuk anonim penebar kebencian tidak?

    ————-
    Para anonim penebar cap kafir kok belum muncul ya, halow?

  28. 28 ule 17 Desember 2006 pukul 9:30 pm

    haha.. pembahasan yang menarik. memang kadang jengkel juga ya kalo ngalamin kejadian kayak gitu. tapi ya gimana lagi ya? semua orang punya hak untuk ngelakuin apa yang dia inginkan. jadi ya.. kalo saya ngalamin kaya gitu paling juga cuek bebek. tetep komen aja di blog tsb. bodo amat mo diapus ato apa. hahaha… payah nih!
    btw, met kenal yaaa…

  29. 29 dedex 17 Desember 2006 pukul 9:55 pm

    waktu aku kenal blog, aku seneng banget bisa punya site pribadi. dilihat atau ga dikomentari no problem.. tapi setelah baca tulisan ini kayak nya blog ku butuh di komen juga deh biar aku tambah semangat ngeblog ;)

  30. 30 aufklarung 17 Desember 2006 pukul 10:05 pm

    selama yg punya blog ini masih bawa misi progresif dalam blognya, saya betah berkunjung dan berkomentar..:)

  31. 31 dedex 17 Desember 2006 pukul 10:29 pm

    td udah koment tapi ga masuk. kenapa ya?

  32. 32 hastu 18 Desember 2006 pukul 1:31 am

    mana bisa gak komen?? ini blog ini loetjoe toennan je:
    banyak yang punya prestasi, wajah ganteng dan rasa percaya diri aja gak pernah bilang-bilang kemana-mana, ee… lha koq yang sebaliknya malah dg pe-de-nya bikin pengumuman ke khalayak ramai dg manstapnya.

    rupa-rupanya jagad bukannya sudah gonjang-ganjing lagi tapi sudah kebolak-balik, ha ha…
    eniwe, trims atas leluconnya ya. Ini blog yg bermanfaat, bisa bikin banyak orang riang gembira

  33. 33 Neng Indie 18 Desember 2006 pukul 8:23 am

    Ohhhhhh di urusan blog memblog ituh ada juga toh selebnya. Kriteria untuk jadi seleb blog atau blog seleb itu apa sih? Yang banyak komennya gituh? Yang dibaca orang banyak gituh?

    *lihat2 komen di blogkyu .. hiksss dikittt .. pasti deh nggak ada yang baca … masih jauh kayanya jadi seleb blog .. hwaaaaaaaaaa … *

    Akyu senang comment di blog ini soale bebas merdekaaa .. Ndak merasa terpaksa dan sibuk mengerutkan kening untuk menuliskan komen yang (harus) bermutu biar nggak malu2in. Disini nulis komennya nggak perlu mikir .. asal njeplak ajahhh. Sama persis seperti aku menulis blogkyu .. asal njeplak aja .. suka2 ajah. Ada yang baca sukuurrr .. enggak juga nggak apa2. Sing penting happyyyyyy … okehhhh!???

    *iih gue nulis apaan sih*

    Dari sekian buanyaakkk blog yang daku baca , cuma disini gue ninggalin komen yang buanyakk .. serasa ngeblog gituh hihihi …..

    p.s. Hehhhh … Mas Wadehel .. daku nggak flirting looh …

  34. 34 om7ack 18 Desember 2006 pukul 8:46 am

    #wadehel dan semuanya,

    1. tentang sebaiknya baca posting dulu seblum komen,
    wah. kalo saya malah gak cuma baca posting tuh, saya bahkan baca komen-komen yang ada juga.. buat saya menarik melihat diskusi yang terjadi antara pemilik blog dan komenter, maupun antara komenter sendiri.

    2. tentang komunitas pecundang kecut..
    halah hel.. saya malah gak cuma pecundang kecut, tapi rupanya ada yang mempunyai ‘kekuasaan’ dan kemudian memasukkan saya sebagai blogger jablay. saya rasa anda sudah tau itu :) thx to lutfi :)

    3. tentang di kampung gajah, serius atau gak
    well.. yang saya tahu juga di kampung gajah tuh becanda semua sih.. ga tau deh kalo ada yang nganggep serius, tapi ngeliat reaksi dari ‘pembesar’2 itu, sampai-sampai bisa men-stemple jidat saya sebagai blogger jablay, saya rasa itu bisa di anggap serius :)

    ah entahlah.. kan seperti yang mereka bilang, orang saya ini cuma blogger nyubi koq, liat aja blog saya, gak ada yang spesial di sana. postingnya biasa aja, gak sebagus punya wadehel gini. blognya juga biasa aja :)

    ah sudahlah :)

  35. 35 Paman Tyo 18 Desember 2006 pukul 9:21 am

    Saya dulu anonim, eh bukan anonim tapi pake pseudonyme, eh nom du guerre, ah gak jelas. Lantas saya jadi gukguk.

    Tapi saya terkesan oleh humor dan provokasi Andry. Edan tenan dan lucu. Ketika sebagian orang mencoba mengampanyekan pembiasaan komentar sebagai tindakan sopan resiprokal, dan sebagian kecil lainnya mencoba memahami bahwa komentar itu penting tapi bukan segalanya, eh… Andry menyodorkan cara untuk memangkas ketidakseimbangan.

    Saya? Ndak ikut Andry. :D

  36. 36 dani 18 Desember 2006 pukul 9:24 am

    ah.. w a d e h e l lah..

    nge-blog ya nge-blog ajah..

    om Guh memang w a d e h e l.. :))

  37. 37 wadehel 18 Desember 2006 pukul 9:53 am

    @ Ule
    Salam kenal juga :)

    @ Dedex
    Hihi, nanti saya jadi yang pertamax deh :P
    Mungkin karena squidnya? Ga masuk akismet kok. Coba refresh dulu sebelum mengulang komentar. Kalau memang ga muncul, mungkin tersaring moderasi, nanti juga di loloskan kalau saya dah sempet periksa :)

    @ Aufklarung
    Kalo dekonstruktif atau malah destruktif gimana Bu? Hihi.
    *kena timpuk*
    Yang penting bukan regresi menjadi hewani ya :D

    @ Hastu
    Sayangnya beberapa orang bukannya ikut riang, malah mengasah parang *sigh*

    @ Neng Indie
    Gimana ga sedikit, lha situ sering males nulis alamat blognya. Ya nicknya ga bisa di klik. Gimana orang mau nyampah disana?
    Tapi terimakasih lho udah numpang ngeblog :P

    @ om7ack
    Huaaaa ha ha ha, keciaaan deh lo.
    Ternyata ada yang lebih sial dari saya :P Bukan cuma dibilang guguk pecundang kecut, masih distempel jablay pula :) sabaaaar ya mas. Anggap aja ini cobaan dari Tuhan, orang sabar banyak pahala, nanti mati masuk surga. Kapan berangkat? Hehehe, semoga tetap selalu senyum dan ceria :D
    [Jidat dilarang berkerut!]

    @ Paman Tyo
    Guk! Eh.. Paman! Terimakasih sudah mampir lagi kesini :D
    Orang seperti Andry itu memang harus dilestarikan, kalau perlu dikembangbiakkan supaya bangsa ini lebih ramai dan cepat maju.

    @ Dani
    Ah, om Dani nih! Saya kan niatnya onanim, jangan sebut nama asli dong!

  38. 38 sandal 18 Desember 2006 pukul 10:13 am

    shit! semaleman saya onlen pake koneksi colongan, nyoba blogwalking dan isinya cuman propaganda gag jelas “untuk jangan komen di blog seleb”!! wtf!

    klo mo ngeblog ya ngeblog aja, ga perlu make acara ngambek gara2 blog-nya gag dikasih komen ama seleb. kayak anak kecil sahaja! tul gak om wadehel? klo gak betul ya udah ^_*

    dasar manusia, maunya dapet feedback yg baik dari segala sesuatu yg dilakukan.

  39. 39 kw 18 Desember 2006 pukul 10:15 am

    waduh sesama blogger kok “berperang”. aku gak ikut deh! aku ngeblog karena aku ingin melepas penat. meskipun tak ada yang baca, apalagi berkomentar, aku akan tetap menulis. tak hanya di blogku, tapi juga di blog orang lain sebagai komentator. dengan begitu aku akan dapat ide baru dan menulis lagi

    begitu terus …
    terus …
    terus …
    nabrak deh
    :)

  40. 40 kang_petroek 18 Desember 2006 pukul 10:36 am

    kasih komen sukur…
    nga kasih komen juga sukurrrr (in deh loe>>>>>>)

  41. 41 budi 18 Desember 2006 pukul 11:18 am

    kl saya lebih gawat lagi : baru tau blog sebulan yll, taunyapun baru blog nya mas wadehel ini, tau secara kebetulan lagi!! stupid ya ? ah, toh punya blog bukan satu2nya pintu menuju surga (bener kan mas wadehel ?)
    jadi sekarang saya sedang menabur benih di ladang amal : berkomentar secara iklas tanpa mengharapkan kunjungan balik, lha wong saya ngga punya blog…
    jadi kl dihitung-hitung, harusnya pahala saya lebih besar, karena melakukan dengan ikhlas.. ya tho ??

    *menghibur diri*

  42. 42 chie 18 Desember 2006 pukul 11:44 am

    Hay ikut nimbrung yahh..^_^

    Klo gw jujur yahh,,awalnya nge-blog itu tujuannya bener2 buat diary,,curhat,jadi ga peduli ama yang namanya seleb blog -ini aj gw baru tau ada beginian- ,,komentar klo lagi pengen aj,,paling sering nge-tag di blog temen heheh..

    btw seleb blog ini siapa aj sie??gw jadi penasaran isi blog nya kaya apa~

    Eniwey lam kenal bwt wadehel ^_^

  43. 43 nikk 18 Desember 2006 pukul 12:59 pm

    Serius.

    Seserius orang yang MEMANG sengaja melontar bentuk komunikasi yang memancing emosi lalu mengukur kualitas masyarakat yang (mau) terlibat, padahal dia hanya becanda (baca=ngerjain).

    Ah, lagi pula saya lebih menyukai ide-ide jujur seperti Om Wadehel ini, tanpa saya perlu tahu siapa dia sebenarnya.

    Yak! Lanjoot!

  44. 44 n/a 18 Desember 2006 pukul 2:20 pm

    terlepas dari siapa wadehel dan apa visinya. bahkan jika yg dibilang Nikk ternyata bener kalo wadehel hanya mau ngerjain orang, saya tidak pernah surut untuk mengurai fakta terkait berdasarkan pengalaman pribadi. entah bagaimana fakta tersebut terkontaminasi emosi subjektif. yg penting bisa bebas berekspresi.

    :)

  45. 45 wadehel 18 Desember 2006 pukul 3:13 pm

    @ Sandal
    Tenang aja, ini kan hanya trend sesaat™

    @ Kw
    Betul sekali pak, saya juga dapet banyak ide dari bacain komentar di blognya orang.

    @ Budi
    Benarrrr, ikhlas menanam di ladang amal :D

    @ Chie
    Salam kenal :) Blognya serem amat, ada tengkorak segala, hiiy.

    @ Nikk
    Sama sekali tidak berniat ngerjain kok. Cuma ingin ngajak orang mikir, mikir, dan mikir. Kalo bisa belajar diskusi. Tanpa jidat berkerut. Tanpa mudah menuduh kafir.

    Tapi itu kerjaan juga ya? Kalo gitu ya bener tu tuduhan ngerjain :P Tapi dalam arti positiiiiiiif (menurut saya).

    @ N/a
    Huuuh, malah berkomplot untuk menuduh saya ngerjain. Emange situ ngerasa dikerjain? Out of topic sekale.

  46. 46 kenny 18 Desember 2006 pukul 4:42 pm

    untung aku bukan seleb (hahahha, ngimpi kaleee..) dan bukan tms yg kecut-kecut (rexona nya dunk..)
    kog jadi seru gini yah ttg blog seleb, kirain sebatas joke ajah

  47. 47 n/a 18 Desember 2006 pukul 4:50 pm

    mutung..mutung..
    halah! Hel Hel
    kan dah dibilang di atas kalo progresif
    didukung tereusss

  48. 48 nikk 18 Desember 2006 pukul 5:02 pm

    Haha!
    Tak ada tendensi menuduh, kok…
    Nyantai saja.

    Namun, jika kita percaya,
    ada tataran, jikalau kita sudah melek media, wawasan begitu luas sekaligus membumi, mereka akan tahu posisi masing-masing. Dan karena internet adalah new frontier of media, konsistensi serta memahami psikologi komunitas adalah yang terpenting, bahkan jauh lebih penting dari sekedar membangun pemikiran-pemikiran yang menjadikannya pilar-pilar dunia maya, di samping teknologi sebagai penyokongnya.

    Jadi, belum tentu seleb blog (damn! saya benci istilah) juga paham itu. Apalagi kita. Tapi serius atau tidak, semua akan menjadi berarti, karena ini kita bicara dalam komunitas yang kita ajak berdiskusi.

    @ n/a
    Anda boleh saja ikut pendapat orang lain, tapi yang empunya blog rupanya lagi datang bulan, lagi sensitip :Þ Jadi sabar nunggu dia masuk masa subur, deh (lho?)… Hehehe…

  49. 49 Thamrin 18 Desember 2006 pukul 5:22 pm

    Saya setuju dengan Mas Wadehel soal kebebasan berekspresi di blogsphere. Karena ini sebenarnya prinsip awal adanya blog, agar kita memiliki kebebasan bereskpresi. Boleh kasih komentar, boleh longok-longok dan baca saja, namun juga siap untuk tidak dikomentari (oleah siapa saja).

    Saya sendiri cukup puas dengan komentar-komentar yang selama ini ada di blog saya. Banyak yang bagus meski bukan dari blogger-blogger yang mungkin sudah di cap “celeb.” Walau kadang kelupaan untuk bales…. ;)

  50. 50 fiandigital 18 Desember 2006 pukul 10:02 pm

    Saya kurang sejutu dengan gerakan ini!!!!
    tanda-tanda kemunafikan dan sifat syirik pada manusia yang pada akhirnya akan menjerumuskan pada diri sendiri.

    Mau blog seleb, mau blogger baru sekalipun kalau memang artikelnya bagus kenapa harus dijauhkan?
    bukankan dengan adanya mereka perkembangan blog di Indonesia makin bagus, kalau masalah mau ngunjungin balik atau ngomen balik ke blog kita itu urusan dia, sifat orang beda-beda jangan hanya karena kita berkunjung/ngelink/komen di tempat blog seleb / blog lain trus nggak berbalas akhirnya sakit hati dan bikin gerakan seperti ini, duh goblok banget yang ikut-ikutan kayak gini.

    Bangsa ini membutuhkan talisilahturahmi yang kuat bukan tanda-tanda perpecahan kayak gini.

  51. 51 Indah 18 Desember 2006 pukul 10:43 pm

    Makin banyak baca postingan menyinggung masalah ini, jadi makin bingung dhee.. blog seleb or seleb blog itu apaan seeh? Seleb yg punya blog? Atau blogger yg jadi ‘seleb’ di dunia per-blog-an? Huehehe.. ngga penting bangets ya nanyanya :p

    Anyway.. buat gua pribadi sehh.. mo seleb blog atau ngga.. kalo emang bahasannya menarik en kebeneran otak lagi bisa diajak mikir buat komen.. ya komen aja, huehehe.. kalo ngga tau harus komen apa ya baca2 aja, lumayan buat nambah2 pengetahuan.

    Btw, sama spt om7ack, selain postingan, gua juga suka baca komen2 yg mejeng di postingan yg bersangkutan :D Lumayan, jadi bisa ngeliat pendapat dr sudut pandang yg lain en jadi makin menyadari.. well, apa yg ada di kepala seseorang itu emang kompleks yaa, satu sama lain amat sangat mungkin mempunyai pemikiran yg beda dr postingan yg sama.. huehehe..

    Githu aja dhee.. Ciaoo..

    *komen ini dibuat setelah selesai membaca en memikirkan isi postingan lhoo, hihihi.. :p*

  52. 52 rinangxu 18 Desember 2006 pukul 11:15 pm

    waduh baru latihan ngeblog udah ada blog-blog-an
    what’s u’r comment; no comment!
    so.. what;IS matter; no matter’s
    what is yours mind??? nevermind…….

  53. 53 fertobhades 19 Desember 2006 pukul 12:26 am

    Mas Wadehel,

    Terkadang menulis hanya untuk menulis, tanpa ada tujuan lain supaya terkenal. Hal ini terkecuali bagi mereka yang “sensation-seeker”…. (anda termasuk nggak ?) :-)

    Mau dibaca, diberi komentar asal-asalan, dimaki-maki, dihujat, nantang berkelahi, etc…. ya syukurlah… setidaknya ada yg perhatian sama kita dan nggak membuat kita narsis sendiri memuji diri…

  54. 54 Jauhari 19 Desember 2006 pukul 6:45 am

    Ingat ingat… awal mula dari TULISAN ini adalah dari milist FENOMENAL ID-GMAIL, jadi sebelum mbahas lebih serius, silahkan baca Thaonya ID-Gmail biar ndak salah persepsi :D

    Sekedar info aja… ternyata banyak yang nanggapi serius, he he hee

  55. 55 mrtajib 19 Desember 2006 pukul 7:16 am

    Saya juga ikutan nulis mengenai blog seleb, bisa dibaca di: http://tajib.wordpress.com/2006/12/16/saya-juga-blogger-seleb/

    saya hanya cerita, tidak dukung tidak nolak. Ya untuk ramai-rasmai saja….eee…hanya dua yang ber koment…jangan-jangan hanya ikutan cerita
    terus di-blacklist…he he he he

    Atau ini pertanyaan, apakah juga komen tidak koment itu juga didasari oleh saling kenal? Misalnya, jika anda tidak kenal saya, sebagus apapun postingan saya misalnya, anda gak akan komentar diblog saya? Atau sebagus apapun tulisan anda, jika saya tidak kenal, lalu saya pikir-pikir untuk komentar?

    Saya kira bagi new blogger seperti saya, ya pernah sih berpikiran seperti itu. Blogger semua juga pernah? Jika itu persoalannya…kayaknya perlulah untuk saling kenal…walau ini dunia maya….

  56. 56 erander 19 Desember 2006 pukul 11:01 am

    Tuhan menciptakan manusia itu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kita saling mengetahui. Bayangkan, Sang Pencipta aja membuat kita untuk berbeda. Jadi saya suka dengan orang yang berbeda. Karena hidup jadi lebih indah. Alangkah garingnya, jika semuanya sama. Semuanya hitam, atau semuanya putih. Yang penting, berbeda ok, tapi saling menghormati dan tidak menyerang dan merasa benar. Karena kebenaran itu datangnya hanya dari Allah. Silakan kunjungi blog saya atau FS saya di erander

  57. 57 Icha 19 Desember 2006 pukul 2:25 pm

    Kenapa bisa jadi begini, ya?
    Ada seleblog segala -_-“

  58. 58 edwin 19 Desember 2006 pukul 3:10 pm

    hehehe…selamat anda telah berhasil menjadi seleb…boleh jg analisis-nya…mantap…

  59. 59 wadehel 19 Desember 2006 pukul 11:24 pm

    @ Fiandigital. Mas, mbok ya dibaca dulu toh, dateng-dateng kok main paste aja. Nanti kena razia akismet lho.

    @ Fertobhades. Pak, kok semua-semua dianggap pasien psikiatri? Mbok ya jangan saya yang dianalisa. Nanti kalo ternyata terbukti miring gimana?
    Soal mencari sensasi, ya di posting setelah ini anda akan lihat jawabannya :D

    @ MrTajib, tidak ada itu mempertimbangkan kenal atau tidak. Kalau ingin komentar ya langsung ceprot. Kalau saya sih gitu :P

  60. 60 Priyadi 20 Desember 2006 pukul 12:07 am

    anonimitas itu gak masalah. yang jadi masalah itu menggunakan anonimitas untuk menyerang seseorang. di sini anonimitas dipakai untuk dapat menyerang seseorang tanpa harus kuatir reputasi menjadi terancam. apalagi kalau yang diserang adalah orang yang tidak anonim. ini namanya cheap shot. tapi kalo anonimitas digunakan secara bertanggung jawab sebenernya gak harus menjadi masalah.

    soal komen yang diapus, no offense, tapi ada yang protes, dan bukan cuma 1 orang. biasanya yang begitu langsung saya hapus kok.

  61. 61 kikie 20 Desember 2006 pukul 9:34 am

    ketika orang-orang blogging dengan tujuan “biar jadi seleb” … :D sampai yang merasa bukan seleb blog jadi sentimen sama yang mereka anggap seleb blog.

    saya sih maklum kalau yang disebut “seleb blogosphere” nggak bisa kembali berkunjung ke blog pengunjung blognya (aduh ribet). kalau berkunjung balik itu wajib .. berarti makin selebritis blogger tersebut, makin banyak waktu yang diperlukan buat berkunjung balik ke blog pengunjung blognya itu. aduh, emangnya nggak punya kerjaan di luar dunia blog? we have a life!

  62. 62 -maynot- 20 Desember 2006 pukul 9:53 am

    Kirain JKSB itu singkatan dari Jangan Komentar SEBELUM BACA. Jadi bingung kenapa nggak didukung ;) Padahal isi topik ini terus menerus mendengungkan ajakan “baca dan mikir dulu sebelum komentar”.. ;)

    BTW, masih nggak ngerti nih.. JKSB di sini singkatan dari apa sih? Kalau JKBS kan: jangan komentar di blog seleb.. ;)

  63. 63 Paijo 20 Desember 2006 pukul 12:10 pm

    Mau anonim atau tidak, itu adalah hak setiap boger maupun komentator. Demikian juga membiarkan atau menghapus comment, itu adalah hak pemilik blog. Terutama comment yang gak nyambung dengan topik atau melampaui batas yang ditetapkan pemilik blok itu sendiri.

    Saran saya untuk para commenter, kira-kira dong kalau comment. Nyambung atau gak, kelewatan atau gak.
    Saran saya untuk para bloger, komunikasikan secara jelas jika ada comment yang dianggap tidak layak tayang. Kalau terpaksa menghapus atau mengedit comment, sampaikan dan minta maaf kepada commenter-nya secara baik-baik.

    Terimakasih dan salam eksperimen.

  64. 64 okke 20 Desember 2006 pukul 9:18 pm

    ini emang gerakan terbodoh yang pernah gw denger.. :))

  65. 65 de backbone 22 Desember 2006 pukul 5:42 pm

    saya tidak mengerti apa itu bloger anonim, “menurut saya” benar adanya pemilik blog berhak menulis apa saja yang akan ditulis dan menghapus apa saja yang akan dihapus, tapi karena blog bukan hanya konsumsi pribadi alias di publikasikan”kenapa gak diari aja di note book” kalo bukan untuk publikasi jangan pake internet,hehehe. jadi apapun isi blog anda,baik komentar ataupun tuisan anda sendiri pertimbangkanlah agar tidak menyakiti perasaan orang lain. karena buat saya siapapun mereka manusia atau bukan, jawaban nya adalah sebuah pertanyaan(tidak pernahkah anda berpihak???) jadi apa yang ditulis dan dikomentari itu seperti menunjukkan arah kompas kemana anda sedang berfihak saat ini, seperti pilihan surga atau neraka, hanya satu yang tidak bisa tidak untuk tidak ada pilihan untuk itu siapapun anda anda pasti mati. karena anda tidak bisa memilih untuk tidak akan pernah mati,hehehe

  66. 66 agusr 25 Desember 2006 pukul 1:56 pm

    Saya rasa pada point “Pengalaman dengan blog yang (mungkin) seleb [update]” dan di certmati pada dasarnya kita melihat dulu apa tujuan dan maksud si “seleb (red)” membuat blog tsb. Jujur saya bukan blogger, tapi melihat tulisan2 para seleb blogs banyak kurang bermutu kok. Hanya dgn nama besar sedikit copy paste/terjemahan dah bejibun komentar yg sebenarnya tidak perlu.

    Seperti raja yang selalu di benarkan oleh abdi dalemnya :).

  67. 67 wadehel 26 Desember 2006 pukul 12:00 am

    @ Priyadi
    Hwaaa, ini ada penampakan om Pri!!! Gilaw, ada seleb disini :D
    Iya om, setuju, biasanya yang rajin bagi-bagi cap kafir itu memang anonim semua.

    @ Kikie
    Bener. Hihihi, masa mau balesin setiap kunjungan, 24jam jg kurang kale :P

    @ -Maynot-
    Bagus juga, jangan komentar sebelum baca. Hmmm, mantafff.

    @ Paijo
    Setuju pak. Setiap menghapus, saya selalu sertakan alasannya. Biasanya karena adhominem, memuji sampai keterlaluan :P

    @ Agusr
    Hihihi, iya, jadi maluw, saya ini salah satu contohnya. Saya juga kan seleb (hasil menasbihkan diri sih) dan tulisan saya ga ada yang bermutuh :)) Dah gitu bukannya dibenarkan oleh para abdi dalem, malah pada menghujat.

  68. 68 FrYja 26 Desember 2006 pukul 5:43 am

    wadehel, wadefak is WTF?


  1. 1 [PENJELASAN] Jangan Komen di blog seleb? « Gretong Lacak balik pada 18 Desember 2006 pukul 12:58 pm
  2. 2 the.preaxz » Jangan Komen di Blog Seleb! Lacak balik pada 19 Desember 2006 pukul 8:52 pm
  3. 3 blog kayak mode « My Little Homeland Lacak balik pada 14 November 2007 pukul 7:51 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: