Banner Anti Pungli Saja Tak Cukup

Beberapa saat sebelum tidur, akhirnya saya berhasil memajang banner anti pungli buatan antobilang. Meskipun akan sedikit memberatkan loading tetap saja saya pasang sebagai dukungan atas gera’an beliau ituh.

Bisa anda lihat di bagian paling bawah sidebar blog ini, gambar seorang aparat dengan selempang bertuliskan Blogger Indonesia(?) mengatakan STOP PUNGLI. Kurang jelas sih, tapi lumayan. Kalau nanti beliau atau siapapun punya versi yang lebih baik, mungkin saya akan ikut ganti.

Kenapa Anti Pungli?
Tidak perlu saya jelaskan, dengan kecerdasan minimal pun anda akan sadar betapa pungli sangat meresahkan dan menyumbang kehancuran pada negeri ini.

Banner saja tak cukup
Memang tidak cukup, perlu disertai juga dengan aksi nyata, karena itulah sang pembuatnya memberi teladan dengan berjanji akan membuat SIM dan berhenti membeli harga diri polisi (nyogok). Tapi bagi saya itu belum cukup. Gera’an ini perlu aksi yang lebih berani!

Perlu aksi ekstrim
Bagaimana kalau kita buatkan blog khusus untuk ini. Isinya foto dan video pungli, korupsi dan kekerasan yang dilakukan oleh para laknat yang kita temui sehari-hari. Misalnya seperti potret polisinya Hericz. Jadi kita siapkan kamera kita untuk menangkap basah para aparat laknat dan penjahat jalanan yang sedang beraksi.

Ungkap semua
Tampilkan tanpa sensor sedikitpun. Kenapa? Kalau pakai sensor sana-sini seperti yang dilakukan oleh maludong.com, maka foto-foto itu jadi tak ada artinya, para laknat tanpa hati itu tidak akan tersentil sedikitpun. Ingat, tujuan blog kita adalah mengungkap dan menghentikan para penghianat, bukan malah melindungi mereka!

Biarkan semua tahu
Biarkan rakyat tahu bahwa aparat yang mereka gaji melalui pajak ternyata malah berbalik menindas mereka. Biarkan keluarga para laknat itu tahu bahwa orang yang mereka sayangi ternyata tak lebih dari cecunguk busuk penghianat bangsa yang menghalalkan segala cara, menindas saudara sendiri demi membuncitkan perut!

Jadi gimana? Ada yang setuju? Adakah diantara anda yang punya cukup waktu dan keberanian membuat blog seperti itu? Saya akan dukung seribu satu persen!

Jangan lupa, kalau mau bikin, pastikan anda anonim. Jangan sampai anda dibantai duluan oleh mereka yang hidup dari pungli.

Bersama kita bisa basmi korupsi, pungli, aparat laknat dan pejabat bejat!

About these ads

50 Responses to “Banner Anti Pungli Saja Tak Cukup”


  1. 1 anung 9 Februari 2007 pukul 6:45 am

    duh, komitmennya diuji nih.
    saya siap dengan kamera hape saya…hehe

  2. 3 Dee 9 Februari 2007 pukul 9:49 am

    Beberapa hari ini, di sepanjang jalan wates, aku ngeliat beberapa polisi nongkrong pakai motor gedenya. Aku tahu pasti, mereka bertugas “mendisiplinkn” para pelanggar marka jalan. Tujuannya “mulia” sih, tapi aku masih saja sinis dengan tujuan mereka, benarkah tanpa pamrih dalam menegakkan law and order, atau masih sekedar cari tambahan makan siang?

  3. 4 abdullah 9 Februari 2007 pukul 10:40 am

    Solusinya ???
    1. Kenalkan manusia pada Agama
    Orang yang memiliki Agama tidak akan berbuat dosa

    2. Buat Demo Tiap Malam
    DEMO kepada ALLAH setiap Selesai Sholat TAHAJUD
    DOA agar para punglier dan koruptor diberikan HIDAYAH

  4. 5 toim the arrancar 9 Februari 2007 pukul 10:44 am

    kaya-nya solusinya adalah menaikkan gaji polisi, soalnya kadang polisi mlakukan pungli krn kepepet, ato jg krn pergaulan ama temen2-nya yg suka pungli, jd ktularan

  5. 6 anung 9 Februari 2007 pukul 10:57 am

    @toim..
    walopun gaji dan tunjangan dah naik…
    tapi sama aja..contohnya DPR..
    gaji emang dikit, tapi tunjangan banyak..
    intinya cuma satu..biar tunjangan gak kena pajak
    buat UU sendiri di akali sendiri..
    mental Indonesia..hehhe

  6. 7 chie 9 Februari 2007 pukul 10:58 am

    toim:tapi kan yang namanya manusia ..ga pernah puas..bisa aj dah di naekin gajinya tetep nyari tambahan :)

    wadehel:didukunglah..marii..

  7. 8 prayogo 9 Februari 2007 pukul 11:02 am

    SAYA MENDUKUNG GERAKAN ANTI PUNGLI INI.
    MARI, KITA DUKUNG GERAKAN MORAL INI

  8. 9 Ferry 9 Februari 2007 pukul 11:15 am

    wahhh kayanya suzah bosss, secara kadang kita juga menjamurkan pungli, contoh gampang bikin ktp katanya cuma Rp. 5000,- apa kita “mau” nunggu 10 tahun baru ktp jadi klo kekeh cuma mo bayar Rp. 5000,- he… he…

  9. 10 antobilang 9 Februari 2007 pukul 12:02 pm

    setuju om wadehel, buat menggalakkan kampanye ini memang perlu kerelaan dari masing2 blogger untuk meluangkan waktunya untuk mendokumentasikan aktivitas pungli baik yang dilakukan oleh aparat maupun oleh kelompok/golongan2 tertentu (tau kan arah pembicaraan saya?)

    #om abdullah
    ntar bikin sinetron HIDAYAH di tipi, “Jasad Pungliers dikerubuti bidadari eh belatung ding”..hahaha…
    padahal jijik banget gua ama jenis sinetron satu ini!

  10. 11 xwoman 9 Februari 2007 pukul 12:37 pm

    bener yang mengaku pengayom perutnya buncit, yang d ayomi sampai usia senja (usia non produktif)ga di desa ga di kota terpaksa harus bekerja keras untuk bertahan hidup dan nyumbang untuk pengayom……..

  11. 12 kw 9 Februari 2007 pukul 1:46 pm

    mengharukan. tapi bagaimanapun memang harus ada yang memulai. ayo aku dukung:

    - aku pasang link/ banner itu di blog
    - aku kasih tau teman-teman yang belum/ jarang buka fanabis
    - aku iklanin di iklan baris, atau sms iklan yang berbayar
    - aku usulkan ke redaksi detikinet.com dan media lain untuk meresensi

    kayaknya baru itu bisanya.

    jadi siapa nih project managernya?

  12. 13 Galm 1 9 Februari 2007 pukul 1:55 pm

    Wah, dukung…dukung…

    Tapi dimana saya harus memulainya…?

  13. 14 Luthfi 9 Februari 2007 pukul 2:46 pm

    He he he … kamdignya insya alloh baru mau dibeli besok :-) …
    atau ada yang mau nyumbang aku sekarang (drpd aku beli atau buat nambah duitku)?

  14. 15 aRdho 9 Februari 2007 pukul 4:06 pm

    saya dukungg!! tapi polisinya polisi belanda, boleh? :p

  15. 16 pramur 9 Februari 2007 pukul 8:32 pm

    Numpang nimbrung nih Mas…
    Waduh, kayaknya susah nih boss…
    Sedikit kesetujuan saya dengan saudara Ferry, pungli itu seakan-akan sudah mendarah daging tulang jeroan buat kita. Selulit (maksutnya sulit) rasanya kalau mau diberantas, apalagi dalam waktu singkat.

    Maaf, bukannya saya skeptis. Tapi kita ini sedang dilanda dilema simalakama. Mengapa? Soalnya ada sejibun orang yang penghasilannya justru dari hal-hal yang demikian. Saya pernah merasakan juga kok jadi orang jahat (walaupun sekarang masih tetep jahat sih.. :-)).

    Tapi, mangsud baik Anda ini bukan tidak mungkin diterapkan, dengan konsekuensi batas waktu yang tidak berbatas. Dan lagi, Anda nggak kasihan sama orang yang bersangkutan?

    Perkenankan diriku membacot sejenak.

    Waktu itu saya ditilang. Alasannya? Berkendara di kanan jalan, melewati batas double marking (cat garis-garis non putus dua biji sejajar di tengah jalan), di dekat lampu merah. Buru-buru sih.

    Yang membuat saya berpikir lagi adalah perkataan sang Plokis (Polisi maksutnya). “Kalau ada kendaraan dari arah kanan Anda yang ingin ke kiri, lalu terjadi tabrakan, dia-nya patah tangan, tapi Anda nggak apa-apa, Anda nggak kasihan? Padahal kan Anda yang salah?”. “Iya Pak”, jawab daku sok kalem.

    Ludes uang tiga puluh rebu… Nggak papa, sedekah… Kasihan mereka Mas…

  16. 17 wadehel 9 Februari 2007 pukul 9:28 pm

    @Anung, Manusiasuper, Chie, Prayogo, kami tunggu foto-foto hotnya :D

    @Dee, lain kali ketemu yang lagi transaksi, potret ya.

    @Toim, seperti kata Anung, kalo emang rakus, mau gaji puluhan juga juga ga akan cukup. Apalagi kalo udah kumpul, jadi pungli berjamaah deh.

    @Ferry, makanya itu, kita yang menjamurkan, kita juga yang harus memberantas, berani berubah?

    @Antobilang, maksudnya orang-orang yang bikin mesjid pake naro gentong ditengah jalan itu? Memang ga maksa sih, tapi boleh juga tuh dianggap pungli, liar kan?

    @Xwoman, ndukung atau tidak nih? :P

    @Kw, gilaw, dengan melangkah duluan seperti itu, sepertinya anda yang paling pantas jadi projectmanager :D Berani? Saran saya sih anonim aja.

    @Galm, dengan memasang banner, dan berhenti pungli kalo anda pelakunya, melawan pungli kalau anda korbanya, dan merekam kalo anda penontonnya, lalu pajang di inet :D

    @Ardho, hehe, ini serius tauk! Dari sono mungkin bisa nyumbang apa gitu, doa jg gpp sih kalo ga tau malu :P

    @Pramur,
    Kesalahan anda: Pertama, anda salah dan sudah membahayakan pengguna jalan lain. Kedua tidak mau menerima konsekwensi hukum, malah menyuap polisi, mendukung korupsi. Ketiga, anda menggunakan istilah sedekah sebagai pembenaran untuk mendukung prilaku korup.
    Kesimpulan: anda juga pantas di foto sebagai terdakwa pendukung korupsi.
    Saran: Lain kali berpikirlah dulu sebelum berbuat sesuatu.

  17. 18 mardun 10 Februari 2007 pukul 1:44 am

    dukungan seribu satu persen itu bisa lebih didefinisikan?

    kalau cuma didukung doa setiap jam setiap hari……………. :P

  18. 19 cakmoki 10 Februari 2007 pukul 6:22 am

    Ide bagus pak wad, eh wadehel.
    Jelas dukung dong, wong saya mending nggak naik pangkat daripada nyogok, pelicin, tali asih, atau apalah nama yang manis-manis. No way™

  19. 20 kumala 10 Februari 2007 pukul 8:25 am

    seumur2 kok saya blom pernah nyogok duit polisi yak? tapi bukan berarti saya gak pernah kena tilang lho. waktu pas nyeti ke pati-jateng, kena tilang, saya gak tau klo yg saya lewati wkt itu jalur searah. di deket grogol, saya gak tau klo yg saya lewati itu jalur busway. trus di depan gatsu, saya gak nyadar klo lampu saya mati sebelah. dll. tapi, saya klo kena tilang, bersikap: pasrah. silakan pak, tilang aje. ditawarin ‘jalan damai’, kagak mau, teuteup ngotot mau sidang. entah nasib baek ato gimana, kok polisi itu malah ‘ngeper’ sndiri. gak jadi nilang. dan bilang: “ya sudah jalan saja, tapi hati2 lain kali ya?”

    ada yg pernah punya cerita sama spt saya? klo ada, berarti.. “pasrah” adalah langkah efektik klo pas kena tilang. kekeke..

  20. 21 satuhati 10 Februari 2007 pukul 8:28 am

    komitmen yang kita perlukan, tapi yang paling utama adalah kesadaran.
    Dan kesadaran yang paling hakiki ditimbulkan apabila kita telah menerapkan syariat Islam minimal di hati kita masing2.

  21. 22 wadehel 10 Februari 2007 pukul 9:52 am

    @Mardun, saya tidak sereligius om Abdullah itu, jadi dukungan 1001% itu akan berupa sumbangan foto-foto pungli/korupsi (kalau saya punya). Mungkin juga akan ada dalam bentuk lain. Kalo cuma doa atau istigasah, sampai jutaan kali juga anda bisa tebak apa hasilnya.

    @Cakmoki, hehe, jarang ada manusia bisa sebersih anda, anda boleh bangga!

    @Kumala, mungkin situ tampang jenderal kali :P Mo ikut terlibat ga? Kan sering lewat para punglier, foto2 dong yang lagi transaksi.

    @Satuhati, silahkan, lain kali kampanye syariat pilih2 tempat ya :) Korupsi masalah bersama, bukan hanya satu agama aja. Pake jargon universal aja.

  22. 23 manusiasuper 10 Februari 2007 pukul 11:30 am

    Hel, HP kamera saya sedang dijual, dalam proses menarik diri dari dunia teknologi informasi neh (baca: perlu duit)

    Kalo bisa, sampeyan belikan ya….

  23. 24 passya 10 Februari 2007 pukul 12:56 pm

    finish what you’d started!

    harus lo yang bikin hel…jangan lupa bikin multiuser…gw daftar…

  24. 25 helgeduelbek 10 Februari 2007 pukul 3:26 pm

    Yah apa artinya kalau tidak dilanjutkan ke dunia nyata.

  25. 26 xwoman 10 Februari 2007 pukul 7:44 pm

    @ wadehel
    Dukung hel… kemarin aku abis dirampok bikin KTP padahal di koran Resmi… kata Walikota cuma 5.000

  26. 27 wadehel 10 Februari 2007 pukul 8:00 pm

    @Manusiasuper, mau dikirim dslr atau biasa? *pletakkk!* Emange saya gudang duit? Pinjem kamera temen dulu atau liputan text juga gpp, kan katanya pena (sekarang keyboard) lebih tajam dari pedang.

    @Passya, hehehe, nanti deh, kalo masih ga ada juga yang mbikin, saya suruh seseorang yang anonim untuk bikin situsnya. Lu bakal jadi kontributor pertama :)

    @Helgeduelbek, siap pak! Banner doang tanpa aksi emang cuma bikin kita jadi seekor hipokrit!

    @Xwoman, reportase lengkap doong. Apa mau nunggu situsnya berdiri? Jangan lupa nama aparat, waktu dan detil kejadian :)

  27. 28 mrtajib 10 Februari 2007 pukul 8:13 pm

    PUNGLI = Papung Nang Kali (Mandi di Kali). Ingat masa kecil…. he he he

  28. 29 renjanabiru 10 Februari 2007 pukul 9:43 pm

    @wadehel
    owww … darisini toh asalnya … :-?

  29. 30 Kenzt 11 Februari 2007 pukul 1:56 am

    Mengingat penegakan hukum di Indonesia yang masih amburadul, dan juga pungli yang sudah seperti lingkaran setan antara yang memungut dan dipungut, kesadaran utama dari pihak-pihak yang dipungut untuk tidak menuruti permintaan pihak pemungut sangatlah penting.

    Tapi apa iya bisa mudah? mengingat di satu sisi pungli juga menawarkan kemudahan/kecepatan pelayanan, dan hal-hal lain yang bersifat ++ bagi pihak yang membutuhkannya. Mengingat semakin lama, banyak orang (mungkin termasuk aku sendiri) yang tidak mau berbelit-belit/berlama-lama menyelesaikan suatu urusan dengan aparat, akhirnya lebih iklas untuk mbayar meski sadar itu pungli….

    Sementara ini sih yang biasa aku lakuin adalah berusaha untuk tertib lalu lintas, meski adakalanya juga masih ngelanggar. Tapi minimal setiap ketangkep ‘tanaman pinggir jalan (iklan A Mild)’ aku lebih memilih untuk ditilang aja, terkadang kalo udah tau aparat yang nyetop adalah aparat nakal, aku tinggal to the point aja bilang kalo nggak bawa duit, dan biasanya dilolosin tanpa surat tilang, karna emang niatnya cuman nyari uang saku tambahan. Terkadang juga tinggal nunjukin Kartu Tanda Mahasiswaku (Fakultas Hukum) dan biasanya aparat tersebut udah nggak berani untuk macem-macem, karena biasanya aparat itu sendiri nggak tahu kalo ditanyai pelanggaran pasal berapa yang udah aku lakuin. Padahal aku sendiri juga ga tahu, maen gertak balik aja. Kebanyakan berhasil loh…

    Waktu ngurus KTP juga aku lebih memilih berlama-lama daripada mbayar lebih, sebab toh nyari duit jaman begini susahnya setengah mati.

    So, mulai dari diri sendiri, seperti apa yang tertulis di maludong.com.

  30. 32 Mbah Keman 11 Februari 2007 pukul 4:47 am

    Stop, Pemerasan.Stop premanisme polisi, Stop korupsi, Stop Nepotisme kok kayak demo ya

  31. 33 venus 11 Februari 2007 pukul 11:14 am

    masukan aja nih. biar lebih seru, yg ngedukung direkrut buat bikin blog anti pungli rame2. blog keroyokan, gitu.

    i’m in!!!

  32. 34 jejakpena 11 Februari 2007 pukul 5:09 pm

    Great. Nah ini aksi nyata yang saya maksud. Artinya kita mmg punya kesungguhan untuk berubah. Untuk berubah mmg diperlukan komitmen dan aksi di lapangan, dan satu lagi keberlanjutan.
    Masalah efektif tidaknya nanti kita bisa lihat hasilnya dan memikirkan jalan lain. Yang penting kita sudah mencoba.
    Saya dukung aksinya, walau ga bisa secara langsung.
    *membayangkan suatu saat Indonesia bebas Pungli*

  33. 35 irdix 11 Februari 2007 pukul 7:23 pm

    hmm.. ga ada potret yang lagi dalam kantor yah ?? :p

  34. 36 pramur 11 Februari 2007 pukul 9:34 pm

    Numpang nimbrung nih Mas… (lagi-lagi)
    Bukan itu maksud saya Mas. Memang saya salah, dalam hal berkendara dan penyebutan istilah “sedekah”. Saya akui itu. Bukan maksud saya untuk menggalakkan pungli. Tapi, ini menurut saya, kampanye kita di sini sepertinya tidak akan didengar oleh para polisi yang jarang ngeblog.

    Mungkin, kita bisa melihat dari kedisiplinan kita sendiri. Misal ga ugal-ugalan di jalan. Taati rambu, dsb. Namun, apakah itu menjamin bahwa pungli (dalam hal ini saya khususkan untuk yang dilakukan polisi jalan raya dan sekitarnya) dapat akan segera diberantas? Satu hal lagi, (yang belum Anda tanggapi dari komentar saya di atas) yaitu soal “kemudahan” yang kita dapat dari “pungli” semacam pembuatan SIM atau KTP dan sebangsanya.

    Maaf, bukan kapasitas saya untuk menghentikan kampanye ini, dan mohon jangan berpikiran kalau saya menggalakkan pungli. Mungkin ada usulan lain selain kampanye banner? Misalnya dengan melempari pos polisi dengan molotov mendatangi langsung Kantor Plokis yang Ketuanya enak diajak dialog.

    Pernah suatu kali ada forum diskusi antara polisi dan siswa SMU di tempat saya. Salah seorang teman saya bertanya, “Kenapa sih masuk polisi musti bayar sekian puluh juta?”. Yang di depan cuma bisa jawab, “Nanti kalian akan tahu kenyataan hidup yang sesungguhnya”.

  35. 37 mardun 12 Februari 2007 pukul 12:06 am

    #pramur# yang di strikeout itu kok kayaknya menarik ya? :P

  36. 38 de King 12 Februari 2007 pukul 4:44 am

    Wah telat banget ya…
    @Abdullah:

    Orang yang memiliki Agama tidak akan berbuat dosa

    Tidak berbuat dosa –> masuk sorga
    Wah selamat ya, sepertinya Anda sudah jadi kandidat pasti penghhuni surga, kan Anda kenal dengan agama…
    Setahuku Nabi2 juga pernah berbuat dosa, berarti para nabi itu tidak beragama donk…wah hebat Abdullah sudah bisa mengalahkan nabi
    Berarti hampir semua manusia di bumi ini (kayake kecuali Anda) tidak beragama donk…lha kan (hampir) pasti bagi manusia untuk berbuat dosa dan itu berarti (hampir) pasti juga manusia tidak beragama donk….

  37. 39 chie 12 Februari 2007 pukul 10:15 am

    Pramur:: Kan sperti judulnya..Banner aj ga cukup unutk stop pungli ..Klo menurut saya dengan cara ini mungkin bisa menggerakkan orang2 lain yang sudah terbiasa jadi korban pungli agar tidak mendukung adanya pungli ini :) ..

    Yang sperti ini memang sudah terlalu lama mendarah daging..tapi kita masi bisa berharap kan..Indonesa ini terbebas dari pungli..:D amin2..jadi biar bisa terealisasi.. ‘do something’ gitu..meskipun pelan2 .. :)

    Trus web nya siapa yang buat? kapan jadinya? saya dukung banget..tar klo kebetulan liat para pungliers itu beraksi..tak poto ahh hi3

  38. 40 abdulsomad 12 Februari 2007 pukul 11:41 am

    #de king
    Manusia ini Fitrah nya “berlumuran” dosa, tetapi orang yang menyandarkan aspek kehidupannya pad AGAMA, dia akan senantiasa ber-taubat, ber-istighfar dan meminimalkan dosa-dosa, untuk menghindari “kemurkaan” ALLAH.

  39. 41 pramur 12 Februari 2007 pukul 8:15 pm

    @ mardun
    Kata joesatch, itu kurang anarkis! ™

    @ chie
    Iya sih, ribet banget sepertinya.

    Mungkin begini, menurut saya, kalau mau memberantas pungli, mungkin yang paling dekat yaa diri kita sendiri. Tapi, apakah kita rela menunggu sekian ribu tahun demi teradakannya sebuah surat yang namanya SIM? Sudikah kiranya kita ikut 1001 macam tes sebelum bisa mendapatkan benda yang biasanya cuma dijadikan jaminan di rental DVD? Barang yang hanya kadang2 kita tunjukkan untuk mengibuli polisi bahwa kita sebenarnya lancar dalam berkendara?

    Tapi, saya akan dukung semua langkah Anda. Apapun itu. Kita mungkin memang berbeda jarak ratusan kilometer. Mungkin kita tak pernah bertegur sapa secara tatap muka, hidung, mulut, dan telinga. Mungkin kita tak punya kesamaan fisik apa-apa. Tapi kita satu hati, dalam kekhalifahan wadeheliyah. Cayo!!

  40. 42 wadehel 12 Februari 2007 pukul 10:07 pm

    @Renjanabiru, dari antobilang kok.

    @Kenzt, kita dalam satu kapal besar dimana ada beberapa orang suka membolongi kapal, dalam kasus ini kita tidak bisa sekedar “yang penting saya ga ikut ngebolongin”. Karena kalau sampai tenggelam, semua harus berenang kan? Para ustad dari jaman batu juga bilang “mulai lah dari diri sendiri” atau “jangan cari-cari kesalahan orang deh!”. Kalau masih mau seperti itu, kapalnya keburu tenggelam ga?

    @Mbah keman, demo doang sampe mencret2 ga ada gunanya mbah, orang2 diatas dah pada budek buta bisu. Aksi mbah, kita butuh aksi!

    @Venus, udah ada yang bikin tuh di http://pungli.wordpress.com sumbang artikel dong :)

    @Jejakpena, hehe, jangan terikat pada hasil, yg penting mari menggelinding dulu sama-sama.

    @Pramur, setelah baca2 posting selanjutnya, sekarang udah jelas dong :)

  41. 43 miftahuddin 25 Februari 2007 pukul 9:09 am

    wah pada antusias yah ngomongin pungli,emang kalian2 dah pada bersih??!! saya yakin salah satu dr orang terdekat kalian adalah pelaku pungli entah itu orang tua,saudara atau mungkin anak.he2 kita memang senang nonjolin keburukan orang lain padahal kita sendiri lebih buruk.najisss!!!! punglier misal polisi (maaf tugas anda berat dan banyak kebaikan telah anda lakukan tp apresiasi dr masyarakat gak ada maklum bangsa pesimis)kalo negakin aturan (ikut pengadilan)si pelanggar malah ngumpat2 keluh kesahnya dr sabang sampe merauke gak abis2!!! tp ingat yg selalu mulai atur damai itu si pelanggar nah pas udah ngasih duit ngumpat2 jg so…. yg paling gw salain kalian2 para manusia yg gak tau aturan makanya kalo mau aman ikuti aturan yg berlaku ign sok jagoan gak mau ditilang yah jgn melanggar!!!
    dasar manusia2 goblok otak ente2 semua dimana?kalo aparat negara kita berbuat yg benar kita hanya terdiam pura2 gak tau.giliran mereka berbuat salah karna ulah kalian2 jg kita hanya bisa mengumapt,mencaci maki

    maaf!!!

  42. 44 cidh 2 Maret 2007 pukul 3:48 pm

    berapa banyak yang merealisasikan (menerapkan secara langsung dikehidupan yang nyata) banner-banner yang ada sekarang..

    dukungannya kurang banyakk.. huff..

  43. 45 wadehel 2 Maret 2007 pukul 4:12 pm

    @miftahuddin, maaf, saudaranya polisi ya? Kalo sodara anda bersih ngapain tersinggung. Sekalian aja ekspos, biar kami tahu bahwa masih ada polisi/aparat bersih.

    @Cidh, pasti ada. Saya diantaranya :) Dan itu akan mengubah dunia, setidaknya dunia yang saya alami, hehe. Hidup kalo cuma mampir ngombe buat apa, ikut ngerubah jadi lebih baik dong, meski dikit yg penting asik, halah!

  44. 46 polisi 6 Desember 2009 pukul 1:07 pm

    kesalahan FATAL itu pd waktu rekruitmen polisi atau jabatan lain,yg mana HARUS/wajib bayar dgn biaya yg sangat mahal yg mungkin didapat dgn hutang atau menjual sawah,ladang,sapi,rumah dll,maka ketika sdh menduduki jabatan ia harus berusaha mengembalikan modal.bila modal sdh kembali maka pasti ia sdh merasa keenakan untuk terus memperbanyak modalnya.


  1. 1 Kena Tilang :p « bum bum bum,parappapapap Lacak balik pada 12 Februari 2007 pukul 2:24 pm
  2. 2 Banner Anti Pungli Saja Tak Cukup « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 4:24 pm
  3. 3 Launching blog pungli.wordpress.com « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 4:26 pm

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 59 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: