Ayat Poligini Yang Aneh

Batal cari bokep gara-gara warungplus si mas under maintenance, saya malah nyangkut di allah-semata dot org. Disitu saya nemu ayat yang menarik:

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (4:129)

Ayat ini membuat saya bertanya-tanya, istilah ‘sekali-kali‘ itu artinya apa?

Untuk lebih memperbingung, berikut ini ada dua contoh kalimat dengan sekali-kali yang mempunyai makna berbeda. (Kalau punya contoh lain, silahkan menambahkan pilihan).

  1. Bila bosan dengan servis istri, sekali-kali cobalah servis perempuan lain.
  2. Perempuan yang itu berpenyakit kelamin, jangan sekali-kali bersetubuh dengannya.

Menurut anda, enaknya sebaiknya pakai arti yang mana? Bagaimana pilihan itu akan mempengaruhi makna sang ayat?

Update:
Harap dicatat. Ayat itu saya ambil dari situs yang saya sebut diatas. Saya belum memeriksa apakah ayat itu benar-benar berasal dari kitab, sebaiknya anda memeriksanya. Saya sendiri meragukan keaslian dan maknanya, karena sangat tidak mungkin ulama-ulama kita yang suci-sumuci itu tidak menyadari adanya ayat ini. Semoga saja ayat ini bukan hasil rekayasa.

About these ads

58 Responses to “Ayat Poligini Yang Aneh”


  1. 1 N/A 22 Desember 2006 pukul 2:35 am

    Mas de Hel, saya nunggu ini … entah kenapa begitu yakin karena menurut saya komen di ” Yth Ibu Beriman yang Pro Poligami” belum ke akarnya, sengaja digantung ya … *paranoid*
    Mungkin yg ini lebih siiip daripada “massa okol berbanding terbalik dengan massa otak”, walau lebih mudah sebenarnya …
    Sy langsung menolak dua quisioner tertutup … plural …
    Ngikut bung Alex: (saya ngutip dari yang ahli, mungkin juga bung Alex muncul untuk melengkapi) “sekali-kali tidak” semacam pagar or “jaminan” Tuhan bahwa model kayak kita-kita ini ngga bakalan bisa berlaku adil (kecuali manusia pilihan, sekarang apa ada yang berani mengaku pilihan sih … lagian manusia pilihan itu semua udah paham) … jadi yang menentang Tuhan siapa ya … ini pertanyaan bukan pernyataan apalagi penghakiman … wong sy cuman N/A (cap jidad: pengecut berhati ciut) … :D
    Ada pakar yang bilang (sayang saya lupa sumbernya:maaf, kalo ngga salah dari Depag.. kalo salah del aja) … bahwa teks sekali-kali tidak itu secara manusiawi lebih kearah perubahan sosial (peradaban) dari masa gelap bergaya “harem” di mana para wanita dijadikan pemuas ke masa terang, “mengangkat harkat” kaum wanita, tapi secara smooth gitu … supaya peradaban kala itu ngga goncang … Tuhan Maha Mengetahui …
    Jadi saya juga heran, dari sudut konsideran “tekstual” saja mau mlintir yang mana hayo …
    Anehnya lagi, yang membela peringatan Tuhan koq malah mau dilaknat oleh manusia … hiiiy …*sy diem, cuman ngetik doang*
    Belum lagi lafadl sesudahnya mengandung dua peingatan tambahan, “kebelet” dan akibatnya: “terkatung-katung” …
    Eittt sory mas, yang terakhir ngga masuk pokok bahasan …
    oya masih boleh tanpa ktp kan ?
    … kalo ada yang kesalip maaf bos … semaleman 1 gelas milo..uiy
    :)

  2. 2 kw 22 Desember 2006 pukul 5:28 am

    bukan sebaiknya kali. tapi HARUSNYA pakai yang nomor 2. artinya kan tidak boleh. dilarang, haram (mungkin). Manusia aja kali yang tak sensitip mendengar perintah Tuhan yang sangat sopan itu.

    contoh sekali-kali yang lain belum nemu.

  3. 3 rival 22 Desember 2006 pukul 6:38 am

    Kenapa nggak lihat dari bahasa aslinya? ditelurusi akar kata itu apa, kemudian lihat konteksnya. just curious..

  4. 4 Lita 22 Desember 2006 pukul 7:09 am

    Sekalipun. Karena di belakangnya ada ‘tidak akan’, jadi artinya ya ‘nggak mungkin, walaupun hanya sekali’. Penekanan. Sekian.
    *sok tau*

  5. 5 Amd 22 Desember 2006 pukul 7:34 am

    Sekali-kali itu mungkin “not even once”, kalo arti yang pertama itu bukan sekali-kali, tapi sekali-sekali atau “sometimes”. Dibedakan, soalnya arti yang benar itu yang kedua, yang pertama itu amat sangat tidak baku.

    CMIIW deh ya.
    * Sambil buka-buka kamus*

  6. 6 Herman Saksono 22 Desember 2006 pukul 7:48 am

    Yang nerjemahin kurang pas kali ya?

  7. 7 manusiasuper 22 Desember 2006 pukul 8:13 am

    Iya, liat yang bahasa aslinya saja, kalo terjemahannya rada kurang “nonjok”.

    Woi, yang ahli bahasa arab, koment dunk!!

  8. 8 budi 22 Desember 2006 pukul 9:06 am

    Kl saya JELAS pilih yang no 1, wong itu yang enak bin menguntungkan, dan DIBENARKAN pula. kurang apa lagi ??

    Kalian yang pilih nomor 2, tentunya adalah orang2 bodo yang tidak mengerti jalan nikmat yang disediakan tuhan.. he.. he….

    *asik*

  9. 9 GP 22 Desember 2006 pukul 9:34 am

    Bahasa Quran itu mungkin rada ngambang biar dapat ditafsirkan secara luwes, karena al quran akan kekal sepanjang jaman. Belon tentu yg bisa bahasa arab aja bisa dgtn tepat menafsirkannya. Kalo dari tafsirnya Abdullah Yusuf Ali, terjemahan bahasa inggrisnya sih “Ye are NEVER able to be fair and just as between women, even it it is your ardent desire..dst”. Kalo di indonesia jadi “sekali-kali” ya emang sengaja di bikin kabur. Mungkin yg nerjemahin lagi mau/sudah poligami.

  10. 10 Dewa 22 Desember 2006 pukul 9:35 am

    Kalau mau yang pas ya memang harus dalam bahasa aslinya. Coba aja terjemahkan dari bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia: “kirikku mati kunduran trek”. Yang bisa terjemahkan dengan pas dapet hadiah.
    Soal ayatnya, aku gak komen deh…

  11. 11 helgeduelbek 22 Desember 2006 pukul 10:02 am

    Wah bahasane akhir2 ini masih selalu yg poli-poli yah… mumpung anget dan agak manas
    Ngomong soal arti sekali-kali di kalimat itu kayaknya lebih deket ke “tidak akan pernah bisa berbuat adil”
    Itu judul kok poligini bukannya poligami

  12. 12 prayogo 22 Desember 2006 pukul 10:20 am

    Kalau saya bagaimana ya, pilih no 1 atau no 2. sepertinya saya tidak akan pilih ke22nya. Karena saya berusaha untuk setia dengan pasangan saya, apapun keadaanya. Toh masalah service itu bisa diperbaiki, di cari jalan gimana supaya service tidak membosankan (halah kayak udah nikah saja).

    Ke 22nya saya tidak pilih……

  13. 13 wadehel 22 Desember 2006 pukul 10:27 am

    @ S E M U A
    Sebaiknya sebelum komentar, pastikan dulu, apa ayat itu memang berasal dari kitab. Pastikan juga kitab anda tidak palesu, karena setahu saya para ulama yang pro poligini tidak pernah menyebut ayat ini untuk membenarkan poligini.

    @ Rival & Dewa
    Belum sempet pak. nanti sore deh kalau sudah dirumah, atau nunggu yang lebih berkompeten saja.

    @ Helgeduelbek
    Itu poligini, karena sebenarnya ini adalah posting menyambut hari Ibu :p Siapa tau suami pake ayat untuk menggandakan istri, sekarang ibu-ibu punya senjata yang sama.

    @ Prayogo
    Hehe, memang ada aja orang yang tidak tidak perlu diatur-atur, karena memang sudah teratur dengan sendirinya *halah*
    Salut!

  14. 14 Neng Indie 22 Desember 2006 pukul 10:43 am

    Mbulet yahhhh. Interpretasinya bisa macem2 juga jadinya. Nggak heran ada yang ke kiri ada yang ke kanan.

    Pokoknya teteuppp nggak mau dipoligami karena akyu tak mau terkatung2 .. hehehe ..

    Have a nice weekend guys !

  15. 16 om7ack 22 Desember 2006 pukul 10:54 am

    sekali-kali tuh sama sesekali sama gak sih?
    ato biasanya gini,
    “ahh.. sekali-kalinye gw dateng ke blognya wadehel, dienya lagi nge-poop di wc, pulang lagi deh gw..”

    nah.. itu termasuk dalam salah satu dari 2 contoh yang udah lo kasih atao gak hel?

    yah.. sekali-kali gw pengin komentar serius gak papa dong ya? asal jangan sekali-kalinye gw komen serius gw di lempar sendal. sekali-kali sih gapapa dilempar sendal nah kalo sering? ini gw cuma sekali-kalinye ngomong gini si sendal ato pulisi eyd kesummon lagi :))

  16. 17 manusiasuper 22 Desember 2006 pukul 12:47 pm

    —————————-
    wadehel Says:
    Desember 22nd, 2006 at 10:27 adalah

    @ S E M U A
    Sebaiknya sebelum komentar, pastikan dulu, apa ayat itu memang berasal dari kitab. Pastikan juga kitab anda tidak palesu, karena setahu saya para ulama yang pro poligini tidak pernah menyebut ayat ini untuk membenarkan poligini.
    ——————————

    Ada kok mas, sudah saya check and re-check…
    Justru itu lah masalahnya, kadang yang salah bukan ayat, tapi yang make ayat…

  17. 18 sandal 22 Desember 2006 pukul 1:00 pm

    saya dah ngecek emang bener ada di surah An Nisa ayat 129, tp belum ngecek apakah kitab yg saya jadiin pedoman dipalsukan apa engga :D

    saya berkata arti dari kata “sekali-kali” seperti:
    Dan kamu “meskipun sekali” tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian..

    itu sambungan dari ayat 128 yg ada menyebut bahwa sifat dasar manusia adalah cenderung ke arah serakah, so saya berkata bahwa ayat 129 ini merupakan peringatan bahwa poligami itu gak mudah. makanya gak pernah dipake para poligamer (?) untuk membenarkan perbuatanyya.

    * weh, tumben komen saya panjang? *

  18. 19 Paijo 22 Desember 2006 pukul 1:41 pm

    Saya sependapat sekali dengan sdr AMD. Sekali-kali memang tidak sama dengan sekali-sekali. Oleh karena itu jangan sekali-kali menganggap keduanya sama artinya. Tapi mungkin sekali kita sekali-sekali salah kaprah dan menganggap keduanya sama saja padahal keduanya berbeda sama sekali. Pada tambah bingung gak ya ?

  19. 20 passya 22 Desember 2006 pukul 3:21 pm

    masalah bahasa toh, kirain…
    biar tidak berpolemik dan debat kusir dengan ‘sekali-kali’ silahkan adakan perbandingan dengan bahasa lain di sini

  20. 21 dani 22 Desember 2006 pukul 4:47 pm

    maaf..[OOT] mungkin..(gak kompeten..)

    situs bokep skrg ‘bisa’ redirecting ke situs tobat ya.. :)

    kl saya pilih ayat amsterdam..

  21. 22 Mbahkeman 22 Desember 2006 pukul 5:23 pm

    Poligamiii……………….. Gak ada MatinyA Coiiiiy Uhk,, Poligami. di Suport By.. MQ, Mtv.. Untuk Asiaaa.. ;))

    Mau kementar apa lgi nih…

  22. 23 passya 22 Desember 2006 pukul 5:24 pm

    atas gw
    wakakakakak… gw baru nyadar, ayo maen rame2 ke situs bokep

  23. 24 -maynot- 22 Desember 2006 pukul 5:47 pm

    Gw bantuin deh! Di rujukan gw sih 4:129 itu sebagian bunyinya: “Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil di antara perempuan-perempuan (istri-istrimu) walaupun kamu sangt ingin berbuat demikian, maka janganlah kamu terlalu cenderung (kepada perempuan yang engkau cintai) sehingga engkau biarkan (perempuan yang lain) seperti tergantung (terlupakan)”.

    Nggak ada kata sekali-sekalinya.. ;)

    Tapi ngomong2… kata “sekali2″ dalam “Bila bosan dengan servis istri, sekali-kali cobalah servis perempuan lain” dan “Perempuan yang itu berpenyakit kelamin, jangan sekali-kali bersetubuh dengannya” itu kan artinya sama? Sama2 berarti: “mencoba”.. ;) Perbedaannya bukan di arti “sekali-kali”nya, tapi di kata: JANGAN.. ;) Dengan demikian “sekali-kali” yang pertama menjadi anjuran, sementara “sekali-kali” yang kedua menjadi larangan karena ada kata negatifnya (=jangan)

  24. 25 wadehel 22 Desember 2006 pukul 7:49 pm

    @ N/A
    Boleh ga pake KTP kok. Semoga nanti akan semakin jelas, sebenernya siapa yang sedang menginjak-injak ‘saran’ Tuhan.

    @ Dewo
    Sebenernya tidak sulit pak. Yang sulit itu mengendalikan nafsu, hehe.

    @ Herman Saksono & GP
    Yang nerjemahin mungkin gak rela kalo poligami terkesan haram.

    @ Neng Indie
    Gak akan mbulet kalau AA Gym Over sendiri yang menjelaskan :P

    @ om7ack
    Ditanya kok malah menebar kebingungan.
    Sekali-kalinye itu kayaknya beda, bisa aja jadi contoh ke 3.
    *lempar daging*

    @ Manusiasuper
    Jangan-jangan emang sengaja salah :-?

    @ Sandal
    Jadi… tidak akan mungkin adil, begitu?
    Jangan-jangan kitab anda palsu :P

    @ Dani & Passya
    spoiler dan mesumer dilarang terlalu teliti!

    @ -maynot-
    Berarti ayat saya palesu dong :D
    Saya emang tidak pandai memberi contoh, maksud saya, yang pertama=sekali-sekali dan yang kedua=sekali pun.
    om7ack malah nambahin yang artinya cuma sekali.

  25. 26 Luthfi 22 Desember 2006 pukul 10:28 pm

    wah, dapet ayat dari situsnya milis ingkarussunnah ya :-)

    he he he, no komen ah … maklum bahasa arabnya paling cuman bisa ngucapain majnun, kirdun, kalbun etc

  26. 27 telmark 22 Desember 2006 pukul 11:40 pm

    xixixixii… jadi geli nih, jadinya ya pengen ikut2-an coment. Ayat diatas tuh kayaknya pernah denger. Klo ‘ga salah, ayat yang ngijinin laki2 berpoligami, dengan sarat adil, tapi juga menekankan, bahwa setiap poligami adalah tidak akan pernah adil. jadi maksudnya mungkin ga boleh ya… [kecuali kepepet hehehe]. kata Sekali-kali diatas maksudnya mungkin SEKALIPUN. Dalam Al’quran, setiap kata memang bisa ditafsirkan secara berbeda.

  27. 28 anick 23 Desember 2006 pukul 12:51 am

    Om Dehel, ini ilmiah ye… [sorry lg males baca komen sebelumnya]

    Ayat ini memang makna literal dari ayat 129 Surah Annisa’ yang sering menjadi argumen kontra-poligami. Anda bisa check di http://quran.kawanda.net/ Cari Surah 4 ayat 129.

    Ayat ini berbunyi “Lan tastathi’u…..”

    Sekali-kali di situ berarti ‘sekalipun’ atau ‘sama sekali’. Secara substantif-normatif, jika ‘sekali-kali’ dalam terjemahan itu dibuang sebenarnya makna ayat itu sama saja, namun dari segi “penyangatan” [superlatif], kata sekali-kali di situ menambah poin. Makna superlatif dalam ayat itu ditunjukkan oleh kata “Lan” yang artinya “tidak akan” (sampai kapanpun).

    Ada beberapa kata dalam bahasa Arab yang berarti “tidak”.

    1. La, berarti tidak
    2. Lam, berarti belum (tidak untuk saat ini)
    3. Ma, berarti tidak
    4. Lan, tidak sama sekali, tidak akan

    Contoh lain ayat yang menggunakan “Lan” adalah ayat yang sering dipakai untuk memusuhi orang Yahudi: “Wa-Lan tardla…” “Orang yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu….”

    demikian.

  28. 30 N/A 23 Desember 2006 pukul 2:56 am

    @anick,
    Kalo tinjauan dari sudut nahwu, “Lan tastathi’u…..” dalam konteks ayat di atas itu, menurut mas anick masuk fi’il apa? … bagi-bagi dong …, kan udah nyerempet ke sana juga tho …
    satu lagi …
    yang beginian termasuk “delik” pasal 342 ngga ?
    Maaf ngga komen di situ karena ada “required”…hehehe
    thanks
    :)

  29. 31 agusset 23 Desember 2006 pukul 7:28 am

    kalau dibandingin sama terjemahan bahasa inggris dan arabnya, memang ada yg “janggal”, tapi bukan di kata “sekali-kali”, justru di kata “istri-istri (mu)”. di terjemahan bahasa inggris tertulis “women” (bukan wifes) dan di terjemahan bahasa arab tertulis “nasaa’i” yg saya kira artinya perempuan. artinya ulama indonesia (yang menerjemahkan itu) menginterpretasikan perempuan sebagai istri…

    sebaliknya di ayat sebelumnya (128), kata “wife” dalam terjemahan bahasa inggris justru malah diterjemahin jadi “wanita” di terjemahan bahasa indonesianya. jadinya kebalik-balik deh…

    sampeyan kalau ngutip ayat jangan niru gaya ulama2 yang gak bener: ngutip ayat sepotong-potong, sengaja dibikin kabur. ayat 129 ini ada hubungannya dengan ayat 127 dan 128 yang bicara tentang wanita dan anak yatim dan harta milik mereka yg ketika mereka sudah dewasa harus diberikan kepada mereka (kalau harta itu sebelumnya dititipkan ke seseorang (laki-laki)). coba baca juga ayat2 di awalnya (yaitu ayat 2 dan 3), supaya jalan ceritanya kena dan latar belakang dari ayat2 ini dapat ditangkap maksudnya.

  30. 32 wadehel 23 Desember 2006 pukul 8:42 am

    @ Luthfi
    Ingkarussunah? Apaan tuh. Ga tau kalo situs itu punya milis. Emang kenapa?

    @ Anick
    Terimakasih.
    Dan situs Qur’an nya, waw! Baru tahu saya ada ginian berbahasa indonesia :D

    @ Agusset
    Jadi… menurut anda arti yang tidak kabur itu gimana?
    Trus, ini ayat yang saya ‘potong’ sebenernya berhubungan dengan keadilan dalam poligini tidaks? :D

  31. 33 manusiasuper 23 Desember 2006 pukul 8:59 am

    Kayanya kembali ke masalah baju apa yang kita pakai mas… Dan seberapa konsisten kita makenya…

  32. 34 alex 23 Desember 2006 pukul 9:01 am

    sebenarnya mau ikutan komen panjangxlebarxtinggi. tapi kebanyakan udah kasi pendapat yang nyaris sama dengan apa yang gw tau….

    memang itu ayat yang “sering” disembunyiin buat nutupin “ketidak-adilan” manusia, demi nikah lagi…

    btw, situsnya lumayan bagus. ada benarnya bahwa beragama itu DEMI ALLAH SEMATA dan bukan karena ORANG-ORANG TERTENTU atau PENAFSIRAN YANG TIDAK BOLEH DIKAJI LAGI.

    pada kenyataannya memang hadist kadang-kadang dipakai utk ‘melampaui’ hirarki Quran, dengan dalih QURAN belum lengkap penjelasannya. aneh… kalau belum lengkap, utk apa diturunkan, bukan?

    lagipula, legitimasi mana yang berstempelkan IZIN ALLAH pada mereka yang menutup pintu ijtihad selama ini, sehingga hadist-hadist yang dikategorikan shahih lebih tertutup buat ditanya kembali daripada Quran?!

  33. 35 Mbahkeman 23 Desember 2006 pukul 4:02 pm

    Poligami..? jangan berdebat.. Tanyakan pada hati mu.. Kalau mau dengar suara TUHAn dengarkan hatimu….Tapi gak tau kalau kamu setan usra hati bisa jadi suara Iblis hemh

  34. 36 biho 23 Desember 2006 pukul 6:48 pm

    belum bisa komen…

  35. 37 wadehel 23 Desember 2006 pukul 10:59 pm

    @ Manusiasuper
    Memakai baju secara konsisten apa ya mungkin. Manusia biasanya pembosan.

    @ Alex
    Tentu saja legitimasi para ulama :D

    @ Mbahkeman
    Mbah, maaf. Semboyan jangan berdebat itu sepertinya kurang baik deh. Debat dalam semangat diskusi itu justru perlu supaya kita latihan mikir, berani bertanya dan mencari gimana yang sebenarnya benar itu. cmiiw.
    Betewe, sebenarnya belum terjadi debat tu.

  36. 38 kenzt 24 Desember 2006 pukul 12:15 am

    entah kenapa tulisan menyangkut poligami selalu menarik untuk ditulis dan dikomentari beberapa waktu belakangan ini.

    Aku pikir sekali-kali poligami juga boleh. He..he..

    ato…

    sekali-kali perlu juga berpikir (ibaratnya) perasaan istri yang akan di poligami

    ato…

    ah ngga’ tau ah… bingung… toh itu juga terjemahan bahasa indonesia-nya yang nerjemahin belum tentu Penerjemah Tersumpah. Bangsa kita kan masih kocar-kacir penggunaan diksinya, bisa-bisa kita berdiskusi panjang sementara tafsirannya aja yang ngga sesuai. Capek kan……

    ngga ngomen deh masalah ini……

    Nomer 1 kayaknya bisa pake sesekali
    Nomer 2 kayaknya bisa pake sekalipun
    Terus sebenernya kata apa yang paling pas ??? sayang aku ngga ngerti bahasa arab dan bahasa Indonesia (EYD: Ejaan Yang Dirusak).

    udah ah, ngga mau ngomen tentang ini….

  37. 39 MAS 27 Desember 2006 pukul 4:00 am

    ….boleh OOT ndak mas? anu maap,itu karena kuwalat kalik yah ama situs gw …. wakakakakakaak.tuh warungplus.com dah idup lg n siap saji…

    eits…klo ndak suka akan OOT gw boleh lah dihapus,sekian dan terimakasih…wassalaaam.

  38. 40 agusset 29 Desember 2006 pukul 6:17 pm

    @ Wadehel:
    lha kata “wanita” diterjemahin jadi “istri” dalam ayat itu aja kan udah bikin interpretasinya jadi gak tepat tho? supaya tidak kabur, baca dan interpretasikan dari awal apa maksud sebetulnya surat an-nissa ini.

  39. 41 wadehel 29 Desember 2006 pukul 6:27 pm

    @ Agusset
    Jadi….?
    Bapak kan udah baca, kenapa tidak sekalian menjelaskan yang kabur? Jadi ladang amal lho pak… mau pahala tidaaak? :)

  40. 42 numpangkomen 30 Desember 2006 pukul 3:53 pm

    mumet mas, ngurusin poligami, lha wong sholat aja belum bisa jamaah terus dan tepat waktu kok,

  41. 43 faqih 1 Januari 2007 pukul 8:48 pm

    Wah pada rame! fas aluu ahli zikri ingkuntum la ta’lamun! Dan bertanyalah kepada ahlinya jika kalian tidak mengerti. dan jaganlah kalian berbicara (berpendapat) ttg sesuatu hal yg tidak kalian mengerti.

    cukup begitu aja dari saya, sorry nih kalo cuman bisa nengahin doang!

  42. 44 Tukangkomentar 1 Januari 2007 pukul 9:37 pm

    Ahlinya siapa, ya?
    (sambil mikir).

  43. 45 juang 2 Januari 2007 pukul 12:46 pm

    AGk ada yang salah dari kutipan ayat tersebut. Wadehel aja yang bingung. Jelas ‘sekali-kali’ di ayat tersebut bermakna ‘satu kali pun’. Berarti maksudnya “satu kali pun tidak akan berlaku adil”. So kalau syarat Poligini adalah adil maka sudah jelas tak akan terpenuhi. So maksud ayat tersebut “No Poligini” baik itu poligami atau poliandri.

    Sedang contoh kalimat yang kamu kutip (bukan ayat):

    no 1. berarti ‘sesekali’ atau juga ‘sekali dua kali’
    no 2. berarti ‘satu kali pun’.

    Gitu aja bingung..atau kamu mau bikin bingung orang??!!

  44. 46 Anwar Rasyid 3 Januari 2007 pukul 2:31 am

    Mintalah penjelasan kepada Quraish Shihab. Insya Allah beliau dapat menjelaskan kepada kita arti yang sebenarnya, dan mungkin juga pembahasannya.

    Saya sering mengikuti acara Tafsir Al-Misbah di bulan puasa. Beliau memberi penjelasan yang sedetail-detailnya tentang Surat Al-Baqarah.

    Tapi, bagaimana caranya menghubungi beliau ya??

  45. 47 boleh kan ngaku santri? 11 Maret 2007 pukul 9:26 am

    BISMILLAH………

    Waloupun telattt banget, izinkan saya MEMBERI SEDIKIT PENCERAHAN (semoga bukan pemburaman heh he )

    Sepengetahuan saya, betul sekali ayat itu berarti TAK AKAN PERNAH, “lan” adalah amil nasab yang berarti menafikan kalimat setelahnya secara total.

    Nah, yang perlu saya tekankan di sini adalah AKIBAT HUKUM DARI AYAT TERSEBUT!

    AYAT INI JUSTRU MENGUATKAN BOLEHNYA POLIGAMI, BUKAN SEBALIKNYA TEMAN!!! MENGAPA? ALLAH SUDAH TAHU KITA TAK AKAN PERNAH SEKALIPUN BISA BERBUAT ADIL, PERHATIKAN LANJUTAN AYATNYA : “…..karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    JADI ALLAH NGGA MENUNTUT KITA BERLAKU SEADIL-ADILNYA, KARENA DIA TAU KITA NGGAK AKAN BISA, CUKUP DENGAN TIDAK “TERLALU” CENDERUNG KEPADA SALAH SATU ISTRI (ANGGAP AJA DAH POLIGAMI HEHE), MEMELIHARA DENGAN BAIK ISTRI YANG LAIN, SELALU BERUSAHA MEMPERBAIKI DIRI BIAR BISA LEBIH ADIL, MAKA ALLAH AKAN MENGAMPUNI KITA…

    WALLOHU A’LAMU BISSHOWABB

  46. 48 lily 13 Maret 2007 pukul 7:43 pm

    menurut saya.. bahasa Alquran itu sangat halus. sehingga tidak mungkin Alquran langsung ‘nembak’ kepokok pembahasannya. disinilah tugas kita untuk mentafsirkan ayat tersebut dengan secara lebih berfikir positi.. intinya,, bahwa Alquran tidak porno……

  47. 49 lily 13 Maret 2007 pukul 7:50 pm

    menurut saya.. bahasa Alquran itu sangat halus. sehingga tidak mungkin Alquran langsung ‘nembak’ kepokok pembahasannya. disinilah tugas kita untuk mentafsirkan ayat tersebut dengan secara lebih berfikir positif.. intinya,, bahwa Alquran tidak porno……
    “sekali-kali” dalam arti ayat tersebut diatas ialah, jgn lag kamu untuk berpologami apabila kamu merasa tidak dapat berlaku adil pada salah satu dari istrimu, karena apabila kamu demikian tak adil… maka tentunya kamu akan menyengsarakan mereka…

    tuk kaum cewe… sakit tao d poligami…’_’

  48. 50 boleh kan ngaku santri? 18 Maret 2007 pukul 12:33 am

    >>>“sekali-kali” dalam arti ayat tersebut diatas ialah, jgn lag kamu untuk berpologami apabila kamu merasa tidak dapat berlaku adil pada salah satu dari istrimu, karena apabila kamu demikian tak adil… maka tentunya kamu akan menyengsarakan mereka…>>
    Mbak lily, saya kira nggak ada kata2 : jangan lagi kamu berpoligami ….dst dalam ayat ini, kata itu udah ada dalam ayat sebelumnya:.. wain khiftum an la ta’dilu fawahidatan.. Insya Alloh komentar saya di atas hasil dari mengkaji buku-buku yang berkompeten, harap dibaca dengan serius…

    WALLAHU’A’LAM

  49. 51 Aspal 10 April 2007 pukul 9:54 am

    Kalo udah diketok palu hakim gak bakalan bisa adil…kenapa boleh empat istri ya?

    Tanya Kenapa

  50. 52 Ricky Setiawan 5 Mei 2007 pukul 6:10 am

    Itulah mengapa Abu.. (Abu siapa namanya?) mengharuskan seseorang untuk bisa bahasa Arab sebelum seseorang menafsirkan ayat-ayat Al quran, karena terkadang ada kata2 yang berbeda dari makna aslinya; bisa karena kesalahmengertian si pembaca terjemahan, bisa juga karena keterbatasan bahasa Indonesia kita yang banyak memiliki kekurangan (kalau Anda sering menerjemahkan bahasa lain, Anda pasti mengerti mengapa saya bilang bahasa Indonesia itu ‘kurang’).

    Ilmu bahasa itu memang penting dalam menafsirkan suatu karya. Saya ingin cerita sedikit. Anda pernah membaca Harry Potter? Kalau Anda hanya pernah membaca versi terjemahan Indonesianya saja (karena gak ngerti bahasa Inggris, misalnya), Anda pasti tidak tahu bahwa jenis kelamin Hedwig, burung hantu milik Harry, adalah betina. Kenapa? Karena bahasa Indonesia tidak memiliki padanan untuk kata ganti ‘she‘ sehingga sangat mungkin terjadi kesalahpahaman (seperti saya, yang mengganggap Hedwig adalah nama laki-laki sehingga saya mengira Hedwig adalah burung jantan). Begitu pula dengan bahasa Arab (yang jauh lebih kompleks dari bahasa Inggris).

    Boleh, Anda boleh menafsirkan ayat-ayat Al Quran tanpa mengerti bahasa Arab, bahkan mungkin jika salah pun Anda tetap mendapat pahala karena setidaknya Anda telah berusaha mempelajarinya. Tapiii.. sebaiknya Anda tidak menyebarkan dulu tafsiran Anda itu, karena kalau ternyata tafsiran Anda itu salah, atau Anda baru menyadari bahwa yang Anda tafsirkan sebelumnya itu salah, Anda dapat dianggap telah menyebarkan ajaran sesat-menyesatkan yang Anda dapatkan dari hasil penafsiran tanpa ilmu bahasa.

  51. 53 Ricky Setiawan 5 Mei 2007 pukul 6:15 am

    Begitu pula dengan bahasa Arab (yang jauh lebih kompleks dari bahasa Inggris).

  52. 55 DeZiGH 24 Desember 2008 pukul 11:03 am

    Untuk kaum anak, sakit tau dipolianak…

  53. 56 asman 3 Juni 2010 pukul 8:31 pm

    pernah saya dengar ceramah dari ketua masjid istiqlal saya lupa namanya, beliau bicara tentang poligami maksud dari ‘sekali kali’ adalah manusia itu dalam keadaan hina dan lemah suatu saat pasti ada kebohongan didalamnya terhadap istri yang satu dengan yang lainnya entah dari sisi materi nafkah lahir ataupun bathin, dan manusia itu sulit bisa dapat berlaku adil karena kita tidak dapat jaminan dari alloh seperti yang didapat oleh nabi kita..


  1. 1 Silsilah xwoman yang aneh « ..: X W O M A N :.. Lacak balik pada 13 April 2007 pukul 2:47 pm
  2. 2 Ayat Poligini Yang Aneh « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 3:41 pm

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 59 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: