Jangan gitu, Pak Ustad!

Sheikh Taj el-Din al-Hilali in a photo dated 31 July, 2006
Lho? Apa salah ane?


Dan wadehel pun ngomen: Mosok perempuan tak berjilbab dianggap memancing pelecehan seksual? Sudah itu masih dianalogikan pula dengan daging yang diler-ler menunggu dimangsa kucing. Selain diskriminatif terhadap perempuan, bapak juga sudah melecehkan kaum lelaki. Bapak harus tahu bahwa tidak semua lelaki punya pengendalian nafsu separah Bapak. Jangan asal generalisir. Kalau bermasalah dengan nafsu gede, belajar dong mengendalikan diri, jangan mau gampangnya aja. Jangan lagi memakan kambing mati ataupun daging-daging merah yang lain. Bila perlu perbanyaklah puasa, kemarin ikut belajar puasa kan?

Di luar sana lebih banyak lelaki yang beradab dibanding yang tidak. Kalau memang terjadi kejahatan, seharusnya hanya biadab-biadab itu saja, yang ditembaki jidadnya satu-satu, atau cukup penisnya yang diamputasi. Jangan malah menyalahkan perempuan.

Bapak harusnya sadar bahwa bapak itu jadi panutan, sekali bapak berbunyi yang menyimak 500 orang lebih, kalau cuma mau asbun seperti saya, mbok ya cukup di blog saja, di wordpress.com ini gratis loh, Pak. Apa mau saya daftarkan?

Btw, kacamata gawul harganya murah-murah banget tuh, tinggal bapak ganti saja lensanya pake lempengan timah hitam, pasti tidak terlihat lagi daging-daging telanjang yang berseliweran menggoda iman bapak(yang terlalu kuat itu).

Gambar dan berita dari BBC

*Seandainya saja bisa ngomen di semua halaman sesuka hati*

48 Responses to “Jangan gitu, Pak Ustad!”


  1. 1 prakoso 28 Oktober 2006 pukul 7:57 pm

    Jadi semua itu tergantung pada segumpal daging yg didada itu atau otak dalam batok kepala kita, apapun akan bisa dipandang baik atau buruk tinggal ngintipnya dari sisi mana… begitu yah?

  2. 2 manusiasuper 29 Oktober 2006 pukul 8:21 am

    Beliau kan sudah minta maaf mas…
    Maafken saja…
    Kita ken umat beragama…

  3. 3 wadehel 29 Oktober 2006 pukul 10:33 am

    @ Prakoso
    Sepertinya memang begitu Pak, saya belum menemukan salahnya teori itu. Sebenarnya saya asal comot aja dari bahasan mekanika kuantum :P

    @ Manusiasuper
    Beliau minta maafnya gini:
    “I unreservedly apologise to any woman who is offended by my comments. I had only intended to protect women’s honour,”

    Pertama, saya menulisnya sebagai lelaki (bukan wanita) yang tersinggung.
    Kedua, katarsis yang saya tulis itu untuk ngomen (hanya ngomen lho) atas cara berpikirnya, dan bukan hanya untuk satu ustad itu saja, tapi juga untuk setiap yang berpandangan seperti itu.
    Ketiga, ini juga saya klaim sebagai “only intended to protect women’s honour,” sambil sekalian ngisi blog.

  4. 4 passya 29 Oktober 2006 pukul 1:04 pm

    Suruh dia belajar ke Indo-banyak yg gratisan kok-bagaimana dulu para walisongo berda’wah-hingga sekarang Indonesia jadi negara berpenduduk muslim terbesar di dunia

  5. 5 aRdho 29 Oktober 2006 pukul 4:16 pm

    FPI versi bule, eh arab?

  6. 7 dL 29 Oktober 2006 pukul 11:05 pm

    Banyak hal mmg yg sptnya hrs “ditinjau ulang”. Sama halnya dgn mesjid2 di Inggris, tempat ustad2 itu menghabiskan wkt beribadah, yg tdk byk menyediakan t4 bagi kaum wanita. Ini pula yg menjadi perhatian dan fokus gerakan perempuan muslim di inggris..

  7. 8 wadehel 29 Oktober 2006 pukul 11:10 pm

    @ Passya:
    Semua ada sejarahnya, sejarah versi batak mungkin beda dengan versi jawa, tapi sependek yang saya tahu, tingkah polah Demak yang memperalat agama untuk kekuasaan sekilas mirip dengan taliban.

    @ aRdho:
    Iya, tapi sepertinya “P” disitu bukan pembela, tapi pembusuk, membusukkan dari dalam, secara sistematis dan terselubung.

    @ Black_Hack:
    Eits… jangan maki-maki gitu, biar gitu-gitu juga dia itu punya umat yang pasti tidak rela bila pujaannya di hina. Ada anjuran yang melarang kita menghina tuhan umat lain bila tidak ingin tuhan kita di hina.

    @ DL
    Tidak disediakan tempat kan bukan berarti dianggap warga kelas dua. Bisa saja dianggap warga kelas 3 atau 4 atau lebih :P

  8. 9 Odi 30 Oktober 2006 pukul 8:52 am

    Check juga yang ini.

    http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1152

    Perempuan dan Kue Donat
    Oleh Nong Darol Mahmada

    “Di sebuah televisi swasta ketika sedang sahur, saya mendengar Ustadz Jefri al-Buchori, da’i yang sekarang naik daun, sedang memberi petuah-petuah keagamaan. Di antara percikan petuahnya itu, ia menganjurkan perempuan-perempuan muslimah memakai jilbab. Dengan penuh percaya diri, dia mengumpamakan, bahkan menyamakan perempuan berjilbab seperti kue donat yang dibungkus plastik rapat-rapat. Menurutnya, donat yang dibungkus plastik itu lebih sehat, terjaga, tidak dicolak-colek tangan-tangan yang hanya iseng tapi tak mau beli. Menurut teman-teman saya, Ustad Uje, begitu panggilan akrabnya, kerap sekali menyinggung soal ini di setiap ceramahnya.

    Sebagai perempuan, tentu saya terusik dengan perumpamaan seperti itu. Bagaimana mungkin perempuan disamakan, meski sekadar umpama, dengan kue donat”

  9. 10 ivie 30 Oktober 2006 pukul 9:46 am

    intinya cewe itu cuma barang yg bisa dicolak colek seenaknya donk yah?? trus bisa dinikmati kapanpun?? kayanya cewe itu cuma barang pajangan? boneka?? cee itu udah ga dianggap manusia yang bisa berpikir, make logika dan memilih????

  10. 11 dewo 30 Oktober 2006 pukul 10:29 am

    Bagaimana kalau Ibu Kita Kartini (eh… namanya ada “kita”-nya ya?) mendengar hal itu. Baidewei, eniwei, baswei, kalau ndak salah, Ibu Kartini tidak pakai jilbab ya?

    (** Kabur lagi **)

  11. 12 wadehel 30 Oktober 2006 pukul 10:38 am

    @ Ivie

    Sabar mbak, sabar. Jaman sekarang sudah banyak kok lelaki yang tidak seperti pak ustad.

  12. 13 redwar 30 Oktober 2006 pukul 1:49 pm

    yg perlu di benerin gak cm pakaian cewenya… tp otak para cowo jg perlu di beresin… biar gak pada mikir selangkangan terus…

    selama ini klo ada pelecehan or pemerkosaan trhdp cewe yg pakaiannya seksi pasti cewenya yg disalahin… padahal kan dia yg jadi korban….

  13. 14 passya 30 Oktober 2006 pukul 4:01 pm

    @wadehel
    link ini dah gw liat. Ketawa aja :D judul ama isi ‘jaka sembung’. tapi heran, sekaliber wadehel menjadikan itu link padahal dia masih bilang:

    Tolong disertakan dong link-link yang mendukung kebenaran cerita ini. Kalau bisa yang ada di internet juga sehingga orang mudah mencarinya…

    no offense…

  14. 15 wadehel 30 Oktober 2006 pukul 6:07 pm

    @ Redwar
    Konon, di Iran sana, dalam masalah perkosaan, cewe is at fault by default. Mungkin para ulama sini ingin meneladani keberhasilan yang sama.

    @ Passya
    Yah, maklum lah, kan baru sekaliber wadehel. Kalau sudah sekaliber om Passya, sudah pasti tidak akan jadikan itu link. Isinya memang agak… menyinggung ya.
    Kalau ada yang bahas sejarah cara penyebaran islam di indonesia, sepertinya akan sangat menarik tuh, mungkin akan menjelaskan kenapa perilaku pemeluknya di Indonesia bisa se-Islami sekarang.

  15. 16 passya 30 Oktober 2006 pukul 6:54 pm

    @wadehel
    hahaha…kalo gampang tersinggung ngapain juga muter2 di blog ini?
    Nanti kalo link dah cukup (moga2 bukan hoax) gw posting deh soal cara penyebaran islam di ina.
    btw, gw dah komen disana eh..abis posting baru liat ada tulisan All comments must be approved by the blog author..punk, moga2 dia berprinsip sesama ‘metromini’ harus saling mencela :D

  16. 17 wadehel 30 Oktober 2006 pukul 9:32 pm

    Hiii, bener bangeeed, jadi inget Bung uRIP pernah bersabda:

    wis pokok-e nrocos aja dulu… mudahan ada yg kebakaran kumis.

    Semoga saja teori 100 monyetnya Ken Keyes bukan termasuk hoax, dan semoga kegiatan nyerocos ini bisa menularkan semangat perubahan pada dunia.
    Saya doakan (tentunya pada tuhan saya) agar pengumpulan link itu segera selesai.

    Btw kok request saya di sana menghilang ya? Sedangkan link yang diharapkan belum muncul juga. Mungkin disana ga boleh freespeech eh, free request.

  17. 18 yeni setiawan 31 Oktober 2006 pukul 9:12 pm

    kadang kok saya ngerasa orang2 yang memutuskan untuk mejadi atheis adalah jauh lebih beradab daripada orang2 yg mengaku beragama ya?

  18. 19 giffari 1 November 2006 pukul 9:22 am

    *atas nama FC kaskus !!!*

    jadi anda menolak jilbab, pak wadehel?
    bisa anda sertakan alasannya? :D

    bawah saya bekicot…

  19. 20 Odi 1 November 2006 pukul 10:25 am

    @ Yeni
    Mungkin orang atheis lebih beradab karena mereka nggak punya pemikiran bahwa akan ada surga di atas sana.
    So mereka berbuat sebaik mereka bisa di kehidupan ini, berbeda dengan (beberapa) orang yang ngakunya beragama yang percaya kalau nanti mereka akan tetap masuk surga apapun juga tingkah polah mereka didunia ini. paling hanya ‘dicuci’ dulu sebelum dimasukkan ke surga.

    Seperti lirik lagu ‘Imagine’
    Imagine there is No Heaven above us only sky…

  20. 21 putradi 1 November 2006 pukul 8:29 pm

    mas mau ga beli air mineral yang ngga disegel ?

    maaf, kalau soal aurat … untuk seorang muslimah (ga tau untuk yang lain) memang ada aturan jelas yang tidak bisa ditawar-tawar.

  21. 22 asepkm 2 November 2006 pukul 10:14 am

    Yah kalo sudah ada pada bingkai agama , saya yakin ada alasan yang tidak semata-mata dapat dinilai secara rasional saja.
    Jilbab perintah agama jelas dalilnya bisa dirunut, konsekwensi logis bagi penganut agam Islam untuk dituntut melaksanakan, berat sungguh bagi perempuan untuk melaksanakannya, semoga Alloh akan memberi kekuatan.

  22. 23 GP 2 November 2006 pukul 10:07 pm

    Istri Nabi Muhammad SAW yg pertama, Siti Khadijah nggak berjilbab, businesswoman, malah dulunya bosnya nabi. Poligami ama jilbab baru ada setelah siti khadijah meninggal. Bisa kebayang gimana uring2xannya Siti Khadijah, seorang businesswoman yg punya perusahaan dan duit banyak di sekep di rumah, suruh pake jilbab yg cuman keliatan matanya doang ama di poligami…mana berani nabi mengkhianati cinta istri yg disayanginya.
    Jilbab & poligami muncul cuman di tahun2x terakhir sebelum nabi meninggal hanya sebagai jawaban atas persoalan yg ada pada saat itu.

  23. 24 uum 3 November 2006 pukul 3:37 pm

    eh kamu tahu nggak donat yang dibungkus lebih mahal dari pada yang tidak

  24. 25 wadehel 3 November 2006 pukul 10:32 pm

    @ Giffari
    Situ bawa-bawa nama besar FC kaskus, dalam kapasitas apa? Pake ijin belum? Jangan sembarangan Bung! :P
    @ Odi & Yeni
    Tidak selalu benar atheis lebih beradab. Tapi faham yang meyakini bahwa Tuhan adalah binatu tukang cuci dosa itu bikin banyak orang menyepelekan pihak lain, jadi seenaknya menganiaya mahluk lain demi surga dalam imajinasinya sendiri.
    @ Putradi
    Saya tidak membeli air mineral bersegel rusak, tapi perempuan bukan air mineral botolan. Mungkin ibu dan saudari-saudari anda tidak keberatan disamakan sebagai air mineral botolan, tapi tetep aja saya masih ga tega.
    @ GP
    Maksud nyaaah? Sepertinya kurang disimpulkan deh
    @ Uum
    Yaah, Pak Ustad nyamar ya? Gak cukup mengumpamakan dengan daging, sekarang dengan donat. Sama-sama bolong sih :)) Ok, sip lah… kalau istri anda tidak keberatan, ya suka-suka situ. BDSM belum di haramkan MUI kan? Saya juga tidak akan terlalu usil dan melarang-larang cara orang bervariasi seks.

  25. 26 GP 3 November 2006 pukul 11:09 pm

    kamsudnya, jilbab gimana bisa wajib kalo siti khadijah sendiri nggak berjilbab

  26. 27 manusiasuper 4 November 2006 pukul 2:34 pm

    Alhamdulillah…
    Posting ini membuat kita semua jadi berpikir bukan..?
    That’s why Allah give us brain, logic, sense, and heart… WE have to USE it!! Bukannya menerima semuanya secara membabi buta (Astaghfirullah! Babi kan haram ya? Ganti memburung buta).
    Tuhan itu Satu, pasti, Tuhan itu Benar, pasti juga…
    Masalahnya, sudah benarkah kita…?
    (Saya ngomong apa seh…? Maaf mas, habis berantem sama yayang, ketahuan selingkuh, he jadi kacau gini…)

  27. 28 wadehel 4 November 2006 pukul 3:53 pm

    @ GP
    Mungkin…. mungkin lho, hal itu dikarenakan Siti Khadijah adalah bussiness woman yang dihormati, plus tentunya juga berkuasa. Para lelaki biadab tidak akan berani macam-macam, apalagi melecehkan atau melecehkannya sebagai alat pemuas nafsu, itu sama saja cari mati. Makanya beliau tidak perlu pakai jilbab. Memang sudah terhormat, sudah mulia.
    Sedangkan, istri-istri berikutnya punya latar belakang yang “pantas ditolong” atau “pantas dikasihani” yang membuat para lelaki, tanpa perlu jadi biadab juga melihat mereka dengan sebelah mata. Apalagi lelaki yang biadab, mungkin akan melecehkan dan menyerang mereka, makanya itu perlu ditutupi dengan jilbab. Bukan karena memalukan, tapi untuk melindungi.
    @ Manusiasuper
    Selingkuh itu untuk lelaki mungkin sangat menyenangkan. Tapi untuk perempuan sangat menyakitkan. Pernah lihat nangisnya perempuan karena di “khianati” ? Saya sudah, dan hal itu sangat-sangat tidak bagus bagi kesehatan, hiiiy.

  28. 29 giffari 4 November 2006 pukul 5:22 pm

    @ pak wadehel : anda belum menjawab pertanyaanku kan :)

    ps : sorry pake nama besar FC kaskus. itu refleks kog :D

  29. 30 Tukangkomentar 4 November 2006 pukul 7:52 pm

    Sebagai seorang laki-laki yang tukang ngerti wanita, saya heran, kenapa kaum wanita di Indonesia (dan di sisa dunia juga tentunya, kecuali di banyak negara barat) tidak mengangkat suara secara besar-besaran melawan omong kosong yang merendahkan kaum wanita itu? Dalam sebuah blog saya pernah baca komentar seorang pria (muslim) yang mengatakan, bahwa wanita itu pada dasarnya tidak/kurang bisa berpikir secara logis dan tidak bisa mengerjakan pekerjaan kaum laki-laki (apa sih “kerjaan kaum laki-laki” tu?), dan katanya kalau memang akan gagal dan cuma merusak. kalau saya tidak salah mengerti, dia juga bilang, bahwa itu semua sudah ditentukan yang di atas sono. Lagipula kaum laki-lakii itu ditakdirkan jadi pemimpin/pembimbing (untuk kaum wanita).
    Bingung juga nih, mungkin saya nyalahi perintah ilahi ya, kalau saya berusaha ngerti wanita dan memandang mereka sebagai insan yang sama nilainya?
    pertanyaan: Kenapa sih definisi aurat untuk wanita itu berbeda dengan untuk laki-laki? kenapa laki-laki nggak harus nutup kepalanya? (serius nih pertanyaannya!)

  30. 31 GP 4 November 2006 pukul 9:11 pm

    Komen “Ustad” GP:
    Perempuan berjilbab bisa memancing homoseksual. Karena dagingnya di bungkus plastik rapet dan akhirnya tidak menarik lagi bagi kucing, ya jangan salahkan kalo jadinya kucing makan kucing:)

  31. 32 wadehel 5 November 2006 pukul 1:07 am

    @ Giffari
    Pertanyaan yang anti? Saya tidak anti kok… Saya cuma protes atas pelecehan si pak ustad terhadap kemanusiaan lelaki. Baca lagi deh :P

    Btw, lain kali menyertakan link jangan panjang-panjang, di wrap aja atau pakai tinyurl biar sekalian bikin penasaran. Yg kemarin masuk spam 2 kali tuh, dan semuanya terhapus. Yang ke 3 nggak deh.

    @ Tukangkomentar
    Pertanyaan yang aneh :) Itu harusnya di masukkan ke forum saja. Atau langsung ditujukan ke Tuhan.

    @ GP
    hawhawhawh… kucing makan kucing =))
    *ngakak guling2an sampe multi orgasme*

  32. 33 giffari 5 November 2006 pukul 2:48 am

    pak wadehel jorok ih :D

  33. 34 manusiasuper 5 November 2006 pukul 7:59 am

    saya menghormati wanita pak! Sehormat-hormatnya! Dan betuul, dia yang nangis, saya yang capek, he…

  34. 35 miyu 27 November 2006 pukul 5:29 pm

    ikut nimbRung, boleh kan?
    kl mnurut saya, “ustadz” itu kan orang iran.. n tau kan kl di iran ntu ustadz2 nya beda ma ustadz2 di indonesia.. kl setau saya siy mereka ntu orang2 yang bner2 tkut ma yang namanya “DOSA”, nah kl ustadz dSni kan…? (maaf ya)

  35. 36 Paijo 1 Desember 2006 pukul 8:23 am

    Asal njeplak :
    Sepertinya banyak orang yang hackuuuul yakkkkiiiinnnn bahwa… dunia seisinya ini memang diciptakan khusus untuk laki-laki, tidak terkecuali perempuan dan agama. Bagi orang yang seperti itu, agama adalah sarana untuk meligitimasi kebobrokan moral. Orang yang taat beragama tidak otomatis bermoral.

    Asal bertanya :
    1. Sebenarnya agama itu muncul dari Tuhan atau dari laki-laki sih, kok bias gender begitu ?
    2. Apakah semua agama mengajarkan moral, kayaknya kagak ?

  36. 37 wadehel 1 Desember 2006 pukul 8:40 am

    @ Miyu
    Ustadz disini kenapa? Gimana nih, udah tidak menyertakan link, kalimatnya ga sampe selesai pula.

    @ Paijo
    Sepertinya memang begitu Pak :P
    Pada awalnya pasti dari tuhan, emang apa sih yg ga dari tuhan? Agama memang asalnya dari bisikan Tuhan, tapi kemudian karena kebanyakan penafsirnya adalah lelaki, ya otomatis ditafsirkan sesuai kepentingan yang menafsirkan. Cmiiw

  37. 38 felineonwheels 5 Desember 2006 pukul 5:12 pm

    ehm.. dai-dai indonesia…ehm… Daripada nonton or dengerin mereka, mending baca buku aja deh.. Kagak harus liat para orang yang dianggap berilmu itu cengar-cengir mengutip dalil buat dalih.
    Sekalinya punya ustadzah, luthfia sungkar pula…
    Yayayayaya…..
    Aku malah pernah kultum di radio, seorang dai (lupa namanya abis gak penting) bilang begini:
    “Orang-orang barat itu beradab karena prinsip mereka adalah kalo gak mau dipukul jangan memukul, gak mau dicubit jangan mencubit. Jadi kalo pas lagi pengen rese, karena lawannya lebih kecil, mereka berani rese. Tapi kalo lawannya gede, mereka ga berani rese. Makanya kita harus berprinsip bahwa sebaik-baiknya perbuatan, adalah pada saat itu karena Allah”
    Guys… I am not sure apa yang ada di kepalanya… Justru kadang-kadang pada saat semua karena Allah, membunuh pun jadi halal.
    Aku yakin bahwa kita sedang menuju tahap mencintai Allah pada saat kita menyayangi ciptaanNya. Bagaimana kita bisa bilang kalo kita mencintai Allah, tapi aniaya terhadap ciptaanNya?

  38. 39 Lawrance 11 Desember 2006 pukul 10:09 pm

    http://www.toilet-kecil.tk

    benar! emank berbahaya kalau asal bunyi di depan massa yang menyimak dengan penuh kepercayaan….

    bahaya…

    dasar otak pemuka agama di sini pada pendek2… maunya instan…

    bukannya mengajarkan umat untuk dewasa, malah nyebarin ‘iman’ yang penuh ketakutan…

  39. 40 bludru 12 Desember 2006 pukul 12:31 pm

    emang betul kt pak pak ustadz tu mas dehel, hasrat kelakian kita muncul klo ngeliat perempuan yg diler-ler {maksudnya nga pk baju sama sekali kan ???(sambil ngebayangin film bokep..)}. Tp klo yg masih pk baju,apa iya kita2 juga pada’ ngecesss’???

  40. 41 wadehel 12 Desember 2006 pukul 5:21 pm

    @ felineonwheels
    Setujuuuuuh :)

    @ Lawrence
    Mungkin mereka hanya mewarisi kebiasaan turun menurun. Bapak moyangnya ceramah pake cara itu, dia hanya mengikuti.

    @ Bludru
    *ikut bayangin bokep*

  41. 42 Imam Mawardi 22 November 2007 pukul 5:05 pm

    Bener thuuu, emang demikian, lantas kenapa harus dibela?

  42. 43 Wahyu Super 23 November 2007 pukul 12:24 am

    Blog yang bagus… Lebih bagus lagi jika buat blog untuk kebaikan. Dimata Tuhan dapat kebaikan, setelah mati juga dapat kebaikan dan saat dihadapan Tuhan di neraka nanti juga dapat kebaikan…
    Ayooo bagi yang masih bisa bikin blog kebaikan, mari dibuat. Sebab apa yang kita tulis nanti akan dimintai pertanggung jawaban….

  43. 44 alfianalgozy 11 Juni 2008 pukul 2:47 am

    Assalamu’alaikum Warahmatullah…

    @GP:

    ->Alhamdulillah sampe sekarang saya masih dianugerahi oleh Allah SWT akan keIslaman. Semoga keIslaman ini akan terjaga sampai saya meninggal.
    Kenapa saya mengucap syukur? Karena agama Islam adalah agama yang paling hikmah, penyampaiannya pun bertahap-tahap agar tidak mengagetkan manusia/umat yang dida’wahi oleh Rasul.
    Kita ambil contoh larangan tentang minuman keras.
    Pertama2 Al Qur’an mengatakan bahwa orang yang sedang dalam keadaan mabuk tidak boleh menjadi imam. Setelah dirasa cukup, Allah menurunkan ayat lagi, yang artinya kurang lebih Sesungguhnya Khamr itu lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya, baru pada level ketiga Allah menurunkan ayat yang artinya Sesungguhnya Minuman keras itu adalah saudaranya syaithan.
    Demikian pula dalam berjilbab dan menutup aurat, Mungkin Allah belum menurunkan Ayat tersebut pada zaman Siti Khadijah karena kebanyakan bangsa Arab belum mampu menerimanya(Wallahu’alam). Namun setelah Allah rasa mereka cukup mampu, baru Allah menurunkan QS An Nur:30, langsung satu paket ma QS An Nur:29 yang isinya merupakan perintah kepada kaum adam untuk menundukkan pandangan.
    Subhanallah, Maha Suci Allah, saking sayangnya Allah kepada makhlukNya sehingga Dia menunggu sampai umat Nabi Muhammad mampu menerimanya.

    ->Soal masalah ‘kucing makan kucing’nya mas GP, sederhana saja jawabannya. Sekarang LIHAT NEGARA DEMOKRASI yang menjunjung tinggi kebebasan wanitanya dalam membuka auratnya(Belanda, Amerika, Prancis) dengan yang menghormati aurat wanitanya(Mesir, Arab, Pakistan) MANA YANG LEBIH BANYAK KAUM NABI LUTH-NYA???

    @PAIJO:
    1) Istighfar mas, kenapa mas Paijo bisa ngomong kayak gitu? Kayaknya mas Paijo belum liat Videonya Zakir Naik / Ahmad Deedat yang bahas betapa tingginya derajat kaum wanita dimata Islam. Saya sebutin aja beberapa ya:
    a. Islam mengatakan bahwa surga ada di bawah telapak kaki ibu
    b. Islam mengatakan kita disuruh menghormati ibu lebih dari kita menghormati ayah. Ini ada dalam hadis yang isinya kurang lebih:
    >Sahabat: Ya Rasulullah, siapakah yang paling pantas aku hormati?
    >Rasul: Ibumu
    >Sahabat: Lalu siapa lagi ya Rasul?
    >Rasul: Ibumu
    >Sahabat: Lalu siapa lagi ya Rasul?
    >Rasul: Ibumu
    >Sahabat: Lalu siapa lagi ya Rasul?
    >Rasul: Ayahmu
    c. Islam mengatakan bahwa seorang istri yang sedang mengandung anaknya pahalanya Subhanallah luar biasa besar, apalagi jika pada waktu dia meninggal saat melahirkan, Subhanallah, PAHALANYA SAMA KAYAK KALAU KITA JIHAD!!!
    2) Ada, ISLAM, Dienul Haq.

    @Mas Wadehel:
    Terima kasih udah ngijinin saya cuap2 di blog punya Mas^^

  44. 45 Wongedan 30 September 2008 pukul 7:10 am

    Seorang muslim harus ber islam dgn kaffah,tidak dikatakan sempurna jika mash ada yg di campakkan,mis jilbab,seorang siswa sma jika udah pake baju,celana,pake ikat pinggang.N byar uang sekolah,tapi gak pake sepatu,apakah disebut dgn siswa yg baik?Padahal mampu beli sepatu. Pasti tdk atau mngkn disebut siswa yg goblok,edan,idiot,bgt jug dgn berislam kalo ada salah satu kewajibn dicmpakkan. Jd dlm hdp bukan asal menurutkn hawa nafsu aja bro atau asas manfaat aja,tp berdasarkn baik dan tdk baik menurt Allah dan ridho Allah

  45. 46 imharsafari 18 Januari 2009 pukul 3:10 am

    Mau kenal tuhan melalui keterbatasan indra dan kemampuan berpikir, nggak bakal “Kenal”. Semua manusia punya potensi menuhankan “sesuatu”,zaman “baheula” dengan menuhankan yang dianggap lebih kuat :Batu, Pohon, bulan, matahari,kuda, sapi bahkan “Raja”nya. zaman sekarang menuhankan : Duit,perempun, orang, tehnologi,otak/pikiran.
    padahal yang dituhankannya punya keterbatasan,keusangan,tua, rapuh,keriput, dsb.
    Untuk itu, yang menciptakan mahluk, membuat petunjuk untuk mengenal tuhannya.
    ada yang namanya kitab Taurat, lalu disempurnakan dengan Injil, dan final disempurnakan Al-Quran.
    Perkara bisa paham membacanya, ada syarat yang harus dipenuhi, seperti;
    niat mencari kebenaran, tidak angkuh,mengakui kelemahan diri,punya keterbatasan,makan halal,memelihara kehormatan, dsb…dst…
    Cara mengakui kelemahan diri dan keterbatasan bisa dilakukan dengan cara sederhana, gunakan metode belajar tingat dasar,atau gunakan cara S-3, bebas tinggal pilih dan gunakan bahan atau materi yang mudah didapat dan tanpa biaya, bisa dicari disekeliling rumah.

    udah..ah kepanjangan, ntar nggak ngerti lagi……., lagian capek ngetiknya,………….heee…….heee……
    agak susah bin ribet nich ngomentarin tulisan, yang susah dicerna sama logika…….

    Untuk apa sich kita pake dihidupin, terus gede, tua , terus mati, udah gitu aja…….., apa maksudnya ya, cuma begitu doang, udah cape-2 sekolah, cape-cape kerja, cape ngurus anak istri, cape ngurus tetangga, karang taruna, partai, eeh pake ditinggal… nggak kebawa mati? nggak keterima sama akal yang canggih …….., au ach …..

    “Janganlah banyak bertanya, nanti jadi sesat”
    “Jangan sampaikan yang kita tidak punya ilmunya, karena hati, penglihatan, dan pendengaran kan diminta pertanggungan jawab”

    Lihat petunjuk yang benar, jangan salah…udah lama,cape, salah lagi

    ok cao

  46. 47 Sewa Mobil Semarang Murah 22 Juni 2013 pukul 9:27 am

    Keren sekali tulisannya. Mencerahkan :)


  1. 1 Jangan gitu, Pak Ustad! « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 4:17 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: