Jilbab supaya manusiawi

Buat gw perempuan itu memang mahluk seksi, dari ujung rambut sampai ujung kaki, semua bisa gw pake sebagai bahan berfantasi.

Kalau pikiran sudah ngeres, sudah mesum, bawaannya horny, gak sadar yang bawah pun ikut ereksi. Insting hewani gw mulai mengeluarkan perintah untuk melakukan hal-hal yg sangat seksi. Meniduri si seksi.

Tapi gw gak se hewani itu, setidaknya gw adalah hewan yg sudah agak manusiawi. Sudah punya nurani yg bikin gw tetap hormat pada para seksi. Tidak akan gw kalap dan maksa pengen niduri. Atau lari ke lokalisasi dan ngelepas ereksi. Otak manusia gw sudah mampu mempertimbangkan berbagai konsekwensi yg bakal terjadi. Sudah tumbuh juga jaringan dengan fungsi empati pada hak-hak dan nurani si seksi.

Gw akui, mengendalikan diri seperti itu bukan hal yang menyenangkan. Pengennya sih bebas ngecrot sana sini setiap kali ereksi. Untunglah gw selalu bisa jaga diri, karena gw adalah hewan yg sudah cukup manusiawi. Segagal2nya mengendalikan nafsu hewani, paling-paling juga masturbasi.

Mungkin ini yg jadi alasan kenapa jilbab di wajibkan, agar para seksi terlindung dari para hewani yang tak mampu mengendalikan diri.

Setelah para seksi dibungkus rapat, maka para mesum macam gw tidak perlu lagi bersusah payah mengendalikan hewan-hewan di dalam diri.

Dan semua lelaki pun bakal tampak lebih “manusiawi”.

19 Responses to “Jilbab supaya manusiawi”


  1. 2 kw 21 Juli 2006 pukul 6:10 pm

    ha ha….
    ketauan deh

  2. 3 b0wo 24 Juli 2006 pukul 6:39 pm

    gw bener2 terharu dan bangga atas ulasan anda
    benar2 jujur..lugas..dan membanggakan
    TWO THUMBS UP!!!

  3. 4 dewo 26 Juli 2006 pukul 12:05 pm

    Sebaiknya yg disuruh pake jilbab yg laki2. Tapi jilbabnya nutupin mata. Jadi si seksi tetap terlindung tanpa perlu merugikan/menyiksa si seksi (karena tidak perlu pake jilbab).

  4. 5 wadehel 26 Juli 2006 pukul 3:00 pm

    @gue:
    Menurut lu apa?

    @kw:
    Ketahuan? ya so what. memang gitu je.

    @bOwo:
    Duh, tidak ada tisu disini, nangisnya kapan-kapan aja ya :P

    @dewo:
    Cara berpikir yang aneh, ngapain juga mempersulit diri kalau bisa mempersulit orang lain? Sudah dari sananya perempuan itu harus di bungkus rapat biar penampilannya tidak lezat mengundang syahwat.

  5. 6 gak suka yahudi dan islam 27 Juli 2006 pukul 5:10 am

    ini site parodi ya?
    maksud gw, lucu banget, kesannya nyindir orang2 FPI itu… huakakaka

  6. 7 dewo 15 Agustus 2006 pukul 10:14 am

    Jadi, yg hewan itu yg maksa para seksi itu…
    Begitukah?
    *** Kabur ***

  7. 8 wadehel 16 Agustus 2006 pukul 3:28 pm

    @ gak suka yahudi dan islam
    Itu nickname atau dikasih orang tua?
    Kok kesannya menyampaikan seluruh isi hati melalui sebuah nama. huakakaka

    @ dewo
    Huoei…! awas ya!!!!
    *kejar bawa parang sambil menyebut-nyebut tuhan*

  8. 9 erik 30 Agustus 2006 pukul 1:33 am

    Menurut sahibul hikayat,ada seorang perempuan yang keluar dari pesantren ,dari kecil di pesantren sudah mulai dewasa di pesantren lalu sejak kecil sudah tahu gimana dan dimana yang namanya jilbab ditutupkan.Agama katanya bukan dagangan kenapa ustad jadi murtad Kyiai jadi dengki memang agama jadi dagangan dinegeri sembilan puluh persen sekian muslim.

  9. 10 erik 30 Agustus 2006 pukul 1:37 am

    pake jilbab itu udah aturan Allah bukan aturan yang bisa ditawar tawar lagi ,elo pake aturan jelas masuk mana ,kalo enggak keluarnya kemana?

  10. 11 dewo 31 Agustus 2006 pukul 10:37 am

    @Erik
    Lebih baik si seksi itu lahir sudah pakai (atau dipakaikan) Jilbab ya? Bukankah sudah aturan Allah?

    Jadi begitu jebrol, owek-owek…, si jabang bayi sudah pakai atau dipakaikan jilbab. Bisa aja bayi tetangga nafsu lihat si bayi seksi, kan bahaya tuh.

    (*** Kabur lagi ***)

  11. 12 wadehel 6 September 2006 pukul 1:42 pm

    @ erik
    Hehe, iya, benul, tawar menawar dengan agama emang ga boleh. Agama itu sudah paten, fixed, ga bisa di bengkok-bengkok. Dari dulunya gitu, sampai kapanpun ya harus gitu. Harga mati, yang berani nawar berarti cari mati.

    Kalaupun ada tafsir Arab/wahabi yang dirasa tidak sesuai, tidak boleh di curigai, karena ada hadis yang bilang, Ahlularab bisalasah fainni Arabi Walkalamu WalQuran Arabi Wakullu filjannah Arabi, yang kurang lebih artinya CINTAILAH ORANG ARAB karena tiga hal, Muhammad tuh orang ARAB, Qur’an juga pake bahasa ARAB, dan bahasa resmi surga nanti juga bahasa ARAB. Semua yang berbau arab harus kita terima, syukuri dan ciumi tangannya.

    Persetan dengan kemajuan peradaban, karena kalau perlu, kita juga bisa hidup hanya dengan susu dan kurma saja! Jangan tergoda bujuk rayu setan yang berselimut toleransi atau apresiasi antar golongan. Kita yang paling benar! Klo kate simpati, No compromise!

    @ Dewo
    Hoi… bayi kan belum baleg, belum bisa konak, belum memproduksi sperma. Mereka melihat perempuan masih belum pake nafsu. Kecuali mungkin klo liat tetek ibunya, nafsu pengen ngemut…. slurp. Itupun bukan karena hasrat seksual, tapi hanya karena ingin minum… atau pengen dipeluk sayang.

  12. 13 ilustratorlemot 2 Januari 2007 pukul 12:42 pm

    hahahaha..
    kamu terlalu jujur nyuu…
    Alhamdulillah klo gitu, aQ terlindungi darimu.. :D

  13. 15 isinmawa 9 Mei 2007 pukul 1:17 pm

    Sebagai seorang muslimah, tentu saya setuju dengan anda. Bagi wanita muslim, jilbab/kerudung memang wajib untuk dikenakan, untuk menutup aurat dan -seprti yang telah anda katakan di atas -melindungi para muslimah.

    Tapi, ketika kita menyampaikan hal ini [bahwa muslimah wajib menutup aurat] tentu harus dengan cara yang baik dan lembut. Karena bukannya nanti orangnya tertarik, malah lari duluan karena terkesan ‘dipaksa’ untuk menutupi kepalanya. Soalnya banyak yang beranggapan bahwa berjilbab itu tidak bisa bernilai jual [terutama u yang berprofesi model, peragawati, dll] yang mengutamakan kecantikan fisik.

  14. 16 De Kaizer 26 Agustus 2007 pukul 3:03 pm

    yup, betul tuh….

  15. 17 jilbab 22 Agustus 2014 pukul 8:07 am

    Hi there colleagues, pleasant post and fastidious arguments commented at this place, I am in fact enjoying by these.


  1. 1 The new ~ ira ~ « KeRanJanG CuRhaT Lacak balik pada 19 Desember 2008 pukul 12:18 pm
  2. 2 Jilbab supaya manusiawi « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 3:15 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



%d blogger menyukai ini: