Pertanyaan buat yang terhormat Anggota-anggota DPR

Sebuah surat terbuka yang ngajak mikir dari Yani Jaya Wirawan:

=====================

Pertanyaan buat yang terhormat Anggota-anggota DPR

Setujukah Bapak jika ada daerah yang membuat Perda bahwa seluruh wanitanya harus menggunakan hejab? Atau para siswi putri yang ke sekolah negeri harus memakai jilbab? Atau pegawai negeri yang wanita harus berpakaian Islami? Dan ada hukumannya? (sangsinya berupa denda, dikeluarkan, tidak naik pangkatnya, dll)(Mana ada pakaian Islam, Kristen, Hindu, Budha? Pakaian kok ada agamanya, benar-benar fanatisme. Pakaian tercipta dari budaya setempat, contohnya kerudung wanita India mirip dengan kerudung wanita Timur Tengah. Pakaian tidak dapat dijadikan kadar ukuran tinggi-rendahnya “agama” seseorang.)

Setujukah Bapak jika ada daerah yang membuat Perda Syariat Islam?

Misalnya:

  • Jika hari Jumat tidak ke Masjid kena hukuman?
  • Jika tidak puasa di bulan Ramadhan ada sangsinya?
  • Wanita tidak boleh keluar rumah di atas jam 18.00 jika tidak bersama muhrimnya dan ada sangsinya? (Dapat dianggap wanita tuna susila)
  • Ajaran Islam selain Wahabi dianggap sesat.
  • Seseorang yang menganut aliran lain dapat dibubarkan dan dituntut di pengadilan.
  • Seseorang yang menganut agama lain dicap kafir (divonis sebagai kafir, dibedakan sebagai kafir) dan harus dijauhi, dimusuhi, disingkirkan. Berteman dengan orang beda agama dapat masuk neraka. (dll, silahkan ditambah sesuai ajaran Wahabi lainnya)

Inikah yang disebut Demokrasi bagi Bapak?
Apakah ini bukan mengkhianati dasar negara Pancasila?
Apakah Bapak menyadari bahwa banyak tokoh politik lulusan Arab Saudi yang mempunyai agenda menerapkan ajaran Wahabi di Pemerintahan Indonesia? (Pemerintahan daerah kan termasuk Pemerintahan Indonesia. Aliran Wahabi berbeda dengan aliran NU, Muhammadiyah, Ahmadiyah, dll)

Apakah Bapak menyadari bahwa banyak tokoh politik yang katanya memperjuangkan keutuhan NKRI tetapi tidak berdasarkan dasar negara Pancasila?

Bisakah NKRI disatukan berdasarkan dasar Islam?

Bukankah yang menyebabkan perpecahan bagi keutuhan NKRI adalah tokoh politik yang memperjuangkan dasar Islam bagi Indonesia? (Dengan memperjuangkan dasar Islam bagi Pemerintah Indonesia berarti tokoh tersebut memprovokasi SARA)

Bagaimana bisa memperjuangkan keutuhan NKRI tetapi tidak ber-Bhineka Tunggal Ika, tidak berdasarkan Pancasila, melainkan berdasarkan dasar Islam?

(Bukan berarti menolak Islam, Islam sebagai agama adalah rahmat, tetapi dalam kehidupan bernegara di Indonesia ini kedudukan agama Islam adalah sama tinggi dengan agama lainnya. Bangsa Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika adalah berdasarkan Pancasila.)

Apakah bagi Pemerintah Indonesia kedudukan agama Islam lebih tinggi daripada agama lainnya seperti Hindu, Budha, Kristen, Katolik, KongHuCu?

Bukankah suatu Pemerintah Daerah di Indonesia yang menganggap salah satu agama(Islam, Kristen, Hindu, Katholik) lebih tinggi kedudukannya, lebih tinggi syariatnya dari pada agama lainnya dapat digolongkan sebagai SARA dan dapat memecah belah persatuan bangsa Indonesia yang sudah terbentuk? ( Pemerintah Daerah=aparat negara, wakil rakyat, DPRD, Bupati, Gubernur, Kepolisian, Lembaga Pengadilan, dll)

Bukankah semua agama sama tingginya di mata Pemerintah yang berdasar Pancasila?
Bukankah agama adalah urusan pribadi manusia?
Bukankah agamalah yang mengatur syariat umat yang memeluknya, dan bukan Pemerintah yang mengaturnya?

Salam Indonesia Jaya !!!

=====================

Menurut anda gimanaaaaa….?

About these ads

30 Responses to “Pertanyaan buat yang terhormat Anggota-anggota DPR”


  1. 1 kw 31 Juli 2006 pukul 8:59 am

    ribet emang ngomongin agama. hubungan dengan Tuhan adalah hubungan yang sangat personal. jadi sangat terserah kepada indivudu bentuk dan caranya seperti apa, tergantung sampai dimana “pencarian spiritualnya”.

    tak ada ajaran yang sesat. sesat bagi sekelompok orang, suci bagi penganutnya. :)

    jadi negara tak usah ngurusin biar indonesia gak bubar. percayakan saja kepada individu.

    kata milis sebelah: agama memisahkah, iman menyatukan. hehehheh

  2. 2 wadehel 1 Agustus 2006 pukul 8:11 pm

    Urusan SARA memang ribet. Banyak dari kita cenderung cari nyaman dan menghindari topik-topik seperti itu. Lebih suka nulis/ngobrol yang asik-asik aja, yang fun, yang jadi duit, yang lebih manfaat bagi keluarga dan teman-teman.

    Di inet juga sama, para selebritis blog selalu menghindari diskusi kritis tentang SARA. Mungkin jaga image, atau hanya cari nyaman.

    Sementara diluar sana para fanatik yang doyan menang sendiri mulai menjabat posisi-posisi penting dan memuntahkan kebijakan-kebijakan konyol untuk memecah belah Indonesia.

    Padahal kalau kaum pemaksa ini menang, jangankan ngeblog, internet aja sepertinya bakal jadi hal yang terlarang.

  3. 3 Red War 2 Agustus 2006 pukul 3:49 pm

    Anggota Dpr:
    “waduh itu bukan bagian saya, kan dipemerintah udah ada yg urus yakni depag. Saya kan cuma perhatikeun jalannya
    pemerintahan. klo hal ini udah jd isu nasional, km hubungi saya lagi….

    Saya lihat agama rukun2 aja tuh, saya kan sering JALAN2 ke daerah, enak koq suasananya…

    Daerah jg dah banyak kemajuannya, hotelnya mewah, makanannya enak, yah pokonya sudah maju dan berkembang dgn baik, jd kayanya gak ada masalah dgn masalah agama.”

  4. 4 wadehel 2 Agustus 2006 pukul 7:15 pm

    @Red War:
    Hehe… dasar dhewan penipu rakyat. what to say?

  5. 5 endah 4 Agustus 2006 pukul 4:36 pm

    Kurang kerjaan, pada cari muka………(emang mukanya kemaneeee??????????)
    Setuju, Dhewan Penipu Rakyat!

  6. 6 abdul wahab 18 Oktober 2006 pukul 4:27 pm

    mas/mbak yani,
    saya bukan anggota dpr, tapi saya yakin dg syariat pasti negara ini akan maju.tidak akan ada mslh dg agama lain,pasti bisa terakomodasi dg baik,anda masih bisa ke gereja atau kemana saja tanpa masalah Dan perlu diketahui bhw jilbab adalah pakaian wajib islam,jd kl ada yg blm pakai jilbab ya blm melaksanakan kwajbn agama islam.bagi yg ga islam ya ga usah pake jilbab,kl dipaksa ya jg mahu, jkalo mau ya bodoh namanya.kl daerah mewajibkan semua warganya berjilbab, ya harus taat aturan,kl kena operasi yustisi kan konyol dan lebih bodoh..sudah bodoh jadi tambah bodoh.
    anda ngomongin wahabi itu tau dr mana? belajar dulu ttg sejarah..wahabi ga salah yg salah itu oknum dan yg ada di lp cipinang ( lho? )

  7. 7 wadehel 20 Oktober 2006 pukul 6:58 pm

    Sepertinya harus dibahas nih, heran, kenapa sih orang pada ngotot jilbab itu wajib.

  8. 8 MT 1 Desember 2006 pukul 10:35 pm

    jika sy anggota DPR, sy pasti jawab, “begini dik, yg anda tanyaken itu urusan SARA. bagi kami, dik. urusan spt itu tak pantas dibahas. Kami saat ini sedang konsentrasi mencari proyek-proyek di Dewan ini. Kamu mestinya ngerti dong, dik, Dewan ini kan sumber segala macam korupsi dan maksiat, jadi pertanyaan kamu itu salah alamat. mending kamu minta petunjuk sama MUI saja lah, dik!”

    nah sekarang sebagai MT aseli. Kebanyakan orang Islam memang merasa agamanyalah yang paling diterima Allah. Mereka punya dasar, Inna diena ‘indallahil Islam. Sesungguhnya “sikap kepasrahan” yang paling dekat dengan Allah adalah “kepasrahan yang menyelamatkan”. Nah, berdasarkan ayat itulah mereka bersikap fanatik. Begitupun dengan penganut agama lain, mereka juga merasa benar. Nah, di luar kebodohan dan kesombongan para penganutnya, agama-agama yang ada di dunia ini (agama samawi maupun ardhi) merupakan sistem yang Allah buat bagi penganutnya. Allah itu adil. Dia punya sistem sendiri dalam menimbang asyik atau nggaknya seseorang beragama di surgakan-Nya.

    Allah sendiri yang bikin SARA. Tapi DIA bikin perbedaan SARA itu agar manusia nyadar dan berupaya menyatukan diri menjadi jalinan persaudaraan, bukannya jadi sumber konflik. Inilah begonya pemerintah kita, SARA bukannya dijadikan rahmat untuk saling mengenal, malah dijadikan IDIOM LATEN, macem komunisme dan DI/TII. Nah, parahnya lagi, kelas menengah endonesya menelan mentah-mentah konsep pemerintah tentang SARA.

    terakhir… (hehehe gayanya kayak pembaca berita terakhir TVRI). Soal jilbab. Mau dibungkus dg apapun, mau dikarungin, mau dimodiskan, JILBAB itu nggak wajib. Yang wajib adalah menutup aurat. Tidak semua orang tak berjilbab itu moralitasnya jelek. Tidak semua orang berjilbab itu hatinyapun terjaga. Mang sih kembali ke orangnya saming-saming. Buat saya, yg lebih harus dipikirkan adalah IMUNITAS setiap muslim dan siapapun di dunia ini terhadap dekadensi moral, kebodohan, dan segala kedzaliman. Baik dzalimun nafsi maupun kedzaliman sistemik.

    Nah, imunitas itulah yang mesti disuntikkan rutin. Ingatlah, sebelum datang kematianmu, maka “matilah kamu” terlebih dahulu. (wah bisa manjang nih urusan… udah ah, tadi dah telanjur bilang… terakhir…)

    nambah…. hehehe….

  9. 9 wadehel 2 Desember 2006 pukul 9:36 am

    Jilbab ga wajib, yang wajib nutup aurat? Trus menentukan mana aurat mana bukan pakai definisi Tuhan versi pemahaman siapa?

    Terakhir… hihi, TVRI masih siaran toh.

  10. 10 Udelmu 2 Desember 2006 pukul 11:41 am

    Yang wajib ditiru dari rasul itu akhlaknya, sifatnya, welas asihnya,toleransinya bukan jenggotnya, bajunya, clana congklangnya apalagi jilbabnya.

  11. 11 wadehel 2 Desember 2006 pukul 2:39 pm

    Saya setuju banget dengan Udelmu :D :D :D

  12. 12 Rezamudra 2 Desember 2006 pukul 5:16 pm

    Ribut banget cuman masalah gitu.Urusin dulu diri elu yang suka cium kentut sendiri.Jadi orang santay aja lah…nikmati hidup

  13. 13 wadehel 3 Desember 2006 pukul 12:39 am

    @ Rezamudra
    Kalau anda terus diam sementara orang-orang yang suka ikut campur urusan orang itu bebas bikin aturan konyol, akhirnya anda juga tidak akan punya tempat untuk ber-santay dan menikmati hidup.
    eh… Kecuali kalau santay dan nikmati hidup versi anda itu… Anda orang DPR kah?

  14. 14 abdullah 4 Desember 2006 pukul 8:38 pm

    kalo anda muslim hati hati dgn pendapat anda jangan asal bunyi aj, alquran dan sunah itu adalah tuntunan kita bukan pancasila dan demokrasi yang busuk yang nyata nyata malah bikin umat jadi rusak, baca dong sejarah bagai mana syariah islam bisa menyatukan umat manusia dalam berbagai etnis agana suku bangsa , hampir 13 abad lamanya . itulah syariat islam yang di ajarkan rasul,makanya klo jdi umat islam pelajari islam yang benar .syariat islam bukan hanya untuk umat islam aja tapi untuk seluruh makluk allah . orang yang menentang islam mereka hanya takut kepentingan mereka terhalangi yang biasa mencuri korupsi bermaksiat dll mrka takut klo ilam akan menghukum mereka padahal islam di turunkan justru utk nyelametin kita semuah . dan akan menjaga agar orang orang tidak pada korupsi ,mencuri maksiat dll jdi semuah aman gitu bluuuurrrr makan pelajari dulu islam baru berkoar.

  15. 15 fa 6 Desember 2006 pukul 12:39 pm

    Kasian….Bangsa ini terlampau miskin, sehingga Tuhanpun sangat misteri bagi bangsa ini.
    terlampau sering sekelompok orang membawa nama Tuhan untuk kepuasan kelompoknya saja. Bahkan nama Tuhanpun di bawa untuk untuk membenarkan tindakan bakar membakar, tutup menutup rumah ibadah orang lain.
    Tapi bagi kelompok yang sadar akan kasih Tuhan. mereka tidak akan pernah membalas apa yang di lakukan, karena memang mengasihi jauh lebih indah dari memusuhi..I Love u all

  16. 17 budi 8 Desember 2006 pukul 10:42 am

    Agama memang tidak setara mas-mas/mbak-mbak. setidaknya itu yang diajarkan secara formal di sekolah/universitas. agama-agaman abrahamik disebut agama langit (buatan tuhan), dan agama2 timur (hindu, budha, tao, jain, dll) disebut agama bumi ato ciptaan manusia. Entah, apakah definisi dan pengelompokan ini sudah atas persetujuan pengikut agama2 timur ? terlepas dari itu, orang muslim secara telanjang bilang selain umat muslim adalah orang2 kafir. dulu, kafir berarti diperangi, dibunuh, diperbudak, atau dikenai pajak tinggi. beberapa agama juga menerapkan “apartheid” dalam bentuk yang berbeda. bila apartheid afrika membedakan manusia berdasarkan warna kulit (kulit hitam vs kulit putih), apartheid agama membedakan manusia berdasarkan keyakinannya. (umat vs kafir, terkutuk vs terberkati, dsb) yang mana itu hanya dipisahkan berdasarkan keyainan yang dianut, bukan perdasarkan perilaku. kelakuan yang jahat, dengan mengakui ketuhananNYA, bisa diampuni. kelakuan yang baik, bahkan kelas mahatma gandi sekalipun, tetap akan dikirim ke api neraka abadi bila tak mau menyebut namaNYA yang satu, tidak bisa disebut dengan nama yang lain.
    Saat saya menjadi panelis dalam diskusi lintas agama, ada seorang peserta wanita merebut mikrofon dan bicara lantang : menurut ktab saya, agama ternaik adalah agama x. selain agama x sesungguhnya bukanlah agama, tetapi kumpulan rang sesat yang tidak akan pernah masuk sorga”. darimana dia berpaham begitu ? tentu karena ada yang mengjarkan. itu bukan ilmu yang dia bawa sejak lahir.

    @ abdullah
    mas, kalau seandainya anda lahir dari ayah dan ibu yang budha, misal di philipina, atau ayah dan ibu hindu, misal di india, ato ayah dan ibu kristen, misal di eropa, mungkinkah anda akan berpendapat seperti itu ? ingat mas, kelahiran tak bisa dipilih. Tuhan yang menentukan begitu. kl bisa memilih, saya milih lahir sbg tommy soeharto ajah kaliii…
    sekadar belajar ber empati mas : gimana kl misal saya kristen, dan berdasarkan keyakinan ato kata pastor saya, saya bilang gini : injil dibuat untuk seluruh umat manusia, maka semua umat manusia seharusnya tunduk pada injil. bila ada yang tidak percaya, pasti karena ada kepentingan bejat dibelakangnya :p

    @wadehel
    Bro, keberanian adalah jalan tengah antara kepengecutan dan kegegabahan (Aristoteles). semoga keberanian bro mewacanakan ini adalah jalan tengah yang baik. pokoke mantaBB….

  17. 18 budi 8 Desember 2006 pukul 11:18 am

    Abdullah : bagai mana syariah islam bisa menyatukan umat manusia dalam berbagai etnis agana suku bangsa , hampir 13 abad lamanya..

    mas, kalo Kafir Amrik dan kafir Eropa ngga semaju saat ini, mungkin taliban masih tetep bercokol di Afghanistan. Bila mereka cukup kuat, bahkan mungkin akan melebarkan sayapnya hingga ke seluruh asia, gayung bersambut dengan idenya yang mulia abu bakar baasyir dan ide JI. Maka 1000 tahun kemudian, generasi kita akan dengan bangga mengatakan : Taliban berhasil mempersatukan asia dari berbagai etnis dan suku, selama berabad-abad lamanya. generasi kita saat itu tidak pernah tahu kl patung budha di afghan diroket karena dianggap berhala. mereka juga ngga pernah tahu ato pura2 tidak tahu kalau dalam pemerintahan taliban, ketahuan membawa itab suci agama lain adalah berarti (hukum) mati dan berakhir di tiang gantungan.

    anda bangga dengan itu ?

  18. 19 wadehel 11 Desember 2006 pukul 1:04 pm

    @ Abdullah
    Ada contoh negara syariat yang sukses?

    @ Fa
    Kasihan memang, tapi agama memang komoditi yang sangat laku disini. Semoga semakin banyak orang bisa sesadar anda.

    @ A
    Komentar yang aneh, nulisnya kebalik pula :P Tapi benar juga tuh, brilian. Mari kita pilih peran kita, dan lakukan dengan sepenuh hati :D

    @ Budi
    Terimakasih, lalu, apa yang bisa kita lakukan?
    Begitu banyak orang mudah dicuci otak untuk membenci dan membantai pihak-pihak yang dianggap kafir oleh ulamanya. Gimana cara mengatasinya?

  19. 20 budi 12 Desember 2006 pukul 4:25 pm

    Ini perang opini mas. meski di beberapa tempat dan bagi beberapa orang, perang sesungguhnya masih terjadi (moro, checnya, kashmir, dll, mungkin juga di indonesia ; contoh bom bali dan krisis ambon), tapi “perang” yang pertama-tama harus dimenangkan adalah perang soft power. Bila orang suci bilang “bersetubuhlah sesering mungkin karena setiap seciprat seperma yang menyembur akan menyebabkan matinya satu orang kafir” masih dipercayai oleh umatnya, maka kita masih jauh dari memenangkan perang. Bila kebanyakan orang masih malas memakai otak dan lebih nyaman mengikuti apa saja kata tokoh agamanya (bagi dia tidak ada kata ‘tidak logis’ karena sumber logikanya sudah tidak dipakai), maka semakin jauh kita dari kemenangan.
    Tapi saya yakin mas, dengan berkembangnya teknologi, mudahnya akses informasi, maka lambat laun yang begitu itu akan masuk museum.
    Apa yang mas wadehel lakukan dalam blog ini, adalah salah satu cara untuk membangun opini, menambah wawasan baru, sehingga kita menyadari kenapa tuhan memberi kita otak.
    Hanya dengan otak yang digabungkan dengan hati sebagai manusia yang utuh, yang bisa membuat lidah kita berkata “kekerasan/kebencian/apartheid adalah musuh peradaban. tempat kitab suci yang mengajarkan kekerasan/kebencian/apartheid adalah di tong sampah”

    peace

  20. 21 Ilenth 16 Februari 2007 pukul 5:26 pm

    Saya mau tau sejarah terjadinya Pacasila dan siapa sajakah yang terlibat dlm pembuatan pancasila

  21. 22 Komunis Neh! 21 Maret 2007 pukul 12:48 pm

    Loe pade dodol yak, brantem agama muluk, korupsi terus, nepu terus, kawin terus .. eh hehehe enak seh yeee ..
    Mending loe pade jadi komunis ajeh pade .. gak usah ada agama2 an … kan jadi brantemnya kan kurangan … kita tenang dan focus buat pembangunan Indonesia …. Bangunnnnnnnnnnn Rakyat Indonesia !!!!!!!!

    Sadar yah Indonesia itu kaya banget … tiap hari jualan minjak, gas, hasil bumi/laut, ber-macam2 hasil tambang. Pada kemane tuh duit???? balikin ke rakyat oiiiiii !!!!!.

    Rakyat kecil pada bego .. di kerjain biar sibuk perang agama .. lupa deh tuh apa si SETAN SERAKAH alias Koruptor2 kelas kakap yang tidak tersentuh hukum yang lagi enak2 ngedukin dan ngangkangin harta IBU PERTIWI … harta milik rakyat Indonesia … loe pada menyengsarakan rakyat banyak.

  22. 23 Wahyudi 28 Oktober 2007 pukul 4:43 am

    Saya salut buat anda (Wadehel). Kita perlu orang-orang yang seperti anda sebanyak mungkin di Indonesia. HANYA orang-orang yang seperti andalah yang bisa menyelamatkan Nusantara dari kebodohan dan kemiskinan. Bukan DPRD apalagi MPR. Agar bikin blog yang semacam ini sebanyak mungkin.

    Memang Al-Qur’an mengajarkan kekerasan, permusuhan dan kebencian. Kita bisa melihatnya dalam kehidupan sehari-hari sikap orang moeslim. Orang moeslim menyebutnya hal itu hanya pemeluknya yang salah, bukan Islamnya. Tapi kenyataannya, Islamnya yang memang mengajar umatnya hal-hal yang tidak manusiawi dan buas.

    Saya mempunyai keponakan yang pernah di posantren selama 3 tahun sejak umur 7 tahun (makan, tidur dan belajar disana). Ada 25 anak-anak di posantren tsb. Dia sekarang sudah pindah agama/tidak moeslim lagi. Dia bilang bahwa yang membimbing di posantren adalah para kiyai yang kaya-kaya sekali, ada yang mempunyai istri 3. Anak-anak posantren diajarkan untuk memusuhi orang yang non-moeslim yang secara sepihak disebut kafir, najis dan musuh. Dia bilang bahwa anak-anak yang di posantren saja yang akan masuk sorga. Sedangkan yang lainnya tidak.

    Hal ini membuat saya bertanya: Apakah Islam agama teroris?

  23. 24 Ridwan 29 Oktober 2007 pukul 11:30 am

    Mengherankan sekali! Saya untuk partama kali mendengarkan suatu pemerintah menurunkan derajat bangsanya dengan mempromosikan pelacuran resmi di tanah airnya. Dimanakah moral bangsa ini?

  24. 25 Jusuf Kalla, Import Sperma Arab, dan Syariah 29 Oktober 2007 pukul 11:33 am

    Saya sangat heran! Saya untuk partama kali mendengarkan suatu pemerintah menurunkan derajat bangsanya dengan mempromosikan pelacuran resmi di tanah airnya.

    Sangat memalukan!

    Dimanakah moral bangsa ini?

  25. 27 Mr,Nunusaku 27 November 2007 pukul 5:20 am

    Waduh…waduh…rupanya Muslim DPR mau ngatur negara ini menjadi ‘NEGARA SYARIAT ISLAM’ LALU KITA MAU BERTAYA :

    NKRI MILIK SIAPA…..? APAKAH HANYA MILIK UMAT MUSLIM…?
    KALAU MAU MENJADIKAN INDONESIA NEGARA ISLAM…SILAHKAN
    SAJA UMAT MUSLIM ANGKAT KAKI TINGGALKAN NKRI DAN KENEGARA
    ONTA ARABIA.

    KAN NKRI INI MILIK SEMUA….KRISTEN, BUDHA, HINDU….JAWA
    SUNDAH…PAPUA…ACEH….MALUKU…POKONYA SEMUA SUKU YANG
    TERIKAT DALAM KESATUAN PANCASILAH.

    AKAH PERNAH MEMBACA BUKU BUNG KARNO: YANG MENGATAKAN
    ISLAM SONTOLOYO….DALAM KAMUS ARTI SONTOLOYO…ARTINYA
    ORANG-ORANG KUMPULAN BODOH.

    SAYA YAKIN 100% JIKA PANCASILAH DI GANTI DENGAN SYARIAT
    ISLAM DI INDONESIA AKAN MENJADI MALAPETAKAH…BERTUMPAHAN
    DARAH DIMANA-MANA DAN TERJADI PERGOLAKAN IMAN PEPERNGAN..
    NKRI AKAN TERLERPAS…BAGIAN INDONESIA TIMUR AKAN BERDIRI
    SENDIRI INI AKAN MENJADI KENYATAAN TINGGAL MENUNGGU BOM
    WAKTU…JIKA NKRI MENJADI NEGARA SYARIAT.

    Analisa politik yang berbicara dan kita sudah tahu apa
    yang terjadi dalam NKRI.

  26. 28 ry 11 April 2008 pukul 11:48 am

    oala mas…mau hidup tenang aj susah..sampeyan mau tenang di dunia? di sini juga mau. Ya wiss lah, saya ndak ikutan, tapi saya ikut yang bisa tenang dunia akhirat ada ndak?

  27. 29 Mr.Nunusaku 29 Desember 2008 pukul 1:08 am

    Ini pertayaan untuk DPR kafir di Jakarta…?

    JIKA SYARIAT ISLAM DILAKKUKAN DIDAERAH-DAERAH…
    APAKAH DPR BISA BERTANGGUNG JAWAB…JIKA DAERAH MINTA TERLEPAS DARI NKRI….?

    SAYA BERI CONTOH; DPR MUNGKIN SUDAH TAHU KARENA TELAH MENDENGAR PEDISI DARI MENADO, YANG MENGATAKAN JIKA SYARIAT DIJALAN DI MENADO…?
    MEREKA AKAN KELUAR DARI LINGKARAN SETAN NKRI.

    DPR TINGGAL MEMELIH MAU KEMANA…SYARIAT DIJALANKAN…? DAERAH TERIAK MEMINTA MERDEKA TERLEPAS DARI LINGKARAN SETAN SYARIAT ISLAM RI JAWA.


  1. 1 Pertanyaan buat yang terhormat Anggota-anggota DPR « frimitzon Lacak balik pada 2 Desember 2011 pukul 3:46 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JANGAAAN !!!

Jangan membaca isi blog ini, sebelum memahami semua woro-woro di halaman PERINGATAN.
Unek-uneg, pertanyaan atau komentar yang TIDAK berhubungan dengan posting, silahkan anda sampaikan di Ruang Tamu.
Boleh juga memasukkan kritik dan saran ke dalam kotaknya.
Posting yang tidak pada tempatnya, terlalu OOT atau terlalu kotor, kemungkinan besar akan saya serahkan pada akismet.
Satu lagi, tak perlu kuatir kalau komen anda tak langsung muncul, kadang akismet suka terlalu curiga, saya akan lepaskan begitu saya online :) Terimakasih

Cap Halal

RSS Sumber Inspirasi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye

Petisi Mendukung Pembubaran IPDN

Aku Nggak Korupsi

Kulkas

free hit counter



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 58 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: