Yth Ibu Beriman yang Pro Poligami

Untuk seorang wanita yang kemarin baru saja menikah, yang merasa bahwa reaksi masyarakat terhadap poligami itu berlebihan. Yang mempertanyakan kenapa orang-orang lebih menyoroti kasus AA Gym Over dibanding video Dewan Porno Rakyat, padahal menurutnya poligami itu halal dan diijinkan agama.
Jangan teruskan membaca bila anda sudah muak dengan isu ini.
Bila ingin berkomentar, silahkan lakukan setelah selesai membaca. :)

Ibu XXX yang sangat saya hormati, saya coba jelaskan kenapa reaksi kami terhadap poligami tampak lebih keras dan berlebihan dibanding reaksi kami kepada perselingkuhan.

Selingkuh. Bila suami anda selingkuh, anda boleh marah, anda boleh murka. Karena dia menghianati anda, melecehkan anda dan anak-anak anda. Bahkan anda boleh menuntutnya ke pengadilan. Suami menyakiti anda, dan dia pantas dituntut atas perbuatannya. Hukum dan aparatnya akan membantu anda.

Sekarang Poligami, seandainya suami anda menambah istri, artinya juga tak jauh berbeda. Dia merasa bahwa anda sudah tidak memuaskan lagi dan dia menghianati anda. Dia melecehkan anda, juga anak-anak anda. BEDANYA, disini anda tidak boleh marah, anda tidak boleh murka, karena suami anda benar. Suami anda berlindung dibalik pembenaran agama yang mengatakan bahwa itu halal! Lebih parah, hukum dan aparatnya juga akan memihak suami anda!

Nah, ini dia yang membuat banyak pihak keberatan: Digunakannya agama untuk memuaskan KONT*L! Masa sebagai perempuan lulusan S1 anda tidak bisa memahami itu? Agama dipermainkan sedemikian rupa oleh mereka yang tak peduli pada perasaan wanita, yang persetan pada perasaan anak-anak. Agama dipelintir seenaknya untuk memuaskan selangkangan!

Mungkin anda sebagai wanita beriman yang terobsesi akan surga tidak keberatan. Cukup dijanjikan surga, maka anda akan diam dan menelan semuanya. Atau bila anda perempuan simpanan yang punya obsesi merusak rumah tangga orang, anda mungkin malah akan senang.

Tapi kami TIDAK! Kami tidak ingin itu terjadi pada ibu kami. Kami tidak rela itu terjadi pada saudara perempuan kami. Kami tidak mau itu terjadi pada putri-putri kami!

Ibu XXX yang saya hormati, saya harap anda dapat mengerti. Silahkan bila nurani anda ingin terus kampanye pro poligami, saya mengerti obsesi anda akan surga di akhirat sana. Tapi jangan larang kami bila kami teriakkan juga keberatan kami, karena mereka juga ibu kami. Mereka saudara kami. Mereka putri-putri kami.

.......
Btw, sebenarnya anda ingin suami anda punya berapa istri?

Selamat malam
wadehel.wordpress.com

124 Responses to “Yth Ibu Beriman yang Pro Poligami”


  1. 1 alamster 15 Desember 2006 pukul 12:46 am

    Hehehehe,

    Istri satu aja, kl wanita idaman mau berapa ya hmmm…………

    3

    ups, gak jadi ah

    cukup 1 dan hanya 1

    laporan selesai :-)

  2. 2 vergie 15 Desember 2006 pukul 5:34 am

    oom hel, sapa seh cewek yang pro itu?? Mak Erot bukan? :))

  3. 3 ardhi auliya 15 Desember 2006 pukul 7:24 am

    Seharusnya yg dikasih inisial XXX itu cewek yg ada di Video DPR itu, cocok kan?

  4. 4 yanti 15 Desember 2006 pukul 7:42 am

    nah iya.. gw pernah pake alasan yang sama seperti elo, Hel. knapa selingkuh kok kayaknya lebih ditolerir sama istri?

    karena posisi si selingkuhan itu lebih rendah dari dia. secara hukum dia bisa dicari kesalahannya >:). secara moral dia udah jelas salahnya. secara harta, selingkuhan ga berhak dapet apa2. apalagi surga.. hehehehe..

    tapi kalo sama2 istri kan haknya sama. rata2 istri ga bisa dan ga mau kalo posisinya disamai istri lain :P

  5. 5 dani 15 Desember 2006 pukul 7:55 am

    gemana kl istrinya (& suaminya ada) yg (hobi) ‘pengen’..threesome misalnya.. :D

    gak pake agama2an, gak pake selingkuh, naluri aja..
    :D

  6. 6 budi 15 Desember 2006 pukul 8:20 am

    saya sebenernya udah muak, tapi kok ya lanjut baca ya ? mudah2an tidak membuat saya masuk neraka .. he. he..
    Mas wadehel, sebenernya ngga heran juga ada ibu-ibu yang pro poligami. pernah baca kan, seorang perempuan di afghan bahkan mendidik anaknya sedari kecil agar bisa menjadi martir, menjinjing BOM di punggung untuk menukar nyawanya dengan sebanyak-banyaknya nyawa kafir. dia mendoakan anaknya untuk itu !! eh, kejauhan ya ngambil contohnya. yang deket aja deh. Survey LSI baru2 ini menunjukkan ada belasan persen penduduk indonesia yang menyetujui BOM BALI ! kalau yang begitu2 aja disetujui, poligami mah jadi keciiilllll… ya nggak ?
    kalo saya sih melihat selingkuhnya si YZ dengan poligaminya aa gym memang membawa konsekwensi yang berbeda. si YZ adalah KETUA BIDANG KEAGAMAAN partai Golkar, wakil rakyat. tentu NISTA banget melakukan itu. tapi setidaknya dia tidak pernah berceramah di TV2 tentang moral. Dia juga melakukannya di wilayah privat, hanya masalahnya terungkap ke publik. dan menurut saya, apa yang dia lakukan masih lebih bermoral dari kisah kelakuan orang suci yang diceritakan ke rumah istri anak angkatnya dan menemukan menantunya itu dalam keadaan tanpa busana.. dan slurpp.. air liurpun menetes. akhirnya.. mantu sendiri dikawinin dan ayat pembenarpun turun dari langit. Si YZ, setidaknya tidak menurunkan ayat2 suci bagi pembenaran selingkuhnya… he.. he…
    lalu aa gym ?
    ah, kl yang ini no comment deh. eh, tapi konon nabi muhammadpun menolak putrinya dimadu ? apakah ‘sunnah’ ini ngga dibaca oleh yang pro poligami ya ?

    *tiba-tiba sakit perut*

  7. 7 yanti 15 Desember 2006 pukul 8:32 am

    oh ya.. satu lagi… sarcasticly (di sini biasa kan yang model gini? :P), selingkuh itu lebih ‘adil’ karena juga bisa dilakukan oleh perempuan :P

  8. 8 wadehel 15 Desember 2006 pukul 9:06 am

    @ Alamster
    Jangan-jangan anda komen sambil dipelototin pacar ya?

    @ Vergie
    Bukan Mak Erot

    @ Ardhi
    Itu kan menurut anda :P

    @ Yanti
    Iya, maksud gw jg gitu. Seandainya gw bisa menyampaikan dengan bahasa yang lebih dimengerti seperti lu.
    Oh, dan sarkasme itu boleh-boleh aja. Cuma ada yang pernah bilang, banyak orang Indo bakal gak mengerti, budaya disini beda.

    @ Budi
    Hhahaha, gpp Bang Bud, siapin aja kantong kresek :D
    Kalo pelaku kebejatan itu dari KETUA BIDANG KEAGAMAAN GOLKAR, ya udah ga aneh, wajar. Kita semua kan tahu sejarahnya Golkar. Toh mereka juga gak lolos dari hukum rajam media (istilahnya Yanti). Tapi kalo pelakunya orang suci yang dijadikan panutan banyak orang? Dah gitu masih ada aja ibu-ibu yang dengan polosnya mbelain sambil marah-marah. Hufff, jadi pengen nyumpel kenalpot motor pake kondom.
    Soal ayat suci, hehe, NoComent, ngeri! hihihi. (sorry Gretong)

  9. 9 manusiasuper 15 Desember 2006 pukul 10:52 am

    ——————————–
    Tapi kami TIDAK! Kami tidak ingin itu terjadi ibu kami. Kami tidak rela itu terjadi pada saudara perempuan kami. Kami tidak mau itu terjadi pada putri-putri kami!
    ——————————–

    Ah, gue bangeet neh…. *kena sindrom males ngetik, hobi copy paste*

  10. 10 saya 15 Desember 2006 pukul 12:40 pm

    mas wadehel, sekali2 tulis juga dong tentang kebaikan dalam islam.. jangan yg buruk2nya doang. saya suka gaya tulisan mas wadehel soalnya.

  11. 11 dian ina 15 Desember 2006 pukul 1:13 pm

    seorang anak laki-laki yang ayahnya melakukan poligami pernah bertanya pada ibunya:
    “kenapa sih mau diperlakukan begitu? cinta mati nih, ceritanya?”

    pertanyaan itu keluar karena si anak ngerasa jadi korban juga atas poligami yang dilakukan ayahnya, yang kemudian bikin suasana rumah tangga nggak pernah enak.

    disekitarku juga yang ber-poligami rata-rata keluarganya malah jadi kacau. anak-anak terlantar. kok mau sih mengorbankan ketenangan yang lebih besar untuk nafsu?

  12. 12 Ahri 15 Desember 2006 pukul 1:40 pm

    tulisan bung wadehel bagus banget euy….

    memang agama sering dipakai KEDOK untuk menutupi kejahatan.

    azahari/nurdin m top pun juga pakai dalil agama kan? kalo begitu apa bedanya azahari sama gymnastiar? mau tau bedanya?

    azahari : “BOM” pake kedok agama.
    gym: “K*NTOL” pake kedok agama jua… :P

    yo wis… kembali ke LAPTOP! :D

  13. 13 Luthfi 15 Desember 2006 pukul 3:12 pm

    aku cuman pengen tahu satu hal. Kok tahu sih kalo lulusan S1, emang si ibu ini siapa?, minimal inisialnya lah :-)

    *lho koq beruntun :-) *

  14. 14 wadehel 15 Desember 2006 pukul 3:24 pm

    @ Dani
    Threesome? Atau malah Orgy? Hehe, ya suka-suka mereka. Yang penting, menurut saya sih, ga usah pake seret2 ayat atau janji-janji surga. Tetap perhitungkan semua pihak dalam keluarga yang akan ikut kena dampaknya. Kalo hanya demi nrisam lalu mengorbankan kesejahteraan keluarga, apa tidak sebaiknya diganti saja dengan boneka sex, atau vibrator/dildo yang fantastis?

    @ Manusiasuper
    Hehe, tumben kita sepakat :D

    @ Saya
    Mbak/Mas, yang saya tulis itu bukan tentang keburukan ajaran Islam, tapi tentang manusia-manusia beraliran kontolisme yang memperalat agama untuk memuaskan nafsunya. Kalau kebetulan katepe nya Islam, ya mungkin karena memang kami mayoritas di negeri ini, harap maklum.

    @ Dian Ina
    Mungkin karena mereka yakin, segala penderitaan itu tidak sebanding dengan janji surga di akhirat kelak :P

    @ Ahri
    Hehehe, parah, vulgar amat sih.

    @ Luthfi
    Kali ini memang bukan tokoh fiksi, orangnya benar-benar nyata ada. Tapi sebenernya saya ga tau pasti S berapa, yang pasti sudah sarjana :P
    Soal inisial, sudah kebijakan saya untuk tidak mengekspos identitas “pelanggan”, jangan sampai kasus YZME terulang.
    hehe.

  15. 15 n/a 15 Desember 2006 pukul 3:33 pm

    kayaknya pake prinsip multivision neh: “mumpung lagi tren, bikin teruuuus sekuelnya eeuy! lumayan jadi komoditi, mabok, mabok deh, anti klimaks, anti klimaks deh”

    btw, tetep ikut ngomen neh: saya gak setuju para pengusung syahwat itu memakai dalil agama utk pengkhianatan! bagi saya ujang gym dan para perempuan yg mau dipoligami hanya lah manusia kebanyakan yang menganut ideologi, sekali lagi ideologi! buka agama!
    ideologi hanyalah kesadaran semu.

  16. 16 abdul 15 Desember 2006 pukul 3:53 pm

    saya sungguh kasihan pada anda semua yang menyetujui SELINGKUH daripada POLIGAMI. Padahal yang namanya POLIGAMI itu emang ada di ajaran islam dan yang mengingkarinya berarti perlu ditanyakan keislamannya. saya melihat pandangan masyarakat yang tidak setuju dengan POLIGAMI karena melihat oknum yang ber-POLIGAMI tidak bisa adil sehingga menyakiti istrinya. intinya jangan menyalahkan ajaran yang di atur oleh ALLAH tapi salahkan oknum yang melakukannya secara ga bener.
    Sungguh sedih liat orang sekarang banyak yang menganggap OTAK-nya lebih baik dari perintah ALLAH sehingga mencari 1000 dalil untuk menolak ajaran ALLAH.
    Naudzubillah..
    Saran saya :
    Hati-hati dalam mengomentari satu permasalahan agama sehingga anda tidak termasuk orang yang mendustakan agama.
    Kalo belum menguasai bener lebih baik DIAM !!!

  17. 17 n/a 15 Desember 2006 pukul 3:56 pm

    ====
    Soal ayat suci, hehe, NoComent, ngeri! hihihi. (sorry Gretong)
    ====

    Wah fatal nih! jangan sampai takut dong! memang Islam itu hanya miliki mereka. Tafsir mereka terhadap ayat pembenaran poligami adalah SALAH menurut tafsir lainnya yang didasarkan pada ilmu ushul fiqh.

  18. 18 edies 15 Desember 2006 pukul 4:04 pm

    keren deh tulisannya….
    cuman jangan sampai penentangan thd polygami mengakibatkan pada pengharaman thd polygami, itu bukan hak kita euyii…!

  19. 19 wadehel 15 Desember 2006 pukul 5:38 pm

    @ N/a
    Hihihihi, sebenernya ga juga, kan dihalaman pertama udah dikasih peringatan, buat yang udah neg dengan isu ini ga usah terusin baca. Sekarang dah update tuh, peringatan ada di halaman tulisan jg.

    Ideologi? Agama? Ideologi Agama? Semu? gag ngerti saya, nanti belajar lagi ah.

    @ Abdul
    Awww. Diam? Ok deh. Tapi anda juga yaaa.
    *diem*
    Eh, btw, anda udah baca belum sih?
    *diem lagi*

    @ N/a lagi
    Iya ya? Hmm. Jangan-jangan justru mereka itu yang ingin membusukkan agama? Mereka tafsirkan semena-mena, lalu menuduh kafir semua orang yang mengkritisi mereka. Brilian banget!!

    OOT BUNG! ini kan tentang poligami, apa hubungannya coba.

    @ Edies
    Siapa juga yang mau mengharamkan? Pasti blom baca nih.

  20. 20 n/a 15 Desember 2006 pukul 5:41 pm

    @all
    maafkan jika komentar saya menyakiti sebagian orang yang membenarkan poligami. saya tidak bermaksud membalas satu bentuk kekerasan dengan bentuk kekerasan lainnya.

    bagi saya, menjalankan agama sangat privat. tidak ada hak orang lain mencampuri apalagi negara. komentar2 saya terkait masalah poligami di blog wadehel ini adalah bentuk penentangan saya terhadap penindasan, pembodohan, dan ketidakadilan terhadap wanita dan anak2.

    saya tidak mungkin berbusa2 ikut ngomen jika pelaku kekerasan poligami bukan pemuka agama. sekali lagi pemuka agama berperan penting terhadap pembodohan atau pencerdasan masyarakat.

    semoga penjelasan ini memberi pengertian atas sikap saya.

    peace to all!

  21. 21 wadehel 15 Desember 2006 pukul 5:48 pm

    @ N/A
    Ah, permintaan maaf yang sopan sekali. Meski saya tidak ikut tersakiti, saya ikut memaafkan :D

    Btw, kok nyaris bareng ya :-? jangan2 jadwal onlennya sama. Blog anda dimana sih? Pasti punya kan? Kalo belum ya bikin lah, sayang sekali kalau segala pengalaman dan isi otak anda itu bila tidak dibagi dengan dunia. Ilmu jangan dimakan sendiri dong. :P

    *kompor mode*

  22. 22 Neng Indie 15 Desember 2006 pukul 5:54 pm

    Haluuuuu Akyu datannngggg …

    Aku sih ndak pernah muak baca tulisanmyu nas Wadehel.. *catetttt nggak maksud flirting kok .. hehehehe*

    Pokoknyaa sapapun yang melakukan .. apapun alasannya … SAY NO TO POLIGAMI ….

    Ihhh akyu pinter yahhhh … *wink wink*

    Soal Pemuka agama ituhh .. ehmmm pemuka agama yang mana yahh .. emang ada pemuka agama di negri ini? ehmmm *mikir2*

  23. 23 Amd 15 Desember 2006 pukul 7:15 pm

    @ wadehel
    Hel, kamu pernah bilang menyetujui selingkuh ya? Kok bapak Abdul bilang begitu?

    @ abdul
    yup. Paling enak nyalahin oknum pak. Dari zaman dahulu kala juga biarpun segenap umat bersalah, semuanya dibilang oknum.
    Kalo ndak ngerti harus diam? Bukan harus mencari tahu? Bukan harus bertanya?

  24. 24 GP 15 Desember 2006 pukul 7:20 pm

    Menurut teori konspirasi, sepertinya poligami ini di sebarkan oleh orang2x mormon yg berpusat di Utah, AS utk menghalalkan perilaku sex orgy (sex rame2x dgn beberapa wanita). Jika sebelumnya agama kristen yg ditunggangi, sekarang islam yg jadi korban, mungkin budha dan hindu selanjutnya. Hal ini patut di waspadai, apalagi dgn banyaknya masyarakat yg simpati pada gerakan MMI (Masyarakat Mormon Indonesia) akan tetapi tidak tahu maksud dan tujuan mereka sebenarnya.

  25. 25 n/a 15 Desember 2006 pukul 8:03 pm

    @wadehel
    selama Anda belum ngusir saya, tempat Anda sangat nyaman & mewakili untuk saya ngoceh :)

    @neng indie
    (dianggap) pemuka agama. besar dan hancur lewat media

  26. 26 lantip 15 Desember 2006 pukul 8:22 pm

    waduh isu ini. :(

    jadi gini, menurut saya sih, selingkuh tetep nggak bener. jangan dibilang bahwa poligami adalah cara suci untuk menghindarkan selingkuh.
    bukankah orang bisa makan coklat sambil nginjak tahi?

    nah, mengenai orang yang berkeberatan dengan poligami, jangan disalahkan. wong nabi juga berkeberatan kok. jadi, keberatan soal ini adalah hak bagi setiap orang.

    setuju poligami, boleh. tidak setuju/keberatan seseorang untuk poligami, bukan masalah. jangan terus dibilang mendustakan agama, kalo begitu berarti nabi juga masuk mendustakan agama dong.. duh.. kacau.

    ahsudahlah.. gocap tambah gocap mas.. cepek deh..

  27. 27 Tutankhamun 15 Desember 2006 pukul 8:44 pm

    Ibu beriman yang PRO POLIGAMI,
    gak jijik gitu pake titit gantian ama cewe lain ..?
    tar kena AIDS loh bu …

    ibu ga tau kan aa gym udah jajan dimana aja ..?
    yang ketauan sih satu bu, yg gak ketauannya banyak loh bu …
    suerr takewer kewer deh

    Belum lagi yah, si istri muda … pasti memeknya juga udah dimasukin banyak belut (siapa tau loh)

    Terus terus yah …
    si mantan suami istri muda, pasti waktu mudanya suka nyoba-nyoba juga masukin belut ke sarangnya … beda-beda lagih … hiiyyyy

    Jiji deeeee

    eh bu … beneran deh .. bukan nakut-nakutin … *b-(*

  28. 28 Herman Saksono 15 Desember 2006 pukul 9:19 pm

    Kok tau sih kalau saya sudah bosan?

    Saya juga sedikit jenuh dengan argumen: lebih baik poligami daripada selingkuh. Poligami adalah altenatif halal dari selingkuh. Pernyataan tersebut selalu nampak benar pertama kali dituturkan.

    Tapi kita harus mengamati tujuan selingkuh dan tujuan pernikahan.

    Selingkuh jelas tujuannya adalah main-main, memuaskan hasrat, mencicipi barang baru.

    Tetapi, menikah (monogami ataupun poligami), selain ada kepentingan penyaluran nafsu, juga ada kepentingan untuk membangun rumah tangga, menghadirkan anak-anak hebat untuk bumi ini, dan yang paling penting tentunya meraih kebahagiaan lahir dan batin.

    Dsinii terlihat keduanya memiliki tujuan yang berbeda, sehingga satu dengan lain tidak bisa dijadikan alternatif.

    Saya pernah ngomong gini ya di blog ini? Maapin ya.

    @Wadehel: posting yang kemarin saya hapus. Bukan karena wadehel protes, melainkan karena saya merasa orang2 berdemo itu memperjuangkan nilai2 yang mereka percayai betul. Saya kebetulan tidak dalam posisi berbeda dengan mereka, sehingga rasanya kurang pantas bagi saya untuk menjadikan foto tersebut sebagai materi untuk posting ‘random’. Demikian.

  29. 29 fertobhades 15 Desember 2006 pukul 10:46 pm

    sama-sama nggak enak : poligami dan selingkuh….

    lebih enak belum menikah seperti saya, nggak terlalu pusing mikirin poligami.

    ntar kalo udah baru pusing… :-)

  30. 30 MaIDeN 15 Desember 2006 pukul 11:02 pm

    Mungkin beliau belum membaca yang ini

  31. 31 passya 15 Desember 2006 pukul 11:07 pm

    Tapi kami TIDAK! Kami tidak ingin itu terjadi pada ibu kami. Kami tidak rela itu terjadi pada saudara perempuan kami. Kami tidak mau itu terjadi pada putri-putri kami!

    lha ibu XXX itu ibumu, saudaramu apa putrimu???

  32. 32 arul 16 Desember 2006 pukul 12:10 am

    kembali ke pribadinya lagi…
    kalo memang ridha untuk di poligami kenapa tidak…
    kalo anda mengatakan itu melanggar Hak Asasi Manusia, Malah anda yang melanggar Hak Asasi Ibu itu untuk menentukan pilihannya

  33. 33 wadehel 16 Desember 2006 pukul 12:35 am

    @ Neng Indie
    Iyeee, iyeeee, tercatet nih di notepad.

    @ Amd
    Udah lah pak, maklum, lha Om Abdul kayaknya komen tanpa mbaca dulu, ga usah terlalu dipikirkan :)

    @ GP
    Isuuuuuuu!

    @ N/a
    Lha Pak Abdul aja ga di usir, apalagi situ. Cuma saran kok, siapa tahu tertarik ngeblog jg.

    @ Lantip
    Hehehe, kalo cape kita istirahat Om.
    *bayangin makan cokelat sambil nginjek tai kebo seger yang masih basah*

    @ Tutankhamun
    Vulgar banget sih, ini kan bukan situs khusus dewasa? tapi karena ada benernya, tidak saya hapus.

    @ Herman
    Terimakasih, sangat melegakan :D Lain kali bikin olok-olok demo pro gitu, mbok yang ngangkat poster tuh jangan manusia, tapi babi ngepet atau anjing skubidu aja.

    @ Maiden
    Mungkin malah beliau kebanyakan baca blog, tapi blognya suryaningsih.

  34. 34 wadehel 16 Desember 2006 pukul 12:37 am

    @ Passya
    Terserah anda deh :P bebas kok. Btw, ada kurang satu kata ‘pada’. segera saya update.

    @ Arul
    Baca dulu om :)

  35. 35 ranzakrkdi 16 Desember 2006 pukul 8:24 am

    Nona dan nyonya yang menentang poligami bagaimana perasaan anda kalau misalnya saya yang sudah beristri 1 dan saya mampu berbuat adil baik secara jasmani maupun rohani trus keren dan tajir serta sudah dapat izin dari istri saya untuk berpoligami sementara anda atau anak anda sudah mempunyai keinginan untuk menikah sementara laki2 yang memenuhi syarat untuk menikah tidak ada. anda pilih mana poligami atau jadi simpanan atau selingkuhan saya
    Wuakakak kakak kakak………

  36. 36 alex 16 Desember 2006 pukul 9:44 am

    Ada pengalaman baru sebenarnya, Hel. Beberapa waktu yang lalu aku sempat ke Medan. Oleh beberapa teman yang memang sudah “broken” duluan moralnya (dari kacamata orang2 beriman), diajak berhenti di Bandar Baru. Sebuah tempat persinggahan dari jalur Aceh ke Medan. Sebuah tempat prostitusi.

    Malam itu, sementara mereka bermalam panjang hingga subuh, aku nongkrong di bungalow. Meminum minuman penghangat badan, dengan rokok dan ponsel (utk nelpon dan sms-in teman2 di banda aceh).

    Aku ditawari cewe. Muda benar masih. 20 tahunan. Bukan karena iman jika malam itu aku tidak memperlakukannya sebagai pelacur yang semestinya, tapi karena ketidak-inginan mengkhianati seseorang yang lain. Aku cuma mengajaknya ngobrol, dan merekam ucapannya, ekspresi wajahnya, dalam benakku.

    Ia sama seperti hampir pelacur2 muda lainnya (tidak semua, mungkin, tapi ada…) yang terjebak dalam dunia semacam itu. Semua sumbernya sama: keluarga yang tidak sakinah, pengkhianatan, dan terseret nasib.

    Saat itu sendiri aku berpikir, apakah sosok2 mulia seperti gerombolan Habib, Ustadz, Kyai dan sekian kaum puritan mau saja datang dan mendekati mereka dari sisi psikologi? Tidak lantas menghakimi mereka begitu saja? Tidak lantas melakukan pembakaran?

    Tidakkah lebih baik jika perempuan2 muda begini, dalam dunia prostitusi, menjadi pilihan utk “jalan ke surga”? Masih muda, masih punya masa depan, masih cantik. Dan jihadnya lebih besar daripada mengawini seorang perempuan bekas model yang belakangan menjadi perempuan baik2….

    Kecuali jika bicara tentang “kesat tidak kesat” lagi “anunya”, itu sudah lain. Itu sudah tentang napsu juga bukan??

    Menjelang pagi tiba, aku membayarnya 5orb utk obrolan yang membuat aku menggeleng pada nasib. Pada orangtuanya di pulau Jawa sana yang saat itu mungkin tidak pernah tahu bahwa anak gadisnya menawarkan diri utk ditiduri anak muda dari Aceh…

    Ah… kalo saja aku sekaya, setenar Aa Gym atau sekian ustadz yang melacur dalam PILKADA baru2 ini (dengan kekayaan yang diverifikasi oleh KIP dan BPK mencapai ratusan juta rupiah) mungkin aku bisa membantunya…. Jika pun tidak untukku, aku bisa mencari lelaki2 lain utk mempoligaminya dengan iming2 surga….

  37. 37 abe 16 Desember 2006 pukul 12:57 pm

    Uhm.. baca komennyah alex kok panjang amir.. Buat blog aja sekalian Lex!

    Niwe Hel..
    Sama seperti yg laen yg tidak setuju. Kadang kita tidak tau harus bilang apa ketika poligami itu dilakukan oleh “imam” yg selama ini menggembar gemborkan tidak akan berpoligami dan tidak akan berpolitik..

    Kali ini doi berpoligami.. besok pasti berpolitik.. pasti!
    we’ll see.. hell yeah..

  38. 38 om7ack 16 Desember 2006 pukul 1:15 pm

    jadi kaya ngeblog di blognya orang :)
    *dejapu*

  39. 39 wadehel 16 Desember 2006 pukul 2:00 pm

    @ Ranzakrkdi
    Bang, itu pertanyaan brilian dari seorang yang beragama, sayang kalau hanya nongol disini, tulis di blog anda juga dong!

    @ Alex
    Hehe, lengkap amat ceritanya, sampe tarif nya disebut.
    Tapi bener tuh, harusnya para poligamis dan ulama menolong mereka.

    @ Abe
    Jadi… kita dukung aja jadi presiden aja gimana? hihihi…
    *digebukin ibu2*

  40. 40 dewo 16 Desember 2006 pukul 5:19 pm

    Setidaknya kali ini aku terharu dgn artikel Mas Wadehel. Cukup manusiawi. Terharu lagi bila membaca komen Mas Alex.

    Saat ini aku juga sedang terharu membaca artikel Linux-USB. Lho kok? Aku memang orangnya mudah terharu.

    (** kabur **)

  41. 41 idris 16 Desember 2006 pukul 6:48 pm

    saya bingung wedehel itu orang pinter apa so pinter padahal bego. atau mungkin dia bukan seorng muslim. mungkin seorang penghasut dari agama non muslim.kenapa?. karen masalah ini bukan terjadi pada abad sekarang ini. tapi sudah rausan bahkan ribuan taun yang lalu. kenapa manusia di era sekarang ini terlalu banyak yang ngerasa dirinya paling hebat. paling pinter, paling canggih dan paling beradab…(tai kucing).. itu juga yang dirasakan orang2 1000 tahun yang lalu.. sehingga karena mengganggap paling pinter sehingga melecehkan dan membodohi ALLAH yang telah mentukan ketentuan hukum di Al’qur’an. kalo lu gak suka dengan poligami janganlah berbahasa kasar sehingga terkesan melecehkan ketentuan ALLAH. (pake bahasa k0nt0l segala). saya sangat tidak suka poligami, karena selain saya cinta istri saya juga tidak suka ibu saya, anak saya dilakukan seperti itu… TAPI BUKAN BERARTI SAYA TIDAK SETUJU… tolong wedehel, anda sebagai penghasut umat kami, berbahasalah yang sopan.. umat kami ( ISLAM ) sudah ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu dihasut masalah poligami.. ini adalah cara yang sangat kuno. dan kami umat ISLAM sudah dari dahulu pula membahas, mendalami, dan menghayati masalah ini… kalo anda ingin tahu hasil pendalaman serta penghayatan kami masalah poligami. tanyalah yang sopan. pake pikiran terbuka jangan pake emosi.

  42. 42 wadehel 16 Desember 2006 pukul 8:37 pm

    @ Dewo
    *Naro tisu buat yang terharu, siapa tau balik lagi.*

    @ Idris
    Baca sekali lagi pak, biar lebih jelas apa yang sebenarnya saya kutuki

  43. 43 Amd 16 Desember 2006 pukul 9:45 pm

    @ idris
    ikutan ah… KAFIR KAMU WADEHEL !!! KAFIR KAMU!!!

  44. 44 neeya 17 Desember 2006 pukul 1:41 am

    Ada jawaban dari ibu xxx itu ndak om? ato emang dibuat untuk sapapun ibu yg pro poligami dan kemudian dipersilakan membalasnya melalui komentar disini?

    *penasaran itu ibu mau brapa istri buat suaminya* :D

  45. 45 GP 17 Desember 2006 pukul 11:47 am

    Tuh hel di kafir2xin deh loe, gw bilangin kagak percaya sih soal gerakan mormonisasi. Mereka ini bertujuan ingin mengembalikan kejayaan jaman jahiliyah. Ayo mari kita tegakkan Islam yg benar!!

  46. 46 wadehel 17 Desember 2006 pukul 1:06 pm

    @ Amd
    Itu bisa jadi slogan baru Pak :D
    KAFIR KAMU!!!™
    Slogan itu akan sangat membantu para agamawan. Mereka bisa membagikan cap kafir secara efisien.

    @ Neeya
    Jawabannya biasa: “Mari kita kembali ke laptop ayat.” Ya sudah, akhirnya sepakat untuk berbeda, dengan cap kafir menempel di jidat saya. Oh, beliau tidak setuju suaminya poligini, karena kemampuan kantongnya pas-pasan.

    Tapi posting ini memang untuk semua orang.

    @ GP
    Hmm. Bagaimana kalau misi anda menegakkan yang benar itu, diawali dengan membuat blog :D Isinya bisa tentang opini anda, atau tentang kritisi terhadap mormonisasi. Gimanaaaa?

    Nanti saya jadi yang pertamax deh :P

  47. 47 alex 17 Desember 2006 pukul 1:21 pm

    @idris
    bung, sekalian saja Islam dibikin copy-right atas nama bung atau siapalah yang anda klaim sebagai UMAT KAMI.

    memang agama cuma punya bung saja, sehingga yang lain tidak boleh membicarakannya? :)
    sopan? justru bahasa anda dengan menulis K0NT0L (meski o diganti dengan “o”) itu sendiri nggak sopan. anda semestinya menulis dalam bahasa arab, farji atau apa :))

    wadehel (dan orang2 sepertiku) tidak membodohi ALLAH. tapi membodohi orang2 bodoh seperti anda yang mau dibodoh-bodohi kaum agamawan tanpa boleh bertanya 5W-1H. kecuali kalo anda merasa anda itu adalah ALLAH, lain soalnya…

    *ngeluyur ninggali orang beriman tapi picik*

  48. 48 Joan 17 Desember 2006 pukul 6:32 pm

    Si Ibu XXX tentunya harus mau kalo suaminya kawin lagi sama gadis perawan ting-ting yang masih kinyis-kinyis.

    Kalo gak mau, we got one big word for her: MUNAFIK.

  49. 50 Idris 17 Desember 2006 pukul 9:05 pm

    tuk alex
    anda bisa gak membedakan umat saya dan UMAT KAMI….
    K A M I…. Bukan sayaaaaaaa
    anada silahkan membicarakannya .. tapi bukan berarti menvonisnya.. itu bisa berkesan menghasut
    KAPAN anda bertanya masalah poligami??????
    wedehel bukan bertanya… tapi mengvonis.. sehimgga berkesan menghasut..
    seperti anda menghasut agamawan
    KAPAN anda bertanya pada agamawan dengan hati tampa emosi….
    kalo mau emosian ama guaaaaa
    sebutin aja alamat luuuu

  50. 51 Idris 17 Desember 2006 pukul 9:11 pm

    Satu lagi tuk alex
    masalah KONTOL… saya membicarakan maksud tulisan wedehel… bukan tulisannya…
    GENTLE.. dong luuuuu… jangan bersembunyi dibalik tulisaaaaan

  51. 52 Mbahkeman 17 Desember 2006 pukul 10:50 pm

    hemk.. sruuup sambil minum seteguk teh….

    Kalo lelaki di Poling siapa yang pro poligami? .. berapa persen yang setuju hampir semua kali ya

    tapi kalau wanita di poling siapa yang pro poligami.. paling? kalau ada yang jawab setuju .. itu hanya 2 orang.. Istri Aa gym dan cewek SI di atas..

    wanita untuk di mengerti Lelaki untuk di pahami…

    Hemh ,, tak pikir-pikir mbah wedoh ki wes tueek yoo… harus nya dia paham keinginan LELAKI…..

  52. 53 Tukangkomentar 18 Desember 2006 pukul 2:22 am

    Wah, wah, mas Wadehel pasti buanggaaa suekuallli, karena blognya dikunjungi orang-orang yang uahli suekuali dalam agama (seperti Pak Idris, Pak Abdul). Selamat mas Wadehel.
    Tapi ya itu masalahnya yo, kok kelihatannya nggak ngerti inti sari maksud tulisannya.
    “kalo mau emosian ama guaaaaa
    sebutin aja alamat luuuu”
    Weleh, kok gini jadinya?
    Udah ah, malu bacanya.
    Monggo permisi (sambil nunduk, nunduk takut digepuk).

  53. 54 wadehel 18 Desember 2006 pukul 9:04 am

    @ Alex
    Jangan emosi dong bung, di alam yang serba plural ini, anda juga harus memahami bahwa kecerdasan dan kemampuan memahami antar kepala itu berbeda.

    @ Idris
    Gimanaaa, dah baca lagi? Ternyata tidak menghina agama yang Maha Benar itu kan?
    Mohon dimaafkan teman saya Alex itu. Fyi, kalau ingin tahu tentang beliau. Sebenarnya nicknamenya yang biru-biru itu bisa di klik lho, nanti browser anda akan menuju blognya. Disana anda bisa baca-baca juga.
    Blog Pak Idris sendiri dimana? Kok nick anda tidak bisa di klik? Padahal sudah saya pijiti dengan berbagai gaya. Sudah buat belum? Blog Bisa jadi sarana dakwah lho.

    @ Joan
    Husss. Bagi anda mungkin munafik. Bagi beliau sikap itu adalah perintah Tuhan :P

    @ Mbahkeman
    Duh, mbah, wis tuwo kok isik nggolek selangkangan ki piye? Nek wis tuwo ki kudune siap-siap mangkat, dolanan spiritual atau apa gitu kan lebih pantes.
    Nyuwun sewu lho mbaaah :D

    @ Tukangkomentar
    Bukan cuma bangga Pak, lha kemarin temen manggil kyai bersorban supaya mau ceramah aja harus mbayar berjuta-juta. Saya cuma ngeblog gratisan, eeeh, kiainya yang dateng dan ngasih ceramah cuma-cuma. Sujud sukur saya Pak.
    Soal emosian sampe nanya alamat, yaaaa… kan ada olok-olok gini pak:
    Massa otot berbanding terbalik dengan massa otak
    Keagamaan berbanding terbalik dengan kemanusiaan.
    *ngumpet takut dirajam*

  54. 55 alex 18 Desember 2006 pukul 10:44 am

    @idris
    lu mau alamat gw?
    jln. lingkar kampus 23FM darussalam, banda aceh. apa sekalian gw bayarin uang jalan lu biar lu bisa ngomong sama gw di sini?
    lu datang kapan pun, gw tunggu!

    gw menghasut agamawan? gag salah bahasa elu? hebat benar gw, bisa ngasud agamawan yang pintar2 ngomong itu.

    kapan gw bertanya pada agamawan? bah! udah sering. bertaon gw di pesantren sejak SD sampe SMA. sampe gw kuliah, gw masih sering ketemu ulama-ulama. kebanyakan yang gag pernah bisa kasih gw jawaban memuaskan. atau jawabannya cuma berupa retorika dengan petikan2 dalil naqli.

    sori, bung. dari segi wawasan agama, gw bole diadu sama elu. tapi sayang…. dari cara elu nulis komentar aja gw udah gag minat. tulisan elu menunjukkan kalo elu kurang membaca, apalagi menulis. cuma bisa membuka web, lalu memaki-maki kalau ada yang tidak elu sukai.

    elu persis kaya Hitler bicara soal moralitas!

    *sori, hel… gw gag takut fanatikus puritan begini*

  55. 56 smile face 18 Desember 2006 pukul 12:13 pm

    koben(rec: alex) : sabar toh, entar ku ajari cara bermail WE yang benar dan betul tanpa berpoligami.

    *ngacir sejauh-jauhnya*

  56. 57 Tukangkomentar 18 Desember 2006 pukul 12:56 pm

    Alex,
    mbok jangan terpancing emosi gitu lho.
    OK, nanti kalau saya ke Aceh boleh mampir, nggak?
    Belum pernah saya sehidup-hidup ke serambi mekah.
    Kalem, kalem.
    Kalau saya baca cerita anda (Desember 16th, 2006 at 9:44), saya pikir anda seorang yang beriman, salut dan sekali lagi sabar. Jangan ketularan. Kebencian dan kemarahan itu seperti HIV/AIDS lho, menular sekali.

  57. 58 M Shodiq Mustika 18 Desember 2006 pukul 1:10 pm

    Mas Wadehel,
    Saya bermaksud mengutip sebagian besar “surat terbuka” Anda ini di naskah buku terbaru saya, Misteri di Balik Senyum Teh Ninih, yang akan diterbitkan oleh Penerbit Hikmah (Kelompok Mizan). Isi (gagasan inti) “surat” ini tidak saya ubah. Hanya saja, kata-kata yang saya rasakan emosional saya “sensor”. Mudah-mudahan Anda rela.

  58. 59 irwan 18 Desember 2006 pukul 1:12 pm

    Seprtinya Asyik juga nih!!

    UU Poligami sekarang lagi direvisi

    Kenapa ga sekalian bikin
    UU Perselingkuhan dan Perzinahan
    Itu Mesti!!

    Salam buat semua

  59. 60 Amd 18 Desember 2006 pukul 1:20 pm

    @ alex
    Sabar aja Lex, semua kita tau kok. Mana yang pengecut mana yang enggak.
    “kalo mau emosian ama guaaaaa
    sebutin aja alamat luuuu”

    Yang ndak naroh link ke alamat blognya sendiri siapa ya? Itulah yang bisa kita sebut sebagai pengecut!

  60. 61 irwan 18 Desember 2006 pukul 1:40 pm

    Manusia sekarang ini emang aneh :-?

    Dikasih yang enak syah dan halal malah sok tidak mau….
    Ehhh malah yg di larang, susah harus umpet2-an terus pake bayar malah di kerjain.

    Maaf saya juga manusia tapi InsyaAllah ga kaya gitu :)
    #:-s

  61. 62 wadehel 18 Desember 2006 pukul 2:31 pm

    @ M Shodiq Mustika

    Boleh Pak, silahkan, ASAL:
    1# Yang disensor bagian alat kelamin saja. Diganti penis, titit atau bintang yang banyak gpp. Kalau di sensor terlalu banyak, lebih baik anda buat saja surat yang baru :P

    2# Pastikan mencantumkan link sumbernya ya, siapa tahu saya jadi seleb blog, hihihi.

    FYI: Ada pihak lain yang juga ingin memuat surat terbuka ini dalam buku mereka, mungkin tanpa sensor. Saya ga ngerti gimana hukumnya kalo banyak yang muat, menurut saya sih asik aja.

    Selamat berkarya Pak!

  62. 63 itkaS lotnoK 18 Desember 2006 pukul 3:26 pm

    waspadalah kalian umat beriman terhadap tulisan propaganda dari wadehel ini. Sudah berulang kali dinyatakan bahwa poligami itu boleh! TITIK. Yang menentang semuanya harus masuk NERAKA! Saya yang ganteng, kaya raya, dan ber-titit gede ini akan menolong kalian para wanita2 kesepian dengan mengawini kalian untuk menjadi istri saya yang ketiga dan keempat (kebetulan masih ada 2 slot lagi). Tentu saja kalian harus lulus qualifikasi dibawah ini:
    - berpenampilan menarik
    - ber-nenen lumayan gede
    - fresh graduate are welcome
    - memiliki sertifikat model
    - minimum pengalaman di foto seksi selama 1 tahun

    silahkan kirimkan CV beserta foto bugil terbaru anda di lotnok@kemem.co.id

    @buat wadehel
    coi, gua rencana mo buat blog nih, tapi bingung buatnya dimana. Kalo di wordpress cocok gak untuk orang ganteng kayak gua ini

  63. 64 irwan 18 Desember 2006 pukul 3:31 pm

    Maaf….
    Diatas saya lihat ada yg nyebut Anda (Wadehel) itu KAFIR..

    Saya kira itu berlebihan Anda bukan kafir tapi sepertinya dekat sekali ke arah FASIK…

    Cari sendiri devinisi fasik..

    Tapi penilan kafir, munafik, maupun fasik kita sepertinya tidak berhak menilai yg bisa menilai hanya ALLAH SWT, karena kita tidak tahu hati seseorang, namun seprtinya kita cuma biosa menerka-nerka kaya apasih orang ini..

    Sekali lagi saya mohon maaf jgn tersinggung yaa…

  64. 65 Mbahkeman 18 Desember 2006 pukul 3:41 pm

    Manusia.. mengandung 3 unsur alami..

    1, bernafas bau.. kalau pendapatnya.. merasa benar…
    2, berkentut bau jika pendapatnya itu tak mendapat dukungan
    3, barbau bangkai jika akan mengetaui kebenaran sejati..

    Saya ini yakin akan kebenaran TUHAN.. tapi kalau melihat.. orang yang meyampaikan ayat-ayat Tuhan yang merasa hampir menjadi Tuhan.. ingin rasanya saya menjadi Tuhan untuk orang itu…

    kebenaran di dunia kuncinya adalah kebaikan untuk manusia itu…

    kalau poligami di anggap banyak baiknya jalanin aja…
    tapi kalo banyak sebaliknya..ya buang jauh2

    Nabi Muhammad dan AlQuran selalu menjadi korban keganansan Nafsu manusia untuk mendukung poligami

    kasihan….

  65. 66 JuliaPere 18 Desember 2006 pukul 3:49 pm

    Btw, ada yang ngomong tentang Mormon mau ikut komen ah…

    Setau saya penganut Mormon emang dari dulu banyak banget yang poligami. Gak tanggung-tanggung, belasan ampe puluhan istri. Pendiri Mormon, Joseph Smith, kalo gak salah juga punya banyak istri. Tapi, Mormon ato Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir (GYKOSZA) yang sekarang udah secara resmi melarang poligami. Mereka yang gak setuju dengan keputusan gereja mereka, memecahkan diri membentuk sempalan-sempalan. Mereka hidup di kota-kota kecil di perbatasan-perbatasan di negara bagian Utah, AS. Kota-kota ini biasanya dipimpin oleh walikota yang juga pendetanya yang memimpin secara teokratis. Sayangnya, istri-istri poligami mereka yang tua-tua banyak gadis muda berusia belasan tahun!

    Mormon di Indonesia (di kota saya aja udah ada dua gereja Mormon loh!) kayaknya ya penganut Mormon GYKOSZA yang udah ngelarang resmi poligami.

    Mau baca-baca lagi tentang Mormonisme, lihat aja: http://www.teleport.com/~packham/

    Btw, Salt Lake City, “Mekkah”-nya dunia Mormon di Utah, AS yang terkenal konservatif, ketat dan relijius adalah kota pengakses seks dan pornografi internet terbesar di Amerika padahal penduduknya aja cuma 200,000. Bayangkan, bayangkan!

    Baca: http://www.daylightatheism.org/2006/12/sex-and-consequence.html#comments

  66. 67 irwan 18 Desember 2006 pukul 6:48 pm

    Saya setuju poligami harus diatur UU.
    Tapi Anda juga harus setuju ada UU Perselingkuhan dan Perzinahan.

  67. 68 sekeon 19 Desember 2006 pukul 8:57 am

    poligami menghancurkan respek wanita !
    juga respek keluarga.
    wanita dengan ini di jadikan seperti alat pelampias kebutuhan sex pria saja sementara perkembangan otaknya terbatas di tempat tidur saja.
    siapa sih yang bangga bisa bilang: aku istri kedua atau ketiga?
    atau bilang:kakak perempuanku atau adikku atau ibuku di madu oleh suami orang?
    selain itu poligami adalah sumbernya epidemi aids ! gonta ganti main sama perempuan. hanya perempuan yang jorok atau yang naif setuju ini.
    poligami juga yang menjadikan malapetaka buat negri/bangsa! sebab bukan saja martabat/respek internasionalnya yang akan jatuh tapi juga yang membuat kemiskinan semakin banyak. coba bayangkan apa yang terjadi jika suaminya mati atau di pecat dari kerjaannya?gimana dia musti kasih makan/kehidupan buat istri2nya dan anak2nya? akhirnya istrinya kerja sebagai pelacur dan meluaskan epidemi aids lagi,dan kriminal karna logis juga orang yang lapar pasti tidak bisa pikir panjang dan lakukan apa saja demi kelaparannya…
    akhirnya dimana mana gelandangan,anak kecil yang tidur di jalan raya,dan segala bentuk kriminal!
    ini kah kebanggaan kita …bangsa indonesia ?? ataukah kita tutup masalahnya agar jangan malu dan pura pura jadi orang alim setiap hari sembahyang ? munafik.
    tampangnya saja alim sementara hati dan pikirannya busuk.
    banyak saja alasan2 seseorang untuk untuk berpoligami demi kebutuhaan sexnya,ada saja yang pakai agama sebagai mengedokin kenaiffannya atau ada yang bilang berpoligami demi menolong wanita yang miskin….padahal menolong orang bukan berarti malah menjatuhkan respeknya atau mengawininya! bantu orang banyak sekali caranya bukan saja semacam dana tapi bisa juga mental.

  68. 69 erander 19 Desember 2006 pukul 2:08 pm

    Baru kali ini, saya membaca alasan yang masuk akal mengapa seseorang menolak poligami. Good. Saya bukan penganjur poligami tapi juga bukan melarang. Kembali lagi pada diri kita sendiri.

    Jangankan yang dibolehkan oleh agama. Yang dilarang oleh agama aja dilakukan orang seperti berjudi, minum minuman keras dsbnya. Jadi, wacana2 yang ada hendaknya membuat kita semakin bertakwa.

    Setiap perbuatan akan kembali pada pembuatnya. Tidak akan pernah tertukar. Kita tidak akan mempertanggungjawabkan perbuatan orang lain. Kita hanya akan mempertanggungjawabkan perbuatan kita sendiri.

    Ayo terus berbeda dan berwacana. Good. Tapi ingat. Jangan hanya berwacana atau berkata saja. Kita amalkan. Ok kawan2 semua. Sip lah.

  69. 70 andrias ekoyuono 19 Desember 2006 pukul 5:00 pm

    pokoknya saya dan istri sepakat tidak akan menentang atau menyalahkan orang lain yang berpoligami. Tapi Insya Allah saya tidak akan berpoligami
    *komen ku tetep sama ya* heheheehhe

  70. 71 wadehel 19 Desember 2006 pukul 11:45 pm

    @ Itkas Lotnok
    Menurut saya WordPress itu cukup mudah. Orang tidak harus waras untuk memiliki blog di wordpress. Coba saja :D
    Btw, gimana dengan lowongannya, udah ada yang melamar?

    @ Irwan
    Bikin lagi aja kalo gitu pak:
    FASIK KAMU!!!™ keren kan?

    @ Mbahkeman
    Saya ikut sedih Mbah, emang, kasihan sekali *terharu*

    @ JuliaPere
    Iya, saya bayangkan kok.
    *membayangkan jadi pimpinan mormon*

    @ Sekeon
    Pernah dengar lagu seperti ini?
    Rasul menyuruh kita, mencintai anak yatim…
    Rasul menyuruh kita, mengasihi orang miskin…

    Menolong sambil mengawini… hmmm… halal sih, tapi…

    Eh, dari multiply sampe sini juga :D Kok tidak mencantumken alamat blog sih?

  71. 72 -maynot- 20 Desember 2006 pukul 10:01 am

    Hmm.. gw harusnya sudah muak, karena udah bikin tetralogi blog tentang ini.. HAHAHAHA.. Tapi gak tahan juga buat ngomentarin ;).

    Gw termasuk yg berpendapat mirip sama si ibu yang baru menikah itu. Bukaaaan.. karena gw agamis.. ;). Lebih karena gw mengamalkan motto yg ada di bawah kata WADEHEL itu: semua hal di semesta ini bisa benar tergantung dari sudut mana si pengamat melihat.

    Termasuk juga poligami. Dari sudut si pengamat di sini, poligami mungkin sama rata: masalah memuaskan k*nt*l belaka. Well.. saya sendiri gak punya k*nt*l.. hehehe.. tapiii, saya kok nggak yakin bahwa SEMUA poligami itu urusan memuaskan k*nt*l ;). Semua balik lagi harus dilihat kasus per kasus DAN dari sudut yang berbeda2.. ;) Karena semua hal di semesta ini bisa benar tergantung dari sudut mana si pengamat melihat ;)

    *dan yang dilihat si pengamat belum tentu kebenaran yg hakiki*

  72. 73 irwan 20 Desember 2006 pukul 11:37 am

    Jangan marah gitu dong..

    Khan baru mendekati, dan itu juga cuma kira2

    Manusia mudah sekali berbuat keliru dan salah, oleh sebab itu kita wajib saling mengingatkan kebenaran hanya milik ALLAH SWT sombong adalah pakaiannya, manusia tak pantas memakainya.

    Sekali lg mohon maaf

  73. 74 daud 21 Desember 2006 pukul 1:09 pm

    itu ajaran agama om. yg saya binun kenapa umatnya sendiri menentang ajaran agamanya sendiri. kalau tidak suka ya ganti agama lain atau jadi atheis saja sekalian.

  74. 75 irwan 21 Desember 2006 pukul 3:13 pm

    @daut,
    Jangan terlalu saklek ntar kamu disuruh bilang:
    ATHEIS KAMU!!
    Natar jadinya khan ga sehat.

  75. 76 jhon sapulete 21 Desember 2006 pukul 4:53 pm

    udah deh, baik yang pro maupun anti poligami, ngaji dulu yang benar. setelah itu baru bicara. ilmu baru secuil gayanya udah seperti ustadz aja.

  76. 77 Tukangkomentar 22 Desember 2006 pukul 12:56 am

    Oh, gitu, ya, jadi kalau pintar ngaji jadi banyak ilmunya.
    (sambil manggut-manggut).
    Oh, jadi yang nggak bisa ngaji nggak boleh tanya atau diskusi, ya?
    (manggut, manggut lagi, sampai pusing).
    Oh, jadi kalau pandangan terhadap agama itu kritis, berarti menentang agama. Jadi orang-orang gitu nggak perlu dijelaskan atau dijawab, lebih baik ganti agama atau jadi atheis saja.
    (lebih seru lagi manggut-manggutnya).
    Ah, malas mikir lagi ah, nanti masuk surga jadinya.
    :) :() :)

  77. 78 budi 22 Desember 2006 pukul 9:32 am

    @john

    gaya ustadz itu gimana ya ?

    *ngebayangin yang khotbah berbusa busa di TV, ato yg jerit-jerit di masjid sebelah*

  78. 79 Mas Bejo Sekali 22 Desember 2006 pukul 8:21 pm

    Hehehehe…. ribut soal poligami… Sebagai laki-laki saya lebih ribut soal poliandri… :-) Mungkin tulisan di atas cocok di-copy dan dikirim ke wanita Hisbut Tahrir (tulisannya benar gak?) yg kemaren demo pro poligami. O jadi alasannya ga setuju poligami karena ngga mau adik perempuannya, ibunya, sodaranya, sepupunya di-”sakiti”, diperlakukan “tidak adil”. Mestinya para wanita di-training atau dilatih atau diapain gitu supaya bisa menolak dan berkata “tidak” bila ada laki-laki yang mau mengawininya sebagai istri kedua, ketiga atau keempat. Sayangnya banyak wanita yg suka atau oke-oke aja dijadikan istri kesekian. Belum lagi para wanita yg menganggap hal itu sebagai sesuatu yg benar menurut agama seperti para wanita pro poligami yg tergabung dengan HTI itu.

    Sebagai laki-laki, saya ada perasaan kurang suka atau mungkin cemburu ketika teman dekat saya dipacari oleh seorang pria bristri… tapi si teman juga bikin mangkel (pasti cemburu nih hihihi) kok mau dipacari padahal dia dah tau si laki dah beristri…. dah ah… malas ngomong soal poligami… dah umur segini satu istri pun belum punya. Hidup poligami!!!

  79. 80 thony 2 Januari 2007 pukul 2:26 am

    sebenarnya polygami boleh2 saja.kenapa harus sewot.gitu aja
    kok repot2.selama tdk bertentangan dg hukum islam dan dari pada berzina.disini mungkin hrs ada batasan dn tujuan yg jelas.minimal hrs memenuhi kriteria sbb:
    1. tdk bertentangan dg agama
    2. bertanggung jawab
    3. berlaku adil
    4. semata2 bertujuan utk menolong
    5. dapat memenuhi kebutuhan hidup
    6. tdk melebihi dari 4 wanita yg telah dinikahi
    7. minimal diketahui oleh calon istri berikutnya,bahwa dia
    telah menikah.
    jangan biarkan orang2 yg akan merubah dan mengobok2
    ketentuan hukum2 islam.hanya allah lah yg mengetahui maksud dan tujuan diadakanya hukum2 tsb.

  80. 81 tukangkomentar 2 Januari 2007 pukul 3:03 am

    Kembali kepada sebuah pertanyaan:
    Hukum mana yang berlaku di Indonesia? Hukum Islam atau Hukum Negara?
    Bagaimana kalau Hukum islam bertentangan dengan Hukum Negara, mana yang berlaku?
    Apakah poligami diijinkan menurut hukum negara?
    Kalau diijinkan berarti kaum mormon juga diijinkan untuk polgini di Indonesia?
    Sekali lagi: ini mengenai masalah poligini dan bukan poligami! Mbok ya ngerti dulu arti istilahnya, supaya jangan kepeleset.
    Kalau anda-anda ini menyetujui poligami, berarti anda setuju juga poliandri, karena poliandri/poligini/poliginandri itu merupakan bentuk-bentuk dari poligami.

    thony :
    satu syarat anda lupakan (atau memang untuk anda nggak penting?): istri pertama harus ikhlas lahir-batin.
    Betul, ndak?

  81. 82 Anonymous 4 Januari 2007 pukul 3:56 pm

    simple…
    posting yang menggambarkan bangsa ini…
    banyak bicara (dan comment), sedikit ilmu dan pemahaman…
    (just like this comment

  82. 83 tukangkomentar 5 Januari 2007 pukul 12:14 am

    anonim:
    ilmu apa maksudnya? Kalau ilmu yang untuk masuk surga, yaah, saya nyerah deh.
    Pemahaman apa, maksudnya? Kalau pemahaman yang cocok dengan yang diharapkan oleh para “mainstreamer”, yah, nyerah lagi dah!
    (lariii! sambil hati-hati supaya nggak kepeleset masuk surga … ehh, neraka).

  83. 84 anpol 7 Januari 2007 pukul 8:47 pm

    buat siapapun yang berpoligami terutama aa gym,kelakuan anda semakin memperburuk islam dimata dunia…
    berpoligami adalah satu-satunya cara para kafir untuk memperburuk agama kita
    tolong jangan jadikan agama untuk tameng menututupi napsu kalian …

  84. 85 org_taubat 16 Januari 2007 pukul 7:46 pm

    gue memang orang yang tdak tau banyak islam tp gue baru nyadar orang yang menentang poligami rata2 bukan orang yang islami dan baik2, komentar dan kata2nya tidak menjadikan solusi tp hanya menghina, dilain pihak gue lihat di di berbagai media cetak tv/radio/koran dll orang2 yang mendukung poligani adalah orang2 islam yang taat dan istri istri yang solehah, sngat kontra dngan para wanita dan bapa2 yang menentang ! gue baru nyadar sekarang mana yang benar dan yang salah!

  85. 86 Saiful Adi 23 Januari 2007 pukul 2:47 pm

    benar pak org_taubat, betuldeh sampean semoga Allah swt memberi kepahamankepada kita semua

  86. 87 tukangkomentar 23 Januari 2007 pukul 7:39 pm

    org_taubat,
    coba baca komentar-komentar saya, mana yang menghina agama anda. Mengenai orang baik atau tidak, hanya Tuhan (Tuhan anda dan Tuhan saya dan Tuhan-Tuhan yang lain yang berhak memutuska. Bukan kita-kita semut-semut tak berarti ini).
    Selamat masuk surga!
    :)

  87. 88 kakilangit 25 Januari 2007 pukul 12:19 am

    wekekeke..ternyata disini seru juga..
    aku sepakat dengan:
    ———————–
    Tapi jangan larang kami bila kami teriakkan juga keberatan kami, karena mereka juga ibu kami. Mereka saudara kami. Mereka putri-putri kami.
    ———————–

    tapi inget dong mas dehel, anda, dengan tulisan anda ini, sedang ngomongin keluarga siapa? mang keluarga sampean? kan enggak. mbok ya biarin mau poliganmi kek, mau apa kek, terserah.

    kalo aku sih lebih menjagogan poligami (aku bukan seseorang yang pengen poligami lo..) dari pada aksi mursal oknum DPR yang satu itu.

  88. 89 goddebris 25 Januari 2007 pukul 11:55 am

    hem. ini juga lumayan seru neh.
    tapi coba deh para homo sapiens yang bercokol disini untuk lebih result oriented dalam memandang suatu fenomena. istilah kerennya punya visi kedepan gitu loh. ok. here we go.
    poligami itu sendiri. seperti biasa. adalah sebuah aturan. dan dalam menerapkan aturan harus dilihat hasil yang ingin dicapai. sebuah aturan dapat diterapkan pada satu waktu dan dapat juga tidak. kemampuan dari menerapkan aturan itu yang homo sapiens “rasul limited edition” dengan homo sapiens “trial version” (sorry kebanyakan homo sapiens yang saya kenal kualitasnya ngga’ lewat dari trial version). contoh:
    poligami jaman rasul adalah sarana memperkuat kekuatan politik. pada zaman itu koalisi politik biasa diperkuat dengan kawin (seorang raja memberikan anaknya untuk kawin sama raja lain supaya koalisinya lebih ok) begitu juga dengan rasul. dengan mengawini banyak wanita dari berbagai suku rasul memiliki legitimasi untuk memimpin beberapa suku berbeda. ini tidak mungkin dicapai jika rasul tidak berpoligami.
    poligami jaman aa gym adalah tidak/belum memiliki tujuan yang jelas. dari keterangan yang doi berikan (dalam email yang saya terima) doi menjelaskan bahwa yang doi lakukan adalah menegakkan aturan agama. tujuan ini terdengar hipokrit namun sebenarnya acceptable. dengan melakukan ini doi sebenarnya mengetes tingkat kesetiaan pengikutnya. jika sudah terbukti (kita masih harus tunggu) maka doi dapat melaju ke fase berikutnya yaitu fase “redefinisi-nilai”. tapi karena doi tidak memiliki definisi platform yang kuat dan roadpath yang jelas tindakannya ini masih dikatagorikan sebagai “trial version”.
    …. cape ngetik … dah dulu yach? …

  89. 90 saya lagi 26 Januari 2007 pukul 4:15 pm

    aku suka kamu heeellll…:)
    sukaaaaa sekaliiiii……
    maksudnya tulisanmu hel :)
    aku punya ibu,punya saudara perempuan dan putri & cucuku kelak…

  90. 91 sekeon 19 Februari 2007 pukul 9:05 am

    kalian tahu kenapa pil viagra laris sekali di arab ??
    - karna para sikh yang punya banyak istrinya itu (harem) kini bisa setiap hari ngembatin istri2nya…

    kalian tahu kenapa di arabs (tanah suci) kini penyakita aids lagi epidemi ?
    - karna para sikh waktu ngembatin bini2nya males pake kondom yang akhirnya karna gonta ganti ngembatin istri2nya itu , akhirnya virus aids timbul cepat dan karna para pengawal si sihk ini juga boleh cobain istrinya akhirnya virus aids di tanah suci semakin populer….halal !

  91. 92 stupid folks 19 Februari 2007 pukul 9:11 am

    gw pilih agama gw karna agama gw doyan sex,malah anjurin gw untuk “gang bang”…ngewe barengan

  92. 93 Ali 27 Maret 2007 pukul 11:44 am

    Salam Sejahtera..Orang Oon tuh..kalu komentar tentang poligami bisanya pake dengkul yah.

    Sok membela perempuan dan sok bisa menempatkan perempuan sebagai makhluk mulia.

    Ha ha haaa…On OOn..Wadehel…kamu tuh Si Bloon yang ngaku pinter yahhh..muslim kmu OON? Mungkin ya..tapi gaya bicara dan pemikirannmu persis salibis…

    Salam Buat kamu Yng OON damn para pengekormu yah…

  93. 94 Ali 27 Maret 2007 pukul 11:51 am

    Lagi yahhh..Kamu Yang Anti poligami dan mikirnya pake sikut and dengkul..ngaca dulu perilakumu..jangan sok bijak dan pembela wanita…sapa tuh..tadi yang komentar disamperin ama pelacur di bungalow..he he..dah kebiasaan kali yahhh..dah puas…ngak ingin nyakitin istrimu lagi haaaah???? Apa sepilis dan raja singa dah menjalar kemana2 sehingga baru ingat istri??? He hee….yang lain juga nichhh..jangan semakin OON komentarnya. Apa kamu kristen heh…tuhh..urusin aja bool pausmu. Dasar OOOOOOONNNNNNNN loh

  94. 95 Ali 27 Maret 2007 pukul 11:54 am

    oooooNNN oonnn..APA LAGI YANG KOMENTAR DIATASKUUU TUHHH..kerjaan njilatin pantat pastur..nahhhh..saking ketagihannya..dia TUHHH diboolin mauuu…ha ha haaa…on oon..Nungging sana?

  95. 96 Ali 27 Maret 2007 pukul 11:57 am

    Kamu semua mang bangsat salibis..YANG MUSLIM MINGGIR DARI ARENA kotor macam gini. Kalu forum ini bukan virtual dah kugerus tau ngakkkk…biar pantatmu semua hancur berkeping keping lohhhh

  96. 98 Death Berry 27 Maret 2007 pukul 5:34 pm

    Weks, Jahiliyah datang lagi.

  97. 99 adhestya 18 April 2007 pukul 5:26 pm

    katrok!!! ndeso!! byk bgt yang pinter ngom di indonesia tercinta ini.. hoby komentar sudah menggurita..inget suatu sat Islam akan dianggap ASING, dan beruntunglah orang-orang yang juga dianggap asing.
    HIDUP POLIGAMI…SELAMANYA HIDUP POLIGAMI.. ingt lagi, neh aturan Tuhan Bos..brani bgt kalian mengharamkan yang udah dihalalkan ama Tuhan.. memangnya siapa yang kasih modal kalian hidup?? hah!!!

  98. 100 Gunawan 1 Mei 2007 pukul 1:29 pm

    Mas Wadehel, Anda itu agak double standard. kalau anda adalah pengikut aliran anti dominasi dalam beragama, maka sudah selayaknya pula Anda menghormati mereka yg berpendapat bahwa poligami adalah sesuatu yg berpahala. dan membiarkan pula mereka mempropagandakannya pula, tak perlu menghujat mereka, ini adalah sebuah pilihan dalam beragama. sebagia mana anda juga mempropagandakan paham antipoligami, tak perlu menuduh mereka memanfaatkan agama demi memuaskan kontol (tida perlu disensor, setaiap kata mewakili maknanya sendiri). karean anda tidak tahu isi hati mereka. dan yang membela poligami pun tak perlu menghina dan menhujat kaum antipoligami, cukup anda yang merasa bahwa poligami itu adalah hak dalam beragama mengatakan para antipoligami sebagai orang yang membenci aturan dari Zat Yang Amat Sangat Mencintai mereka.

    Para ulama berbeda pendapat sangat keras, tak perlu mereka saling menhgina. Imam Syafi’i mewajibkan qunut, imam Malik membid’ahkannya. tak perlu saling cela. cukup katakan saja pendapat Anda.

    Kalaulah Wadehel merasa bahwa poligami tidak ada dalam Islam, cukup berikan dasar hukum dan argumennya dengan dasar hukum dari Al Quran.

    alangkah baiknya jika Wadehel mengatakan bahwa secara ilmu psikologi poligami itu merugikan wanita. itu lebih adil ketimbang menguhujat mereka yang berkeyakinan diperbolehkannya poligami secara agama. karena secara qath’i memang hukumnya diperbolehkan, para sahabat, bahkan Kanjeng Nabi pun berpoligami, tidak ada keraguan atas diperbolehkannya poligami. bahwa kemudian ditemukan banyak kasus pria yg memanfaatkan kebolehan ini untuk merugikan wanita tidak akan mengubah hukum kebolehan poligami.

    seandainya dalam suatu negar aada aturan bahwa siapa saja yg shalat akan dihukum mati, tidak akan mengubah hukum wajibnya shalat.
    bahwa banyak pria ngaco menerapkan kebolehan poligami, tidak akan membuat hukum poligami menjadi haram. yang haram adalah perbuatan merugikan wanitanya.

    analoginya: bahwa banyak kecelakaan terjadi di jalan raya tidak akan membuat jalan raya kemudian dipersalahkan atas kecelakaan yg menimpa pengendara sehingga jalan raya kemudian ditutup, yag dipersalahkan adalah cara berkendara, kelengkapan kendaraan, dan kondisi pengendara itu sendiri.

    Agama bukan legitimasi atas sebuah kejahatan, namun sebuah ekses jug a bukan legitimasi atas pelarangan sebuah kebolehan.

    Alasan mengapa Rasul berpoligamy adalah hikmah dan bukan asbabunnuzul dari kebolehan poligami. adalah kurang tepat jika kemudian poligami dilarang hanya karena suatu konteks yg juga masih merupakan pendapat bukan suatu hukum.

    kemuidan untuk anggapan bahwa janji surga bagi wanita yg mau dipoligami adalah sebuah penipuan, wah saya gak bisa membuktikan, sebagai mana Anda juga tidak bisa membuktikan, karena kita belum pernah ke akhirat dan balik lagi ke sini untuk cerita secara empiris “oh ternyata yg ikhlas dipoligami itu gak dapat apa-apa.”
    ini sama dengan kondisi di lubang hitam, ada yg pernah ke sana? tapi mengapa Chandrasekar bisa membuat definisi keadaan di sana? dan mengapa Anda percaya? (Karena Chandrasekar ahlinya).

    Sama juga dengan mereka yang percaya pada perkataan Muhammad sebagai konsekuensi pernyataan syahadat mereka. maka ketika Muhammad bercerita mengabarkan tentang hal-hal yg belum terjadi (surga, neraka, kiamat, balasan kebaikan dlll) orang yg sudah bersyahadat akan percaya, sebagi konsekuensi pernyataan mereka bahwa Muhammad rasul Tuhan. maka ketika Muhammad menyatakan bahwa wanita yg ikhlas dipoligami akan mendapatkan surga ya mereka yang telah bersyahadat akan mempercayainya, itu sebuah konsekuensi logis. bila Anda tidak percaya pada perkataan Muhammad, maka otomatis, kerasulannya bagi Anda sudah batal.
    Islam itu mudah tdk ada paksaan, ahli fikih sudah bersepakat tentang kebolehan poligami, bila kemudian ada yng berpendapat bahwa poligami itu sekarang jadi haram hukumnya ya monngo ditunjukkan dalil2nya.
    kalau kemudian Anda menganggap poligami tidak baik menurut ilmu psikologi maka itu hak Anda, namun kalau kemudian Anda menghujat mereka yg mendukung poligami karena alasan agama, maka tolong TUNJUKKAN DALIL Anda, karena urusan agam adalah urusan dalil bukan asumsi maupun jurnal, serta penelitian, dan sampling psikolog.
    karena secara umum nilai eksak dari ilmu psikologi sangat rendah bila dibandingkan ilmu fisika dan matematika. ilmu psikologi lebih banyak menggnakan sampling, penelitian, yg semuanya hanya berdasarkan empirisme yg tidak dapat berlaku global dan eksak.

    senyum yuk!

  99. 101 astikirna 1 Mei 2007 pukul 2:52 pm

    ga ada habisnya dech klo ngomongin ttg poligami….

    numpang lewat ya wedehel…

  100. 102 Johans 1 Mei 2007 pukul 5:52 pm

    Tolong jelaskan apa yang dimaksud dengan KONT*L itu.

  101. 103 Gunawan 2 Mei 2007 pukul 8:43 am

    Mas Johans kalau sampeyan tidak ngeles tak jawabin ya:
    Kont*l (jika saya tidak salah asumsi, maka yg dimaksudkan adalah kata “kontol” walaupun ejaan yg benar seharusnya “konthol”) itu adalah alat kelamin eksternal pria dalam bahasa Jawa. secara konotatif memiliki makna yg peyoratif sehingga jarang digunakan karena dianggap cabul oleh masyarakat Jawa. Orang jawa lebih suka menggunakan kata “thithit” (tapi biasanya ini untuk anak kecil) atau “manuk” yang berarti juga “burung” dalam Bahasa Indonesia. begitu Mas Johans, mudah-mudahan membeikan sedikit tambahan pengetahuan buat Anda.

  102. 104 Mr.Nunusaku 9 Mei 2007 pukul 12:25 am

    Nabi Muhammad aja bisa kawin sampai sepuluh…anak mantunya (Zainab)
    dirampas dan dinikasih…apa lagi pengikutnya kalau sogo gurunya bisa semacam itu….kami kan pengikutnya pasti mengikuti teladan nabih Muhammad…bisa saja kawin sampai empat..kan tak ada masalah
    karena hukum islam sudah mengaturnya.

  103. 105 Zorion Annas 11 Juni 2007 pukul 9:20 pm

    Poligami atas nama agama. Padahal jelas sekali poligami merendahkan derajat wanita. Membunuh juga atas nama agama. Kekerasan atas nama agama. Kenapa menjadi begini?

    Waktu jaman Majapahit, orang Jawa (Gajah Mada, dll) membuat nusantara makmur dan jaya. Orang jawa berkebudayaan tinggi, kreatif dan toleran.
    Setelah Islam masuk di Jawa, negara kita hancur korban dari penajahan
    Belanda, Jepang, dsb. Korban dari korupsi, kekerasan/teror, malapetaka. Dan korban dari imperialisme Arab (Indonesia adalah negara pemasok jemaah haji yang terbesar di dunia). Orang-orang Arab ini memang hebat sekali karena telah berhasil menemukan cara untuk memasukkan devisa. Imperialisme Arab ini memang sangat kejam. Turun-temurun sampai anak-cuku. Nusantara harus membayar “pajak” kepada Imperialisme Arab ini dengan alasan: menjalankan rukun Islam.
    Bagaimana caranya supaya orang Jawa kembali bisa memakmurkan negara kita yang tercinta ini?

  104. 106 hatinurani21 16 Agustus 2007 pukul 4:58 pm

    Di Forum Religiositas Agama, saya menemukan artikel yang menarik sekali. Ini situsnya: http://hatinurani21.wordpress.com/

    MENGAPA KEBUDAYAAN JAWA MENGALAMI KEMUNDURAN YANG SIGNIFIKAN?

    Pengantar

    Manusia Jawa adalah mayoritas di Indonesia. Nasib bangsa Indonesia sangat tergantung kepada kemampuan penalaran, skill, dan manajemen manusia Jawa (MJ). Sayang sekali s/d saat ini, MJ mengalami krisis kebudayaan; hal ini disebabkan Kebudayaan Jawa (KJ) dibiarkan merana, tidak terawat, dan tidak dikembangkan oleh pihak2 yang berkompeten (TERUTAMA OLEH POLITISI). Bahkan KJ terkesan dibiarkan mati merana digerilya oleh kebudayaan asing (terutama dari timur tengah/Arab). Mochtar Lubis dalam bukunya: Manusia Indonesia Baru, juga mengkritisi watak2 negatip manusia Jawa seperti munafik, feodal, malas, tidak suka bertanggung jawab, suka gengsi dan prestis, dan tidak suka bisnis (lebih aman jadi pegawai).
    Kemunduran kebudayaan Jawa tidak lepas dari dosa regim Orde Baru. Strategi regim Soeharto untuk melepaskan diri dari tuannya (USA dkk.) dan tekanan kaum reformis melalui politisasi agama Islam menjadikan Indonesia mengarah ke ideologi Timur Tengah (Arab). Indonesia saat ini (2007) adalah kembali menjadi ajang pertempuran antara: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. (mohon dibaca artikel yang lain dulu, sebaiknya sesuai no. urut)

    Boleh diibaratkan bahwa manusia Jawa terusmenerus mengalami penjajahan, misalnya penjajahan oleh:
    - Bs. Belanda selama 300 tahunan
    - Bs. Jepang selama hampir 3 tahunan
    - Regim Soeharto/ORBA selama hampir 32 tahun (Londo Ireng).
    - Negara Adidaya/perusahaan multi nasioanal selama ORBA s/d saat ini.
    - Sekarang dan dimasa dekat, bila tidak hati2, diramalkan bahwa Indonesia akan menjadi negara boneka Timur Tengah/Arab Saudi (melalui kendaraan utama politisasi agama).

    Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah terpaan berbagai krisis yang tak pernah selesai dialami oleh bangsa Indonesia. Politisasi uang dan agama mengakibatkan percepatan krisis kebudayaan Jawa, seperti analisa dibawah ini.
    Gerilya Kebudayaan
    Negara2 TIMTENG/ARAB harus berjuang sekuat tenaga dengan cara apapun untuk mendapat devisa selain dari kekayaan minyak (petro dollar), hal ini mengingat tambang minyak di Timur Tengah (TIMTENG/Arab) adalah terbatas umurnya; diperkirakan oleh para ahli bahwa umur tambang minyak sekitar 15 tahun lagi, disamping itu, penemuan energi alternatip akan dapat membuat minyak turun harganya. Begitu negara Timur Tengah mendapat angin dari regim Orde Baru, Indonesia lalu bagaikan diterpa badai gurun Sahara yang panas! Pemanfaatan agama (politisasi agama) oleh negara asing (negara2 Arab) untuk mendominasi dan menipiskan kebudayaan setempat (Indonesia) mendapatkan angin bagus, ini berlangsung dengan begitu kuat dan begitu vulgarnya. Gerilya kebudayaan asing lewat politisasi agama begitu gencarnya, terutama lewat media televisi, majalah, buku dan radio. Gerilya kebudayaan melalui TV ini sungguh secara halus-nylamur-tak kentara, orang awam pasti sulit mencernanya! Berikut ini adalah gerilya kebudayaan yang sedang berlangsung:
    - Dalam sinetron, hal-hal yang berbau mistik, dukun, santet dan yang negatip sering dikonotasikan dengan manusia yang mengenakan pakaian adat Jawa seperti surjan, batik, blangkon kebaya dan keris; kemudian hal-hal yang berkenaan dengan kebaikan dan kesucian dihubungkan dengan pakaian keagamaan dari Timur Tengah/Arab. Kebudayaan yang Jawa dikalahkan oleh yang Timur Tengah.
    - Artis2 film dan sinetron digarap duluan mengingat mereka adalah banyak menjadi idola masyarakat muda (yang nalarnya kurang jalan). Para artis, yang blo’oon politik ini, bagaikan di masukan ke salon rias Timur Tengah/Arab, untuk kemudian ditampilkan di layar televisi, koran, dan majalah demi membentuk mind set (seting pikiran) yang berkiblat ke Arab.
    - Bahasa Jawa beserta ungkapannya yang sangat luas, luhur, dalam, dan fleksibel juga digerilya. Dimulai dengan salam pertemuan yang memakai assalam…dan wassalam…. Dulu kita bangga dengan ungkapan: Tut wuri handayani, menang tanpo ngasorake, gotong royong, dsb.; sekarang kita dibiasakan oleh para gerilyawan kebudayaan dengan istilah2 asing dari Arab, misalnya: amal maruh nahi mungkar, saleh dan soleha, dst. Untuk memperkuat gerilya, dikonotasikan bahwa bhs. Arab itu membuat manusia dekat dengan surga! Sungguh cerdik dan licik.
    - Kebaya, modolan dan surjan diganti dengan jilbab, celana congkrang, dan jenggot ala orang Arab. Nama2 Jawa dengan Ki dan Nyi (misal Ki Hajar …) mulai dihilangkan, nama ke Arab2an dipopulerkan. Dalam wayang kulit, juga dilakukan gerilya kebudayaan: senjata pamungkas raja Pandawa yaitu Puntadewa menjadi disebut Kalimat Syahadat (jimat Kalimo Sodo), padahal wayang kulit berasal dari agama Hindu (banyak dewa-dewinya yang tidak Islami), jadi bukan Islam; bukankah ini sangat memalukan? Gending2 Jawa yang indah, gending2 dolanan anak2 yang bagus semisal: jamuran, cublak2 suweng, soyang2, dst., sedikit demi sedikit digerilya dan digeser dengan musik qasidahan dari Arab. Dibeberapa tempat (Padang, Aceh, Jawa Barat) usaha menetapkan hukum syariah Islam terus digulirkan, dimulai dengan kewajiban berjilbab! Kemudian, mereka lebih dalam lagi mulai mengusik ke bhinekaan Indonesia, dengan berbagai larangan dan usikan bangunan2 ibadah dan sekolah non Islam.
    - Gerilya lewat pendidikan juga gencar, perguruan berbasis Taman Siswa yang nasionalis, pluralis dan menjujung tinggi kebudayaan Jawa secara lambat namun pasti juga digerilya, mereka ini digeser oleh madrasah2/pesantren2. Padahal Taman Siswa adalah asli produk perjuangan dan merupakan kebanggaan manusia Jawa. UU Sisdiknas juga merupakan gerilya yang luar biasa berhasilnya. Sekolah swasta berciri keagamaan non Islam dipaksa menyediakan guru beragama Islam, sehingga ciri mereka lenyap.
    - Demikian pula dengan perbankan, mereka ingin eksklusif dengan bank syariah, dengan menghindari kata bunga/rente/riba; istilah ke Arab2an pun diada-adakan, walau nampak kurang logis! Seperti USA memakai IMF, dan orang Yahudi menguasai finansial, maka manusia Arab ingin mendominasi Indonesia memakai strategi halal-haramnya pinjaman, misalnya lewat bank syariah.
    - Keberhasilan perempuan dalam menduduki jabatan tinggi di pegawai negeri (eselon 1 s/d 3) dikonotasikan/dipotretkan dengan penampilan berjilbab dan naik mobil yang baik. Para pejabat eselon ini lalu memberikan pengarahan untuk arabisasi pakaian dinas di kantor masing2.
    - Di hampir pelosok P. Jawa kita dapat menyaksikan bangunan2 masjid yang megah, dana pembangunan dari Arab luar biasa besarnya. Bahkan organisasi preman bentukan militer di jaman ORBA, yaitu Pemuda Pancasila, pun mendapatkan grojogan dana dari Timur Tengah untuk membangun pesantren2 di Kalimantan, luar biasa!
    - Fatwa MUI pada bulan Agustus 2005 tentang larangan2 yang tidak berdasar nalar dan tidak menjaga keharmonisan masyarakat sungguh menyakitkan manusia Jawa yang suka damai dan harmoni. Bila ulama hanya menjadi sekedar alat politik, maka panglima agama adalah ulama politikus yang mementingkan uang, kekuasaan dan jabatan saja; efek keputusan tidak mereka hiraukan. Sejarah ORBA membuktikan bahwa MUI dan ICMI adalah alat regim ORBA yang sangat canggih. Saat ini, MUI boleh dikata telah menjadi alat negara asing (Arab) untuk menguasai
    - Dimasa lalu, banyak orang cerdas mengatakan bahwa Wali Songo adalah bagaikan MUI sekarang ini, dakwah mereka penuh gerilya kebudayaan dan politik. Manusia Majapahit digerilya, sehingga terdesak ke Bromo (suku Tengger) dan pulau Bali. Mengingat negara baru memerangi KKN, mestinya fatwa MUI adalah tentang KKN (yang relevan), misal pejabat tinggi negara yang PNS yang mempunyai tabungan diatas 3 milyar rupiah diharuskan mengembalikan uang haram itu (sebab hasil KKN), namun karena memang ditujukan untuk membelokan pemberantasan KKN, yang terjadi justru sebaliknya, fatwanya justru yang aneh2 dan merusak keharmonisan kebhinekaan Indonesia!
    - Buku2 yang sulit diterima nalar, dan secara ngawur dan membabi buta ditulis hanya untuk melawan dominasi ilmuwan Barat saat ini membanjiri pasaran di Indonesia. Rupanya ilmuwan Timur Tengah ingin melawan ilmuwan Barat, semua teori Barat yang rasional-empiris dilawan dengan teori Timur Tengah yang berbasis intuisi-agamis (berbasis Al-Quran), misal teori kebutuhan Maslow yang sangat populer dilawankan teori kebutuhan spiritual Nabi Ibrahim, teori EQ ditandingi dengan ESQ, dst. Masyarakat Indonesia harus selalu siap dan waspada dalam memilih buku yang ingin dibacanya.
    - Dengan halus, licik tapi mengena, mass media, terutama TV dan radio, telah digunakan untuk membunuh karakater (character assasination) budaya Jawa dan meninggikan karakter budaya Arab (lewat agama)! Para gerilyawan juga menyelipkan filosofis yang amat sangat cerdik, yaitu: kebudayaan Arab itu bagian dari kebudayaan pribumi, kebudayaan Barat (dan Cina) itu kebudayaan asing; jadi harus ditentang karena tidak sesuai! Padahal kebudayaan Arab adalah sangat asing!
    - Gerilya yang cerdik dan rapi sekali adalah melalui peraturan negara seperti undang-undang, misalnya hukum Syariah yang mulai diterapkan di sementara daerah, U.U. SISDIKNAS, dan rencana UU Anti Pornografi dan Pornoaksi (yang sangat bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika dan sangat menjahati/menjaili kaum wanita dan pekerja seni). Menurut Gus Dur, RUU APP telah melanggar Undang-Undang Dasar 1945 karena tidak memberikan tempat terhadap perbedaan. Padahal, UUD 1945 telah memberi ruang seluas-luasnya bagi keragaman di Indonesia. RUU APP juga mengancam demokrasi bangsa yang mensyaratkan kedaulatan hukum dan perlakuan sama terhadap setiap warga negara di depan hukum. Gus Dur menolak RUU APP dan meminta pemerintah mengoptimalkan penegakan undang-undang lain yang telah mengakomodir pornografi dan pornoaksi. “Telah terjadi formalisasi dan arabisasi saat ini. Kalau sikap Nahdlatul Ulama sangat jelas bahwa untuk menjalankan syariat Islam tidak perlu negara Islam,” ungkapnya. (Kompas, 3 Maret 2006).

    - Puncak gerilya kebudayaan adalah tidak diberikannya tempat untuk kepercayaan asli, misalnya Kejawen, dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan urusan pernikahan/perceraian bagi kaum kepercayaan asli ditiadakan. Kejawen, harta warisan nenek moyang, yang kaya akan nilai: pluralisme, humanisme, harmoni, religius, anti kekerasan dan nasionalisme, ternyata tidak hanya digerilya, melainkan akan dibunuh dan dimatikan secara perlahan! Sungguh sangat disayangkan! Urusan perkawinan dan kematian untuk MJ penganut Kejawen dipersulit sedemikian rupa, urusan ini harus dikembalikan ke agama masing2! Sementara itu aliran setingkat Kejawen yang disebut Kong Hu Chu yang berasal dari RRC justru disyahkan keberadaannya. Sungguh sangat sadis para gerilyawan kebudayaan ini!
    - Gerilya kebudayaan juga telah mempengaruhi perilaku manusia Jawa, orang Jawa yang dahulu dikenal lemah-lembut, andap asor, cerdas, dan harmoni; namun sekarang sudah terbalik: suka kerusuhan dan kekerasan, suka menentang harmoni. Bayangkan saja, kota Solo yang dulu terkenal putri nya yang lemah lembut (putri Solo, lakune koyo macan luwe) digerilya menjadi kota yang suka kekerasan, ulama Arab (Basyir) mendirikan pesantren Ngruki untuk mencuci otak anak2 muda. Akhir2 ini kota Solo kesulitan mendatangkan turis manca negara, karena kota Solo sudah diidentikan dengan kekerasan sektarian. Untuk diketahui, di Pakistan, banyak madrasah disinyalir dijadikan tempat brain washing dan baiat. Banyak intelektual muda kita di universitas2 yang kena baiat (sumpah secara agama Islam, setelah di brain wahing) untuk mendirikan NII (negara Islam Indonesia) dengan cara menghalalkan segala cara. Berapa banyak madrasah/pesantren di Indonesia yang dijadikan tempat2 cuci otak anti pluralisme dan anti harmoni? Banyak! Berapa jam pelajaran dihabiskan untuk belajar agama (ngaji) dan bahasa Arab? Banyak, diperkirakan sampai hampir 50% nya! Tentu saja ini akan sangat mempengaruhi turunnya perilaku dan turunnya kualitas SDM bgs. Indonesia secara keseluruhan! Maraknya kerusuhan dan kekerasan di Indonesia bagaikan berbanding langsung dengan maraknya madrasah dan pesantren2. Berbagai fatwa MUI yang menjungkirbalikan harmoni dan gotong royong manusia Jawa gencar dilancarkan!

    - Sejarah membuktikan bagaimana kerajaan Majapahit, yang luarbiasa jaya, juga terdesak melalui gerilya kebudayaan Arab sehingga manusianya terpojok ke Gn. Bromo (suku Tengger) dan P. Bali (suku Bali). Mereka tetap menjaga kepercayaannya yaitu Hindu. Peranan wali Songo saat itu sebagai alat politis (mirip MUI dan ICMI saat ini) adalah besar sekali! Semenjak saat itu kemunduran kebudayaan Jawa sungguh luar biasa!
    Tanda-tanda Kemunduran Budaya Jawa
    Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah:
    - Orang2 hitam dari Afrika (yang budayanya dianggap lebih tertinggal) ternyata dengan mudah mempedayakan masyarakat kita dengan manipulasi penggandaan uang dan jual-beli narkoba.
    - Orang Barat mempedayakan kita dengan kurs nilai mata uang. Dengan $ 1 = k.l Rp. 10000, ini sama saja penjajahan baru. Mereka dapat bahan mentah hasil alam dari Indonesia murah sekali, setelah diproses di L.N menjadi barang hitech, maka harganya jadi selangit. Nilai tambah pemrosesan/produksi barang mentah menjadi barang jadi diambil mereka (disamping membuka lapangan kerja). Indonesia terus dengan mudah dikibulin dan dinina bobokan untuk menjadi negara peng export dan sekaligus pengimport terbesar didunia, sungguh suatu kebodohan yang maha luar biasa.
    - Orang Jepang terus membuat kita tidak pernah bisa bikin mobil sendiri, walau industri Jepang sudah lebih 30 tahun ada di Indonesia. Semestinya bangsa ini mampu mendikte Jepang dan negara lain untuk mendirikan pabrik di Indonesia, misalnya pabrik: Honda di Sumatra, Suzuki di Jawa, Yamaha di Sulawesi, dst. Ternyata kita sekedar menjadi bangsa konsumen dan perakit.
    - Orang Timur Tengah/Arab dengan mudah menggerilya kebudayaan kita seperti cerita diatas; disamping itu, Indonesia adalah termasuk pemasok devisa haji terbesar! Kemudian, dengan hanya Asahari, Abu Bakar Baasyir dan Habib Riziq (FPI), cukup beberapa gelintir manusia saja, Indonesia sudah dapat dibuat kalang kabut oleh negara asing! Sungguh keterlaluan dan memalukan!
    - Kalau dulu banyak mahasiswa Malaysia studi ke Indonesia, sekarang posisinya terbalik: banyak mahasiswa Indonesia belajar ke Malaysia (bahkan ke S’pore, Thailand, Pilipina, dst.). Konyol bukan?
    - Banyak manusia Jawa yang ingin kaya secara instant, misalnya mengikuti berbagai arisan/multi level marketing seperti pohon emas, dst., yang tidak masuk akal!
    - Dalam beragamapun terkesan jauh dari nalar, bijak dan jauh dari cerdas, terkesan hanya ikut2an saja. Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama, dan tidak perlu mengorbankan budaya lokal.
    - Sampai dengan saat ini, Indonesia tidak dapat melepaskan diri dari berbagai krisis (krisis multi dimensi), kemiskinan dan pengangguran justru semakin meningkat, padahal negara tetangga yang sama2 mengalami krisis sudah kembali sehat walafiat! Peran manusia Jawa berserta kebudayaannya, sebagai mayoritas, sangat dominan dalam berbagai krisis yang dialami bangsa ini.

    Penutup

    Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama. Gus Dur mensinyalir telah terjadi arabisasi kebudayaan. Kepentingan negara asing untuk menguasai bumi dan alam Indonesia yang kaya raya dan indah sekali sungguh riil dan kuat sekali, kalau negara modern memakai teknologi tinggi dan jasa keuangan, sedangkan negara lain memakai politisasi agama beserta kebudayaannya. Indonesia saat ini (2007) adalah sedang menjadi ajang pertempuran antara dua ideologi besar dunia: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. CLASH OF CIVILIZATION antar dua ideologi besar di dunia ini, yang sudah diramalkan oleh sejarahwan kelas dunia – Samuel Hutington dan Francis Fukuyama.

    Tanpa harus menirukan/menjiplak kebudayaan Arab, Indonesia diperkirakan dapat menjadi pusat Islam (center of excellence) yang modern bagi dunia. Seperti pusat agama Kristen modern, yang tidak lagi di Israel, melainkan di Itali dan Amerika. Beragama tanpa nalar disertai menjiplak budaya asal agama tersebut secara membabi buta hanya akan mengakibatkan kemunduran budaya lokal sendiri! Maka bijaksana, kritis, dan cerdik sangat diperlukan dalam beragama.

  105. 107 B Ali 16 Agustus 2007 pukul 5:00 pm

    Pertanyaan: Apakah Islam agama teroris?
    Jawaban: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.

    Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.

    Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10 atau 25? Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak, maka orang muslim hanya menurutinya saja secara taken for granted.

    Banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Jadi umat muslim terjebak.

  106. 108 Majenun 17 Agustus 2007 pukul 11:07 am

    @hatinurani21 & B Ali

    OOD (Otak2 Dangkal)

  107. 109 Saleh Aziz 23 Agustus 2007 pukul 5:12 am

    Saya menemukan suatu hal yang sangat mengejutkan hati saya. Ini website-nya: http://agamarasional234.blogsource.com/

    Dalam artikel tsb, di bawah ini adalah salah satu kontradiksi yang dipaparkan:

    “Bila melihat latar belakang kehidupan Muhammad, adalah sulit sekali untuk dapat menerima bahwa ia adalah seorang yang suci. Peri kehidupan sexnya dengan banyak pelayan wanitanya/harem dan terlebih lagi dengan Aisha, gadis yang baru 9 tahun umurnya, sangat mengherankan dan mengerikan. Hubungan sex antara pria umur 54 th (Muhammad) dan Aisha (9 th) bila terjadi saat ini akan disebut kasus pedophili, dan pelakunya (yang dewasa) dapat dituntut hukuman penjara. Hal ini juga merupakan kontradiksi logika yang luar biasa (seorang nabi melakukan pedophili).”

  108. 111 Ridwan Azari 10 Januari 2008 pukul 7:38 pm

    Saat ini, Indonesia mengalami krisis multi-dimensi. Sedangkan sebagian besar dari krisis ini disebabkan oleh agama.
    Agama Islam adalah agama dari rumpun Abrahamik seperti halnya Kristen dan Yahudi. Ketiga agama ini menanamkan kebencian, permusuhan dan kekerasan sepanjang massa.
    Penduduk Indonesia adalah 60% berada di Jawa. Jadi kekuatan ada di Jawa. Kalau orang jawa segera meninggalkan agama rumpun abrahamik dan kembali kepada Kepercayaan asli, maka sebagian besar dari krisis ini akan hilang dan Indonesia akan seketika sembuh dari krisis ini.
    Indonesia adalah negara besar, kaya dengan sumber alam. Indonesia tidak berhak mempunyai nasib yang sepuruk ini.

  109. 112 Solihin 10 Januari 2008 pukul 7:39 pm

    Assalaamu’alaikum.
    Saya sangat setuju dengan poligami.
    Saya mempunyai seorang teman yang sudah mempunyai seorang istri + 2 anak. Dia mau tidur seranjang dengan gadis yang berumur 9 tahun. Gadis ini adalah anak dari seorang teman akrabnya. Teman saya ini mau mencontohi Nabi Muhammad SAW.
    Teman saya ini mengetahui bahwa gadis tsb bukan milik ayahnya, melainkan milik Alloh.
    Pertanyaan saya: Berhakkah si Ayah menolak permintaan teman saya ini? Apakah si ayah akan masuk neraka karena menolak ajaran Rasulullah?
    Terima kasih atas pertolongannya untuk menjawab pertanyaan ini.
    Wassalam

  110. 113 Ramli Rais 12 Januari 2008 pukul 1:59 am

    Assalaamu’alaikum.
    Saya menemukan posting yang sangat menarik tentang: Doktrin-Doktrin Yang Kurang Perlu dalam Islam. Ini link-nya: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1312
    Selamat membaca dan terima kasih,
    Wassalam

  111. 115 resist 24 Maret 2008 pukul 1:43 pm

    Quran dulu dibuat waktu jaman perang. Ayat-ayatnya hanya berlaku untuk situasi saat itu.
    Cilakanya, orang-orang yang membuat ayat-ayat Quran itu tidak memikirkan bahwa kehidupan manusia dan tata sosial masyarakat selalu berubah.

    Hasilnya, disamping ayat-ayat quran mengandung banyak kesalahan tata bahasa, ayat-ayat ini makin tidak relevan untuk kehidupan umat.

    Jadi musuh utama bagi Quran adalah WAKTU.

  112. 116 Zulfiki Bin Taha 31 Maret 2008 pukul 6:53 pm

    Mengucapkan “Selamat Natal” kepada umat nasrani adalah haram.

    Adapun hal-hal lainnya yang haram bagi umat muslim adalah:
    • makan mie instant => karena temuan oran Cina
    • memakai pakaian tekstil => karena ditemukan oleh Kristiani
    • makan nasi => karena berasal dari Cina
    • memakai kendaraan bermotor => karena temuan bangsa Kristiani
    • mengikuti ajaran Wali Songo => karena semuanya orang Cina
    • menggunakan listrik => karena temuan bangsa Kristiani
    • menggunakan komputer => karena temuan bangsa Kristiani
    • menggunakan internet => karena temuan bangsa Kristiani
    • kiblat mengarah ke Mekah => karena itu penyembahan berhala
    • naik haji => karena itu penyembahan berhala
    • menganggap buku al-qur’an suci => karena itu penyembahan berhala
    • mengelilingi ka’bah 7 kali => karena itu penyembahan berhala
    • sholat 5 kali sehari => karena ini penyembahan berhala
    • mempercayai surga, neraka & akhirat => semuanya ini adalah berhala

    Bagaimana dengan saudara-saudara kita umat muslim yang membela Islam dengan merusak tempat-tempat ibadah umat lain, tapi mereka memakai pakaian tekstil dan mengendarai kendaraan bermotor? Sedangkan tekstil dan kendaraan bermotor adalah temuan dan teknologi bangsa Nasrani.

    Bagaimana dengan saudara-saudara kita umat muslim yang membela Islam dengan meledakkan bom untuk membunuh umat lain? Sedangkan bom itu adalah temuan orang Yahudi.

  113. 117 Zulfiki Bin Taha 7 April 2008 pukul 6:04 pm

    Memang satu-satunya agama yang dibela oleh pemerintah adalah agama Islam.

    Sikap pemerintah seperti ini sangat berbahaya.

    Resikonya adalah:
    Bagi umat Islam yang anti pemerintah, hal ini adalah peluang yang sangat bagus untuk menentang pemerintah. Umat muslim tidak usah menunggu pemilihan umum untuk menentang pemerintah yang sekarang.

    Kalau umat muslim mau menentang pemerintah yang sekarang, cukup dengan meinggalkan agama Islam untuk memeluk agama lain selain Islam. Meninggalkan agama Islam berarti anti pemerintah yang sekarang. Reaksi ini lebih ampuh dari pada menyoblos di pemilu. Hasil penghitungan suara di pemilihan umum bisa direkayasa dan dicurangi. Tetapi meninggalkan agama Islam ke agama lain adalah reaksi yang tidak bisa dikontrol oleh pemerintah. Dan pemerintah nanti hanya bisa gigit jari.

    Inilah resiko yang dihadapi oleh pemerintah yang kerjanya hanya membela agama Islam.

  114. 118 arul 8 April 2008 pukul 2:13 pm

    hai resist

    ucapan anda berisi tendensi kebencian yang berlebihan terhadap islam, dan ini hanya ada dihati dan pikiran serta jiwa-jiwa yang sakit

    jiwa anda sakit melihat alqur’an dan islam mampu memberikan kemuliaan bagi umat manusia. sedangkan keyakinan yang anda anut tidak mampu memberikan kemuliaan dan hanya menghasilkan jiwa-jiwa yang sakit

    buktinya lihat di televisi, penganut keyakinan seperti anda memperlihatkan kerusakan moral, pakai bikini, telanjang, minum2 keras, dan kelakuan biadab lainnya

    saya anjurkan anda untuk segera meninggalkan keyakinan anda, dan memeluk islam, agar penyakit jiwa anda hilang dan anda dapat menggapai kemuliaan

  115. 119 resist 8 April 2008 pukul 10:58 pm

    @ arul,

    Kalau suatu diskusi atua pendapat yang dijawab dengan hujatan, maka langsung menjurus ke jalan buntu.

    Terima kasih,

  116. 120 Khairun Abubaker 9 April 2008 pukul 5:25 pm

    Organisasi-organisasi muslim yang bringas didukung oleh oknum-oknum kepolisian & aparat keamanan pemerintah.

    Sudah sering terjadi pengerusakan rumah-rumah ibadah umat lain, sweeping, fatwa-fatwa dan kekerasan lainnya yang dilakukan oleh organisasi muslim terhadap umat agama lain. Sedangkan sebagian dari para preman ini adalah anggota polisi dan aparat keamanan lainnya yang berpakaian sipil. Pemerintah juga bersikap seolah-oleh memberi semangat kepada preman-preman ini sehingga mereka merasa berada di atas hukum apapun yang berlaku di negara Indonesia.

    Juga anggota polisi pada umumnya hanya menonton para preman yang melakukan pengerusakan & sweeping. Anggota polisi malah melindungi oknum-oknum yang berkelakuan bringas itu.

    Sedangkan polisi dan aparat keamanan pemerintah seharusnya melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, suku, dsb.

    Kita yakin bahwa ada umat muslim yang tidak mentolerir dan tidak setuju dengan kelakuan polisi dan aparat keamanan yang secara terang-terangan memihak kepada golongan mayoritas.

    Tetapi, pemerintah tidak menyadari bahwa walaupun polisi dan aparat keamanan mempunyai senjada api, rakyat jelata (masyarakat muslim yang kurang simpati terhadap polisi) mumpunyai senjata yang jauh lebih ampuh dari pada senjadi api. Sejata yang ampuh ini adalah agama.

    Masyarakat muslim yang tidak simpati terhadap tindakan polisi yang memihak ini bisa mengeluarkan reaksi yaitu mereka bisa meninggalkan agama Islam. Mereka bisa mengalih ke agama lain. Kalau hal ini terjadi/sedang terjadi, maka senjadi api polisi itu tidak ada artinya.

  117. 121 jaka 9 Oktober 2012 pukul 9:54 am

    poligami hanya Allah dan rosul yang tahu, dan tidak melarangnya, jika orang skrang merasa melarang atau kontra itu berarti emosional, ego, dangkalnya iman tidak masuk ke ranah keimanan,

  118. 122 Velda 17 April 2013 pukul 7:47 am

    Hello, i think that i saw you visited my blog thus i came to “return the favor”.
    I’m attempting to find things to enhance my website!I suppose its ok to use a few of your ideas!!

  119. 123 trimas 9 Juni 2014 pukul 12:05 am

    Islam MEMANG menghalalkan poligami krn islam adalah agama UNTUK kaum pria. Jadi hak2 pria yg di prioritaskan dan hak2 perempuan di nomer duakan. Kalo ngak setuju sama ajarannya, pindah aja ke agama lain. Masih ada agama2 lain yg lebih menghargai hak seorang wanita.


  1. 1 Yth Ibu Beriman yang Pro Poligami « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 3:36 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 59 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: