Mie suci otak mati

Alkisah di Republik BeBeEm terdapat beberapa jenis mie. Ada yang instan dalam kemasan mewah, ada yang mie telor dengan kemasan plastik tanpa cap dari Departemen Kesopanan, ada juga mie tek-tek yang tidak perlu pasang Cap Huenak dari Majelis Urusan Intil.

Dalam masing-masing jenis mie tersebut masih ada berbagai varian. Misalnya dalam mie instan, ada yang goreng, ada yang rebus bonus kerupuk, ada yang rasa kafir liberal, ada juga yang aroma kentut surgawi.

Setiap varian punya penggemarnya sendiri. Dalam setiap acara makan pagi, siang atau sore, berbagai jenis mie itu disajikan bersama dalam satu meja makan. Atau kadang dalam satu tikar bila para pemangsanya sedang lesehan.

Rakyat Republik BeBeEm makan dalam damai, walaupun berbeda pilihan mie.


Suatu hari, entah dari mana, munculah orang-orang pengemar berat mie goreng instan. Bagi mereka tidak ada mie yang enak selain mie goreng instan. Beberapa yang ekstrim menganggap semua mie yang lain adalah sampah. Tidak enak dan tidak layak makan. Mereka juga mulai mengembangkan sendiri ritual-ritual khusus untuk makan mi instan goreng, lengkap dengan daftar hal-hal yang tabu dilakukan ketika makan mie.

Tak lama kemudian, diantara mereka berkembang keyakinan bahwa semua mie selain yang instan goreng adalah sangat berbahaya bagi kesehatan, bisa menimbulkan impotensi, kanker, gangguan kehamilan dan janin, juga kegilaan akut yang sangat menular.

Sejak itu mereka merasa berkewajiban untuk menyelamatkan orang-orang lain yang masih memakan mie lain selain mie goreng instan. Mereka juga mulai melarang orang-orang yang berselera lain untuk makan mie apapun selain goreng instan di lingkungan mereka. Kalau ada yang nekat makan mie lain di ingkungan mereka, bisa dipastikan mereka dihajar oleh laskar-laskar pembela mie instan goreng.

Rebublik BeBeEm mulai terpecah-belah, sesama pemakan mie tak lagi bisa duduk bersama.

Masalah perbedaan selera makan mie mulai meruncing, karena ternyata yang memiliki laskar pembela mie bukan hanya dari penyuka mie instan goreng. Berbagai kalangan penyuka mie lain juga punya laskar-laskar yang melindungi dan memperjuangkan mie kesukaan mereka sebagai satu-satunya yang layak makan.

Lebih mengerikan dari itu, mereka mulai menabung permusuhan dengan mengajarkan kepada anak-anak bahwa semua jenis mie selain kesukaan mereka adalah beracun, sangat berbahaya, dan wajib dihindari.

Tidak hanya dengan golongan penyuka mie jenis lain mereka bermasalah. Dengan sesama penyuka jenis mie yang sama juga sering terjadi perselisihan maut yang disebabkan perbedaan dalam cara memakan mie. Golongan yang memakan mie instan goreng dengan sendok plus garpu sering menzalimi sesamanya yang makan dengan tangan kosong. Alasan yang dipakai adalah penodaan mie.

Hukuman keji ditimpakan bagi yang berani makan dengan cara berbeda, dan hukuman mati di berikan bagi yang berani memakan mie jenis lain.

Perpecahan semakin parah, bahkan dalam golongan penyuka mie yang sama tak lagi bisa duduk bersama.

Pernah ada seorang anak yang mencoba mengingatkan mereka, bahwa “semua mie itu hanyalah makanan, sama-sama untuk dimakan, jadi yang penting….” Belum sempat anak tersebut bicara tentang tujuan makan, dia sudah mati dipenggal. Para penyuka mie instan goreng menganggap anak itu telah melakukan penghinaan, penodaan dan penistaan mie, sekaligus merusak ahlak bangsa dengan mencampuradukan mie.

Kekonyolan terus terjadi, diwariskan dari generasi ke generasi.

Lalu suatu hari, bencana demi bencana mulai menimpa mereka.
Konon hal itu terjadi karena bumi tak kuat lagi menahan tawa.

Tapi mereka tak juga mengerti

Sejak lahir diracuni MSG dari bumbu mie,
otak mereka mungkin sudah lama mati.

10 Responses to “Mie suci otak mati”


  1. 1 Guntar 11 Agustus 2006 pukul 7:16 am

    Saya penggemar mie, tapi kok ndak tau ya ada konflik sampe kayak gitu :mrgreen:

    Satu2nya konflik yg saya tau adl konflik dg diri sendiri; mie goreng bumbu tu kurang bagus utk diet & program kebugaran :?

  2. 2 kw 11 Agustus 2006 pukul 9:16 am

    aku akan impor atau mroduksi Spaghetti habis-habisan. promo kesemua lini di republik bebeem. inilah model mie terkini yang membebaskan dari pilihan-pilihan yang sebelumnya ada. masing-masing punya pilihan bebas untuk mengolahnya. bisa menggoreng, bisa merebus atau merebus dulu lalu digoreng. dijamin semua suka hua hau hua

  3. 3 agamaku 11 Agustus 2006 pukul 10:28 am

    Pantas saja Rep BeBeEm kena gempa melulu. Buminya ngakak sih.

    Lalu suatu hari, bencana demi bencana mulai menimpa mereka.
    Konon hal itu terjadi karena bumi tak kuat lagi menahan tawa.

    Tapi mereka tak juga mengerti

  4. 4 Luthfi 11 Agustus 2006 pukul 11:35 am

    lama gag nonton acara ini

  5. 5 SS 17 Agustus 2006 pukul 9:51 pm

    Wah, ngeri juga ya..

    *makan mie diam-diam*

    Aih, kalo makan mie diam-diam masuk kategori yang tadi gak ya? Oh, itu ‘orang baik yang diam-diam aja’ ya? :P *mundur karena bukan orang baik* :-“

  6. 6 wadehel 18 Agustus 2006 pukul 7:09 pm

    @ kw:
    Hatu-hati tuh, jangan-jangan semua mie yang merasa “pribumi” akan bersatu menjegal usaha anda.

    @ SS:
    *Makan mie goreng instan sambil menatap penuh kebencian ke mangkuk mie si SS*

  7. 7 S Setiawan 18 Agustus 2006 pukul 8:19 pm

    Wah.. *pats Wadehel* Benci atau ngiri? :-” Gpp kok, mie tetangga selalu terlihat lebih hijau daripada mie sendiri.. :-”

    Euh, kok hijau ya? :P Mie keluaran mana lagi itu? *melirik sekitar dengan curiga* Mari kita ban mie-mie yang tidak berwarna coklat atau kuning dari republik ini* :-“

  8. 8 RedWar 18 Agustus 2006 pukul 11:30 pm

    hahaaahaaaaa

    nice story…..
    lumayan buat refresh otak….
    jd sdikit bebas doktrin nih….

    BTW ini hiperbola or metafora yah????
    yg pasti cara lo lumayan bagus nyampein critanya…

    Hahahahahahaaaaa

  9. 9 nicholay 23 Agustus 2006 pukul 6:16 pm

    mungkin judulnya
    “Demagogi Mie”

    wah susah benar nih
    sesama kere. mau bikin banyolan pun harus bernuansa kere juga. mie instan… apa ga ada makanan yang lebih jelek lagi

    heheh peace man,… tidak bermaksud menyingung SARA (Sarimie, agama, ras, dan anatomi)

  10. 10 Guntze 14 September 2009 pukul 10:00 am

    wkwkwkwk peperangan yg menggelikan……klo tdk keberatan mohon izin utk meletakknya jg di blog saya yg baru mo dibuat …. mksh

    hahahaha keeep on noodle….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: