Merokoklah Seperti Manusia

Yup, ini bukan posting anjuran berhenti merokok. Anda para perokok, silahkan terus merokok, tapi merokoklah sebagai manusia, jangan seperti binatang.

Memang tidak semua, tapi kebanyakan binatang itu selalu semau gue dan biadab. Bila mereka ingin melakukan sesuatu, mereka akan melakukannya tanpa pikir dua kali. Tak peduli bila ada yang akan teraniaya karena ulahnya itu.

Sedangkan anda BUKAN binatang yang biadab. Anda sekarang manusia yang sudah dilengkapi otak berakal dan budi pekerti. Gunakan juga akal budi anda setiap kali kecanduan akan rokok anda kambuh. Sebelum menyalakan rokok, pastikan disekitar anda tidak ada yang akan dirugikan karena racun yang anda tebarkan. Pilih tempat yang tepat, jangan sampai anda mengotori ruangan ber AC atau membuat bau perabotan/pakaian/ruangan orang lain. Jangan juga menebar racun di dalam kendaraan angkutan umum.

Nikmatilah asap rokok anda ditempat khusus, di ruang khusus atau di kendaraan khusus. Lakukan sendiri atau berjama’ah dengan sesama perokok. Jangan sampai anda menindas mereka yang bukan perokok. Biarkan banci-banci nonsmoker yang gak jantan, gak trendy dan ga ngerti nikmatnya rokok itu bebas menikmati udaranya tanpa diganggu oleh asap rokok anda yang macho, bergengsi, inspiratif dan orgasmik itu.

Karena anda manusia berakal, mungkin anda ingin berdalih macam-macam. Mungkin anda akan berdalih seperti ini:

Tapi banyak orang lain juga melakukannya, kalau bukan saya yang merusak kesehatan anak-anak, janin ibu hamil, atau paru-paru para banci itu, perokok lain yang akan melakukannya. Knalpot kendaraan, polusi dan debu jalanan juga akan tetap melakukannya. Saya cuma ikut berperan sedikit kok!

Jangan melecehkan kemanusiaan anda dengan dalih seperti itu. Anda bukan binatang dungu gembalaan iklan perusahaan multinasional. Sebagai manusia anda bisa berbeda berpendapat. Anda bisa bangkit memisahkan diri dari kerumunan. Anda bisa memilih untuk tidak ikut serta dalam kebejatan dungu yang dilakukan orang banyak. Tergantung pada tingkat kemanusiaan anda, anda bahkan bisa berusaha memperingatkan perokok lain untuk tidak merokok dengan semena-mena.

Anda tahu? Tak perlu beragama untuk bisa menyadari hal-hal tersebut diatas. Sebagai manusia beragama, harusnya anda malah lebih beradab, menghindari penganiayaan, sadar akan kesehatan juga lebih berprikemanusiaan. Atau malah sebaliknya? Tak usah beragama saja kalau begitu! Udah laten rusuh, berisik, ga beradab pula, buwat apa? Nungging keenakan jadi gembalaan ulama smoker? Prek!

Jadi, mari nikmati rokok dengan cara yang cerdas. Merokoklah seperti manusia yang ber-akal budi.

Bagi anda yang bukan perokok, sadarilah bahwa anda juga manusia merdeka. Jangan biarkan orang lain semena-mena menindas hak anda atas udara bersih, bebas dari asap beracun rokok mereka. Bersuaralah, ungkapkan keberatan anda dengan jelas dan tegas.

Tapi harus anda sadari, tidak semua perokok itu cukup cerdas untuk menyadari bahwa anda terganggu. Selama ini ego mereka sudah sedemikian bengkak dan merasa orang lain akan menerima saja meski mereka asapi dengan racun. Bagi mereka yang penting adalah pemuasan nafsu sakaw mereka. Mungkin anda juga akan mendapat respon yang tidak menyenangkan, itu wajar. Sikapi saja dengan cerdas, sadari saja bahwa tidak semua yang berwujud manusia itu berjiwa manusia. Yang penting anda sudah mulai berusaha untuk membela hak anda sebagai manusia.

Anda harus mulai membela diri. Memangnya mau mengharapkan pembelaan dari siapa lagi? SBY? Ngimpi! Beliau pasti terlalu sibuk (kalau bukan otaknya gak nyandak) untuk ngurusin masalah racun-meracuni di antara rakyatnya. Bagi beliau mungkin lebih penting menandatangani hal-hal macam PP 37 aneh itu. Lagipula para buncit penentu kebijakan diatas sana tak pernah turun dan mengalami pengapnya rokok di angkutan umum, kita tak bisa mengharapkan mereka.

Anda, kita, rakyat sendiri yang harus bergerak. Masalah asap rokok ini baru revolusi kecil, kalau berhasil dengan diri sendiri, maka revolusi besar yang kita impikan akan semakin dekat dengan kenyataan.

Anda ingin merokok? Silahkan, tapi…
MEROKOKLAH SEPERTI MANUSIA!

Btw, ada yang tertarik bikin bannernya?

*******update030307*******

Link terkait:

Banner:

Silahkan Pilih sendiri di blognya anto :P (lucu2)

62 Tanggapan ke “Merokoklah Seperti Manusia”


  1. 2 manusiasuper 2 Maret 2007 pada 1:59 pm

    Tumben ada sedikit pengertian….? Gara-gara mau mati setelah tulang ekor patah??

    Tapi benar seh, MEROKOKLAH SEPERTI MANUSIA!!

  2. 3 mbah keman 2 Maret 2007 pada 2:10 pm

    wah, kenapa selalu di hubungkan sama, AGAMA dan ULAMA hemh jadi curiga nih bapaknya wadehel ulama ke ke kekek.,.

    Merokoklah seperti kucing

  3. 4 antobilang 2 Maret 2007 pada 2:25 pm

    saya udah berhenti ngerokok sejak SMA, selain alasan kesehatan, juga karena alasan penghematan.
    uang yang dibakar2 jadi rokok, sebaiknya dibelikan vcd bokep hal lain yang jauh lebih bermanfaat.

    lah itu di pajangannya udah ada bannernya om dehel, apa mau saya buatin?hehehe

  4. 5 Epat 2 Maret 2007 pada 2:27 pm

    masih mending nyandu rokok, ketimbang nyandu-nyandu yang laen( ex: agama ). Bukan begitu?
    :-D

  5. 6 chielicious 2 Maret 2007 pada 2:35 pm

    padahal di kota2 besar di Endonesa ini udah ada aturan soal non smoking area..pake ada hukuman denda segala buat yang ngerokok di tempat bebas rokok..

    tapi masi aj susah di jalani..

    Wong para “penguasa” nya aj perokok..

    Mungkin para perokok biadab ini isi otaknya cuma asap rokok jadi ga bisa berpikir jernih..

  6. 7 Yudhis 2 Maret 2007 pada 2:52 pm

    wah sepakat sekali!

  7. 8 asbindro 2 Maret 2007 pada 3:34 pm

    ternyata aku tidak sendirian…anti rokok!
    feel like a home nih di blog wadehel…

  8. 9 petroek 2 Maret 2007 pada 3:41 pm

    merokok adalah hak asasi manusia yang mampu membeli rokok, jadi merokoklah selagi anda masih bisa membeli and
    stop jika anda sudah tidak bisa beli rokok lagi……

  9. 10 Helgeduelbek 2 Maret 2007 pada 4:36 pm

    Lho apa selama ini para perokok merokok tidak seperti manusia, lalu seperti apa? :)

  10. 11 cidh 2 Maret 2007 pada 4:39 pm

    wahh.. hell.. berubah..
    *ngucek-ngucek mata*

    …STOP MEROKOK…

  11. 12 daus oh daus 2 Maret 2007 pada 4:53 pm

    waah.. mereka yang bukan perokok dan anti rokok juga seringkali menindas hak saya sebagai perokok, omz.

    tapi saya ga pernah protes tuh..

    dasar mereka yang sok bersih dan sehat aja terlalu berlebihan.
    baru menghirup asap rokok sedikit aja udah teriak *anti rokok*

    lah, saya yang tiap hari ngabisin satu bungkus aja
    ga pernah kerepotan..
    :D

    situ benci rokok atau benci asapnya, omz???

  12. 13 wadehel 2 Maret 2007 pada 7:08 pm

    @Dewo, wuih, baru berapa menit langsung naro link aja tuh :P

    @Manusiasuper,
    pengertian? Emange saya dulu ga ada pengertian gitu? Hm.

    @Mbah Keman
    , kan katanya hidup itu harus selalu dekat dengan agama, biar ga sesat, makanya saya nulis selalu religius, bawa2 agama mulu.

    @Antobilang,
    selamat deh klo bisa berhenti. Btw, baca dulu dong, ini BUKAN kampanye berhenti merokok, tapi supaya merokok dengan cara yang lebih manusiawi. Kalo mau iseng mbikinin, boleh tuh :D, yang nyentrik gitu.

    @Epat,
    hehe, nyandu agama, gw bgt dong, kikikik.. uhuk.. uhuk..

    @Chielicious,
    kecerdasan orang kan emang beda2, makanya yg ngerasa pinter kudu membantu, bukan malah minteri ngambil keuntungan.

    @Yudhis,
    sip lah, jadi lain kali ngerokok pake gaya manusia dong :)

    @Asbindro,
    hmm… saya ga se anti itu sama rokok, kan bisa bikin masuk surga. Saya cuma ingin agar para perokok belajar merokok seperti manusia.

    @Petroek,
    yeah, whatever pak truk.

    @Helgeduelbek,
    seperti binatang pak, saenak udele dewe, ga peduli dideketnya ada ibu hamil atau anak kecil, begitu sakaw langsung klepas klepus aja ga pake mikir.

    @Cidh,
    pasti ga baca juga nih, duh.

    @Daus oh daus
    , anda pasti perokok. Coba tolong dijelaskan, begimana para nonsmoker itu menindas anda yang perokok? Yang saya ga suka adalah cara perokok yang merokok dengan semena-mena. Tulisan saya kepanjangan ya?

  13. 14 passya 2 Maret 2007 pada 8:09 pm

    Logika perokok biasanya:

    30% kematian disebabkan merokok dan…. bingo! 70% lagi bukan karena merokok. Lho? kok probabilitas kematian lebih gede karena gak merokok…
    nyemok terus ah….(dia gak sadar yg 70% karena asap dari perokok yang seperi manusia)

  14. 15 antobilang 2 Maret 2007 pada 8:25 pm

    om dehel…
    sudah aye bikinin tuch…
    ada tiga opsi…
    masih terbuka buat di’permak’!
    ayo di trackback!(aku ga bisa caranya e,,hihihi)

  15. 16 Ramen Rider 2 Maret 2007 pada 8:53 pm

    daripada merokok, mending makan mie instan :D

    iya tuh, banyak orang ngakunya beragama, ngerokok aja kecas-kecis bikin orang susah napas!

  16. 17 alamster 2 Maret 2007 pada 8:57 pm

    udah merasa nyaman di zona non perokok jadinya ….. ya gitu deh

  17. 18 Anang 2 Maret 2007 pada 9:06 pm

    daripada uangnya habis dibakar buat rokok.. mending buat sayah aja

  18. 19 cindy 2 Maret 2007 pada 9:13 pm

    keren…
    keren…
    stujuh…
    =)

  19. 20 fertobhades 2 Maret 2007 pada 9:23 pm

    Saya perokok, tapi saya juga sering kesal melihat orang lain merokok di tempat sembarang. Misalnya di angkot yang ada ibu-ibu dan anak-anak. Karena nggak ada yang mengingatkan, maka jadilah saya yang mengingatkan. :-)

    Intinya : jika anda perokok, merokoklah pada tempatnya.

    sama seperti slogan : buang sampah pada tempatnya :-)

  20. 21 Dani Iswara 2 Maret 2007 pada 9:27 pm

    seandainya (nge)rokok gak pake asap..? puntungnya gak dibuang sembarangan/ditimpukin ke yg gak merokok?

    taut ‘rokok’ saya, saya sesuaikan.. :D

  21. 22 kumala 2 Maret 2007 pada 10:18 pm

    saya merokok di:

    ruang baca/perpustakaan pribadi saya
    ruang kerja saya [saya sendirian di sini]
    tempat2 yang bebas merokok/gak ada larangan. meskipun, saya teteup liat2.. ada ibu hamil gak? ada bayi gak?

    saya udah merokok spt manusia blom? :)

  22. 23 peyek 2 Maret 2007 pada 10:44 pm

    Weleh seru!,

    Untung saya merokok hanya waktu ngopi, daripada ngisep asap rokok orang lain, mending aku ngisep racun sendiri he..he..he…
    “Perokok yang nggak manuasiawi?” ada benernya juga, “Anda bukan binatang dungu gembalaan iklan perusahaan multinasional.” apa nggak terlalu ekstrem? kalo sifatnya adalah seruan. Kecuali klo wonge geblek

  23. 24 sufehmi 2 Maret 2007 pada 11:15 pm

    @ferthobades – bagus nih slogannya; “merokoklah pada tempatnya” :) sip !

    (yang megap-megap kalau kena asap rokok)

  24. 25 Arif Kurniawan 3 Maret 2007 pada 12:00 am

    Ini kok yang komentar dari para perokok tidak begitu bayak yaaa?
    Takut komen?

    Atau memang para perokok ndak suka nge-blog?

  25. 26 mardun 3 Maret 2007 pada 2:05 am

    mungkin bukan takut, tapi memang nggak ada yang bisa dikomeni, soalnya tulisannya bener :P

    buat wadehel, hehe benci sama perokok yang nggak manusiawi sih boleh-boleh aja :)

    saya tunggu tulisannya buat non perokok yang nggak manusiawi ya, biar adil gitu :P

  26. 27 Tresno 3 Maret 2007 pada 2:41 am

    bener mas wadehel! saya gak merokok kalo lagi nongkrong ama temen2 yang gak ngerokok! malah jadi malu kalo ngerokok sementara yang lain gak ngerokok! apalagi depan cew?? gak bakal deh!

  27. 28 chubluk 3 Maret 2007 pada 2:52 am

    kalo saya sih perokok, tapi kalo saya sadar, pasti saya lihat sikon dan tol (situasi, kondisi dan toleransi) terlebih dahulu, kalo saya lagi nggak ngeh tapi gak ada yg ingetin saya ya saya khilaf jadinya, jadi apakah saya manusia?

  28. 29 venus 3 Maret 2007 pada 8:13 am

    kalo makan di resto ato ngopi di mall, gw pilih yg smoking area. gw binatang apa bukan? wakakaka…

  29. 30 kw 3 Maret 2007 pada 10:24 am

    hmm.. untuk saat ini sampai dua generasi berikutnya jangan pernah berharap banyak terhadap perilaku perokok seperti yang anda inginkan.

    boro-boro acuh pada orang lain, kepada dirinya sendiri aja abai. buktinya ia membiarkan paru-parunya berkarat nikotin, giginya menguning dan nafas dan jarinya sangat bau. selain waktu dan dompetnya terkuras.

    untuk membentuk perokok ideal, dari sekarang perlu pentingnya pendidikan disiplin sejak dini. sehingga kelak kira-kira tahun 2200 an, mereka yang memilih menjadi perokok akan merokok seperti manusia. dan yang bukan perokok akan menyadari keberadaan haknya.

    benar tak perlu mengkaitkannya dengan agama. agama hanya menyoal sesuatu yang mengawang-awang tak terjangkau : surga dan neraka. :) sementara hal-hal fundamental tak tersentuh: mendzalimi dengan asap.

    :)

  30. 31 jokotaroeb 3 Maret 2007 pada 10:29 am

    Untung saya tidak meroko jadi tidak disebut binatang he…he…

  31. 32 mrtajib 3 Maret 2007 pada 11:19 am

    farqo’u ma’a ar-roqi’in…..artinya: merokoklah bersama orang-orang yang merokok…he he he….

  32. 33 manusiasuper 3 Maret 2007 pada 12:05 pm

    Tumben ada solusi yang mengakomodir kedua belah pihak, biasanya HANTM KROMO saja dikau Guh…

  33. 34 xwoman 3 Maret 2007 pada 2:32 pm

    mo seperti apa kek… yang pasti aku berhak menghirup udara bebas asap terutama roko….

  34. 35 wadehel 3 Maret 2007 pada 2:39 pm

    @Kumala, hehe, udah, udah pantas disebut perokok teladan :)

    @Peyek, seru po saru pak, hehe. Iki arep dianggep seruan opo cerita mesum yo terserah sing moco pak. Geblek ra geblek is in the eye of the beholder.

    @Sufehmi, slogan merokoklah pada tempatnya mah ga akan di denge’. Bakal senasib sama slogan buang sampah ituh. Slogannya harus yang lebih mudah dipahami oleh para perokok.

    @Mardun, non perokok yang ga manusiawi? Ga kebayang. Bunuh2in orang yang ngerokok kali ya? Atau ngebakar pabrik rokok sampe para buruhnya ga punya tempat kerja lagi, trus anak2nya pada jadi pelacur semua, hehehe.

    @Tresno, perokok yang aneh :)

    @Chubluk, manusia yang suka khilaf, hehe.

    @Venus, manusia perokok yang bertindak bijak. *apaan sih*

    @Kw, jangan terlalu pesimis pak, perokok juga punya otak kale. Asal yang non perokok menyatakan haknya, pasti kebanyakan para perokok bisa ngerti. Soal agama… no coment.

    @MrTajib, serius tuh???? Kosakata baru nih, bakal bagus klo dibikin banner :D
    FARQO’U MA’A AR-ROQI’IN…. *kedengarannya aneh*

    @Manusiasuper, sekali-kali terlihat waras gpp toh? Emange situ.

  35. 36 senyumsehat 3 Maret 2007 pada 3:36 pm

    Ngerokok bisa bikin kanker mulut, kanker paru2, kantong kering…klo ga pada ngerokok kantong para saudagar dan devisa negara yg kering..

  36. 37 zaki 3 Maret 2007 pada 4:40 pm

    Manusia yang terus2an komitmen, konsisten, dan persisten atau singkatnya istiqomah merokok, apa itu jadinya bukan …….

    Tapi, ya, sbgmn pengguna Jendela bajakan, dikritik habis, maka sbnr-nya kritikan serupa bisa dialamatkanpd mrk yg tdk memikirkan solusi agar tembakau != rokok

    Denger-denger, ada ilmuwan LIPI yg riset protein mnemukan celah pemanfaatan tembakau yg bukanutk rokok.

    Salam.

  37. 39 fazlurrahman 4 Maret 2007 pada 6:59 am

    merokoklah seperti wadehel… masalahnya… wadehel manusia bukan ya…. hehehe..
    mari bikin dunia jadi sehat dan menyehatkan

  38. 40 Dimashusna 4 Maret 2007 pada 7:31 pm

    Wah… ustadz2 yg di kampung kalah sama wadehel euy!
    mereka berkoar-koar “ayo berlomba-lomba menuju kebaikan” tapi mereka punya duit malah dibakar (jadi rokok) di depan umat.
    oh iya berdasar berita di tv ternyata nilai belanja rokok orang indonesia lebih gede daripada anggaran dana pendidikan APBN.
    Jadi bisa diartikan bahwa Si perokok lebih milih anaknya ga bayar uang skola krn dia lebih cinta rokok daripada minterin anaknya. gilaaaaa…!
    ataw bgmn klao kita tuntut supaya perusahaan2 rokok menyisihkan 25% profit perusahaannya bwt skola2 di Indonesia?!

  39. 41 toplez 4 Maret 2007 pada 7:53 pm

    ada satu kalimat yang membuat saya tersenyum” serndiri, karena saya tidak pernah membeda”kan antara perokok dan tidak perokok

    [quote]Biarkan banci-banci nonsmoker yang gak jantan, gak trendy dan ga ngerti nikmatnya rokok itu bebas menikmati udaranya tanpa diganggu oleh asap rokok anda yang macho, bergengsi, inspiratif dan orgasmik itu.[/quote]

  40. 42 chielicious 5 Maret 2007 pada 9:16 am

    “Biarkan banci-banci nonsmoker yang gak jantan, gak trendy dan ga ngerti nikmatnya rokok itu bebas menikmati udaranya tanpa diganggu oleh asap rokok anda yang macho, bergengsi, inspiratif dan orgasmik itu.”

    heheh.. berarti saya macho,bergengsi inspiratif dan orgasmik donk ..btw orgasmik apaan??? maklum rada bolot..

    meskipun dah jarang banget ngrokok..

    klo pun ngerokok cari tempat dulu yang ga ada orang..

  41. 43 deckie 5 Maret 2007 pada 9:51 am

    Rokok,5 kata yg pasti! pasti bikin nikmat,buat para pengasap, Pasti bikin mati, buat para non pengasap. BTW, rokok memang kudu dilestarikan, supaya …..(ntar deh sambung lagi)

  42. 44 m_kharis 5 Maret 2007 pada 10:10 am

    Perokok maupun yang tidak perokok semuanya juga akan mati hayo…………..
    Siapa takut…….
    Emang yang tidak merokok tidak akan mati apa…….
    Uwalah mblegedes…….
    Itu sudah resiko hidup………..
    Berani hidup berani mati
    Berani mati tak takut hidup
    Takut hidup mati saja.
    Bagi laki2, merokoklah sebelum anda2 dirokok……..
    Bagi perempuan, tunggu saatnya tiba pasti merokok nikmat….
    pangapunten njih…….

  43. 45 wadehel 5 Maret 2007 pada 11:15 am

    @Senyumsehat, m_Kharis & Deckie, betul itu, makanya itu merokoklah supaya masuk surga, tapi jangan lupa untuk merokok seperti manusia, dengan menghargai manusia lain yang tidak merokok. Jangan kayak binatang yang klepas klepus ga pake otak.

    @Zaki, wah, menarik tuh, dibikin apa ya? Pasti bukan tempe kan? hehe.

    @Dimashusna, menjadi beragama emang tidak sama dengan menjadi manusia, menjadi spiritual atau menjadi baik :P

    @Chielicious, orgasmik tuh menurut saya bikin orgasme :)) Entah ada di kamus atau nggak, klo ga ada ya masukin aja sendiri.

  44. 46 cK 5 Maret 2007 pada 12:10 pm

    betuuul sekali. penindasan terhadap kaum non-smoker sering sekali terjadi di tempat2 umum terutama bus kota, warteg, cafe outdoor dll karena tempat2 tersebut memang ga ada larangan. paling sebel ama orang yang ngerokok, trus ngembusin asep rokoknya ke wajah orang lain yang ga tahan bau rokok. itu sering sekali terjadi sama gue. ga nyadar apa itu sama saja dengan meracuni pelan2??? padahal temen sendiri tapi tega, hix…

    bagi kalian para smoker, memrokoklah seperti perokok yang budiman.

  45. 47 Dee 5 Maret 2007 pada 1:58 pm

    Tumben, sejalan nih sama wadehel. Hantam terus hell. Aku dibelakangmu. Kalau ada apa-apa, jangan takut hadapi, sementara aku siap-siap … kabuurr..

  46. 48 m_kharis 5 Maret 2007 pada 7:14 pm

    jika merokok dilarang…..
    Apa ada rokok yang ga ada asapnya…
    belinya dimana? jika ada, belikan ya?
    yang pasti ada kehidupan ada kematian…
    jika tidak ada kematian…
    manusia pada bermukim dimana?

  47. 49 sumeleh 7 Maret 2007 pada 1:07 pm

    nah gitu dong, sekali-sekali postingannya gak bersayap.
    takut ketahuan kang Dehel itu siapa ya ?

  48. 50 wadehel 7 Maret 2007 pada 11:09 pm

    @cK, kasi tau dong. Lu yang nyadar harus bantu yang lagi pingsan (kemanusiaannya) biar bangun.

    @Dee, emang biasanya ga pernah sejalan ya? hehe

    @m_Kharis, baca dulu dong om :)

    @Sumeleh, apa hubungannya? Halusinasi kah?

  49. 51 Smoker 9 Maret 2007 pada 7:56 pm

    Saya setuju ama isinya, tapi ga setuju ama judulnya “Merokoklah seperti manusia” . Jadi walaupun semua saran anda saya lakukan, tetap saja anda memposisikan saya “SEPERTI Manusia”, bukan layaknya manusia.
    Saya rasa anda paham makna kata SEPERTI.

  50. 52 Ulil 12 Maret 2007 pada 1:34 pm

    setuju, tapi emang ada hewan yang ngerokok ya? :lol: aku izin link ke sini di gabung bannernya kang anto ya. Paling sebel kalo ada orang ngerokok tapi nggak sadar kalau sebelahnya keganggu :(

  51. 53 wulan 14 Maret 2007 pada 7:32 pm

    om wadehel saya tuh dulu ngerokok..
    trus temen saya bilang kalo aku nggak ngerokok uang yang tadinya buat beli rokok pasti bisa buat beli mobil..

    trus 9 tahun yang lalu aku berenti ngerokok..
    kok sampe sekarang aku belum bisa beli mobil ya??

    yang salah rokok nya??
    temen ku??
    apa yang jual rokok??
    (saya mah nggak mau di salahin..)

  52. 54 Bupunsu 16 Maret 2007 pada 6:11 pm

    @kw

    [quote]benar tak perlu mengkaitkannya dengan agama. agama hanya menyoal sesuatu yang mengawang-awang tak terjangkau : surga dan neraka. :) sementara hal-hal fundamental tak tersentuh: mendzalimi dengan asap.[/quote]

    Sepertinya anda harus lebih mengkaji tentang agama deh om

    @Wadehel

    Saya setuju banget neeh Om……..
    Agar para perokok itu lebih menghargai orang yang tidak merokok
    Jangan merokok ditempat umum.

  53. 55 ndoluaman 31 Maret 2007 pada 4:32 am

    sangat setuju dengan ulasan om dehel..
    setidaknya kita para perokok juga menghormati mereka yang tidak merokok karena mereka juga punya hak untuk menghirup udara segar tanpa embel-embel asap rokok..

  54. 56 asep1974 17 April 2007 pada 1:07 pm

    Sudah lima bulan saya berhenti merokok. Ini adalah salah satu latihan yang harus dilakukan untuk proyek yang lebih besar: memimpin diri sendiri! Salam kenal :)


  1. 1 Banner!Again? « a n t o b i l a n g Lacak balik pada 2 Maret 2007 pada 9:13 pm
  2. 2 Kartu Nama Blogger Indonesia « Akhmad Murtajib (Id) Lacak balik pada 3 Maret 2007 pada 3:54 pm
  3. 3 Rokok, Seks, Sodomi dan Surga « w a d e h e l Lacak balik pada 6 Maret 2007 pada 4:32 pm
  4. 4 Merokoklah Seperti Manusia « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pada 4:32 pm

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 59 pengikut lainnya.