Saya dengar Bapak baru saja marah-marah ya? Boleh tahu apa sebabnya?
Seseorang menghujat saya seenak udelnya sendiri. Katanya, saya adalah orang yang penuh kekerasan, tidak bermoral dan tidak manusiawi.
Tentu saja saya tersinggung, saya marah, untuk apa dia mengatakan hal seperti itu, Menghina saya di depan orang banyak, dasar orang sesat tidak berotak!
Bapak yakin yang dia maksud adalah seperti itu?
Ya, saya cukup cerdas untuk mengetahui bahwa yang dia maksudkan adalah seperti itu. Anda meragukan kecerdasan saya?!?!!!
Ooh, tidak, tidak Pak. Lalu apa yang akan Bapak lakukan?
Kalau nanti saya ketemu dia, pasti akan saya gebuki sampai mati. Rumahnya juga akan saya bakar dan saya ratakan dengan tanah. Teman-teman yang setuju dengannya juga akan saya habisi semua. Dasar tukang fitnah laknat tidak beriman!
Lho? Kenapa Bapak ingin melakukan itu?
Ya karena penghinaan tadi, semua tuduhan yang dia lontarkan itu sama sekali tidak benar! Itu fitnah yang keji!
Tapi bukankah dengan melakukan hal-hal itu malah membuat membuat tuduhannya terlihat benar?
Anda ini mau wawancara atau menceramahi saya? Anda mendukung dia ya?
(mencengkeram leher si pewawancara)
Ampun Pak, ampuuun….! Hiiiiy…
(langsung kabur setelah berhasil melepaskan lehernya dari cengkraman maut)







Sedang mewawancarai siapa sih?
Oh… Akhirnya saya tahu…
Paus
Halah! :P
Gusdur bilang, lha ya punya pikiran gitu kan cuma FPI dan FBR. Kalau saya tidak tuh!
monolog atau dialog ini?
wawancara imajiner rupanya! kayaknya cuman sedikit orang yang mewakili nara sumber diatas. mencontek aufklarung yang mengutip gusdur: hanya fpi dan fbr yang seperti itu.
aku juga gak seperti itu. kalau Paus Benedictus XVI menganggap jelek ajaran/orang islam, ya silakan aja. mungkin dia belum/ tidak tahu.
lagian, siapa yang berhak membatasi persepsi seseorang?
dan dia juga sudah minta maaf, tuntutan apa lagi selebihnya?
Tanpa kekerasan, anda tak akan lahir Om Wadehel.
Jadi, Hidup kekerasan !!! :)
@bank al
Jadi maksudnya … om itu lahir dari kekerasan yah. Sex yang hardcore gitu??? =)) =))
*cengo mode on*
GwGetooLoh,
ini dari situs anda artinya apa sih:
ようこそ!有限会社 まぬしあ のページへ
Bang Al,
kok tau sih saya bukan bayi tabung? hohoho.
Pak Kw dan Bu Aufklarung
Yang berkelakuan aneh seperti nara sumber di atas itu memang sedikit. Tapi kalau mayoritas yang konon tidak sependapat tetap diam saja (mungkin dengan alasan menjaga ukhuwah) dan lembaga yang (dengan sok tahu) mengurusi kepercayaan 1/4 penduduk dunia malah terlihat mendukungnya… begimane?
Bung Luthfi
Ini bukan dialog atau monolog, ini bencana harga diri, huhu.
Mas Dewo
Kali ini anda tidak benar, sangat-sangat tidak benar. Saya tidak sedang mewawancandai Paus.
kalau lembaga yang (dengan sok tahu) mengurusi kepercayaan 1/4 penduduk dunia malah terlihat mendukung ya berarti apa yang di”tuduhkan”paus benedictus 16 itu bisa jadi benar adanya.
atau mungkin, lembaga itu telah salah mempersepsikan ajaran yang diterimanya. sehingga mungkin perlu dilakukan penafsiran ulang terhadap suara Tuhan yang turun pada abad ke 6 itu.
nah yang menjadi masalah, siapa yang berhak menafsirkan ulang itu yak? “yang disebut-sebut sang juru selamat itukah? hua huu hua
mas Dewo pasti salah…kan wawancaranya bahasa Indonesia. =)
+ngasal komen+
@ Kw
1/4 penduduk dunia yang beriman pada apa? Uang? Jadi ini membicarakan lembaga semacam IMF ya? hehe.
Kalau masih tergantung sama keselamatan yang di jual para juru selamat, kayaknya malah ga selamat deh. Bisa-bisa keluar dari mulut singa gondrong masuk mulut buaya darat. Ketika para juru selamat rebutan umat dengan ngobral janji akhirat, kita dengan lugunya malah saling bantai dengan penuh semangat.
@ Benisuryadi
Iya tuh. Padalan bisa aja kan si narasumber itu preman pasar biadab yang lagi sebel sama tukang sayur sok alim.
Kali ini saya setuju, citra buruk muncul karena diamnya umat mayoritas yang sebenarnya menolak kekerasan.. karena apa? takut? males? atau apa?
Kan sudah dibilangin, serendah-rendahnya Iman itu adalah mencegah dengan Hati, sementara yang paling tinggi, Dengan Perbuatan.
Tapi saya kurang jelas kategori mencegah lewat Blog seperti yang dilakukan mas WHAT THE HELL ini..
Ditengah-tengah mungkin?
Kali ini, saya juga bingung apa yang saya omongkan…
hmm … mesti dicermati lebih dalam neh … !
@ wadehel & @ benisuryadi
Maksud saya, wawancara wadehel bukan sama Paus, tetapi wawancara pada seseorang yg merupakan personifikasi dari (…) yg menanggapi pernyataan Paus. Begitu kan?
Jadi link itu saya sertakan karena artikel tersebut merupakan pokok bahasan yg dimaksud seseorang tersebut.
tos tos atuh entong pasea wae..kalo ngakunya mhs, ngakunya dosen, dan ngakunya masyarakat yang pro-pluralisme tapi nge-otot terus, ntar apa bedanya sama kelakuan serampangan ep-pe-i…
oh ya, satu lagi untuk bang al..saya gak ngerti. bang al kan tanya, tapi saya binun jawabnya abis gak ngerti kalimatnya
:-/ *ga ngerti mode on*
lucu deh tuh orang…gak mau dibilang orang yang penuh dengan kekerasan. Tapi nyatanya dia menanggapi masalah dan omongan orang dengan kekerasan. Aturan yang diwawancaranya jangan orang keras itu…tapi orang yang menghujat aja, jadi khan ga perlu kena terkam
@ Lina
Seperti srimulat ya, kebodohan yang luar biasa memang kadang kelihatan lucu.
Bedanya, di srimulat lakon goblok berpura-pura goblok supaya lucu. Tapi di kasus ini, si pelaku sama sekali tidak berpura-pura dan sedikitpun tidak bermaksud melucu.
@ Goeve
Gak ngerti juga tidak akan rugi kok. Malah hati rasanya akan lebih nyaman.
@ Aufklarung
Bang Al itu kekna bukan pertanyaan deh tapi pernyataan.
Btw, ini teh bukan pada parasea, ibu… Lagi pada menyatakan pendapat. Meskipun dalam mengetiknya ada yang sampai ubun-ubunnya keluar asap, tetap aja berbeda dengan ep-pe-i. Kalau ep-pe-i kan klo kehabisan argumen langsung ngadhominem, nuduh kafir, murtad, sesat atau apa lah, dah sering malah dilanjutkan dengan kekerasan secara fisik. Klo mereka kan tidak. Jangan dikit-dikit menyamakan orang dengan FPI atuh, tersanjung nih.
Lagian, menurut saya tidak ada hubungannya antara mengaku sebagai karyawan, mahasiswa atau rakyat jelata dengan nge-otot. Mahasiswa/buruh/rakyat juga banyak yang nge-otot sampai anarkis tuh. Mungkin yang lebih tepat itu kalau sindirannya begini: “Ngakunya manusia yang menyembah tuhan yang maha pengasih, tapi kok kelakuannya tidak sedikitpun mengandung kasih?” Atau, “Ngakunya orang baik dan murah hati, tapi kok tidak ngasih saya duit?” atau “Ngakunya hiperseks tapi kok ngeliat saya telanjang gak horny?”
Makin ga nyambung ya? :P
Hngggh…makin banyak saya membacot makin saya terlihat tidak bermutu nieh.
hush!
artinya :
Selamat datang di Situs Manusia ^_^
Dalam agama orang dihina gak apa menghina :D Kalau Prinsipnya Orang Indo Kalau ada yang jadi Api mendingan jadi Air aja deh :))
ok,
pada akhirnya..
tiada kata seindah zikir
tiada bulan seindah ramadhan
maaf untuk lisan tak terjaga
yang tertutur lewat tulisan
mohon maaf lahir bathin
bagi siapapun
meski kekritisan tetap saya jaga
selamat menunai ibadah puasa
1427 H
@ gwgetolooh
saya lihat di website anda, hanya ada tulisan kayak gene :
ようこそ!有限会社 まぬしあ のページへ
maksudnya apa seeeeeeeeh??? bingooong……….
Sama, saya juga bingung. Yang punya jg tidak menjelaskan sih