Benci Kritik?
Saya sebenarnya enggan dikritik. Kritik itu tidak sehat untuk ego saya. Kritik memaksa saya menyadari bahwa diri ini punya kekurangan. Kesombongan saya, keakuan saya, kenyamanan saya bisa terusik karena sebuah kritik. Bisa runtuh karena kritik. Dan itu sangat menyakitkan.
Saya tahu bukan saya saja yang merasa demikian. Ada banyak manusia di luar sana yang enggan menerima kritik. Malah ada yang sangat ekstrim, mereka menghancurkan dan membunuh siapapun yang berani mengkritik. Mereka ini tega membunuh hanya karena tidak mau dikritik!
Dengan menutup diri terhadap kritik, memang saya akan merasa nyaman, karena kelemahan dan kesalahan saya tidak terusik.
Tapi, mau sampai kapan?
Dengan menutup pintu kritik, saya menghentikan kemajuan diri saya sendiri. Saya berhenti berevolusi. Saya tidak lagi memperbaiki diri sesuai tuntutan jaman. Ngotot bertahan dengan kekerasan hanya akan membuat saya menjadi laknat bagi semesta alam. Pada akhirnya tetap saja mati pelan-pelan, sebagai primitif yang kesepian dan ditinggalkan. Kalaupun dilestarikan, mungkin hanya sebagai bahan tertawaan, itu pun dalam kerangkeng besi yang diletakkan dalam jarak aman.
Bila ingin maju, bila ingin terus berevolusi, meski berat, maka saya harus berani membuka diri terhadap kritik. Dari manapun. Dari siapapun. Tentu saja akan menyakitkan. Tapi dari situ saya akan mendapat banyak pelajaran. Saya bisa lebih mudah mengubah diri. Mungkin saya jadi tidak semena-mena, tak lagi arogan, tak lagi ngotot memaksakan kemauan. Dan keberadaan saya pun menjadi berkah bagi semesta alam.
Kritik adalah vitamin, saran adalah suplemen
--Helgeduelbek, "Budaya Kritik dan Saran di blog"
Sebenarnya kesadaran ini sudah muncul sejak lama. Sejak membaca sabda Helgeduelbek tentang Budaya Kritik dan Saran. Hanya saja, saat itu saya tidak terlalu peduli. Barusan setelah saya lihat Passya yang membuka kotak saran dalam blognya, baru kesadaran itu muncul lagi… Akhirnya saya putuskan mengikuti jejak mereka. Mulai membuka diri terhadap kritik. Diawali dengan membuat Kotak Kritik & Saran di blog ini :)
Kotak laknat itu bisa diakses dari sidebar sebelah kiri atas dari blog ini. Saya akan berusaha memahami, mengambil pelajaran, dan menindaklanjuti setiap kritik dan saran yang muncul sesuka semampu saya.
Semoga kita bisa selalu mengambil pelajaran dari setiap saran dan kritik yang kita temui sepanjang perjalanan hidup kali ini.







Yah saya sendiri sebenarnya mikir… kok gak ada sih orang mau mengkritik saya, padahal saya perlu perbaikan. Dan setelah saya amati dari banyaknya blog jarang yg melontarkan kritik.
Komentator seolah tenggelam dengan suguhan tulisan yg benar-benar bagus dan kadang mengaduk emosi. Sebenarnya itu adalah keberhasilan seorang blogger yang sesungguhnya. Berhasil menurut takaran saya.
Buat saya… kritik untuk saya lebih baik lugas saja… Mau saya sih secara langsung sebab saya agak kurang peka.
Kita di dunia maya… resiko lebih ringan mengkritik dan dikritik dibandingkan di dunia nyata. Jadi kenapa tidak mengkritik. Niatkan dengan tulus/ikhlaas untuk membantu memperbaiki sesama blogger. Siapa lagi yg mau perduli kalau tidak kita yg sekomunitas ini.
(*Weleh sok temuwo*) halaah wis ben.
kalo kritik yang membangun saya setuju2 aja
kritik singkong rasa keju ato barbekyu pasti nikmat saat dingin2 abis ujan gini…
* kabur sebelum dilempar si Om pake sepatunya om7ack *
yaya.. ide yang bagus, secara kalau sekedar: “kritik dan saran harap kirimkan email ke anuanuanu” kita (kiita? :P) pasti males, orang lebih memilih disediain form atau tempat comment. Atau sekalian aja ketik sms wadehel spasi kritik.. hehe.
Gw juga baru nyadar, kalo sipenulisa blog juga manusia, blogger juga manusia. La, kalo bloggernya soeharto ?
Yang nggak tahan kritik, lagi-lagi egonya hehehehe
Numpang nimbrung nih Mas…
Kalo saya sih
pura-purasenang saja dikritik, toh ada juga orang yang sok gaya senang dikritik, bahkan sampai menuliskannya sebagai kata-kata mutiara… wekzAtau ada juga lembaga yang di situsnya disertakan alamat email untuk tempat kita
mencaci-makimelempar kritik, padahal itu email fake atawa ga ada yang ngurusin, ogut aja ngirim email ga dibales2… ^_^Kata dosen saya (yang mungkin ngutip dari omongan orang yang lahirnya lebih dulu daripada dia) :
Sesenang-senangnya orang dikritik, pasti ada rasa tidak senangnya
CMIIW
Lapor Bossss,
N/A sudah ber-ktp, trims atas segalanya … mohon diwejang-wejang ya, maklum … masih belajaran
Maaf kepada semuanya, mungkin tidak nyaman dengan ke N/A an sy selama ini … nanti tau alasannya … minim.
Sebenarnya ada blog di blogspot, cuman sangat internal dan isinya kritikan pedas melulu … jadi sy merasa ndak pantas mencantumkannya … sekali lagi maaf
Trims atas kebaikan mas de Hel dan kawan-kawan di sini sekaligus mohon ijin links dan saran para senior …
:)
awas loe kritik gue… gue petrus tao rasa loe!
Waahh.. sama donkss.. gua juga termasuk yg susah nerima kritik :p Abis gimana yaa.. kadang kalo gua perhatiin, skg ini jarang yg bisa ngasih kritik yg ‘membangun’ seeh.. Pd menjatuhkan semua, kadang lagi ngritik masalah apa, kalo udah keabisan bahan (kritikan) jadi suka melebar menyerang soal pribadi githuu en sok nge-judge segala seakan dia udah tauu diri gua itu kaya gimana ajaa.. *toeng* Iihh.. jadi males dhee..
Saya seh, ga ada yang mengkritik ya da papa, ada yang mengkritik ya disantet…
manusiasuper kan juga manusia??
Ngomongin kritik, kadang kita salah mengartikannya dengan cacian. Kritik itu, kalo yang dilontarkan dengan keinginan untuk memperbaiki. Sementara cacian? CACIAN DEH LO…
Yang jelas, kebanyakan dikritik-kritik, ya geli tokh…
@ Helgeduelbek
Kalau memang belum melihat apa yang perlu diperbaiki, gimana orang mau ngritik? Saya sih belum melihat, nanti deh saya cari-cari keburukan bapak :))
@ Tresno
Namanya kritik pasti menghancurkan. Menghancurkan ego :D
@ Sandal
Itu namanya spomment! Spam comment! Pelakunya harus di beri kritik!! Mau rasa apa? keju atau barbik?
@ Niwatori
Enaknya pake tarif premium atau yang seribuan aja ya? Ngurus di Tsel masih 2 ratus jutaan ya? *halah*
@ Maiden
Ego memang ga mau dikritik. Suharto juga gitu. Agamawan *ups* juga begitu.
@ Pramur
Hihi, makanya saya ga terima lewat sulek, ketauan boongnya. Kalo kotak saran saya itu bukan fake kok.
@ Pambayun
Hehe, akhirnya bikin KaTePe juga, saluuut. Gimana, birokrasinya ga berbelit kan?
dimana batasan nya mengalir bersama air atau hanyut diseret air?
*mengingat sekarang musim hujan :D
go to hell eh Wadehel.. Blog anda ini bagus sayang…terlalu simple maklumlah kadang hidup itu penuh di warnai… sekali2 mbok berseni (bukan kencing) biar tambah ramee..Lho saranya kok di sini salah ya.. Maklum wes tuo akeh pikune..
Kritik adalah ibarat pil pahit yang terpaksa kita makan untuk meningkatkan kualitas kita sebagai manusia untuk manusia lainya… sayang kritik itu terkadang muncul dari tangan-tangan kotor yang biasanya di selipi racun untuk mematikan kita (ngedownke) jadi sabdo pandawuhe “mbah keman” kritik itu lebih banyak membunuh dari pada mengobati.. tapi kalau masukan/ nasehat itu benar-benar menyehatkan,ibarat meminum pil pahit yang diminum dengan secangkir susumurni tak terasa walau pahit..
(MBAH KEMAN- Dead is Slank 2001)
kritiklahlah saya, maka saya akan balas mengkritik kalo kritikan anda memiliki banyak kelemahan dan argumen yg lemah, kekekekekeke!
@ Fsckedp
Batasan? Mengalir? Hanyut? Ah, itu kan hanya permainan pikiran. :P
@ Mbahkeman
Go to Heaven Mbah :D Ini juga sudah berseni mbah, coba Mbah melihatnya dengan hati, dengan rasa. Perhatikan lekuk-lekuk tulisan di sidebar yang rata kanan. Indah kan? Soal warna, disinipun sudah warna-warni, termasuk warna pendapat yang sering saling kontras.
Dengan memajang kotak laknat secara transparan, semoga bisa lebih terlihat, siapa yang doyan menebar pil beracun. Dan kita pun tidak asal telan.
@ Joesatch
Hehe, tidaaak, saya tidak akan seperti itu kok.
Weh ladalah… @Mbahkeman kalau pil pahit diminum sama susu murni, bener pahitnya gak terasa tapi kasiyat-nya pun hilang, pil pahit itu dinetralkan ama susu. Nah kalau kritik ….? :)
Wancinyo wes Goro2.. Kritik nek di barenge sama pujian akan lebih enak di terima contoh..
blog ini lugu ;) ” tapi tulisane bermutu lan sangat tajam,aktual terpercaya juga yang nulis orangnya bagoos”
nek sek Nesu berarti belum bisa nerima kritik..jaluk di didemo hue hu e wancinyo wes goro2
@Mbah keman
kalo saya bakal saya ganti jadi kayak gini :
blog ini bermutu lan sangat tajam,aktual terpercaya juga yang nulis orangnya bagoos “apalagi” kalo tidak lugu.
ix ix ix ix ix ix hik huk Nduwe Boloo
rasanya kayak dapet Istri baru nooo
adalah fans nya wadehel…
Numpang nimbrung nih Mas….
@ biho
saya juga fansnya wadehel, mari kita buat komunitas fans, terus berlanjut ke buat komunitas eksklusif (wadehel ketuanya), terus lanjut ke buat negara sendiri (wadehel presidennya), terus buat agama sendiri (wadehel emmm… nabinya?), terus lanjut ke buat surga sendiri (wadehel emmmmmmmmmmmm…… Tuhannya?). Ga mungkin ketoke.
@ wadehel
Mungkin kalo saya mengkritik harus muji2 dulu, ngumpulin kata2 sok mesra n bikin tersanjung, terus ketika sang korban sudah merasa di langit level paling atas, kita jatuhkan ke dasar bumi dengan kata2 pedas nan menyakitkan. Bagaimana? Setuju dong…?
@ Mbah Keman
Lugu ini maksute opo?
lugu = innocent, polos, seksi tanpa dosa?
atau
lugu = lucu tur wagu/diguyu?
@ Tresno & Pramur
Waah, jadi mau bikin front main troll trollan di blog nieh?!?
teganya teganya teganya 6666x
@ Semua
Harap dipahami, ini tuh kotak kritik, bukan kotak laknat.
Jadi harap diisi dengan kritik yang sehat sehat saja.
Budaya kritik mencerminkan umat, umat yang bejat dan laknat biasanya tidak mengenal budaya kritik.
Kapan ya ada sesuatu di blog ini yang layak untuk dikritik dan kalau nggak mau dengar, bisa ngorder sejumlah kaum tertentu untuk menyerang blog ini?
*mikir*
Ada yang tahu cara mengontrak sejumlah massa utk melakukan aksi jihad terhadap blognya wadehel??? Bayarannya berapa??
PS: ini semua cuma persiapan kalau wadehel nggak mau dengar kritik2 saya nanti :D
biasa hel…namanya kotak
amalsaran, jarang yg isi klo gak ada iming2 seperti…..sementara itu… saya mengalami kesulitan menerima pujian.
kritik itu bagaikan kotak amal, semakin banyak dikritik semakin banyak pula tabungan kita. Tanpa kritik (apapun isinya) hidup ini seperti lokmotif kereta api yang hanya melewati jalan yg mulus tanpa ada goncangan.
eiiit asyik nih, kita semua bisa bikin lembaga baru kayak pemerintah, namanya Lembaga MK = mahkamah kritik yang khusus menjaga kritikan terhadap blog..
saya juga sangat suka dikritik.tapi yang rasional.kayak nya disini udah gak masuk di benak…..
yah,,,,mendingan minum es cream supaya dingin gitu lo..
Kritik yang kasar adalah pembunuhan karakter, kritik yang cerdas bergerak lateral kadang satire yang halus dibungkus kecerdasan, tidak jarang diparodikan dan yang baca tersesat dijalan pikiran nylenehnya sebuah logika.
Siapa yang suka dikritik pedas, bahkan meskipun ditunjukkan kebenaran. Siapa yang bisa menerima kritik yang begitu halus, sehingga warna benangnya tenggelam oleh kegelapan?.
-JASA KRITIK “LAKNAT JAYA ABADI SELAMANYA”-
tarif Rp. 500/kata – garansi uang kembali -
- blognya mas wadehel bagus, bahasanya lugas, sayang orangnya …..
- sebenernya cerdas banget cara nulisnya, jika ditambah dengan …
“…” ditulis jika alamat penagihan jelas..
*mikir*
ngapain kok aq jadi menjual jiwa yah… ?? weleh..
“semua hal di semesta ini bisa benar tergantung dari sudut mana si pengamat melihat”
bukan kritik maupun saran, tapi tanya: sudut pandang mana yang membenarkan 1+1=3?
Saatnya belajar menerima kritik
Saatnya belajar mengkritik
weeee
Terima kasih buat postnya bro