Untuk Anda Pemakai Software Bajakan

Untuk kita yang masih saja menikmati software bajakan…

Sudah berapa banyak software yang kita gunakan tanpa membayar sepeserpun pada para pembuatnya? Ini termasuk Windows, Ms Office dan software-software pirated lainnya. Game juga lho!

Dalam hati sebenarnya kita menyadari, bahwa mengambil sesuatu tanpa hak, baik secara kecil-kecilan apalagi besar-besaran, dari orang seiman maupun dari orang yang kita anggap kafir, pencurian tetaplah pencurian. Dan pelakunya pantas disebut maling. Ya toh?

Untuk terus mencuri, kita selalu saja mencari pembenaran macam-macam. Mulai dari impotennya finansial, ketidakmampuan belajar hal baru, sampai alasan sok anti kapitalisme. Bahkan kita juga bisa menggunakan dalil-dalil ajaran barbar agama yang yang biasa kita pakai untuk membenarkan perampokan terhadap para kafir, yahudi dan para calon penghuni neraka lainnya.

Tidak hanya mencari pembenaran, kebiasaan mencuri ini juga kita tularkan pada anak-anak kita. Sejak kecil, mereka kita biasakan untuk menggunakan software bajakan. Baik di rumah, disekolah hingga universitas. Mereka kita biarkan tumbuh berkembang bersama barang curian. Kita biasakan mereka untuk merasa “tidak ada yang salah” dengan kegiatan mencuri software itu. Sedikit tumbuh lebih besar, mungkin mereka juga merasa “tidak ada yang salah” dengan mencuri uang dari kartu kredit milik para kafir. Dan ketika tua mereka nangkring di posisi strategis, mungkin mereka juga akan mencuri uang dari rakyat dan saudara seiman mereka sendiri. Mereka jadi terlalu terbiasa untuk mencuri tanpa sedikitpun merasa “ada sesuatu yang salah”.

Katanya mau mendukung pemberantasan korupsi, tapi kenapa kita tetap melatih anak-anak untuk menjadi maling? Sampai kapan kita akan membiarkan diri kita, bangsa kita, berprofesi sebagai maling? Sampai kapan akan kita biarkan anak cucu kita mengikuti jejak kita yang maling?

Jangan bertanya pada agama, jangan bertanya pada Tuhan, Allah, Bapa di surga, YHV, Hyang Widhi, Ba’asyir atau siapapun yang anda sembah sebagai tuhan, tapi bertanyalah pada nurani anda, atau pada sudut manapun dari diri anda yang anda anggap paling “bersih”: akankah Dia menyetujui perbuatan ini? Kalau anda belum berhasil membunuhnya, pasti jawabannya tidak.

Ini sudah tahun 2006. Pilihan software OpenSource sudah sangat banyak. Software-software itu juga telah berevolusi hingga penggunaannya menjadi jauh lebih mudah dan intuitif. Hampir setiap software berbayar ada padanan opensource-nya yang bisa anda gunakan tanpa harus mencuri. Hanya perlu sedikit memaksa otak anda untuk sedikit beradaptasi dan belajar lagi.

Tapi software penting yang saya pakai untuk mencuri mencari nafkah kan tidak ada padanan opensourcenya!?!

Kalau begitu beli saja lisensinya. Masa anda akan terus mencari nafkah dengan alat hasil curian? Apakah anda akan terus memberi makan anak dan keluarga tercinta anda dengan uang hasil mencuri?

Tak perlu lah menunggu MUI (atau gerombolan pemuka dari agama manapun) untuk mengeluarkan fatwa haram atas penggunaan software bajakan. Tak perlu menunggu instruksi dari Presiden yang untuk berpendapat saja selalu ragu. Juga tak perlu menunggu kata manis dari wakilnya yang terlalu pandai mencari duit.

Sudah saatnya kita berani ambil keputusan sendiri. Saatnya kita berani murtad dari agama korupsi, agama pembajak, agama pencuri. Yang dimaksud oleh seorang pemuka agama (yang juga merangkap sebagai selebriti) ketika dengan menyebalkan selalu berkata “Mulailah dari diri sendiri” …..ya salah satunya adalah seperti ini, mulai memaksa diri untuk meninggalkan hobi mencuri kecil-kecilan. Karena kebanyakan hal yang besar, awalnya selalu dari yang kecil.

Coba dengarkan nurani anda, jangan membungkamnya lebih lama lagi. Bayarlah lisensi software yang anda pakai, atau gunakanlah software yang OpenSource atau Freeware.

Terimakasih sudah skimming membaca, mungkin Tuhan anda menganggap sudah tiba saatnya anda mendapatkan pesan ini, saat ini. Bagaimana anda akan menindaklanjuti, sepenuhnya hak anda sebagai manusia yang berbudipekerti untuk memutuskannya.

Maaf bila tidak enak dibaca atau terasa menggelisahkan, sekedar info, pesan yang mirip juga pernah disampaikan secara lebih elegan, santun dan brilian oleh Pak I Made Wiryana, juga oleh Pak Priyadi disini dan disini.

Update: Ternyata juga udah pernah dibahas dalam Orang Islam Tukang Mbajak tulisannya Pak Wijaya, didalamnya ada komentar-komentar dari pendukung kekhalifahan yang mendukung pembajakan, dan menganggap pengharamannya berarti melawan hukum Islam. Syariah online juga mengulas Hukum Membajak Dan Atau Memanfaatkan Barang Bajakan. Dan Joesatch juga punya pembenarannya sendiri untuk tetap pakai bajakan.

About these ads

116 Responses to “Untuk Anda Pemakai Software Bajakan”


  1. 1 helgeduelbek 16 November 2006 pukul 6:08 am

    Wah telah datang pembawa pesan Illahi… baru. Dengan keinsyafan penuh. :D

    Mana nih hal baru tentang pengalaman pemakaian Ubuntu-nya?

    BTW kalau kita ngomongin software atau barang lain jangan dikaitkan dengan agama di pembuat atau apa-lah… Gak enak juga rasanya… Kl masalah itu “menengo wae”

    Yah bener melepaskan cengkraman memang lebih sulit apalagi sudah terasa terlalau nyaman, kecuali telah mendapat “petunjuk” seperti kang wadehel.

  2. 3 dirac 16 November 2006 pukul 7:17 am

    betul, mari “kembali ke jalan yang benar” dengan menggunakan software opensource.
    wah, Anda sekarang jadi messenger baru nich.

  3. 4 ardhi 16 November 2006 pukul 7:36 am

    Saya pake laptop second, OSnya dijamin bukan bajakan ga ya? Tapi bisa juga dah diinstall ulang sama penjualnya, jadi ragu nih

  4. 5 kw 16 November 2006 pukul 9:06 am

    hmm.. jadi sedih membacanya. selain kamu, hel. saya sebenarnya juga punya teman yang sangat militan dalam soal pembajakan ini.
    untuk software pasti dia dengan semangat jatuh cinta memakai linux. dia juga menolak membeli dvd bajakan dan tak mau mencuri lagu-lagu yang bertebaran di setiap link.

    aku ? baru sebatas rencana. menyedihkan memang!

  5. 6 manusiasuper 16 November 2006 pukul 12:13 pm

    Jegrek!!! Something hit me on my chest…

  6. 7 black_hack 16 November 2006 pukul 12:14 pm

    yuz, mas wadehel sudah memberi saya peta, tapi tolong jelasin cara menggunakan nya! :)

  7. 8 joesatch 16 November 2006 pukul 2:15 pm

    hahaha, jadi seperti respon buat tulisanku, ya? :)

  8. 9 Luthfi 16 November 2006 pukul 2:16 pm

    he he, untungnya ada lisensi dari microsoft utk kampus (lupa ingggrisnya apa). Ammmannnnnnnn

  9. 10 wadehel 16 November 2006 pukul 2:28 pm

    @ Helgeduelbek
    Huihihi… kalo pembawa pesan ilahi yang penuh kesadaran itu kan biasanya menyebarkan pesan dengan senjata, obral janji surga, dan ancaman neraka. Saya tidak kok pak, diterima sukur, nggak ya awas! sukur, lha wong saya niatnya nulis juga mirip sperti bapak, untuk narsis katarsis, sambil siapa tahu bisa bermanfaat bagi orang lain.

    Kenapa nyerempet masalah agama itu begini, sependek saya tahu, kegiatan mencuri kan dilarang oleh agama, kok kita yang bertuhan beragama tetap melakukannya? Mbok ya sebelum menuruti ayat untuk membantai para kafir, manuti aja ayat yang mudah dulu, seperti perintah berhenti mencuri. Jadi ada hubunganya kan?

    @ Pulsa Elektronik
    Sepakat, masalahnya juga ada pada mental. Mental cuma pengen gampang tapi tanpa kesadaran atas yang hak dan yang batil *DarkUstadz mod on*

    @ Dirac
    Bagi saya, siapapun bisa dianggap sebagai messenger ketika mendapat pelajaran dari tingkah/kata-katanya, gimana yang liat deh. Sang nabi pun bisa terlihat sebagai bangsat ketika kita tidak memahami pesan dibalik kebejatannya mukjizatnya.

    Benar salah sih bisa relatif. Kalau penentuan tepat atau tidak tepat sepertinya lebih mudah di sepakati. Saya anggap berhenti mencuri itu tindakan tepat untuk memberantas mental maling yang mungkin bisa mencegah juga kebiasaan korup.

    @ Ardhi
    Afaik sih tiap kita beli laptop, harga OS memang sudah ikut terbayar. Ndak tahu gimana dengan MsOffice dan game2 didalamnya. Tapi ndak tau jg deng. Ikuti hati situ aja, atau coba install ubuntu, hehe.

    @ Kw
    Soal bersedih, para hakim di MA, juga para koruptor yang kasusnya dimudahkan mungkin melakukannya dengan berlinang air mata dalam setiap shalat ibadah malamnya. Tapi setelahnya mereka kembali beraksi seperti biasa.

    @ Manusiasuper
    Omigod, are you ok? …. call an ambulance!! give him an ubuntu!

    @ Black_hack
    Pake peta kan tinggal digelar, dilihat, dibaca… trus kalau tertarik ya diikuti, btul?

    @ Joesatch
    Iya ya? Saya malah ga nyadar. Tar linknya saya bajak ah.

    @ Luthfi
    Syukurlah, kalau begitu anda tak perlu gelisah. Ammaaannn :D

  10. 11 kw 16 November 2006 pukul 5:11 pm

    betul. sedihnya kalau tengah malam. sendirian dan semua terasa tak menarik!

    besoknya udah lupa. dan melakukan lagi.

    cuman aku mau serius menjauh dari barang bajakan. besok jumat, aku akan hibahkan 128 dvd bajakanku ke orang-orang di sini ( tempat kerja).

    “menyakitkan” mungkin. ( kan dvd ku baru beli setelah tertunda-tunda mulu). tapi tak apa.

    berikutnya, tak akan lagi donlot mp3. cuman ayng sudah terkanjur ke donlot masih akan aku dengerin.

    mungkin perlu waktu untuk punya niat memformat hardisk lagu yang nyaris 20 giga itu.

    eniwe thx hel

  11. 12 GP 16 November 2006 pukul 8:49 pm

    Salah satu bukti anomali di Indonesia kalo kerajinan beribadah tidak berbanding lurus dgn perbuatan baik.

  12. 13 redwar 16 November 2006 pukul 9:02 pm

    Mode pembajak tulen on:

    weks… brenti pake software bajakan??? no way…
    gw suka maen game… doyan denger lagu…. tp minim dana…

    one way out: pake software bajakan yg sangat compatible ma games2 yg ada skr + donlot lagu gila2 disetiap link yg ada…

  13. 14 agorsiloku 16 November 2006 pukul 9:28 pm

    Nggeh…nggeh… dari pada bajak terus, aku neh mikir perlu juga beli yang asli deng. Bayar royalti gitu, jangan foto copy buku juga. Karena itu karya cipta intelektual, ada property of intellectual-nya. Jadi kalo foto kopi bahan kuliah dari buku yang susah-susah penulis dan penerbitnya bikin, eh.. lsg foto copy saja. Saumur-umur emang ilmunya sudah dikotori. Banyak penulis kita, guru kita, dosen kita kere kere atau jadi mr. ojek atau ogah nulis karena murid-muridnya kagak mau beli buku. Bertahun-tahun mikir dan buat buku, satu jam dibajak dan penulisnya cuma gigit bolpen (atau gigit kibor).
    Apalagi kalau kita harus bayar royalties kepada penemu listrik, penemu telepon, atau penemu lampu, atau penemu nuklir, atau penemu ilmu pengetahuan lainnya yang bermanfaat bagi manusia dalam kehidupan praktis sehari-hari.
    Apalagi, hak cipta itu satu asli hanya berlaku untuk satu komputer saja.
    Juga tempe produksi nenek moyang kita, atau disain batik pekalongan yang patennya sudah dimiliki orang malaysia.
    Mr. Gugel juga punya goole earth, dia potret itu Indonesia. Lalu jual gugelnya, lalu kita beli (kebetulan saya subscribe n pay for that), lalu apa Indonesia mengijinkan, dan gugel bayar royaltinya ke Pemerintah Indonesia?
    Wah ribet juga, tapi saya sangat mendukung untuk open source, lawan itu monopoli atau buat harga menjadi :”good value for money”.
    Tapi, nuhun untuk pencerahannya…..

  14. 15 elly.s 17 November 2006 pukul 5:11 am

    wah membaca paparan para pemikir dan “pembajak?”…saya jadi bingung…
    Soalnya saya belum lama tertarik ngeblog ngeblogan…Donlot foto utk blog aja salah mulu…Gimana saya mau paham tentang hubungan pembajakan , kafir, Dpr, presiden dan neraka? Pa lagi numpang di PC suami…mau nanya sama suami nggak ya…Nanti kalau aku dibilang sok pinter n nggak boleh lagi numpang lagi gimana ya…

  15. 16 deni3wardana 17 November 2006 pukul 8:46 am

    Bung Wadehel, bagaimana dengan Anda sendiri ? apakah menggunakan software bajakan pada waktu menulis ini ?
    saya menyadari sepenuhnya sebelum membaca tulisan Anda, dan sudah menggunakan software-software opensource yang tak berbayar, tulisan berikutnya mungkin padanan software-software open source dengan software yang berbayar misalnya open office >

  16. 17 manusiasuper 17 November 2006 pukul 8:50 am

    Saya punya ubuntu mas, dikirim secara gratis kemaren.
    Tapi RAM saya masih 128, katanya da bisa ya??

  17. 18 sandal 17 November 2006 pukul 11:56 am

    setubuh kang!
    mo maling aja pake dalih “dia kan kafir”, “saya anti kapitalis, jadi gak ingin menambah kaya dia”, dsb. udah gitu ngaku2 beragama pula..

    btw ada yg mo patungan utk mbeliin saya editor Komodo ngga?

    @manusiasuper
    ubuntu pake ram 128 bisa kok, cuma rada ngejan :D

  18. 19 Yuuki 17 November 2006 pukul 12:19 pm

    huihi…gue sih jarang menjamah komputer gue…
    cuma ada sopwer2 yang berhubungan ma internet & multimedia.. untungnya sih asli2 aja semua.. huihihihihi..

  19. 20 passya 17 November 2006 pukul 4:30 pm

    hahaha…owesome!
    pada mati mampus tuh programmer2 yg sok bicara Haki klo nyangkut2 ‘source code’ program. Padahal develop pake bajakan semua, mulai dari front end sampe back end…wakakakak…

    btw, pembajaknya juga ditumpas dong…masih ada warez, astalavista yak..

  20. 21 yoshkd 17 November 2006 pukul 5:24 pm

    Klo masalah bajak membajak sudah tradisi bangsa ini.
    susah klo mau diilangin.
    ‘cuman kesadaran manusia itu sendiri yg bisa menghentikan pembajakan’ ato produk dgn harga terjangkau (murah) kalee.. ;-) huhahahaha…

  21. 22 wadehel 17 November 2006 pukul 6:14 pm

    @ Kw
    Paraaah.. saya sudah baca itu bagi-bagi dvd, saya tidak menyangka anda akan serius melangkah. SALUT!

    Yw Sir.

    @ GP
    Anomali begono bukan hanya di Indonesia kok. Di semua negara terjadi. Bahkan di Arabnya bang Saud.

    @ Redwar
    Ya terserah situ, pesan sudah disampaikan. Manusia memang boleh berbeda sudut pandang tentang kebenaran. Kalau menurut anda tindakan itu benar untuk dilakukan, silahkan dilanjutkan. Anda berani mengakui, itu patut dihargai.

    Kapan-kapan, kalau sempat, mohon dipertimbangkan, apakah tindakan seperti itu masih tepat untuk dilanjutkan. Mengingat kondisi bangsa kita yang serba korup dan malingan seperti kini.

    @ Agorsiloku
    Dari sisi kemakmuran si pencipta, oke lah, itu memang merugikan. Tapi yang lebih penting, menurut saya, adalah harga diri kita. Sampai kapan kita akan terus menjadi maling dan mengajarkan malingisme?
    Terimakasih untuk komentarnya.

    @ Elly.s
    Jangan kuatir bu, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Jangan pernah percaya pepatah “we cant teach old dog a new trick,” yakinlah bahwa itu hanya berlaku bagi anjing. Btw, bagi banyak lelaki, perempuan yang terus mau belajar dan berpikiran terbuka itu terlihat lebih seksi lho… sangat. Apalagi bila statusnya seorang ibu, itu investasi bagus, akan sangat bermanfaat bagi anak, bangsa dan seluruh manusia :D Tapi entah bagi suami-suami dominan yang ingin menguasai istri dengan memastikan mereka tetap bodoh, mereka pasti lebih suka kalau pepatah itu benar.

    @ Deni3wardhana
    Wordpress.com jelas gratis. Firefox 2.0 nya juga. Dan Ubuntu Edgy nya apalagi. Nulisnya pun tanpa diiringi mp3 bajakan. Liat dong aura tulisannya, gratis abis kan? Hihihi….

    @ Manusiasuper
    Sepertinya bisa, tapi kalau anda seorang smoker, mungkin akan boros rokok.

    @ Sandal
    Editor komodo? baru denger, buat apa yak?

    @ Yuuki
    Jamah atuuuh, jamah, jamahi, jamahilah PC mu ituuuh… oh god, oh yess, hentai rulez! hihihhihi.

    @ Passya
    Terlepas dari masalah HAKI dan benar tidaknya tuduhan anda itu, yang lebih penting adalah kitanya, mau terus jadi maling dan penggiat malingisme atau tidak?

    Pembajak itu seperti pelacur. Melenyapkannya adalah tidak mungkin, tapi membuat diri kita lebih sadar hinga bisa memilih untuk tidak menggunakan servis mereka, itu lebih masuk akal.

    @ Yoshkd
    Lha opensource bukan aja terjangkau, yang gratis tis tis juga buanyaks. Hanya perlu kemauan membuka diri untuk mempelajari aja kok.

  22. 23 GP 17 November 2006 pukul 7:06 pm

    @wadehel
    Kalo di Saudi mah memang udah bukan anomali, emang udah berbanding terbalik.

  23. 24 Tguh 18 November 2006 pukul 5:30 am

    gpp toh mas wadehel, mas juga pasti ngerti kenapa saya yang mahasiswa ini masih langganan beli cd di M2M, ntar kalo udah kerja aja beli yang asli ato pake open source software…

  24. 26 oón 18 November 2006 pukul 8:18 pm

    kalo pake internet kantor buat net surfing gimana om?
    (kayaknya kalo sopwer sih ada lisensinya semua nih)

  25. 27 passya 18 November 2006 pukul 8:53 pm

    @wadehel
    pembajak yg saya maksud adalah pelaku penggandaan ilegal untuk tujuan komersil. jika ‘pembajak’ itu yang anda analogi-kan sama dengan pelacur, saya kira terlalu gegabah dan sangat pintas. apalagi sampai mengatakan tidak mungkin untuk ditumpas. kenapa tidak? supply demand? makanya supply-nya dipotong.

    untuk terlepas dari jerat s/w bajakan, kalo bisa pasti semua ingin. permasalahannya, apakah semua memiliki kemampuan untuk itu, baik kemampuan finansial utk beli ‘asli’ maupun kemampuan ‘brainware’ utk oprek2 open source? Anda juga pasti tidak ingin jikalau komputer itu hanya untuk kalangan ‘the haves’ dan ‘the smart’. kita harus sadar dengan ‘pluralisme’ di atas dan itulah kenyataan di Indonesia!

    jadi, pemberantasan pirate products sangatlah komplex, namun bukan berarti tidak mungkin.

    satu lagi, tanpa bermaksud mencari kambing hitam, kita pun harus jeli melihat kampanye2 yg gencar dilakukan para kapitalis, karena perlakuan yg sangat tidak proporsional. dimana letak ketidakproporsionalannya? silahkan chatting sama teman yg ada di dunia kesatu dan kedua. tanyakan harga yg diberlakukan disana dan disini.

    Saya boleh dikatakan sangat tendensius. Sama halnya dengan para artis lokal yg tdk ingin karyanya dibajak, saya katakan : jangan rakus! mereka mengatakan porsi buat mereka sangatlah kecil dibanding ‘para cukong kapitalis’ yg berkuasa.

    kita sebagai end user apalah…. saya umpamakan, kita hanyalah orang miskin yg merampok untuk berobat anak! dipersalahkan, diejek dan cuma jadi bulan2an atas ‘khotbah2′ yang terlihat suci dan jargon2 filosofis yg kita sendiri tidak mengerti.
    sama dengan polisi yg baru tau nulis surat tilang, tapi bicara mengatasi kemacetan. what the hell is this ???

    *numpang ngeblog, lg malas tracback*

  26. 28 dani 18 November 2006 pukul 11:11 pm

    apakah ketertinggalan bangsa kita tercinta ini boleh dikejar dg (terpaksa) make bajakan?

  27. 29 ctrlz 18 November 2006 pukul 11:38 pm

    baru cuman skimming artikel diatas..duh,mas..nggak ngerti nih..kaitannya ama agama dan sebagainya…
    gue pake 3dmax7,after fx,adobe cs2,macromedia director,flash n dreamweaver 8..dan semuanya beli disebuah toko aksesoris komputer disingapur..tapi belinya emang nggak terang2an sih…(secara gue cukup gaul ;p)
    lalu temen2 s’porean gue juga gak ada yg punya sofwer2 asli dr aplikasi diatas..semuanya ngopi..maksudnya seseorang beli asli,lalu dikopi..hasilnya bajakan juga..tapi mereka nggak memperjual belikan… cuman diperbanyak….
    lalu beberapa bulan lalu,punya bos,dia beliin buat gue after fx 7,tentunya bajakan…karna yg asli punya perusahaan udh lebih pemakaainnya…
    gue nggak gitu ngerti sih,sofwer2 yg saya pake ini ada open sourcenya.. tapi bagi saya,sofwer2 ini rugi aja belinya dgn daya kemampuan gue..kemaren sempet liat flash 8 satu biji aja,seharga seribu dolar lebih..malesss nggak… padahal taun depan ntar dia bakal keluar lagi serial barunya..taktik mereka nih…nguras duit konsumer aja…
    diIndo,mungkin karna pendudknya banyak,jadi ketauan bgt yah,kita membajak secara terang2an… yah,pinter2 kita2 dong,ngebajak jgn terang2an…
    gitua aja sih…

  28. 30 danartsign 18 November 2006 pukul 11:38 pm

    apakah ketertinggalan bangsa kita tercinta ini boleh dikejar dg (terpaksa) make bajakan?

  29. 31 aufklarung 19 November 2006 pukul 1:50 pm

    idealisme yg diusung berhadapan dengan masalah hak dasar hidup (sandang, pangan, papan, dan ilmu) tak jarang mengalami benturan. Tak heran jika kawan Passya dan sebagian besar lainnya yang semazhab degnannya sampai bela-belaan pake istilah “orang miskin untuk mencuri demi obat anaknya”. Sebagian lagi ada yang bangga dengan anti-kapitalis..padahal dengan kapital peluang berjaya di pasar lebih besar.

    Kemana coba dana 40% tahun ini untuk riset software, dan jangan heran kalau kita masih jadi konsumen software (berikut bajakannya). Kita semua baru bisa ngomong diblog sampai berbusa-busa bukannya berproduksi, nih faktanya: aktivitas di riset softwarenya saja kurang dari 20%. Enak gak sih lembaga yang dipercaya menerima kucuran dana untuk riset sw di Indonesia ini? bagi-bagi proyek ah ke si anu dan si anu, yang penting kalangan sendiri..

    *yang bangga dan sedang belajar idealisme dari Bang Onno*

  30. 32 aufklarung 19 November 2006 pukul 1:51 pm

    Uak dehel, enaknya hari minggu gini ngapain ya?

  31. 33 alamster 19 November 2006 pukul 6:41 pm

    HIks, untung pake software versi campus agreement, tinggal bingung aja makenya , sebundel plus update yang juga sebundel perperiode.

    Wait, saya juga pake software open source kok, server *BSD karena gak ngerti win2k atau win2k3 :-)

    Udah lumayan banyak inisiasi untuk menjalankan open source macam igos but kenyataannya tetap microsoft yg diundang. Sigh….


    Microsoft diundang masuk dewan TIK

  32. 34 passya 20 November 2006 pukul 4:17 pm

    @aufklarung
    idealisme berbenturan dengan kenyataan itu sudah pasti banyak. bagaimana menyelaraskan kenyataan sesuai dengan idealisme itulah yg terpenting! dan kalau idealisme kita ingin menghilangkan kutu di kepala, tidak bisa langsung main botakin aja atau hantam kepala tsb pake batu.

    dan masalah defenisi bajak membajak juga masih layak diperdebatkan. siapakah yg layak menyandang titel ‘pembajak’? Saya ‘beli pakai’ barang bajakan, apakah saya juga pembajak? kalau orang yang oprek hp samsung ‘hare gene’ dari fren jadi esia bgmn? kalo orang yg bagi-bagi dvd bajakan gimana? yg nerima gimana?
    anti kapitalis?? hehehe saya gak anti tuh…tapi kapiotalis yg gimana dulu. saya jadi teringat, bukankah project2 open source justru dilatarbelakangi oleh dominasi kapitalis uncle bill dgn microsoft-nya, cmiiw.

    beruntunglah anda-anda yg punya ‘kemampuan’ mumpuni hingga tidak perlu ‘merampok untuk beli obat’. saya tidak melakukan pembenaran atas perilaku di atas. saya cuma tidak mau ‘mati konyol’ hanya karena tidak berbuat dan sibuk berpikir & mendengar ‘pahala dosa’ akibat dari perbuatan saya.

    *numpang nge-blog lagi boss*

  33. 35 redwar 20 November 2006 pukul 9:08 pm

    kayanya penggunaan software bajakan gak ngaruh ma pola kkn dinegeri 1001 koruptor ini deh… dr jaman dulu bangsa ini emang dah dicekokin budaya menjilat ke kumpeni… dan budaya itu berkembang hingga pesat sampai saat ini… jd mari lestarikeun budaya bangsa…..

  34. 36 wadehel 20 November 2006 pukul 9:15 pm

    @ GP
    Hehe, hati-hatilah dengan pernyataan anda. Kalau sampai dianggap menghujat arab, bisa terancam di bantai oleh orang2 yg menuhankan arab :))

    @ Tguh
    Apa tidak lebih baik begini: Semasa nganggur dan masih mahasiswa pakai opensource/freeware, nanti kalau udah jadi orang kaya beli licensed?

    Lha kalau masih mahasiswa sudah belajar nyolong, gimana kalau sudah menjabat? Apa ga jadi pencolong kelas kakap?

    @ Sersat
    Amin doang tidak cukup. Sebaiknya diikuti dengan tindakan :P

    @ Oon
    Sepertinya tidak masalah. Ikuti hati anda saja Pak.

    @ Passya
    Pertama:
    Teori Supply and Demand yang menarik. Meski saya tidak yakin kalau supply dipotong tidak akan muncul oportunis lain yang mengambil kesempatan dari budaya maling yang mendarah daging. Idealnya sih, imso, kebodohan konsumen yang dihapuskan, tumbuhkan kemampuan berpikir sehingga meski disodori pelacur bugil basah dan gratis, tetap tidak mau pakai karena sudah cukup bijak menentukan apa yang tepat untuk dilakukan. Untuk itu perlu pendidikan yang bermutu, supaya pendidikan bermutu, para aparat keparatnya harus tidak korup, untuk tidak korup, budaya maling harus dihentikan sejak dini, dalam rangka itu, dan berhenti maling adalah salah satu langkah yang tepat. Imso sih.

    Btw, Saya tidak hanya “kotbah” (cieeeh:P) Tapi saya juga sudah memberi contoh, saya sudah beralih ke linux dalam 2 bulan terakhir ini.

    Dan kalau memang anda (atau siapapun) akan mati bila tidak menggunakan program bajakan, ya silahkan saja membajak secukupnya untuk mempertahankan kelangsungan hidup anda. Agama suci kita sepertinya juga mengijinkan menikmati barang haram najis mugalajong jika masalahnya sudah sedarurat hidup dan mati, kan? Colonglah secukupnya, jangan mau mati konyol.

    @ Dani
    Apakah bisa ketertinggalan di obati dengan mencuri? Mencuri apa dulu? Mencuri bagaimana dulu? Sependek yang saya tahu, pembajakan software yang kita lakukan selama ini malah membuat mental anak muda jadi terbiasa nyolong. Kalau mencuri sudah jadi budaya, lalu gimana mau ngejar ketertinggalan?

    @ Danartsign
    lho? orang yang sama dengan Dani? Tanggapannya juga sama deh :P

    @ Aufklarung
    Eits, jangan salah, ngonggong di blog itu juga termasuk produksi lho, produksi kata-kata, makian, hujatan, he he he.

    40% yang lenyap itu pasti karena efek buruk budaya maling, dinegara ini memang banyak sekali maling. Dengan berhenti maling, setidaknya kita mengurangi satu maling di indonesia.

    Hari minggu? Ini saya baca hari senin je, ya enaknya ngecek blog saja lah :D Sambil main game dan minum susu coklat panas.

    @ Alamster
    Microsoft mungkin tidak sepenuhnya salah, mereka hanya ingin mengambil untung dari kebijakan pemerintah yang ingin rakyatnya tetap goblok.

    @ Redwar
    Budaya bangsa itu sejak dari yang mana? Sejak sebelum kumpeni kita juga sudah berbudaya. Lestarikan juga harus pilih-pilih, itu gunanya otak.

    Pengaruh dari berhenti mencuri jelas ada. Setidaknya bagi diri anda sendiri. Yang jelas, jumlah maling negeri maling ini akan berkurang satu ekor.

  35. 37 wadehel 20 November 2006 pukul 11:49 pm

    @ ctrlz
    Maaf, entah kenapa komen anda terjaring oleh wp, mungkin karena terlalu banyak menyebut merk produk bajakan ya? :P

    Mungkin untuk kebutuhan advanced user macam anda opensource belum mampu mengimbangi. Tapi kalau untuk user seawam saya, linux ubuntu yang saya pakai sudah lebih dari cukup. Alternatif windows, office, photoshop sudah di bundel gratis.

  36. 38 irman hamzah 21 November 2006 pukul 2:21 pm

    Gw usulin, orang islam yg jago komputer
    bikin Software gratisan buat kita-kita
    biar gak ngebajak lagi

    Percuma bilang haram, kalo gak ada alternatifnya

    Percuma Percuma Percuma dst Percuma

  37. 39 pramur 22 November 2006 pukul 3:15 pm

    @wadehel
    Terima kasih Mas. Tulisan Anda sudah membuka mata banyak orang. Saya juga baru menyadari kira2 1 tahun yang lalu, sampe sekarang sudah mulai berganti-ganti distro, buntu pada Kubuntu 6.06 ^_^. Tapi saya masih bingung, apakah Anda berfokus pada pembelian software berlisensi, penggunaan software opensource atau, penghentian segala macam bentuk pencurian di negeri ini?
    CMIIW

    # masih mencoba menginstall Freemind

  38. 40 cidh 23 November 2006 pukul 8:00 pm

    Bajakan yang masih gw pake..
    1. XP Prof sp2
    2. Badcopy
    3. Corel Draw
    4. Acronis Os Selector
    5. Office XP (word doang)
    6. Filem2 DVD

    wah ternyata udah mulai sedikit. hehehe.. ada rencana 1/2 tahun (masih lama banget) mau keopensource. kecuali DVD ama MP3 baru selesai kalo dah ga ada lagi yang jual =) LOL

    tapi sedikit koreksi, kayaknya yang paling banyak ngebajak engkoh-2 diglodok cuma yang jualnya aja yang pake peci.
    ga baik nyangkutin itu semua ama agama.. Peace

  39. 41 wadehel 26 November 2006 pukul 1:04 am

    @ Irman Hamzah
    Alternatif kan sudah ada? Tidak semua bikinan Islam sih, tapi tidak masalah kan?
    Dan sekali lagi, dan lagi, dan lagi: Masalahnya bukan pada haram atau halal, tapi dari kesadaran untuk tidak membiasakan diri mencuri, itu saja.

    @ Pramur
    Tadinya saya mau fokus pada budaya mencolong sejak kecil. Tapi setelah baca komen anda itu, saya jadi ragu apakah saya pernah terfokus pada sesuatu.

    @ Cidh
    Sangat tidak setuju, sebagai umat beragama, segala sesuatu harus di sangkut-sangkutkan dengan agama. Katanya agama itu pedoman hidup, buat sebagian orang malah jadi tujuan hidup, lha kok malah ga boleh di bawa-bawa?

  40. 42 mrtajib 27 November 2006 pukul 2:10 pm

    “semua hal di semesta ini bisa benar tergantung dari sudut mana si pengamat melihat”

    he he he he dari sudut pandang tertentu, membajak menjadi benar to?

  41. 43 benk ong 28 November 2006 pukul 8:31 pm

    mudah mudahan kelemahan kekurangan yang belum bisa diselesein akan bisa di sempurnain….

    mugi mugi gusti Allah ngampunin dosa dosa

    buat para pemilik yang kebajak mudah mudahan ngiklasin

    kalau owner blog ini jadi bill gate, mungkin gak akan jual mahal mahal. tiap tahun update… bayar… lagi dan lagi…. x100000000..

    padahal makan mereka juga sepiring full kenyang…. duit yang lain cuman ngendon… jauh lebih banyak yg didapat drpada yg dikeluarkan untuk produksi dan pengembangan

    kalau saja mereka tidak serakah menuntut atas kepinterannya, tentu lain jadinya…..

    mugi mugi gusti Allah ngampunin dosa dosa
    atas sw bjkan yg masih terpakai dan belum bisa ditinggalin…

    mugi mugi gusti Allah ngampunin dosa dosa… ampun gusti… ampun…. AMIIIIN

    makasih owner atas pencerahannya

  42. 44 harisx 30 November 2006 pukul 12:41 am

    untuk sofware berlisensi bayar…permasalahannya menurut saya bukan apakah kita mau membayar atau tidak…cuma harga yang harus dibayar itu terkadang jauh diatas apa yang kita miliki (khususnya software2 m$)…buktinya software2 lokal (seperti kamus penerjemah, peta, dsb) banyak koq yang bersedia membeli lisensinya, karena emang harga yang ditawarkan masih cukup relevan dan masuk akal.

    Saya sepakat mengenai….daripada akhirnya menimbulkan masalah dibelakang (hukum, penjara, dosa, dll) yaa…nggak ada salahnya untuk maksain dirikita buat terbiasa menggunakan dan memaksimalkan hal-hal yang emang bisa didapat dengan murah atau bahkan gratis…contohnya software berlisensi os itu.

    siip…good article bos… ;)

  43. 45 P@y SitiNurhalizaManiac 30 November 2006 pukul 10:27 am

    Kang Dehel, wah jadi malu saya nih …. masih jga pakai bajakan
    walau sekarang udah mulai install Linux …. Ubuntu 6 oke juga nih.. lengkap lah buat sehari2… tapi klo diwarnet repot juga pake
    linux..

    “Try Mode ON”
    Download …… status Finish ….
    Linux Pedora Core 6 ………..Install…..Configure …. Error….
    Think……………………… Bete…………..Install Ulang aja……
    Try configure Again………. it’s Works………..
    Buat dirumah jadi pake Fedora dan Ubuntu…………
    AMD Tua ku akhirnya kau hidup lagi……

    Kang…………………. ada salam dari Naldi….

    Pay

  44. 46 wadehel 1 Desember 2006 pukul 9:13 am

    @ Mrtajib
    Hahaha, iya, benar sekali Pak. Tergantung anda nya mau melihat dari sudut mana. Kita manusia memang sebenarnya sebebas itu. Cuma jangan lupa, konon semua hal ada konsekwensinya, kalo kata orang agama, semua ada perhitungannya.

    @ Benk ong
    Amiin. Tenang aja Om, Tuhan itu maha pengampun kok. Katanya sih gitu.

    @ Harisx
    Harga yang mereka (sebangsa ms) pasang mungkin memang terlalu mahal untuk ukuran bangsa yang kelewat miskin, apalagi yang miskinnya lahir batin seperti di kita. Hal itu sangat bisa kita jadikan pembenaran untuk membajak. Cuma, kalau bisa ya sambil belajar pakai dan mengembangkan OpenSource juga lah.

    @ P@y
    Tak perlu malu Pak, pakai celana kok malu :P

    Selamat atas keberaniannya nyoba linux, salam juga buat Bang Naldi.

  45. 48 wadehel 10 Desember 2006 pukul 1:22 pm

    @ Joesatch
    Waks, iya, kok beliau tidak menyantumkan sumber copy paste ya? Saya email deh. Terimakasih Joesatch.

  46. 49 pay 11 Desember 2006 pukul 10:35 am

    woopss…..kena neh gw…
    mang btul tuh hel, yang namanya bajakan pasti perbuatan tercela, dosa, ngibulin de el el…but ini loh persoalannya :
    bajakn itu gampang dicari, en murah.
    BTW thnks buat pencerahannya

  47. 50 wadehel 11 Desember 2006 pukul 6:43 pm

    @ Pay
    Sekalipun ada yang ingin membayar anda untuk makan daging kucing tetangga, kalau nurani anda melarang, dan anda menuruti kata nurani itu, tetap saja anda tak akan makan daging kucing itu.
    *jaka sembung perutnya kembung*

  48. 51 preaxz 21 Desember 2006 pukul 3:42 am

    hel .. (kali ini gw beneran nulis komen)

    Kalo yang berkeyakinan bahwa menggunakan bajakan bukan berarti mencuri gpp kan terus make…

    soalnya, beberapa software ge minjem kok, nggak nyolong …

  49. 52 aziz 14 Januari 2007 pukul 4:14 pm

    Mau gimana lagi…….
    Kayak Biskuit Bajakan udah jadi tradisi……….

  50. 53 Pembajak 27 Januari 2007 pukul 8:20 pm

    Hidup Pembajakan!!!!he3x,Peace………….

  51. 54 Indy 31 Januari 2007 pukul 9:04 am

    Kita terlalu dimanja oleh para penjahat… bajakan mudah sekali didapat.. yang asli mudah didapat tapi tidak mudah dibeli.. open source belon memasyarakat… hanya kaum2 terpelajar yang udah bener2 pake dan mengoptimalkannya… tapi suatu saat… pasti open source akan bener2 bisa nyaingin Wicrosoft.. mari kita mulai proses itu…

  52. 55 BhambanK 31 Januari 2007 pukul 8:14 pm

    Wadu….u…..h Toba….a.a.a.aaaaat…….!!!!
    Ya,ya,ya….. gw ngaku dech!! gw salah…!
    selama ini pake software bajakan…..!!!
    kenapa????
    Yang Freeware, kurang b’kualitas…..!!!
    gw males pake….!!!
    …………………………………….
    btw, sapa gw???
    Mas, ikutan ya?
    abiz nih tulisan ngena banget ke ulu hati….;p

  53. 56 wushuang 2 Februari 2007 pukul 2:30 pm

    kalo saya, pake software yang asli om L-) tapi, kalo yang laen, …… masih meragukan (sambil garuk-garuk pala)

  54. 57 Voucha 3 Februari 2007 pukul 2:42 am

    Aduh bos, giliran website ogut yang dijiplak semena-mena sama orang.

    Ogut posting di sini:
    http://www.ebonk.org/blog/

  55. 58 BhambanK 5 Februari 2007 pukul 3:13 am

    Kalo menurut gw siy…
    terserah ke masing2 orangnya lah…
    kadang biar udah di kasi tau juga, udah di ceramahin juga, udah di nasehatin beribu-ribu kalee juga
    kalo belum dapat hidayah (sok Ustadz;p)… ya tetep aza ngeyel..
    tapi bwt Mas Wadehel, tulisan anda sudah pasti dapat imbalan pahalanya, coz udah mengajak khalayak untuk
    melakukan suatu yang lebih baik… (Ya, Iya laaah…. Pasti tuh! ;p)

    Mungkin gw salah satu dari sekian banyak yang belum dapat Hidayah soal Pembajakan Software ini…;p
    coz, ntah kenapa gw seneng banget oprek2… gw suka gk puas kalo pake freeware yang (kebanyakan) apa adanya,
    apalagi software yang ada versi FREE dan ada juga versi Full dari Software itu, kalo ada kesempatan, knapa gk pake yang Full
    version nya? khan pasti lebih OK!

    Kalo ngomong berapa biji Aplikasi Bajakan di PC gw….?
    Wuah… Banyak Banget…..!!!
    gw cinta teknologi, gw cinta orang-orang pinter yang bikin Software2 OK…
    Dulu, waktu kecil, kalo liat Film yang FX nya keren, Gw suka nanya ma nyokap, Koq Bisa siy…?
    Nyokap gw bilang: “itumah bo’ong, itumah (rekayasa) komputer…!(padahal nyokap gw juga kata orang)”
    gw pengen tau apa bener komputer bisa bikin kaya gitu…
    dan… YA…. Di PC gw banyak banget aplikasi VIDEO EDITOR (Adobe Premier7,PInnacle Studio 9, After FX, ULEAD VIDEO EDITOR,dll…)
    yang gw pake bwt ngedit video keluarga dan temen2 dan….temen2 bilang: “Keren juga Video buatan lo!!!!”
    DAN SEMUA APLIKASI YANG GW SEBUTIN TADI ADALAH 100% BAJAKAN….

    Bwt mp3, aduh kayanya kasian banget ya artis2…
    gw juga khan suka ngeBand, tadinya kepikiran bwt bikin rekaman,
    SEKARANG??? Males! Dari pada ntar lagu2 karya besar gw di bajak orang…;p

    Kesimpulan:
    ~ Gw ada di tengah aja ~
    “di antara para pembajak dan para anti pembajakan”,,, i love both of u….
    mmmuach…mmmuach…mmmuach…!!!

  56. 59 Mas Agus 8 Februari 2007 pukul 1:06 pm

    kalo pembajakan dilarang…
    banyak orang indonesia yang kehilangan pekerjaan…
    akan mangkin banyak orang miskin…
    beras makin langka…
    …..
    …..
    …..
    soalnya kenapa???
    nanem padi kan sawahnya harus dibajak!!!

    seharusnya semua bisa gratis…

    btw, komputer yg saya pake semua softwarenya asli
    ada bbrp yg freeware…
    bukan karena saya kaya…

  57. 60 klikkanan 22 Februari 2007 pukul 8:35 pm

    Cari gratisan aja yuk, khan banyak tuh yg bisa dijadikan sbg alternatif software berbayar. Yg masih susah membiasakan diri dg sistem operasi selain Windows. Masih kagok nih pake penguin :D :D :D

  58. 61 Andalusia 23 Februari 2007 pukul 11:03 am

    Kenapa nyerempet masalah agama itu begini, sependek saya tahu, kegiatan mencuri kan dilarang oleh agama, kok kita yang bertuhan beragama tetap melakukannya? Mbok ya sebelum menuruti ayat untuk membantai para kafir, manuti aja ayat yang mudah dulu, seperti perintah berhenti mencuri. Jadi ada hubunganya kan?

    kalau saya perhatikan hampir semua tulisan, nyerempetnya ke agama, dan yang selalu jadi sasaran selalu Islam (Simbol MUI segala), padahal agama di Indonesia kan banyak (kalau gak salah sekarang ada 6). terus kalau Mas wedehel dikomentari dari sisi Islam mas wedehel selalu ebrkelit “Apa hubungannya dengan Islam?”

    Yang gentle dong Hel, Commit gicu loh!

    ngemeng2 wedehel tau dari mana sebagian org Islam yang anda omongin itu memakai software bajakan? apa pernah melakukan penelitian?

    jangan terlalu gampang mengampil konklusi atau justifikasi.
    Gajang di kelopak mata tak tampak, kuman diseberang tampak….

  59. 62 wadehel 11 April 2007 pukul 12:45 pm

    @Andalusia, ga usah ngomongin gajang (gajah?) di kelopak mata. Lha blog di depan mata kamu aja bacanya ga selesai. Tiap kali nyebut ulama busuk, ada aja yang langsung tersinggung :P

  60. 63 Geddoe 21 Mei 2007 pukul 9:39 pm

    Nanya. Gajang apaan, ya? :|

  61. 64 Herman 30 Mei 2007 pukul 6:30 pm

    Semoga saja daya beli dan kesadaran masyarakat kita mulai saat ini dan kedepannya terus meningkat. Sehingga kedepannya mampu dan sadar untuk beli sofware yang tidak bajakan. Meskipun daya beli meningkat, tp kalau tidak dibarengi dengan kesadaran akan menghargai hak cipta, akan tetep aja terjadi pembajakan. Jd mesti ada peningkatan baik dlm hal daya beli dan kesadaran dari lubuk hati.

  62. 65 ALDI 18 Juli 2007 pukul 5:46 am

    Belilah yang berguna untuk kamu. Kalo yang disebutin diatas gak penting – penting amat, BELI AJA BAJAKANNYA. Hemat kan…!

  63. 66 ALDI 18 Juli 2007 pukul 5:52 am

    Aku dulu pingin beli yang asli, tapi karena masih belum mampu dan gak online internet. Yaa pake bajakan aja. Tapi untuk yang paling penting yaaa… harus online…. yaaaa… ASLI lah….

  64. 67 ALDI 18 Juli 2007 pukul 5:57 am

    Kemaring aku ke pusat perkulakan komputer yang terrrrrbesaaaar di SURABAYA (pasti lo tau kan) disana ada tulisan ironi “SEMUA TOKO DILARANG MENGCOPY ATAU MENJUAL SOFWARE BAJAKAN” tappiiii yang kulihat dan kualami. Ternyata toko – toko yang aku kunjungi menjual sofware2 bajakan dengan tenang – tenang aja. EH GIMANA TU, MENURUT ANDA ??? KAN ADA PENJUAL PASTI ADA PEMBELI DAN PEMBERI IJIN. EH YANG BERI IJIN TUH SIAPA YAAA, OOO BIASANYA APARAT NEGARA Yth., yang sebagian suka KKN:)
    susah yaaa jujur n adil di Indonesia ?!

  65. 68 siyamta 19 Juli 2007 pukul 3:46 pm

    Ha2….., benar juga euy. Masa memproduksi software menggunakan software bajakan dan diperjualbelikan? Ya, mudah-mudahan kita dapat semakin meminimalkan penggunaan software bajakan….

    Ayo migrasi pake Linux…., ato software yang berlisensi….

  66. 69 monyet 9 September 2007 pukul 10:08 am

    sok khotbah luuuuuuuuuuuuuuuu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  67. 70 badrun 21 September 2007 pukul 9:23 am

    …..Pembajak Yang Terbajak….

    Barangkali istilah ini sering kita dengar khususnya di Indonesia terutama pada “software house” yang baru berkembang. Nah…. agar tidak dikatakan sebagai Pembajak, Menurut saya paling “aman” mulai saat sekarang kita gunakan saja software yang opensource, sehingga pikiran kita akan tenang… tenang dan tenang…., tidak dihantui oleh “perasaan berdosa”.

    Memang yang namanya mengubah kebiasaan itu susah. Barangkali mental kita (orang indonesia) termasuk saya, juga pernah menggunakan software bajakan (sistem operasi WINDOWS, office, acrobat reader dll), karena jika mau beli yang “license” belum mampu untuk saat ini, kecuali dibiayai oleh instansi/lembaga…

  68. 71 kriswong 19 November 2007 pukul 5:37 pm

    bos gw biasa pakai adobe premiere pro.2.0 untuk editing dan flash dan photoshop cs & Ulead DVD workshop 2.2 dan Procoder 3 Canopus kalau nggak ada itu ya usaha gw tutup apa solusinya buat open source.. Thanks mberat boss…

  69. 72 ndeso 16 Desember 2007 pukul 9:38 am

    ohh nistanya hidupku… salahkah aku ya tuhan… maaf ya tuhan…aku kan gak sengaja pake barang bajakan..karena gak tau (atau pura2 gak mau tau :)) .. abisnya duitku cuma segini,belum lagi buat makan,bayar kost,pulsa,bensin yang terus naek…mumpung ada yang kasih gratis atau murah ya aku ikut aja..daripada gaptek dan terus jadi orang bodoh..bodoh jadi makanan orang lain yang rakus… huh..huh.. tiap hari aku berdoa kok minta ampun ma tuhan..kan katanya tuhan maha pengampun.. maha pemaklum.. jadi pastinya diampunin donk..kan maklum :) peace bro

  70. 73 paijo 31 Desember 2007 pukul 7:05 pm

    @kriswong..kerjaan anda di multimedia yak? tentunya pake hardware yang spesial buat editing kan? “biasanya kalo hardawe multimedia misal Pinacle DV500, Matrox, Canopus dll kan di bundle sama sopwer asli kok!! PREMIRE, PINNACLE, ULEAD dll…..???

    OYa pertama baca2x artikel ini betul juga mengena dihati, tapi begitu baca komen2x nya ada benarnya jugah..??? jadi bingung nih…!!

    kalo gw pribadi baru nyoba2x pake Opensource, yah buat jaga2x kalo-kalo suatu saat bajakan bener2x dilarang, dah bisa nggunain yang alternatif ga berbayar….

  71. 74 payah 9 Januari 2008 pukul 9:53 am

    cara luh gak menyentuh, tapi menyebalkan.
    pake disambung-sambungin sama agama.
    kayanya elu benci agama tertentu dah…
    ilmu tanpa iman luh….

  72. 75 Subhan 3 April 2008 pukul 4:00 pm

    Jadi bingung gua….????
    Pake Bajakan …. salah…!
    Pake Original….da’ da duit…! (mahal)
    nah….
    Kalo pake celana yang desainnya dapat bajak… salah ‘g yah
    Usul…!
    Mendingan kagak pake celana sekalian…!
    biar aman…..!

  73. 76 orangberdosa 5 April 2008 pukul 6:58 pm

    kalo saya sih, yang riil riil aja. selama software asli masih mahal kenapa harus beli yang asli? dan selama masih bisa di crack dan terjual di sini kenapa harus beli pake US DOLLAR???? apa gak mending buat beli nasi dollarnya. dan kalo software2 yang bagus udah bikinan Indonesia,pasti harganya murah sendiri, lha wong biaya produksinya murah…..ironisnya semuanya IMPOR……..jadi ya what the heck!

    kenapa mesti mikirin agama, kapitalisme, siapa yang salah dan yang benar

    kalo mereka bikin software hargnya murah semurah CD bajakan pasti tak beli. pasti gak mau kan mereka? gak nyucuk lah, ini itu, ya saya juga gak nyucuk kalo suruh pake software asli.

  74. 77 orangberdosa 5 April 2008 pukul 7:00 pm

    kalo saya sih, yang riil riil aja. selama software asli masih mahal kenapa harus beli yang asli? dan selama masih bisa di crack dan terjual di sini kenapa harus beli pake US DOLLAR dan disumbangin ke Bill gates???? apa gak mending buat beli nasi dan disumbangin ke tetangga kita dollarnya. kalo mereka kelaparan kan kita juga yang dosa???? dan kalo software2 yang bagus udah bikinan Indonesia,pasti harganya murah sendiri, lha wong biaya produksinya murah…..ironisnya semuanya IMPOR……..jadi ya what the heck!

    kenapa mesti mikirin agama, kapitalisme, siapa yang salah dan yang benar

    kalo mereka bikin software hargnya murah semurah CD bajakan pasti tak beli. pasti gak mau kan mereka? gak nyucuk lah, ini itu, ya saya juga gak nyucuk kalo suruh pake software asli.

  75. 78 pemakai_axioo 1 Agustus 2008 pukul 10:02 am

    Aku sih seneng banget kalau bisa pake ubuntu yang mantap itu. Tapi sayangnya laptop saya geblek banget gak bisa make ubuntu. Yang bisa dipake cuman mandriva bawaannya dengan fitur alakadarnya. JAdi apa solusi terbaik buat saya?? apakah harus beli laptop baru untuk bisa make ubuntu?? atau harus terus negmbangin mandriva-nya??

    Terus kenapa coba axioo gak bisa pake ubuntu?? harusnya yang salah itu axioo, yang bikin laptop tapi gak support ubuntu. Oh ya, bukan hanya ubuntu aja sih, tapi yang ain-lainnya juga.. Hanya linux bawaannya lyang bisa di pake

  76. 79 Pure Legal Computing 6 Oktober 2008 pukul 11:26 pm

    Windows might be expensive, but some of us might already have original Windows from OEM PC manufacturer.

    So how about stay pure and legal either move to Linux or keep the Windows with all free and opensource software ?
    please share it at http://purelegalcomputing.blogspot.com

  77. 80 abu quba 22 Oktober 2008 pukul 1:48 am

    sekiranya seperti ini:
    anda menghabiskan setengah umur anda untuk menghasilkan satu gambar rancangan becak abad 23, lengkap dengan proporsi dan lain sebagainya. setengah umur hanya untuk satu gambar! lalu ada orang berkata, ‘minta gambarnya donk. ilmumu kan ilmuku juga.’

    apa anda akan memberikannya begitu saja?
    kalaupun dibayar, berapa harga yang anda minta untuk setengah umur anda?
    seperti apa muka anda di cermin ketika tahu ada orang yang tidak anda kenal memiliki gambar itu?

    insyaAlloh umat Islam bukan pembajak…

  78. 81 RK 26 Oktober 2008 pukul 9:58 am

    duhduhduh…. DVD CD bajakan gw banyak yang palsu nih, apakah kalo gw mo ke jalan yang lurus, yang lama2 harus di buang????

  79. 82 kyai gringsing 18 Desember 2008 pukul 7:56 am

    Kayaknya kita sudah terpengaruh propaganda Amerika. Sebenarnya mereka tuh pengen Negara Dunia ke-3 terus menjadi ke-3. Sehingga pemanfaatan teknologi harus dihargai tinggi, sehingga tak terjangkau dengan kocek orang ke-3. Dengan tidak terjangkau maka masyarakat ke-3 akan terus ter-3 nggak pernah jadi superpower. Guobloook terus. Nah, gimana coba, cara menyamai negara adidaya tsb. Kalo pengen goblok terus ya, beli aja software ori yang tak terjangkau. Sebenarnya ‘Ilmu yang Bermanfaat’ untungnya melebihi seluruh royalti yang ada. Lha, wong ‘kafir’ mbok ajari ngono.

  80. 83 Cr4zy 23 Desember 2008 pukul 10:41 am

    Kalo bilang pake software bajakan tuch salah, ya emang udah salah dari sononya!! Tapi asal tau aja yang namanya produsen software tuch terkadang ato keseringan malah jadi keterlaluan karena dihargai oleh konsumennya!! Mentang2 punya paten atas penemuan lantas beranggapan bahwa segalanya adalah harus dihargai amat mahal ato bahkan sangat mahal berdasarkan alasan “Hak Atas Kekayaan Intelektual” seseorang!! Hal kayak gini nech lebih merujuk pada trik pembodohan terhadap orang yang gak paham n gak mengerti sama sekali tentang software! Contohnya Microsoft tuch, emang berapa dia dapat keuntungan perbulannya!? Berapa banyak sech pegawainya yang harus digaji sampai2 harus ambil keuntungan sebesar itu!? Trus kesannya berusaha menghalang-halangi aktivitas perusahaan pendukung Open Source dengan sala satu cara gak mao kasih kode2 akses windows agar aplikasi Open Source semacam Linux bisa berhubungan/mengakses windows dengan baik, dikasih kode2 aksespun mesti pake lisensi segala! What The F***!!
    Kalo jualan software original dengan harga yang setara dengan kemampuan daya beli konsumen menengah kebawah, kecil kemungkinan akan terjadi pembajakan! Tapi hal kayak gitu hanya angan2 doank sampai kiamat juga gak bakal jadi kenyataan karena manusia tuch egois n serakah tau!
    90% dari aplikasi didalam komputer seseorang mungkin adalah software bajakan! Mengapa demikian, karena softaware bajakan gak perlu dibeli! Download dari internet aja bisa dapat ratusan aplikasi bajakan dalan waktu singkat! Makanya kalo mao berantas pembanjakan “Stop Internet” trus hukum mati para pembajaknya mungkin baru akan sedikit berhenti! Itu juga kalo iya.. Karena itu juga cuma angan2 doank!
    Kalo bilang cari pembenaran, gak ada kebenaran dimuka bumi ini, yang ada cuman logika kebenaran dan kesalahan yang bisa dibolak-balik karena manusia tuch gak pernah bisa 100% jujur n selalu licik untuk mencari kesalahan bagi orang lain n mencari pembenaran bagi dirinya! Emang ada manusia yang mao disalahkan??
    Bertanyalah pada diri anda sendiri!!!
    Dan tolong jangan dikaitkan pada hal2 religi, gak lucu tau!!!

  81. 84 Simon 24 Januari 2009 pukul 9:51 am

    gA Usah sok sucilah…..pake ngomong maling2,,nanya2 agama, bawa2 tuhan emang lo gak pernah pake bajakan apa?ga usah pake blog bt pembenaran diri kalo lo sendiri msh kyk gt…..gw gak tau lo pk bajakan ato ga tp gw tanya lo sk nonton dvd ga?trus dvdnya ori ga?pasti lo gak bl yg ori tp bajakan yg di emper toko kan? trus namanya apa donk klo gt……(Wallahuallam Bisawaf)

  82. 85 Simon 24 Januari 2009 pukul 10:18 am

    lo tuh mahluk yang gak jelas ya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  83. 86 brengsek 6 April 2009 pukul 1:55 pm

    brengsek lo!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  84. 87 mjhoendhie 24 September 2009 pukul 8:29 pm

    Emang susah tuk ninggalin software bajakan dr hidup kita!!!!!!

  85. 88 anung 13 Desember 2009 pukul 10:19 pm

    Dulu jaman kuliah aku musti pake software SPSS for windows biar lulus….SPSS adalah salah satu program termahal dan waktu itu gak ada replacernya..sekarang aja harganya $2000 ..hil yang mustahal…jadi kelulusannku sudah mendarah daging haram …gityu???… Ok lah…kalo mau brantas pembajakan…yang tegas aja…seharusnya itu tugas berat dari pemerintah ..jangan kurop sehingga masyarakat sejahterah buat beli software…larang pembajakan software…dan masukkan dan wajibkan pendidikan opensource dari kecil dan install di sekolah..jangan biarkan sekolah2 mengajarkan program windows dan sebagainya yang bajakan..seperti saya yang sudah jadi korban pengajaran software haram itu.

  86. 89 dark-blast 24 Mei 2010 pukul 11:32 pm

    kalo NYONTEK termasuk MENCURI gak ya?
    anda pernah nyontek? saya pernah lho tapi gak sering, kalo kepepet aja..
    Saya juga pake FOSS buat produksi animasi etc, tapi saya juga NYANTAI aja, Relax, gak lebay, dan gak suka MENDISKREDITKAN beberapa pihak dan MENJELEK-JELEKKAN, MENGOLOK-OLOK, saya juga pake FOSS, tapi take it easy aja..
    Saya pake FOSS juga, so what? biar karya atau Tools FOSS yg bicara, toh kalo sudah sadar, nantinya juga akan ada berbondong2 orang pindah ke FOSS..
    Just take it easy bro..

  87. 90 Ucing_7th 25 Mei 2010 pukul 12:08 am

    Aduh geli liat yg komen2 nya…..

    Simple aja, kalo pengen maen legal di software tuh….

    1. kalo ingin usaha sendiri dan ada modal cukup, ya beli lah software asli!!!

    2. Kalo ingin kerja dgn software legal tp gak ada modal, carilah tempat kerja yg punya software legal dan sesuai software apa yg kamu bs!!!

    3. Kalo ingin usaha sendiri tp pengen nya utk modal software hrs pake modal dengkul alias gak mau ngeluarin duit gede utk membelinya, pake lah software alternatif FOSS!!!

    Dan yg terakhir, jgn malas utk belajar software yg lain (khususnya FOSS)apalg utk org2 yg gak mau keluarin modal utk beli software ori!!!! Sebenernya kita bukannya krn ketergantungan dgn software bajakan tp krn malas utk belajar software yg lain!!!!

    Segala sesuatu pasti ada jalan keluarnya, jangan malas itu belajar!!!

  88. 92 andu 5 Juli 2010 pukul 6:21 pm

    munafik…..grgrgrgrg….

  89. 93 arif 11 November 2010 pukul 5:14 pm

    jika saya beli CD/DVD ori, mestinya bisa saya instal ke banyak computer, gak cuma satu komputer doang..
    apa alasan saya?
    soalnya CD/DVD itu sudah pindah kepemilikan dari developer software ke saya dengan kompensasi berupa uang yang telh saya bayr atas software original tersebut .
    karena itu CD/DVD sudah jadi milik saya, terserah saya dong mau saya copy, saya sebar2kan, saya jual, saya instal ke ratusan komputer, saya buang,,

  90. 94 Arashi Kensho 20 Februari 2011 pukul 4:47 am

    saya dulu kena sweeping microsoft, kena denda ditempat hrs dibyr saat itu jg 7jt

  91. 95 tyo 28 Maret 2011 pukul 1:12 pm

    klo bang wadahel pengen bener2 membrantas bajakan…. kenapa gak brantas aja sekalian yang buat cd-cd/DVD bajakan….. dimana2 ada kok… bahkan di jalan depan jalan deket rumah gw jg banyak tuuh yg jual CD dan DVD bajakan…… tapi klo gw sih dirumah pakenye linux Xandross….

    seberapa pedulinya anda sih terhadap bajakan?? dan yg gw bingungin masih banyak yg jual bajakan di mall2 terdekat ampe yg terjauh….

    dan juga jangan menyalahkan pembeli…. semua pembeli sah kok beli dengan uang asli dan nggak mencuri….

    mang seberapa bersihnya anda membicarakan soal agama??

    selama anda tak berbuat apa cuma OMDO….. omongan anda saya anggap BULLSHIT!!!

  92. 97 AntiKapitalis 7 Juli 2011 pukul 11:13 am

    Membajak software sama dengan mencuri menurut aturan negara, tidak ada kaitannya dengan agama.
    Tapi perlu diingat, bahwa banyak prilaku-prilaku lain yang kerap dilakukan manusia juga termasuk ke dalam perbuatan yang dilarang baik oleh negara maupun agama

    Manusia itu bervariasi dan itu adalah kenyataan.

    Sebagian dari mereka melakukan tindakan pembajakan, dan sebagian lainnya anti pembajakan. Hal ini bukan berarti yang anti pembajakan lebih baik dari yang membajak…contoh pada tulisan ini hanyalah suatu kasus kebiasaan buruk manusia dari ribuan kasus yang mungkin dilakukan oleh manusia dan jauh lebih buruk.

    Orang melakukan pembajakan tentu dengan berbagai alasan dan apapun alasannya, pembajakan tetap tidak bisa dibenarkan karena menurut negara itu adalah pelanggaran undang-undang tentang hak kekayaan intelektual.

    Agama menganjurkan setiap manusia untuk berbagi ilmu (bukan menjualnya). Pemakaian software menurut logika saya adalah berkaitan dengan keilmuan. Misalnya saya membeli sebuah perangkat kemudian mebaginya dengan teman saya supaya teman saya tadi juga bertambah pengetahuan dan ilmunya, apakah itu artinya kami telah melakukan pembajakan? dan kalo itu diartikan sebagai pencurian, tentu saja logika saya menolak. Dan kalo itu di larang agama, apa dalilnya??

    Perusahaan2 pembuat software mengambil keuntungan secara terus menerus dari perangkat yang dibuatnya. Karena mulai dari beli sampai update produknya, konsumen diharuskan membayar…itu tidak adil dan cenderung menipu dan menjerumuskan. Perbuatan seperti ini yang nyata tidak dibenarkan baik agama maupun negara.

    Temen2 semua, terutama yang mampu, belilah software yang asli dan kalo temen2 mau membagi software kalian pada temen2 lain, itu bagus dan bukan perbuatan membajak. lebih kurangnya mohon maaf!

  93. 98 AntiKapitalis 7 Juli 2011 pukul 12:05 pm

    WADEHEL
    Semua hal di alam semesta ini bisa benar bergantung dari sudut mana si pengamat melihat

    Begitu yang kita baca saat membuka blog ini. Jika mengartikan kalimat di atas, kira kira seperti ini, bahwa “semua” kebenaran yang ada di alam semesta ini sangat tergantung dari bagaimana setiap orang mengamati dan melihat.

    Manusia itu hidup berdasarkan aturan yang memandu mereka pada semua kebenaran di alam semesta. Manusia tidak bisa merumuskan apakah sesuatu itu benar hanya dari sudut mana mereka mengamati dan melihat. terlalu subyektif dan menapikkan aturan yang sudah berlaku. Saya tidak tahu dari mana si pemilik blog menyadur kalimat, tapi logika saya mengatakan bahwa kalimat semacam ini keluar dari seorang penganut atheis yang tidak mempercayai adanya Tuhan.

    Kalau kalimat di atas dihubungkan dengan eksistensi Tuhan, maka si pembuat kalimat mengatakan bahwa keberadaan Tuhan itu “bisa benar” tergantung dari sudut mana kita mengamati dan melihat.

    Dalam teori ketuhanan, eksistensi Tuhan tidak bisa diamati dan dilihat untuk mencari kebenarannya karena keberadaan Tuhan adalah kebenaran mutlak menurut aturan orang-orang beragama.

  94. 99 bukan anti kapitalis tapi anti orang yang otaknya jongkok 24 November 2011 pukul 9:33 pm

    peleerrrrr dah postingannya…..
    juragan ustad apa polisi dibayar brapa lu ama cukai ato menkominfo, ato bahkan microsoft…..situ enak kaya, bapak lu beraknya duit……
    kalo gw mah pengguna bajakan sejati, ga ada di quran tuh kalo make software bajakan bakalan masuk neraka…..

  95. 100 bukan anti kapitalis tapi anti orang yang otaknya jongkok 24 November 2011 pukul 9:36 pm

    pantesan indonesia ga maju2 yak banyak orang kaya agan wadehel….
    ke afganistan aja sono lu ato ke libya…..biar melek ama dunia

  96. 101 Sewa Mobil Semarang Murah 22 Juni 2013 pukul 9:24 am

    Keren sekali tulisannya. Mencerahkan :)

  97. 102 Heru H.T.L Azmatkhan 9 Maret 2014 pukul 5:49 pm

    Apapun alasannya atau dipelintir seperti apapun bahkan oleh seorang kyai, sayid, bahkan oleh habib sekalipun, bahwasanya adalah HARAM hukumnya menggunakan software bajakan. Khusus buat Anda sekalian para Kaum Muslim, jika Anda masih merasa rancu soal mana yang haram dan halal maka kembali ke ajaran Al Qur’an dan Al Hadist.

    Prinsip suatu perusahaan menerapkan hak-cipta (hak penggadaan) bersifat komersial plus privat kepada produknya — bahwasanya adalah syah, yang mana dengan dasar banyak aspek yang telah dipertimbangkan (namun tentu pihak perusahaan juga berhak untuk tidak membeberkan alasan mereka kepada publik – soal mereka menerapkan hak cipta komersial plus privat kepada produknya).
    Soal jika ada suatu pihak tidak setuju terapan hak cipta (copyright) komersial plus privat, maka tidak lah wajar dalam pandangan akal sehat jika pihak tersebut menyatakan atau menerapkan sikap tidak setujunya itu dengan cara sewenang-wenang semisal dengan cara “sengaja membajak, dan menyebarkan bajakannya kepada masyarakat supaya masyarakat luas menggunakan bajakannya, yang mana pihak tersebut melakukannya tanpa merasa berdosa dengan *alasan* sebagai bentuk protes” dan apalagi jika tindakan semacam itu kemudian “disertai pembenaran dengan menyalah-gunakan dalil-dalil berdasarkan kitab suci suatu agama atau berdasarkan hukum agama tertentu”.
    Jika memang tidak setuju terapan hak cipta komersial plus privat pada suatu produk semisal produk piranti lunak semacam Sistem Operasi Windows, maka bukankah lebih baik dalam pertimbangan akal sehat bahwa tidak usah menggunakan produk tersebut dan juga tidak perlu membajak juga.

    Apa sih enaknya pakai software bajakan, sedangkan pakai yang resmi saja belum tentu enak? (bayangkan, rasanya pasti kayak lagi selingkuh dengan istri orang lain hahahaha…)

    Well, kalau memang tidak punya uang, kan lebih baik tahu dirilah pakai akal sehat untuk tidak perlu *mengumbar nafsu* pakai software berbayar mahal macam AutoCAD namun dengan cara “main belakang” dengan alasan “untuk fasilitas penunjang nyari nafkah demi anak & istri” (btw, kasihan anak & istrinya dikasih nafkah dari hasil kerja menggunakan software bajakan), nggak perlulah mengumbar nafsu pengend main game 3D berbayara yang sangat mewah hanya untuk memenuhi kepuasan sementara di luar sana ada pihak developer yang dirugikan.

    Bayangkalah, jika: istri Anda berpakaian mewah + berdandan cantik dengan kosmetika bermerk terkenal dan mahal, anak Anda bersekolah di sekolahan favorit atau mungkin kuliah di fakultas kedokteran, mobil Anda mewah, jaz dan dasi Anda bermerk *Bellini* yang harganya jutaan, kaos kaki Anda bermerk internasional dan harganya ratusan ribu rupiah — tetapi — itu semua Anda hasilkan dari profesi yang difasilitasi software bajakan — maka — Anda sama sekali “tidak keren dan tidak berkelas” tidak ubahnya sama saja dengan kelas pencopet dan maling ayam hahahaha peace …

  98. 104 cover tank 11 April 2014 pukul 1:10 pm

    I’ll immediately grasp your rss feed as I can’t in finding your e-mail subscription hyperlink or
    e-newsletter service. Do you have any? Kindly allow me recognize
    so that I may subscribe. Thanks.

  99. 105 Paket Tour & Travel Umrah Murah 11 April 2014 pukul 3:59 pm

    I always used to read piece of writing in news papers but now as I
    am a user of web so from now I am using net for articles, thanks to
    web.


  1. 1 Membajak dan Dibajak « fertob Lacak balik pada 18 November 2006 pukul 11:42 pm
  2. 2 Good bye My Love « Sains-Inreligion Lacak balik pada 8 Desember 2006 pukul 8:09 am
  3. 3 ebonk - to rock, not to roll ! Lacak balik pada 3 Februari 2007 pukul 2:25 am
  4. 4 Ingin Software Haram dan Molor « SENYUM itu SEHAT Lacak balik pada 11 April 2007 pukul 11:30 am
  5. 5 Untuk Anda Pemakai Software Bajakan « Bravo Pasca 11 Lacak balik pada 21 November 2007 pukul 6:54 pm
  6. 6 richoz Lacak balik pada 26 Desember 2007 pukul 2:50 pm
  7. 7 Tombol-tombol di Blog Kita « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 3:34 pm
  8. 8 Nurmala Febriyanti Putri – Keterhubungan Korupsi dan Kebiasaan Menggunakan Software Bajakan Lacak balik pada 12 November 2012 pukul 8:36 pm
  9. 9 Keterhubungan Korupsi dan Kebiasaan Menggunakan Software Bajakan | arvis agung pratama Lacak balik pada 18 November 2012 pukul 11:06 am
  10. 10   Keterhubungan Korupsi dan Kebiasaan Menggunakan Software Bajakan | I'M BORN ONLY FOR DANCE Lacak balik pada 3 Desember 2012 pukul 10:12 am
  11. 11 Keterhubungan korupsi dan kebiasaan menggunakan software bajakan | Sadath Ode Arwa Lacak balik pada 16 Desember 2012 pukul 3:50 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 58 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: