Pertahankan Kebebasan Berekspresi

Web adalah media yang ampuh untuk menyebarluaskan ide dan berekspresi, sayangnya, kini mulai bermunculan usaha-usaha untuk mengekangnya. Pengekangan internet telah terjadi di negara-negara seperti China, Vietnam, Tunisia, Iran, Saudi Arabia dan Syria. Banyak orang dihukum dan dijebloskan kedalam penjara hanya karena mengkritisi pemerintah, mengkampanyekan demokrasi, memberitakan sesuatu secara apa adanya atau mengekspos pelanggaran hak asasi manusia secara online.

Para pelaku pengekangan internet bukan hanya pemerintah, perusahaan-perusahaan IT ternyata juga terlibat dalam menciptakan sistem yang memungkinkan terjadinya pengawasan maupun sensor. Yahoo! telah terbukti menyerahkan data pribadi seorang pengguna layanan emailnya kepada pemerintah China, dengan itu Yahoo! membantu terjadinya penangkapan yang semena-mena. Microsoft dan Google juga memenuhi permintaan pemerintah untuk secara aktif menyensor penggunaan Internet di China.

Kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia yang mendasar. Itu adalah salah satu dari hak yang paling berharga. Kita harus berjuang untuk melindunginya!

Itu adalah terjemahan bebas dari sebuah quote di postingnya SPSS, sebuah tulisan tentang kampanye yang dilakukan Amnesti International.

Amnesti International mengajak para blogger, meminta anda untuk ikut membela kebebasan berekspresi di Internet. Sekarang adalah saat yang genting ketika hak mendasar –terutama kebebasan untuk berekspresi dan hak untuk memiliki privasi– terancam oleh pemerintah yang ingin mengontrol apa saja yang boleh dikatakan warganya dan mengatur informasi apa saja yang boleh akses. (Terjemahan dari sini).

Manusia bukanlah hewan bodoh yang harus melulu nurut jadi gembalaan para penguasa. Manusia juga bukan robot yang melulu bergerak seragam dibawah satu komando. Manusia itu bebas, termasuk dalam kebebasan itu adalah kebebasan berkehendak dan berekspresi. Dengan budi pekerti yang dimilikinya, manusia akan mampu menikmati kebebasan-kebebasan tersebut tanpa saling menganiaya. Tak perlu intervensi dalam bentuk sensor ataupun pengharaman informasi, cukup majukan budi pekerti dan manusia akan mengatur dirinya sendiri.(Tambahan ini pendapat saya sendiri)
Untuk bergabung, klik saja banner diatas. Atau gambar megaphone di bagian paling bawah sidebar kiri blog ini (dibawah counter pahala).

Iklan

8 Responses to “Pertahankan Kebebasan Berekspresi”


  1. 1 Amd 13 November 2006 pukul 7:31 pm

    Inilah kekuatan dunia maya, khususnya blog! Jadi selama masih bisa, mari dukung terus kebebasan berekspresi. Yang penting tidak merusak dan merugikan orang lain.

  2. 2 manusiasuper 13 November 2006 pukul 8:08 pm

    Semua tergantung manusianya juga kan?
    Mau baik ya ambil yang baik, mau da baik, ya monggo, bukan salah internetnya atau apanya…
    Kaya kebebasan memilih celana, jangan sampai nanti keluar larangan bercelana! (??)

  3. 3 kikie 13 November 2006 pukul 8:34 pm

    hari gini masih membatasi kebebasan berekspresi sampe ke internet? malasnya .. pemerintah kok sudah kaya’ anak kecil nggak dapat mainan.

  4. 4 wadehel 13 November 2006 pukul 10:58 pm

    @ Amd
    Masalahnya ada penguasa yang merasa dirugikan dan rencana pembodohannya dirusak bila rakyatnya bebas berekspresi.

    @ Manusiasuper
    Gaya bercelana yang membangkitkan syahwat para agamawan, mungkin hanya tinggal menunggu waktu sebelum diharamkan.

    @ Kikie
    Menyamakan pemerintah yang bertingkah aneh seperti itu dengan anak kecil itu sama saja menghina dan merendahkan martabat anak kecil lho.

  5. 5 fertobhades 14 November 2006 pukul 10:37 pm

    bebas untuk tidak berekspresi juga adalah hak dasar, mas wadehel ? :-)

    juga bebas berekspresi dengan memaki-maki orang lain dan mengirimkan spam pada orang lain…. (di internet tentunya) :-)

  6. 6 wadehel 15 November 2006 pukul 9:09 am

    @ Fertobhades
    Menurut saya sih harusnya bebas juga untuk tidak berekspresi.
    btw, tidak berekspresi bukannya termasuk salah satu bentuk ekspresi?

    Kalau memaki2 di blog/comment area mungkin bebas ya, tapi kalau spam/iklan sepertinya bakal terhapus tuh. Gimana aturan setempat sebenarnya. Tapi kalau itu untuk pembenaran prilaku negara membatasi rakyatnya dalam mendapatkan info / bereksresi berekspresi… perlu ditanyakan dulu itu negaranya milik siapa, kedaulatan ada dimana?

    Kalau memang negara hanya milik satu orang/keluarga seperti di arab saudi yang milik keluarga bang saud, ya… barangkali tidak bisa disalahkan juga kalau kemudian pemerintah boleh bikin aturan sesukanya.

  7. 7 garong 30 April 2008 pukul 8:55 am

    “Semua tergantung manusianya juga kan?
    Mau baik ya ambil yang baik, mau da baik, ya monggo, bukan salah internetnya atau apanya…
    Kaya kebebasan memilih celana, jangan sampai nanti keluar larangan bercelana! (??)”

    Kebebasan berekspresi jangan sampai kelewatan. Saya mau nanya, jika sodara-sodara sekalian memiliki anak yang masih kecil, akankah Anda membiarkan anak2 Anda melihat seluruh isi situs web tanpa batas?


  1. 1 Pertahankan Kebebasan Berekspresi « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 3:03 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: